Anda di halaman 1dari 4

UJIAN AKHIR SEMESTER

NAMA : NURLIYAH NASUTION


NIM : 8166172045
MATA KULIAH : METODE PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
PRODI : PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN MATEMATIKA
KELAS : B-3

SOAL

1. Sebutkan beberapa perbedaan yang khas antara Penelitian Tindakan Kelas dan
Penelitian Pengembangan
2. Sebutkan 3 bentuk desain penelitian eksperimen, berikan contoh penelitian untuk
masing-masing desain
3. Apa fungsi dan manfaat dari kerangka teori dalam suatu penelitian, jelaskan
4. Sebutkan beberapa etika dalam penelitian dan jelaskan

JAWAB

1. Adapun perbedaan penelitian tindakan kelas dan penelitian pengembangan dapat


dilihat dari tabel di bawah ini
Penelitian Tindakan Kelas Penelitian Pengembangan
PTK merupakan prosedur penelitian di Masalah yang ingin dipecahkan adalah
kelas yang dirancang untuk masalah nyata yang berkaitan dengan
menanggulangi masalah nyata yang upaya inovatif atau penerapan teknologi
dialami Guru berkaitan dengan siswa di dalam pembelajaran sebagai
kelas itu. Rancangan penelitian pertanggungjawaban profesional dan
diterapkan sepenuhnya di kelas itu, komitmennya terhadap pemerolehan
termasuk pengumpulan data, analisis, kualitas pembelajaran. Yang dapat di
penafsiran, pemaknaan, perolehan laksanakan di banyak sekolah
temuan, dan penerapan temuan.
Semuanya dilakukan di kelas dan
dirasakan oleh kelas itu.
temuan hanya berlaku untuk kelas itu Jika penelitian berhasil maka dapat di uji
sendiri dan tidak dapat digeneralisasi cobakan lebih luas ke 5 15 sekolah
untuk kelas yang lain.
Uji coba lapangan hanya di satu sekolah Uji coba lapangan 1 3 sekolah
saja
Proses pengembangan produk, validasi PTK banyak mengandalkan data yang
yang dilakukan melalui uji ahli, dan uji diperoleh langsung atas refleksi diri
coba lapangan secara terbatas perlu peneliti. Pada saat penelitian berlangsung
dilakukan sehingga produk yang Guru sendiri dibantu rekan lainnya
dihasilkan bermanfaat untuk peningkatan mengumpulkan informasi, menata
kualitas pembelajaran. informasi, membahasnya, mencatatnya,
menilainya, dan sekaligus melakukan
tindakan-tindakan secara bertahap.

2. 3 bentuk desain penelitian eksperimen


-True experiments
Disebut sebagai true experiments karena dalam desain ini peneliti dapat mengontrol
semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Jadi, validitas internal
(kualitas pelaksnaaan rancangan penelitian) menjadi tinggi. Sejalan dengan hal
tersebut, tujuan dari true experiments menurut Suryabrata (2011 : 88) adalah untuk
menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan
perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan grup kontrol yang tidak diberi
perlakuan.
Contoh : Penerapan Pembelajran Thing Pair Share untuk Meningkatkan
Motivasi Belajar Matematika SMAN 1 Medan Pada Kelas XI IPA

Pre-Experimental Design (non-design)


Disebut preexperiments karena desain ini belum merupakan desain sungguhsungguh.
Masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel
dependen. Hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu akan semata-
mata dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini dikarenakan tidak adanya
variabel kontrol dan sampel tidak dipilih secara random. one-shot case study Jenis
one-shot case study dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan pengukuran dan nilai
ilmiah suatu desain penelitian. Adapun bagan dari one-shot case study adalah sebagai
berikut.

X = Perlakuan terhadap variabel independen (Treatment of independent variable)

O = Pengamatan atau pengukuran terhadap variabel dependen (Observation or


measurement of dependent variable)

Dengan X: kelompok yang akan diberi stimulus dalam eksperimen dan


O: kejadian pengukuran atau pengamatan.

Bagan tersebut dapat dibaca sebagai berikut: terdapat suatu kelompok yang diberi
perlakuan, dan selanjutnya diobservasi hasilnya.

Contoh: Pengaruh penggunaan Komputer dan LCD (X) terhadap hasil belajar siswa
(O).
Factorial experiments
Desain merupakan modifikasi dari design true experimental, yaitu dengan
memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi
perlakuan terhadap hasil. Semua grup dipilih secara random kemudian diberi pretest.
Grup yang akan digunakan untuk penelitian dinyatakan baik jika setiap kelompok
memperoleh nilai pretest yang sama.

Contoh: Dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh prosedur kerja baru


terhadap kepuasan pelayanan pada masyarakat, untuk itu dipilih empat kelompok
secara random. Variabel moderatornya adalah jenis kelamin, yaitu laki-laki (Y1) dan
perempuan (Y2).

3. Kegunaan kerangka teori dalam penelitian.


Menurut Snelbecker ada tiga kegunaan teori dalam penelitian. Pertama,sebagai
pensistematiskan temuan-temuan penelitian. Kedua, sebagai pendorong untuk
menyusun hipotesis. Dan dengan hipotesis membimbing peneliti mencari jawaban-
jawaban serta membuat ramalan-ramalan atas dasar penemuan. Ketiga,sebagai
penyaji penjelasan dalam menjawab pertanyaan (Sardar Ziauddin, 1996:86).Jika
dijabarkan ada beberapa kegunaan teori dalam penelitian yaitu:
Sebagai penyusun generalisasi atas fakta-fakta
Menjadi kerangka orientasi untuk pengumpulan, pengolahan, dan analisa data
Pembuat prediksi terhadap fenomena baru yang akan terjadi
Pengawas lowongan dalam pengetahuan dengan cara deduksi
Sebagai rujukan dalam pelaksanaan kegiatan penelitian
Sebagai kerangka penalaran logis.

4. etika dalam penelitian dan penjelasan


1. Kejujuran : Jujur dalam pengumpulan bahan pustaka, pengumpulan data,
pelaksanaan metode dan prosedur penelitian, publikasi hasil. Jujur pada
kekurangan atau kegagalan metode yang dilakukan. Hargai rekan peneliti, jangan
mengklaim pekerjaan yang bukan pekerjaan Anda sebagai pekerjaan Anda.
2. Obyektvitas : Upayakan minimalisasi kesalahan/bias dalam rancangan percobaan,
analisis dan interpretasi data, penilaian ahli/rekan peneliti, keputusan pribadi,
pengaruh pemberi dana/sponsor penelitian.
3. Integritas : Tepati selalu janji dan perjanjian; lakukan penelitian dengan tulis,
upayakan selalu menjaga konsistensi pikiran dan perbuatan
4. Keterbukaan : Secara terbuka, saling berbagi data, hasil, ide, alat dan sumber
daya penelitian. Terbuka terhadap kritik dan ide-ide baru.
5. Penghargaan terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) : Perhatikan
paten, copyrights, dan bentuk hak-hal intelektual lainnya. Jangan gunakan data,
metode, atau hasil yang belum dipublikasi tanpa ijin penelitinya. Tuliskan
nara sumber semua yang memberikan kontribusi pada riset Anda. Jangan pernah
melakukan plagiasi.
6. Penghargaan terhadap Kerahasiaan (Responden) : Bila penelitian menyangkut
data pribadi, kesehatan, catatan kriminal atau data lain yang oleh responden
dianggap sebagai rahasia, maka peneliti harus menjaga kerahasiaan
data tersebut.
7. Publikasi yang terpercaya : Hindari mempublikasikan penelitian yang sama
berulang-ulang ke pelbagai media (jurnal, seminar).
8. Pembinaan yang konstruktif : Bantu membimbing, memberi arahan dan masukan
bagi mahasiswa/peneliti pemula.Perkenankan mereka mengembangkan ide
mereka menjadi penelitian yang berkualits.
9. Penghargaan terhadap Kolega/Rekan Kerja : Hargai dan perlakukan rekan
penelitian Anda dengan semestinya. Bila penelitian dilakukan oleh suatu tim akan
dipublikasikan, maka peneliti dengan kontribusi terbesar ditetapkan sebagai
penulis pertama (first author), sedangkan yang lain menjadi penulis kedua (co-
author(s)). Urutan menunjukkan besarnya ontribusi anggota tim dalam penelitian.
10. Tanggung Jawab Sosial : Upayakan penelitian Anda berguna demi kemaslahan
masyarakat, meningkatkan taraf hidup, mudahkan kehidupan dan meringankan
beban hidup masyarakat. Anda juga bertanggung jawab melakukan
pendampingan nagi masyarakat yang ingin mengaplikasikan hasil penelitian Anda
11. Tidak melakukan Diskriminasi : Hindari melakukan pembedaan perlakuan pada
rekan kerja atau mahasiswa karena alasan jenis elamin, ras, suku, dan faktor-
faktor lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kompetensi dan
integritas ilmiah.
12. Legalitas : Pahami dan patuhi peraturan institusional dan kebijakan pemeintah
yang terkait dengan penelitian Anda.
13. Mengutamakan keselamatan Manusia : Bila harus mengunakan manusia untuk
menguji penelitian, maka penelitian harus dirancang dengan teliti, efek negatif
harus diminimalkan, manfaat dimaksimalkan; hormati harkat kemanusiaan,
privasi dan hak obyek penelitian Anda tersebut; siapkan pencegahan dan
pengobatan bila sampel Anda menderita efek egatif penelitian.