Anda di halaman 1dari 9

TB

Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini
mempunyai sifat khusus, yakni tahan terhadap asam (BTA), dan Bersifat dormant.

1. Penularan penyakit :

Penularan sebagian besar melalui inhalasi, karena kuman dibatukkan atau dibersinkan keluar menjadi
droplet nuclei dalam udara sekitar kita.

2. Klasifikasi penyakit :

WHO membagi kategori Tuberkulosis (TB) berdasarkan kelas terapi :

Kategori I = kasus baru dengan sputum positif

kasus baru dengan TB berat

Kategori II = Kasus Kambuh

Kasus gagal dengan sputum BTA positif

Kategori III = Kasus BTA negatif dengan kelainan paru

Kasus TB ekstra paru

Kategori IV = ditujukan terhadap TB kronik

3. Mekanisme kerja obat :

- Isoniazid

Isoniazid menghambat pembentukan asam mikolat yang merupakan komponen esensial dinding sel
mikrobakteri. isoniazid menghambat sebagian besar basil tuberkel dan bakterisidal untuk basil tuberkel
yang tumbuh aktif. Isoniazid menembus ke dalam makrofag dan aktif terhadap organisme ekstra
maupun intrasel.

- Rifampin (Rifampisin)

Antibiotik yang dihasilkan oleh Streptomyces mediterranei

Aktif terhadap kokus positif gram dan negatif gram, beberapa bakteri usus, mikrobakteri, dan klamidia.

Mengikat subunit Beta RNA polimerase dependen DNA bakteri, dan karenanya menghambat
pembentukan RNA

Bersifat bakterisidal bagi mikrobakteri

Menembus sebagian besar jaringan dan masuk ke dalam sel fagositik.


- Etambutol

Etambutol menghambat galur-galur Mycobacterium tuberculosis dan mikrobakteri lain. Etambutol


menghambat arabinosil transferase miko-bakteri. Resistensi terhadap etambutol muncul cepat jika obat
digunakan secara tersendiri

- Pirazinamid (Obat Pensterilisasi)

Keluarga dari nikotinamid

Ph 5,5 obat ini menghambat basil tuberkel.

Obat ini diserap oleh makrofag dan memiliki aktivitas terhadap mikobakteri yang berada dalam
lingkungan asam lisosom. Pirazinamid diubah menjadi asam pirazinoat (bentuk aktif). As. Pirazinoat
mengganggu metabolisme membran sel mikobakteri dan fungsi transpornya Resistensi mungkin
disebabkan oleh gangguan penyerapan pirazinamid atau menghambat pirazinamid menjadi bentuk
aktifnya.

- Streptomisin

Golongan Aminoglikosida

Inhibitor sintesis protein bakteri yang mengganggu fungsi ribosom.

4. Tujuan terapi TB didasarkan atas tiga mekanisme, yaitu aktifitas membunuh bakteri, aktifitas
sterilisasi, dan mencegah resistensi.

Antihelmintik

1. Penularan

Penularan terjadi melalui 2 cara yaitu :

1) infeksi langsung

2) larva menembus kulit

Penularan langsung dapat terjadi bila telur cacing dari tepi anal masuk ke mulut tanpa pernah
berkembang dulu ditanah. Biasanya terjadi pada cacing kremi dan trikuriasis.

Penularan langsung dapat pula terjadi setelah periode berkembangnya telur ditanah kemudian telur
tertelan melalui tangan atau makanan yang tercemar. Cara ini terjadi pada cacing gelang.

Penularan melalui kulit terjadi pada cacing tambang, dimana telur terlebih dahulu menetas ditanah
kemudian larva yang sudah berkembang menginfeksi melalui kulit.
2. klasifikasi penyakit

a. Penyakit Cacing tambang

Penyakit ini disebabkan oleh cacing Necator americanus, Ancylostoma duodenale, ancylostoma
braziliensis, ancylostoma canium, ancylostoma malayanum.

b. Penyakit Cacing Gelang

Penyakit ini disebabkan oleh cacing ascaris lumbricoides. Ascaris lumbricoides adalah cacing bulat besar
yang hidup didalam usus halus manusia.

c. Penyakit cacing kremi

Penyakit ini disebabkan karena cacing oxyuris vermicularis/enterobius vermicularis/pinworm.

d. Penyakit Cacing Trikuriasis

Penyebab penyakit ini adalah trichuris trichiura atau whip worm

e. Penyakit Cacing pembawa Filariasis

Penyakit ini disebabkan oleh satu atau dua cacing jenis filaria yaitu Wucheria bancrofti atau Brugia
malayi, famili Filaridae

3. Mekanisme kerja obat

a. Albendazol

Albendazol diperkirakan bekerja terhadap nematoda dengan menghambat pembentukan mikrotubulus


dan memiliki efek larvasida pada penyakit hidatid, askariasis, trikuriasis, cacing tambang

b. Pirantel Pamoat

Pirantel menghambat neuromuskulus (pelepasan asetilkolin dan inhibis kolinesterase sehingga


menyebabkan kelumpuhan cacing dan ekspulsi.

c. Mebendazol

Mebendazol bekerja dengan menghambat sintesis mikrotubulus, Obat ini mematikan telur cacing
tambang, askaris dan trikuris. Diindikasikan pada askariasis, trikuriasis, cacing tambang, kremi

d. Dietilkarbamazin sitrat

Dietilkarbamazin menyebabkan imobilisasi mengubah struktur mikrofilaria.Obat diminum setelah


makan, Mikrofilia dari semua spesies cepat terbunuh
Jenis cacing

Cacing tambang/ankilostomiasis/nekatoriasis

Cacing Kremi/oxyuriaris/enterobiasis

Cacing Gelang/Ascaris lumbricoides

Cacing trikuriasis/trikosefaliasis

Cacing Pembawa Filariasis/Wucheriasis/elephantiasis

Anti jamur

Infeksi Jamur dikenal sebagai Mikosis

1. Penularan

Penting untuk melindungi tubuh (saluran napas, membran mukosa nasofaring) dari pengaruh invasi
spora jamur yang terinhalasi.

Klasifikasi

1. Infeksi Jamur Endemik

- Infeksi yang menyerupai infeksi bakteril yang menyerang paru-paru, kulit maupun berbagai organ lain.

- Jamur yang terinhalasi melalui saluran napas.

- Derajat beratnya infeksi tergantung intensitas paparan dan imunitas.

2. Infeksi Jamur oportunistik

- Dapat disebabkan oleh organisme semacam jamur maupun filamen jamur

- Penyebab tersering infeksi oportunistik adalah kandidiasis

- Infeksi dapat diakibatkan berbagai keadaan yang menginduksi imunosupresan.

Dermatofitosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kolonisasi jamur dermatofit yang menyerang
jaringan yang mengandung keratin seperti stratum korneum kulit, rambut dan kuku pada manusia dan
hewan.

Antropofilik, transmisi dari manusia ke manusia.

Zoofilik, transmisi dari hewan ke manusia.


Geofilik, transmisi dari tanah ke manusia

3. mekanisme kerja obat

- Amfoterisin B

Mengikat ergosterol dan mengubah permeabilitas sel dengan membentuk pori-pori dimembran sel
(makrolid polien)

sesuai ikatan kimianya, amfoterisin berikatan pada lemak(ergosterol) disepanjang sisi kaya ikatan
rangkap dari strukturnya dan berhubungan dengan molekul air disepanjang sisi kaya hidrokksil.
Karakteristik amfipatik ini mempermudah pembentukan pori oleh molekul amfoterisin. Pada bagian
lipofilik mengelilingi bagian luar pori dan bagian hidrofilik melapisi bagian dalamnya. Pori ini
menyebabkan bocornya ion dan makromolekul intrasel kematian sel

- Golongan Azole

Imidazol terdiri dari ketokonazol, mikonazol dan klotrimazol

Aktivitas antijamur gol. Azole terjadi karena reduksi sintesis ergosterol oleh inhibisi enzim enzim
sitokrom p450 jamur

- Ketokonazol

Kurang selektif untuk menghambat sitokrom p450 jamur dibandingkan dengan azole yang lebih baru.

Pemakaiannya dalam bidang dermatologi (efektif terhadap infeksi kulit yang disebabkan oleh spesies
epidermophyton, mikrosporum, dan tricophyton).

- Itrakonazol

Gol. Azole pilihan dalam penyakit akibat jamur dimorfik histoplasma, blastomyces

Digunakan secara luas dalam pengobatan dermatofitosis

- Vorikonazol

Vorikonazol serupa dengan itrakonazol dalam spektrum aktivitasnya

Aktivitas yang baik terhadap Candida sp dan jamur dimorfik

- Posakonazol

Posakonazol adalah anggota spektrum terluas famili azol dengan aktivitas terhadap sebagian besar
spesies kandida dan aspergillus

Satu-satunya azol dengan aktivitas signifikan terhadap penyebab mukormikosis.


- Obat antijamur lain

Ekinokandin

gol. Terbaru yang sedang dikembangkan

Bekerja ditingkat dinding sel jamur dengan menghambat pembentukan beta glukan, sehingga
menyebabkan rusaknya dinding sel dan kematian jamur

Terbinafin

Obat ini digunakan untuk terapi dermatofitosis.

Seperti griseofulvin, terbinafin adalah suatu obat keratofilik.

Terbinfin bersifat fungisidal, mengganggu biosintesis ergosterol, tetapi tidak berinteraksi dengan sistem
p450

- Griseofulfin

bersifat fungistatik, penyerapan meningkat jika obat diminum bersama dengan makanan berlemak.

Mekanisme griseofulfin ditingkat sel masih belum jelas, tetapi obat ini mengendap dikulit yang baru
terbentuk tempat akan berikatan dengan keratin, melindungi kulit dari infeksi baru.

4. Penggunaan obat infeksi jamur

- Terapi antijamur topikal

Nistatin

Suatu makrolid protein polien yang mirip dengan amfoterisin B

Hanya digunakan secara topikal

Jarang menyebabkan toksisitas

Azol Topikal

Klotrimazol dan mikonazol

Sering digunakan untuk kandidiasis vulvovagina

Berguna untuk infeksi dermatofita, tinea korporis , tinea pedis(kurap kaki) dan tinea kruris
- Alilamin topikal

Terbinafin dan naftifin adalah alilamin yang tersedia sebagai krim topikal

Efektif untuk mengobati tinea kruris(bagian lembab) dan tinea korporis(kurap).

Malaria

Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit (protozoa) dari genus plasmodium, yang
dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles.

Penyebab malaria adalah plasmodium; termasuk dalam famili plasmodiae.

Ada empat spesies plasmodium penyebab malaria pada manusia, yaitu :

- Plasmodium vivax menyebabkan malaria vivax/tertiana,

- Plasmodium falciparum menyebabkan malaria falciparum/tropika,

- Plasmodium malariae menyebabkan malaria malariae/quartana

- Plasmodium ovale menyebabkan malaria ovale.

Penularan

aseksual = Dimulai ketika anopheles betina menggigit manusia dan memasukkan sporozoit yang terdapat
dalam air liurnya ke dalam sirkulasi darah manusia.

seksual = Jika nyamuk anopheles betina mengisap darah manusia yang mengandung parasit malaria,
parasit bentuk seksual masuk ke dalam perut nyamuk.

Mekanisme kerja obat

- Klorokuin

Klorokuin bekerja dengan cara mendetoksifikasi parasit, mencegah pencernaan hemoglobin oleh parasit
dan dengan demikian mengurangi suplai asam amino yang diperlukan untuk kehidupan parasit.

- Amodiakuin
Amodiakuin adalah model kerja serupa dengan klorokuin. Amodiakuin efektif terhadap P. falciparum
resisten klorokuin, sekalipun bereaksi silang dengan klorokuin.

- Antifolat

Antifolat diklasifikasi atas antifolat 1 dan 2. Antifolat tipe 1 meliputi sulfonamida dan sulfon,
menghambat sintesis folat dengan cara kompetisi dengan PABA, antifolat tipe 2 meliputi pyrimethamin
dan proguanil, mencegah penggunaan folat dengan cara menghambat konversi dihidrofolat menjadi
tetrafolat oleh dihydrofolat reduktase

- Pyrimethamin

Pyrimethamin adalah suatu diaminopyrimidin yang digunakan dalam kombinasi dengan sulfonamida,
biasanya sulfadoksin atau dapson. Pyrimethamin bekerja terhadap parasit bentuk erithrositik dengan
cara menghambat dihidrofolat reduktase plasmodial, memblok secara tidak langsung sintesis asam
nukleat parasit malaria.

- Artemisinin

Artemisinin adalah skhizontosida darah kerja cepat dan aktif terhadap semua spesies plasmodium
termasuk yang resistensi terhadap klorokuin dan digunakan untuk mengobati malaria akut dan malaria
serebral.

- Artesunat

Artesunat adalah garam natrium hemisuksinat ester artemisinin. Artesunat larut dalam air tetapi tidak
stabil dalam bentuk larutan pada pH netral dan asam. Dalam bentuk injeksi, dengan adanya natrium
bikarbonat, asam artesunat segera membentuk natrium artesunat sebelum disuntikan. Artesunat dapat
diberikan secara oral, intramuskular atau intravena dan melalui rektal

- Dihidroartemisinin

Dihidroartemisinin adalah metabolit aktif utama derivat artemisinin, tetapi dihidroartemisinin dapat juga
diberikan langsung secara oral atau melalui rektal.

- Primakuin

Primakuin adalah satu-satunya 8-aminokuinolin yang direkomendasi untuk malaria saat ini. Mekanisme
kerjanya belum diketahui. Aksi antimalaria kedua obat tersebut terutama pada hipnozoit di hati dan
dapat digunakan untuk pengobatan radikal khususnya untuk parasit yang mempunyai bentuk dorman di
hati yaitu P. vivax dan P. Ovale. Primakuin efektif terhadap bentuk intrahepatik semua spesies
plasmodium yang menginfeksi manusia.

- Atovakuon

Atovakuon adalah antiparasit hidroksinaftokuinon yang aktif terhadap semua spesies plasmodium yang
menginfeksi manusia. Obat ini juga menghambat perkembangan tahap pre-erithrositik di hati, dan
perkembangan oosist di tubuh nyamuk. Atovakuon menghambat transpor elektron di mitokhodria
parasit. Atovakuon sering dikombinasi dengan proguanil karena bersifat sinergis. Ketika dikombinasi
dengan proguanil, atovakuon sangat efektif dan dapat ditolerir dengan baik.