Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 . Latar Belakang

Sebelum membuat suatu mekanisme atau mesin, haruslah dilakukan

perencanaan mengenai perhitungan-perhitungan terhadap gaya-gaya yang di duga

akan menimpa atau terjadi pada mekanisme atau mesin tersebut. Dugaan atau

asumsi awal yang di ambil haruslah logis dan realistis untuk mendapatkan

pendekatan yang baik terhadap hasil akhir dari mekanisme atau mesin yang akan

dibuat. Untuk melakukan itu semua memang tidaklah gampang, di perlukan

pemahaman yang dalam terhada teori yang ada serta pengaplikasiannya dalam

dunia nyata.

Poros merupakan salah satu elemen mesin yang memegang peranan penting

sebagai penerus daya bersama-sama dengan putaran. Oleh karena itu poros harus

dirancang melalui memlaui suatu perhitungan sesuai dengna beban yang

dialaminya. Pemilihan bahan yang digunakan sebuah komponen akan menjadi

pertimbangan yang mendasar untuk menentukan dimensi sebuah poros yang akan

menerima pembebanan.

Dalam hal ini penulis mengambil judul propeller shaft, dikarenakan penulis

telah mengetahui hal-hal yang apa saja yang dibutuhkan untuk merancang ulang

poros tersebut dan telah mengetahui peran penting dari poros tersebut. Banyak

faktor yang harus diperhatikan dalam perancangan ulang propeller shaft ini,

diantaranya adalah penentuan bahan, dimensi yang sesusai, kegunaanya dan lain-
lain. Tetapi dalam makalah ini hanya memusatkan pembahasan pada perancangan

untuk komponen-komponen dari poros ini.

I.2. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan dari laporan ini akan dibahas penentuan dimensi utama

dalam perancanagan suatu propeller shaft. Tujuan yang akan dicapai adalah untuk

menghitung dimensi propeller shaft, dimensi universal joint, dan sambungan baut.

I.3. Manfaat Penulisan

Manfaat yang dapat diambil dari penulisan laporan ini yakni mampu dalam

melakukan perancangan ulang propeller shaft dan mampu melakukan

perhitungan dimensi propeller shaft, dimensi universal joint, dan sambungan baut.

I.4. Metodologi

Penyusunan yang dipakai adalah Metodologi Deskriptif yang teknik

operasionalnya sebagai berikut :

Observasi : Pengamatan secara langsung elemen-elemen atau komponen

propeller sebagai studi komparatif dari studi literatur yang telah didapat

saat kuliah dengan kenyataan sebenarnya.

Studi Literatur : Mempelajari literatur yang berhubungan dengan

masalah terkait yang didapat dari dokumen-dokumen, buku-buku

ataupun internet sebagai referensi.