Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi

dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,

kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,

masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan menjadi kebutuhan penting bagi bangsa

Indonesia mengingat diperlukannya sumber daya yang berkualitas dalam era

globalisasi saat ini. Dalam era yang penuh kompetisi ini maka diperlukan juga

berbagai metode yang kreatif dan inovatif dalam memperkuat kualitas sumber daya

yang ada terutama bagi calon generasi muda penerus bangsa.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh departemen pendidikan nasional dan

Dinas Pendidikan setiap tahunnyadiselenggarakannya Lomba Karya Ilmiah Remaja

yang ditujukan untuk meningkatkan kreatifitas siswa sekaligus untuk meningkatkan

minat dan bakat siswa dalam penelitian.

Jika dikaitkan dengan upaya mengembangkan potensi yang dimiliki siswa,

maka sekolah menyelenggarakan 2 macam kegiatan yaitu pertama kegiatan

pembelajaran (intakurikuler) dan kegiatan di luar pelajaran atau yang biasa disebut

kegiatan ekstrakulikuler. Kegiatan ekstrakulikuler sifatnya berada diluar pelajaran,

namun ditenggarai bahwa sebenarnya kegiatan ini tidak kalah penting dengan

1
kegiatan intrakulikuler, selain untuk menyalurkan hobi dan minat siswa, kegiatan

ini juga menyumbang pembentukan karakter siswa. Keberadaan Karya Tulis Ilmiah

Remaja (KIR) disekolah-sekolah mulai esensial karena adanya dua tindakan yang

membangun potensi siswa yaitu kegiatan meneliti dan menulis. Dua hal ini tidak

dapat dipisahkan jika kita ingin menghasilkan generasi-generasi muda yang

berkualitas. Meskipun kegiatan KIR ini sudah esensial tetapi masih ada sekolah

yang belum mengembangkan kegiatan ini untuk penggalian potensi siswanya, salah

satunya yaitu SMP SMARATUNGGA Ampel.

SMP SMARATUNGGA Ampel merupakan salah satu SMP swasta yang

ada di kabupaten Boyolali yang berada dibawah naungan yayasan agama Buddha

Smaratungga. Sekolah ini mempunyai siswa sekitar 90an siswa dari kelas VII

sampai kelas IX dengan jumlah siswa yang relatif sedikit inilah diperlukan

pengembangan minat dan bakat siswa, dari data yang diperoleh sekolah ini belum

turut serta aktif dalam kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja baik yang

diadakan oleh dinas pendidikan ataupun tingkat lebih lanjut, sisi finansial sekolah

inipun masih kurang tetapi dari hasil pengamatan penulis siswa disekolah tersebut

mempunyai motivasi belajar yang kuat dan rasa keingintahuan dalam pembelajaran

yang tinggi, sehingga perlu adanya pelatihan penulisan Karya Tulis Ilmiah Remaja

di sekolah tersebut untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak dalam hal

meneliti dan menulis, untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang

berkualitas dan mampu bersangi dengan era globalisasi. Kondisi seperti ini memicu

keinginan penulis sebagai pengusul Pengabdian Kepada Masyarakat untuk

2
membuat pelatihan mengenai penulisan Karya Tulis Ilmiah Remaja yang berlokasi

di SMP Smaratungga Ampel Kabupaten Boyolali Jawa Tengah.

B. Identifikasi Masalah

1. Siswa SMP SMARATUNGGA Ampel belum pernah mengikuti lomba karya

ilmiah di Kabupaten Boyolali

2. Siswa SMP SMARATUNGGA Ampel belum pernah menerima pelatihan

penulisan karya ilmiah.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan analisis situasi yang ada di SMP Smaratungga Ampel yang

akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada

Masyarakat, dapat dirumuskan sebuah permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana pelaksanaan pelatihan penulisan Karya Tulis Ilmiahbagi siswa di

SMP SMARATUNGGA Ampel Kabupaten Boyolali Jawa Tengah?

2. Apa saja hambatan yang dijumpai dalam pelatihan penulisan Karya Tulis Ilmiah

di SMP SMARATUNGGA Ampel Kabupaten Boyolali Jawa Tengah?

3
D. Tujuan Pengabdian

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk:

1. Melaksanakan pelatihan penulisan Karya Tulis Ilmiahbagi siswa di SMP

SMARATUNGGA Ampel Kabupaten Boyolali Jawa Tengah

2. Menganalisis hambatan yang dijumpai dalam pelatihan penulisan Karya Tulis

Ilmiah di SMP SMARATUNGGA Ampel Kabupaten Boyolali Jawa Tengah

E. Manfaat Pengabdian

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan dapat

memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat langsung, yakni:

1. Dapat memberikan informasi, pengetahuan dan wawasan kepada siswa dalam

pembuatan Karya Tulis Ilmiah.

2. Sebagai sarana untuk mendapatkan wawasan yang lebih nyata dalam ikut

membantu permasalahan yang ada di sekolah.

3. Sebagai wujud nyata bagi penulis selaku dosen dalam melaksanakan Tri

Dharma Pendidikan dengan melakukan pengabdian masyarakat untuk

membantu memecahkan pemasalahan yang ada disekolah.

4
BAB II

LANDASAN TEORI

Teori yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah

teori-teori pendukung dalam pelatihan penulisan Karya Ilmiah bagi siswa,

diantaranya:

1. Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (yang

berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan,

teknologi dan seni yang diperolehnya melalui kepustakaan, kumpulan

pengalaman, penelitian dan pengetahuan orang lain sebelumnya. Karya ilmiah

merupakan pernyataan sikap ilmiah peneliti. Jadi bukan sekedar pertanggung

jawaban peneliti dalam penggunaan sumber daya (uang, alat, bahan) yang

digunakan dalam penelitian. Tujuan dibuatnya sebuah karya ilmiah adalah agar

gagasan, ide, pemikiran dari penulis itu dapat dipelajari, lalu didukung atau

ditolak oleh pembaca. Ini adalah konsekuensi sifat keterbukaan ilmu

pengetahuan. Karena itu, karya ilmiah harus memenuhi sistematika yang sudah

dibakukan supaya tidak sulit dalam mempelajarinya. Sifat penting karya ilmiah

adalah awet (tertulis) sehingga dapat dibaca oleh siapa saja, dimana saja dan

kapan saja. Untuk itu, sebuah karya ilmiah harus ditulis dengan sebaik-baiknya

dan diupayakan tanpa kesalahan.

5
Menurut Brotowidjojo (1985: 9) disampaikan bahwa karya ilmiah

adalah karya ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut

metodologi penulisan yang baik dan benar. Dari beberapa pengertian yang

disampaikan dapat tarik kesimpulan bahwa dalam karya ilmiah harus ditulis

secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran tanpa mengingat akibatnya.

Kebenaran dalam karya ilmiah itu adalah kebenaran yang objetifpositif, sesuai

dengan data dan fakta di lapangan, dan bukan kebenaran yang bersifat normatif.

Karya ilmiah yang dihasilkan dapat berupa karya tulis yang berupa

sebuah hasil penelitian atau kajian pemikiran. Bentuk lain dari karya ilmiah

sepeti buku, modul, diktat, paper dan lain-lain yang dikemukakan berdasarkan

bahasa dan prinsip sistematika karya ilmiah.

Banyak alasan yang mendasari dihasilkan suatu penelitian atau kajian

pemikiran. Beberapa alasan tersebut antara lain (Suryawan, 2009):

1. Ada pendapat yang menyatakan bahwa penelitian tidak diperlukan di

negara-negara berkembang karena perlu biaya banyak.

2. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi cukup tersedia di negara-negara maju,

sehingga memanfaatkannya saja.

3. Ternyata tidak semua ilmu dari luar dapat diterapkan langsung di Indonesia

4. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tidak ada yang diperoleh dengan Cuma-

Cuma, perlu biaya mahal.

5. Penelitian perlu dilakukan, agar semata-mata tidak menggantungkan diri

kepada luar negeri.

6
2. Fungsi Karya Ilmiah

Karya ilmiah berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu

pengetahuan, teknologi dan seni. Hal ini sesuai dengan hakikat karya ilmiah,

yaitu mengemukakan kebenaran melalui metodenya yang sistimatis,

metodologis dan konsisten. Jika dihubungkan dengan hakikat ilmu, karya

ilmiah mempunyai fungsi sebagai berikut :

a) Penjelasan (explanation)

Karya ilmiah dapat menjelaskan suatu hal yang sebelumnya tidak

diketahui, tidak jelas dan tidak pasti menjadi sebaliknya.

b) Ramalan (prediction)

Karya ilmiah dapat membantu mengantisipasi kemungkinan-

kemungkinan yang akan terjadi pada masa mendatang.

c) Kontrol (control)

Karya ilmiah dapat berfungsi untuk mengontrol, mengawasi dan atau

mengoreksi benar tidaknya suatu pernyataan. Berdasarkan penjelasan itu,

kita dapat tahu bahwa fungsi karya ilmiah sangatlah penting sehingga

kualitasnya perlu diusahakan.

3. Sifat Karya Ilmiah

Berbeda dengan tulisan fiksi (novel, puisi, cerpen), karya ilmiah bersifat

formal sehingga harus memenuhi syarat. Beberapa syarat tersebut adalah

sebagai berikut:

7
a) Lugas dan tidak emosional

Maksudnya adalah karya ilmiah hanya mempunyai satu arti, tidak

memakai kata kiasan, sehingga pembaca tidak membuat tafsiran

(interpretasi) sendiri-sendiri. Karena itu perlu ada batasan (definisi)

operasional pengertian suatu istilah, konsep, atau variable.

b) Logis

Maksudnya adalah kalimat, alinea, sub bab, sub bab-sub bab disusun

berdasarkan suatu urutan yang konsisten. Urutan disini meliputi urutan

pengertian, klasifikasi, waktu (kronologis), ruang, sebab-akibat, umum-

khusus, khusus-umum atau proses dan peristiwa.

c) Efektif

Maksudnya adalah baik alinea atau subbab harus menunjukkan adanya

satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan ada pengembangan.

d) Efisien

Maksudnya hanya mempergunakan kata/kalimat yang penting dan mudah

dipahami.

e) Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku

4. Ciri Karya Ilmiah

Ciri-ciri karangan ilmiah:

a) Menyajikan fakta obyektif secara sistematis

b) Pernyataannya cermat, tepat, tulus dan benar serta tidak memuat terkaan

8
c) Penulisnya tidak mengejar keuntungan pribadi

d) Penyusunannya dilaksanakan secara sistematis, konseptual dan prosedural

e) Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa dukungan fakta

f) Tidak emotif menonjokan perasaan

g) Tidak bersifat argumentative, tetapi kesimpulannya terbentuk atas dasar

fakta

5. Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah

Manfaat dari kegiatan penyusunan Karya ilmiah yang disampaikan oleh

Sikumbang (1981:5) dalam Soeharso (2015) terdapat enam manfaat inti,

diantaranya:

1) Penulis dapat terlatih mengembangkan ketrampilan membaca yang efektif

karena sebelum menulis karya ilmiah, ia mesti membaca dulu kepustakaan

yang ada relevansinya dengan topic yang hendak dibahas.

2) Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber,

mengambil sarinya dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang

lebih matang.

3) Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan seperti mencari

bahan bacaan dalam catalog pengarang atau catalog judul buku

4) Penulis dapat meningkatkan ketrampilan dalam mengorganisasgi dan

menyajikan data dan fakta secara jelas dan sistematis

5) Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual

9
6) Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

6. Hal-hal harus diperhatikan dalam Penelitian/ Karya Ilmiah

Dalam membuat karya tulis ilmiah berupa penelitian/kajian pemikiran,

aspek-aspek yang perlu diperhatikan yang sering dijadikan substansi untuk dikaji

adalah (Istadi, 2007):

1. Originality

Orisinalitas karya ilmiah harus dijaga. Sebaiknya dituangkan secara leugas

keasliannya dalam pendahuluan dan ditegaskan kembali lagi dalam bagian

diskusi.

2. Novelty

Dalam tulisan harus termuat sesuatu yang baru. Oleh karena itu diperlukan

dukungan data-data maupun konsep yang baru untuk memperkuat kualitas

karya ilmiah kita.

3. Metodologi

Metode yang digunakan dalam menyelesaikan karya ilmiah tidak sesuai

dengan tujuan dan masalah yang ingin diselesaikan. Akibatnya hasil yang

didapatkan tidak seperti yang diharapkan.

4. Ethic Code

Tulisan yang dihasilkan tidak diperbolehkan merupakan publikasi dari hasil

orang lain.

5. Clear Presentation and The Data

10
Presentasi hasil penelitian serta data yang diajukan dalam mendukung hasil

penelitian harus jelas.

6. Significance of Research Outcome

Hasil penelitian semestinya signifikan lebih baik dari hasil penelitian yang

sudah ada.

7. Clear Conclusion

Yang diutarakan dalam kesimpulan harus didukung dari data yang benar

dan hasil yang signifikan dari olah data yang diajukan.

7. Bentuk Laporan Penelitian/ Karya Ilmiah

Kulit/ Sampul

1) Judul.

2) Logo/Lambang Sekolah.

3) Nama Peneliti/Penulis.

4) Nama Sekolah lengkap dengan alamat.

5) Nama Kota dan tahun penyusunan

Pendahuluan

Halaman Pengesahan, berisi lembaran persetujuan yang menyatakan penelitian

sudah berakhir dan dibuktikan dengan tanda tangan pembimbing dan Kepala

Sekolah

1) Kata Pengantar, berfungsi mengantarkan pembaca kepada isi atau uraian-

uraian yang terdapat dalam suatu hasil penelitian.

11
2) Daftar isi, berisi petunjuk letak setiap bagian pada halaman yang

memuat/menulisnya.

3) Daftar Tabel, berisi petunjuk letak setiap tabel pada halaman mana yang

memuat/ menulisnya.

4) Abstrak/Intisari, merupakan uraian singkat keseluruhan isi penelitian.

BAB I Pendahuluan

Pendahuluan berisi berbagai informasi tentang materi keseluruhan yang

disusun secara sistematis dan terarah dengan pola penalaran yang jelas. Macam

isi bab pendahuluan adalah sebagai berikut.

1) Latar Belakang Masalah, berisi pengantar yang memaparkan

pertimbangan-pertimbangan atau pemikiran-pemikiran mengenai

pentingnya suatu masalah untuk dipecahkan dalam penelitian ini.

2) Perumusan Masalah, berisi masalah-masalah penelitian yang sudah

benar-benar teridentifikasi.

3) Tujuan Penelitian, berisi rincian tujuan penelitian yang ingin dicapai

dalam penelitian.

4) Manfaat Penelitian, berisi gambaran fungsi yang dapat diambil.

5) Hipotesis, berisi jawaban tentatif terhadap masalah penelitian

berdasarkan logika yang kemudian akan dibuktikan kebenarannya dengan

pelaksanaan penelitian di lapangan.

12
BAB II Tinjauan Pustaka

Tinjauan Pustaka merupakan ungkapan teori-teori yang dipilih untuk

memberikan landasan yang kuat terhadap permasalahan penelitian dan

mempunyai relevansi yang erat dengan alternatif penyelesaian masalah yang

dipilih. Tinjauan Pustaka dapat berisi hal-hal berikut.

1) Teori-teori berhubungan dengan masalah-masalah yang akan dipecahkan

dalam penelitian.

2) Rujukan dari hasil penelitian sejenis yang telah dilakukan oleh peneliti

yang terdahulu.

3) Rujukan-rujukan yang berkaitan dengan bahan dan metode penelitian.

BAB III Metodologi

Metodologi berisi hal-hal berikut.

1) Tempat dan waktu penelitian, bagian yang menjelaskan di mana saja

lokasi penelitian dilaksanakan dan jadwal waktu penelitian seberapa

panjang.

2) Populasi dan sampel, bagian ini memberikan gambaran keluasan populasi

yang seharusnya akan dijadikan objek penelitian secara keseluruhan.

3) Variabel Penelitian, bagian ini memberikan gambaran yang jelas dan tegas

mengenai pengubah dalam penelitian.

13
4) Alat-alat dan Bahan-bahan Penelitian, bagian ini memberikan diskripsi

seluruh alat-alat yang digunakan dalam penelitian, termasuk spesifikasi

masing-masing alat.

5) Cara kerja Penelitian, bagian ini mendiskripsikan secara lengkap dan

terinci setiap macam kegiatan dan setiap langkah kegiatan yang dilakukan

peneliti dalam seluruh rangkaian penelitian dari awal hingga akhir

penelitian.

6) Rancangan Tabulasi Data, bagian ini rancangan bentuk tabulasi data yang

akan diperoleh selama dalam penelitian.

Data dan Pembahasan

Pembahasan data mengungkapkan berbagai penyelesaian masalah yang

ditetapkan sebelumnya. Menurut Rudestam dan Newton, elemen-elemen yang

biasanya dimuat dalam pembahasan sebagai berikut:

1) Tinjauan tentang penemuan-penemuan penting dalam penelitian;

2) Pertimbangan tentang penemuan-penemuan dalam kaitannya dengan

penelitian terdahulu yang relevan;

3) Implikasi penemuan terhadap teori yang ada pada saat ini;

4) Pemeriksaan yang hati-hati terhadap hasil yang tidak mendukung atau

hanya sebagian mendukung hipotesis;

5) Keterbatasan-keterbatasan studi yang mungkin berakibat pada kesimpulan

dan generalisasi studi;

14
6) Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya;

7) Implikasi studi untuk praktek atau studi terapan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan pembahasan adalah

sebagai berikut:

1) Analisa data harus dipaparkan terlebih dahulu sebelum pembahasan

dituliskan.

2) Jangan mengulang atau merumuskan kembali hal-hal yang telah

dikemukakan.

3) Bila terdapat kekurangan-kekurangan pada cara pengumpulan data, akui

sebagai keterbatasan, dan tidak perlu membela diri dengan nada minta

maaf.

4) Rekombinasi untuk penelitian lebih lanjut harus singkat.

5) Pembahasan adalah bagian tulisan yang mengutamakan kreativitas

berpikir, kemampuan berpikir secara logis dan terfokus, serta

pengembangan interprestasi.

6) Teruskan mencari dan membaca literatur terbaru yang relevan untuk

dibahas dalam pembahasan.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan suatu karya ilmiah yang ringkas dan bermakna harus dirumuskan

berdasarkan hasil penelitian yang terpenting, sehingga menggambarkan hasil

penelitian yang final dan utuh. Kesimpulan berfungsi untuk menjawab rumusan

15
permasalahan atau berupa hasil pengujian hipotesis yang dipaparkan dalam bab

pendahuluan.

Daftar Pustaka

Daftar Pustaka berisi macam-macam buku yang memuat teori-teori yang

digunakan sebagai dasar untuk perumusan masalah. Penulisan daftar pustaka

ada tiga sistem, yaitu sebagai berikut:

1) Sistem Harvard, yang berisi nama pengarang, tahun dalam tanda kurung,

judul karangan, nama jurnal dan nomor, serta nomor halaman.

2) Sistem Vacouver, yang berisi nama pengarang, judul karangan, nama

jurnal tanpa tanda kurung, volume/nomor, serta nomor halaman jurnal.

3) Sistem Alfabetik, yang berisi nama pengarang, judul karangan, nama

jurnal, volume/nomor dan nomor halaman jurnal, tahun tanpa tanda

kurung.

Daftar Pustaka : Remigius Gunawan Susilowarno, Kelompok Ilmiah

Remaja(Petunjuk Membimbing dan Meneliti Bagi Remaja), Grasindo, 2003

16
BAB III

METODE KEGIATAN

A. Analisis Situasi

Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SMP SMARATUNGGA

Ampel yang beralamatkan di Purwosari RT 03 RW 05, Sampetan, Kecamatan

Ampel Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Responden yang akan

digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah siswa yang beragama Buddha

di SMP SMARATUNGGA ampel baik kelas VII dan kelas VIII.

Hasil pengamatan yang dilakukan oleh pengabdi di SMP

SMARATUNGGA Ampel diperoleh beberapa data yaitu terdapat siswa yang

beragama Buddha yang bersekolah di SMP tersebut, banyak siswa yang mempunyai

potensi yang bagus dalam pengembangan karya ilmiah hanya saja dari pihak sekolah

belum ada wadah dalam penyaluran bakat yang dimiliki siswa, terbatasnya pengajar

yang mampu melatih siswa dalam penulisan karya ilmiah sehingga siswa belum

mempunyai kemampuan dalam menulis karya ilmiah dan pengembangan ide-ide

kreatif dalam penulisan karya ilmiah

Dari hasil pengamatan dengan lingkungan di daerah sekitar SMP

SMARATUNGGA banyak sekali ditemukan tanaman Besaran dan Ocen-ocen yang

tumbuh subur disekitar kebun maupun rumah warga, penduduk yang tinggal di

daerah sekitar SMP SMARATUNGGA mayoritas bermata pencaharian sebagai

petani, tidak heran dua jenis tanaman buah ini tumbuh subur didaerah tersebut.

17
Siswa SMP SMARATUNGGA bersama masyarakat disekitar sangat

kurang mempedulikan kedua jenis tanaman ini sehingga banyak sekali yang tidak

diambil atau di konsumsi hanya dibiarkan saja dipohon sampai membusuk, banyak

siswa yang hanya mengambil untuk dimakan secukupnya tanpa mengetahui

tanaman apa itu dan manfaat apa tanaman tersebut hanya digunakan sebagai

makanan layaknya buah segar yang langsung dimakan oleh siswa.

Melihat hal tersebut menjadikan alasan pengabdi untuk memberikan

pelatihan penulisan karya ilmiah dan mengembangkan kreativitas yang dimiliki

siswa SMP SMARATUNGGA, hal ini disambut baik oleh pihak sekolah dan

sekaligus dari pihak daerah karena di kabupaten boyolali akan diadakan lomba

Krenova (Kreativitas dan Inovasi) bagi siswa di kalangan SMP dan SMA/SMK

sekabupaten.

Pendampingan pelatihan penulisan karya ilmiah ini diharapkan mampu

mengajak siswa SMP menulis karya ilmiah dengan baik dan sesuai selain itu dapat

memunculkan kreativitas dan inovasi siswa dengan memanfaatkan apa yang ada

disekitar tempat tinggal siswa maupun dilingkungan sekolah SMP

SMARATUNGGA Ampel.

B. Sasaran Pengabdian

Sasaran dalam kegiatan ini adalah wakil-wakil siswa dari dua level kelas

yaitu kelas VII dan VIII yang beragama Buddha di SMP SMARATUNGGA Ampel

dimana populasinya ada 40 siswa. Setiap level kelas diharapkan diwakilkan oleh 6-

9 siswa dengan harapan setiap 3 siswa akan membentuk satu kelompok. Dengan

18
demikian, pelatihan ini akan diikuti oleh 18 siswa. Sasaran dipilih dengan

pertimbangan siswa yang potensial untuk membentuk penulisan Karya Tulis Ilmiah

baik penelitian maupun kajian pemikiran. Setiap level dipilih supaya nantinya ada

motivasi untuk dapat berkelanjutan mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah dari

generasi ke generasi.

C. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan di SMP

Smaratungga Ampel Kabupaten Boyolali, adapun waktu pelaksanaannya adalah

selama kurun waktu satu semester tahun 2017, yakni dari bulan Agustus sampai

dengan November 2017.

D. Metode Pengabdian

Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah:

1. Metode Ceramah

Metode ini digunakan untuk menyampaikan berbagai materi yang diperlukan

untuk pembuatan karya ilmiah. Materi yang akan disampaikan antara lain:

pengertian karya ilmiah, fungsi karya ilmiah, sikap penulis karya ilmiah, ciri

karya ilmiah, manfaat karya ilmiah, dan sistematika penulisan karya ilmiah.

2. Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab sangat penting bagi para peserta pelatihan, baik di saat

menerima penjelasan tentang penulisan karya ilmiah serta mempraktekkannya.

19
Metode ini memungkinkan siswa untuk menggali pengetahuan sebanyak-

banyaknya terkait dengan penulisan karya ilmiah dan juga pengalaman setelah

praktek menulis karya ilmiah.

3. Metode Simulasi

Metode simulasi ini sangat penting diberikan kepada para peserta pelatihan

untuk memberikan kesempatan mempraktekkan materi pelatihan yang

diperoleh. Harapnnya, peserta pelatihan akan benar-benar menguasai materi

pelatihan yang diterima, mengetahui tingkat kemampuan dalam menerapkan

kegiatan penulisan untuk kemudia karya ilmiah secara teknis dan kemudian

mengidentifikasi kesulitan-kesulitan dipecahkan.

Berikut tabel lengkap tahapan kegiatan beserta detailnya:

Tahap Materi/ Kegiatan Media/ Metode

1 dan 2 Pemaparan materi: - Slide

Pengertian karya - Ceramah

ilmiah - Tanya Jawab

Ciri karya ilmiah

Fungsi karya

ilmiah

Sikap penulis

karya ilmiah

20
Manfaat karya

ilmiah

Hal yang harus

diperhatikan

dalam penulisan

karya ilmiah

Sistematika

penulisan karya

ilmiah

3 Pendampingan siswa - Paper karya

dalam penulisan karya ilmiah

ilmiah - Simulasi

4. Evaluasi

Evaluasi diadakan setelah setiap tahapan selesai dilakukan. Evaluasi dilakukan

tiap tahap untuk memberikan masukan dan perbaikan dalam kegiatan

selanjutnya. Selain evaluasi tiap tahapnnya, evaluasi juga dilakukan sebagai

refleksi secara keseluruhan kegiatan yang telah dilakukan. Indikator

keberhasilan dalam kegiatan ini diharapkan dari 3 kelompok siswa 50%

diantaranya sudah bisa membuat proposal. Selanjutnya dari siswa yang

membuat proposal itu 30% diantaranya berhasil membuat satu karya ilmiah.

21
BAB IV

PELAKSANAAN KEGIATAN PENGABDIAN

A. HASIL DAN PEMBAHASAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan dengan tatap

muka dan praktek. Pertemuan tatap muka siswa dijelaskan tentang cara memunculkan

tema, cara mencari tema, langkah-langkah yang dilakukan dalam menulis karya

ilmiah atau mengembangkan segala sesuatu yang terkait dengan inovasi dan

kreativitas, cara penulisan karya ilmiah yang benar dan sesuai dengan yang dipahami

siswa dengan menggunakan tahapan yang ada. Setelah melakukan tatap muka

kemudian dilakukan praktek secara langsung, dimana praktek dalam kegiatan

pengabdian ini siswa diajak dalam menyusun karya ilmiah dengan tahapan yang

sudah ada dengan tema yang diberikan oleh pengabdi.

Kegiatan pelatihan penulisan karya ilmiah ini tidak hanya terhenti pada hasil

penulisan karya ilmiah yang dihasilkan tetapi juga hasil lain, anak diajak membuat

produk luaran yang belum pernah siswa lakukan atau belum pernah ada di daerah

tempat tinggalnya. Untuk memunculkan ide anak diajak berkeliling dilingkungan

sekolah dan lingkungan wilayah dekat sekolah, dilingkungan dekat sekolah banyak

terdapat tanaman ocen-ocen yang berbentuk seperti stroberi tetapi di kalangan

umum sering dikenal dengan nama Arbei, dengan warna merah dan berbentuk seperti

stroberi hanya saja pohon tanaman ini sangat berbeda dengan tamanan stroberi, tetapi

memiliki rasa yang mirip dengan stroberi, tanaman ini tumbuh liar dikebun-kebun

22
petani hanya saja tanaman ini sering dibuang karena dianggap tidak ada gunanya

sering hanya di buang saja. Melihat hal ini pengabdi ingin mengajak anak-anak untuk

mengolah tanaman ini menjadi sesuatu dengan inovasi yang baru, sehingga akan

menjadi disuka dan termanfaatkan lebih baik.

Gambar 1. Buah Ocen-Ocen

Tanaman ocen-ocen ini banyak hidup di daerah dataran tinggi dengan suhu

yang rendah, seperti halnya dengan tanaman stroberi, tanaman ini sangat mudah

sitemui di daerah dataran tinggi yang mempunyai suhu yang sesuai. Tanaman ini di

daerah Sampetan hanya di buang saja tanpa digunakan atau di manfaatkan,

semisalnya yag lain tanaman ini digunakan untuk memberi makan ternak tetapi tidak

semua ternak mau, karena batang tanaman ini berduri, terdapat duri yang lumayan

tajam sehingga banyak hewan yang kurang menyukai, didaerah Sampetan banyak

sekali ditemukan tanaman ini yang hanya dibuang-buang saja tanpa diolah, dan untuk

buahnya hanya dikonsumsi di makan oleh anak-anak sebagai buah, tetapi banyak

sekali anak tidak mengenal buah ini dan hanya dianggap sebagai tanaman belukar.

23
Selain tanaman Arbei didaerah sampetan ini terdapat tanaman besaran yang

sangat banyak, pohon besaran yang tumbuh subur, tanaman besaran ini mempunyai

pohon yang tinggi, sehingga saat akan mengambil buahnya anak harus memanjat

karena buahnya ada di ujung-ujung batang. Buah besaran ini sering dikenal dengan

nama Murbei yang berwarna hitam keungun biruan dengan ukuran tidak terlalu besar

tetapi mempunyai rasa yang manis sekali ketika sudah masak, tanaman ini oleh warga

hanya dibiarkan saja, anak-anak sering mengambil untuk dimakan karena mempunyai

rasa yang manis yang membuat anak-anak menjadi menyenangi buah ini. Buah

besaran ini banyak sekali ditemukan di sekitar sekolah dan halaman-halaman warga

sekitar sekolah sehingga sangat mudah dijumpai dan terdapat buah yang sangat

banyak.

Gambar 2. Buah Besaran

Saat pertemuan awal yaitu dengan tatap muka, anak di jelaskan tentang karya

ilmuah, tahapan penulisan karya ilmiah dengan presentasi pengabdi kepada anak,

kemudian anak di berikan contoh karya ilmiah yang baik yang harusnya dibuat, anak-

anak terlihat sangat antusias dengan penjeasan yang diberikan oleh pengabdi, rasa

24
antusias ini dikarena siswa merasa belum mengenal hal tersebut dan ada keinginan

siswa untuk belajar menulis karya ilmiah, saat pertemuan tatap muka ini pengabdi

memotivasi siswa agar gemar menulis dan pada tatap muka pengabdi mencoba

menggali inovasi siswa dengan menayangkan gambar dan video yang mampu

menumbuhkan inovasi dan motivasi siswa ini.

Saat siswa diminta untuk memunculkan kreativitas dan inovasi ini dengan

kelompok, jadi siswa dibagi menjadi 6 kelompok dimana setiap kelompok diminta

untuk membuat laporan karya ilmiah dengan ide yang muncul dari masing-masing

kelompok dengan penggambaran yang diperoleh masing-masing kelompok. Dalam

hal ini banyak sekali ide yang muncul dari gambaran vieo dan contoh gambar yang

mereka lihat, siswa diajak berpikir kritis dan berimajinasi untuk menemukan sesuatu.

Masing-masing kelompok mampu menulis dengan tahapan dan sesuai dengan

prosedur yang diharapkan oleh pengabdi.

Untuk memunculkan ide siswa tidak hanya dengan gambar, atau video siswa

diajak mengenal yang ada disekitar mereka yaitu dengan mengajak keluar siswa

dilingkungan sekitar sekolah, ada banyak hal yang dianggap biasa atau sepele yang

tidak termanfaatkan dan tidak terolah dengan baik, sehingga perlu terobosan yang

sesuai dengan keadaan lingkungan yang ada.

Di daerah Sampetan ditemukan buah yang melimpah yaitu tanaman Arbei dan

Besaran, mengetahui hal ini membuat pengabdi mengajak anak-anak untuk

berinovasi dengan membuat sesuatu dengan bahan dasar tanaman Arbei dan Besaran

ini, ide yang muncul dari anak-anak yaitu membuat jus, setiap kelompok mencari

25
kedua buah ini lalu mereka berlomba untuk menghias jus yang mereka buat. Dalam

hal ini pengabdi membagi anak menjadi 2 kelompok dengan jumlah siswa yang jauh

lebih banyak dalam praktek pembuatan inovasi dan kreativitas, jus yang dibuat anak

pun bervariasi, ada yang mencampurkan dengan berbagai bahan, ada yang melibatkan

susu dan ada juga yang melibatkan coklat dan bahan-bahan lain yang mendukung

dalam menghias jus ini.

Kreativitas yang dibuat anak tidak terhenti pada pembuatan jus saja tetapi juga

membuat makanan, makanan yang dibuat adalah brownis oven dengan menggunakan

bahan besaran dan arbei sebagai kombinasi buah, ternyata kue yang dibuat anak ini

berhasil dan menghasilkan rasa yang tidak kalah enak dengan kue dengan bahan dasar

selain besaran dan arbei, inovasi-inovasi yang muncul ini merupakan salah contoh

inovasi yang ada dipikiran anak dan dipraktekkan, saat pembuatan kue ini siswa

meminta orang lain yaitu guru dan juga beberapa masyarakat untuk mencicipi

makanan yang mereka buat, dan menurut yang mencicipi kue yang mereka buat enak

dan semisalnya mau diperjual belikan layak untuk dikembangkan lebih lanjut.

Keberhasilan target pengabdi dalam pelatihan penulisan karya ilmiah, siswa

mampu menulis karya ilmiah sesuai dengan urutan dan pada setiap point dapat dengan

benar sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengabdi, hanya terdapat 1 kelompok

yang masih belum mampu dengan baik menulis karya ilmiah meskipun dibuat secara

kelompok, dan untuk ide-ide yang muncul dari siswa sendiri sangat luar biasa dan

perlu diwadahi dalam organisasi atau kegiatan yang difasilitasi oleh sekolah yaitu

KIR, hanya saja tenaga pengajar KIR sendiri belum ada sehingga belum maksimal

26
untuk bakat yang dimiliki oleh anak sendiri. Tetapi dengan pelatihan penulisan karya

ilmiah ini membuat anak gemar menulis dan mempunyai ide dapat tersalurkan. Tidak

hanya rencana ataupun imajinasi anak saja tetapi pengabdi juga memfasilitasi untuk

mempraktekkan ide yang siswa miliki sehingga tersalurkan dan tercapai.

Dari hasil pengabdian ini diperoleh bahwa pengabdian ini berhasil mencapai

tujuan dan target dengan jumlah kelompok yang mampu menulis karya ilmiah sudah

84% sehingga dikatakan berhasil mencapai target penulisan karya ilmiah, dengan ini

peserta pelatihan yaitu siswa mempunyai kemampuan dalam penguasaan materi

terutama penulisan karya ilmiah dan menemukan tema yang sesuai dengan

penggalian lingkungan sekitar tempat tinggal dan lingkungan sekolah.

27
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Program pelatihan penulisan karya ilmiah di SMP SMARATUNGGA

Ampel dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan lancar sesuai dengan

rencana kegiatan yang telah disusun meskipun belum semua kelompok menguasai

penulisan karya ilmiah dengan baik tetapi mampu menguasai materi yang

disampaikan oleh pengabdi dengan baik. Kegiatan ini memperoleh sambutan yang

positif dari sekolah dan siswa hal ini terbukti dengan siswa aktif dalam kegiatan

dan mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan menyenangkan, siswa enggan

meninggalkan pelatihan sebelum waktu pelatihan berakhir.

B. Saran

Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan dapat diajukan beberapa saran

sebagai berikut:

1. Waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian perlu ditambah agar tujuan kegiatan

dapat tercapai sepenuhnya dan siswa menjadi benar-benar memahami karya

ilmiah dan pendampingan secara nyata dalam lomba KRENOVA yang akan

dilakukan di kabupaten Boyolali.

2. Adanya kegiatan lanjutan yang sejenis dapat diselenggarakan secara periodik

untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam penulisan karya ilmiah dan

memunculkan kreativitas dan inovasi kepada siswa dalam menulis yang sesuai.

28
Daftar Pustaka

Brotowidjoyo, Mukayat. 1985.Penulisan Suatu Pengantar. Bandung : Angkasa.

Istadi. 2007. Kiat Menulis Artikel di Jurnal Nasional dan Internasional. Workshop

Pengembangan Jurnal Ilmiah Konsorsium Ilmu. UI Syarif Hidayatullah

Jakarta.

Suryawan, Bambang. 2009. Metode Penelitian dan Cara Penulisan Karya Ilmiah

Presentasi Paltihan Karya Ilmiah. http://www.kopertis3@indo.net.id

Soeharso, Y. dan Eko Heri Widiastuti. 2015. Panduan Penulisan Karya Ilmiah.

Majalah Ilmiah Pawiyatan. Vol XXII (2).

29
30
31
32
33
34
35
36
37