Anda di halaman 1dari 37

IJAZUL AL-QURAN

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur mata kuliah Al-Quran dan
Hadits

Dosen Pembimbing,

Dr. H. Maslani, M.Ag.

NIP. 196607121997031001

Disusun oleh :

Kelompok 11

1. Ana Faiqoh (1162050009)


2. Anisa Nurhayati (1162050011)
3. Hilman Firmansyah (1162050041)

SEMESTER 1/A

PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI

BANDUNG

2016
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim.

Alhamdulillahhirabbilalamiin, pertama-tama marilah kita panjatkan puji


syukur pemakalah panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
segala rahmat, hidayah dan inayah-Nya serta berkat pertolongan dan petunjuk-
Nya kepada pemakalah, sehingga dalam waktu yang telah ditentukan dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul Ijazul Al-Quran.
Makalah ini kami susununtuk memenuhi salh satu tugas mata kuliah Al-
Quran dan Hadist yang diajarkan oleh Dr. H. Maslani, M.Ag. Penulisan makalah
ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan pemakalah mengenai Ijazul Al-
Quran.
Pemakalah berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi pemakalah dan
pembaca dalam memahami materi Ijazul Al-Quran. Pemakalah juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna.Oleh sebab itu, pemakalah berharap kritik dan saran demi perbaikan
makalah yang telah pemakalah buat agar dapat bermanfaat di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.

Terimakasih,

Bandung, Desember 2016

Pemakalah

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..........................................................................................................1


Daftar Isi....................................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................................................4
B. Rumusan Masalah ..............................................................................................5
C. Tujuan ................................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Ijazul Quran ....................................................................................6
1. Pengertian Menurut Bahasa dan Istilah .......................................................6
2. Pengertian Menurut Para Ahli .....................................................................7
B. Syarat-SyaratKemukjizatan ...........................................................................10
C. Macam-Macam Ijaz Quran .............................................................................11
D. Segi Kemukjizatan Al-Quran ..........................................................................14
1. Mukjizat Bidang Bahasa .............................................................................14
2. Mukjizat Susunan Kalimat/Ushlub .............................................................16
3. Aspek Ketelitian Redaksinya ......................................................................17
4. Undang-Undang Ilahi yang Sempurna........................................................19
5. Mukjizat Tentang Berita Gaib.....................................................................20
6. Mukjizat Bidang Keilmuan .........................................................................21
7. Mukjizat Shorfiah .......................................................................................23
E. Pembuktian Kemukjizatan Al-Quran ................................................................24
1. Adanya Tantangan ......................................................................................24
2. Dorongan Menangkis Tantangan ................................................................25
3. Menghilangkan Segala Rintangan ..............................................................26
F. Al-Quran Sebagai Mukjizat Abadi ..................................................................27
G. Beberapa Tuduhan Sekitar Kemukjizatan Al-Quran dan Bantahannya ..........29

2
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...................................................................................................... 34
B. Saran ................................................................................................................ 34

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 36

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Al-Quran adalah kitab suci kaum muslimin menjadi sumber ajaran


Islam yang pertama dan utama yang harus mereka imani serta
diaplikasikan dalam kehidupan agar memperoleh kebaikan di dunia dan di
akhirat. Selain itu Al-Quran menjadi mujizat terbesar bagi Nabi
Muhammad SAW, dan mujizat Al-Quran ini hukumnya sepanjang masa,
karena tidak akan ada satu manusia pun yang mampu membawa satu kitab
tandingan atau sama dengan Al-Quran. Jadi, sebagai seorang muslim
wajib bagi kita untuk mengimaninya dengan sepenuh hati.Dan sudah
sewajarnya pula mengetahui segala sesuatu tentang mujizat Al-Quran.
Karena ada banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil untuk menambah
keimanan kita.Ijazul Quran adalah bagian dari Ilmu Tafsir yang
mempelajari tentang segala sesuatu yang menyangkut kemujizatan Al-
Quran
Allah sama sekali tidak akan melantarkan manusia, tanpa
memberikan kepadanya sebesit wahyu, dari waktu ke waktu, yang
membimbingnya ke jalan petunjuk sehingga mereka dapat menempuh
liku-liku hidup dan kehidupan ini atas dasar keterangan. Namun watak
manusia yang sombong dan angkuh terkadang menolak untuk tunduk
kepada manusia yang lain. Oleh karena itu Rasul-rasul Allah disamping
diberi wahyu, juga mereka dibekali kekuatan dengan hal-hal luar biasa
dengan menegakkan hujjah atas manusia.
Tiada seorang nabi pun kecuali diberi mukjizat yang dapat
membuat manusia beriman kepadanya. Namun apa yang diberikan
kepadaku adalah wahyu yang diwahyukan Allah kepadaku. Karena itu aku
berharap semoga kiranya aku menjadi Nabi paling banyak pengikutnya. (
Hadist Bukhori)

4
Demikianlah Allah telah menentukkan keabadian mukjizat islam
sehingga kemampuan manusia menjadi tak berdaya menandinginya,
padahal waktu yang tersedia cukup panjang dan ilmu pengetahuanpun
telah maju pesat. Pembicaraan tentang kemukjizatan alquran juga
merupakan suatu masa mujizat tersendiri, yang didalamnya para
penyelidik tidak bisa mencapai rahasia atau sisi dari padanya sampai ia
mendapatkan dibalik sisi itu sisi-sisi lain yang akan di singkapkan rahasia
kemukjizatannya oleh zaman.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksuddengan Ijazul Quran?
2. Apa macam-macam kemukjizatan ?
3. Apa saja segi-segi kemukjizatan Al-Quran ?
4. Bagaimana cara membuktikan kemukjizatan Al-Quran?

C. Tujuan
1. Mengetahui dan memahami pengertian dari Ijazul Quran
2. Mengetahui macam-macam Ijazul Quran
3. Mengetahui segi-segikemukjizatan Al-Quran
4. Mengetahui cara membuktikan kemukjizatan Al-Quran

5
BAB II

PEMBAHASAN

H. Pengertian Ijazul Quran


1. Pengertian Menurut Bahasa dan Istilah
Kata mukjizat diambil dari kata kerja ijaz yang secara
bahasa berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu.Ini sejalan
dengan firman Allah SWT yang berbunyi.








Artinya:
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi
untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya
menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku,
mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku
dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia
seorang diantara orang-orang yang menyesal. (QS. Al Maidah : 31)1

Sedangkan secara istilah ijazialah menampakkan kebenaran


nabi dalam pengakuannya sebagai seorang rasul dengan menampakkan
kelemahan orang arab untuk menghadapi mukjizat yang abadi, yaitu
Al-Quran, dan kelemahan generasi-generasi sesudah mereka.2
Maka mukjizat diartikan sebagai suatu perkara yang berada diluar
jangkauan kebiasaan, dan diluar sebab-sebab yang diketahui oleh
manusia. Dan mukjizat itu melumpuhkan kemampuan yang pernah
dilihat oleh manusia pada tahun-tahun sebelumnya. Seperti halnya api

1Rosihon Anwar.Ulum Al-Quran . 2012. Bandung: CV Pustaka Setia. Hlm 184.


2Al-Khattan,Manna Khalil .Studi Ilmu-Ilmu Quran. 2006. Bogor : Pustaka Litera AntarNusa.Hlm 371.

6
memiliki sifat membakar tetapi tidak bagi Nabi Ibrahim as. Bahkan
menjadi dingin dan selamat. Maka hal tersebut menjadi mukjizat bagi
Nabi Ibrahim as, kepada kaumnya.3
Maksud dari mukjizat bukanlah hanya untuk melemahkan
kekuatan maupun kemampuan mereka, tetapi dimaksudkan agar mereka
percaya terhadap pesan dan ajaran yang dibawanya, dan percaya bahwa
ia adala seorang rasul yang diutus oleh Allah untuk menyampaikannya
kepada mereka. Dengan demikian manusia mengerti, dan tidak ada lagi
alasan bagi manusia untuk tidak mengikuti ajarannya. Seorang Rasul
tidak mengajak kaumnya untuk mengikuti kepentingan pribadinya,
beliau hanya mengajakmereka kepada kebenaran yang diajarkan Allah
swt, dan menyelamatkan mereka dari jurang kesesatan.4
Al-Quran sebagai mukjizat mengandung makna menetapkan kelemahan
manusia baik secara individu maupun kelompok untuk mendatangkan
yang seperti Al-Quran.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kemukjizatan al-
Quran adalah sesuatu yang menunjukan kelemahan manusia yang
dibuktikan dengan tidak mampunya seseorang menyusun kalimat
seperti kalimat al-Quran dan bertujuan agar manusia meyakini bahwa
pesan dalam alquran adalah pesan tuhan yang harus di taati oleh seluruh
umat manusia yang di sampaikan oleh Rasulullah.

2. Pengertian Menurut Para Ahli


Mukjizat didefinisikan oleh pakar agama islam, antara lain
sebagai suatu hal atau peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seorang
yang mengaku nabi, sebagai bukti kenabiannya yang ditantangkan
kepada yang ragu, untuk melakukan atau mendatangkan hal serupa,
tetapi mereka tidak mampu melayani tantangan itu. Dengan redaksi
yang berbeda, mukjizat didefinisikan pula sebagai sesutau luar biasa

3Shalahuddin Hamid .Study Ulumul Quran. 2002. Jakarta Timur : PT Intimedia Ciptanusantara. Hlm. 169.
4Shalahuddin Hamid. Study Ulumul Quran. 2002. Jakarta Timur : PT Intimedia Ciptanusantara. Hlm. 169.

7
yang diperlihatkan Allah melalui para nabi dan rasul-Nya, sebagai bukti
atas kebenaran pengakuan kenabian dan kerasulan-Nya.5

Al-Qaththan mendefinisikan ijaz dengan memperlihatkan


kebenaran Nabi SAW atas pengakuan kerasulannya, dengan cara
membuktikan kelemahan orang Arab dan generasi sesudahnya untuk
menandingi kemukjizatan Al-Quran. Sedangkan pelakunya (yang
melemahkan) dinamai mujiz. Bila kemampuannya melemahkan pihak
lain amat menonjol sehingga mampu membungkam lawan, ia dinamai
mukjizat.6

Al-Thushi mendefinisikan mujizat dengan terjadinya sesuatu


yang tidak bisa terjadi yang disertai dengan pemberontakan terhadap
adat kebiasaan dan hal itu sesuai dengan tuntutan dan pengertian
mujizat menurut Dr.Tantowi ialah ilmu yang membahas tentang
keunggulan Al-Quran dan menyikap ilmu yang ada di dalamya yang
dapat diungkap oleh ilmu pengetahuan di era modern.

Imam al-Suyuthti mengatakan bahwa mukjizat adalah suatu


yang luar biasa, yang disertai tantangan dan selamat dari perlawanan.
Al-Zarqani mendefinisikan mukjizat sebagai perkara yang luar biasa,
yang keluar dari batas-batas sebab yang dikenal. Menurut M. Bakr
Ismail mukjizat adalah sesuatu hal yang luar biasa yang disertai
tantangannya, yang Allah jadikan pada diri Nabi sebagai bukti
kebenaran dakwahnya

Menurut golongan Sharfah berpendapat bahwa kemukjizatan


Al-Quran itu disebabkan adanya sharfah (pemalingan), yakni Allah
(sebagaimana didefinisikan An-Nazhzham) telah memalingkan manusia
untuk menantang al-quran dengan cara menciptakan kelemahan

5Rosihon Anwar.Ulum Al-Quran. 2012. Bandung: CV Pustaka Setia. Hlm 184.


6Rosihon Anwar.2010:10

8
padanya sehingga dapat mendatangkan sesutau yang sama dengan al-
quran.7

Pada uraian diatas terdapat beberapa Perbedaan pendapat para


ahli mengenai pengertian mukjizat di antaranya adalah pendapat Al-
Qaththan yang mendefinisikan ijaz dengan memperlihatkan kebenaran
Nabi SAW dengan membuktikan kelemahan orang arab dan generasi
setelahnya, Al-Thusi mendefinisikan mukjizat dengan disertai
pemberontakan terhadap adat kebiasaan. kemudian Dr.Tantowi
mendefinisikan mukjizat adalah adanya sebuah Al-Quran dari Alloh
yang bermanfaat sepanjang zaman , sedangkan Imam Al-Suyuthti
mengatakan bahwa yang dimaksud dengan mukjizat adalah sebuah
tantangan yang luar biasa , lalu Al-Zaarqani mendefinikan mukjizat
sebagai hal yang tidak masuk akal , dan M. Bakr Ismail mengartikan
mukjizat sebagai tantangan untuk Nabi sebagai bentuk dakwah. Namun
perbedaan pendapat di sampaikan lagi oleh golongan sharfah yaitu
bahwa mukzijat alquran itu di sebabkan adanya sharfah (pemaling).

Dari uraian di atas menunjukan sebagian besar para ahli


mendefinisikan mukjizat sebagai kejadian luar biasa yang di perlihatkan
melaui seseorang yang mengaku sebagai nabi untuk membungkam
keraguan-keraguan yang datang dari umat manusia. Sehingga
pemakalah berpendapat bahwa meski ada perbedaan pendapat tentang
definisi mukjizat, tetapi secara garis besar mukjizat adalah kejadian di
luar nalar manusia yang di tunjukan Allah melalui utusannya untuk
menghapuskankeraguan umat manusia untuk mengikuti ajaran alloh
melalui rosulnya.

7Rosihon Anwar.Ulum Al-Quran . 2012. Bandung: CV Pustaka Setia. Hlm 202.

9
I. Syarat-Syarat Kemukjizatan
Menurut penjelasan para ulama tentang kemukjizatan , ada beberapa
syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mengatakan sesuatu sebagai
mukjizat. Syarat tersebut adalah:8
1. Sesuatu yang tidak disanggupi selamanya oleh selain Allah. Jadi
barang siapa yang mengungkapkan atau menemukan yang tidak bisa
dilakukan oleh orang lain (selain pengklaim fungsi Ilahi) karena
kebodohan mereka yang bersifat sementara, maka itu bukanlah
mukjizat.
2. Ia melanggar hukum-hukum alam dan tidak sesuai dengan kebiasaan.
Oleh karena itu, barang siapa yang mendatangkan suatu perkara yang
di dasarkan pada panca indera dan pengalaman, maka itu bukanlah
mukjizat karena tidak ada unsur pelanggaran hukum alam didalamnya.
Jadi kemampuan untuk terbang ke bulan misalnya, atau ke planet lain
bukanlah mukjizat, sebab di tegakkan atas dasar pengalaman dan
percobaan, didahului oleh proses belajar, penelitian, percobaan dan
tak memiliki sifat pelanggar hukum alam.
3. Bukan mustahil secara akal walaupun menurut kebiasaan bisa
dikatakan mustahil.
4. Mukjizat harus berupa hal yang dijadikan saksi oleh seorang yang
mengaku membawa risalah Allah SWT sebagai bukti atas kebenaran
pengakuannya
5. Terjadi bertepatan dengan pengakuan Nabi yang mengajak bertanding
menggunakan mukjizat tersebut.
6. Tidak ada seorangpun yang dapat membuktikan dan membandingkan
dalam pertandingan tersebut.
Apabila syarat tersebut tidak terpenuhi, maka tidaklah disebut
mukjizat dan bukan pula sebagi dalil dari kebenaran seseorang yang
mengakunya.

8Anhar Ansyori. Hlm 71.

10
Dari uraian di atas pemakalah menyimpulkan bahwa sesuatu dapat di
katakan mukjizat apabila tidak dapat di lakukan oleh selain Allah
swt,sesuatu yang melanggar hukum alam dan kebiasaan dalam
konteks ini pemakalah berpendapat bahwa yang di maksud melanggar
hukum alam adalah tidak rasional bagi akal manusia dan juga
mukjizat hanya di berikan hanya kepada nabi dan rasul sebagai bukti
kuat terhadap pengakuannya sebagai nabi atau rasul

J. Macam-Macam Mukjizat
Secara garis besar mukjizat dapat dibagi dalam dua bagian pokok,
yaitu mukjizat yang bersifat material indrawi yang tidak kekal dan
mukjizat immaterial logis, yang dapat dibuktikan sepanjang
masa.Mukjizat nabi-nabi terdahulu merupakan jenis pertama.Mukjizat
mereka bersifat material dan indrawi dalam artian keluarbiasaan tersebut
dapat disaksikan atau dijangkau langsung melalui indera oleh masyarakat
tempat nabi tersebut menyampaikan risalahnya.
Perahu Nabi Nuh yang dibuat atas petunjuk Allah sehingga mampu
bertahan dalam situasi ombak dan gelombang yang demikian dahsyat,
tidak terbakarnya nabi Ibrahim As dalm kobaran api yang sangat besar,
tongkat nabi musa as yang beralih wujud menjadi ular, penyembuhan yang
dilakukan oleh nabi isa as atas seijin Allah, dan lain-lain, kesemuanya
yang bersifat material indrawi, sekaligus terbatas pada lokasi tempat nabi
berada, dan berakhir dengan wafatnya tiap-tiap nabi. Ini berbeda dengan
mukjizat Nabi Muhammad Saw yang sifatnya bukan inderawi atau
material, tetapi dapat dipahami akal. Karena sifatnya yang demikian, ia
tidak dibatasi oleh suatu tempat atau masa tertentu. Mukjizat al-quran
dapat dijangkau oleh setiap orang yang menggunakkan akalnya dimana
dan kapanpun.9
Dalam buku yang lain, macam-macam mukjizat secara garis besar
mukjizat dibagi menjadi dua bagian pokok juga, yaitu mukjizat yang

9Rosihon Anwar.Ulum Al-Quran.2008.Bandung :CV Pustaka Setia. Hlm 192

11
bersifat material indrawi dan tidak kekal, serta mukjizat immateri, logis
dan dapat dibuktikan. Mukjizat nabi-nabi terdahulu merupakan mukjizat
jenis pertama. Mukjizat mereka bersifat material dan indrawi dalm arti
keluarbiasaan tersebut dapat disaksikan atau dijangkau langsung lewat
indra oleh masyarakat tempat nabi tersebut menyampaikan risalah.10 (lihat
tabel)

Nabi-nabi sebelum Nabi Nabi Muhammad


Nabi Muhammad
Masyarakat dan masa Objek Untuk seluruh
tertentu manusia
Materi inderawi dan Sifat Immateri (karena
tidak kekal kematerialan dibatasi
ruang dan waktu),
logis
Perbuatan (faal) Bentuk Sifat Allah (kalam).
Allah. Bisa terjadi Selalu bersamaan
bila dikehendaki, bisa dengan Allah karena
juga tidak terjadi bila sebagai sifat.
tidak dikehendaki

Sedangkan dalam buku yang lain juga,terdapat suatu pendapat


bahwa mukjizat dibagi menjadi dua juga yaitu mukjizat Hissi dan
mukjizat Manawi.

Mukjizat Hissi ialah mukjizat yang dapat dilihat oleh mata,


didengar oleh telinga, dicium oleh hidung, dirabaoleh tangan, dirasa oleh
lidah, yang lebih tegas dapat dicapai oleh panca indragaja. Mukjizat
ini sengajaditunjukkan atau diperlihatkan kepada manusia biasa, yakni

10Burhanuddin Undang dan Hafidz Muslih.Ulumul Quran.2008.Bandung:CV InsanMandiri. Hlm 22

12
mereka yang tidak biasa menggunakan kecerdasan fikirannya, yang tidak
cakap pandangan mata hatinyadanyang rendah budi dan perasaannya.

Sedangkan mukjizat Manawi, ialah mukjizat yang tidak


mungkin dapat dicapai dengan kekuatan panca indra, tetapi arus dicapai
dengan kekuatan aqli dengan kecerdasan fikiran. Karena orang tidak
akan mungkin mengenal mukjizat ini melainkan orang yang berfikir
sehat, bermata hati yang nyalang, berbudi luhur, dan yang suka
mempergunakan kecerdasan fikirannya dengan jernih serta jujur.11

Adanya perbedaan ini dilatar belakangi oleh beberapa hal, diantaranya : 12

a. Para nabi sebelum nabi Muhammad SAW diutus untuk masyarakat


dan masa tertentu, karena itu mukjizatnya pun hanya berlaku untuk
masa dan masyarakat tersebut.
b. Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dan diutus untuk
semua manusia. Manusia mengalami masa perkembangan
pemikiran. Hal ini adalah yang memberikan dampak terhadap
pembuktian kebenaran (mukjizat) yang dipaparkan para nabi. Umat
para nabi terdahulu sangat membutuhkan bukti kebenaran yang
sesuai dengan tingkat pemikiran mereka. Saat itu, bukti yang
dibutuhkan harus sedemikian jelas dan langsung terjangkau oleh
indra mereka. Tetapi setelah manusia mulai beranjak ketahap
kedewasaan berfikir, maka bukti yang bersifat indrawi tidaklagi
dibutuhkan.
Jadi berdasarkan sifatnya dari uraian diatas pemakalah
dapat menyimpulkan bahwa mukjizat terbagi menjadi dua yaitu
Mukjizat material indrawi atau mukjizat Hissiadalah Mukjizat
yang dapat di terima oleh indra manusia dan yang dapat melihat
mukjizat tersebut hanya manusia-manusia yang hidup dizaman
para nabi-nabi terdahulu dan tidak bersifat kekal . Sedangkan yang

11
Anhar Ansyory. Hlm 73.
12BurhanuddinUndang dan Hafidz Muslih.Ulumul Quran.2008.Bandung:CV InsanMandiri.Hlm 23.

13
kedua adalah mukjizat immaterial logis atau mukjizat Manawi
adalahmukjizat yang tidak dapat di terima oleh indera (logika)
manusia, tetapi bersifat sepanjang masa contohnya saja mukjizat
al-Quran.

K. Segi Kemukjizatan Al-Quran


Para ulama berbeda dalam memandang kemukjizatan Al-Quran
bergantung dari sudut mana mereka memandang.Oleh karenanya mereka
membagi dalam beberapa bidang, yaitu :
1. Mukjizat Bidang Bahasa
Yaitu susunan yang indah yang berlainan dengan susunan dalam
bahasa arab. Susunan gaya bahasa dalam Al-Quranul Karim tidak bisa
disamai oleh apapun. Al-Quran bukan susunan syair dan bukan pula
susunan prosa. Hal itu telah dibuktikkan oleh tokoh-tokoh sastra dan
para ahli pidato, seperti Walid bin Mugirah, Utbah bin Rabiah, dan
sastrawan lain yang terkenal.13
Gaya bahasa Al-Quran banyak membuat orang arab saat itu kagum
dan terpesona. Kehalusan ungkapan bahasanya membuat banyak
manusia masuk islam. Bahkan umar bin khaththab pun yang mulanya
dikenal sebagai seorang yang paling memusuhi Nabi Muhammad Saw
dan bahkan berusaha untuk membunuhnya, ternyata masuk islam dan
beriman kepada kerasulan Muhammad hanya karena mendengar
petikan ayat-ayat al-quran.Susunan Al-quran tidak dapat disamai oleh
karya sebaik apapun.14
Al-quran mencapai tingkat tertinggi dari segi keindahan bahasanya,
sehingga membuat kagum bukan saja orang-orang mukmin, tetapi
juga orang-orang kafir. Berbgai riwayat menyatakan bahwa tokoh-
tokoh kaum musyrik sering secara sembunyi-sembunyi berupaya
mendengarkan ayat-ayat al-quran yang dibawa oleh kaum muslim.

13Muhammad Ali Ash-Shaabuniy.Studi Ilmu Al-Quran. 1998. Bandung : CV. Pustaka Setia. Hlm 138.
14Rosihon Anwar.Ulum Al-Quran . 2012. Bandung: CV Pustaka Setia. Hlm 193.

14
Kaum muslimin disamping mengagumi keindahan bahasa al-Quran,
juga mengagumi kandungannya serta meyakini bahwa ayat-ayat al-
Quran adalah petunjuk kebahagiaan dunia dan akhirat.15
Al-quran diturunkan dalam bahasa arab, bahasa arab Quraisy yang
diturunkan dalam masa ketinggian sastra arab. Yang disebut oleh De
Boer sebagai bahasa yang tepat untuk memimpin bahasa-bahasa
didunia. Bila dikomparasikan dengan baha latin atau bahasa Persia,
akan kita temukan perbedaan istimewa dengan keanggunan format
pendek yang abstrak yang memiliki ketinggian ekspresi keilmuan
yang tinggi. Disamping itu menurutnya bahasa ini elegan, expressive,
sulit ditiru dan selalu mengundang banyak kajian, dimana bahasa ini
menjadi bahasa bijak orang syiria dan Persia.16
Salah satu kemukjizatan al-Quran adalah gaya bahasanya yang
mengandung keindahan penggunaan bahasa yang indah ini
mempunyai arti penting dalam menarik hati pendengar dan pembaca.
Para ahli sastra arab telah menumpahkan seluruh perhatiannya untuk
meneliti keindahan bahasa al-quran yang kemudian meahirkan disiplin
ilmu dalam bidang sastra yaitu balaghah.17
Menurut Ali al-Shabuni, gaya bahasa al-Quran memiliki beberapa
keistimewaan diantaranya :18
a. Keindahan lafadz yang terdapat dalam susunan suara dan
keindahan bahasanya
b. Keserasian baik untuk orang awam maupun kaum
cendekiawan. Dalam arti bahwa semua tingkatan manusia
dapat merasakan keagungan dan keindahan al-Quran
c. Sesuai dengan akal dan perasaan dimana al-Quran memberikan
doktrin pada akal dan hati serta menerangkan kebenaran dan
keindahan sekaligus

15QuraishShihab, membumikan Al-Quran, mizan, 1992. Hlm 23.


16ShalahuddinHamid. Study Ulumul Quran.2002. Jakarta Timur : PT Intimedia Ciptanusantara. Hlm 172
17Wawan Setiawan. Hlm 144.
18Burhanuddin Undang dan Hafidz Muslih.Ulumul Quran.2008.Bandung:CV InsanMandiri.Hlm 27.

15
d. Keindahan sejian serta bahasanya seolah merupakan satu
bingkai yang dapat memukau akal dan memuaskan tanggapan
serta perhatian.
Sekedar contoh misalnya perhatikan bunyi dan kandungan Q.S
al-Anbiya [21]: 18, al-Mulk: 7-8, al-Aruf [7]:199 dan lainnya.

2. Mukjizat Susunan Kalimat/Ushlub


Kemudian segi uslub/kalimat pada al-Quran yang mengagumkan
dan berbeda dengan semua uslub bahasa arab. al-Quran muncul
dengan uslub yang sangat baik dan indah, mengagumkan orang-orang
arab karena keserasian dan keindahannya, keharmonisan susunannya.
Didalamnya terkandung nilai-nilai istimewa yang tidak akan terdapat
dalam ucapan manusia.
NabiMuhammad SAW pernah membuka kesempatan untuk
bertanding melawan Al-Quran, namun semua sastrawan tidak mampu
melakukannya dan mereka mengalami kebingunan, bahkan para ahli
pidatopun menjadi bungkam.Hal itu dikemukakan pada masa ketika
kemampuan untuk menujukkan dan merealisasikan bidang ini sangat
memungkinkan.Dan bakat suatu bangsa dalam lapangan ini tumbuh
dengan subur. Dalam hal ini, Az-Zarqani mengatakan ketahuilah
bahwa bahasa arab sejak turunnya Al-Quran sampai saat ini telah
melalu berbagai fase antara pasang dan surut luas dan menyempit,
bergerak dan statis, sedangkan Al-Quran dalam semua keadaan dan
fase berada pada kedudukan yang paling atas yang akan menguasai
semuanya.
Al-Quran tetap akan memancarkan nur dan hidayahnya
melimpahkan keasrian dan keagungannya, mengalirkan kelembutan
dan kebesaran, mengeluarkan keindahan dan kemegahan. Al-quran
senantiasa membawa bendera kemukjizatan dan mengajak bertanding
dengan bangsa-bangsa dunia dengan penuh keyakinan dan

16
kepercayaan sambil mengatakan kebenaran, kekuatan, serta
kemampuan kemukjizatannya.19
Dr. Sulaiman al-Qarawie dalam bukuya menjelaskan tentang
mukjizat al-Quran dari segi ushlubnya bahwa al-Quran diakui
keluarbiasaannya tidak saja oleh manusia tapi juga oleh bangsa jin.
Tidak seorang manusiapun dapat menirunya secara narativ atau
deskriptip.Kemukjizatan al-quran diseluruh jazirah Arab ialah lafadz
al-quran dan nadzamnya maupun kejelasannya.Bidang ini merupakan
keutamaan central al-Quran yang telah disadari oleh orang-orang Arab
sejak dulu kala sehingga kini. Dan keutamaan ini akan terus berlanjut
sebagai bukti bahwa al-quran adalam firman Allah yang diturunkan
pada nabi Muhammad.20
Kendatipun al-Quran, hadis qudsi, dan hadis nabawi sama-sama
keluar dari mulut Nabi uslub atau susunan bahasanya sangat jauh
berbeda.Uslub bahasa al-quran jauh lebih tinggi kualitasnya bila
dibandingkan dengan dua yang lainnya.Al-qruan muncul dengan uslub
yang begitu indah. Didalam uslub tersebut terkandung nilai-nilai
istimewa dan tidak akan pernah ada ucapan pada manusia.21

3. Mukjizat dari Aspek Ketelitian Redaksinya


Seperti diketahui, sering kali al-Quran turun secara spontan
untuk menjawab pertanyaan atau mengomentari berbagai
peristiwa.Misalnya pertanyaan seorang Yahudi tentang hakekat ruh.
Pertanyaan ini dijawab secara langsung, dan tentunya spontanitas
tersebut tidak memberi peluang untuk berpikir dan menyusun jawaban
dengan redaksi yang indah dan berpikir . Namun demikian, setelah al-
Quran rampung turun dan kemudian dilakukan analisi serta
perhitungan tentang redaksi-redaksinya, ditemukanlah hal-hal yang

19Muhammad Ali Ash-Shaabuniy.Studi Ilmu Al-Quran. 1998. Bandung : CV. Pustaka Setia. Hlm 143.
20ShalahuddinHamid. Study Ulumul Quran.2002. Jakarta Timur : PT Intimedia Ciptanusantara. Hlm 172.
21Rosihon Anwar.Ulum Al-Quran.2012. Bandung :CV Pustaka Setia. Hlm 193

17
sangat menakjubkan.Ditemukannya keseimbangan yang serasi antara
kata-kata yang digunakannya.22
Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya,
keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya,
keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang
menunjukkan kepada akibatnya, keseimbangan antara jumlah biangan
kata dengan kata penyebabnya, dan keseimbangan khusus.23
Prof. Rasyad Khalifah, seorang serjana komputer, telah
membuat suatu karya yang menakjubkan dengan mengungkapkan
bahwa al-Quran disusun dengan menggunakan rumus angka 19. Ia
berangkat dari Q.S. al-Mudatstsir [74]:30, Di atasnya ada sembilas.
Dari angka 19 itu dijadikan kerangka analisa lalu ia temukan bahwa :
a. Ayat pertama turun (Q.S. al-Alaq [96]: 1-5):
- Jumlah katanya 19.
- Jumlah hurufnya 76:4 = 19.
- Surah tersebut urutan ke-19 dari belakang.
b. Jumlah Surah dalam al-Quran 114:16 = 19
c. Jumlah Bismillahirrahmanirrahim di dalam al-Quran 114 : 6
=19. Yang menarik, ada satu surah yang tidak dibuka dengan
basmalah (Q.S. al-Tawabah [9]), tetapi dalam surah al-Naml
menggunakan dua basmalah, satu di awalnya dan satu lagi
didalamnya (mukaddimah surat Nabi Sulaiman kepada Ratu
Bilqis (Q.S. al-Naml [27]: 30).
- Dalam tulisan Arab, Bismillahirrahmanirrahim hurufnya
berjumlah 19.
- Kata ism terulang sebanyak 19 kali
- Kata Allah terulang sebanyak 2698 : 142 = 19
- Kata al-Rahman terulang sebanyak 57 : 3 = 19
- Kata al-Rahim terulang sebanyak 114: 6 = 19

22Burhanuddin Undang dan Hafidz Muslih.Ulumul Quran.2008.Bandung:CV InsanMandiri.Hlm 25.

23 Rosihon Anwar.Ulum Al-Quran . 2012. Bandung: CV Pustaka Setia. Hlm 195.

18
4. Undang-Undang Ilahi yang Sempurna
Diantara salah satu segi kemukjizatan Al-quran adalah adanya
undang-undang ilahi yang sempurna yang melebihi semua undang-
undang buatan manusia .Al-Quranul Karim adalah yang menjelaskan
pokok-pokok akidah, hukum-hukum ibadah, norma-norma keutamaan
dan sopan santun undang-undang hokum ekonomi, politik, social dan
kemasyarakatan.Al-quran lah yang mengatur kehidupan keluarga dan
masyarakat, dan Al-Quran lah yang meletakkan dasar-dasar
kemanusiaan yang mulia lagi adil yang didengung-dengungkan oleh
para tokoh reformis pada abah ke 20.
Itulah persamaan kebebasan dan keadilan yang meraka sebut
dengan demokrasi, musyawarah, dan sebagainya, yang berupa dasar-
dasar kebudayaan dan undang-undang dalam kebudayaan modern.
Dalam masalah akidah, Al-Quran mengajak pada akidah yang suci dan
tinggi, jelas lagi terang, dan tiapnya adalah keimanan kepada Allah
yang maha agung dan keimanan kepada semua nabi dan rasul serta
mempercayai semua kitab samawi, sebagai realisasi dari firman Allah
Taala:








Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari
Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-
Nya. (Mereka mengatakan): Kami tidak membeda-bedakan antara
seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya, dan mereka
mengatakan: Kami dengar dan kami taat. (Mereka berdoa):

19
Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat
kembali.( Q.S. al-Baqarah : 285)24

5. Mukjizat Tentang Berita Gaib


Diantara segi-segi mukjizat Al-Quran adalah pemberitaan tentang
hal-hal yang gaib hal itu dapat dijadikan dalil yang jelas serta pasti,
bahwa Al-Quran bukanlah perkataan manusia, melainkan perkataan
Zat Yang Mahatahu tentang hal-hal yang gaib. Seandainya Al-Quran
itu buatan Muhammad seperti mereka duga, pasti bukti tentang berita-
berita gaib itu akan berbeda dengan yang ia beritakan, dan nampak
jelas pula kedustaannya, padahal Nabi Muhammad SAW jauh dari
sifat dusta kepada Allah.25
Beberapa ayat al-Quran menunjuk kepada kemukjizatan al-Quran
tentang berita-berita gaib terutama dalam masalah hari akhir, hari
pembalasan, hari kiamat, siksa kubur dan lain-lain.Tetapi adapula
yang bersifat kisah gaib dimasa lalu, seperti kisah tentang penciptaan
Adam as, kisah-kisah nabi, bangsa-bangsa terdahulu dan lain-lain.26
Berita-berita gaib yang terdapat pada wahyu Allah, yakni taurat,
injil, dan al-Quran, meruakan mkjizat. Berita gaib dalam wahyu Allah
itu membuat manusia takjub karena akal manusia tidak sampai kepada
hal-hal tersebut. Salah satu mukjuzat al-Quran adalah bahwa
didalamnya banyak sekali terdapat ungkapan dan keterangan yang
rahasianya baru terungkap oleh ilmu pengetahuan dan sejarah pada
akhir abad ini, makna yang terkandung didalamnya sama sekali tidak
terbayangkan oleh pikiran orang yang hidup pada masa al-Quran
diturunkan.27

24Muhammad Ali Ash-Shaabuniy.Studi Ilmu Al-Quran. 1998. Bandung : CV. Pustaka Setia. Hlm 166
25Muhammad Ali Ash-Shaabuniy. Studi Ilmu Al-Quran. 1998. Bandung : CV. Pustaka Setia. Hlm 174

26 Shalahuddin Hamid. Study Ulumul Quran.2002. Jakarta Timur : PT Intimedia Ciptanusantara. Hlm 171.
27 Rosihon Anwar.Ulum Al-Quran . 2012. Bandung: CV Pustaka Setia. Hlm 198.

20
Selain banyak menceritakan kisah masa lalu, al-Quran juga banyak
membicarakan peristiwa masa depan yang belum terjadi dan beberapa
tahun kemudian baru terbukti salah satu contohnya adalah akan terjadi
kemenangan bahsa romawi atas persia. Peristiwa itu dalam al-quran
dinyatakan dalam ayat-ayat awal surat Al-Rum.28

6. Mukjizat Bidang Keilmuan


Al-Quran adalah mukjizat Islam yang kekal abadi, semakin
berkembang kemajuan dan kemoderenan zaman semakin diakui dan
diyakini kebenarannya. Diantara segi kemukjizatan Al-Quran adalah
adanya beberapa petunjuk yang detail mengenai sebagian ilmu
pengetahuan umum yang telah ditemukan terlebih dahulu dalam Al-
Quran sebelum ditemukan oleh ilmu pengetauan modern. Teori Al-
Quran itu sama sekali tidak bertentangan dengan teori-teori ilmu
pengetahuan modern. Dari segi kemukjizatan ini, Al-Quran telah
menunjuk salah satu firman Allah :




Artinya : Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda
(kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri,
sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan
apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia
menyaksikan segala sesuatu? (Q.S Fushshilat : 53)
Para saintis yang ragu terhadap dogma-dogma gereja mulai
berupaya membuktikan kebenaran melalui metode ilmiah maupun
sejarah. Dan banyak parah ahli menyatakan kekagumannya terhadap
al-Quran yang tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan bahkan

28 Wawan Setiawan. Hlm 148.

21
sangat membuka luas terhadap kebenaran-kebenaran ilm pengetahuan
itu.29
Contohnya saja : penemuan dua gelombang ombak di bawah laut
sesuai dengan firman Allah :


Artinya : Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir
(berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi
pahit.(Q.S. al-Furqan 25:53)








Artinya :Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi
oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan;
gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan
tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada
diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya
sedikitpun.( Q.S. an-Nur 24:40)
Atau penemuan Albert Einstein tentang atom yang terbagi menjadi
proton dan neutron, mengisyaratkan tentang sesuatu yang belum
diketahui sebelumnya bahkan suatu saat nanti orang akan meneliti
reni-renik kecil yang menopang langit sesuai dengan firman Allah :

29Shalahuddin Hamid. Study Ulumul Quran.2002. Jakarta Timur : PT Intimedia Ciptanusantara. Hlm 176.

22
Artinya : Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya
dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya
bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan
padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan
dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-
tumbuhan yang baik. (Q.S Luqman 31:10)30
Berdasarkan keyakinan kita, bahwa al-Quran bukanlah kitab ilmu
pnegetahuan alam, arsitek, iptek atau fisika. Tetapi al-Quran adalah
kitab petunjuk atau pembimbing untuk pembaharuan atau perbaikan
namun demikian, ayat-ayatnya tidak terlepas dari isyarat-isyarat
tentang masalah alam semesta, kedokteran, geografi, geologi, biologi
dan lainnya yang semuanya menunjukkan kemukjizatan al-Quran serta
kedudukannya sebagai wahyu dari Allah swt. Yang pasti bahwa Nabi
Muhammad adalah seorang ummi, lahir dari lingkungan yang jauh dari
kebudayaan. keluarganya adalah ummi sepertipengakuan beliau,
pandai menulis dan menghitung. 31

7. Mukjizat Shorfiah
Pernyataan ini dinukil dari Abu Ishaq An-Nadzam tokoh mutazilah
dan Imam Al-Murtadla dari Syiah dan Abu Ishaq al-Isfahany dari
Ahlusunnah, maksudnya mukjizat sorfah ialah mukjizat al-Quran yang
membuat semua manusia tidak mampu membalikannya (menyatakan
keberadaannya bahwa al-Quran adalah benar terbukti ) atau dengan
kata lain bahwa Allah telah membalik hati menusia dari menentang al-
Quran bahwa mereka tidak mampu membuat yang semisal dengannya,
baik keindahan bahasa maupun isinya.32
Dari ketujuh uraian di atas pemakalah dapat menyimpulkan bahwa
al-Quran merupakan mukjizat yang dapat dilihat dari beberapa aspek,

30Shalahuddin Hamid.Hlm 175.


31 Undang Burhanudin.2014.Hlm 32.
32Shalahuddin Hamid.Hlm 181.

23
seperti gaya bahasayaitu susunan yang indah yang berlainan dengan
susunan dalam bahasa arab kemudian susunan kalimat/ushlub yang
berbeda juga dengan semua uslub-uslub bahasa Arab. ketelitian
redaksinya, undang-undang Ilahi yang sempurna yaitu bentuk undang-
undang yang detail lagi sempurna yangmelebihi setiap undang-undang
buatan manusia,tentang berita gaib berupa mengabarkan hal-hal ghaib
yang tidak bisa diketahuikecuali dengan wahyu, dan tentang keilmuan
yaitu petunjuk yang detail mengenai sebagian ilmu pengetahuan
umum yang telah ditemukan terlebih dahulu dalam Al-Quran sebelum
ditemukan oleh ilmu pengetauan modern. Oleh karena itu tidak ada
seorangpun yang bisa menolak kebenaran alquran.

L. Pembuktikan Kemukjizatan Al-Quran


Kemukjizatan Al-Quran itu tidak bisa dibuktikan, kecuali bila
memenuhi tiga faktor dibawah ini, yaitu:33
1. Adanya Tantangan
Al-Quran yang besar ini (mukjizat Muhammad), yang menantang
orang-orang Arab khususnya dan manusia pada umumnya, dibawa
oleh seorang Nabi yang ummi, tidak bisa membaca dan menulis, tidak
pernah belajar di suatu sekolah, tidak pernah mendapat ilmu
pengetahuan dari salah satu perguruan tinggi yang besar, tidak pernah
dinyatakan telah menerima suatu ilmu pengetahuan dari salah seorang
ulama yang pandai dan menonjol dalam berbagai segi kebudayaan
dalam pengetahuan, dan tidak pernah pula bertemu dengan salah
seorang ulama ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) sehingga ia bisa
memperlihatkan berita-berita umat terdahulu dan khabar Nabi-nabi
yang lampau. Beliau datang kepada orang-orang Arab itu dengan
membawa kitab yang agung ini dengan maksud menandingi mereka.
Pemimpin-pemimpin sastrawan dan gembong-gembongnya ditantang

33Muhammad Ali Ash-Shaabuniy. Studi Ilmu Al-Quran. 1998. Bandung : CV. Pustaka Setia. Hlm 126

24
untuk menandingi Al-Quran dengan susunan kalimat yang kuat dan
gaya bahasa yang mempesona yang bisa menggetarkan semangat
bertanding dengan seluruh Al-Quran kemudian bertanding dengan
sepuluh surat yang sama, hingga bertanding dengan satu surat saja.
Namun, mereka tetap tidak dapat melakukannya sehingga mereka
tidak dapat berbicara satu kata pun.
2. Dorongan Menangkis Tantangan
Faktor kedua, yaitu adanya pendorong untuk bertanding dikalangan
orang-orang Arab. Hal ini terjadi karena Nabi saw datang kepada
mereka dengan membawa agama baru yang dapat menghancurkan
agama mereka, menganggap bodoh pikirannya, menundukkan tuhan
dan patung-patungnya serta menjadikan mereka baha tertawaan
diantara manusia.
Al-Quran mengajak mereka mengikutinya dan meyakini bahwa
Muhammad adalah utusan Allah. Rasul berkapa kepada mereka,
Sesungguhnya hujjah atas kebenaranku adalah kitab yang diwahyukan
Allah kepadaku ini, maka apabila kalian tidak membenarkan aku,
dalam hal tersebut, aku akan mengajak bertanding kepada kalian untuk
mendatangkan semisalnya atau semisal surat Al-Quran. Kalau kalian
lema, maka itu berarti tanda kebenaranku dan kebenaran dalil misiku
kepada kalian.
Mengapa mereka disuruh mendatangkan semisal al-quran, setelah
ajakn bertanding dilontarkan dan adanya ejekan yang pedas terhadap
hati, tuhan dan patung-patung sembahan mereka? Saya menjawab,
hal itu dilakukan untuk menghilangkan kesombongan mereka yang
tidak mau mengakui kerasullan Muhammad dan menyaksikan bahwa
Al-Quran itu dari Allah. Mereka berusaha menangkis pengakuan Nabi
Muhammad SAW.
Hal tersebut dilakukan dengan melontarkan ucapan yang lantang
dengan menggunakkan ketinggian ilmu bahasa yang mereka miliki.
Dan mereka terkenal dengan keindahan dan kerapihan cara itu.

25
Menurut mereka, hal itu lebih berguna dari pada mereka harus
berperang yang dapat menyebabkan mereka mengalami penderitaan
dan kematian yang hina.Namun, ketika mereka ditantang untuk ikut
perlombaan, mereka lebih baik memilih tusukkan tombak dan
lemparan panah.
Qadhi Al-Bakilani Rahimahullah berkata, Bagaimana mungkin
mereka bisa menandingi Al-Quran dengan mudah, padahal
tindakannya itu tidak mungkin dapat menandingi hujjah al-quran dan
dalilnya serta kedudukannya? Ini adalah hal yang sulit terjadi dan tidak
disepakati oleh orang-orang yang berakal.
3. Menghilangkan Segala Rintangan
Tidak adanya hal yang melarang mereka untuk menandingi Al-
Quran karena al-Quran diturunkan dengan bahasa mereka, lafadznya
dari huruf-huruf arab, dan redaksinya memakai uslub orang arab.
Mereka adalah ahli bahasa dan tokoh-tokoh sastra yang syair-syairnya
telah menunjukkan kehebatannya dari pidato-pidatonya serta kata-kata
mutiaranya telah membuktikkan kepandaian mereka dalam hal
itu.Disamping itu, mereka telah melewati tingkatan keunggulan dalam
bentuk bacaan tegas dan ucapan jelas.
Dari uraian di atas pemakalah dapat menarik kesimpulan bahwa
kemukjizatan al-Quran di buktikan oleh tiga faktor yaitu adanya tantangan
di mana saat itu Nabi Muhammad merupakan orang yang ummi tidak
pernah mengenyam pendidikan apapun dan tidak memiliki guru sekalipun,
dan seperti yang kita ketahui bersama bahwa Nabi Muhammad yang di
tinggalkan ayahnya dari sebelum lahir kemudian sejak kecil di tinggalkan
ibunya jadi hal yang wajar jika Nabi Muhammad tumbuh menjadi oarang
yang ummi namun dengan kekuasaan Allah swt Nabi Muhammad dapat
membawa kitab yang membungkam kesombongan orang arab saat itu dan
umat manusia sampai ahir jaman.kemudian ada juga tentang menangkis
tantangan dan hilangnya semua rintangan, hal ini sudah tentu terjadi
sebagai mana di sampaikan di pembahasan sebelumnya bahwa laquran

26
merupakan sumber segala hal yang paling lengkap dan sempurna. Namun
sebagai catatan pemakalah menambahkan bahwa keagungan alquran tidak
akandapat di rasakan bagiorang-orang yang tidak mau mempelajari dan
mengamalkannya

M. Al-Quran Sebagai Mukjizat Abadi


Al-Quran sebagai mukjizat artinya adalah menampakkan
kebenaran Nabi dalam pengakuannya sebagai seorang Rasul dengan
menampakkan orang Arab untuk menghadapi mukjizat yang abadi yaitu
Al-Quran dan kelemahan generasi-generasi sesudah mereka.Ini
dibuktikan oleh Rasulullah dengan menantang orang-orang yang
meragukan kebenaran mukjizat. Menantang dengan serupa Al-Quran
(Q.S. al-isra [17]: 88), menantang dengan sepuluh surat (Q.S. Hud [11]:
13-14). Menantang dengan satu surat (Q.S. Yunus [10] 38), (Q.S. Al-
Baqarah [2]:23) dan ternayat mereka tidak mampu (Q.S. al-baqarah [2]
:24).Bila diperhatikan, sebenarnya mukjizat-mukjizat yang konkret
merupakan perbuatan (faal) Allah Swt. Yang diwujudkan melalui setiap
Rasulnya. Karena ia perbuatan mungkin saja untuk diwajibkan atau tidak
diwajibkan kembali tergantung pada kehendak Allah SWT.34
Mukjizat yang diberikan kepada rasul tidak sama, tetapi berbeda-
beda sesuai kebiasaan masyarakat serta tingkat perkembangan akal fikiran
mereka. Al-Quran sebagai mukjizat mengandung makna menetapkan
kelemahan baik secara individu maupun kelompok untuk yang
mendatangkan seperti al-Quran, Manna Qattan berkomentar Al-Quran
Al-Karim digunakan Nabi untuk menantang orang-orang Arab tetapi
mereka tidak sanggung menghadapinya meski mereka sangat tinggi
fashahah dan balaghah nya.35
Al-Quran Adalah Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang abadi,
Allah telah memberikan kepada para Nabi dan Rasul-Nya, suatu mukjizat

34Undang Burhanuddin dan Hafidz Muslih.2008.Hlm 4.

35Wawan Setiawan. Hlm 141-142.

27
yang Nampak, dalil-dalil (tanda-tanda) yang nyata, serta hujjah dan alasan
rasional, yang menyataakan bahwa mereka adalah benar dan mereka
adalah para nabi dan rosul Allah.Allah SWT mengistimewakan nabi kita
Muhamad SAW. Dengan bekal mukjizat yang luar biasa, yaitu alquranul
karim, yang merupakan nur ilahi dan wahyu samawi yang di letakan
kedalam lubuk hati nabi-nya sebagai quranan arabiyyan (bacaan berbahasa
arab) yang lurus.36
Tetapi mukjizat yang dibawa Nabi Muhammad Saw. Yang berupa
wahyu Al-Quran pada hakekatnya adalah salah satu sifat Allah SWT,
yaitu KalamNya . suatu perbedaan akan menjadi langgeng apabila terus
diperbuat oleh pelakunya dan sifatnya akan terus langgeng dengan
sendirinya bersamaan dengan pemilik sifat tersebut.
Uraian di atas menjelaskan tentang al-Quran yang merupakan
mukjizat abadi. Dalam konteks ini pemakalah menarik kesimpulan tentang
maksud kata al-Quran merupakan mukjizat abadi. Seperti yang telah di
jelaskan di atas bahwa al-Quran merupakan mukjizat terbesar yang di
berikan kepada Nabi Muhammad dan merupakan anugrah terbesar bagi
seluruh alam hal ini terbbukti dengan berbagai pembuktian-pembuktian
ilmuan modern yang penemuannya itu sesuai dengan isi al-Quran yang
singkat dan padat. Lalu timbul pertanyaan mengapa tidak setiap manusia
menyadari tentang keilmuan dalam al-Quran, berkenaan dengan
pertanyaan tersebut pemakalah berpendapat bahwa ilmu apapun dalam
alquran akan berkembang sesuai pemahaman atau keilmuan seseorang
yang mempelajarinya hal tersebut di karenakan alquran menunjukannya
menggunakan kata-kata yang padat jadi perlu adanya penerjemaahan
secara teliti.

36Muhammad Ali Ash-Shaabuniy.Studi Ilmu Al-Quran. 1998. Bandung : CV. Pustaka Setia. Hlm 112.

28
N. Beberapa Tuduhan Sekitar Kemukjizatan Al-Quran dan
Bantahannya37
1. Tuduhan Pertama
Beberapa musuh islam mengatakan penghinaannya terhadap Al-
Quran dan kepada nabinya, sesungguhnya Muhammad SAW
menerima Al-Quran ini dari seorang pendeta bernama Buahira, lalu ia
nisbatkan kepada Allah yang Maha luhur agar orang-orang menduga
kesuciannya.
Jawabnya:
Tuduhan ini tidak mengandung fakta yang benar. Hanya mereka
yang tergolong orang-orang golongan salib dan golongan atheis saja
yang bermaksud menyebarkan hal-hal kebatilan untuk mengaburkan
pengertian agama kepada putra-putra muslim yang berpendidikan dan
untuk merusak akidahnya dengan melontarkan tuduhannya yang
dibuat-buat ini.
Tuduhan ini batal karena beberapa factor berikiut ini.
a. Bahwasannya kepastian rasul pergi ke Syam itu hanya dua kali,
yang pertama adalah yang ketika beliau masih kecil bersam
adengan pamannya Abi Thalib, dan yang kedua adalah pada
masa beliau remaja beserta Maesaroh, seorang pembantu Siti
Khadijah, dan belum pernah ada
b. berita yang mengatakan bahwa beliau mendengar atau menerima
satu pelajaran pun dari pendeta tersebut. tapi yang pasti bahwa
pendeta Buhaira melihat awan yang menaungi Rasul kemudian
ia menceritakan kepada pamannya bahwa anak ini nanti kelak
akan memiliki kedudukan yang tinggi. Buhaira menyarankan
kepada Abi Thalib agar ia membawa Muhammad kembali
pulang ke Mekkah karena khawatir akan gangguan orang
Yahudi.

37Muhammad Ali Ash-Shaabuniy.Studi Ilmu Al-Quran. 1998. Bandung : CV. Pustaka Setia. Hlm 231.

29
Maka hal itu tidak dapat dijadikan alasan karena Rasul masih
dalam usia yang muda, untuk menerima ilmu dan pengetahuan atau
mendatangkan semisal Al-Quran yang bermukjizat ini. Ketika itu
beliau baru lewat dari umur sepuluh tahun. Dalam perjalanan yang
kedua kali tujuannya adalah dagang. Tidak ada satu keterangan pun
yang mengatakan bahwa dalam perjalanan ini beliau bertemu dengan
salah seorang pendeta.
c. Siapapun oragnya akan berpendapat bahwa mustahil sekali menurut
akal, apabila ia menjadi seorang yang berkedudukan (guru dunia)
hanya karena bertemu dengan seorang pendeta sebanyak dua kali.
Pertama pada waktu ia masih kecil dan kedua pada waktu ia
berdagang ia bisa mendatangkan kitab yang mukjizat ini, sedangkan
ia ummi, hanya karena ia bertemu dengan seorang pendeta satu kali
atau dua kali.
d. Seandainya si pendeta yang bernama Buhaira ini benar-benar
merupakan sumber Al-Quran, maka ia adalah orang yang paling
patut menerima kenabian dan risalah. Selain itu, kecerdasannya
melibihi ilmuan-ilmuan dunia sebab ia bisa mendatangkan ucapan-
ucapan yang dapat melemahkan orang-orang pertama atau yang
terahir.
e. Menurut kami, orang-orang musyrik kafir quraisy memiliki
pemikiran yang lebih memiliki pemikiran yang lebih mantap dan
murni daripada orang-orang gila tersebut., sebab orang quraisy
meskipun berusah amendustakan Rasul serta bersikap angkuh
kepada beliau, mereka tidak mau menerima kedustaan ini dengan
begitu saja. Mereka tidak pernah berfikir bahwa dengan hanya
bertemu dua kali, Muhammad belajar dari pendeta. Hal tersebut
tidak bisa diterima oleh akal sehat.

30
2. Tuduhan kedua
Mereka mengatakan bahwa al-quran ini dari ajaran Zibr Ar-Rumi
dan Rasul belajar Al-Quran darinya dari Mekah.
Jawabnya:
Tuduhan ini telah dijawab oleh Allah sendiri dengan hujjah yang
mantap dan penjekasan yang terang.
Seorang laki-laki yang disebut telah memberikan ajaran kepada
Muhammad SAW adalah seorang bangsa Ruma Ajami yang tidak
mengenal bahasa Arab. Maka, mungkinkah ia mengajarkan Al-Quran
kepada Muhammad ? ia adalah seorang tukang besi yang telah masuk
islam. Nabi sendiri sering lewat dihadapannya dan duduk-duduk
bersama dengannya.
Orang-orang musyrik mengatakan Demi Allah, tidak ada yang
mengajarkan Al-Quran ini kepada Muhammad, kecuali Zibr Ar-Rumii.
Majikan Zibr memukulinya dan berkata kepadanya kau mengajari
Muhammad ? Zibr menjawab, Tidak, demi Allah, dialah yang
mengajari dan memberi petunjuk kepadaku
Tuduhan ini mendapat banyak sambutan dikalangan sebagian
orang, padahal tuduhan ini sangat aneh dan lucu. Bagaimana mungkin
seorang hamba sahaya, tukang besi, dan berbangsa Ajam yang tidak
mengerti sedikit pun bahasa Arab, dapat mengajarkan bahasa Aranb
kepada Rasul! Apakah rasional, seorang ajam bangsa eumi ini menjadi
sumber Al-Quran yang teks nya berbahasa Arab yang paling bersastra,
bahkan mukjizat dari segala mukjizat segala kebanggan orang Arab dan
bahasa Arab! Oleh karena itu, Al-Quran menjawabnya dengan
jawaban: (Q.S An-Nahl: 103)

3. Tuduhan ketiga
Muhammad adalah seotang genius yang tiada duanya.
Kecendikiawanannya yang istimewa ini, sangat memungkinkan
dirinya untuk menjadi sumber berita-berita tersebut. Al-Quran ini

31
hasil adalah karangan dan susunannya karena dia adalah seorang yang
berjiwa indah. Jawabnya, Kata-kata ini keluar dari seorang dungu
yang tidak mengerti sedikitpun tentang kehidupan Nabi SAW , sejarah
keluarganya dan bangsanya. Rasul SAW hidup selama 40 tahun
diantara bangsanya. Beliau sangat terkenal diantara mereka, jujur,
benar, bijaksana dan utama, sehingga orang-orang musyrik menjuluki
Muhammad dengan As-Sadiq Al-Amin (yang benar lagi dipercaya).
Apakah rasional, apabila beliau mengarang Al-Quran kemudian
menisbatkannya dari Allah dan mengakui dirinya sebagai utusan,
sedangkan beliau adalah orang yang mulia dan suci dalam
kehidupannya. Bagaimana hal ini bisa sesuai dengan sejarah Rasul
yang mulia lagi suci dan sesuai dengan sejarah kehidupannya yang
mulia lagi utama?
Ketika Hiraklus Raja Roma bertanya kepada Abu Sufyan tentang
Rasulullah, apakah engkau menuduhnya suka berdusta sebelum ia
mengatakan apa yang ia katakan? apa yang ia katakana? Abu Sufyan
menjawab dengan kata-kata tidak bahkan dia dikalangan kami,
adalah orang yang benar lagi dipercaya.
Hiraklus berkata kepada Abu Sufyan Ia (Muhammad) tidak
pernah berdusta kepada manusia dan tidak pernah berdusta kepada
Allah. Dan dari segi kedua ditandaskan dalam sejarah bahwa
Muhammad SAW adalah seorang ummi tidak bisa membaca dan
menulis.
Jelaslah, dari mana Rasulullah bisa mengetahui berita nabi-nabi
dan Rasul-Rasul yang terdahulu ? dan darimana Rasulullah bisa
mmengetahui sejarah dan keadaan umat-umat yang lampau dengan
cara yang detail padahal ia tidak diketahui tidak membaca kitab, tidak
pernah belajar ilmu pengetahuan.
Dalam pengenalan mukjizat Nabi Muhammad yaitu al-quran
banyak sekali tuduhan-tuduhan yang bertujuan menjatuhkan Nabi
Muhammad mulai dari tuduhan yang tidak rasional seperti yang di

32
jelaskan oleh poin satu dan dua ada juga tuduhan yang di tunjukan
secara baik-baik seperti yan di jelaskan oleh poin yang ketiga,namun
pada akhirnya semua tuduhan-tuduhan tersebut dapat di patahkan oleh
setiap ayat alquran yang tidak dapat di tolak lagi. Berkenaan dengan
hal-hal tersebut pemakalah berpendapat bahwa tuduhan-tuduhan
tersebut masih dalam konteks yang wajar bagi seorag musuh yang
khawatir ajarannya di hancurkan. Walaupun pada dasarnya mereka
pasti sadar akan kebenaran yang sesungguhnya tetapi kita perlu
menyadari bahwa manusia memiliki rasa ego yang tinggi begitupun
orang-orang arab saaat itu. Namun kita sebagai umat muslim
sebaiknya menghindari pertanyaan-pertanyaan atau perdebatan-
perdebatan yang bersifat meragukan alquran karena itu hanya kan
membuang-buang waktu saja karena pada dasarnya kebenaran alquran
tidak perlu di ragukan lagi, terbukti jutaan manusia yang meragukan
alquran sejak jaman pertama alquran di turunkan sampai sekarang
mereka tidak dapat membuktikan argumennya saat di beri tantangan
oleh alquran.

33
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pengertian Ijazul Quran
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kemukjizatan
al-Quran adalah sesutau yang menunjukan kelemahan manusia
yang tidak sebanding dengan para nabi dan rasulnya.
2. Macam-macam Kemukjizatan
Mukjizat terbagi menjadi dua macam yaitu mukjizat yang
bersifat material indrawi atau mukjizat Hissi adalah mukjizat
yang dapat diterima oleh panca indera manusia dan mukjizat yang
bersifat immaterial logis atau mukjizat Manawi adalah mukjizat
yang dapat dipahami akal.
3. Segi-Segi Kemukjizatan Al-Quran
a. Mukjizat Bidang Bahasa
b. Mukjizat dari Aspek Ketelitian Redaksinya
c. Undang-Undang Ilahi yang sempurna
d. Mukjizat Tentang Berita gaib
e. Mukjizat Bidang Keilmuan
f. Mukjizat Shorfiah
4. Pembuktian kemukjizatan Al-Quran
a. Adanya Tantangan
b. Dorongan Menangkis Tantangan
c. Menghilangkan Segala Rintangan

B. Saran
Sebagai generasi muda yang islami, seharusnya kita dapat
mengetahui dan mempelajari mukjizat-mukjizat yang telah
berlangsung dahulu kala, namun perlu di ingat bahwa pembelajaran-

34
pembelajaran tersebut di lakukan bukan untuk meragukan ayat alquran
namun untuk menambah keimanan kita terhadap alquran yang
bertujuan semata-mata mengharap ridho Allah swt agar kita sebagai
seorang yang islami mengetahui kekuasaan-kekuasaan Allah swt yang
tidak siapapun dapat menandinginya. Sehingga kita dapat mengetahui
mukjizat-mukjizat yang telah terjadi dan dapat membedakan antara
suatu mukjizat atapun bukan mukjizat.

35
DAFTAR PUSTAKA

Al-Khattan, Manna Khalil. 2006. Studi Ilmu-Ilmu Quran. Bogor : Pustaka


Litera Antar Nusa.

Ansyory, Anhar. 2012. Pengantar Ulumul Quran. Yogyakarta : Lembaga


Pengembangan Studi IslamUniversitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

As-Shalih, Subhi. 2011. Membahas Ilmu-Ilmu Al-Quran. Jakarta : Pustaka Firdaus

Ash-Shaabuniy , Muhammad Ali.1998. Studi Ilmu Al-Quran. Bandung :CV.


PustakaSetia

Ash-Shaabuniy, Muhammad Ali. 2001. Ikhtisar Ulumul Quran Praktis. Jakarta


:Pustaka Amani

Hamid, Shalahuddin. 2002. Study Ulumul Quran. Jakarta Timur : PT


IntimediaCiptanusantara

Quthan, Manaul. 1995. Pembahasan Ilmu Al-Quran. Jakarta : PT RinekaCipta

Rosihon, Anwar. 2000. IlmuTafsir. Bandung: CV PustakaSetia

Rosihon, Anwar. 2012. Ulum Al-Quran. Bandung: CV Pustaka Setia.

Setiawan, Wawan. 2004. Ulumul Quran. Bandung : Cara Enterprise


DivisiPenerbitan

Undang, Burhanuddin dan Hafidz Muslih. 2008. Ulumul Quran. Bandung: CV


Insan Mandiri.

36