Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

PENENTUAN pH ASAM ASETAT PADA BERBAGAI KONSENTRASI

Dosen Pengampu : Dr. Hari Sutrisno, M.Si

Disusun oleh :
ANGGUUN DWI ASTININGSIH
17728251016
PENDIDIKAN KIMIA A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 1


PERCOBAAN 2
PENENTUAN pH ASAM ASETAT PADA BERBAGAI KONSENTRASI

A. TUJUAN
Berdasarkan percobaan yang dilakukan bertujuan untuk menentuka pH dari asam
asetat pada berbagai konsentrasi dan menentukan Ka Asam Asetat.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Asam Asetat
Asam asetat atau acetic acid atau ethanoic acid adalah senyawa organik yang
termasuk dalam golongan carboxylic acid dengan gugus fungsinya adalah:

C OH

Sedangkan rumus kimia dari asam asetat adalah sebagai berikut :


O

CH3 C OH

Acetic acid adalah monoprotic acid yang lemah, sehingga hanya sebagian kecil ion saja yang
dapat terdisosiasi dalam air dan reaksi ini ada kesetimbangannya dapat bergeser ke kiri atau
ke kanan tergantung pada kondisi dari reaksi. Proses terdisosiasinya asam asetat dalam air
dapat digambarkan seperti berikut:
CH3COOH (aq) + H2O (aq) H3O+ (aq) + CH3COO- (aq)
Karakteristik dari carboxylic acid yaitu gugus OH- tidak berperilaku seperti basa ion
hidroksida OH-. Hal ini terjadi karena oksigen memiliki sifat kelektronegatifan yang tinggi
sehingga dengan adanya dua atom oksigen pada carboxylic acid akan membantu membawa
ekstra muatan negatif yang menyebabkan atom hidrogen terdisosiasi. Hal inilah yang
menyebabkan carboxylic acid berperilaku seperti asam dan tidak seoerti basa seperti pada
gambar 2.1.

Gambar 2.1 Terdisosiasinya carboxylic acid membentuk H+ dan bukan OH- sehingga tergolong
sebagai asam dan bukan basa. (Chang, 2005)

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 2


Tabel 2.1 Karakteristik dari Carboxylic Acid
Polaritas gugus fungsi Karena adanya ikatan polar OH dan C=O maka
carboxylic acid adalah senyawa polar.
Ikatan hidrogen Ikatan hidrogen antara carboxylic acid molekul juga
kuat dan ikatan hidrogen ini juga terjadi antara
carboxylic acid dengan air.
Solubility dalam air carboxylic acid yang berat molekulnya rendah sangat
soluble dalam air dan solubilitasnya akan semakin
turun dengan bertambahnya jumlah atom karbon.
Titik leleh dan titik didih Ikatan hidrogen yang kuat antar molekul menyebabkan
titik leleh dan didih dari carboxylic acid sangat tinggi.
Kekuatan asam lemah sangat beragam karena beragamnya derajat ionisasi. Terbatasnya
ionisasi asam lemah berkaitan dengan konstanta kesetimbangan ionisasinya. Untuk asam
monoprotik seperti asam asetat, konsentrasi asam yang mengalami ionisasi sama dengan
konsentrasi ion H+. Banyaknya asam lemah yang terioniasi bergantung pada konsentrasi awal.
Semakin encer larutan, semakin besar persen ioniasi. Berdasarkan asas Le Chatelier bila suatu
asam diencerkan, mula-mula jumlah partikel (molekul asam yang tidak terionisasi) perunit
volume akan menurun. Ketika pengenceran kesetimbangan bergeser dari asam yang tidak
terionisasi ke H+dan basa konjugatnya untuk menghasilkan partikel ion sehingga nilai pH
semakin naik. Konstanta ionisasi asam lemah asam asetat yaitu 1,754 x 10-5 atau pembulatan
menjadi Ka asam asetat = 1,8 x 10-5 (Chang, 2005).
Jumlah fraksi molekul yang terurai menjadi ion-ion disebut derajat ionisasi ().
Persamaan reaksi pada asam asetat yaitu :
CH3COOH (aq) + H2O (l) CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
Atau lebih sederhananya,
CH3COOH (aq) CH3COO-(aq) + H+(aq)
Konstanta kesetimbangan untuk ionisasi asam ini, yang kita namakan konstanta ionisasi
asam, Ka, dinyatakan sebagai berikut:

[3 ]+ [CH3 COO ] []+ [CH3 COO ]


= [CH3 COOH]
atau = [CH3 COOH]

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 3


Asam-Basa
Teori asam basa yang paling sederhana pada awalnya dikemukakan oleh Svante
Arrhenius pada tahun 1884. Menurut arrhenius, asam adalah spesies yang mengandung ion-
ion hidrogen, H+ atau H3O+ ; dan basa mengandung ion-ion hidrosida, OH-. (Sugiyarto, 2004).
Asam Arrhenius dirumuskan sebagai HxZ yang dalam air mengalami ionisasi
sebagai berikut :

Jumlah ion H+ yang dapat dihasilkan oleh 1 molekul asam disebut valensi asam.
Sedangkan ion negatif yang terbentuk dari asam setelah melepas ion H+ disebut ion sisa
asam. Nama asam sama dengan nama ion sisa asam dengan didahului kata asam.
Basa Arrhenius adalah hidroksida logam, M(OH)x, yang dalam air terurai sebagai
berikut:

Jumlah ion OH- yang dapat dilepaskan oleh satu molekul basa disebut valensi basa.
Asam kuat dan basa kuat terionisasi seluruhnya dalam air, sedangkan asam lemah dan basa
lemah terionisasi sebagian dalam air.
pH suatu larutan didefinisikan sebagai logaritma negatif dari konsentrasi ion
hidrogen (dalam mol per liter) :
pH = - log [H3O+] atau pH = -log [H+]
pH suatu larutan akan meningkat seiring menurunya konsentrasi [H+] sehingga pH disebut
juga derajat atau ukuran keasaman suatu zat (Sugiyarto, 2004).
Asam kuat terionisasi seluruhnya, sehingga reaksi ionisasinya adalah reaksi yang
berkesudahan.
Contoh : HCl (aq) H+ (aq) + Cl- (aq)
Sebaliknya, asam lemah terionisasi sebagian sehingga membentuk reaksi
kesetimbangan. Contoh : CH3COOH (aq) CH3COO- (aq) + H+ (aq) Secara umum, ionisasi
asam lemah valensi satu dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:

Pada reaksi ionisasi asam lemah valensi satu, [H+ ] = [A- ]. Apabila konsetrasi awal
[HA] adalah sebesar M, maka :

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 4


dengan: Ka= tetapan ionisasi asam M = konsentrasi asam ( satuannya M atau mol/liter) Makin
kuat asam, maka semakin banyak ion yang terbentuk, sehingga harga Ka semakin besar. Oleh
karena itu, harga Ka merupakan ukuran kekuatan asam. (Sugiyarto, 2004).
Tetapan Kesetimbangan Asam-Basa
Tingkat kekuatan suatu asam melukiskan ukuran tingkat kemudahan ion hidrogen
yang dapat dilepaskan dari spesies yang bersangkutan. Ukuran yang umum adalah
perbandingannya relatif terhadap air dalam hal tetapan kesetimbangan. Untuk asam, tetapan
ini diidentifikasi sebagai tetapan ionisasi asam, . Reaksi kesetimbangan asam dengan
rumus HA adalah:
HA (aq) + H2O (l) H3O+ (aq) + A- (aq)
[H3O+ ] [A ]
sehingga rumusan tetapan kesetimbangan ionisasinya adalah: = [HA]

karena nilai tetapanmelibatkan numerik dengan pangkat/eksponen sangat kecil hingga sangat
besar, maka ukuran kuantitatif kekuatan asam lebih sering dinyatakan dalam p (p= potent),
dengan p = - log .
Tingkat kekuatan suatu basa, tetapan keseimbangan diidentifikasi sebagai tetapan
ionisasi basa, . Reaksi keseimbangan basa dengan rumus A- dapat dituliskan:
A- (aq) + H2O (l) HA (aq) + OH- (aq)
[HA] [OH ]
Oleh karena itu, rumusan tetapan keseimbangan ionisasinya adalah: = [A ]

dan secara sama p = - log . (Sugiyarto, 2004)


C. ALAT DAN BAHAN
Alat :
1. pH-meter 1 buah
2. Labu takar 100 ml 1 buah
3. Gelas beaker 50 ml 5 buah
4. Gelas ukur 20 ml 2 buah
5. Ball pipet 1 buah
Bahan :
1. Asam Asetat dengan konsentrasi masing-masing : 2 M; 10-1 M; 10-2 M; 10-3 M; 10-4 M;
dan 10-6 M
2. Aquades
3. larutan standar untuk mengkalibrasi pH meter

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 5


D. PROSEDUR CARA KERJA
Prosedur cara kerja :
1) Konsentrasi Asam Asetat 10-1 M
Disediakan larutan Asam Asetat dengan konsentrasi bakunya 2 M kemudian
diencerkan dengan menjadi larutan asam asetat dengan konsentrasi 10-1 M
digunakan rumus V1 . M1 = V2 . M2 dengan volume pengenceran 100 ml sehingga
didapat volume larutan bakunya diambil sebesar 5 ml menggunakan ball pipet
untuk pengenceran pada labu ukur 100 ml selanjutnya diencerkan ditambah
aquades sampai tanda batas pada labu ukur 100 ml, dilarutkan secara homogen
atau sempurna minimal larutan tersebut pada labu ukur digoyangkan 20kali
supaya larut sempurna atau homogen dan didapatlah larutan asam asetat
konsentrasi 10-1 M. Larutan asam asetat yang sudah dilarutkan kemudian
dituangkan pada gelas beker 50 ml untuk diukur pH nya. Sisa larutan asam asetat
konsentrasi 10-1 M yang sudah dilarutkan tersebut digunakan untuk pengenceran
pada larutan asam asetat konsentrasi berikutnya (konsentrasi 10-2 M).
2) Konsentrasi Asam Asetat 10-2 M
Sisa larutan asam asetat 10-1 M kemudian diencerkan dengan menjadi larutan
asam asetat konsentrasi 10-2 M digunakan rumus V1 . M1 = V2 . M2 dengan
volume pengenceran 100 ml sehingga didapat volume larutan Konsentrasi Asam
Asetat 10-1 M diambil sebesar 10 ml menggunakan ball pipet untuk pengenceran
dituangkan pada labu ukur 100 ml selanjutnya diencerkan ditambah aquades
sampai tanda batas pada labu ukur 100 ml, dilarutkan secara homogen atau
sempurna minimal larutan tersebut pada labu ukur digoyangkan 20kali supaya
larut sempurna atau homogen dan didapatlah larutan asam asetat konsentrasi 10-2
M. Larutan asam asetat yang sudah dilarutkan kemudian dituangkan pada gelas
beker 50 ml untuk diukur pH nya. Sisa larutan asam asetat konsentrasi 10-2 M
yang sudah dilarutkan tersebut digunakan untuk pengenceran pada larutan asam
asetat konsentrasi berikutnya (konsentrasi 10-3 M).
3) Konsentrasi Asam Asetat 10-3 M
Sisa larutan asam asetat 10-2 M kemudian diencerkan dengan menjadi larutan
asam asetat konsentrasi 10-3 M digunakan rumus V1 . M1 = V2 . M2 dengan
volume pengenceran 100 ml sehingga didapat volume larutan Konsentrasi Asam
Asetat 10-2 M diambil sebesar 10 ml menggunakan ball pipet untuk pengenceran
dituangkan pada labu ukur 100 ml selanjutnya diencerkan ditambah aquades
sampai tanda batas pada labu ukur 100 ml, dilarutkan secara homogen atau
sempurna minimal larutan tersebut pada labu ukur digoyangkan 20kali supaya
larut sempurna atau homogen dan didapatlah larutan asam asetat konsentrasi 10-3
M. Larutan asam asetat yang sudah dilarutkan kemudian dituangkan pada gelas
beker 50 ml untuk diukur pH nya. Sisa larutan asam asetat konsentrasi 10-3 M
yang sudah dilarutkan tersebut digunakan untuk pengenceran pada larutan asam
asetat konsentrasi berikutnya (konsentrasi 10-4 M).
4) Konsentrasi Asam Asetat 10-4 M
Sisa larutan asam asetat 10-3 M kemudian diencerkan dengan menjadi larutan
asam asetat konsentrasi 10-4 M digunakan rumus V1 . M1 = V2 . M2 dengan

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 6


volume pengenceran 100 ml sehingga didapat volume larutan Konsentrasi Asam
Asetat 10-3 M diambil sebesar 10 ml menggunakan ball pipet untuk pengenceran
dituangkan pada labu ukur 100 ml selanjutnya diencerkan ditambah aquades
sampai tanda batas pada labu ukur 100 ml, dilarutkan secara homogen atau
sempurna minimal larutan tersebut pada labu ukur digoyangkan 20kali supaya
larut sempurna atau homogen dan didapatlah larutan asam asetat konsentrasi 10-4
M. Larutan asam asetat yang sudah dilarutkan kemudian dituangkan pada gelas
beker 50 ml untuk diukur pH nya. Sisa larutan asam asetat konsentrasi 10-4 M
yang sudah dilarutkan tersebut digunakan untuk pengenceran pada larutan asam
asetat konsentrasi berikutnya (konsentrasi 10-6 M).
5) Konsentrasi Asam Asetat 10-6 M
Sisa larutan asam asetat 10-4 M kemudian diencerkan dengan menjadi larutan
asam asetat konsentrasi 10-6 M digunakan rumus V1 . M1 = V2 . M2 dengan
volume pengenceran 100 ml sehingga didapat volume larutan Konsentrasi Asam
Asetat 10-4 M diambil sebesar 1 ml menggunakan ball pipet untuk pengenceran
dituangkan pada labu ukur 100 ml selanjutnya diencerkan ditambah aquades
sampai tanda batas pada labu ukur 100 ml, dilarutkan secara homogen atau
sempurna minimal larutan tersebut pada labu ukur digoyangkan 20kali supaya
larut sempurna atau homogen dan didapatlah larutan asam asetat konsentrasi 10-6
M. Larutan asam asetat yang sudah dilarutkan kemudian dituangkan pada gelas
beker 50 ml untuk diukur pH nya.

E. HASIL PRAKTIKUM DAN PERHITUNGAN


1. Hasil Pengukuran dan Pengamatan
Data Hasil pengukuran sebagai berikut:
Konsentrasi
Volume (ml) pH
CH3COOH (M)
10-1 100 2,7
10-2 100 3,5
10-3 100 5,8
10-4 100 6,0
10-6 100 6,6
Pengenceran Larutan Asam Asetat menggunakan larutan baku yanng
disediakan konsentrasinya 2M
a) Konsentrasi Asam Asetat 10-1 M b) Konsentrasi Asam Asetat 10-2 M
V1 . M1 = V2 . M 2 V1 . M1 = V2 . M 2
V1 . 2 = 100 . 10-1 V1 . 10-1 = 100 . 10-2
10 1
V1 = = 5 ml V1 = = 10 ml
2 101

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 7


c) Konsentrasi Asam Asetat 10-3 M V1 . 10-3 = 100 . 10-4
V1 . M1 = V2 . M 2 102
V1 = = 10 ml
103
-2 -3
V1 . 10 = 100 . 10
e) Konsentrasi Asam Asetat 10-6 M
101
V1 = = 10 ml V1 . M1 = V2 . M 2
102

d) Konsentrasi Asam Asetat 10-4 M V1 . 10-4 = 100 . 10-6


V1 . M1 = V2 . M 2 104
V1 = = 1 ml
104

Perhitungan
Perhitungan pH Asam Kuat dan Asam Lemah secara teori dilakukan berdasarkan reaksi
berikut :
CH3COOH (aq) + H2O (aq) CH3COO- (aq) + H3O+ (aq)
[CH3COO ] [H3O+ ]
Maka: = [CH3COOH] [H2O]

[CH3COO ] [H3O+ ]
= [CH3COOH]

[H3O+ ]2
= [CH3COOH] , = 1,754 10-5

[H3O+]2 = . [CH3COOH] , untuk Asam Lemah


pH = - log [H3O+]
[H+] = M . , untuk Asam Kuat dengan M = [CH3COOH] ; pH = - log [H+]
Tabel Perhitungan pH secara teoritis:
No pH Asam Kuat pH Asam Lemah
1) Asam Asetat Konsentrasi 10-1 M
[H+] = M. [H3O+] = . [CH3COOH]
= 10-1 . 1 = 10-1
= 1,754 . 105 . 102 = 1,324 x 10-3
+
pH = - log [H ]
pH = - log [H3O+]
-1
= - log 10 = 1
= - log 1,324x10-3= 3 log 1,324
= 3 0,1218 = 2,878 = 2,88
2) Asam Asetat Konsentrasi 10-2 M
[H+] = M. [H3O+] = . [CH3COOH]
= 10-2 . 1 = 10-2
= 1,754 . 105 . 102 = 1,324 x 10-3,5
+
pH = - log [H ]
pH = - log [H3O+]
= - log 10-2 = 2
= - log 1,324 x 10-3,5= 3,5 log 1,324
= 3,5 0,1218 = 3,378 = 3,4

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 8


3) Asam Asetat Konsentrasi 10-3 M
[H+] = M. [H3O+] = . [CH3COOH]
= 10-3 . 1 = 10-3
= 1,754 . 105 . 103 = 1,324 x 10-4
+
pH = - log [H ]
pH = - log [H3O+]
-3
= - log 10 = 3
= - log 1,324 x 10-4= 4 log 1,324
= 4 0,1218 = 3,878 = 3,9
4) Asam Asetat Konsentrasi 10-4 M
[H+] = M. [H3O+] = . [CH3COOH]
= 10-4 . 1 = 10-4
= 1,754 . 105 . 104 = 1,324 x 10-4,5
pH = - log [H+]
pH = - log [H3O+]
-4
= - log 10 = 4
= - log 1,324 x 10-4,5 = 4,5 log 1,324
= 4,5 0,1218 = 4,378 = 4,4
5) Asam Asetat Konsentrasi 10-6 M
[H+] = M. [H3O+] = . [CH3COOH]
= 10-6 . 1 = 10-6
= 1,754 . 105 . 106 = 1,324 x 10-5,5
+
pH = - log [H ]
pH = - log [H3O+]
-6
= - log 10 = 6
= - log 1,324 x 10-5,5 = 5,5 log 1,324
= 5,5 0,1218 = 5,378
a. Perhitungan pH dan Ka Asam Asetat (CH3COOH)
Reaksi kesetimbangan asam asetat dalam air dari beberapa percobaan yang
dilakukan adalah sebagai berikut.
CH3COOH(aq) + H2O(l) CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
Dari persamaan reaksi di atas, diperoleh persamaan tetapan kesetimbangan asam
asetat (Ka) berikut.
[CH3 COO ][3 + ]
Ka = [H2O]CH3 COOH

[3 + ]2
Ka = CH3 COOH

[3 + ] = CH3 COOH
Sehingga, untuk menghitung harga pH digunakan persamaan berikut.
= log CH3 COOH = [3 + ]
Diketahui harga Ka CH3COOH sebesar 1,754 105 , maka
1) Untuk konsentrasi CH3 COOH sebesar 10-1 M
Diketahui : Ka = 1,754 x 10-5
Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 9
[CH3COOH] = 10-1 M
Ditanya : pH = ....?
Penyelesaian :
CH3COOH(aq) + H2O(l) CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
Awal : 10-1 - -
Reaksi : x x x
Setimbang : 10-1 x x x
[H3O+] [CH3COO-] = x
[CH3COOH] = 10-1- [H3O+]
[3 + ][3 ] [3 + ]2 2
Ka = Ka= =
[3 ] [3 ] 0,1

2
1,754 x 10-5 = 101

x2 + 1,754 x 10-5x 1,754 x10-6 = 0,


Kita dapat memecahkan persamaan kuadrat di atas dengan menggunakan rumus
kuadrat,
2 4
x= 2

x = [H3O ], a = 1, b = 1,754 x 10 , dan c = -1,754 x 10-6, substitusi ke rumus x, maka


+ -5

diperoleh [H3O+] = -1,33 x 10-3 dan 1,32 x 10-3


Jawaban pertama secara fisis tidak mungkin, sebab konsentrasi ion yang dihasilkan
sebagai akibat ionisasi tidak mungkin negatif. Jadi, jawabannya adalah akar yang nilainya
positif, yaitu, x = 1,32 x 10-3 M maka harga pH = 2,88.
2) Untuk CH3COOH konsentrasi 10-2 M
Diketahui : Ka = 1,754 x 10-5
[CH3COOH] = 10-2 M
Ditanyakan : pH = ....?
Penyelesaian :
CH3COOH(aq) + H2O(l) CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
Awal : 10-2 - -
Reaksi : x x x
Setimbang : 10-2 x x x
[H3O+] [CH3COO-] = x
[CH3COOH] = 10-2- [H3O+]
[3 + ][3 ] [ + ]2 2
Ka = Ka= [ 3]=0,01
[3 ] 3

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 10


2
1,754 x 10-5 = 102

x2 + 1,754 x 10-5x 1,754 x10-7 = 0,


Kita dapat memecahkan persamaan kuadrat di atas dengan menggunakan rumus
kuadrat,
2 4
x= 2

x = [H3O+], a = 1, b = 1,754 x 10-5, dan c = -1,754 x 10-7, substitusi ke rumus x, maka


diperoleh [H3O+] = -4,3 x 10-4 dan 4,1 x 10-4
Jawaban pertama secara fisis tidak mungkin, sebab konsentrasi ion yang dihasilkan
sebagai akibat ionisasi tidak mungkin negatif. Jadi, jawabannya adalah akar yang
nilainya positif, yaitu, x = 4,1 x 10-4 M maka harga pH = 3,4.
3) Konsentrasi CH3 COOH = 10-3 M
Diketahui : Ka = 1,754 x 10-5
[CH3COOH] = 10-3 M
Ditanyakan : pH = ....?
Penyelesaian :
CH3COOH(aq) + H2O(l) CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
Awal : 10-3 - -
Reaksi : x x x
Setimbang : 10-3 x x x
[H3O+] [CH3COO-] = x
[CH3COOH] = 10-3- [H3O+]
[3 + ][3 ] [ + ]2 2
Ka = Ka= [ 3]=0,001
[3 ] 3

2
1,754 x 10-5 = 103

x2 + 1,754 x 10-5x 1,754 x10-8 = 0,


Kita dapat memecahkan persamaan kuadrat di atas dengan menggunakan rumus
kuadrat,
2 4
x= 2

x = [H3O ], a = 1, b = 1,754 x 10 , dan c = -1,754 x 10-8, substitusi ke rumus x, maka


+ -5

diperoleh [H3O+] = -1,41 x 10-4 dan 1,24 x 10-4


Jawaban pertama secara fisis tidak mungkin, sebab konsentrasi ion yang dihasilkan
sebagai akibat ionisasi tidak mungkin negatif. Jadi, jawabannya adalah akar yang
nilainya positif, yaitu, x = 1,24 x 10-4 M maka harga pH = 3,9.

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 11


4) Untuk CH3COOH konsentrasi 10-4 M
Diketahui : Ka = 1,754 x 10-5
[CH3COOH] = 10-4 M
Ditanyakan : pH = ....?
Penyelesaian :
CH3COOH(aq) + H2O(l) CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
Awal : 10-4 - -
Reaksi : x x x
Setimbang : 10-4 x x x
[H3O+] [CH3COO-] = x
[CH3COOH] = 10-4- [H3O+]
[3 + ][3 ] [ + ]2 2
Ka = Ka= [ 3]=0,0001
[3 ] 3

2
1,754 x 10-5 = 104

x2 + 1,754 x 10-5x 1,754 x10-9 = 0,


Kita dapat memecahkan persamaan kuadrat di atas dengan menggunakan rumus
kuadrat,
2 4
x= 2

x = [H3O+], a = 1, b = 1,754 x 10-5, dan c = -1,754 x 10-9, substitusi ke rumus x, maka


diperoleh [H3O+] = -5,1 x 10-5 dan 3,3 x 10-5
Jawaban pertama secara fisis tidak mungkin, sebab konsentrasi ion yang dihasilkan
sebagai akibat ionisasi tidak mungkin negatif. Jadi, jawabannya adalah akar yang
nilainya positif, yaitu, x = 3,3 x 10-5 M maka harga pH = 4,48.
5) Untuk CH3COOH konsentrasi 10-6 M
Diketahui : Ka = 1,754 x 10-5
[CH3COOH] = 10-6 M
Ditanyakan : pH = ....?
Penyelesaian :
CH3COOH(aq) + H2O(l) CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
Awal : 10-6 - -
Reaksi : x x x
Setimbang : 10-6 x x x
[H3O+] [CH3COO-] = x
[CH3COOH] = 10-6- [H3O+]

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 12


[3 + ][3 ] [ + ]2 2
Ka = Ka= [ 3]=0,000001
[3 ] 3

2
1,754 x 10-5 = 106

x2 + 1,754 x 10-5x 1,754 x10-11 = 0,


Kita dapat memecahkan persamaan kuadrat di atas dengan menggunakan rumus
kuadrat,
2 4
x= 2

x = [H3O+], a = 1, b = 1,754 x 10-5, dan c = -1,754 x 10-11, substitusi ke rumus x, maka


diperoleh [H3O+] = -4,57 x 10-6 dan -1,3 x 10-5
Jawaban pertama dan kedua secara fisis tidak mungkin, sebab konsentrasi ion yang
dihasilkan sebagai akibat ionisasi tidak mungkin negatif. Jadi, jawaban untuk
konsentrasi 10-6 tidak bisa didapatkan nilai pH-nya.
b. Perhitungan Ka Asam Asetat (CH3COOH) Berdasarkan Data Percobaan
1) Konsentrasi asam asetat 0,1 mempunyai pH 2,7; maka : dalam hal ini sudah
mengetahui nilai pH melalui percobaan, dimana dari diketahuinya nilai pH dapat
memperoleh konsentrasi kesetimbangan untuk menghitung nilai Konstanta Ionisasi
Asam (Ka)
Menghitung konsentrasi ion hidrogen atau ion H3O+ dari pH
pH = -log [H+] atau pH = -log [H3O+]
2,7 = -log [H3O+]
Dengan menghitung antilog di kedua sisi, kita dapatkan
[H3O+] = 1,99 x 10-3
Kemudian kita ringkas perubahannya :
CH3COOH(aq) + H2O(l) CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
Awal : 10-1 - -
Reaksi : 1,99 x 10-3 + 1,99 x 10-3 + 1,99 x 10-3
Setimbang: 10-1 1,99 x 10-3 1,99 x 10-3 1,99 x 10-3
Konstanta Ionisasi Asam (Ka) diberikan oleh
[3 + ][CH3 COO ] [ + ]2 (1,99 x 103 )2 3,9601 x 106
= atau Ka = [ 3] = (101 1,99 =
[CH3 COOH] 3 x 103 ) 0,09801

Ka = 4,04 x 101 x 106 = 4,04 x 105


2) Konsentrasi asam asetat 0,01 mempunyai pH 3,5; maka : dalam hal ini sudah
mengetahui nilai pH melalui percobaan, dimana dari diketahuinya nilai pH dapat

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 13


memperoleh konsentrasi kesetimbangan untuk menghitung nilai Konstanta Ionisasi
Asam (Ka)
Menghitung konsentrasi ion hidrogen atau ion H3O+ dari pH
pH = -log [H+] atau pH = -log [H3O+]
3,5 = -log [H3O+]
Dengan menghitung antilog di kedua sisi, kita dapatkan
[H3O+] = 3,16 x 10-4
Kemudian kita ringkas perubahannya :
CH3COOH(aq) + H2O(l) CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
Awal : 10-2 - -
Reaksi : 3,16 x 10-4 + 3,16 x 10-4 + 3,16 x 10-4
Setimbang: 10-2 3,16 x 10-4 3,16 x 10-4 3,16 x 10-4
Konstanta Ionisasi Asam (Ka) diberikan oleh
[3 + ][CH3 COO ] [ + ]2 (3,16 x 104 )2 9,9856 x 108
= atau Ka = [ 3] = (102 3,16 =
[CH3 COOH] 3 x 104 ) 9,684 x 103

Ka = 1,03 x 10-5
3) Konsentrasi asam asetat 0,001 mempunyai pH 5,8; maka : dalam hal ini sudah
mengetahui nilai pH melalui percobaan, dimana dari diketahuinya nilai pH dapat
memperoleh konsentrasi kesetimbangan untuk menghitung nilai Konstanta Ionisasi
Asam (Ka)
Menghitung konsentrasi ion hidrogen atau ion H3O+ dari pH
pH = -log [H+] atau pH = -log [H3O+]
5,8 = -log [H3O+]
Dengan menghitung antilog di kedua sisi, kita dapatkan
[H3O+] = 1,58 x 10-6
Kemudian kita ringkas perubahannya :
CH3COOH(aq) + H2O(l) CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
Awal : 10-3 - -
Reaksi : 1,58 x 10-6 + 1,58 x 10-6 + 1,58 x 10-6
Setimbang: 10-3 1,58 x 10-6 1,58 x 10-6 1,58 x 10-6
Konstanta Ionisasi Asam (Ka) diberikan oleh
[3 + ][CH3 COO ] [ + ]2 (1,58 x 106 )2 2,4964 x 1012
= atau Ka = [ 3] = (103 1,58 x 106 ) =
[CH3 COOH] 3 9,9842 x 104

Ka = 2,5 x 10-1 x 10-8 = 2,5 x 10-9

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 14


4) Konsentrasi asam asetat 0,0001 mempunyai pH 6,0 maka : dalam hal ini sudah
mengetahui nilai pH melalui percobaan, dimana dari diketahuinya nilai pH dapat
memperoleh konsentrasi kesetimbangan untuk menghitung nilai Konstanta Ionisasi
Asam (Ka)
Menghitung konsentrasi ion hidrogen atau ion H3O+ dari pH
pH = -log [H+] atau pH = -log [H3O+]
6,0 = -log [H3O+]
Dengan menghitung antilog di kedua sisi, kita dapatkan
[H3O+] = 1 x 10-6
Kemudian kita ringkas perubahannya :
CH3COOH(aq) + H2O(l) CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
Awal : 10-4 - -
Reaksi : 1 x 10-6 + 1 x 10-6 + 1 x 10-6
Setimbang: 10-4 1 x 10-6 1 x 10-6 1 x 10-6
Konstanta Ionisasi Asam (Ka) diberikan oleh
[3 + ][CH3 COO ] [ + ]2 (1 x 106 )2 1 x 1012
= [CH3 COOH]
atau Ka = [ 3] = (104 1 x 106 ) =9,9 x 105
3
-1 -7 -8
Ka = 1 x 10 x 10 = 1 x 10
5) Konsentrasi asam asetat 10-6 mempunyai pH 6,6 maka : dalam hal ini sudah
mengetahui nilai pH melalui percobaan, dimana dari diketahuinya nilai pH dapat
memperoleh konsentrasi kesetimbangan untuk menghitung nilai Ka
Menghitung konsentrasi ion hidrogen atau ion H3O+ dari pH
pH = -log [H+] atau pH = -log [H3O+]
6,6 = -log [H3O+]
Dengan menghitung antilog di kedua sisi, kita dapatkan
[H3O+] = 2,52 x 10-7
Kemudian kita ringkas perubahannya :
CH3COOH(aq) + H2O(l) CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
Awal : 10-6 - -
Reaksi : 2,52 x 10-7 + 2,52 x 10-7 + 2,52 x 10-7
Setimbang: 10-6 2,52 x 10-7 2,52 x 10-7 2,52 x 10-7
Konstanta Ionisasi Asam (Ka) diberikan oleh
[3 + ][CH3 COO ] [ + ]2 (2,52 x 107 )2 6,3504 x 1014
= atau Ka = [ 3] = (106 2,52 x 107 ) =
[CH3 COOH] 3 7,48 x 107

Ka = 8,5 x 10-1 x 10-7 = 8,5 x 10-8

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 15


F. PEMBAHASAN
Percobaan penentuan pH Asam Asetat pada berbagai konsentrasi ini dilakukan pada
hari jumat, 6 Oktober 2017. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pH dari asam
asetat dengan berbagai konsentrasi termasuk asam kuat atau asam lemah. Percobaan ini
menggunakan larutan baku Asam Asetat pada konsentrasi 2 M kemudian dilakukan
pengenceran untuk mendapatkan larutan asam asetat dengan berbagai konsentrasi yaitu
larutan asam asetat konsentrasi 10-1 M; 10-2 M; 10-3 M; 10-4 M; dan 10-6 M. Pada percobaan
ini, konsentrasi asam asetat yang digunakan untuk menentukan pH dan Ka-nya adalah 10-1,
10-2, 10-3, 10-4, 10-6 . Kelima jenis konsentrasi ini didapat dari larutan asam asetat pekat
dengan konsentrasi 2 M, dimana kelima jenis konsentrasi ini di dapat dengan cara praktikan
melakukan proses pengenceran. Pengenceran merupakan prosedur untuk penyiapan larutan
yang kurang pekat dari larutan yang lebih pekat (Chang, 2005).
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum yaitu beker gelas 50 ml sebanyak 5 buah,
labu takar 100 ml, gelas ukur, ball pipet dan pH meter.
Langkah pertama yang dilakukan menyiapkan larutan baku Asam Asetat dengan
konsentrasi 2 M. Larutan baku tersebut kemudian diencerkan dengan menjadi larutan asam
asetat dengan konsentrasi 10-1 M digunakan rumus V1 . M1 = V2 . M2 dengan volume
pengenceran 100 ml sehingga didapat volume larutan bakunya diambil sebesar 5 ml
menggunakan ball pipet untuk pengenceran pada labu ukur 100 ml selanjutnya diencerkan
ditambah aquades sampai tanda batas pada labu ukur 100 ml, dilarutkan secara homogen atau
sempurna minimal larutan tersebut pada labu ukur digoyangkan 18kali supaya larut sempurna
atau homogen dan didapatlah larutan asam asetat konsentrasi 10-1 M. Larutan asam asetat
yang sudah dilarutkan kemudian dituangkan pada gelas beker 50 ml untuk diukur pH nya.
Sisa larutan asam asetat konsentrasi 10-1 M yang sudah dilarutkan tersebut digunakan untuk
pengenceran pada larutan asam asetat konsentrasi berikutnya (konsentrasi 10-2 M). Dan
seterusnya dilakukan pengenceran dari konsentrasi 10-1 M menjadi 10-2 M; menjadi 10-3 M;
menjadi 10-4 M; dan menjadi 10-6 M. Dari percobaan ini, di dapatkan volume yang akan
digunakan untuk dicampurkan dengan larutan asam asetat pekat untuk mendapatkan masing-
masing konsentrasi yang mau diujikan pH dan Ka-nya, yaitu 5 ml untuk mendapatkan larutan
dengan konsentrasi 10-1, 10 ml untuk mendapatkan masing-masing larutan dengan konsentrasi
10-2, 10-3, dan 10-4 sedangkan untuk larutan asam asetat dengan konsentrasi 10-6 menggunakan
volume 1 ml . Maka sebelum melakukan perhitungan nilai Ka-pun , kita dapat menyimpulkan
bahwa nilai Ka dari masing-masing konsentrasi larutan asam asetat dari yang terbesar ke
terkecil secara berturut-turut adalah 10-1 > 10-2 > 10-3 > 10-4 > 10-6 . Dengan menuliskan

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 16


rumus molekul asam asetat sebagai CH3COOH, dapat dikenali bahwa proton (H+) yang dapat
terionisasi berasal dari gugus COOH. Dimana pada gugus hidroksi (OH-) terdapat beda
momen dipol dan keelektronegatifan, dimana atom oksigen (O) memiliki nilai momen dipol
dan keelektronegatifan yang lebih besar daripada atom hidrogen (H) sehingga elektron ikatan
antara atom O dan atom H akan cenderung ke atom O sehingga terjadi pemutusan elektron
ikatan antara keduanya sehingga membentuk ion O- dan ion H+. Pemutusan ikatan ini juga
didukung dengan semakin parsial positifnya atom C, keparsialan positif dari atom C
diakibatkan oleh adanya gaya coulumb dari gugus metil dan adanya perbedaan
keelektronegatifan antara atom C dengan atom O (rangkap) dengan O yang berikatan dengan
atom H, dimana atom O lebih elektronegatif daipada atom C sehingga atom C akan
bermuatan parsial positif, hal ini yang mengakibatkan atom C akan berikatan dengan kuat
dengan kedua buah atom O, sehingga sangat sulit untuk melepas ikatan antara atom O dan
atom C, yang mudah putus hanya atom O dan H sehingga hasil reaksi di dapat ion asesat
(CH3COO-) dan ion H+.
Setelah dilakukan pengenceran larutan asam asetat pada berbagai konsentrasi
kemudian diukur pH menggunkan pH meter. Selanjutnya dari data yang didapatkan
dibandingkan dengan pH secara teoritis dengan melakukan perhitungan pH pada masing-
masing konsentrasi larutan asam asetat sebagai asam lemah maupun asam kuat. Sehingga
didapat data pada tabel berikut ini:
Konsentrasi pH perhitungan secara teoritis
pH hasil
CH3COOH Sebagai Sebagai Ka Perhitungan
praktikum
(M) Asam Kuat Asam Lemah
10 -1
2,7 1 2,88 4,04 x 105
10-2 3,5 2 3,4 1,03 x 10-5
10-3 5,8 3 3,9 2,5 x 10-9
-4
10 6,0 4 4,4 1 x 10-8
10-6 6,6 6 5,378 8,5 x 10-8
Sementara untuk konstanta ionisasi asam (Ka) secara teoritis nilai konstanta ionisasi
asam bernilai 1,754 x 10-5. Pada perhitungan praktikan mendapat nilai konsentrasi ionisasi
asam untuk masing-maing konsentrasi yaitu 10-1, 10-2, 10-3, 10-4, 10-6 dengan nilai berturut-
turut 4,04 x 10-5; 1,03 x 10-5; 2,5 x 10-9; 1 x 10-8 dan 8,5 x 10-8. Kebanyakan asam terionisasi
hanya sedikit dalam air seperti halnya asam asetat. Oleh sebab itu asam asetat digolongkan
dalam asam lemah. Pada kestimbangan, larutan berair dari asam lemah mengandung
campuran antara molekul asam yang tidak terionisasi, ion H3O+, dan basa konjugatnya.
Kekuatan asam lemah sangat beragam karena beragamnya derajat ionisasi. Terbatasnya
ionisasi asam lemah berkaitan dengan konstanta kesetimbangan ionisasinya (Ka), dimana
semakin besar nilai konstanta kesetimbangan ionisasi asamnya maka larutan tersebut

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 17


memiliki tingkat keasaman yang tinggi atau semakin asam begitupun semakin kecil konstanta
kesetimbangan asamnya maka keasaman larutan tersebut semakin lemah. Hal ini sesuai
dengan perhitungan yang dilakukan oleh praktikan, dimana konsentrasi larutan asam asetat
10-1 memiliki nilai konstanta kesetimbangan ionisasi lebih besar daripada konsentrasi asam
asetat yang memiliki konsentrasi larutan lebih kecil darinya yaitu 10-2, 10-3, 10-4, 10-6
Secara umum pengukuran pH dari data praktikum dan perhitungan pH secara teoritis
(asam kuat maupun asam lemah), semakin kecil konsentrasi larutan asam asetat (dari 10-1 M;
10-2 M; 10-3 M; 10-4 M; sampai 10-6 M) pH nya semakin mendekati netral (mendekati pH 7
pada konsentrasi larutan asam asetat yang semakin kecil). Hal ini disebabkan karena untuk
mendapatkan konsentrasi larutan asam asetat yang semakin kecil pengencerannya dilakukan
secara berkali-kali dengan akuades yang semakin banyak bereaksi dengan larutan asam dan
akuades semakin mendominasi. Akuades merupakan larutaan yang bersifat netral, sehingga
ketika bereaksi dengan larutan asam asetat pada konsentrasi yang semakin kecil yang sudah
dilakukan pengenceran maka pH nya mendekati netral (yaitu pada larutan asam asetat pada
konsentrasi 10-6 M, secara teoritis asam kuat didapat pH=6 dan asam lemah pH=5,378; pada
hasil praktikum pH=6,6) karena larutan akuades jumlahnya lebih mendominasi saat bereaksi.
Dapat disimpulkan bahwa: semakin kecil konsentrasi larutan asam asetat (dari 10-1 M;
10-2 M; 10-3 M; 10-4 M; sampai 10-6 M) pH nya semakin besar atau semakin mendekati netral
(mendekati pH 7 pada konsentrasi larutan asam asetat yang semakin kecil). Terjadinya hasil
tersebut karena kekuatan asam lemah sangat beragam yang disebabkan oleh beragamnya
derajat ionisasi atau kemampuan untuk mengion. Untuk asam monoprotik seperti asam asetat
(CH3COOH), konsentrasi asam yang mengalami ionisasi sama dengan konsentrasi ion H+ atau
(H3O+). Banyaknya asam lemah yang terioniasi bergantung pada konsentrasi awal. Hal ini
juga sesuai dengan asas Le Chatelier yaitu bila suatu asam diencerkan, mula-mula jumlah
partikel (molekul asam yang tidak terionisasi) volume akan menurun. Ketika pengenceran
kesetimbangan bergeser dari asam yang tidak terionisasi ke H+ dan basa konjugatnya untuk
menghasilkan partikel ion sehingga nilai pH semakin naik. Jadi dapat dikatakan semakin
pekat (konsentrasi semakin besar) asam asetat menunjukan bahwa larutan tersebut semakin
asam, dan semakin kecil konsentrasi asam asetat maka semakin kurang asam (semakin basa).
Apabila dilihat dari pengukuran menggunakan pH meter ataupun secara manual dapat dilihat
bahwa ternyata semakin encer suatu larutan asam asetat tersebut maka pH yang dihasilkan
juga semakin besar. Hal ini disebabkan karena semakin encer suatu larutan asam asetat maka
jumlah air/komposisi air dalam hal ini pelarutnya (aquades) akan semakin bertambah
sedangkan untuk zat terlarutnya yaitu asam asetat akan mengalami pengurangan konsentrasi

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 18


karena dengan penambahan zat pelarut tidak akan mengubah jumlah mol zat terlarut yang
terdapat dalam larutan asam asetat sehingga pH nya akan mendekati pH air murni yaitu 6-7.
Sehingga semakin kita mengencerkan asam asetat tersebut maka besarnya nilai pH akan
mendekati pH air murni yaitu 6-7. Atau dapat dikatakan bahwa semakin besar konsentrasi
asam larutan CH3COOH maka pH larutan tersebut akan mendekati pH asam kuat sebaliknya
semakin kecil konsentrasi asam larutan CH3COOH maka nilai pH larutan tersebut akan
mendekati pH larutan netral (pH = 7).
Larutan asam asetat pada konsentrasi 10-1 M dan 10-2 M, pH hasil praktikum
masing-masing yaitu 2,7 dan 3,5 sehingga hampir sesuai dengan pH secara teoritis asam
lemah yaitu masing-masing pH nya 2,878 dan 3,378. Tetapi pada data hasil praktikum ada
beberapa pH yang didapatkan bedanya terlalu jauh dengan pH teoritis, yaitu mulai pada
konsentrasi 10-3 M; 10-4 M; dan 10-6 M larutan asam asetat masing-masing pH nya antara lain
dari hasil praktikum : 5,8; 6,0; dan 6,6 sedangkan pH teoritis asam lemah masing-masing
yaitu: 3,878; 4,378; 5,378, sehingga beda pHnya terlalu agak jauh. Hal ini disebabkan
mungkin karena kesalahan praktikan saat melarutkan larutan asam asetat dengan akuades saat
pengenceran kurang homogen dan kurang lama (tidak mencapai minimal 20 kali saat
pengocokan atau menggoyangkan labu ukur saat pengenceran), dan juga kemungkinan pH
meter yang digunakan belum dikalibrasi sempurna dan pH meter yang digunakan hanya satu
sehingga saat pengukuran pH secara bergantian dengan kelompok lain dan sudah digunakan
bolak-balik pencelupan pada pengukuran pH dengan pH meter.

G. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan:
1. Besar pH hasil praktikum larutan asam asetat pada konsentrasi 10-1 M; 10-2 M; 10-3
M; 10-4 M; dan 10-6 M masing-masing yaitu: 2,7 ; 3,5 ; 5,8 ; 6,0 ; dan 6,6
2. Besar pH hasil perhitungan larutan asam asetat pada konsentrasi 10-1 M; 10-2 M; 10-3
M; 10-4 M; dan 10-6 M sebagai asam lemah masing-masing yaitu: 2,88 ; 3,4; 3,9; 4,4;
dan 5,4. Sedangkan pH hasil perhitungan larutan asam asetat pada konsentrasi 10-1
M; 10-2 M; 10-3 M; 10-4 M; dan 10-6 M sebagai asam kuat masing-masing yaitu: 1; 2;
3; 4; dan 6.
3. Nilai Ka untuk masing-masing konsentrasi larutan 10-1 > 10-2 > 10-3 > 10-4 > 10-6
adalah 4,04 x 10-5; 1,03 x 10-5; 2,5 x 10-9; 1 x 10-8 dan 8,5 x 10-8 (4,04 x 10-5; 1,03 x
10-5; 0,25 x 10-8; 1 x 10-8 dan 8,5 x 10-8). Hal ini menunjukan bahwa semakin encer
atau semakin kecil konsentrasi suatu larutan maka keasaman larutan tersebut juga

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 19


berkurang, sebaliknya semakin besar konsentrasi larutan maka keasaman larutan
tersebut semakin asam atau bertambah.
4. Dapat disimpulkan bahwa: semakin kecil konsentrasi larutan asam asetat (dari 10-1
M; 10-2 M; 10-3 M; 10-4 M; sampai 10-6 M) pH nya semakin besar atau semakin
mendekati netral (mendekati pH 7 pada konsentrasi larutan asam asetat yang semakin
kecil)

H. REFERENSI
Chang, Raymond. 2005. General Chemisty : The Esensial Concept. Alih Bahasa
Achmadi S S, tahun 2005. Jakarta : Erlangga.

Hari Sutrisno dan Amanatie. (2016). Diktat Praktikum Kimia. Yogyakarta:


Pascasarjana UNY.

Sugiyarto, Kristian H.(2004). Kimia Anorganik I (JICA COMMON TEXTBOOK


Edisi Revisi). Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta

Sugiyarto, Kristian H.(2012). Dasar-dasar Kimia Anorganik Transisi. Yogyakarta:


Graha Ilmu

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 20


LAMPIRAN GAMBAR PERCOBAAN 2
PENENTUAN pH ASAM ASETAT PADA BERBAGAI KONSENTRASI

Penentuan pH Asam Asetat pada berbagai Konsentrasi 21