Anda di halaman 1dari 18

A.

JUDUL PRAKTIKUM
Praktikum pada tanggal 1 November 2017 berjudul Amphibi

B. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mempelajari anatomi dan morfologi Bufo sp./Rana sp. (hewan Amphibia)
2. Mempelajari anatomi dan morfologi kecebong
3. Membedakan anatomi dan morfologi antara Bufo sp./Rana sp. betina dan jantan
4. Membedakan anatomi dan morfologi antara kodok (Bufo sp.) dengan katak (Rana sp.)

C. DASAR TEORI
Class amphibia ini merupakan hewan yang hidup pada dua lingkungan. Pada tingkat
berudu hidup di air dan bernapas dengan insang dan setelah dewasa hidup di darat dan
bernapas dengan paru-paru (pulmo). Hewan ini bersifat poikilotermis.
Morfologi amphibia (katak)
Tubuh terdiri atas tiga bagian:
1. Caput (kepala), berbentuk segitiga dan terdapat alat-alat sebagai berikut: Rima oris
(celah mulut), Cavum oris (rongga mulut), di dalamnya ditemukan: Maxilla (rahang
atas), mempunyai gigi-gigi (dentis) yang berguna untuk memegang mangsa, tidak
untuk menghaluskan makanan., Mandibulla (rahang bawah), tidak mempunyai dentis,
Palatum (langit-langit), Os vormer yang berbentuk huruf v, mempunyai dentis, Nares
posterior sive choane, merupakan dua lubang di kiri kanan os vormer yang
menghubungkan cavum nasal (rongga hidung) dan cavum oris. Lingua (lidah),
berpangkal di cranial mandibula bersifat bifida (bercabang), ujung caudalnya bebas
dan dapat dikeluarkan untuk menangkap mangsa. Ostium tuba auditive, lubang dekat
dengan rongga telinga.Saccus vocalis (kantung suara), terdapat pada kiri kanan lingua,
hanya dijumpai pada yang jantan
Nares anterior (lubang hidung sebelah luar) terdapat di sebelah dorsal rima oris.
2. Organon visus (organ penglihatan) terdiri dari : Palpebra superior (kelopak mata
atas),Palpebra interior (kelopak mata bawah) Membrane nictitans, merupakan selaput
tansparan yang menjaga mata dari kekeringan dan gesekan dalam air, Bulbus oculi
(bola mata)
3. Cervic (leher), tidak nyata
4. Truncus (badan), terdapat:
Extremitas (anggota badan), ada dua pasang: Extremitas anterior, terdiri dari:
Brachium (lengan atas), Ante brachium (lengan bawah), Manus (telapak tangan),
Digiti (jari), 4 buah Extremitas posterior, terdiri dari: Femur (paha), Crus (tungkai
bawah), Pas (tapak kaki), Web (selaput renang), Digiti (jari), 5 buah.
Kulit tidak melekat pada jaringan sebelah dalam tetapi terpisah oleh ruang-ruang
yang berisi cairan lymph, yang menjaga kelembaban kulit, ruangan ini disebut saccus
lymphaticus subcuteanus, yang terdiri dari:
Saccus submandibularis
Saccus pectoralis
Saccus branchialis
Saccus abdominalis
Saccus lateralis
Saccus femoralis
Saccus cruralis
Saccus dorsalis
5. Rangka (skeleton)
Pada yang dewasa skeleton berupa tulang keras, sedangkan pada tingkat larva,
skeleton dari cartilage (tulang rawan). Pada hewan ini hanya ditemukan endoskleleton
(rangka dalam), yang dibedakan atas: Skeleton truci, yang terdiri dari: cranium,
sternum, columna vertebralis dan cartilage hyoidea. Skeleton membrane anterior dan
posterior, terdiri dari: cingulum pectoral dan singulum pelvinum. Cranium (tulang
otak), melindungi encephalon (otak). Columna vertebralis (tulang punggung),
memanjang dari cranial sampai cauda, terdiri atas 9 vertebrae dan 1 urostilus
(vertebrae terakhir yang meruncing di caudal).
6. Ruas-ruas tulang punggung (vertebrae), terdiri dari: Sentrum (pusat) procesus
tranversusarcus neuralis, Zygapophyse, suatu tonjolan yang merupakan pertemuan
antara pedicula dan lamina. Sternum (tulang dada), tediri dari: Episternum, sebelah
cranila, dibangun oleh cartilage Omternnum, sebelah caudal, Mesosternum,
Xyphisternum
Operculum pectoral, terdiri dari: Precoracoid, melekat pada sternum arah cranial
Coracoid, melekat pada sternum arah cranial. Antar precoracoid dan coracoid terdapat
lubang. Epicoracoid, yang mengubungkan mesosternum dan homosternum Scapula
supra scapula..
7. Sistem pencernaan (digestivus) Dibedakan atas tractus digestivus dan glandula
digestoria.
Tractus digestivus, terdiri dari: Cavum oris, lingua bifida, pharynx, oesophagus,
ventriculus, intestinum, cloaca.
Glandula digestoria, terdiri dari: Hepar, vesica felea dan pancreas.
8. Sistem respirasi (respiratoty sistem), terdiri dari :rima glots, larynx, truncus, pulmo.
9. Sistem urogenitalia (sistem reproduksi). Dibedakan atas sistem urogenitalia jantan,
yang terdiri dari: testis, vassa differentia, Ductus wolfi, ivesicula seminalis, Cloaca.
Pada testis terdapat badan lemak berwarna kuning yang disebut corpus adiposum
testis diselaputi oleh selaput Mesorchium. Organ uropoitica jantan, terdiri dari:
Ductus wolfii, Ren (ginjal), Vesica urinaria. Organ urogenitalia betina, terdiri dari:
Corpus adiposum, Ovarium, Oviduct, Uterus, Cloaca
Organ uropoitica betina, terdiri dari: Ren, Ductus mesonephiridicus, Vesica urinaria,
Cloaca
10. Enchephalon (otak) terdiri dari:
Nervus alvactorius
Lobus alvactorius
Hemispaerium cerebrie
Epyhisis
Lobus abticus
Cereblum
Fossaromboidea
Medulla oblongata
Infudibullum
Hipophisis
11. Klasifikasi bufo / rana sp
Phylum : chordata
Subphylum : vertebrata
Class : amphibia
Ordo : anura
Family : bufonidae / ranidae
Genus : bufo / rana
Species : Bufo melanopticus / Rana sp
D. ALAT DAN BAHAN
1. Alat dan Bahan :
Bufo sp/ Rana sp.
Alcohol
Papan bedah
Dissecting set
Jarum pentul
2. Cara kerja
1) letakkan katak/kodok pada bak bedah, kemudian bedahlah milai dari bagian
anus katak kearah kepala melwati perut dengan menggunakan gunting bedah
atau pisau bedah.
2) mulailah dengan mengangkat kulit yang telah terbuka, hati-hati jangan sampai
saluran pencernaan dan organ dalam lainnya ikut terpotong. potong tulang
dada dan rusuknya agar dapat mengamati organ paru-paru beserta jantung
yang masih berdetak.
3) kemudian bukalah bagian yang telah dibedah untuk diamati dan gunakan
jarum pentul sebagai alat bantu.

E. TUGAS-TUGAS
1. Mengamati anggota badan amphibi
a. Buatlah ringkasan tentang struktur, bentuk, dan fungsi anggota tubuh amphibi.
b. Jelaskan adakah perbedaan antara kaki depan dan kaki belakang ?
c. Berapa rasio perbandingan kaki depan dengan kaki belakang ?
d. Jelaskan fungsi masing-masing kaki tersebut (dari buku).
e. Gambarkan pula bentuk tubuh kecebong.
2. Mengamati organ Reproduksi
a. Bedahlah seekor amphibi, kemudian amati sistem reproduksinya. (jantan dan
betina)
b. Gambarkan dan jelaskan sistem reproduksi pada amphibi .
c. Jelaskan bagaimana daur hidup amphibi.
3. Mengamati morfologi katak
a. Amati katak yang ada dihadapanmu, kemudian buat ringkasan morfologi berbagai
macam ampibi berdasarkan hasil pengamatanmu.
b. Gambarkan masing-masing bentuk tubuh ampibi yang diamati, kemudian beri
keterangan lengkap bagian-bagiannya.
c. Gambarkan pula morfologi tubuh kecebong, kemudian beri keterangan.
4. Mengamati struktur, anatomi, dan morfologi kepala amphibi
a. Amati dan gambar masing-maing kepal amphibi yang ad dihadapanmu. Beri
keterangan pada gambar yang telah anda buat.
b. Buka bagian mulutnya, gambarkan dan beri keterang pada gambar tersebut.
Jelaskan fungsi masing-masing organ pada bagian mulut tersebut (atau tuliskan
keunikan bentuk dari masing-masing organ tersebut).
c. Jelaskan masing-masing sistem organ yang ada pada bagian kepala amphibi
tersebut.
d. Kerjakan pula langkah diatas untuk kecebong.
5. Mengamati anatomi dan fisiologi amphibi
a. gambarkan sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan sistem ekskresinya. Beri
keterangan.
b. Apakah ada perbedaan organ-organ yang ada pada masing-masing amphibi pada
sistem seperti no. 2, jelaskan organ apa yang berbeda dan mengapa ?
c. Bedah pula seekor kecebong, kemudian bandingkan ketiga sistem tersebut. Adakah
perbedaanya ? Jelaskan
6. Mengamati kulit
a. Amati baik-baik kulit amphibi yang ad dihadapanmu. Tuliskan hasil
pengamatanmu.
b. Jelaskan perbedaan kulit amphibi tersebut apabila ada
c. Kelupaslah kulit amphibi tersebut (sebagian saja). Apa yang terjadi ? Tuliskan
hasil pengamatanmu.
d. Bandingkan kulit amphibi tersebut dengan kulit kecebong. Adakah perbedaannya?
e. Jelaskan fungsi kulit tersebut pada amphibi.
F. HASIL PENGAMATAN

No Gambar Keterangan
1 Morfologi Katak Betina a. Membran tympani
a f b. Jari (Digiti)
f g f a
c. Kulit
f
b h d. Paha (Femur)
f f
e. Tungkai bawah (Crus)
if
c k f. Mulut (Rima oris)
f jf
g. Lubang hidung (Nares
d k
k anterior)
f
f h. Mata (Organon visus)
e
f i. Membran telinga
j. Lengan atas (Brachium)
k. Lengan bawah (Ante
brachium)
a. Kepala (Caput)
a f b. Lengan bawah (Ante
f g
b f brachium)
f
f c. Lengan atas (Brachium)
h
c f d. Kloaka
f
d if e. Jari (Digiti)
f k
j f. Mulut (Rima oris)
f g. Telapak tangan (Manus)
e k
f f h. Perut (Abdomen)
lf
i. Paha (Femur)
k
j. Tungkai bawah (Crus)
k. Tapak kaki (Pas)
l. Selaput renang (Web)
a. Kulit
a
a b. Saccus lymphaticus

bb subcuteanus
a. Rahang atas (Maxilla)
b. Langit-langit (Palatum)
a
bk c. Lidah (Lingua)
k d. Rahang bawah
c
k d (Mandibulla)
k

1. Anatomi katak betina 1. Hepar (Hati


2. Cor (Jantung)
3. Pulmonum (Paru-paru)
4. Ventriculus (Lambung)
5. Ovarium
6. Vesica fellea (Empedu)
7. Duodenum (Usus dua
belas jari)
8. Oviduk
9. Rectum (Usus besar)
10. Internal nare
11. Bola mata
12. Eustachio tabung
pembukaan
13. Rahang atas
Lidah
Karakteristik :
1. Bentuk timpanium bulat utuh tanpa ada lapisan
kulit yang menutupi.
2. Panjang kaki depan dan kaki belakang
3. Ukuran membrane lebih besar dibandingkan
lingkar mata.
4. Ibu jari betina lebih kecil daripada jantan.

1. Morfologi katak jantan 1. Mulut


2. Mata
3.Membran Timpani
4. Kaki depan
5. Kaki belakang

Karakteristik :
2. Bentuk timpanium bulat utuh tanpa ada
lapisan kulit yang menutupi.
3. Panjang kaki depan dan kaki belakang
berbeda. Lebih panjang kaki belakang
4. Ukuran membrane lebih kecil dibandingkan
lingkar mata.
Ibu jari betina lebih besar daripada betina.
Anatomi katak jantan 1. Paru-psru
2. Jantung
3. Hati
4. Usus halus
5. Lambung
6. Usus
7. Ginjal
8. Kloaka

Anatomi berudu (kecebong) 1. Mulut


2. Rahang atas
3. Rectum (usus besar)
4. Anus
5. Celah pharinx
6. Insang
7. Operculum
8. Siphon
9. Hepar (hati)
10. Segmen otot
Morfologi Berudu ( Kecebong )
1. Anus
2. Kaki
3. Mulut
4. Kepala
5. Mata
6. Tubuh permukaan
bawah
7. Lebar otot ekor
8. Ekor

Karakteristik :
1. Pada saat telurnya menetas, kecebong tidak
memiliki paru-paru. Sevagai gantinya paru-
paru, ada insang yang membantu pernafasan
yang dilakukan kecebong.
2. Kecebong muda memiliki insang yang
terbuka dan ketika beranjak dewasa, insang
mereka akan tertutupi oleh kulit.
3. Pada saat mulai menetas, kecebong akan
malan terus-menerus. Bahkan memakan apa
saja yang tersisa dari telurnya dan tumbuhan
seperti alaga dan gulma.
4. Ketika sudah mulai besar, berudu akan
memakan dan memangsa hewan-hewan
kecil di dalam air sekitar mereka.
5. Kecebong dari katak akan menumbuhkan
kaki belakangnya dari terlebih dahulu.
6. Ketika mulai dewasa, mulut akan jadi
membesar, mata akan lebih menonjol,
tangan mulai tumbuh, maka ekor berudu
akan memendek sampai akhirnya ekor yang
dimilikinya hilang

G. PEMBAHASAN
Praktikum Amphibi pada tanggal 1 november 2017 seharusnya praktikan melakukan
pengamatan terhadap katak jantan dan katak betina serta berudu. Namun karena sulitnya
mencari kedua jenis katak, akhirnya praktikan hanya dapat mengamati anatomi dan
morfologi katak betina dan kodok jantan. Perbedaan antara katak (Rana sp.) dan kodok
(Bufo sp.) dapat dilihat berdasarkan struktur tubuhnya. Sebelum menjadi dewasa, Rana
sp. / Bufo sp mengalami metamorfosis dari mulai telur, berudu, katak muda hingga katak
dewasa.
Terdapat 2 macam berudu yang memiliki bentuk yang berbeda, yaitu berudu berekor
serta berudu berekor dan berkaki. Berudu merupakan salah satu bentuk dari
metamorfosis katak. Pada proses metamorfosis katak, setelah embrio (telur) menetas
maka selanjutnya menjadi berudu. Berudu memiliki 3 pasang insang luar, namun akan
berkembang setelah 9 hari manjadi insang dalam. Sesudah kurang lebih 12 hari terbentuk
tutup insang dan tungkai belakang tampak setelah 2-3 bulan. Berudu hidup di lingkungan
air dan bersifat herbivora. Pada siklus berudu, yaitu berawal dari berudu muda yang
memiliki ekor hingga pada usia sekitar 2-3 bulan akan tampak tungkai belakang. Dari
referensi yang didapat mengatakan bahwa berudu berekor merupakan siklus kedua setelah
menetasnya telur katak. Secara siklus metamorfosis tidak dijelaskan mengenai fungsi dari
perubahan bentuk pada kaki berudu, namun dijelaskan lebih fungsi dari organnya
terhadap perubahan bentuknya. Kaki yang terdapat pada berudu merupakan tahap dari
metamorfosis dari berudu menjadi katak muda. Fungsi dari kaki pada berudu belum dapat
dijelaskan secara signifikan. Hal tersebut dikarenakan kaki pada berudu belum di
fungsikan. Berudu berkaki masih berenang semestinya berudu yang belum berkaki
menggunakan ekornya dan sirip yang terletak di samping belakang bagian kepala.
Tubuh Bufo sp. dan Rana sp. terbagi menjadi empat bagian yaitu kepala (Caput) yang
terdiri dari mata, lubang hidung dan telinga. Badan (Truncus) yang terdiri dari telinga
hingga kloaka. sepasang anggota depan (extrimitas anterior) yang berjumlah empat digiti
dan sepasang anggota belakang (extremitas posterior) yang berjumlah lima digiti. Bagian
kepala terdapat rima oris yang lebar untuk pernapasan, sepasang organ visus yang bulat.
Di belakang terdapat membran tympani untuk menerima getaran suara. Pada akhir tubuh
terdapat kloaka yang berfungsi sebagai tempat pelepasan feces, urin dan sel kelamin.
Kepala dan badan lebar bersatu, ada dua pasang kaki atau anggota, tidak ada leher dan
ekor (caudal). Kepala mempunyai mulut yang lebar untuk mengambil makanan, dua
lubang hidung (nares externa) yang kecil dekat ujung hidung yang berfungsi dalam
pernapasan, dua mata yang besar spherik, dibelakangnya dua lubang pipih tertutup oleh
membran tympani yang berfungsi sebagai telinga untuk menerima gelombang suara. Tiap
mata mempunyai kelopak mata atas dan bawah, serta di dalamnya mempunyai selaput
mata bening membran nikitans untuk menutupi mata apabila berada di dalam air. Kepala
katak jantan lebih runcing (segitiga) dan memiliki ukuran membran tympani lebih besar
dari ukuran matanya. katak jantan memiliki kantung suara yang terletak di bawah
kepalanya, sedangkan katak betina tidak memiliki kantung suara. kepala katak betina
membulat serta ukuran membran tympaninya hampir sama dengan ukuran matanya.
Di bagian ujung belakang badan dijumpai anus, lubang kecil untuk membuang sisa-
sisa makanan tak dicerna, urine dan sel-sel kelamin/telur atau sperma dari alat reproduksi.
Kaki katak terdiri atas sepasang kaki depan dan sepasang kaki belakang. Kaki depan
terdiri atas lengan atas (brancium), lengan bawah (antebrancium), tangan (manus), dan
jari-jari (digiti). Pada kaki belakang terdiri atas paha (femur), betis (crus), kaki (pes) dan
jari-jari (digiti). Jumlah jari tungkai depan empat jari dan tungkai belakang lima jari. Pada
tungkai belakang memanjang yang berpotensi untuk melompat. Pada katak jantan ibu jari
kaki depannya relatif lebih besar.
Kaki kodok jantan bagian depan dan bagian belakang memiliki perbedaan, dengan
rasio perbandingan pada kaki depan memiliki panjang 3 cm dan kaki belakang memiliki
panjang 8 cm. Sedangkan pada katak betina memiliki rasio perbandingan pada kaki depan
2 cm dan kaki belakang memiliki panjang 7,5 cm. Kaki belakang katak kuat, panjang, dan
berselaput yang diadaptasi untuk melompat, memanjat, dan berenang. Sedangkan
berdasarkan rasio tersebut, kaki belakang kodok lebih pendek, lebih disesuaikan untuk
berjalan daripada melompat. Katak mampu melompat begitu jauh karena kaki belakang
mereka yang panjang dan kuat. Katak juga memiliki kaki khusus yang dirancang untuk
menempel, sehingga memungkinkan mereka untuk memanjat pohon atau yang lainnya.
Berbeda dengan katak, kodok tidak bisa melompat terlalu jauh atau melompat terlalu
tinggi.
Sistem urogenitalia pada kodok jantan terdiri atas: 1) testis: sepasang testis berbentuk
oval berwarna ke putih-putihan yang terletak disebelah anterior dari ren, diikat oleh alat
penggantung yang disebut mesorchium yang terdiri dari lipatan peritonim disebelah
craniel. 2) vena efferensia: berupa saluran halus dari testis serta melalui nesorchium.
Selanjutnya sperma dikeluarkan melalui ren dan bermuara di ductus urospemachitus. 3)
ductus spermachitus: sepasang terletak pada bagian lateral dan ren bermuara di kloaka.
Saluran ini menyalurkan spermatozoa dan urine ke kloka. 4) vesicula seminalis:
merupakan bagian caudal dari ductus urospermachitus serta tempat penyimpanan terakhir
dari spermatozoa.
Sistem urogenitalia pada katak betina, terdiri atas: 1) ovarium: sepasang ovarium yang
diletakkan dengan bagian dorsal coelum oleh alat-alat penggantung disebut mesovarium.
2) saluran telur: sepasang berliku-liku dan berwarna putih telur yang masak dan masuk ke
oviduk, dan sebelum bermuara di kloaka akan masuk ke ovisoe (uterus). 3) uterus
merupakan tempat penyimpanan sementara sel telur sebeleum keluar dari tubuh karena
fertilisasi. 4) badan-badan lemak (corvus adivasum) menyerupai daun berwarna
kekuningan yang terletak di atas ginjal dan berisi cadangan makanan yang digunakan
musim kawin.
Bufo sp. atau Rana sp. merupakan jenis hewan ovivar. Pembuahan kodok terjadi di
luar tubuh, kodok jantan ataupun katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. Saat
kawin, kodok/katak jantan dan kodok/katak betina akan melakukan amfleksus.
Ampleksus itu sendiri adalah kodok/katak jantan akan menempel pada pungung
kodok/katak betina, dan kemudian kodok/katak jantan akan menekan perut kodok/katak
betina, dan merangsangnya, sampai kodok/katak betina megeluarkan telurnya. Bersamaan
dengan itu kodok/katak jantan akan mengeluarkan sperma untuk membuahi sel telur yang
dikeluarkan oleh kodok/katak betina tersebut ke dalam air. Telur-telur katak bergerombol
seperti anggur, sedangkan telur-telur kodok memanjang membentuk sebuah rantai. Pada
saat bereproduksi katak dewasa akan mencari lingkungan yang berair. Disana mereka
meletakkan telurnya untuk dibuahi secara eksternal. Telur katak/kodok tidak memiliki
cangkang dan selaput embrio. Sebaliknya telur katak/kodok hanya dilindungi oleh kapsul
mukoid yang sangat pemeabel sehingga telur harus berkembang di lingkungan yang
sangat lembab atau berair.
Kepala kodok terdiri atas kelopak mata, membran niktitan, mulut dan lubang hidung.
Dua lubang hidung (nares externa) yang kecil dekat ujung hidung yang berfungsi dalam
pernapasan. Sepasang mata berfungsi sebagai alat penglihatan. Membran niktitan yatiu
suatu selaput atau membran yang berfungsi melindungi mata kodok sewaktu berada di
air. Juga terdapat lidah dan mulut yang berfungsi untuk mengunyah makanan. Pada
rongga mulut katak, terdapat lidah yang panjang dan dapat dijulurkan keluar yang
fungsinya untuk menangkap mangsa, kemudian lidah digulung ke belakang jika tidak
digunakan. Dibagian samping kepala kodok terdapat membran timpani berfungsi sebagai
penerima suara dan dan kemudian diteruskan oleh saluran eustachii. Saluran eustachii ini
terhubung dengan rongga mulut dan telinga pada kodok. Katak memiliki rongga mulut
yang ditopang oleh rahang atas maupun rahang bawah. Gigi katak berbentuk V dan tidak
berkembang dengan sempurna.
Anatomi kodok/katak terdapat jantung, paru-paru, hati, empedu, usus halus, usus 12
jari, usus besar, ginjal, dan kloaka. Jantung terletak antara paru-paru dan hati. Hati
berfungsi menghasilkan empedu. Paru-paru adalah kantong elastik yang tipis dan pada
permukaan dinding dalamnya terdapat lipatan sehingga berwarna kemerahan. Testis
terdiri dari sepasang testis berwarna kuning. Lambung merupakan tempat pencernaan
makanan secara kimiawi karena di dalamnya dihasilkan enzim, antara lain pepsin dan
tripsin. Usus halus tidak terlalu besar atau panjang. Di dalam usus, makanan yang berasal
dari lambung dicerna secara kimiawi dengan bantuan enzim pencernaan, setelah itu sari-
sari makanan diserap, dan ginjal berukuran kecil yang letaknya di bawah empedu dan
berwarna merah. Diantara serambi dan bilik terdapat sekat atau klep dari ventrikel darah
yang akan keluar melalui batang nadi atau trucus aterious.
Alat pencernaan diawali oleh cavum oris yang diakhiri oleh anus. Mangsa yang
berupa hewan kecil yang ditangkap untuk dimakan akan dibasahi oleh air liur. Katak
sedikit mempunyai kelenjar ludah. Dari cavum oris makanan akan melewati pharynx,
oesophagus yang mengahasilkan sekresi alkalin (basis) dan mendorong makanan masuk
dalam vetriculus yang besar itu disebut cardiac, sedangkan bagian piosterior mengecil dan
berakhir dengan pyloris. Kontraksi dinding otot ventriculus dapat meremas makanan
sampai menjadi hancur dan dicampur dengan sekresi ventriculus yang mengandung
enzim atau fermen, yang merupakan katalisator.
Kelenjar pencernaan pada katak/kodok terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna
merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobus. Hati
berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantong empedu yang berwarna
kehijauan. Pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas
jari (duodenum). Pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara
pada duodenum.
Secara berturut-turut saluran pencernaan katak/kodok meliputi: 1) rongga mulut: pada
kodok tidak terdapat gigi, sedangkan pada katak terdapat gigi berbentuk kerucut untuk
memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa. 2) esofagus: berupa saluran
pendek. 3) ventrikulus (lambung), berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi
lebar. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya esofagus dan
lubang keluar menuju usus. 4) intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan
usus tebal (besar). Usus halus meliputi: duodenum (usus 12 jari), jejunum (usus kosong)
maupun ileum (usus cerna). 5) kloaka: merupakan muara bersama antara saluran
pencernaan makanan, saluran reproduksi dan urine.
Sistem pernapasan katak/kodok pada saat berudu bernapas dengan insang. Mula-mula
berupa insang luar, dan setelah bernapas lebih kurang 12 hari, insang luar diganti insang
dalam. Selanjutnya insang dalam ini akan berkembang menjadi paru-paru, sedangkan
insang luarnya berkembang menjadi bagian dari kulit. Setelah mengalami metamorfosis
dan menjadi katak, alat pernapasan berubah menjadi kulit dan paru-paru. Pernapasan
dengan kulit berlangsung dengan efektif secara difusi baik di darat maupun di air
sedangkan pernafasan paru-paru hanya dilakukan saat berada di darat.
Oksigen berdifusi melalui kulit dan paru-paru. Selaput rongga mulut dapat berfungsi
sebagai alat pernapasan karena tipis dan banyak terdapat kapiler. Pada saat terjadi
gerakan rongga mulut dan faring, lubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga
udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput ronga mulut yang tipis.
Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak/kodok bernapas pula dengan kulit,
ini memungkinkan karena kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak
kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi.
Mekanisme pernapasan katak meliputi inspirasi dan ekspirasi:
Fase Inspirasi: udara bebas masuk melalui celah hidung (koane) ke rongga mulut terus
ke paru-paru. Bila oto bawah rahang bawah (sub mandibularis) mengendor maka volume
rongga mulut membesar. Selanjutnya udara dari luar akan masuk ke rongga mulut melalui
koane. Kemudian koane tertutup, dilanjutkan otot bawah rahang bawah berkontraksi.
Akibatnya rongga mulut mengecil, tekanan udara rongga mulut meningkat, sehingga
udara dari rongga mulut masuk ke paru-paru. Di dalam paru-paru oksigen berdifusi ke
darah kapiler, sedangkan darah kapiler olveolus berdifusi ke luar.
Fase ekspirasi: setelah terjadi pertukaran gas di dalam paru-paru, otot bwah rahang
bawah berelaksasi dan otot perut berkontraksi, sehingga rongga mulut membesar,
sementara isi perut menekan paru-paru, sehingga udara dari dalam paru-paru masuk ke
rongga mulut. Selanjutnya otot bawah rahang bawah berkontraksi, rongga mulut
mengecil, sedangkan tekanan meningkat sehingga udara akan keluar melalui koane.
Alat ekskresi utama pada katak/kodok adalah sepasang ginjal yang terdapat di kanan
kiri tulang belakang, berwarna kecoklat-coklatan yang memanjang ke belakang. Sistem
ekskresi pada katak/kodok disebut suatu sistem gabungan karena masing-masing sistem
masih bergabung pada kloaka sebagai muara bersama baik untuk sistem sekresi maupun
untuk sistem reproduksi. Sistem ekskresi sebagai sistem pembuangan zat-zat yang tidak
berguna yang dilakukan oleh kulit, paru-paru, dan yang dikeluarkan oleh hati, yaitu
berupa empedu.
Ginjal amfibi memiliki fungsi untuk mengeluarkan air yang berlebihan karena kulit
katak permeable terhadap air, maka pada saat ia berada di air, banyak air yang masuk ke
tubuh katak secara osmosis. Pada saat berada di darat harus melakukan konservasi air dan
tidak membuangnya. Katak menyesuaikan dirinya terhadap kandungan air sesuai dengan
lingkungannya dengan cara mengatur laju filtrasi yang dilakukan oleh glomerulus, sistem
portal anal berfungsi untuk membuang bahan-bahan yang diserap kembali oleh tubuh
selama masa aliran darah melalui glomerulus dibatasi. Katak juga menggunakan kantung
kemih untuk konservasi air. Apabila sedang berada di air, kantung kemih terisi urin yang
encer. Pada saat berada di darat, air diserap kembali ke dalam darah menggantikan air
yang hilang melalui evavorasi kulit. Hormon yang mengendalikan adalah hormon yang
sama dengan ADH.
Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa kulit kodok tidak mulus karena
banyak bintil-bintil kulit. Sedangkan kulit katak berlendir, licin dan halus. Banyaknya
bintil menunjukkan bahwa kelenjar racun pada kodok lebih berbahaya dari katak. Pada
kulit bagian dermis terdapat kelenjar mucus yang ukurannya kecil namun jumlahnya
banyak berfungsi untuk mensekresikan mukus. Ketika dikelupas, hasilnya bahwa kulit
tidak melekat pada jaringan sebelah dalam tetapi terpisah oleh ruang-ruang yang berisi
cairan lymph, yang menjaga kelembapan kulit, ruangan ini disebut saccus lymphaticus
subcutaneus. Kulit disekitar kerongkongan pada katak jantan berwarna hijau kekuning-
kuningan dan polos, sedangkan kulit disekitar kerongkongan pada katak betina berwarna
putih bercak-bercak hitam.
Kulit amfibi sangat penting dalam respirasi dan proteksi. Kulit membagi bagian luar
badan untuk melindungi organisme terhadap penyakit, berfungsi dalam pernapasan,
penyerapan air, sebab katak/kodok tidak pernah minum. Kulit dilengkapai dengan
kelenjar mukosa yang menyebabkan kulit terjaga kelembapannya, bagi spesies yang
hidup di air, mukus memberikan minyak pelumas bagi tubuh. Sebagian besar memiliki
kelenjar granular dan kelenjar mukus. Keduanya mirip, akan tetapi hasil produksinya
berbeda. Kelenjar granular memproduksi zat abnoxious atau racun untuk melindungi diri
dari musuh. Keduanya dikelompokkan sebagai kelenjar alveolar (kelenjar yang tidak
mempunyai saluran pengeluaran, tetapi produknya dikeluarkan lewat dinding sel sendiri
secara alamai). Kelenjar racun dapat menimbulkan iritasi pada kulit.

H. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Bagian tubuh Bufo sp. dan Rana sp. terdiri atas empat bagian yaitu caput (kepala),
truncus (badan), extrimitas anterior dan extrimitas posterior.
2. Pada kulit Bufo sp. memiliki banyak bintil-bintil serta terlihat kering, sedangkan pada
kulit Rana sp berlendir, licin, dan halus. Kulit tidak melekat pada jaringan dalam
tetapi terpisah oleh ruang-ruang berisi cairan lymph.
3. Sistem reproduksi Bufo sp. dan Rana sp. dibedakan atas jantan dan betina. Organ
genitalia pada katak betina terdiri atas sepasang ovarium, oviduk, uterus, dan corvus
adivasum. Sedangkan organ genitalia pada kodok jantan terdiri atas testis, vena
efferensia, vesicula seminalis.
4. Saluran pencernaan Bufo sp.dan Rana sp. terdiri dari cavum oris, pharynx, esofagus
(kerongkongan), ventrikulus (lambung), intestinum (meliputi duodenum, jejunum,
dan ileum), dan berakhir di kloaka.
5. Alat pernapasan pada Bufo sp. dan Rana sp. dewasa berupa paru-paru dan kulit.
Sedangkan ketika masa berudu bernapas menggunakan insang.
6. Organ ekskresi pada Bufo sp. dan Rana sp. berupa ren, ureter, vesica urinaria, dan
papilla urogenitalis.