Anda di halaman 1dari 13

Proceeding.

Seminar Nasional PESA T 2005


Auditorium Universitas Gunadarma, Jakarta, 23-24 Agustus 2005 ISSN : 18582559

KAJIAN SISTEM PENGANGKUTAN SAMPAH


KOTADEPOK

Doddy Ari Suryantol, Jack Widjadjakusuma2

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarrna


J1. Margonda Raya No. 100 Depok - 16424.
I) doddy_cyber@yahoo.com
2) L widjadjakus;Jrna@yahoo.com
A BSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mcngetahui penyebab terjadinya penumpumpukan sampah yang
sering terjadi di tempat pembuangan sampah di beberapa lokasi di pinggir ruas jalan di Kota
Depok dan beberapa tempat keramaian seperti Mal dilihat dari sistem managemen sampahnya.
Penelitian dilakukan dengan melaicukan survei di/apangan untuk mendapatkan jumlah sampah
yang dapat ditampung dan diangkut oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). dalam hal ini
adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap sistem managemen sampah di Kota Depok. Dari
hasil pengamatan didapatkan jumlah sampah yang terangkut jauh lebih kedl dari jumlah timbulan
sampah yang dihasilkan oleh Kota Depok. sehingga perlu dilakukan perubahan dalam sistem
pengangkutannya. Dari beberapa analisa perhitungan. didapatkan sistem pengangkutan dengan
menerapkan pergeseran waktu pengangkutan dari Tempat Pembuangan Akhir (fPA) dari pukul 6
saat ini menjadi pukul 4 untuk truk yang melayani lokasi jalur jalan dan pukul 5 untuk truk yang
melayani lokasi perumahan untuk menghindari dari kemacetan yang terjadi di Kota Depok.
perubahan sistem pengumpulan di beberapa lokasi perumahan dari sistem door to door menjadi
sistem kontainer. 'penambahan jumlah personel pengangkutan dari 2 orang menjadi 4 orang dan
perubahan rute dengan menggunakan Software GIS Arcview 3.2 sehubungan dengan pembangunan
Setasiun Peralihan Antara (SPA) sebelum dilakukan pembuangan ke TPA di Rangkapan Jaya Baru
dan Sukamaju Baru merupakan gabungan yang tepat digunakan untuk digunakan dalam
meningkatkan jumlah sampah yang dapat diangkut dengan analisa ekonomi biaya modal sebesar
Rp 453.933. 757,- per tahun dan Rp 762.991.370.- untuk biaya tahunan apabila dilakukan
penambahan armada penampungan dan pengangkutan untuk dapat mengangkut seluruh timbulan
sampah di Kola Depok. Sedangkan proyeksi lahun 2010 unluk dapat mengangkut seluruh timbulan
sampah yang akan ditimbulkan seiring dengan perkembangan penduduk di Kota Depok dapat
dilakukan dengan penambahan biaya modalsebesar Rp 939.981.883,- dan biaya tahunan sebesar
Rp 3.119.889. 719,- dengan perhitungan harga kontainer dan arm roll truck tahun 1999.
Kata Kunci : penumpukan sampah. survei. GISarcview 3.2. sampah.

1. PENDAHULUAN tanah di lokasi Tempat Pembuangan Sernentara


Permasalahan sarnpah merupakan hal (TPS) dan Ternpat Pembuangan Akhir (TPA)
serius yang dihadapi oleh kota di Indonesia. Oi merupakan masalah lain yang setiap kali
berbagai sudut kota, terutama di sekitar lokasi muncul di pt:rmukaan, apalagi tempat-tempat
keramaian. Sampah yang menumpuk dan ber- umum yang berada di tengah kota yang di
bau merupakan pemandangan yang biasa dite- sekitamya terdapat TPS.
mui setiap hari. Masalah ~encemaran ling- Sejak terbentuknya Oepok sebagai Kota
kungan berupapencemaran air, udara bahkan Administratif, perkembangan Kota Oepok di-

Kajian Sistem Pengangkutan Sampah ... T39


(Doddy Ari Suryanto, Jack Widjadjakusuma)
Proceeding, Seminar Nasional PESAT 2005
Auditorium Universitas Gunadarma, Jakarta, 23-24 Agustus 2005 ISSN : 18582559

ikuti pula dengan peningkatanjumlah penduduk untuk mereduksi total biaya sistem
yang cepat. Pada tahun 1990 Kota Administrasi persampahan. [6]
Depok penduduknya berjumlah 271.134 jiwa, Reduksi biaya ini akan diperoleh ber-
dan tahun pada tahun 1998 meningkat menjadi dasarkan penentuan waktu tempuh terpendek
828.870 jiwa. 8aat ini dengan pertumbuhan (bel urn tentu rute dengan jarak tempuh ter-
penduduk rata-rata 6,75 persen per tahun pendek) dari kendaraan pengangkut sampah da-
hingga tahun 2001 berjumlah 1.204.687 jiwa lam perjalanannya menuju TPA. Artinya, pe-
dengan luas Kota Depok 20.029 hektar dan nentuan rute pengangkutan sampah yang akan
tingkat kepadatan penduduk yaitu kurang dari memberikan waktu tempuh terpendek, akan
50 jiwa per hektar hingga lebih dari 200 jiwa menjadi uiung tombai< yang akan mengeksekusi
per hektar.[12] hal ini.
Melihat perkembangan penduduk diatas
akan diiringi dengan peningkatan kegiatan per- 2. TINJAUAN PUSTAKA
ekonomian di Kota Depok, sehingga arus ba-
rang dan arus jalan akan semakin meningkat, 2.1. Elemen Pendukunga P,mgangkutan
apalagi dengan disandangnya stastus Kota Sampah
Depok sebagai salah satu kota macet di Elemen pendukung utama dalam
Jabotabekdikarenakan pada pagi hari, siang system pengangkutan sampah adalah elemen
hari bahkan malam hari beberapa ruas jalan di jalan dan elemen transportasi. Elemen jalan
Kota Depok terjadi kemacetan yang cukup merupakan prasarana yang menyediakan piranti
parah, hal ini menjadi permasalahan baru yang keras dalam infrastruktur yang mel1dukung
dapat mengurangi kinerja sistem pengangkutan system pengangkutan sampah. Sedangkan ele-
sampah di Depok men transportasi merupakan sarana yang
Keterbatasan dana yang dialokasikan oleh menyediakan piranti lunak yang menyertai
Pemda Kota Depok untuk pengelolaan sampah elemenjalan. [11]
merupakan masalah lain yang menambah kom-
pleknya permasalahan sampah, temtama de- 2.2. Si~fpm Tnrn,"m~~j GMgrafis (5!G)
ngan penyediaan sarana pengangkutan sampah. SIG dengan menggunakan software Arcview
Dari beberapa komponen dalam sistem 3.2 dengan ekstension network analysis dapat
managemen sampah, maka besaran yang paling digunakan untuk memecahkan masalah jaringan
mendominasi terdapat pada sistem pengang- dengan menggunakan algoritmajikstra.[4]
kutan sampah. Dengan kata lain, besaran sistem
pengangkutan sampah memiliki kemampuan 3. METODE PENELITIAN
untuk menyerap sumber daya keuangan yang Dalam melakukan menyelesaikan perma-
lebih tinggi dari besaran lainnya. 8ehingga, salahan sampah yang terjadi di Kota Depok,
peningkaUin efisiensi, efektifitas, serta produk- penulis menggunakan metode penelitian dengan
tifitas yang terkait pada sistem pengangkutan alur sebagai berikut.
sampah, merupakan salah satu kunci utama

T40 Kajian Sistem Pengangkutan Sampah ...


(Doddy Ari Suryanto, Jack Widjadjakusuma)
Proceeding, Seminar Nasional PESAT 2005
Auditorium Universitas Gunadanna, Jakarta, 23-24 AgustliS 2005 ISSN: 18582559

Analisa Data Penampungan dan Komponen Pengangkutan Sampah

Perhitungan Altematif Kebijakan dengan Perubahan Komponen Pengangkutan Sampah

Tidak

A!lalisa Sarana Pengangkutan dan Analisa Biaya Pengangkutan

Rekomendasi

Gambar 1. Alur Penelitian

Tabei 1. Perencanaan Metode Pencarian Data

Data Primer:
Data Komponen Pengangkutan
Data Volume

B. Data Sekunder:
1. Data Timbulan sampah DKP Kota Depok
2. DataTPS DKP Kota Depok
3. Data 1alan DLLAJ Kota Depok
4. Data Peta Depok BPPT
5. Data Penduduk BPS
Sumber : Survei, 2004

3.1. Metode yang Digunakan 1 merupakan jenis dan lokasi pengambilan data
Penelitian ini dilakukan dengan meng- yang akan dilakukan.
gunakan beberapa metode penelitian yaitu me- Pengambilan data dengan metode survei
tode untuk pengambilan data dan metode untuk dilakukan dengan mengikuti kendaraan sampah
analisa data. Untuk pengambilan data diguna- sejumlah 30 kendaraan yang dipilih secara
kan dua metode, yaitu metode survey dan acak, dengan asumsi :
metode wawancara dengan pihak-pihak yang
terkait terutama saat berada di lapangan. Tabel

Kajian Sistem Pengangkutan Sampah ... T41


(Doddy Ari Suryanto, Jack Widjadjakusuma)
Proceeding, Seminar Nasional PESAT 2005
Auditorium Universitas Gunadarma, Jakarta, 23-24 Agustus 2005 ISSN : 18582559

1. Kendaraan tersebut mewakili data dari 36 Data-data primer dan sekunder yang di
truk yang dimiliki oleh DKP terutarna data dapat dari survei lapangan ataupun dari instansi
pengangkutan disetiap Korcam. yang berkaitan langsung maupun tidak lang-
2. Semucl kendaraan diasumsikan berangkat sung dengan pengangkutan sampah tersebut
dan kembali ke TPA di Cipayung. kemudian diolah untuk menentukan penyebab
3. Kendaraan tidak melakukan operasi terjadinya masalah menumpuknya sampah di
pengangkutan di Pasar, karena di lokasi beberapalokasipenampungan.
tersebut telah dilayani oleh Dinas Pasar. Langkah pertama adalah menentukan
Perincian pengambilan sampel dari jumlah timbulan sampah yang dihasilkan oleh
masing-masing kcrcam adalah sebagai berikut. sumber tim':>ulan sampah baik dari rumah tang-
ga, industri dan lain-lain kemudian dibanding-
kan dengan jumlah dan kapasitas penampungan
dalam hal ini bak-bak penampungan dan TPS
yang disediakan oleh DKP.
1. Sl!kmaJaya Langkah kedua adalah dengan menen-
2. Sawangan
3. Pancoran Mas
tukan komponen-komponen pengangkutan sam-
4. Cimanggis pah untuk mengetahui jumlah sampah yang
5. Beji dapat diangkut oleh DKP setiap harinya. Kom-
6. Limo ponen pengangkutan tersebut dapat dilihat pada
tabel 4 dibawah ini.
Surve: lapangan dilakukan, dengan sur- Dari komponen teknis pengangkutan
veyor berjumlah 30 orang, masing-masing diatas kemudian dicari nilai jumlah ritase yang
melakukan pengambilan data komponen dapat dilakukan dalam satu hari dengan jam
pengangkutan dengan mengikuti kendaraan dari kelja rata-rata kendaraan 8 jam sehari dan
TPA ke TPS selama satu minggu dari tangal28 jumlah volume terangkut total semua kendaraan
Oktober 2004 sampai dengan 6 November 2004 dalam satu hari.
diluar Hari Minggu karena pada hari itu tidak Langkah ketiga adalah dengan memban-
diiakukan pengambilan sampah. dingkan antara jumlah sampah yang dapat
Pencarian data sekunder, berupa data-data ditarnpung di TPS dengan jumlah sampah yang
yang sebagian besar berasal dari instansi- dapat diangkut oleh DKP, serta jumlah sampah
instansi di pemerintahan, dilakukan mulai yang ditimbulkan dari sumber timbulan sampah
Bulan Maret 2004 sampai dengan Bulan dengan jumlah kapasitas sampah yang dapat
Januari 2005. ditampung, dapat di ketahui penyebab menum-
puknya sampah di beberapa lokasi TPS.[9]
3.2. Analisa Data Penampungan dan
Komponen Pengangkutan Sampah.

T42 Kajian Sistem Pengangkutan Sampah ...


(Doddy Ari Suryanto, Jack Widjadjakuswna)
Proceeding, Seminar Nasional PESAT 2005
Aaditorium Universitas Gunadarma, Jakarta, 23-24 Agustus 2005 ISSN: 18582559

3.3. Analisa Alternatif Kebijakan dengan Untuk melakukan analisa altematif kebij?kan
Merubah Komponen Pengangkutan digunakan persamaan yang digunakan dalam
pengangkutan sampah dibawah ini. [16]

a. Hauled Container System (HeS)

kontainer kosong
Konteiner

kontainer penuh
TPA

Gambar 2. Sislem HCS di kola Depok unluk Arm Roll Truck

1) Perhitungan volume sampah terangkut per Waktu yang dibutuhkan setiap rit dapat
hari. menggunakan persamaan sebagai berikut.
Untuk menghitung jumlah volume sampah _ H -(t. +(2 )
yang dapat diangkut per hari, dapat dilihat Nd - (2)
(T", +T)
dari persamaan 3.1 dibawah ini.

v = Nd V(pcrban) n (truk) (1) Dengan:


Nd= lumlah ritasi yang dapat ditempuh,
Dengan: (ritlhari)
V = Volume sampah terangkut (ml/hari) H = lumlah jam kerja setiap hari, (jamlhari)
Nd = lumlah Ritase masing-masing truk t. = Waktu' perjalanan dari TPA ke TPS
(ritltruk) pertama, (jamlhari)
n = lumlah truk yang melakukan sistem t2 = Waktu perjalanan dari TPS terakhir ke
tersebut (buah) TPA, Gamlhari)
Tm = Waktu bongkar muat sampah di TPS,
2) Perhitungan jumlah Ritasi Pengangkutan (jam/rit)
Sampah Ts = Waktu pembuangan sampah di TPA,
(jam/rit)

Kontainer Kosone
Konteiner

Konteiner

Gambar 3. Sistem SCS di kota Depok untuk Dump Truck

Kajian Sistem Pengangkutan Sampah ... T43


(Doddy Ari Swyanto, Jack Widjadjakusuma)
Proceeding, Seminar Nasional PESAT 2005
Auditorium Universitas Gunadarma, Jcikarta, 23-24 Agustus 2005 ISSN : 18582559

b. Stationary Container System (SCS) , Dengan:


I) Perhitungan volume sampah terangkut Wt = Waktu perjalanan antar TPS,
per hari. (jam/rit)
Untuk menghitung jumlah volume Jt = Jarak rata-rata yang ditempuh
sampah yang dapat diangkut per hari, antar TPS, (km/rit)
dapat dilihat dari persamaan 3 dibawah Kt Kecepatan rata-rata dalam
ini. perjalanan antar TPS,
(km/jam/rit)
v = Nd V (per han) n (truk) (3)
Beberapa kebijakan yang digunakan untuk
Dengan: untuk meningkatkan volume sampah terangkut
V = Volume sampah terangkut adalah: .
(m3/hari) I) Merubah sistem pengangkutan menjadi
Nd = Jumlah Ritase masing-masing truk Hauled-Container Systems (HCS) untuk
(ritftruk) semua kendaraan pengangkutan.
n = Jumlah truk yang melakukan 2) Merubah sistem pengangkutan menjadi Sta-
sistem tersebut(buah) tionary-Container Systems (SCS) untuk
2) Perhitungan jumlah Ritasi Pe.ngangkutan semua kendaraan p~ngangkutan.
Sampah 3) Merubah waktu pemberangkatan dari TPA
Waktu yang dihutuhkan setiap rit dapat menjadi pukul 4 pagi untuk truk yang me-
menggunakan persamaan sebagai berikut. layani lokasi jalur jalan, dan pukul 5 untuk
truk yang melayani lokasi perumahan de-
Nd = H -(I) +(2 )
ngan jumlah jam kerja 8 jam.
(4) 4) Merubah sistem pengumpulan di lokasi pe-
(w, +Tm +T) rIloulhan oari ~i~tp.m door to door menjadi
sistem kontainel.
Dengan : 5) Melakukan penambahan personel pengang-
Nd = Jumlah ritasi yang dapat ditempuh, kutan dari 2 orang kenek menjadi 4 orang
(ritfhari) kenek.
H = Jumlah jam kerja setiap hari, 6) Melakukan gabungan dari perubahan geser
Gam/hari) waktu pemberangkatan, perubahan sistem
t\ = Waktu perjalanan dari TPA ke pengumpulan di lokasi perumahan, penam-
TPS pertama, (jam/hari) bahan personel dan perubahan rute meng-
t2 = Waktu perjalanan dari TPS gunakan Software GIS Arcview 3.2 dengan
terakhir ke TPA, (jam/hari) adanya pembangunan SPA.
W,= Waktu perjalanan antar TPS,
(jam/rit) 3.4. Penentuan Rute Baru
Tm= Waktu bongkar muat sampah di Dalam menentukan rute baru digunakan
TPS, (jam/rit) bantuan software GISArcview 3.2, dengan sa-
Ts = Waktu pembuangan sampah di lah satu extensionnya yaitu Network Analysist.
TPA, (jam/rit) Dalam mempersiapkan pengolahan untuk me-
nentukan analisa jaringan di buat urutan kerja
3) Perhitungan waktu perjalanan antar TPS sebagai berikut: [5]
W
I
=~
K (5)
I

T44 Kajian Sistem Pengangkutan Sampah ...


(Doddy Ari Suryanto, Jack Widjadjakusuma)
Proceeding, Seminar Nasional PESAT 2005
Auditorium Universitas Gunadarma, Jakarta, 23-24 Agustus 2005 ISSN: 1858255S

Pembuatan Kriteria

Operasi Spasial

Pemilihan dan Penambahan Field data dalam tabel infonnasiatau Analisis Tabulasi

Proses Pengolahan peta

Output rote optimal

Gambar 4. Langkah~langka" analisa dengan Arcview 3.2

Analisa yang dilakukan dengan meng- 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN


gunakan metode overlay dengan memberikan Dari hasil membandingkan antara jumlah
atribut pacta masing-!!!~5!ng rt!2~ j~!2r: )'2!1g ke- tirnh11 t'!ln
..................... to.4 ...
C'~",,"~'h
oJ ......... j;"\04 .... , J;""'" 1.,1, C''!l,...,n-::th
..................................... ...,.......... 1'ori"",,"'11"O'
~..- .. ........ t' ..
I. ... ~ ~o

mungkinan dapat dilalui kendaraan pengangkut dan jumlah sampah terangkut, didapat jumlah
sampah sehingga diperoleh rute yang terpendek timbulan sampah sebesar
yang dapat dilalui. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan
Dalam melakukan perhitungan dengan rumus diatas pada beberapa altematif kebijakan
analisis network, digunakan algoritma Djikstra yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah
yaitu untuk menentukan rute terpendek. volume sampah terangkut dengan meminimal-
kan biaya yang dikeluarkan, didapat hasil
sebagai berikut.

Kajian Sistem Pengangkutan Sampah ... T45


(Doddy Ari Suryanto, Jack Widjadjakusuma)
Proceeding, Seminar Nasional PESAT 2005
Auditorium Universitas Gunadarma, Jakarta, 23-24 Agustus 2005 ISSN: 18582559

Gambar 5. Grafik Volume Sampah Tertampung Kondisi Saat ini

Deng:ln melakukan penambahan jumlah kontainer hasil perbaikan pada beberapa kecamatan
didapat jumlah sampah tertampung sebagai berikut.

nPI"hn'lKf;rn Sarana.

Sumber:

i
g.........

~
II
... I
c I,

L:______ _
c .. .. !\
.... i
~--II

Gambar 6.Grafik Volume Sampah Tertampung Dengan Perbaikan Sarana Penampungan

T46 Kajian Sistem Pengangkutan Sampah ...


(Doody Ari Suryanto, Jack Widjadjakusuma)
Proceeding, Seminar Nasional PESAT 2005
Auditorium Universitas Gunadanna, Jakarta, 23-21 Agustus 2005 ISSN : 18582559

Sumber: Hasil Perhitungan.

Sedangkan untuk proyeksi tahun 2010 diperlukan jumlah penambahan sarana pengangkutan
sejumlah 23 arm roll truck dan 101 kontainer sesuai dengan tabel8 dibawah ini.

Sumber: Hasil Perhitungan.

Sedangkan untuk hasil perbandingan jumlah sarana pengangkutan yangdibutuhkan dengan


melakukan perhitungan altematifkebijakan didapatkan perbandingan pada tabel9 dibawah ini.

8. Geser, Rubah Kumpu\, Personel dan 2.317,4 6,58 68,6


SPA
Sumber: HasiI Perhitungan.

Kajian Sistem Pengangkutan Sampah ... T47


(Doddy Ari Suryanto, Jack Widjadjakusuma)
Proceeding, Seminar Nasional PES AT 2005
AltJitorium Universitas Gunadarma, Jakarta, 23-24 Agustus 2005 ISSN : 18582559

- --- --- --1

GRARKP~~NGANVOLUMESAMPAH
TBUAMPUNG
II-

....... .-
:.. '.'
i .

.
iC
II: -
;[]
... -
11::-
.. I:
,i .

':. 1
i
j
..........
Ie' ,_.
I
: ___ . __ . . . __. _____ J
l ____________ . ______ .. ____________________________ . ____ . _________ .J

Gambar 7. Grajik Ferbandingan Volume Su1ilfJah Terangkut

Sedangkan untuk perbandingan jumlah dengan anjuran pemerintah dengan volume


sarana yang dibutuhkan untuk dapat meng- angkut 10m3 dan tambahan kontainer bervo-
angkut semua jumlah timbulan sampah yang lume 10m3 dengan asumsi setiap kontainer
ada diluar daerah Pasar berjumlah 3.376 dalam sehari dapat melakukan penampungan
3
m lhari dengan asumsi kendaraan yang akan 1,4 kali penampungan, dapat dilihat pada tabel
ditambahkan adalah Arm Roll Truck sesuai dibawah ini.

8. Geser, Rubah Kumpul, Personel dail 9 39


SPA
Sumber: Hasil Perhitungan.
GRAFIK PERBANDINGAN PENAMBAHAN
SARANA PENGANGKUTAN

JENII ALTERNATF

Gambar 8. Grajik Perbandingan Penambahan Sarana Pengangkutan

T48 Kajian Sistem Pengangkutan Salllpah ...


(Doddy Ari Suryanto, Jack Widjadjakusuma)
Proceeding, Seminar Nasional PESAT 2005
Auditorium Universitas Gunadanna, Jakarta, 23-24 Agustus 2005 ISS}! ; 18582559

Sedangkan prediksi penambahan sarana pengangkutan pada tahun 2010 dapat dilihat pada
tabel 11 diabwah ini. Dan untuk perkiraan biaya dapat dilihat pada tabel 12.

TabelII. Proyeksi Kebutuhan Sarana Pengangkutan Tahun 2010


s.. mJi~lit~;i;;: \ TimbulanSamp~b, . < ,'Pr~yeksi
Terangkut Th.: . . Th.2010. ,r.; Jmll{,e!<urangan
/:2004J . K()ntainer
L Sukmajaya 868,7 1.113 2
2. 8eji 233,59 365 2
3. Pancoran Mas 412,12 830 4
4. Sawangan 106,95 666 6
5. Limo 150,44 408 3
6. Cimanggis 545,60 1.130 6
TOTAL 2.317,40 4.513 23
Sumber: Hasil Perhitungan.

Sumber: Hasil Perhitungan

Dengan rute baru yang dapat dilalui seiring dengan pembangunan SPA pada 2 lokasi yaitu di
Rangkapan Jaya Baru disebelah Barat Depok dan di Sukamaju Baru di sebelah Timur Kota Depok
dapat dilihat pada gambar 9 dan 10.

Kajian Sistem Pengangkutan Sampah ... T49


(Doddy Ari Suryanto, Jack Widjadjakusuma)
Proceeding, Seminar Nasional PESA T 2005
Auditorium Universitas Gunadarma, Jakarta, 23-24 Agusms 2005 ISSN : 18582559
.'d'\il,..

RENCANA DAERAH PI!L..AVANAN PI!f\lGANGKUTAN SAMPAH


KOTADI!POK DII!!NGAN PI!MlSANGUNAN'SPA:

W-$-E s

Gambar 9.Rencana Daerah Pelayanan Pengangkutan Sampah Kota Depok

RENCANA RUTE BARUPENGANGKUTAN SAMPAH.KOTA DEPOt<


DENGAN PEMBA~GUNAN SPA .
. . . . . .

.
. .
. . . . . ._ _. . . . . . . . . . ._ _. . . . . . . . . . . . . . ._ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _._'2 KM _ _ _ _ _

Gambar 10. Rencana Rute Baru Pengangkutan Sampah Kota Depok

5. KESIMPULAN 6. DAFTAR PUSTAKA

Dari penelitian diatas dapat diambil [1] Agung Suprihatin. et all, Sampah dan
kesimpulan sebagai berikut: Pengelolaannya, PPGT I. VEDC
1. Penyebab terjadinya penumpukan Malang, Indah Offset, Malang,
sampah di beberapa lokasi di Kota 1996.
Depok adalah kecilnya volume sampah
yang diangkut oleh DKP ke TPA. [2] Ahmad A, Analisa Laluan Terpendek,
2. Dari beberapa alternatif kebijakan yang Juroal Kolej Universiti Teknologi Tun
dapat dilakukan, didapat kebijakan Hussein Onn, Malaysia, 2000.
dengan menggeser waktu pemberang-
katan dari TPA, perubahan sistem [3] BPPT, Model Pengelolaan
pengumpulan dari door to door Persampah-an Perkotaan, 2002, Tim
menjadi sistem kontainer, penambahan Penyusun P2KTPW.
personel dan pembangunan SPA adalah
reko-mendasi yang tepat untuk [4] Budiyanto Eko, Sistem Informasi Geo-
meningkatkan volume sampah yang grafts dengan Menggunakan Arc View
terangkut. GIS, 2002, Andi, Yogyakarta.

T50 Kajian Sistem Pengangkutan Sampah ...


(Doddy Ari Suryanto, Jack Widjadjakusuma)
Proceeding, Seminar Nasional PESAT 2005
Auditorium Universitas Gunadarma, Jakarta, 23-24 Agustus 2005 ISSN : 18582559

[5] Cahyadi Agus, Buku Panduan Kota Bandung, Thesis Program


Pelatihan GIS ArcView 3.2, 2004, Magister Teknik Sipil Universitas
Jakarta. Parahyangan, Bandung, 2000.

[6] Dinas Kebersihan dan Pertamanan [12] Pemda Depok, Basis Data Lingkungan
(DKP) Kota Depok, Profile Hidup Kota Depok, DKP Kota Depok,
Pengelolaan Per-sampahan Kota 2003.
Depok, Depok, 2003.
[13] Prahasta Eddy, Konsep-Konsep Dasar
[7] Laporan Kegiatan Sistem Informasi Geografis, 2002,
Pengangkut-an Sampah bulan Juni Infor-matika, Bandung.
2004, DKP Kota Depok, 2004.
[14] Puntodewo Ati. et all, Sistem Informasi
[8] Henderson Paul, Chine Waste Manage- Geografis untuk Pengelolaan Sumber
ment Working Paper for Streams Daya Alam, CIFOR, Bogor, 2003.
Techno-logy Programme,
Environmental Resour-ces [15] Rahmawati. Diah, Tinjauan
Management, Shanghai, 2004. Persyaratan Kesehatan Tempat
Penampungan Sam-pah ui Kota
[9] Howard, Peavy, Environmental Depok, Tugas Akhir Maha-siswa UI,
Engineering, 1985, McGraw-Hill. Jakarta, 2004.

[10] Kodoatie Robert, AnaUs is Ekonomi [16] Tjalfe G. Poulsen, Journal Solidwaste
Tek-nik, 2000, Andi, Yogyakarta. Management, Aalborg University, Ger-
many, 2003.
t 11] Koianus. D, Kajian Terhadap Sistem
Pengcmgkutan Sampah PD Kebersihan

Kajian Sistem Pengangkutan Sampah ... T51


(Doddy Ari Suryanto, Jack Widjadjakusuma)