Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Respirasi adalah proses pembebasan energi kimia yang tersimpan di dalam


molekul organik sel hidup. Respirasi merupakan proses pembongkaran atau
perombakan (katabolisme atau disimilasi) dimana energi yang tersimpan
dibongkar kembali untuk menyelenggarakan proses kehidupan. Respirasi
merupakan proses oksidasi bahan kimia organik yang terjadi di dalam sel,
berlangsung secara aerobik dan anaerobik.
Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai
klorofil. Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara
pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplast.
klorofil
6CO2 + 6H2O + energi cahaya C6H12O6 + 6O2
Tergantung pada bahan yang digunakan, maka jumlah mol CO2 yang dibebaskan
dalam jumlah mol O2 yang diperluakan tidak selalu sama.
Dalam melakukan respirasi dibutuhkan oksigen dari udara. Oksigen tersebut
diurai di dalam tubuh tumbuhan sehingga menghasilkan karbon dioksida (CO 2)
dan air (H2O). Walaupun dalam respirasi tidak semua menggunakan udara yang
bebas dari udara. Respirasi semacam ini biasa disebut dengan fermentasi.
Suatu proses katabolik, fermentasi, merupakan perombakan parsial gula
yang terjadi tanpa bantuan oksigen. Akan tetapi, jalur katabolik yang palaing
umum dan paling efisien adalah respirasi seluler, dimana oksigen dikonsumsi
sebagai reaktan bersama-sama dengan bahan bakar organik (Campbell, 1999).
Respirasi dilakukan dengan menggunakan oksigen yang ada di udara dengan
kadar yang berbeda-beda. Untuk mencari oksigen yang diperlukan dalam
melakukan fotosintesis dapat menggunakan alat yang disebut dengan
respirometer. Respirometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur rata-rata
pernapasan organisme dengan mengukur rata-rata pertukaran oksigen dan karbon
dioksida. Hal ini memungkinkan penyelidikan bagaimana faktor-faktor seperti
umur atau pengaruh cahaya mempengaruhi rata-rata pernapasan (Anonim, 2007).
Alat ini bekerja atas suatu prinsip bahwa dalam pernapasan ada oksigen
yang digunakan oleh organisme dan ada karbon dioksida yang dikeluarkan
olehnya. Jika organisme yang bernapas itu disimpan dalam ruang tertutup dan
karbon dioksida yang dikeluarkan oleh organisme dalam ruang tertutup itu diikat,
maka penyusutan udara akan terjadi. Kecepatan penyusutan udara dalam ruang itu
dapat dicatat (diamati) pada pipa kapiler berskala (Anonim, 2007).

1.2 Tujuan Percobaan

Tujuan dari dilakukannya praktikum ini adalah untuk mengukur jumlah O2


yang diperlukan selama respirasi pada kecambah.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Respirasi adalah proses pembongkaran atau perombakan (katabolisme atau


disimilasi) dimana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk
menyelenggarakan proses kehidupan. Respirasi merupakan proses oksidasi bahan
kimia organik yang terjadi di dalam sel, berlangsung secara aerobik dan
anaerobik.
Berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen, respirasi ini dibagi menjadi dua
macam yaitu:
1. Respirasi Aerob
Respirasi aerob ialah suatu proses pernapasan yang membutuhkan oksigen
dari udara, penguraiannya lengkap sampai dihasilakan CO2 dan H2O.
Dalam respirasi aerob ini terjadi 3 tahapan reaksi yaitu:
Tahap glikolisis : merupakan rangkaian reaksi perubahan glukosa menjadi
asam piruvat.
Glikolisis tahap awal dari respirasi selular adalah:
Tahap siklus krebs : adalah proses pengubahan asam piruvat menjadi CO2,
H+, dan ATP.

Siklus Krebs

Tahap fosforilasi oksidatif : adalah transfor elektron melalui system sitokrom


untuk membentuk H2O.

Lintasan Respirasi Aerobik


Respirasi:
Pernapasan (memasukkan O2 dan mengeluarkan CO2)
Oksidasi molekul-molekul organik oleh sel(respirasi selular) terjadi di dalam
mitokondria (pada sel-sel eukariot).
Keterangan:
Membran luar : permeabel terhadap sebagian besar molekul kecil.
Membran dalam : hanya dapat melewatkan molekul-molekul tertentu seperti
asam piruvat dan ATP.

2. Respirasi Anaerob
Respirasi anaerob sebenarnya dapat juga berlangsung didalam udara yang
bebas, akan tetapi proses ini tidak menggunakan O2 yang tesedia di udara tersebut.
Pernapasan anaerob sering juga disebut dengan fermentasi. Meskipun tidak
semua fermentasi itu dikatakan anaerob. Fermentasi adalah proses produksi
energi dalam sel dalam keadaan anaerob (tanpa oksigen). Secara umum,
fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerob, akan tetapi, terdapat
definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam
lingkungan anaerob dengan tanpa akseptor elektron eksternal. Gula adalah bahan
yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol,
asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga
dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai
bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam
bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot
mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron
eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi (Anonim, 2007).
Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang
digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang
merupakan gula paling sederhana, melalui fermentasi akan menghasilkan etanol
(2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada
produksi
makanan.
Persamaan Reaksi Kimia
C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)
Dijabarkan sebagai
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) Alkohol (etanol) + Karbon dioksida +
Energi (ATP)

Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang
terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari
tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan
bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan (Anonim, 2007).
Lintasan Respirasi Anaerob:
Pada fermentasi ragi
Untuk mengetahui besarnya oksigen yang diperlukan selama respirasi
digunakan alat yang dinamakan dengan respirometer. Respirometer adalah alat
yang digunakan untuk mengukur rata-rata pernapasan organisme dengan
mengukur rata-rata pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Hal ini
memungkinkan penyelidikan bagaimana faktor-faktor seperti umur atau pengaruh
cahaya mempengaruhi rata-rata pernapasan. Alat ini bekerja atas suatu prinsip
bahwa dalam pernapasan ada oksigen yang digunakan oleh organisme dan ada
karbon dioksida yang dikeluarkan olehnya. Jika organisme yang bernapas itu
disimpan dalam ruang tertutup dan karbon dioksida yang dikeluarkan oleh
organisme dalam ruang tertutup itu diikat, maka penyusutan udara akan terjadi.
Kecepatan penyusutan udara dalam ruang itu dapat dicatat (diamati) pada pipa
kapiler berskala (Anonim, 2007).
Respirometer sederhana adalah alat yang dapat digunakan untuk mengukur
kecepatan pernapasan beberapa macam organisme hidup seperti serangga, bunga,
akar, kecambah yang segar. Jika tidak ada perubahan suhu yang berarti, kecepatan
pernapasan dapat dinyatakan dalam ml/detik/g, yaitu banyaknya oksigen yang
digunakan oleh makhluk percobaan tiap 1 gram berat tiap detik (Anonim, 2007).

Respirometer Sederhana

Respirometer ganong adalah alat yang dapat digunakan untuk menentukan


angka respirasi (RQ = Respiratory Quotient) secara kuantitatif dalam suatu
peristiwa pernapasan. Tergantung pada substrat yang digunakan, harga RQ dapat
sama dengan 1, lebih dari 1 atau kurang dari 1. Harga RQ adalah harga
perbandingan CO2 yang dihasilkan dalam penapasan dengan O2 yang digunakan
dalam pernapasan tersebut (Anonim, 2007).

Respirometer Ganong
BAB III
METODE PERCOBAAN

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum kali ini dilaksanakan di laboratorium dasar Fakultas Matematika


dan Ilmu Pengetahuan Alam Banjarbaru, hari Rabu tanggal 28 November 2007
pada pukul 11.00 13.00 Wita.

3.2 Alat dan Bahan

Alat yang digunakan adalah respirometer Ganong dan statif, corong gelas
dan penunjuk waktu. Bahan yang diperlukan adalah kecambah kacang hijau
(segar), larutan KOH 10 % dan aquades, vaselin dan larutan eosin.

3.3 Prosedur Percobaan

1. Menyiapkan alat dan bahan, menimbang 10 gram kecambah kacang hijau.


2. Memasukkan kapas yang dicelupkan pada KOH 10% ke dalam tabung bagian
bawah dan menggunakan aquades pada tabung lain.
3. Memasukkan kecambah ke dalam tabung, menutup dengan sumbat karet dan
merekatkan dengan vaselin.
4. Menyuntikkan larutan eosin ke dalam pipa respirometer pada skala nol.
5. Mengamati selama 30 menit.
6. Menghitung volume O2 yang diperlukan dalam respirasi.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Gambar Rangkaian Alat

Keterangan:
1. Eosin
2. Tabung spesimen
3. Tabung skala
4. Tempat kapas
yang dicelupkan
aquades atau
KOH
5. Penekan udara
(suntikan)
6. Tabung skala

Tabel hasil pengamatan


No. Perlakuan Volume O2 yang diperlukan (30 menit)
1. Kecambah + Aquades 1315 mm3
2. Kecambah + KOH 3580 mm3

4.2 Pembahasan

Reaksi respirasi termasuk dalam reaksi katabolisme yang memecah molekul-


molekul gula menjadi molekul-molekul anorganik berupa CO2 dan H2O. Respirasi
atau pernafasan berfungsi untuk mendapatkan energi dari bahan-bahan organi
melalui proses pemecahan gula yang disebut dengan proses glikolisis. Senyawa
gula pada tanaman didapatkan dari proses fotosintesis. Butiran amilum yang
tersimpan dalam berbagai jaringan dan organ penyimpan cadangan makanan akan
diubah kembali dalam bentuk glukosa fosfat di dalam sitoplasma sel. Akhirnya
senyawa glukosa fosfat tersebut akan dipecah menjadi piruvat dan masuk dalam
siklus Krebs. Selama glikolisis berlangsung dan dalam siklus Krebs akan
dihasilkan gas CO2 yang akan dikeluarkan dari sel. Gas tersebut akan berdifusi
akan terkumpul dalam rongga-rongga antar sel dan bila tekanan telah cukup akan
dikeluarkan. Reaksinya adalah:
C6H12O6 (glukosa) + 6O2 6H2O + 6CO2 + ATP
Pada respirasi kecambah terjadi pergerakan pada skala yang ditunjukkan
respirator, yang menandakan kecambah yang kecambah mengalami respirasi yang
membutuhkan oksigen. Suatu organisme walaupun masih belum berkembang
dengan sempurna sudah bisa melakukan pernapasan, hal ini terbukti dari hasil
percobaan dimana kecambah kacang hijau sebagai bahan percobaan mampu
melakukan respirasi.
Kecambah melakukan pernapasan untuk mendapatkan energi yang
dilakukan dengan melibatkan gas oksigen sebagai bahan yang diserap/diperlukan
dan menghasilkan gas karbon dioksida, air dan sejumlah energi.
Intinya proses respirasi adalah untuk mendapatkan energi yang digunakan dalam
metabolisme dan proses pertumbuhan dan perkembangan untuk menjadi sebuah
tanaman dewasa. Semakin besar suatu tanaman, maka makin besar pula
kebutuhannya akan energi sehingga dalam respirasinya memerlukan oksigen yang
banyak pula.
Kecambah yang akan digunakan dalam praktikum ini ini sebaiknya dipilih
yang masih segar. Tabung spesimen dipisahkan dari bagian yang berskala dan
kedalamnya dimasukkan zat pengikat CO2. Biasanya digunakan KOH kristal yang
kemudian ditutup dengan kasa atau kapas agar tidak tercecah oleh spesimen yang
diselidiki. Sebagai pengikat CO2 dapat juga digunakan larutan pekat KOH yang
diserapkan pada kertas pengisap. Setelah itu kecambah dimasukkan ke dalam
tabung dan tabung ditutup dengan bagian yang berskala rapat-rapat. Untuk
mengetahui penyusutan udara dalam tabung, pada ujung terbuka pipa berskala
diberi setetes air (lebih baik berwarna misalnya eosin). Dalam praktikum ini
fungsi eosin hanyalah sebagai pewarna agar dapat diketahui volume O 2 yang
diperlukan selama respirasi. Tetes air ini akan bergerak ke arah tabung spesimen
karena terjadinya penyusutan volume udara dalam ruang tertutup (tabung
spesimen) sebagai akibat pernapasan, yaitu O2 diserap, CO2 dihembuskan tetapi
lalu diserap oleh KOH. Kecepatan tetes air itu bergerak ke dalam menunjukkan
kecepatan pernapasan organisme yang diselidiki.
Dapat terlihat pada tabel hasil pengamatan diatas bahwa kecambah yang
ditambahkan dengan KOH memiliki volume O2 yang diperlukan adalah sebesar
3580 mm3. Sedangkan kecambah yang ditambahkan dengan air, volume O 2 yang
diperlukan adalah sebesar 1315 mm3. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa
kecambah yang ditambahkan dengan KOH memiliki volume O2 yang diperlukan
lebih besar daripada kecambah yang ditambahkan dengan aquades. Hal ini
dikarenakan KOH merupakan kompetitor. KOH mengikat O2 lebih kuat daripada
aquades. Dalam aquades telah terkandung O2, sehingga aquades tidak terlalu kuat
menarik O2 dari udara bebas. Di dalam respirometer ini terjadi perebutan O2.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi proses respirasi adalah
ketersediaan jumlah dan jenis substrat, ketersediaan O2 sebagai sumber energi
yang akan digunakan oleh mitokondria dalam lintasan elektron untuk membetuk
ATP. Reaksi respirasi berjalan secara enzimatis selalu memiliki kisaran suhu aktif
tertentu. Semakin tinggi suhu akan meningkatkan laju respirasi. Pada batas
tertentu kenaikan suhu akan menurunkan laju respirasi. Biji melakukan respirasi
aktif pada saat kecambah. Dengan menggunakan cadangan makanan yang
terdapat dalam keping biji, kecambah akan tumbuh besar dan sel-selnya aktif
membelah dan memanjang.
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik dari praktikum ini adalah:


1. Respirasi adalah proses pembongkaran atau perombakan (katabolisme atau
disimilasi) dimana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk
menyelenggarakan proses kehidupan.
2. Respirasi yang diberikan pada kecambah yang ditambahkan dengan KOH
akan memiliki volume O2 yang lebih besar daripada kecambah yang hanya
ditambahkan dengan aquades.

5.2 Saran

Saran dalam praktikum ini adalah:


1. Keberhasilan percobaan/eksperimen ini tergantung tergantung pada bocor
tidaknya alat. Disarankan hubungan antara tabung dan bagian berskala diolesi
dengan vaselin lalu diputar-putar.
2. Perubahan suhu udara (bila menjadi panas) menyebabkan titik air yang sudah
bergerak ke arah tabung dapat bergerak kembali ke arah luar. Oleh karena itu
sebaiknya percobaan diadakan dalam waktu perubahan suhu tidak besar.
Sebaliknya bila suhu menurun, tetes air cepat bergerak ke arah tabung
spesimen.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim1. 2007. Fermentasi. http://wapedia.mobi/id/Fermentasi.


Diakses tanggal 4 Desember 2007.

Anonim2. 2007. Fermentasi. http://id.shvoong.com/exact-sciences/1663623-


fermentasi/. Diakses tanggal 4 Desember 2007.

Anonim3. 2007. Respirometer. http://id.wikipedia.org/wiki/Respirometer.


Diakses tanggal 4 Desember 2007.

Anonim4. 2007. Respirasi Anaerob.


http://toiusd.multiply.com/journal/item/48/Cyperus_rotundus.
Diakses tanggal 4 Desember 2007.

Anonim5. 2007. Kuliah 3 Respirasi Selular. http://id.wikipedia.org/id/Respirasi.


Diakses tanggal 4 Desember 2007.

Campbell, dkk. 1999. Biologi Jilid 1. Erlangga: Jakarta.


PERCOBAAN VI
RESPIRASI PADA TUMBUHAN

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

Nama : Winda Ayu Fazraningtyas


NIM : J1A107208
Kelompok :2
Asisten : Pahriati

PROGRAM S-1 MATEMATIKA


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
BANJARBARU
NOVEMBER
2007