Anda di halaman 1dari 11

MALNUTRISI PADA DEWASA

Tinggalkan Balasan

MAKALAH GIZI

MALNUTRISI PADA DEWASA

Dosen Pembimbing:

Titik Asmaiyah, SST

Disusun Oleh:

1. Resti evalia (1307.026)


2. Ririn dwi ratnasari (1307.027)
3. Riska wahyuningsih (1307.028)
4. Dwi ayu lestari (1307.008)
5. Siti julaikah (1307.030)
6. Tutus rahmawati (1307.031)

AKADEMI KEBIDANAN DELIMA PERSADA GRESIK

TAHUN AJARAN 2014/2015

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan
rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini
yang berjudul Malnutrisi pada orang dewasa

Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari bantuan
berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih
banyak kepada :

1. Bu Sri utami SST., M.Kes selaku direktur AKADEMI KEBIDANAN

DELIMA PERSADA GRESIK.

1. Bu Titik asmaiyah, SST selaku dosen pembimbing mata kuliyah Gizi


2. Teman-teman serta berbagai pihak yang mendukung dan membantu kami
dalam tugas ini.

Kami menyadari bahwa dalam proses penyusunan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, baik secara materi maupun cara penulisannya. Walaupun demikian, kami
telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang kami dimiliki, sehingga
dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Oleh karenanya, kami dengan rendah hati dan
tangan terbuka menerima masukan, saran, dan usul dari berbagai pihak.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan informasi, pengetahuan, serta
pemahaman yang komprehensif bagi semua pembaca.

Gresik , 26 Mei 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Malnutrisi adalah keadaan gizi individu akibat kekurangan maupun kelebihan asupan
energi, protein, atau zat gizi tertentu yang berdampak pada perubahan komposisi tubuh
dan fungsi organ.
Malnutrisi merupakan masalah yang cukup menjadi perhatian di semua kalangan baik
masyarakat, pemerintah, bahkan dari kalangan internasional.

Jika konsumsi gizi makanan pada seseorang tidak seimbang dengan kebutuhan tubuhnya
maka akan terjadi kesalahan gizi atau malnutrition. Malnutrisi ini mencakup kelebihan
gizi yang disebut dengan gizi lebih atau overnutrition dan kekurangan gizi yang disebut
dengan gizi kurang atau undernutrition.

Kematian akibat Malnutrisi dapat disebabkan oleh kurangnya asupan makanan yang
mengakibatkan kurangnya jumlah makanan yang diberikan, kurangnya kualitas makanan
yang diberikan dan cara pemberian makanan yang salah. Selain itu juga karena adanya
penyakit, terutama penyakit infeksi, mempengaruhi jumlah asupan makanan dan
penggunaan nutrien oleh tubuh.

Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud Malnutrisi?


2. Siapa yang beresiko mengalami malnutrisi?
3. Apa penyebab malnutrisi?
4. Bagaimana pengobatan dan pencegahan pada penderita malnutrisi?
5. Bagaimana pengaturan makanan bagi penderita malnutrisi

Tujuan

1. Mengetahui pengertian Malnutrisi


2. Mengetahui orang yang beresiko mengalami malnutrisi
3. Mengetahui penyebab malnutrisi
4. Mengetahui pengobatan dan pencegahan pada penderita malnutrisi
5. Mengetahui pengaturan makanan bagi penderita malnutrisi

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian

Malnutrisi dapat terjadi oleh karena Kekurangan Gizi (Undernutrisi) maupun karena
Kelebihan Gizi (Overnutrisi). Keduanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara
kebutuhan tubuh dan asupan zat gizi esensial. Malnutrisi adalah suatu keadaan dimana
tubuh mengalami gangguan dalam pengguanaan zat gizi untuk tumbuh kembang serta
aktivitas (UNICEF, 1990).

Malnutrisi makronutrien biasa disebut sebagai gizi buruk/KKP (Kekurangan


Kalori Protein) atau disebut juga MEP (Malnutrisi Energi Protein) yaitu keadaan kurang
gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari
sehingga tidak memenuhi AKG. (Mansjoer, 2000).

Malnutrisi dapat terjadi oleh karena kekurangan gizi (undernutrisi) maupun karena
kelebihan gizi (overnutrisi). Keduanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara
kebutuhan tubuh dan asupan zat gizi esensial

Macammacam Penyakit Malnutrisi

Penyakit malnutrisi dibedakan menjadi dua macam yaitu

1. Penyakit gizi lebih (overnutrition) contohnya yaitu obesitas yaitu konsumsi kalori yang
berlebih dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energi, diabetes mellitus yaitu
obesitas dan tekanan darah yang tinggi, jantung koroner yaitu penumpukan lemak pada
dinding pembuluh darah jantung, stroke, kanker paru-paru, dan lain sebagainya.
2. Penyakit gizi kurang (undernutrition) contohnya yaitu kwashiorkor yaitu penyakit yang
disebabkan karena kekurangan kalori dan protein, marasmus yaitu penyakit yang disebabkan
karena kekurangan kalori, dan busung lapar yaitu penyakit yang disebabkan karena
kekurangan protein.

2.2 Orang yang beresiko mengalami Malnutrisi

1. Bayi dan anak kecil yang napsu makannya buruk


Sejalan dengan pertumbuhannya, kebutuhan makanan anak-anak akan bertambah, karena
laju pertumbuhan mereka juga bertambah. Maka dari itu anak kecil yang kurang nafsu
makannya bisa beresiko mengalami mal nutrisi

1. Remaja dalam masa pertumbuhan yang pesat

Masa pertumbuhan yang pesat baiknya di dampingi dengan kebutuhan nutrisi yang
seimbang pula. Dalam kenyataannya, remaja semakin aktif pula dalam masa ini.
Kebutuhan akan nutrisi harus lebih diperhatikan dalam masa ini agar mereka tidak
mengalami kekurangan ataupun kelebihan nutrisi.

1. Wanita hamil dan wanita menyusui

Pada wanita hamil atau wanita menyusui, kebutuhan zat gizi meningkat untuk mencegah
malnutrisi pada bayi dan dirinya sendiri. Asam folat diberikan selama kehamilan untuk
menurunkan resiko gangguan perkembangan otak atau tulang belakang (spina bifida)
pada bayi. Meskipun pada wanita-wanita pemakai Pil KB lebih mungkin untuk menderita
kekurangan asam folat, tidak ada bukti bahwa bayinya akan menderita defisiensi asam
folat.

1. Orang tua

Pada orang tua dapat terjadi malnutrisi karena:

Merasa kesepian
fisik dan mental yang mulai menurun
Kurang bergerak
Penyakit kronik.

Kemampuan penyerapan zat gizi pada orang tua pun sudah menurun, memungkinkan
terjadi berbagai masalah seperti anemia karena kekurangan zat besi, osteoporosis, dan
osteomalasia.
Proses penuaan disertai dengan kehilangan sejumlah massa otot yang tidak ada
hubungannya dengan penyakit atau kekurangan makanan. Berkurangnya massa otot ini
sekitar 11 kg untuk laki-laki dan 5,5 kg untuk wanita.

Perhitungan tersebut berdasarkan:


berkurangnya kecepatan proses metabolisme,
berkurangnya berat badan total. dan
bertambahnya lemak tubuh sekitar 20-30% pada laki-laki dan 27-40% pada wanita.
Karena perubahan-perubahan tersebut dan karena berkurangnya aktivitas fisik, orang tua
memerlukan lebih sedikit kalori dan protein. Pada orang-orang yang mempunyai penyakit
kronik yang menyebabkan malabsorbsi, cenderung memiliki kesulitan dalam menyerap
vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E dan K), Vitamin B12, kalsium, dan zat besi.

1. Penderita penyakit menahun pada saluran pencernaan, hati atau ginjal, terutama jika terjadi
penurunan berat badan sampai 10-15%

1. Orang yang menjalani diet untuk jangka panjang

1. Vegetarian

Vegetarian yang tidak mengkonsumsi produk hewan (vegan), memiliki resiko untuk
menderita kekurangan Vitamin B12. Makanan bergaya oriental dan makanan yang
difermentasi lainnya (misalnya; minyak ikan), bisa memenuhi kebutuhan akan vitamin
B12.
Banyak makanan yang dinyatakan dapat meningkatkan kesehatan atau menurunkan berat
badan. Tetapi pembatasan makanan yang sangat ketat, berdasarkan ilmu gizi adalah tidak
sehat karena dapat menyebabkan:
* Kekurangan vitamin, mineral, dan protein
* Gangguan jantung, ginjal dan metabolisme
* Kematian.

1. Penderita ketergantungan obat atau alkohol yang tidak cukup makan

Alkoholisme adalah bentuk ketagihan obat yang paling sering ditemukan, yang
memberikan efek serius terhadap status gizi seseorang. Pemakaian alkohol dalam jumlah
yang sangat besar merupakan racun yang akan merusak jaringan, terutama pada saluran
pencernaan, hati, pankreas, dan sistem saraf (termasuk otak).
Alkoholisme merupakan penyebab paling sering dari kekurangan vitamin B1 (tiamin) di
USA dan juga menyebabkan kekurangan magnesium, zat besi, dan vitamin lainnya.

1. Penderita AIDS

1. Pemakaian obat yang mempengaruhi napsu makan


Ketagihan obat-obatan bisa merusak gaya hidup seseorang sehingga asupan makanan
yang cukup tidak terpenuhi, dan terdapat gangguan pada penyerapan dan metabolisme
zat-zat gizi.

1. Penderita anoreksia nervosa

1. Penderita demam lama, hipertiroid, luka bakar atau kanker.

Status gizi seseorang dapat ditentukan melalui beberapa cara, yaitu:

1. Mengukur tinggi badan dan berat badan, lalu membandingkannya dengan tabel standar.
2. Menghitung indeks massa tubuh (BMI, Body Mass Index), yaitu berat badan (dalam
kilogram) dibagi dengan tinggi badan (dalam meter). Indeks massa tubuh antara 20-50
dianggap normal untuk pria dan wanita.
3. Mengukur ketebalan lipatan kulit.
Lipatan kulit di lengan atas sebelah belakang (lipatan trisep) ditarik menjauhi lengan,
sehingga lapisan lemak dibawah kulitnya dapat diukur, biasanya dengan menggunakan jangka
lengkung (kaliper). Lemak di bawah kulit banyaknya adalah 50% dari lemak tubuh. Lipatan
lemak normal adalah sekitar 1,25 cm pada laki-laki dan sekitar 2,5 cm pada wanita.

1. Status gizi juga bisa diperoleh dengan mengukur lingkar lengan atas untuk memperkirakan
jumlah otot rangka dalam tubuh (Lean Body Mass, massa tubuh yang tidak berlemak).
Foto rontgen dapat membantu menentukan densitas tulang dan keadaan dari jantung dan paru-
paru, juga bisa menemukan kelainan saluran pencernaan yang disebabkan oleh malnutrisi.
Pada malnutrisi yang berat, dilakukan pemeriksaan hitung jenis sel darah lengkap serta
pemeriksaan darah dan air kemih untuk mengukur kadar vitamin, mineral, dan limbah
metabolit seperti urea. Pemeriksaan kulit juga bisa dilakukan untuk menilai jenis-jenis
tertentu dari kekebalan.

2.3 Penyebab Malnutrisi

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya malnutrisi, antara lain:

1. Konsumsi makanan. Konsumsi makanan secara langsung sangat berpengaruh pada


tercukupinya kebutuhan asupan gizi bagi tubuh.
2. Produksi pangan. Produksi pangan merupakan suatu penyediaan pangan bagi keluarga.
Produksi pangan dapat dilakukan dengan cara membeli atau memproduksi sendiri.
3. Keadaan infeksi. Ada hubungan erat antara infeksi (virus, bakteri, parasit) dengan malnutrisi.
Ada interaksi yang kuat antara penyakit infeksi dengan malnutrisi. Infeksi akan
mempengaruhi status gizi dan mempercepat malnutrisi. Mekanismenyapun bermacam-macam
dapat secara sendiri-sendiri maupun secara bersamaan seperti penurunan asupan gizi akibat
kurangnya nafsu makan, menurunnya absorbsi, pengurangan makan pada saat sakit,
peningkatan kehilangan cairan atau zat gizi akibat muntah-muntah dan diare, meningkatnya
kebutuhan baik dari kebutuhan akibat sakit dan parasit yang ada didalam tubuh (Scrimshaw et
al 1995).
4. Pengaruh budaya. Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam pengaruh budaya antara lain
sikap terhadap makanan, produksi pangan, dan penyebab penyakit. Konsumsi makanan yang
rendah dapat disebabkan dengan adanya penyakit terutama penyakit saluran pencernaan.
Produksi pangan juga dapat mempengaruhi konsumsi zat gizi keluarga.
5. Faktor sosial dan ekonomi. Faktor sosial dan ekonomi ini meliputi keadaan keluarga
(hubungan antar setiap anggota keluarga, jarak kelahiran setiap anak), pendidikan, keadaaan
penduduk dalam suatu masyarakat, pekerjaa, pendapatan dan pengeluaran setiap keluarga,
harga makanan tergantung pada pasar dan variasi musim.
6. Pelayanan kesehatan dan pendidikan. Meskipun tidak secara langsung berpengaruh, faktor
pelayanan kesehatan dan pendidikan merupakan faktor tidak langsung dari penyebab
terjadinya malnutrisi.

Pengobatan dan pencegahan pada Malnutrisi


Pengobatan:
Pada stadium ringan dengan perbaikan gizi.
Pengobatan pada stadium berat cenderung lebih kompleks karena masing-masing penyakit
harus diobati satu persatu. Penderitapun sebaiknya dirawat di Rumah Sakit untuk mendapat
perhatian medis secara penuh.
Pencegahan:

Berikan makanan yang bervariasi, seimbang antara kandungan protein, lemak, vitamin dan
mineralnya. Perbandingan komposisinya: untuk lemak minimal 10% dari total kalori yang
dibutuhkan, sementara protein 12% dan sisanya karbohidrat.
Rajin menimbang dan mengukur tinggi badan jika terjadi malnutrisi maka konsultasikan
dengan dokter.
Jika telah menderita karena kekurangan gizi, maka segera berikan kalori yang tinggi dalam
bentuk karbohidrat, lemak, dan gula. Sedangkan untuk proteinnya bisa diberikan setelah
sumber-sumber kalori lainnya sudah terlihat mampu meningkatkan energi. Berikan pula
suplemen mineral dan vitamin penting lainnya. Penanganan dini sering kali membuahkan
hasil yang baik. Pada kondisi yang sudah berat, terapi bisa dilakukan dengan meningkatkan
kondisi kesehatan secara umum. Namun, biasanya akan meninggalkan sisa gejala kelainan
fisik yang permanen dan akan muncul masalah intelegensia di kemudian hari.

Diit bagi penderita Malnutrisi

1. Bagi penderita Penyakit gizi lebih (overnutrition) contohnya yaitu obesitas tekanan darah
yang tinggi, jantung koroner, stroke, kanker paru-paru, dan lain sebagainya. Disarankan
untuk mengkonsumsi makanan yang rendah lemak atau kalori.
2. Bagi penderita Penyakit gizi kurang (undernutrition) contohnya yaitu kwashiorkor,marasmus
dan busung lapar. Untuk penyakit kwashiorkor disarankan mengkonsumsi makanan yang
mengandung kalori dan protein, Untuk penyakit marasmus disarankan mengkonsumsi
makanan yang mengandung kalori. Untuk busung lapar disarankan mengkonsumsi makanan
yang mengandung protein.
3. Selain itu bagi penderita malnutrisi disarankan untuk memenuhi asupan makanan yang sehat
dan tidak harus mahal, asal mengandung 4 sehat 5 sempurna. Makanan tidak perlu mahal.
Asal ada unsur sayuran, protein dan buah-buahan. Bisa tahu, tempe, sayur bayam, wortel.
Disarankan pula untuk mengurangi konsumsi karbohidrat dan minyak. Harusnya konsumsi
karbohidrat hanya 50%.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Malnutrisi adalah keadaan gizi individu akibat kekurangan maupun kelebihan asupan energi,
protein, atau zat gizi tertentu yang berdampak pada perubahan komposisi tubuh dan fungsi
organ.
2. Malnutrisi dibedakan menjadi dua macam yaitu kekurangan gizi atau undernutrition dan
kelebihan gizi atau overnutrition.
3. Macam-macam penyakit malnutrisi yaitu obesitas, jantung koroner, kwashiorkor, marasmus,
busung lapar, dan lain sebagainya.
4. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya malnutrisi yaitu konsumsi makan, produksi
pangan, pengaruh budaya, keadaan infeksi, faktor sosial dan ekonomi, serta pelayanan
kesehatan dan pendidikan.
5. Dapat disimpulkan bahwa manusia dewasa membutuh kan banyak sekali asupan gizi yang
seimbang. Jika tersebut dapat terpenuhi makan akan membantu orang tersebut dalam
menjalan kan hidup sehat dan terjauh kan dari penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi
dan kelebihan gizi.

DAFTAR PUSTAKA

http://muhsetong.blogspot.com/2009/09/makalah-gizi-buruk.html
http://awansblogger.blogspot.com/2011/03/gizi-orang-dewasa.html

http://aguskrisnoblog.wordpress.com/2012/06/29/menu-buah-apel-untuk-mencegah-
malnutrisi-apple-menu-to-prevent-malnutrition/

http://adimyati69.wordpress.com/2013/05/07/pencegahan-dan-pengobatan-gizi-buruk/

Apa sebenarnya yang menjadi ciri kurang gizi pada anak? Seberapa parahkah kondisi
malnutrisi yang dialami oleh sang buah hati? Bagaimana para ahli dapat melakukan
evaluasi terhadap kesehatan gizi anak? Mari kita simak bersama uraian lebih lanjut dalam
artikel ini!

Prosedur yang biasanya dilakukan oleh para ahli dalam mengetahui tanda atau ciri anak
yang mengalami malnutrisi (kurang gizi) adalah dengan melakukan analisis dari gejala
yang tampak. Selain itu, Anda bisa jadi dimintai keterangan sehubungan dengan
kebiasaan makan anak dan jenis makanan yang biasa ia konsumsi.

Tak jarang juga penelitian lebih lanjut berupa analisis laboratorium dilakukan, hal ini
melibatkan pengukuran tinggi badan atau penimbangan berat badan anak, guna
menentukan jenis malnutrisi yang dialami sang anak dan seberapa parahkah kondisinya.

Tahukah Anda!

Selain berat badan dan tinggi badan, mereka juga memperhitungkan ukuran lingkar
lengan dan usia. Kekurangan gizi pada anak dapat terlihat dari perubahan warna kulit dan
rambut, perubahan sikap menjadi lebih sensitif, kondisi fisik yang tampak lemah atau
kelihatan sangat kurus.

Seorang penderita malnutrisi biasanya memiliki berat badan 10-25% berat normal,
ukuran tersebut menandakan bahwa kondisi kurang gizi masih dalam tahap ringan.
Namun, jika kondisi berat badan menurun mulai dari 25-40% berat normal bahkan lebih
dari 40%, Anda perlu waspada karena batas tersebut merupakan kondisi malnutrisi tahap
sedang hingga berat yang membutuhkan perawatan.

Setidaknya ada dua jenis malnutrisi protein-energi (PEM) yaitu: marasmus dan
kwashiorkor,juga satu jenis yang merupakan gabungan dari keduanya. Apa yang
membedakan jenis-jenis malnutrisi atau kurang gizi ini?

Marasmus disebut juga kemunduran progresif yang terlihat pada bayi usia 6 bulan sampai
1 tahun. Sesuai sebutannya, kekurangan gizi jenis ini seringkali muncul bertahap dan
disebabkan oleh perawatan anak yang kurang baik ataupun pemberian susu encer sebagai
pengganti ASI (air susu ibu).
Bayi yang mengalami jenis malnutrisi ini cenderung memiliki berat badan yang menurun
drastis, kondisi otot-otot tampak mengerut dan terlihat jelas, begitu pula dengan kulit tipis
yang tampak menempel dengan tulang, kondisi wajah yang tampak menua bahkan
terlihat cengeng.

Kwashiorkor hal ini terjadi karena kekurangan asupan protein akut yang menyebabkan
tubuh menyimpan cairan, sehingga anak terlihat membengkak pada setiap ujung
tubuhnya, seperti pada kepala dan perut. Selain itu, sang anak dapat mengalami
pengelupasan kulit dan perubahan pada warna maupun tekstur rambut, juga kerusakan
liver. Kondisi ini juga dapat terlihat dari wajah yang tampak masa bodoh dan sedih.

Oleh karena itu ada baiknya agar Anda tidak menghentikan pemberian ASI selama tahun-
tahun pertama sejak kelahiran sang buah hati. Hindari penggantian ASI dengan sup
sayuran ataupun air gula. Pemberian sup sayuran hendaknya di selingi dengan ASI.
Demikianlah tanda atau ciri anak yang mengalami malnutrisi (kurang gizi).