Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENDIDIKAN KESEHATAN PADA KLIEN DIABETES MELITUS

Dosen:

Ns. Pancaningsih., S.Kep., M.Kes.

Disusun Oleh:

Septi Pratiwi

34403015316

Tingkat III-C

AKADEMI KEPERAWATAN
JAYAKARTA PROVINSI DKI JAKARTA
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Diabetes Mellitus

Sub Pokok Bahasan : Senam Kaki Untuk Mencegah Luka Pada Penderita Diabetes Mellitus

Hari/ Tanggal : Kamis/ 09 November 2017

Waktu Pertemuan : 40 menit

Tempat : Rumah Tn.S Rt 05/ Rw 05 Kelurahan Ciracas

Sasaran : Penderita Diabetes Mellitus

Penyaji : Septi Pratiwi

1. Latar Belakang

Salah satu komplikasi menahun dari DM adalah kelainan pada kaki yang disebut
sebagai kaki diabetik. Menurut dr Sapto Adji H SpOT dari bagian bedah ortopedi Rumah
Sakit Internasional Bintaro (RSIB), komplikasi yang paling sering dialami pengidap
diabetes adalah komplikasi pada kaki (15 persen) yang kini disebut kaki diabetes.

Di negara berkembang prevalensi kaki diabetik didapatkan jauh lebih besar


dibandingkan dengan negara maju yaitu 2-4%, prevalensi yang tinggi ini disebabkan
kurang pengetahuan penderita akan penyakitnya, kurangnya perhatian dokter terhadap
komplikasi ini serta rumitnya cara pemeriksaan yang ada saat ini untuk mendeteksi
kelainan tersebut secara dini.

Pengelolaan kaki diabetes mencakup pengendalian gula darah,


debridemen/membuang jaringan yang rusak, pemberian antibiotik, dan obat-obat
vaskularisasi serta amputasi. Komplikasi kaki diabetik adalah penyebab amputasi
ekstremitas bawah nontraumatik yang paling sering terjadi di dunia industri. Sebagian
besar komplikasi kaki diabetik mengakibatkan amputasi yang dimulai dengan
pembentukan ulkus di kulit. Risiko amputasi ekstremitas bawah 15 46 kali lebih tinggi
pada penderita diabetik dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes
mellitus. Lagi pula komplikasi kaki adalah alasan tersering rawat inap pasien dengan
diabetes, berjumlah 25% dari seluruh rujukan diabetes di Amerika Serikat dan Inggris.

Dalam hal antisipasi untuk pencegahan komplikasi pada penderita diabetes tipe II
ini, akan dilakukan penyuluhan kesehatan yang menyangkut tentang apa saja cara
mencegah atau setidaknya menghambat munculnya komplikasi dari Diabetes. Diperlukan
kerjasama yang baik antara penderita diabetes tipe II dengan pengelola/ penyuluh.

2. Tujuan
1) Tujuan Umum

Setelah dilakukannya penyuluhan kesehatan tentang senam kaki untuk


mencegah gangren pada penderita Diabetes Mellitus, diharapkan peserta dapat
memahami cara mencegah komplikasi DM salah satunya dengan senam kaki.

2) Tujuan Khusus

Setelah dilakukannya penyuluhan kesehatan tentang senam kaki untuk


mencegah komplikasi gangren, diharapkan penderita dapat:

a. Menyebutkan kembali tentang pengertian dan penyebab diabetes mellitus


b. Menyebutkan kembali tentang komplikasi gangren
c. Menyebutkan tujuan senam kaki dan melakukan kembali cara senam kaki

3. Sub Pokok Pembahasan


1) Pengertian dan penyebab diabetes mellitus
2) Komplikasi gangren kaki diabetes mellitus
3) Senam kaki untuk mencegah gangren

4. Media dan Alat


1) Leaflet
2) Lembar balik
5. Metode
1) Ceramah
2) Demonstrasi
3) Tanya jawab

6. Susunan Kegiatan

No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta


1. 5 menit 1. Pembukaan a. Menjawab salam dan
a. Memperkenalkan diri mendengarkan
b. Menjelaskan tujuan dari
penyuluhan.
c. Melakukan kontrak
waktu.
d. Menyebutkan materi
penyuluhan yang akan
diberikan

2. 30 menit 2. Pelaksanaan a. Mendengarkan dengan


a. Menjelaskan pengertian penuh hikmat
dan penyebab DM b. Berperan aktif memberikan
b. Menjelaskan komplikasi respon terhadap interaksi
gangren pada penderita yang diberikan saat
DM penyuluhan berlangsung
c. Menjelaskan tujuan
senam kaki dan
mendemonstrasikan
senam kaki
d. Melakukan
re-demonstrasi dengan
peserta penyuluhan
3. 5 menit 3. Evaluasi dan Penutup a. Menjawab dan
a. Menanyakan pada menjelaskan secara
peserta tentang materi singkat materi yang
yang telah diberikan telah diberikan
b. Mengevaluasi peserta b. Mendengarkan dan
atas penjelasan yang memperhatikan
disampaikan dan c. Menjawab salam
penyuluh menanyakan
kembali tentang materi
penyuluhan
c. Mengucapkan
terimakasih serta salam
penutup

7. Evaluasi
a) Sasaran mengetahui penyebab diabetes mellitus
Pertanyaan : Apa penyebab dari diabetes mellitus?
Jawaban :

b) Sasaran mengetahui Komplikasi dari diabetes mellitus


Pertanyaan : Apa Komplikasi yang timbul dari diabetes mellitus?
Jawaban :

c) Sasaran mengetahui tujuan senam kaki diabetic


Pertanyaan : Apa tujuan dilakukannya senam kaki diabetic?
Jawaban :
LAMPIRAN MATERI
DIABETES MELLITUS

1) Pengertian Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang
tinggi yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin atau gangguan kerja
insulin atau keduanya. Tubuh pasien dengan diabetes mellitus tidak dapat
memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh organ
pankreas, sehingga kadar gula darah meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi
jangka pendek maupun jangka panjang pada pasien tersebut.

Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan


kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemi, yang menimbulkan berbagai
komplikasi kronik yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau
kedua-duanya. Diabetes Mellitus juga sering disebut sebagai The great imitator
karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai
macam keluhan dan gejala yang sangat bervariasi. Seringkali orang menganggap
penyakit Diabetes Mellitus disebabkan oleh faktor keturunan saja, padahal faktor
utama penyebab diabetes justru merupakan pola hidup tidak sehat seperti
mengkonsumsi makanan tinggi kalori, obesitas, rendah serat dan jarang berolahraga.

Diabetes yang berlangsung secara kronik dan menimbulkan komplikasi dapat


menimbulkan kelainan di kaki yang disebut kaki diabetik. Kaki diabetik ini
sebenarnya merupakan kumpulan beberapa gejala komplikasi di kaki, sehingga juga
disebut dengan sindroma kaki diabetik. Komplikasi kaki yang paling serius akibat
diabetes adalah timbulnya ulkus (luka tukak terbuka) di kaki, infeksi kaki, dan
kelainan sendi di kaki (artropati).

2) Penyebab Diabetes Mellitus


Penyebab Diabetes Mellitus adalah kurangnya produksi dan ketersediaan insulin
dalam tubuh yang mencukupi maka tidak dapat bekerja secara normal atau terjadinya
gangguan fungsi insulin. Insulin berperan utama dalam mengatur kadar glukosa
dalam darah, yaitu 60-120 mg/dl waktu puasa dan dibawah 140 mg/dl pada 2 jam
setelah makan (orang normal).
Kekurangan insulin disebabkan karena terjadinya kerusakan sebagian kecil atau
sebagian besar dari sel-sel beta pulau Langerhans dalam kelenjar pancreas yang
berfungsi menghasilkan insulin. Ada beberapa faktor yang menyebabkan DM sebagai
berikut:
a. Genetik atau Faktor keturunan
Diabetes mellitus cenderung diturunkan atau diwariskan, bukan ditularkan.
Anggota keluarga penderita DM memiliki kemungkinan lebih besar terserang
penyakit ini dibandingkan dengan anggota keluarga yang tidak menderita DM.
Para ahli kesehatan juga menyebutkan DM merupakan penyakit yang terpaut
kromosom seks. Biasanya kaum laki-laki menjadi penderita sesungguhnya,
sedangkan kaum perempuan sebagai pihak yang membawa gen untuk diwariskan
kepada anak-anaknya. (Maulana, 2008)
b. Asupan Makanan
Diabetes Melitus dikenal sebagai penyakit yang berhubungan dengan asupan
makanan, baik sebagai faktor penyebab maupun pengobatan. Asupan makanan
yang berlebihan merupakan faktor resiko pertama yang perlu diketahui
menyebabkan DM. Salah satu asupan makanan tersebut yaitu asupan karbohidrat.
Semakin berlebihan asupan makanan semakin besar kemungkinan terjangkitnya
DM.
c. Obesitas
Retensi insulin paling sering dihubungkan dengan kegemukan atau obesitas. Pada
kegemukan atau obesitas, sel-sel lemak juga ikut gemuk dan sel seperti ini akan
menghasilkan beberapa zat yang digolongkan sebagai adipositokin yang
jumlahnya lebih banyak dari keadaan pada waktu tidak gemuk. Zat itu yang
menyebabkan resistensi terhadap insulin.

3) Komplikasi Gangren Kaki Diabetes Mellitus

Salah satu komplikasi yang sangat ditakuti penderita diabetes adalah kaki
diabetic atau sering dikenal dengan gangren atau ulkus kaki. Komplikasi ini terjadi
karena terjadinya kerusakan saraf, pasien tidak dapat membedakan suhu panas dan
dingin, rasa sakit pun berkurang. Kaki diabetik adalah kelainan pada tungkai bawah
yang merupakan komplikasi kronik diabetes mellitus.

Gangren adalah luka yang dapat membusuk dan melebar, ditandai dengan
jaringan yang mati berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau. Pada umumnya luka
gangren terdapat di kaki. Resiko terjadinya gangren dapat dicegah apabila penderita
diabetes mellitus merawat kakinya dengan baik.

Ulkus kaki adalah luka tukak terbuka (menganga) di kaki dimana kita dapat
melihat jaringan di bawahnya, dan sebagian besar ulkus kaki timbul di tungkai bagian
bawah dan kaki. Luka di kaki biasanya diawali dengan luka yang kecil, atau bahkan
luka akibat gigitan nyamuk yang digaruk terlalu keras. Pada keadaan normal luka di
kaki dapat sembuh sendiri dengan cepat, tetapi pada penderita diabetes tertentu luka
tersebut tidak menyembuh dan dapat timbul ulkus. Luka ulkus memudahkan
timbulnya infeksi, sehingga memperparah keadaan. Dilaporkan bahwa 1 di antara 10
penderita diabetes akan mengalami komplikasi kaki diabetik.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan penderita diabetes cenderung mudah


terkena ulkus kaki yaitu:

a. Kepekaan saraf raba di kaki berkurang.


Pada penderita diabetes, kadar glukosa tinggi yang timbul secara kronik untuk
jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan saraf tepi, dan
menyebabkan neuropati perifer atau neuropati diabetik.

Saraf-saraf tepi (saraf perifer) ini menyalurkan sensasi rasa raba dan nyeri dari
kaki ke otak, tetapi jika sensasi tersebut terganggu atau hilang, maka penderita
diabetes tidak dapat menyadari adanya kelainan atau gangguan di kaki. Sebagai
contoh: jika seorang penderita diabetes terkena luka atau mempunyai luka lepuh
akibat memakai sepatu yang terlalu ketat, penderita bersangkutan tidak
menyadari bahwa dirinya terluka. Hal ini menyebabkan penderita diabetes
cenderung mudah terkena luka, memar, atau luka lepuh lain. Luka yang tidak
disadari atau dibiarkan tersebut dapat memburuk dan menjadi luka ulkus.
b. Penyempitan pembuluh darah di kaki.
Diabetes meningkatkan risiko timbulnya penyempitan pembuluh darah arteri
disebabkan penumpukan lemak yang disebut ateroma di lapisan dalam dinding
pembuluh darah. Sumbatan ini menyebabkan aliran darah ke bagian tertentu dari
tubuh berkurang.

Pembuluh darah arteri di kaki seringkali terkena dan menyebabkan berkurangnya


aliran darah ke kaki. Jaringan kulit dengan suplai darah yang buruk
menyebabkan luka sulit menyembuh dan cenderung lebih mudah rusak. Karena
itu, meskipun penderita diabetes terkena luka yang kecil atau ringan, proses
penyembuhannya lebih lambat, dan cenderung memburuk dan menjadi luka
ulkus. Selain itu, jika saraf raba terganggu, keadaan ini dapat memperparah
keadaan.

Untuk mencegah terjadinya masalah kaki pada pasien DM, langkah pertama
yang harus dilakukan adalah mengendalikan kadar gula darah seoptimal mungkin dan
berhenti merokok. Selain itu, pasien DM juga harus membiasakan diri merawat
kakinya.

4) Senam Kaki Untuk Mencegah Gangren Diabetes Mellitus

Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes
melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah
bagian kaki.

Senam kaki adalah latihan menggerakan lutut, kaki, telapak kaki, dan jari-jari
kaki yang ditujukan kepada penderita diabetes mellitus.

Senam kaki ini sangat dianjurkan untuk penderita diabetes yang mengalami
gangguan sirkulasi darah dan neuropathy di kaki, tetapi disesuaikan dengan kondisi
dan kemampuan tubuh penderita. Latihan senam kaki DM ini dapat dilakukan dengan
cara menggerakkan kaki dan sendi-sendi kaki misalnya berdiri dengan kedua tumit
diangkat, mengangkat dan menurunkan kaki. Gerakan dapat berupa gerakan
menekuk, meluruskan, mengangkat, memutar keluar atau ke dalam dan mencengkram
pada jari-jari kaki.

Adapun tujuan yang diperoleh setelah melakukan senam kaki ini adalah
memperbaiki sirkulasi darah pada kaki pasien diabetes, sehingga nutrisi lancar
kejaringan tersebut. Gerakan dalam senam kaki DM tersebut seperti yang
disampaikan dalam 3rd National Diabetes Educators Training Camp tahun 2005
dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah di kaki. Bisa mengurangi keluhan dari
neuropathy sensorik seperti: rasa pegal, kesemutan, di kaki. Manfaat dari senam kaki
DM yang lain adalah dapat memperkuat otot-otot kecil, mencegah terjadinya kelainan
bentuk kaki, meningkatkan kekuatan otot betis dan paha (gastrocnemius, hamstring,
quadriceps), dan mengatasi keterbatasan gerak sendi.

Senam kaki DM dapat menjadi salah satu alternatif bagi pasien DM untuk
meningkatkan aliran darah dan memperlancar sirkulasi darah, hal ini membuat lebih
banyak jala-jala kapiler terbuka sehingga lebih banyak reseptor insulin yang tersedia
dan aktif. Kondisi ini akan mempermudah saraf menerima nutrisi dan oksigen yang
mana dapat meningkatkan fungsi saraf.

Latihan seperti senam kaki DM dapat membuat otot-otot di bagian yang


bergerak berkontraksi. Kontraksi otot ini akan menyebabkan terbukanya kanal ion,
menguntungkan ion positif dapat melewati pintu yg terbuka. Masuknya ion positif itu
mempermudah aliran penghantaran impuls saraf.

Secara garis besar tujuan dari senam kaki diabetik adalah:


a. Memperbaiki sirkulasi darah
b. Memperkuat otot-otot kecil
c. Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
d. Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
e. Mengatasi keterbatasan gerak sendi

Langkah-langkah senam kaki untuk diabetes mellitus:


Siapkan kursi dan kertas koran 2 lembar
1) Duduk tegak di kursi dengan tidak bersandar pada kursi, dan usahakan lantai
yang rata.
2) Letakan tumit di lantai, angkat ujung kaki lalu gerakan jari-jari kaki
mencengkram ke bawah seperti cakar ayam kemudian luruskan kembali,
lakukan selama 10 kali.
3) Letakan tumit di lantai, angkat ujung kaki kemudian letakan kembali, lalu
angkat tumit dan letakan kembali seperti jungkat-jungkit, lakukan selama 10
kali.
4) Angkat ujung kaki, putar pergelangan kaki kearah luar, kemudian letakan
kembali dan geser ke tengah, lakukan selama 10 kali.
5) Ujung kaki menempel dilantai, tumit diangkat dan buat gerakan memutar
pada pergelangan kaki kemudian letakan kembali dan geser ke tengah,
lakukan selama 10 kali.
6) Angkat salah satu kaki, gerakan jari-jari kaki, secara bergantian selama
masing-masing 10 kali.
7) Angkat salah satu kaki, gerakan pergelangan kaki ke depan dan ke
belakang, secara bergantian, masing-masing selama 10 kali
8) Angkat salah satu kaki, putar pada pergelangan kaki, buat gerakan diudara
menuliskan angka 0 9, dilakukan secara bergantian.
9) Angkat kedua kaki lurus kedepan, gerakan kedua jari-jari kaki
mencengkram seperti cakar ayam, lakukan selam 10 kali.
10) Angkat kedua kaki lurus kedepan, gerakan pada pergelangan kaki ke depan
dan ke belakang, lakukan selama 10 kali.
11) Letakan selembar koran dilantai, bentuk koran tersebut membentuk bola
dengan kedua kaki.
12) Buka kembali koran yang telah dibentuk bola menjadi lembaran, licinkan
dengan kedua kaki.
13) Robek koran menjadi 2 bagian, dengan kaki kiri menahan koran dan jari-jari
kaki kanan mencengkram koran kebawah agar tersobek.
14) Sobek-sobek 1 bagian koran menjadi bagian kecil-kecil dan biarkan bagian
koran satunya utuh.
15) Kumpukan sobekan koran kecil, lalu letakan pada koran yang utuh dengan
kedua kaki.
16) Bungkus semuanya dengan menggunakan kedua kaki membentuk bola, lalu
angkat dengan kedua kaki dan pindahkan ke tempat sampah.
DAFTAR PUSTAKA

Maulana, Mirza. 2008. Mengenal Diabetes Melitus Panduan Praktis Menangani Penyakit
Kencing Manis. Yogyakarta:Katahati

Subekti, I. 2009. Buku Standar Operasional Prosedur Terapi Modalitas/ Tindakan


Keperawatan Keluarga, Gerontik & Komunitas. Malang : Poltekkes Malang

Tjokroprawiro, Askandar. 2011. Hidup sehat bersama diabetes: panduan lengkap pola
makan untuk penderita diabetes. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Tobing, Ade. et al. 2008. Care your self: Diabetes Mellitus. Jakarta: Penebar Plus.