Anda di halaman 1dari 2

Pendahuluan

Daun zaitun memiliki banyak kandungan fitokimia seperti fenolat dan


flavonoid yang memiliki banyak aktivitas seperti antioksidan, antibakteri,
antijamur dll (Eberhardt, dan Liu, 2000). minat penelitian aktivitas
antioksidan dari daun zaitun telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Karakteristik utama dari senyawa antioksidan adalah kemampuan mereka
untuk menjebak radikal bebas seperti peroksida, hidroperoksida atau peroksil
lipida, dengan menghambat mekanisme oksidatif yang menyebabkan
penyakit degeneratif (Prakash, Rigelhof, dan MIller, 2011).
Oleuropein adalah senyawa fenolik utama pada daun zaitun kadarnya
bervariasi dari 17% sampai 23% tergantung pada waktu panen daun (Le
Toutour, dan Guedon, 1992). Selain oleuropein, senyawa yang berbeda juga
ada pada daun zaitun misalnya hydroxytyrosol, tirosol, asam caffeic,
verbascoside, rutin, luteolin 7-O-glukosida, luteolin 4-O-glukosida, apigenin-
7-O-routoside dan apigenin 7-O-glucoside.
Ada banyak parameter yang dapat mempengaruhi ekstraksi
oleuropein dari daun zaitun meliputi metode ekstraksi, pelarut ekstraksi (tipe,
komposisi, pH, tempearature), dan waktu ekstraksi. Metode ekstraksi dapat
dilakukan dengan soxhlet, ekstraksi super critical fluid, Ekstrak cair-cair
(ECC) dan ekstraksi ultra sonik (Ansari, Kazemipour, dan Fathi 2011. 2011;
Tayoub et al 2012; Ranalli et al., 2006; Aouidi et al.; 2012; Ortega-Garca et
al, 2008; Altinyay, dan Altun, 2006; Amiot, Fleuriet, dan Macheix 1989;
Andreadou et al 2006; Bisignano et al 1999, Perridis, Therios, dan Samouris
2012; Savournin et al., 2001).
Ansari dkk. telah mengoptimalkan metode ekstraksi dari daun segar
dan menggunakan air sebagai pelarut dan menemukan ekstraksi dengan air
deionisasi yang disesuaikan dengan pH 3, pada suhu 60 C selama 4 jam
memiliki jumlah oleuropein tertinggi (Ansari, Kazemipour, dan Fathi. 2011).
Tayoub dkk. (2012) juga telah menentukan beberapa metode ektraksi
oleuropein pada daun varietas zaitun di Syria. Ranalli dkk. (2006) juga telah
meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kandungan oleuropein pada buah
zaitun dari Italia. Aouidia dkk. (2012) juga telah mempelajari penentuan
kuantitatif oleuropein pada daun zaitun dari Tunisia menggunakan
spektroskopi mid-inframerah yang dikombinasikan dengan analisis
chemometric. Namun, sampai saat ini, tidak ada literatur/laporan yang
berkaitan dengan kandungan oleuropein daun zaitun dari Palestina. Tujuan
dari peneletian ini adalah untuk menentukan kandungan oleuropein daun
zaitun dari Palestina, dan untuk mempelajari efek parameter ekstraksi yang
berbeda dari oleuropein yang terdapat pada daun zaitun di Palestina.
Parameter ini meliputi jenis pelarut ekstraksi dan komposisi, suhu dan pH
pelarut ekstraksi, dan jenis metode ekstraksi (maserasi dan Soxhlet). Selain
itu, studi tentang kandungan oleuropein dari Palestina merupakan tambahan
yang berharga bagi peneltian kedepan.