Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Lingkaran Mohr diperkenalkan oleh seorang insinyur Jerman, Otto
Mohr (1835-1913). Lingkaran ini digunakan untuk melukis transformasi
tegangan maupun regangan, baik untuk persoalan-persoalan tiga dimensi
maupun dua dimensi. Yang perlu dicatat adalah bahwa perputaran sumbu
elemen sebesar q ditunjukkan oleh perputaran sumbu pada lingkaran Mohr
sebesar 2q, .dan sumbu tegangan geser positif adalah menunjuk ke arah
bawah. Pengukuran dimulai dari titik A, positif bila berlawanan arah jarum
jam, dan negatif bila sebaliknya. Pada bagian ini kita hanya akan membahas
lingkaran Mohr untuk tegangan dan regangan dua dimensi.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dalam makalah ini ditujukan sebagai berikut :
1. Mahasiswa dapat menambah wawasan tentang lingkaran Mohr
2. Model struktur sederhana dan beban atasnya.
3. Membuat perkiraan beralasan beban diterapkan.
4. Hitung gaya dan saat-saat di pesawat bagian dalam anggota dimuat baik
di murni ketegangan / kompresi, torsi, membungkuk, atau kombinasi
keduanya.
5. Hitung keadaan stres untuk titik tertentu dan sistem koordinat. This
includes Ini mencakup pengakuan komponen stres yang nol.
6. Mengidentifikasi bagaimana kondisi tegangan bervariasi dengan sudut
transformasi.
7. Kenali fitur-fitur yang membedakan antara yang lingkaran Mohr untuk
tegangan uniaksial, murni geser, dan kompresi uniaksial.
8. Mengidentifikasi bagaimana informasi pokok bervariasi (dan karena itu
bagaimana perubahan's lingkaran Mohr) sebagai besarnya suatu beban
yang diterapkan bervariasi.
9. Memiliki apresiasi dari keparahan potensi beban aksial eksentrik pada
panjang anggota.

1
10. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian Lingkaran Mohr dan kondisi
pembebananya.
1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, dapat dirumuskan


permasalahan sebagai berikut:
1. memperkenalkan grafis konstruksi untuk membantu proses ini
pendekatannya.
2. untuk membangun lingkaran parametrik dengan penyusunan dapat
digunakan untuk menemukan nilai-nilai perkiraan untuk mengubah
tegangan dan informasi lainnya.
3. Menunjukkan lingkaran mohr untuk suatu elemen yang dikenai berbagai
bentuk tegangan.
1.4 Manfaat
1. Menggambarkan langkah pembuatan lingkaran morh agar mudah
dipahami
2. Mengetahui langkah-langkah menentukan tegangan pada bidang tertentu
(x dan xy )
3. Mengetahui langkah-langkah menentukan arah bidang tertentu ()

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Lingkaran Mohr

Lingkaran Mohr's adalah metode grafik untuk menentukan pengaruh


koordinat rotasi pada kuantitas tensor. Dalam rekayasa menemukan aplikasi
dalam pengaruh koordinat rotasi pada stress, strain, momen kedua daerah dan
momen inersia.
Tegangan normal digambarkan disepanjang sumbu horisontal dan
tegangan geser digambarkan disepanjang sumbu vertikal. Tegangan-tegangan
x , y dan xy diplot dalam skala dan suatu lingkaran digambarkan
melalui titik-titik ini dimana pusatnya terletak pada sumbu horisontal.
Gambar 1 menunjukkan lingkaran Mohr untuk suatu elemen yang dikenai
berbagai bentuk tegangan.

Teg.
l
geserx
b
e
xy
2 k n Teg.
o g j c h
s 2 normal
xy
2 f

p
d

Gambar 1

2.2 Langkah Menggambarkan Lingkaran Mohr cara grafis


2.2.1 Cara grafis (lingkaran mohr) tegangan utama/ekstrim.
Langkah-langkah pembuatan lingkaran mohr.
Buat salib sumbu x= dan y=

3
Tentukan pusat lingkaran : C dengan koordinat xC=(x+y) dan
yC=0
Tentukan titik pada lingkaran : A dengan koordinat xA=x dan yA=xy
Buat lingkaran dengan pusat di titik C dan melalui titik A (jari-jari
lingkaran = CA)

Gambar 2

Menentukan tegangan utama/ekstrim


Tegangan normal ekstrim : 1=xmaks = tepi kanan lingkaran,
2=xmin = tepi kiri lingkaran.
Tegangan geser ekrtrim : xymaks = tepi atas lingkaran, xymin = tepi
bawah lingkaran.
2.2.2 Cara grafis (lingkaran mohr) tegangan pada bidang tertentu (x
dan xy)

Diketahui : x, y, xy dan sudut

Gambar 3

4
Langkah-langkah menentukan tegangan pada bidang tertentu
(menentukan x dan xy)

Buat lingkaran Mohr, tentukan titik A dengan koordinat xA=x dan


yA=xy

Tarik garis sejajar bidang (sb.y) melalui A yang memotong lingkaran


di B, atau (AB//y)

Tarik garis vertikal melalui B yang memotong lingkaran di D,


maka koordinat D yaitu xD=x dan yD=xy

Gambar 4
Cara grafis (lingkaran mohr) arah bidang tertentu ()
Diketahui : x, y, xy dan tegangan tertentu yaitu x dan xy

Gambar 5

Langkah-langkah menentukan arah bidang tertentu (menentukan )

5
Buat lingkaran Mohr,
tentukan titik A dengan koordinat xA=x dan yA=xy
serta titik D dengan koordinat xD=x dan yD=xy
Tarik garis vertikal melalui D yang memotong lingkaran di B
Tarik garis BA,
lalu tarik garis p melalui A tegak lurus garis BA
= sudut antara sumbu x dan garis p

Gambar 5

2.2.3 Mohr's circle for two-dimensional stress states

Gambar 6 berlabel lingkaran Mohr

6
Mengingat unsur tegangan awal, atau stres nilai x, y, dan xy,
lingkaran Mohr bisa dibangun. Konvensi tanda-tanda sebagai berikut:
Tegangan tarik (positif) berada di sebelah kanan
Tegangan tekan (negatif) yang ke kiri.
Searah jarum jam tegangan geser diplot ke atas.
Berlawanan tegangan geser diplot ke bawah.
Dalam rangka untuk menarik's lingkaran Mohr pada sistem
koordinat Cartesian, sumbu x dan y-sumbu diidentifikasi sebagai --
sumbu dan sumbu, masing-masing. Dua titik lingkaran untuk plot
adalah point 1 ( x, xy ) dan 2 titik (y , xy). Garis yang
menghubungkan dua titik adalah diameter lingkaran, mengetahui
lingkaran ini sekarang bisa ditarik. Pusat lingkaran terletak di mana
diameter memotong -sumbu, juga rata-rata tegangan normal ( avg).
Tegangan normal rata-rata dapat dibaca dari sistem koordinat jika
tertarik untuk skala atau dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

Garis dari pusat lingkaran yang melewati titik 1 akan mewakili


sumbu x, ini akan digunakan kemudian untuk berhubungan arah
lingkaran Mohr's menekankan ke normal x dan y arah. Titik akhir dua
dari diameter horizontal adalah 1 dan 2. Titik 1 mewakili
tegangan normal maksimum ( max) dan titik 2 adalah tegangan
normal minimum ( menit). The equations for finding these values are
Persamaan untuk mencari nilai-nilai ini:

7
Diameter vertikal melewati avg dan naik ke max positif dan ke
bawah untuk max negatif. Persamaan untuk mencari nilai maks adalah:

Gambar 7 berlabel unsur stress

Nilai berikutnya adalah untuk menentukan sudut tegangan normal


yang bertindak. Sudut ini antara positif sumbu-x dan sumbu. Ukuran
sudut ditemukan oleh:

Untuk menemukan sudut bahwa tegangan maksimum bertindak


pada persamaan berikut digunakan:

2'= tan^(-1)-(_x- _y)/(2_xy ). 2 '= tan ^ (-1) -


(_x-_y) / (2_xy). Ini sangat penting untuk memperhatikan
penggunaan kedua persamaan yang serupa. Hal terakhir yang harus
dilakukan adalah untuk menarik elemen tegangan awal seolah-olah
tidak diberikan, elemen tegangan normal pada sudut , dan elemen
tegangan geser maksimum pada sudut '.

2.3.4 Mohr's circle for a general three-dimensional state of stresses

8
Gambar 8 Mohr's circle for a three-dimensional state of stress
Untuk membuat Mohr's circle for a three-dimensional state of
stress dari tegangan pada suatu titik, nilai-nilai dari tegangan pokok
dan arah pokok harus menjadi yang pertama
dievaluasi. Mengingat pokok sebagai sumbu sistem koordinat, bukan
umum , , , , coordinate system, and assuming that sistem
koordinat, dan dengan asumsi bahwa , Maka normal

dan geser komponen dari vektor stres , Untuk sebuah pesawat


diberikan dengan vektor satuan , Memenuhi persamaan berikut:

Mengetahui bahwa , Kita bisa mencari ,,

, , , Dengan menggunakan metode eliminasi Gauss yang


menghasilkan

9
Sejak , and , Dan ini adalah non-negatif,
pembilang dari persamaan ini memuaskan \
sebagai denominator dan
sebagai denominator dan
as the denominator sebagai
denominator dan Ekspresi ini dapat ditulis
kembali sebagai

yang merupakan persamaan lingkaran tiga Mohr untuk stres ,


, Dan , Dengan jari-jari , , Dan

, Dan pusat mereka dengan koordinat

,, ,, Masing-masing.
Persamaan untuk lingkaran Mohr yang itu menunjukkan bahwa semua

poin yang diterima stres terletak pada lingkaran tersebut atau


dalam area berbayang tertutup. Persamaan untuk lingkaran lie on, or
outside circle berbaring di atas, atau lingkaran luar . . Stress points

Stres poin memuaskan persamaan untuk lingkaran lie on,

atau lingkaran di dalam Dan akhirnya stres poin


memuaskan persamaan untuk lingkaran lie di atas, atau lingkaran
luar .

10
2.3 Lingkaran Mohr untuk Tegangan Bidang
x + y
Pada persamaan (1.5a), bila suku 2 dipindahkan ke ruas kiri
dan kemudian kedua ruasnya dikuadratkan, maka akan didapat

x + y x - y
2 2

x '- = co s 2 + xy si n 2 + ( x - y) xy sin 2 cos 2
2 2 2
2 2
(1.14a)
Sedangkan pada persamaan (1.5c), bila dikuadratkan akan didapat

x - y
2

x ' y ' = xy co s 2 + si n 2 - ( x - y) xy sin 2 cos 2


2 2 2 2
2
(1.14b)
Penjumlahan persamaan-persamaan (1.14a) dan (1.14b) menghasilkan

x + y
2 2
x - y
x '- + x'y' = + xy
2 2

2 2 ..(1.15)
Persamaan (1.15) merupakan persamaan lingkaran pada bidang st
yang pusatnya di dengan jari-jari . Lingkaran tersebut ditunjukkan pada
Gambar 1.8 di bawah ini, yang dilukis dengan prosedur sebagai berikut:
1. Buatlah sumbu sij , horisontal.
2. Periksa harga tegangan normal, sxx atau syy , yang secara matematis lebih
kecil. Bila bernilai negatif jadikanlah tegangan tersebut sebagai titik yang
mendekati tepi kiri batas melukis, sedangkan bila positif maka titik yang
mendekati batas kiri adalah titik sij = 0.
3. Periksa harga tegangan normal, sxx atau syy , yang secara matematis
lebih besar. Bila bernilai positif jadikanlah tegangan tersebut sebagai titik
yang mendekati tepi kanan batas melukis, sedangkan bila negatif maka
titik yang mendekati batas kanan adalah titik sij = 0.
4. Tentukan skala yang akan digunakan sehingga tempat melukis bisa
memuat kedua titik tersebut dan masih tersisa ruangan di sebelah kiri dan
kanannya. Tentukan titik-titik batas tersebut sesuai dengan skala yang
telah ditentukan.
5. Tentukan letak titik-titik sij = 0 dan sumbu t, serta sij terkecil dan sij
terbesar bila belum terlukis pada sumbu sij .

11
6. Bagi dua jarak antara tegangan terkecil dan tegangan terbesar
sehingga diperoleh pusat lingkaran, P.
7. Tentukan letak titik A pada koordinat (sij terbesar , txy ).
8. Lukis lingkaran Mohr dengan pusat P dan jari-jari PA.
9. Tarik garis dari A melalui P sehingga memotong lingkaran Mohr di
B. Maka titik B akan terletak pada koordinat (sij terkecil , txy ). Garis
AB menunjukkan sumbu asli, q = 0, elemen tersebut.

2.3.1 Lingkaran Mohr untuk Regangan Bidang

e xx + e yy
Pada persamaan (1.7a), bila suku 2 dipindahkan ke ruas kiri
dan kemudian kedua ruasnya dikuadratkan, maka akan didapat
2
g xy g xy
2 2
e xx + e yy e xx -e yy
e x' x' -

=
2 2 2
( )
cos2 2 + sin2 2 + e xx -e yy sin 2 cos 2
2

(1.16a)
Sedangkan pada persamaan (1.7c), bila dikuadratkan akan didapat
2 2
g x' y' g e -e
2
g

2 2
( )
= xy cos2 2 + xx yy sin 2 2 - e xx - e yy x ' y ' sin 2 cos 2
2 2

(1.16b)
Penjumlahan persamaan-persamaan (1.16a) dan (1.16b) menghasilkan

2 2 2 2
e xx + e yy e x' y' e xx -e yy e x' y'
e x' x' - + = +
2 2 2 2

(1.17)
g
Persamaan (1.17) merupakan persamaan lingkaran pada bidang e 2 yang
e xx - e yy 2
e xx - e yy g xy
2

,0 +
pusatnya di 2 dengan jari-jari 2 2
Lingkaran tersebut
ditunjukkan pada Gambar 1.9 di bawah ini, yang dilukis dengan prosedur
sebagaimana melukis lingkaran Mohr untuk tegangan dengan mengganti sxx ,
syy dan txy berturut-turut menjadi exx , eyy dan gxy / 2.

12
2.3.1.1 Hubungan Antara Tegangan Dengan Regangan

Untuk deformasi normal, geser maupun gabungan keduanya, hubungan


antara tegangan dan regangan untuk bahan-bahan isotropis pada pembebanan
dalam batas proporsional diberikan oleh hukum Hooke. Jadi hukum Hooke
tidak berlaku untuk pembebanan di luar batas proporsional. Hukum Hooke
diturunkan dengan berdasarkan pada analisis tentang energi regangan
spesifik.

Apabila besar tegangan-tegangannya yang diketahui, maka hukum


Hooke untuk persoalan-persoalan tiga dimensi, hubungan antara tegangan
normal dengan regangan normal dapat dituliskan secara matematis sebagai
berikut:
( xx - n yy - n zz)
1
e xx =
E

( yy - n xx - n zz)
1
e yy =
E
( zz - n xx - n yy )
1
e zz =
E (1.18)

Dengan E dan v berturut-turut adalah modulus alastis atau modulus


Young dan angka perbandingan Poisson. Sedangkan pada deformasi geser
untuk G adalah modulus geser , hubungannya adalah:
g xy xy (1 + n) xy
e xy = = =
2 2G E

=
g xz
=
xz
=
(1 + n) xz
e xz
2 2G E

=
g yz
=
yz
=
(1 + n) yz
e yz
2 2G E
(1.19)

13
Sedangkan untuk mencari tegangan normal yang terjadi bila regangan
normal dan sifat-sifat mekanis bahannya diketahui, digunakan persamaan-
persamaan: xx =
E
(1 + n)(1 - 2 n)
{(1 - n) e xx + n( e yy + e zz) }
yy =
E
(1 + n)(1 - 2 n)
{(1 - n) e yy + n( e xx + e zz)}

zz =
E
(1 + n)(1 - 2 n)
{(1 - n) e zz }
+ n( e xx + e yy )
(1.20)
Selanjutnya untuk deformasi geser, bentuk hukum Hooke adalah:
E E
xy = e xy = g xy = G g xy
1+ n 2(1 + n)
E E
xz = e xz = g xz = G g xz
1+ n 2(1 + n)
E E
yz = e yz = g yz = G g yz
1+ n 2(1 + n)
(1.21)

Tegangan pada suatu bidang, tidak selalu kolinear dengan normal dari
bidang tersebut ,tegangan menjadi sbb :

Deskripsi tegangan dalam bidang Mohr

Sedangkan Pada suatu pembebanan dengan tegangan pada sumbu-


sumbu prinsipal sistem, tanpa beban tegangan geser sama sekali,
ternyata tegangan geser dapat tercipta pada sumbu lokal sistem menyatakan
bahwa seluruh kondisi tegangan pada sumbu/orientasi lokal elemen harus
dianalisis untuk mengetahui kapan tegangannya paling maksimum.
Menurunkan persamaan lingkaran Mohr
Dengan menggunakan diagram Mohr, segala kerumitan untuk
menghitung tegangan pada orientasi lokal dapat dicerna dengan mudah secara
grafis.

14
Mohr mengusulkan untuk mem-plot kondisi tegangan didalam

sumbu Prinsipnya sederhana, tegangan akan didekomposisi


dalam sistem sumbu diatas

Namun adalah tegangan pada suatu permukaan yang nilainya


tergantung pada arah orientasi sembarang . Padahal nilai yang kita ketahui
hanyalah nilai-nilai komponen tensor tegangan pada sistem sumbu global.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Lingkaran Mohr's adalah metode grafik untuk menentukan pengaruh

koordinat rotasi pada kuantitas tensor. Dalam rekayasa menemukan aplikasi

dalam pengaruh koordinat rotasi pada stress, strain, momen kedua daerah dan

momen inersia

15
1. Tegangan pada suatu bidang, tidak selalu kolinear dengan normal dari
bidang tersebut. Komponen tegangan yang kolinear dengan normal dari
bidang adalah tegangan normal , sedangkan komponen tegangan yang
tidak kolinear adalah tegangan geser
2. Pada suatu pembebanan dengan tegangan pada sumbu-sumbu prinsipal
sistem, tanpa beban tegangan geser sama sekali, ternyata tegangan geser
dapat tercipta pada sumbu lokal sistem.

3.2. Saran
Bertolak dari pembahasan lingkaran Mohr dan kondisi pembebanan
penyusun memberikan saran sebagai berikut :
1. Kita sebagai mahasiswa hendaknya mengetahui tentang lingkaran mohr
dan kegunaannya .
2. Bagi pembaca penulis mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat
membangun demi sempurnanya makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

PP Benham, RJ Crawford and CG Armstrong, Mechanics of Engineering


Materials , 1996, second edition, Harlow, Addison Wesley Longman. PP
Benham, RJ Crawford dan CG Armstrong, Mekanika Bahan Teknik, 1996,
edisi kedua, Harlow, Addison Wesley Longman.
Beer, Ferdinand Pierre; Elwood Russell Johnston, John T. DeWolf (1992).
Mechanics of Materials . Beer, Ferdinand Pierre; Elwood Russell Johnston,

16
John T. Dewolf (1992) Bahan. Mekanika. McGraw-Hill Professional. ISBN
0-07-112939-1 . McGraw-Hill Professional. ISBN 0-07-112939-1 .
Brady, BHG; ET Brown (1993). Rock Mechanics For Underground Mining
(Third ed.). Brady, BHG; ET Brown (1993). Rock Mekanika Untuk
Pertambangan Underground (Ketiga ed.). Kluwer Academic Publisher.
Kluwer Academic Publisher. pp. 1729. ISBN 0-412-47550-2 .
http://books.google.ca/books?id=s0BaKxL11KsC&lpg=PP1&pg=PA18#v=
onepage&q=&f=false . hal 17-29. ISBN 0-412-47550-2 .
http://books.google.ca/books?id=s0BaKxL11KsC&lpg=PP1&pg=PA18 # v
= & q = & f onepage = false .
Davis, RO; Selvadurai. Davis, RO; Selvadurai. APS (1996). Elasticity and
geomechanics . APS (1996). Elastisitas dan geomekanika . Cambridge
University Press. Cambridge University Press. pp. 1626. ISBN 0-521-
49827-9 .
http://books.google.ca/books?id=4Z11rZaUn1UC&lpg=PP1&pg=PA16#v=
onepage&q=&f=false . hal 16-26. ISBN 0-521-49827-9 .
http://books.google.ca/books?id=4Z11rZaUn1UC&lpg=PP1&pg=PA16 # v
= & q = & f onepage = false .
Holtz, Robert D.; Kovacs, William D. (1981). An introduction to geotechnical
engineering . Holtz, Robert D.; Kovacs, William D. (1981). Suatu pengantar
rekayasa geoteknik . Prentice-Hall civil engineering and engineering
mechanics series. Prentice-Hall teknik sipil dan rekayasa mekanika seri.
Prentice-Hall. ISBN 0-13-484394-0 .
http://books.google.ca/books?id=yYkYAQAAIAAJ&dq=inauthor:%22Willi
am+D.+Kovacs%22&ei=kF-MS5LRKpfCM9vEhIYN&cd=1 . Prentice-
Hall. ISBN 0-13-484394-0 .
http://books.google.ca/books?id=yYkYAQAAIAAJ&dq=inauthor:%
22William + D. + Kovacs% 22 & ei = KF-MS5LRKpfCM9vEhIYN & cd =
1.
Jaeger, John Conrad; Cook, NGW, & Zimmerman, RW (2007). Fundamentals of
rock mechanics (Fourth ed.). Jaeger, John Conrad, Cook, NGW, &
Zimmerman, RW (2007). Dasar dari mekanika batuan (Keempat ed.).

17
Wiley-Blackwell. Wiley-Blackwell. pp. 941. ISBN 0-632-05759-9 .
http://books.google.com/books?id=FqADDkunVNAC&lpg=PP1&pg=PA10
#v=onepage&q=&f=false . hlm 9-41. ISBN 0-632-05759-9 .
http://books.google.com/books?id=FqADDkunVNAC&lpg=PP1&pg=PA10
# v = & q = & f onepage = false .
Jumikis, Alfreds R. (1969). Theoretical soil mechanics: with practical applications
to soil mechanics and foundation engineering . Jumikis, Alfreds R. (1969).
mekanika tanah Teoritis: dengan aplikasi praktis untuk mekanika tanah dan
teknik pondasi . Van Nostrand Reinhold Co.. ISBN 0-442-04199-3 .
http://books.google.ca/books?id=NPZRAAAAMAAJ&source=gbs_navlink
s_s . Van Nostrand Reinhold Co. ISBN 0-442-04199-3 .
http://books.google.ca/books?id=NPZRAAAAMAAJ&source=gbs_navlink
s_s .
Parry, Richard Hawley Grey (2004). Mohr circles, stress paths and geotechnics (2
ed.). Parry, Richard Hawley Grey (2004). Mohr lingkaran, jalan stres dan
geoteknik (2 ed.). Taylor & Francis. Taylor & Francis. pp. 130. ISBN 0-
415-27297-1 .
http://books.google.ca/books?id=u_rec9uQnLcC&lpg=PP1&dq=mohr%20c
ircles%2C%20sterss%20paths%20and%20geotechnics&pg=PA1#v=onepag
e&q=&f=false . hlm 1-30. ISBN 0-415-27297-1 . 20circles%
http://books.google.ca/books?id=u_rec9uQnLcC&lpg=PP1&dq=mohr%
2C% 20sterss% 20paths% 20and% 20geotechnics & pg = # v PA1 =
onepage & q = & f = false .
Timoshenko , Stephen P.; James Norman Goodier (1970). Theory of Elasticity
(Third ed.). Timoshenko , Stephen P.; James Norman Goodier (1970)).
Teori Elastisitas Ketiga (ed.. McGraw-Hill International Editions. ISBN 0-
07-085805-5 . McGraw-Hill International Editions. ISBN 0-07-085805-5 .
Timoshenko , Stephen P. (1983). History of strength of materials: with a brief
account of the history of theory of elasticity and theory of structures .
Timoshenko , Stephen P. (1983):. Sejarah kekuatan bahan dengan uraian
singkat tentang sejarah teori elastisitas dan teori struktur. Dover Books on

18
Physics. Dover Buku-buku tentang Fisika. Dover Publications. ISBN 0-486-
61187-6 . Dover Publications. ISBN 0-486-61187-6 .

19