Anda di halaman 1dari 2

4.

HUBUNGAN PRODUKSI, PENJUALAN DAN LABA

Hubungan laba menurut perhitungan biaya variabel dan laba menurut perhitungan
biaya absorpsi berubah ketika hubungan antara produksi dan penjualan berubah.
Apabila barang yang terjual lebih banyak dari yang diproduksi, maka laba menurut
perhitungan biaya variable akan lebih tinggi dari laba menurut perhitungan biaya
absorpsi. Menurut perhitungan biaya absorpsi, unit-unit yang keluar dari persediaan
mengandung overhead tetap dari periode sebelumnya selain itu, unit-unit yang
diproduksi dan dijual telah mengandung seluruh overhead tetap periode berjalan.
Dengan demikian, jumlah beban overhead tetap menurut perhitungan biaya absorpsi
lebih besar dari biaya overhead tetap periode berjalan sejumlah overhead tetap yang
keluar dari persediaan. Oleh karena itu, laba menurut perhitungan biaya variable lebih
tinggi dari laba menurut perhitungan biaya absorpsi karena sejumlah overhead tetap
mengalir keluar dari persediaan awal.

Hubungan Produksi, Penjualan dan Laba:

1. Produksi > Penjualan Laba Bersih Absobrsi > Laba Bersih Variabel
2. Produksi < Penjualan Laba Bersih Absorbsi < Laba Bersih Variabel
3. Produksi = Penjualan Laba Bersih Absorbsi = Laba Bersih Variabel
Kunci untuk menjelaskan perbedaan di antara kedua laba tersebut adalah analisis
arus overhead tetap. Perhitungan biaya variable selalu mengakui total overhead tetap
periode sebagai beban. Di pihak lain, perhitungan biaya absorpsi hanya mengakui
overhead tetap yang ada pada unit yang terjual. Apabila jumlah yang diproduksi
berbeda dari yang terjual, overhead tetap akan mengalir ke luar atau kedalam
persediaan. Apabila jumlah overhead tetap dalam persediaan meningkat, maka laba
menurut perhitungan biaya absorpsi lebih besar daripada laba menurut perhitungn
biaya varibel dengan menghitung kenaikan bersih. Apabila overhead tetap persediaan
berkurang, maka laba menurut perhitungan biaya variable lebih besar daripada laba
menurut perhtungan biaya absorpsi. Perubahan overhead tetap dalam persediaan
adalah tetap sama dengan selisih di antara kedua laba. Perubahan ini dapat dihitung
melalui perkalian tarif overhead tetap dengan perubahan total unit persediaan awal
dan akhir (yang merupakan selisih antara produksi dan penjualan).

Selisih antara laba bersih menurut perhitungan biaya absorpsi dan perhitungan
biaya variable dapat dinyatakan sebagai berikut:

Laba menurut perhitungan biaya absorpsi laba menurut perhitungan


biaya variabel = tarif overhead tetap x (unit yang diproduksi unit yang
terjual)