Anda di halaman 1dari 21

Bab 1.

Pengantar Analisis Laporan Keuangan

BAB 1
PENGANTAR ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
PERUSAHAAN

Tujuan bab ini adalah untuk memberikan pengenalan awal tentang analisis
laporan keuangan perusahaan. Secara khusus, setelah mempelajari bab ini,
pembaca diharapkan memiliki kemampuan untuk mengetahui lebih baik tentang:
Pengertian dan jenis-jenis laporan keuangan;
Pengertian dan tujuan analisis laporan keuangan;
Pengguna laporan keuangan;
Ruang lingkup analisis laporan keuangan;
Pendekatan dan teknik analisis laporan keuangan.

Pendahuluan
Laporan keuangan perusahaan merupakan suatu dokumen yang memuat data
tentang kondisi keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan juga
mengindikasikan kinerja keuangan suatu perusahaan. Suatu laporan keuangan
memerlukan interpretasi secara mendalam agar dapat memberikan informasi yang
bernilai bagi setiap pengguna laporan keuangan.
Analisis laporan keuangan (financial statement analysis) merupakan salah satu
tugas bagi setiap manajer keuangan sebagai pihak internal yang bertanggung
jawab terhadap keuangan dalam perusahaan. Selain manajer keuangan, berbagai
pihak eksternal juga memiliki kepentingan untuk menganalisis laporan keuangan
suatu perusahaan.
Pada bab ini akan disajikan konsep-konsep dasar tentang analisis laporan
keuangan yang meliputi pengertian dan jenis-jenis laporan keuangan, pengertian
dan tujuan analisis laporan keuangan, pengguna laporan keuangan, ruang lingkup
analisis laporan keuangan, serta pendekatan dan teknik analisis laporan keuangan.
Bab ini memberikan pemahaman kepada para pembaca tentang jawaban atas
beberapa pertanyaan tentang apa yang dimaksud analisis laporan keuangan?;
mengapa analisis laporan keuangan perlu dilakukan?; dan bagaimana analisis
laporan keuangan dilakukan?

1
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Kerangka Pembahasan

Pengantar Analisis
Laporan Keuangan

Pengertian Pengertian Ruang Pendekatan


dan jenis- dan tujuan Pengguna lingkup dan teknik
jenis analisis laporan analisis analisis
laporan laporan keuangan laporan laporan
keuangan keuangan keuangan keuangan

Pengertian dan Jenis-jenis Laporan Keuangan


Laporan keuangan merupakan salah satu dokumen penting dalam suatu
perusahaan. Mengapa laporan keuangan berguna? Menurut White, Sondhi, dan
Fried (2003) bahwa laporan keuangan berguna karena dapat membantu investor
dan kreditor membuat keputusan-keputusan ekonomi yang lebih baik. Definisi
tentang laporan keuangan (financial statement) telah dikemukakan oleh beberapa
pakar antara lain sebagai berikut:
1. Subramanyam dan Wild (2009) mengemukakan bahwa At the end of a
periodtypically a quarter or a year-financial statements are prepared to
report on financing and investing activities at that point in time, and to
summarize operating activities for the preceding period. Pernyataan ini dapat
diartikan bahwa pada dasarnya laporan keuangan dibuat untuk melaporkan
kegiatan investasi, pendanaan, serta operasi suatu perusahaan. Ketiga kegiatan
ini merupakan kegiatan utama dalam fungsi keuangan perusahaan. Dengan
demikian dapat diartikan bahwa laporan keuangan merupakan dokumen yang
menyajikan aktivitas-aktivitas keuangan (financial activities).
2. Zaki Baridwan (2004) mengemukakan bahwa laporan keuangan merupakan
ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari

2
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang


bersangkutan.
3. Ikatan Akuntan Indonesia dalam Standar Akuntansi Keuangan (2004)
mengemukakan bahwa laporan keuangan merupakan bagian dari proses
pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi
neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan yang dapat
disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas atau laporan
arus dana.
Berdasarkan ketiga definisi di atas, penulis menyimpulkan bahwa laporan
keuangan dapat diartikan sebagai dokumen yang menyajikan informasi tentang
keadaan keuangan suatu perusahaan yang menggambarkan mengenai aktivitas
investasi, pendanaan, dan operasi perusahaan.
Jenis-jenis laporan keuangan suatu perusahaan sebagaimana telah ditetapkan
dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) meliputi: neraca, laporan laba rugi,
laporan perubahan posisi keuangan, dan catatan atas laporan keuangan.
1. Neraca
Neraca atau balance sheet merupakan laporan yang menyajikan posisi
keuangan perusahaan sebagaimana yang dikemukakan dalam SAK. Van Horne
dan Wachowicz, Jr (1995) mengemukakan bahwa balance sheet represents a
snapshot of the firms financial position at a moment in time. Selanjutnya, Van
Horne dan Wachowicz, Jr (1995) mengemukakan bahwa balance sheet
summarizes the assets, liabilities, and owners equity of a business at a
moment in time, usually the end of a year or a quarter. Pernyataan ini dapat
diartikan bahwa neraca merupakan ringkasan tentang aktiva, kewajiban, dan
ekuitas modal sendiri. Neraca menyajikan laporan tentang aktivitas investasi
dan pendanaan suatu perusahaan.
2. Laporan laba rugi
Laporan laba rugi atau income statement merupakan laporan yang menyajikan
kinerja operasi suatu perusahaan sebagaimana yang dikemukakan dalam SAK
dan oleh Van Horne & Wachowicz, Jr bahwa income statement depicts a
summary of the firms profitability over time. Selanjutnya, Van Horne dan

3
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Wachowicz, Jr mengemukakan bahwa income statement summarizes the


revenues and expenses of the firm over a particular period of time, again
usually a year or a quarter. Laporan laba rugi menyajikan laporan tentang
aktivitas operasi suatu perusahaan.
3. Laporan perubahan posisi keuangan yang meliputi laporan perubahan ekuitas
dan laporan arus kas.
a) Laporan perubahan ekuitas
Laporan perbuahan ekuitas atau statement of changes in equity
menyajikan perubahan dalam akun-akun yang membentuk ekuitas.
Laporan ini berguna untuk mengidentifikasi alasan atas perubahan ekuitas.
a) Laporan arus kas
Laporan arus kas atau statement of cash flow menyajikan arus kas masuk
(cash inflows) dan arus kas keluar (cash outflows) yang dipisahkan
berdasarkan aktivitas operasi (operating), investasi (investing), dan
pendanaan (financing).
4. Catatan atas laporan keuangan
Catatan atas laporan keuangan merupakan penjelasan informasi yang dinilai
sebagai bagian penting dari laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan
pada umumnya memuat tentang:
a. Ikhtisar kebijakan akuntansi penting
b. Tambahan informasi tentang ikhtisar jumlah temuan dalam laporan
keuangan

Pengertian dan Tujuan Analisis Laporan Keuangan


Analisis laporan keuangan dapat diartikan sebagai interpretasi terhadap laporan
keuangan suatu perusahaan. Beberapa definisi tentang analisis laporan keuangan
digambarkan sebagai berikut:
1. Analisis laporan keuangan merupakan metode yang dapat digunakan
pengguna laporan keuangan dalam menggali informasi tentang perusahaan.

4
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

2. Analisis keuangan menggunakan laporan keuangan untuk menganalisis posisi


dan kinerja keuangan perusahaan, serta menilai kinerja keuangan perusahaan
pada masa yang akan datang.
3. Analisis laporan keuangan membantu untuk membandingkan kinerja
keuangan antar perusahaan pada industri yang sama serta mengevaluasi
kecenderungan operasi perusahaan selama beberapa periode.
4. Analisis laporan keuangan membantu manajemen mengidentifikasi
ketidakefisienan (in-efisiensi) dalam perusahaan serta mengambil tindakan
untuk memperbaiki kinerja perusahaan.
Analisis laporan keuangan merupakan suatu bagian integral dari analisis bisnis
(business analysis) yang lebih luas. Analisis bisnis merupakan proses
mengevaluasi prospek ekonomi dan risiko suatu perusahaan. Analisis bisnis ini
mencakup analisis lingkungan bisnis perusahaan (companys business
environment), strategi-strategi yang akan dilakukan, serta analisis posisi dan
kinerja perusahaan.
Analisis bisnis yang juga merupakan analisis laporan keuangan berguna dalam
pengambilan keputusan bisnis yang diambil oleh manajer keuangan, seperti
apakah melakukan investasi pada sekuritas ekuitas atau hutang, apakah
menambah kredit melalui pinjaman jangka pendek atau jangka panjang, dan
berbagai keputusan bisnis lainnya. Analisis laporan keuangan tidak hanya berguna
bagi manajer keuangan tetapi juga seluruh pihak yang berkepentingan
(stakeholders) pada perusahaan.

Pengguna Laporan Keuangan


Siapa sajakah yang berkepentingan terhadap analisis laporan keuangan yang
juga sebagai pengguna laporan keuangan? Dalam SAK (2004) dikemukakan
terdapat delapan pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan sebagai
berikut:
1. Investor
Investor merupakan pihak yang dapat menyediakan dana bagi perusahaan
melalui penjualan sekuritas yang meliputi investor sekarang dan investor

5
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

potensial. Investor berkepentingan terhadap laporan keuangan suatu


perusahaan sehubungan dengan kemampuan perusahaan (emiten) dalam
memenuhi kewajiban finansialnya. Hasil analisis laporan keuangan ini
menjadi bahan pertimbangan bagi investor dalam mengambil keputusan
berupa apakah melepas atau menahan sekuritasnya bagi investor sekarang.
Apakah membeli atau tidak membeli sekuritas yang ditawarkan oleh emiten
tersebut bagi investor potensial.
2. Karyawan
Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada
informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga
tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai
kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan
kesempatan kerja.
3. Pemberi pinjaman
Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan
mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar
pada saat jatuh tempo.
4. Pemasok dan kreditor usaha lainnya
Pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang
memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang
akan dibayar pada saat jatuh tempo.
5. Pelanggan
Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan
hidup perusahaan, terutama jika mereka terlibat dalam perjanjian jangka
panjang dengan perusahaan, atau tergantung pada perusahaan.
6. Pemerintah
Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya
berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan
dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk
mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar
untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.

6
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

7. Masyarakat
Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara. Laporan
keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi
kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan
serta rangkaian aktivitasnya.

Ruang Lingkup Analisis Laporan Keuangan


Analisis terhadap laporan keuangan dalam rangka mengevaluasi posisi dan
kinerja keuangan suatu perusahaan mencakup empat aspek keuangan yang utama
yaitu:
1. Analisis likuiditas
Analisis likuiditas atau liquidity analysis merupakan analisis dengan
perspektif jangka pendek. Secara umum, analisis likuiditas merupakan analisis
terhadap kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya. Menurut Subramanyam, dan Wild (2009) bahwa analisis likuiditas
mencakup dua aspek, yaitu analisis modal kerja (working capital) dan analisis
likuiditas operasi (operating activity analysis of liquidity).
2. Analisis solvabilitas
Analisis solvabilitas atau solvency analysis merupakan analisis dengan
perspektif jangka panjang. Secara umum, analisis solvabilitas merupakan
analisis terhadap kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh
kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Menurut
Subramanyam, dan Wild (2009) bahwa analisis solvabilitas mencakup dua
aspek, yaitu analisis struktur modal (capital structure) dan analisis cakupan
laba (earnings coverage).
3. Analisis profitabilitas
Analisis profitabilitas atau profitability analysis yang biasa juga disebut
analisis rentabilitas merupakan analisis terhadap kemampuan perusahaan
dalam memperoleh laba, baik berdasarkan penjualan maupun berdasarkan
investasi. Menurut Subramanyam, dan Wild (2009) bahwa analisis
profitabilitas mencakup analisis terhadap pendapatan (revenue analysis),

7
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

analisis terhadap harga pokok penjualan (cost of sales analysis), dan analisis
terhadap beban-beban perusahaan (expenses analysis).

4. Analisis arus kas


Analisis arus kas atau cash flow analysis merupakan analisis terhadap laporan
arus kas masuk (cash inflow) dan arus kas keluar (cash outflow). Pada analisis
ini akan diuraikan tentang dari mana sumber-sumber kas diperoleh perusahaan
dan kemana kas tersebut digunakan oleh perusahaan.
Di samping keempat aspek tersebut di atas, juga dianalisis aspek-aspek
keuangan yang lain, seperti:
1. Analisis prediksi kebangkrutan
Analisis prediksi kebangkrutan atau banckruptcy prediction analysis
merupakan suatu analisis yang dapat membantu perusahaan untuk
mengantisipasi kemungkinan perusahaan akan mengalami kebangkrutan yang
disebabkan oleh masalah-masalah keuangan. Pada analisis ini akan dibahas
beberapa pendekatan dalam prediksi kebangkrutan, baik pendekatan univariat
maupun pendekatan multivariat.
2. Analisis risiko
Analisis risiko atau risk analysis merupakan suatu analisis terhadap risiko
yang dihadapi oleh perusahaan yang akan menyebabkan perusahaan kesulitan
keuangan dan akhirnya mengalami kebangkrutan. Pada analisis ini akan dikaji
tentang sumber-sumber risiko serta bagaimana melakukan manajemen risiko.
3. Analisis investasi
Analisis investasi atau investment analysis merupakan analisis terhadap
rencana investasi perusahaan dalam bentuk sekuritas. Pada analisis ini akan
dibahas tentang investasi pada obligasi dan saham biasa, baik menggunakan
pendekatan analisis fundamental (fundamental analysis), pendekatan analisis
teknikal (technical analysis), model-model penilaian sekuritas (security
valuation models), maupun model keseimbangan.

Pendekatan dan Teknik Analisis Laporan Keuangan

8
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Dalam melakukan analisis laporan keuangan terdapat beberapa pendekatan


dan teknik analisis yang dapat digunakan bergantung pada tujuan analisis yang
diharapkan. Sebagaimana dikemukakan oleh Subramanyam, dan Wild (2009)
bahwa berbagai macam alat didesain untuk kebutuhan tertentu yang tersedia untuk
membantu pemakai menganalisis laporan keuangan. Secara umum, alat analisis
untuk analisis keuangan adalah:
1. Analisis Horizontal
Analisis horizontal merupakan analisis laporan keuangan komparatif secara
internal. Analisis ini merupakan analisis secara horizontal dari periode ke periode.
Analisis ini dilakukan dengan cara membandingkan akun-akun laporan keuangan
perusahaan itu sendiri antar periode. Pada analisis ini ditunjukkan perubahan
setiap akun dalam laporan keuangan, baik berbasis dari tahun ke tahun maupun
berbasis multi tahun. Analisis komparatif meliputi dua pendekatan, yaitu:
1) Analisis perubahan tahun ke tahun
Analisis ini merupakan analisis dengan periode jangka pendek biasanya
analisis dua sampai tiga tahun. Analisis perubahan ini meliputi perubahan
secara absolut dan persentase. Sebagai ilustrasi digunakan Laporan Keuangan
PT United Tractors Tbk dan Anak Perusahaan sebagaimana ditunjukkan pada
Tabel 1.1.

Tabel 1.1. Analisis perubahan tahun ke tahun


2009 2008 Analisis Tren
Uraian
(Rp juta) (Rp juta) Jumlah (Rp juta) Persen
Pendapatan bersih 29.241.883 27.903.196 1.338.687 4,80
Laba bersih 3.817.541 2.660.742 1.156.799 43,48
Kas dan setara kas 2.769.187 3.324.942 (555.755) (16,71)
Kewajiban lancar 7.225.966 7.874.135 (648.169) (8,23)
Ekuitas 13.843.710 11.131.607 2.712.103 24,36
Sumber: Lampiran 1. Laporan Keuangan PT United Tractors Tbk dan Anak Perusahaan

Berdasarkan data pada Tabel 1.1 di atas dapat dianalisis kondisi keuangan
PT United Tractors dan Anak Perusahaan sebagai berikut:
a. Pendapatan bersih pada tahun 2009 mengalami
peningkatan sebesar Rp 1.338.687.000.000,00 atau 4,8% jika
bandingkan dengan tahun 2008. Ini mengindikasikan bahwa kinerja

9
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

perusahaan dalam menghasilkan pendapatan selama tahun 2009 cukup


baik.
b. Laba bersih perusahaan pada tahun 2009 mengalami
peningkatan sebesar Rp 1.156.799.000.000,00 atau 43,48% jika
dibandingkan dengan tahun 2008. Ini mengindikasikan bahwa kinerja
operasi perusahaan dalam menghasilkan laba sangat baik.
c. Kas dan setara kas perusahaan pada tahun 2009
mengalami penurunan sebesar Rp 555.755.000.000,00 atau 16,71% jika
dibandingkan dengan tahun 2008. Ini mengindikasikan adanya
kecenderungan penurunan posisi likuiditas perusahaan.
d. Kewajiban lancar perusahaan pada tahun 2009
mengalami penurunan sebesar Rp 648.169.000.000,00 atau 8,23% jika
dibandingkan dengan tahun 2008. Ini mengindikasikan adanya
kecenderungan peningkatan posisi likuiditas perusahaan.
e. Ekuitas perusahaan pada tahun 2009 mengalami
peningkatan sebesar Rp 2.712.103.000.000,00 atau 24,36% jika
dibandingkan dengan tahun 2008. Ini mengindikasikan bahwa posisi
solvabilitas perusahaan relatif lebih baik.
2) Analisis tren angka indeks
Penggunaan analisis perubahan tahun ke tahun untuk membandingkan
laporan keuangan yang mencakup lebih dari dua atau tiga period kadang-
kadang sulit digunakan. Alat yang dapat digunakan untuk perbandingan
tren jangka panjang adalah analisis tren angka indeks. Untuk menganalisis
data dengan menggunakan angka indeks membutuhkan pemilihan tahun
dasar bagi seluruh akun dalam laporan keuangan. Sebagai ilustrasi
ditunjukkan pada Tabel 1.2.

Tabel 1.2. Analisis tren angka indeks


Tren Angka Indeks
2007 2008 2009 2010
Uraian Tahun Dasar 2007 (%)
(Rp 000) (Rp 000) (Rp 000) (Rp 000)
2008 2009 2010
Laba bersih 25.000 35.000 30.000 30.000 140 120 120
Kas 30.000 25.000 30.000 25.000 83 100 83
Utang Dagang 15.000 20.000 35.000 30.000 133 233 200
Modal Saham Biasa 10.000 10.000 12.000 12.000 100 120 120

10
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Sumber: Data hipotetis

Berdasarkan Tabel 1.2 di atas menunjukkan kondisi keuangan perusahaan


sebagai berikut:
a) Laba bersih perusahaan pada tahun 2008 mengalami peningkatan
sebesar 40% jika dibandingkan dengan tahun dasar 2007. Hal ini
mengindikasikan bahwa kinerja operasi perusahaan mengalami
peningkatan (lebih baik).
b) Kas perusahaan pada tahun 2008 mengalami penurunan sebesar 17%
jika dibandingkan dengan tahun dasar 2007. Hal ini mengindikasikan
adanya kecenderungan penurunan likuiditas perusahaan.
c) Hutang dagang perusahaan pada tahun 2008 mengalami peningkatan
sebesar 33% jika dibandingkan dengan tahun dasar 2007. Hal ini
mengindikasikan adanya kecenderungan penurunan likuiditas
perusahaan.
d) Modal saham biasa perusahaan pada tahun 2008 tidak mengalami
perubahan jika dibandingkan dengan tahun dasar 2007.
2. Analisis Cross-section
Analisis cross-section merupakan analisis laporan keuangan komparatif secara
eksternal. Analisis ini merupakan analisis secara cross section (lintas perusahaan).
Analisis ini dilakukan dengan cara membandingkan akun-akun laporan keuangan
perusahaan tertentu yang akan dianalisis dengan akun-akun laporan keuangan
perusahaan lain atau rata-rata industri sebagai benchmarking. Pada analisis ini,
perusahaan yang di-benchmarking adalah perusahaan-perusahaan pesaing yang
memiliki posisi bersaing yang paling baik atau kinerja rata-rata industri. Sebagai
ilustrasi ditunjukkan pada Tabel 1.3.
Tabel 1.3. Analisis eksternal
Uraian Perusahaan A Perusahaan B Rata-rata Industri
Jumlah Aktiva Rp 10.000.000,00 Rp 15.000.000,00 Rp 8.000.000,00
Pendapatan Rp 5.000.000,00 Rp 5.000.000,00 Rp 5.000.000,00

11
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Sumber: Data hipotetis

Berdasarkan Tabel 1.3 di atas menunjukkan bahwa Perusahaan A lebih baik


dari Perusahaan B dalam penggunaan aktiva (investasi) dalam menghasilkan
pendapatan. Sementara jika dibandingkan dengan rata-rata industri maka kinerja
Perusahaan A dalam penggunaan aktivanya lebih rendah dibandingkan rata-rata
industri.
3. Analisis laporan keuangan ukuran yang sama
Pada dasarnya, analisis laporan keuangan dengan ukuran yang sama atau
analisis common-size merupakan analisis secara vertikal. Analisis ini merupakan
suatu metode analisis yang digunakan untuk mengetahui struktur atau proporsi
aspek-aspek keuangan perusahaan, seperti struktur aktiva (investasi), struktur
pasiva (struktur pendanaan), struktur laba rugi, maupun struktur arus kas.
Mekanisme penggunaan analisis common-size bagi setiap jenis laporan keuangan
sebagai berikut:
1) Neraca
Pada neraca, setiap akun pada aktiva dibandingkan dengan total aktiva
(struktur aktiva) dan setiap komponen pada pasiva dibandingkan dengan total
pasiva (struktur pendanaan). Sebagai ilustrasi ditunjukkan pada Tabel 1.4.
Tabel 1.4. Analisis common-size terhadap neraca
Uraian Nilai (Rp ribu) Common-size (%)
Kas dan setara kas 100.000 4.26
Piutang Usaha 300.000 12.77
Persediaan 50.000 2.13
Total Aktiva Lancar 450.000 19.15
Tanah 600.000 25.53
Bangunan 400.000 17.02
Peralatan 800.000 34.04
Aktiva Tetap lainnya 100.000 4.26
Total Aktiva Tetap 1.900.000 80.85
Total Aktiva 2.350.000 100.00
Utang Dagang 80.000 3.40
Utang Bank 120.000 5.11
Utang lancar lainnya 50.000 2.13
Total Utang Lancar 250.000 10.64
Utang Obligasi 700.000 29.79
Utang jangka panjang lainnya 400.000 17.02
Total Utang Jangka Panjang 1.100.000 46.81

12
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Total Utang 1.350.000 57.45

Uraian Nilai (Rp ribu) Common-size (%)


Modal Saham 400.000 17.02
Agio Saham 50.000 2.13
Laba Ditahan 550.000 23.40
Total Ekuitas 1.000.000 42.55
Total Kewajiban dan Ekuitas 2.350.000 100.00
Sumber: Data Hipotetis

Berdasarkan Tabel 1.4 di atas menunjukkan kondisi keuangan perusahaan


sebagaimana dianalisis sebagai berikut:
a) Perusahaan ini mengivestasikan dananya pada kas dan setara
kas sebesar 4,25% dari seluruh investasi perusahaan.
b) Perusahaan ini mengivestasikan dananya pada aktiva lancar
(modal kerja) sebesar 19,15% dari seluruh investasi perusahaan.
c) Perusahaan ini melakukan pendanaan yang yang bersumber
dari hutang dagang sebesar 3,4% dari seluruh pendanaan perusahaan.
d) dst

Selain disajikan dalam bentuk tabel seperti yang telah ditunjukkan di atas,
analisis common-size juga dapat disajikan dalam bentuk diagram
sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1. Analisis common-size aktiva

13
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Gambar 1.1 di atas mengindikasikan bahwa perusahaan menginvestasikan


dananya pada kas dan setara kas sebesar 4%, piutang usaha sebesar 13%,
persediaan sebesar 2%, tanah sebesar 26%, bangunan sebesar 17%,
peralatan sebesar 34%, dan aktiva lainnya sebesar 4%.
Selanjutnya, ilustrasi tentang struktur investasi perusahaan berdasarkan
aktiva lancar dan aktiva tidak lancar ditunjukkan pada Gambar 1.2.

Gambar 1.2. Analisis common-size struktur investasi

Gambar 1.2 di atas menunjukkan bahwa perusahaan melakukan investasi


pada aktiva lancar yang merupakan investasi jangka pendek sebesar 19%
sedangkan sisanya sebesar 81% merupakan investasi jangka panjang
dalam bentuk aktiva tetap dan aktiva lainnya. Ini mengindikasikan bahwa
keputusan investasi perusahaan lebih banyak diarahkan pada investasi
jangka panjang.
Selanjutnya, ilustrasi tentang analisis common-size terhadap kewajiban dan
ekuitas sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1.3.

14
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Gambar 1.3. Analisis common-size terhadap kewajiban dan ekuitas

Gambar 1.3 di atas menunjukkan bahwa perusahaan melakukan pendanaan


yang bersumber dari hutang dagang sebesar 3% dari seluruh pendanaan
perusahaan, hutang bank sebesar 5%, hutang lancar lainnya sebesar 2%,
hutang obligasi sebesar 31%, hutang jangka panjang lainnya sebesar 17%,
modal saham 17%, dan agio saham sebesar 2%.
Sedangkan ilustrasi untuk struktur pendanaan berdasarkan hutang lancar,
hutang jangka panjang, dan ekuitas ditunjukkan pada Gambar 1.4.

Gambar 1.4. Analisis common-size terhadap struktur pendanaan

Gambar 1.4 di atas menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan


pendanaan yang bersumber dari hutang lancar yang merupakan pendanaan
jangka pendek sebesar 11%, hutang jangka panjang yang merupakan
pendanaan jangka panjang sebesar 46%, dan 43% merupakan ekuitas yang
juga merupakan pendanaan jangka panjang. Ini mengindikasikan bahwa
keputusan pendanaan perusahaan lebih banyak diarahkan pada pendanaan
jangka panjang yang lebih fleksibel.

2) Laba Rugi
Analisis common-size pada laporan laba rugi dilakukan dengan cara
membagi setiap akun laba rugi terhadap akun pendapatan. Sebagai ilustrasi
ditunjukkan pada Tabel 1.5.

15
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Tabel 1.5. Analisis common-size terhadap laporan laba rugi

Pos-pos Laba Rugi Nilai (Rp) Persentase


Pendapatan 15.000.000 100.00
Harga Pokok Penjualan 7.500.000 50.00
Laba Kotor 7.500.000 50.00
Beban-beban Operasi 4.500.000 30.00
Laba Operasi 3.000.000 20.00
Beban-beban Non Operasi 1.000.000 6.67
Laba Bersih 2.000.000 13.33
Sumber: Data Hipotetis

Berdasarkan Tabel 1.5 di atas menunjukkan kondisi keuangan perusahaan


sebagaimana dianalisis sebagai berikut:
a) Harga pokok penjualan menyerap 50% dari penjualan sehingga
marjin laba kotor sebesar 50% yang berarti bahwa perusahaan ini
mampu menghasilkan laba kotor sebesar 50% dari penjualan.
b) Beban-beban operasi menyerap 30% dari penjualan sehingga marjin
laba operasi sebesar 20% yang berarti bahwa perusahaan ini mampu
menghasilkan laba operasi sebesar 20% dari penjualan.
c) Beban-beban non operasi menyerap 6,67% dari penjualan sehingga
marjin laba bersih sebesar 13,33% yang berarti bahwa perusahaan ini
mampu menghasilkan laba operasi sebesar 13,33% dari penjualan.
Selain disajikan dalam bentuk tabel, analisis common-size dapat pula
disajikan dalam bentuk diagram sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1.5.

Gambar 1.5. Analisis common-size laba rugi

16
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

3) Arus kas
Analisis common-size pada laporan arus kas dilakukan dengan cara
memisahkan komponen arus kas antara arus kas masuk dan arus kas keluar
dari ketiga aktivitas. Sebagai ilustrasi digunakan data keuangan PT United
Tractors Tbk dan Anak Perusahaan akan ditunjukkan pada Tabel 1.6, Tabel
1.7, Gambar 1.6, dan Gambar 1.7.

Tabel 1.6. Arus kas masuk PT Unilever Indonesia Tbk dan Anak
Perusahaan tahun 2008
Nilai Common-
No Arus Kas Masuk
(Rp juta) size (%)
1 Penerimaan dari pelanggan 7.398.023 99,07
2 Penerimaan dari pendapatan bunga 52.495 0,70
3 Pemberian pinjaman karyawan 3.979 0,05
4 Hasil penjualan aktiva tetap 12.974 0,17
Total Arus Kas Masuk 7.467.471 100
Sumber: Lampiran 2. Laporan keuangan PT Unilever Indonesia Tbk

Gambar 1.6. Analisis common-size arus kas masuk PT Unilever Indonesia Tbk
dan Anak Perusahaan tahun 2008

17
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Berdasarkan Tabel 1.6 dan Gambar 1.6 di atas menunjukkan bahwa


penerimaan kas PT Unilever Indonesia, Tbk dan Anak Perusahaan pada
tahun 2008 didominasi dari penerimaan kas aktivitas operasi berupa
penerimaan dari pelanggan yaitu sebesar 99% dan sisanya 1% berasal dari
sumber lainnya. Ini mengindikasikan bahwa kinerja perusahaan dalam
menghasilkan kas sangat baik karena diperoleh dari hasil operasi (sumber
internal).

Tabel 1.7. Arus kas keluar PT Unilever Indonesia Tbk dan Anak
Perusahaan tahun 2008
Nilai (Rp Common-
No Arus Kas Keluar
juta) size (%)
1 Pembayaran kepada pemasok 5.906.597 85,16
2 Pembayaran kepada direksi dan karyawan 213.566 3,08
3 Pembayaran imbalan kerja 2.325 0,03
4 Pembayaran untuk biaya jasa 220.474 3,18
5 Pembayaran pajak penghasilan badan 378.389 5,46
6 Pembelian aktiva tetap 213.504 3,08
7 Pembayaran dividen kepada pemegang 1.150 0,02
saham
Total Arus Kas Keluar 6.936.005 100
Sumber: Lampiran 2. Laporan Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk dan Anak
Perusahaan

Gambar 1.7. Analisis common-size arus kas keluar PT Unilever Indonesia


Tbk dan Anak Perusahaan tahun 2008

18
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Berdasarkan Tabel 1.7 dan Gambar 1.7 di atas menunjukkan bahwa


pengeluaran kas PT Unilever Indonesia, Tbk dan Anak Perusahaan pada
tahun 2008 didominasi dari pengeluaran kas aktivitas operasi berupa
pembayaran kepada pemasok yaitu sebesar 85% dan sisanya 15%
dialokasikan ke jenis pengeluaran lainnya. Ini mengindikasikan bahwa
pengeluaran kas yang dilakukan perusahaan dalam rangka menunjang
aktivitas operasi.
4. Analisis rasio keuangan
Analisis rasio keuangan atau financial ratio analysis merupakan alat analisis
yang paling terkenal dan digunakan secara luas pada analisis keuangan.
Analisis rasio keuangan merupakan teknik analisis yang dilakukan dengan
membandingkan suatu akun dengan akun yang lain, baik dalam laporan
keuangan yang sama maupun laporan keuangan yang lain. Menurut Van Horne
dan Wachowicz, Jr (1995) bahwa To evaluate a firms financial condition and
performance, the financial analyst needs to perform checkups on various
aspects of a firms financial health. A tool frequently used during these
checkups is a financial ratio. Pernyataan ini menunjukkan bahwa tujuan
analisis rasio keuangan adalah untuk mengevaluasi kondisi dan kinerja
keuangan perusahaan yang menggambarkan kesehatan keuangan perusahaan.
Sebagai ilustrasi ditunjukkan pada Tabel 1.8.

Tabel 1.8. Analisis rasio keuangan


No Jenis Rasio Rumus Contoh Interpretasi
Aktiva Lancar Setiap 1 kewajiban
Current Ratio
1 Kewajiban Lancar
2,5 lacar tersedia 2,5
(Rasio Lancar)
aktiva lancer
2 Debt to Asset Seluruh aktiva yang
Ratio (Rasio Total U tan g dimiliki didanai 40%
Total Ativa
0,4
Utang terhadap dari utang
Aktiva
3 Gross Profit Setiap penjualan
Margin Laba Kotor
yang dilakukan
(Marjin Laba Penjualan
0,45 dapat menghasilkan
Kotor) laba kotor sebesar
45%

19
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

4 Return on Setiap ekuitas yang


Equity (Laba Laba Bersih digunakan dapat
Total Ekuitas
0,15
atas Ekuitas) menghasilkan laba
bersih sebesar 15%

5. Diskusi & Analisis Manajemen (management discussion & analysis)


Pendekatan diskusi & analisis manajemen atau management discussion &
analysis merupakan analisis yang dilakukan secara kualitatif yang digunakan
sebagai pelengkap analisis secara kuantitatif. Pendekatan ini dilakukan dalam
rangka menutupi kekurangan atas analisis yang menggunakan data historis.
Pendekatan ini pada umumnya digunakan sehubungan dengan prediksi kondisi
keuangan di masa yang akan datang.

Fraser dan Ormiston (2010) mengemukakan bahwa The Management


Discussion and Analysis (MD&A) section, sometimes labeled Financial
Review, is of potential interest to the analyst because it contains information
that cannot be found in the financial data. Pernyataan ini dapat artikan
bahwa MD&A merupakan suatu pendekatan yang diperlukan oleh analis
karena berisi informasi yang tidak ditemukan pada data keuangan.
Selanjutnya, Fraser dan Ormiston (2010) mengemukakan bahwa MD&A
mencakup berbagai informasi tentang kecenderungan yang menguntungkan
atau tidak menguntungkan, peristiwa-peristiwa penting, sumber-sumber
modal, dan hasil-hasil operasi.

Ringkasan
Laporan keuangan perusahaan merupakan dokumen penting yang memuat
data tentang keadaan keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan perlu
diinterpretasi melalui suatu analisis laporan keuangan agar dapat memberikan
informasi yang bernilai bagi para pengguna laporan keuangan. Hasil analisis ini
dapat menjadi pertimbangan bagi para pengguna laporan keuangan dalam
mengambil keputusan sesuai dengan kepentingan masing-masing. Para pengguna

20
Bab 1. Pengantar Analisis Laporan Keuangan

laporan keuangan meliputi beberapa pihak, seperti investor, kreditor, pemasok,


konsumen, pemerintah, dan masyarakat.
Analisis laporan keuangan biasanya mencakup tujuh aspek yaitu: (1) analisis
likuiditas, (2) analisis solvabilitas, (3) analisis profitabilitas, (4) analisis arus kas,
(5) analisis prediksi kebangkrutan, (6) analisis risiko, dan (7) analisis investasi.
Berbagai pendekatan dan teknik yang dapat digunakan oleh para pengguna
laporan keuangan dalam menganalisis laporan keuangan. Pendekatan dan teknik
analisis yang dimaksud antara lain: (1) analisis internal, (2) analisis eksternal, (3)
common-size, (4) analisis rasio keuangan, dan (5) diskusi dan analisis manajemen.

Pertanyaan
1.1 Jelaskan apa yang dimaksud laporan keuangan?
1.2 Jelaskan mengapa analisis laporan keuangan diperlukan oleh para
stakeholder?
1.3 Jelaskan para stakeholder yang berkepentingan terhadap laporan keuangan?
1.4 Jelaskan teknik atau metode yang dapat digunakan dalam analisis laporan
keuangan?

21