Anda di halaman 1dari 8

Studi Perbandingan Perencanaan Kapal Katamaran

dan Monohull Sebagai Kapal Riset di perairan


Bengkalis Riau
Penulis. Muhammad Bunari. B, dan Dosen P. 1. Ir. H. Agoes Santoso, M.Sc, M.Phil,
2. Ir. Tony Bambang Musriyadi, PGD
Jurusan Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
e-mail : agoes@its.ac.id, toba@its.ac.id

Abstrak--- Kapal riset merupakan kapal dengan fungsi hambatan, stabilitas dan seakeeping antara kapal riset
khusus, yaitu mengadakan survey, penelitian dan eksplorasi monohull dan katamaran.
di perairan tertentu. Kegiatan penelitian membutuhkan
karakter kapal dengan prioritas design requirement, yaitu : 1.2. Perumusan Masalah
seakeeping yang baik, stabilitas yang baik, area laboratoium
dan area dek kerja yang luas, operasi yang ekonomis, serta
Luasan basah badan lambung yang tercelup air
kemampuan untuk membawa peralatan penelitian. (WSA) merupakan salah satu komponen pembentuk
Di samping kapal monohull dikenal juga katamaran hambatan kapal. Katamaran merupakan kapal dengan dua
yaitu salah satu jenis kapal multi-hull. Masing-masing tipe lambung (demihull) yang terisolasi, oleh karenanya
kapal ini mempunyai karakter hambatan, stabilitas dan luasan basahnya berbeda dengan monohull pada
seakeeping yang berbeda. Berdasarkan prioritas displasement yang sama. Hambatan yang kecil
requirement di atas dibandingkan perencanaan kapal merupakan sebuah keuntungan karena dapat mengurangi
monohull dan katamaran dengan displacement yang sama power mesin yang dibutuhkan.
sebagai kapal riset.
1.3. Batasan Masalah
Kata kunci--- perbandingan, kapal riset, katamaran,
monohull, Bengkalis Riau. Dalam pengerjaan tugas akhir ini yang diambil
sebagai batasan masalah adalah sebagai berikut :
1. Kapal merupakan kelas V menurut klasifikasi UNOLS
I. PENDAHULUAN [Parsons, 2003].

K ekayaan dan keanekaragaman populasi laut di 2. Jarak separasi katamaran menggunakan perbandingan
Indonesia memberi manfaat tidak hanya bagi S/L = 0,4 [Insel dan Molland, 1992]
kegiatan ekonomi namun juga bagi dunia pengetahuan. 3. Kecepatan dinas kapal sebesar 20 knot.
Perairan Indonesia yang belum rusak oleh eksplorasi 4. Panjang keseluruhan kapal 10,5 m
manusia dilindungi pemerintah sebagai Taman Nasional.
Kabupaten Bengkalis adalah salah satu kabupaten di 1.4. Tujuan Penulisan
Propinsi riau, indonesia. Wilayahnya mencakup daratan Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah :
bagian timur pulau sumatra dan wilayah kepulauan, 1. Menentukan Perpormance kapal riset jenis monohull
dengan luas adalah 11.481,77 km. Ibukota kabupaten ini dan katamaran pada displacement yang sama.
berada di Bengkalis tepatnya berada di pulau Bengkalis
yang terpisah dari Pulau sumatra. 1.5. Manfaat Penulisan
Untuk melakukan penelitian di perairan laut Pada displacement yang sama akan diketahui
dibutuhkan infrastruktur yang memadai. Penelitian karakteristik hambatan, stabilitas dan seakeeping masing-
membutuhkan alat-alat yang spesifik. Oleh karena itu masing tipe kapal riset yang dirancang.
perlu dirancang kapal yang sesuai dengan kegiatan
tersebut.
Kapal riset merupakan salah satu pendukung II. TINJAUAN PUSTAKA
penelitian pada sebuah perairan. Bentuk badan kapal pada 1.1. Tinjauan umum
umumnya adalah monohull. Katamaran merupakan salah 2.1.1 Mono hull
satu jenis kapal yang berpotensi dirancang sebagai sebuah Mono hull merupakan jenis kapal yang memiliki
kapal riset. oleh karna itu, penulis membuat sebuah hanya satu lampung yang disebut (single hull) lambung
skripsi yang berjudul Studi Pererencanaan Kapal tunggal.
Katamaran Dan Monohall Sebagai Kapal Riset
Diperairan Bengkalis Riau. Pada pengerjaan skripsi ini
akan dilakukan perbandingan untuk menentukan ukuran
utama kapal monohull dan katamaran pada displacement
yang sama dan M engukur dan membandingkan
2. Dengan bentuk lambung yang berbeda dari
lambung monohull, bentuk seperti ini berperan
penting untuk mengurangi tahanan pada kapal
sehingga mampu menghasilkan kecepatan yang
tinggi dan mengurangi konsumsi pada bahan
bakar.

2.2 Dasar Teori


2.2.1 Gambaran Umum Kapal Riset
Keperluan ilmiah (scientific requirement) untuk
Gambar 2.1 Mono hull kapal riset bergantung pada misinya. Kepentingan
akademis dan pengembangan teknologi untuk desain baru
2.1.2 Multi hull kapal riset telah dibahas pada simposium di University
Multi hull merupakan jenis kapal yang memiliki National Oceanographic Laboratory System (UNOLS).
lambung lebih dari satu. Desain seperti ini dapat Misi dan kegiatan di kapal riset dibedakan menjadi :
menaikan Center of Gravity dan Center of Bouyancy physical oceanography, biological oceanography,
sehingga memiliki stabilitas yang tinggi. chemical oceanography, marine geology and geophysics,
ocean engineering.Prioritas inilah yang nantinya akan
menentukan peralatan serta perlengkapan ilmiah yang
dibutuhkan dan menentukan desain kapal riset itu sendiri.

2.2.2 Karakteristik Desain Kapal Riset


Secara umum karakteristik desain tersebut dapat
diprioritaskan sebagai berikut:
1. Seakeeping
2. Lingkungan Kerja :
- Susunan ruangan laboratorium yang nyaman
- Area dek kerja : pengendalian peralatan yang bagus,
Gambar 2.2 jenis-jenis multi-hull kemudahan akses peralatan (winch dan wire)
3. Endurance :
2.1.3 Katamaran - Jarak pelayaran
Katamaran termasuk jenis kapal multihull dengan - Jumlah hari di laut
dua lambung yang dihubungkan dengan struktur bridging. 4. Perlengkapan penelitian
Struktur bridging ini merupakan sebuah keuntungan
katamaran karena menambah tinggi lambung timbul 2.2.3 Desain Katamaran
(freeboard). Kedua lambung katamaran didesain sedemikian
rupa menurut aliran fluida yang melewati tunnel-nya.
Susunan lambung itu terbagi menjadi simetris dan
asimetris.
a. Asimetris b. Simetris c. Asimetris type-a d.
Asimetris-b

Gambar 2.3 katamaran

Tipe katamaran dapat dibedakan berdasarkan


bentuk bagian lambung yang berada dibawah air.
(boulton, 2002).
Gambar 2.8 Jenis lambung katamaran
- Katamaran Asimetis
- Katamaran Simetris
2.2.4 Dasar Perhitungan Hambatan
- Katamaran Wave Piercing
Menurut Rawson dan Tupper (2001), hambatan total
yang dialami oleh kapal yang bergerak pada permukaan
2.1.4 Kelebihan katamaran
air tenang terdiri dari beberapa komponen, yaitu: wave
Adapun beberapa kelebihan yang dimiliki atau
making resistance, skin frictional resistance, viscous
deberikan kapal yang memiliki bentuk lambung
pressure resistance, air resistamce dan appendage
katamaran adalah:
resistance.
1. Memiliki deck yang lebih luas sehingga dapat
Metode Holtrop digunakan untuk menghitung
mengangkut kapasitas penumpang kenderaan
hambatan kapal full displacement, yaitu dalam kondisi
dan barang dalam jumlah yang besar.
apapun dalam kecepatan tetap dianggap tidak berubah. - Detailed vs conceptual design
Adapun rumus untuk menghitung hambatannya yaitu : - Full vs limited designers intervention
RT = . . WSA . V2 . CT ............................. (
1)
dimana : III. METODOLOGI
CT = ( CF ( 1 + k ) + CA ) + RW W
W
CF = 0.075
(log Rn-2)2
Rn = V . Lwl
v

2.2.7 Dasar Perhitungan Seakeeping


2.2.7.1 Spektrum Gelombang
Dalam hal ini perairan Bengkalis vRiau
digambarkan sebagai spektrum ITTC, dengan formulasi
sebagai berikut :

S(w) = A e B / w 4 ............................. ( 3 )
e5
dimana :
A = 8,1 x 10-3 g2
B = 3,11 x 104/H1/3

2.2.7.2 Persamaan Gerak Kapal


Seakeeping kapal dipengaruhi oleh tiga gerakan
gerakan kapal yaitu heaving, rolling dan pitching
[Bhattacaryya, 1978].
- Heaving
Yaitu gerakan kapal vertikal, ke atas dan ke bawah.
Gerak ini mempunyai persamaan :
- Rolling Gambar.3. flowchart pengerjaan skripsi
Yaitu gerak angular kapal pada sumbu memanjangnya.
Gerak ini mempunyai persamaan :
- Pitching IV. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
Yaitu gerak angular kapal pada sumbu melintangnya. 4.1 Perencanaan
Gerak ini mempunyai persamaan : Basic design meliputi konsep design dan
praperencanaan.
2.2.7.3 Persamaan Respon Kapal a. Konsep desain
Respon tiap gerakan terhadap spektrum dapat b. Praperencanaan
dihitung dengan persamaan :
- Untuk gerak heaving : 4.1.1 Requirement
Sz(e) = S(e) x (za)2 Kapal riset merupakan kapal dengan fungsi khusus
. . . . .. (7) yaitu mendukung dan melaksanakan kegiatan riset. Pada
a perencanaan kapal ini baik kapal monohull maupun
- Untuk gerak rolling : katamaran harus memenuhi requirement
Sz(e) = S(e) x (a)2 ditentukan sebagai berikut :
(8) - Vd : 20 knot
a - Jumlah crew : 2 officer + 4 scientist
- Untuk gerak pitching : dan harus mampu membawa perlengkapan maupun
Sz(e) = S(e) x (a)2 outfitting sebagai berikut :
(9) - Data Processing : komputer dan printer
a - Coring : Grab Sampler

2.2.8 Perancangan Dibantu Komputer 4.1.2 Kapal Pembanding


Merancang menggunakan software merupakan salah Berikut ini adalah data mengenai kapal katamaran
satu pencapaian solusi berdasarkan kumpulan kasus-kasus tersebut :
yang telah dikumpulkan sebelumnya (Case Based Loa : 10.35 m
Reasoning). B : 3.20 m
H : 1.20 m
Maher (1995) mengklasifikasikan dimensi atau sudut T : 0,55 m
pandang terhadap CASD sebagai berikut : Vs : 20 knots
- Design generation vs design re-use Engine : 2 x 115 HP
- Conventional vs intelligent approaches
Berikut ini adalah data mengenai kapal monohull Model yang telah dirancang ini merupakan
tersebut : demihull. Sehingga perlu satu lambung lagi untuk
Loa : 10 m membuat katamaran. Hasil 2 kali displacement demihull
B : 2,2 m ini merupakan displacement katamaran (4,5 ton).
H : 1,1m
T : 0.5 m Tabel 4.6 Ukuran utama model kapal katamaran Menggunakan Maxsurf
Pro 11.12
Vs : 25 knots
Engine : 2 x 85 Hp Ukuran Utama C2
Crew : 6 persons LOA 10,5 m
LWL 10 m
4.2 Pemodelan Desain
Pemodelan kapal menggunakan Maxsurf Pro 11.12. B 3,6 m
Insell dan Molland (1992) menggunakan beberapa model H 1,2 m
dalam penelitiannya. Dalam hal ini penulis akan
T 0,5 m
mengadopsi salah satu model tersebut yaitu model C2.
Model ini perbandingan ukuran utamanya mendekati Cb 0,592
dengan kapal pembanding yang digunakan. CP 0,672
Tabel 4.1 Model demihull katamaran [Insell dan Molland, 1992] Cm 1,175
Model C2 C3 C4 C5 4,5 ton
L/B 10.0 7.0 9.0 11.0
B/T 1.6 2.0 2.0 2.0
L / Displ. 7.116 6.273 7.417 8.479
Cb 0.42844 0.397 0.397 0.397
Cp 0.667 0.693 0.693 0.693
Cm 0.667 0.565 0.565 0.565
A (m2) 0.42832 0.42834 0.338 0.276

4.2.1 Model Katamaran Gambar 4.2 Contoh model catamaran pada Maxsurf Pro
Untuk penggambaran awal model, disini
menggunakan bantuan MAXSURF FRO sehingga 4.2.2 Model Monohull
dihasilkan bentuk model yang dikehendaki. Berikut
gambar demihull. Tabel 4.10 Tabel ukuran utama monohull Menggunakan
maxsurf Pro 11.12
Tabel 4.2 Ukuran utama model demihull C2 Menggunakan Maxsurf Pro Ukuran Utama C2
11.12
LOA 10,5 m
Ukuran Utama C2
LWL 10 m
LOA 10,5 m
B 2,4 m
LWL 10 m
H 1,2 m
B 1,2 m
T 0,5 m
H 0,8 m
Cb 0,427
T 0,5 m
CP 0,695
Cb 0,427
Cm 0,678
CP 0,735
4,5 ton
Cm 0,582
2,5 ton

Gambar 4.3 Contoh model Monohull pada Maxsurf Pro

Gambar 4.1 Contoh model Demihull pada Maxsurf Pro


4.3 Rencana Garis dan Rencana Uumum 4.4.1 hambatan Pada Monohull
4.3.1 Rencana Garis
Hasil pemodelan dari Maxsurf Pro 11.12 baik untuk Tabel 4.20 Hullspeed Data Monohull
kapal monohull dan katamaran dipindah dan diedit ke
AutoCAD dengan cara diekspor menjadi tipe file .dxf
terlebih dahulu
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

BODY PLAN
Bulwark
A A

Hb Hb
s

Ht Ht

WL 0.5 m WL 0.5 m WL 0.5 m WL 0.5 m Bulwark


WL 0.4 m WL 0.4 m WL 0.4 m WL 0.4 m
WL 0.3 m WL 0.3 m WL 0.3 m WL 0.3 m

B WL 0.2 m
WL 0.1 m
WL 0.2 m
WL 0.1 m
WL 0.2 m
WL 0.1 m
WL 0.2 m
WL 0.1 m
B
Baseline Baseline Baseline Baseline
BL4 BL3 BL2 BL1 BL1 BL2 BL3 BL4
CL BL4 BL3 BL2 BL1 BL1 BL2 BL3 BL4

Hb
SHEER PLAN

Ht

BL4

WL 0.5 m WL 0.5 m
BL1

WL 0.4 m BL3 WL 0.4 m


BL2

WL 0.3 m WL 0.3 m

C WL 0.2 m WL 0.2 m
C
WL 0.1 m WL 0.1 m
Baseline Baseline
AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 FP

Baseline WL 0.5 m

HALF BREADTH PLAN WL 0.4 m Hb


WL 0.3 m Ht
BL4 BL4
WL 0.2 m
BL3 BL3
WL 0.1 m
BL2 BL2

BL1 BL1

D D
BL1 BL1

BL2 BL2

BL3 BL3

BL4 BL4

AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 FP

E E

RENCANA GARIS

Scale 1 : 40 Signature
Type katamaran
Length Over All (Loa) 10,5 Meter
Designed by muhammad bunari
Breadth (B) 3,6 Meter
Depth (H) 1,2 Meter
F Design Draft (T) 0,5 Meter
Approved by Ir. Agoes Santoso, MSc, M. phil
F
CB 0,588
Approved by Ir. Tony Bambang Musriyadi, PGD
VS 20 Knot

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Gambar 4.4 Contoh model Catamaran pada AutoCAD

4.3.2 Rencana Umum


Desain layout pada rencana umum menyesuaikan
dengan outfitting dan perlengkapan yang digunakan
untuk penelitian

Berikut ini adalah grafik tahanan yang dihasilkan


dengan fitur hullspeed pada Sofware Maxsurf beserta
grafik Speed Power Prediction

Gambar 4.13 Center well pada katamaran

4.4 Perhitungan Hambatan


Pada pengerjaan ini digunakan metode holtrop
karena tipe kapal kapal yang dirancang adalah tipe
displasement hull yang dimana perhitungan tahanannya
hanya bisa dikerjakan dengan menggunakan metode
tersebut.

Tabel 4.18 Perbandingan WSA monohull, demihull dan katamaran Gambar 4.15. Grafik Tahanan Vs speed
WSA WSA
Tabel 4.21 besar nilai tahanan & power
Monohull WSA Demihull Katamaran
(M2) (m2) (m2)
20,119 12,95 34,45
Gambar 4.16. Grafik Power Vs speed

4.4.2 hambatan Pada Catamaran Gambar 4.17. Grafik Power Vs speed

Tabel 4.22 Hullspeed Data Catamaran 4.5. Perhitungan Stabilitas


Pada pemodelan dengan menggunakan Maxsurf Pro
11.12 didapatkan letak titik CG kapal monohull dan
katamaran. Letak titik CG ini digunakan untuk
perhitungan stabilitas sebagai sumbu gerak oleng.

Tabel 4.28 Letak titik CG dengan menggunakan Maxsurf Pro 11.12


VCG TCG LCB(m)
LCG(m) (m) (m)
Katamaran 5,432 0,838 0,00 4,422
Monohull 4,765 0,537 0,00 5,082
Berikut ini adalah grafik tahanan yang dihasilkan
dengan fitur hullspeed pada Sofware Maxsurf beserta
grafik Speed Power Prediction. 4.6. Perhitungan Seakeeping
Dalam data Badan Meteorologi dan Geofisika
didapatkan data karakteristik perairan sebagai berikut :

Tabel 4.30 Data karakteristik perairan Bengkalis Riau


Period
Kecep Kecepat Panjang
Tinggi e
atan an Gelomb
Arah Gelomb Gelom
angin Gelomb ang
angin ang bang
ang
Hw (m) Tw
(Knot) Vw (m/s) Lw (m)
(sec)
20 udara 1,75 4,5 14 2,95

Gambar 4.17. Grafik Tahanan Vs speed Data tersebut digunakan sebagai input pada
perhitungan seakeeping dengan menggunakan software
Tabel 4.23 besar nilai tahanan & power Seakeeper 9.6. Batasan lain yang akan dianalisis adalah :
V = 0 knot
V = 20 knot

4.7. Pemilihan Main Engine


Selanjutnya dilakukan pemilihan engine, Setelah
diketahui besar daya yang digunakan.

4.7.1.Main Engine Monohull


Setelah diketahui besar daya yang diperlukan oleh
usab untuk memenuhi kecepatannya, maka dapat
diketahui pemilihan mesin yang akan digunakan.
Adapun data mesin yang akan digunakan dalah
sebagai berikut:
- Merek : YANMAR
- Tipe : 6CHE3
- Power : 115 Hp
- RPM : 2250
- Berat : 700 kg
- Silinder : 6 in line
Tabel 4.24. Spesifikasi Main Engine Tabel 4.34 Perbandingan luas dek

Luas Deck Units


Monohall 21,22 m2
Katamaran 58,13 m2

4.9.1. Hambatan
Demihull merupakan sebuah monohull yang
ramping. Hambatan pada monohull dapat dihitung
menggunakan metode Holtrop.

4.7.2.Main Engine Catamaran


Setelah diketahui besar daya yang diperlukan oleh
usab untuk memenuhi kecepatannya, maka dapat
Gambar 4.23 Perbandingan hambatan monohull dan katamaran
diketahui pemilihan mesin yang akan digunakan. Adapun
data mesin yang akan digunakan dalah sebagai berikut:
- Merek : YANMAR 4.9.2. Stabilitas
- Tipe : 4LH-DTP Kapal yang berlayar akan mengalami gaya akibat
- Power : 140 Hp pengaruh gelombang. Gaya ini akan menyebabkan kapal
- RPM : 3300 oleng (heel) pada sudut tertentu. Keadaan ini dipengaruhi
- Berat : 360 kg oleh letak titik titik CG (centre of gravity), CF (centre of
- Silinder : 4 in line fluotation), CB (centre of buoyancy), dan metasentra.

Tabel 4.25. Spesifikasi Main Engine

Gambar 4.24 Perbandingan intact stability monohull dengan katamaran

4.9.3. Seakeeping
- Gerak heaving
- Respon heaving
- Gerak Rolling

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
4.9. Analisa Karakteristik hambatan, stsbilitas, dan Dari hasil perhitungan dan perancangan, dapat
seakeeping Kapal diambil kesimpulan sebagai berikut :
Kapal katamaran merupakan kapal multi-hull 1. Kapal monohull dan katamaran dapat direncanakan
dengan dua buah lambung demihull yang terisolasi oleh sebagai kapal riset. Dengan displacement yang sama
bridging deck. Kapal ini mempunyai karakteristik yang didapatkan ukuran utama kapal riset sebagai berikut:
unik yaitu luasan geladak yang lebih besar, stabilitas
oleng yang lebih baik, hambatan yang lebih kecil dan
seakeeping yang lebih baik daripada monohull.
Tabel 5.1 Ukuran utama kapal monohull dan katamaran dengan
displacement yang sama hasil perhitungan
MONOHULL KATAMARAN
LOA 10,5 m LOA 10,5 m
LWL 10 m LWL 10 m
B 2,4 m B 3,6 m
H 1,2 m H 1,2 m
T 0,5 m T 0,5 m
Cb 0,427 Cb 0,592
CP 0,695 CP 0,672
Cm 0,678 Cm 1,175
4,5 ton 4,5 ton

2. Dengan displacement yang sama akan diketahui


karakteristik hambatan, stabilitas dan seakeeping
masing-masing tipe kapal riset yang dirancang Baik
katamaran maupun monohull.

5.2 Saran
Dari pengerjaan tugas akhir ini serta kesimpulan di
atas, penulis dapat memberikan saran :
1. Penentuan kelas kapal berdasarkan klasifikasi
UNOLS membatasi ukuran panjang kapal yang
merupakan fungsi dari kedalaman perairan.
2. Kapal katamaran yang dirancang berpedoman
pada jarak S/L yaitu perbandingan antara jarak
separasi demihull dengan panjang kapal, yang
berpengaruh terhadap komponen pembentuk
hambatan katamaran.

DAFTAR PUSTAKA
Badan Meteorologi Dan klimotologi Geofisika. 2010.
Arah Angin Dan Karakteristik Perairan Di
Kepulauan Indonesia.
Bhattacaryya, R. 1978. Dynamics Of Marine Vehicles.
New York : John Willey & Sons Inc.