Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi Robbilalamin, puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT,


karena dengan rahmat, taufiq serta hidayahnya sehingga tugas pembuatan
makalah dengan judul MANAQIB ini dapat terselesaikan meskipun dengan
berbagai macam halangan dan tak lupa sholawat beserta salam semoga selalu
tercurahkan kepada baginda nabi agung Muhammad SAW yang kita nanti-natikan
syafaatnya kelak di yaumul kiamah nanti. Amin
Makalah ini disusun sebagai tugas untuk memenuhi tugas fiqih amaliyah yang
diberikan kepada kelompok 2.
Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat menambah khazanah keilmuan
kenasionalisme dan memberikan manfaat bagi pembaca dan pemakalah dalam
penyusunan makalah ini, penyusun menyadari masih banyak kesalahan dan
kehilafan di dalamnya. Oleh karena itu kritik dan sarannya yang bersifat
membangun senantiasa kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini .

Surakarta,11Agustus 2017

Kelompok 2

1|Makalah Manakib
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Syekh Abdul Qadir al-Jailani merupakan tokoh sufi paling masyhur di


Indonesia.Peringatan Haul waliyullah ini pun selalu dirayakan setiap tahun oleh
umat Islam Indonesia.Tokoh yang diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Tarekat
Qadiriyah ini lebih dikenal masyarakat lewat cerita-cerita karamahnya
dibandingkan ajaran spiritualnya.Terlepas dari pro dan kontra atas kebenaran
karamahnya, biografi (manaqib) tentangnya sering dibacakan dalam majelis yang
dikenal di masyarakat dengan sebutan manaqiban. Nama lengkapnya adalah
Abdul Qadir ibn Abi Shalih Abdullah Janki Dusat al-Jaylani. Al-Jaylani
merupakan penisbatan pada Jil, daerah di belakang Tabaristan. Di tempat itulah ia
dilahirkan. Selain Jil, tempat ini disebut juga dengan Jaylan dan Kilan.Maka
didalam makalah ini akan membahaskan tenatang manaqib.

B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini, rumusan masalah yang akan di kaiji diantaranya :
Apa yang di maksud manaqib ?
Bagaimana tata cara membaca manakib ?
Bagaimana Pandangan Islam Tentang Manaqib ?
Bagaimana Sejarah Hidup Syeh Abdul Qodir Jailani ?
Apa fadhilah dari pembacaan manaqib ?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dalam pembuatan makalah ini diantaranya :
Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan manaqib ?
Untuk mengetahui Bagaimana tata cara membaca manakib ?
Untuk mengetahui Bagaimana Pandangan Islam Tentang Manaqib ?
Untuk mengetahui Bagaimana Sejarah Hidup Syeh Abdul Qodir Jailani ?

2|Makalah Manakib
BAB 2

PEMBAHASAN

A. Manaqib

1. PENJELASAN MANAQIB
Kata MANAQIB berarti Riwayat Hidup. Penggunaan kata
MANAQIB tersebut, biasanya dikaitkan dengan sejarah kehidupan seseorang
yang dikenal sebagai tokoh besar pada suatu masyarakat, seperti tentang
perjuangannya, silsilahnya, akhlaknya, dan lain-lain.Sebenarnya, sejak jaman
dulu (sebelum, semasa hidup, sesudah wafat) Nabi Muhammad SAW,
manakiban (pembacaan manaqib) sudah ada dan diuraikan di dalam Al-
Quran; seperti manaqib Maryam, manaqib Dzulqarnain, manaqib Ash-Habul
Kahfi, dan lainnya.
Firman Allah SWT di dalam Surah Al-Mumin, ayat 78:
Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di
antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada
(pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul
membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah
datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika
itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.
Firman Allah SWT di dalam Surah An-Nisaa, ayat 164:
Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan
tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan
tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan
langsung (maksutnya Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa a.s.
merupakan keistimewaan Nabi Musa a.s., dan karena Nabi Musa a.s. disebut
Kalimullah sedang rasul-rasul yang lain mendapat wahyu dari Allah dengan
perantaraan Jibril. Dalam pada itu Nabi Muhammad SAW pernah berbicara
secara langsung dengan Allah pada malam hari di waktu miraj)
Ayat-ayat di atas apabila diteliti, maka didapat pengertian bahwa kita
dianjurkan Allah SWT untuk melakukan penelitian sejarah, baik yang berasal
dari Al-Quran, Al-Hadits, maupun sumber lain yang dapat dipercaya. Dan
selanjutnya dianjurkan untuk diceritakan kepada umat (secara lisan maupun
tulisan)
Manaqib itu suatu bentuk kegiatan upacara pembacaan riwayat hidup
seorang tokoh ulama (sufi) yang sangat kharismatik dan memiliki banyak
karomah, seperti Syaikh Abdul Qodir Jilani, Syaikh Samman, Syaikh Hasan
Syadzili, dan lain sebagainya. Dengan maksud, antara lain:

1. Untuk mencintai dan menghormati dzurriyyah Nabi Muhammad SAW.


Seperti firman Allah SWT di dalam Surah Asy-Syura, ayat 23. Katakanlah:
Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih
sayang dalam kekeluargaan. Pengertian ayat tersebut, bahwa seseorang yang

3|Makalah Manakib
mencintai atau menghormati sesama keluarga sangat dipuji Allah SWT;
apalagi mencintai dan menghormati keluarga nabi Muhammad SAW.
2.Untuk mencintai para shalihin, auliya, dan lainnya. Seperti anjuran Nabi
Muhammad SAW, seperti diurai di dalam hadits Siapa saja yang memusuhi
wali-KU, maka aku umumkan perang kepadanya (HR. Bukhory dari Abi
Hurairah)
3.Untuk meneladani perilaku kesufiannya.

2. DALIL-DALIL MANAQIB
Sebenarnya manaqib itu ada dalam Alquran seperti manaqib, ashabul
kahfi, Manaqib Raja Dzul Qurnain, Manaqib Lukman dan lain
sebagainya. Adapun dalil yang digunakan hujjah untuk memperbolehkan
praktek manaqib yaitu dalam kitab Bughyat al_Mustarsyidin, hlm. 97.




:

.

Tersebut dalam surat atsar: Rosululloh pernah bersabda: Siapa membuat


sejarah orang mukmin( yang sudah meninggal ) sama saja menghidupkan
kembali; siapa memmbacakan sejarahnya seolah-olah ia sedang, siapa yang
mengunjunginya, Alloh akan memberikan surga.

Dalam kitab Jalauzh Zhulam alaAqidatul awam dijelaskan







( .
)

Ketahuilah seyogyanya bagi setiap muslim yang mencari keutamaan dan


kebaikan, agar ia mencari berkah dan anugrah, terkabulnya doa dan turunnya
rahmat didepan para wali, di majelis-majelis dan kumpulan mereka, baik masih
hidup ataupun sudah mati, dikuburan mereka ketika mengingat mereka, dan
ketika orang banyak berkumpul dalam berziarah kepada mereka, dan
pembacaan riwayat hidup mereka.

B. Tata Cara Manaqib


Sudah menjadi budaya dalam membaca manaqib harus terlebih dahulu
diawali dengan khadloroh dan kemudian membaca tahlil bersama-sama,pemimpin
atau yang membaca manaqib baru memulai membaca manaqib dengan beberapa
membaca sholawat nabi.
Manaqib yang dibaca mayoritas masyarakat adalah kitab atau buku yang
dikarang oleh al-Mukarrom Ibnu Latif Hakim muslikh Ibn Abdurrohman al-
Maroqi.

C. Pandangan Islam Tentang Manaqib

4|Makalah Manakib
Banyak kita jumpai orang yang sangat mengagung-agungkan ibadah
bacaan manaqib bahkan melebihi ibadah sunnah. Mereka berkeyakinan agar
wasilahnya cepat sampai dan terkabul. Misalnya, membuat ayam ungkep utuh
(ingkung-Jawa), yang dimasak oleh wanita suci dari hadast, lalu yang boleh
menyembelih harus orang sudah berijazah dari gurunya (telah mengkhatamkan
bacaan manaqib sebanyak 40 kali). Di saat pembacaan manaqib, sudah menjadi
keyakinan bagi para jamaahnya untuk membawa botol berisi air yang diletakkan di
depan Imam atau gurunya, konon air tersebut dipercaya membawa berbagai macam
berkah. Khasiat lainnya yakni apabila seseorang mempunyai keinginan tertentu
(usaha dan rejeki lancar, pandai, atau nadhar lainnya), mereka membaca bersama-
sama pada hari yang ditentukan, misalnya tiap Rabu Kliwon, Pon, bahkan ada yang
disertai dengan pembakaran kemenyan atau parfum wewangian agar ruh sang tokoh
hadir ikut mendoakannya, karena konon ada pendapat bahwa Syaikh Abdul Qodir
Jaelani pernah berkata, Dimana saja dibacakan manaqib-ku aku hadir padanya
Para pelaku manaqib tersebut berkeyakinan, bahwa bacaan itu adalah suatu amalan
agung yang diajakan guru-gurunya meskipun tidak jelas sumber asalnya. Namun jika
kita kaji lebih dalam, kata manaqib berasal dari manqobah berarti kisah tentang
kesolehan, dan amal seseorang. Jadi membaca manaqib, sama saja dengan membaca
biografi atau cerita kebaikan seseorang

D. Sejarah Hidup Syeh Abdul Qadir Jailani


Sayidi Abdul Qadir Jailani adalah seorang ulama terkenal. Beliau bukan
hanya terkenal disekitar tempat tinggalnya yaitu Baghdad, Irak. Tetapi hampir
seluruh umat Islam di seluruh dunia mengenalnya. Hal itu dikarenakan kesalihan dan
keilmuannya yang tinggi dalam bidang keislaman, terutama dalam bidang
tasawuf.Nama sebenarnya adalah Abdul Qadir. Ia juga dikenal dengan berbagai gelar
seperti : Muhyiddin, al Ghauts al Adham, Sultan al Auliya, dan sebagainya.Sayidi
Abdul Qadir Jailani adalah ahli bait keturunan Rasulullah SAW. Ibunya yang
bernama Ummul Khair Fatimah, adalah keturunan Mawlana al-Imam Husain, cucu
Nabi Muhammad Saw. Jadi, silsilah keluarga Syaikh Abdul Qadir Jailani jika
diurutkan ke atas, maka akan sampai ke Khalifah Imam Ali bin Abi Thalib.
Sayidin Abdul Qadir Jailani dilahirkan pada tahun 1077 M / 469 H. Pada
saat melahirkannya, ibunya sudah berusia 60 tahun. Ia dilahirkan di sebuah tempat
yang bernama Jailan. Karena itulah di belakang namanya terdapat julukan Jailani.
Penduduk Arab dan sekitarnya memang terbiasa menambahkan nama mereka dengan
nama tempat tinggalnya.
Syekh wafat setelah menderita sakit ringan dalam waktu tidak lama. Bahkan, ada
yang mengatakan, Syekh sakit hanya sehari semalam. Ia wafat pada malam Sabtu, 10
Rabiul Awal 561 H. Saat itu usianya sudah menginjak 90 tahun. Sepanjang usianya
dihabiskan untuk berbuat baik, mengajar, dan bertausiah. Konon, ketika hendak
menemui ajal, putranya yang bernama Abdul Wahhab memintanya untuk berwasiat.
Berikut isi wasiat itu:
Bertakwalah kepada Allah. Taati Tuhanmu. Jangan takut dan jangan berharap pada
selain Allah. Serahkan semua kebutuhanmu pada Allah SWT.Cari semua yang kamu
butuhkan pada Allah. Jangan terlalu percaya pada selain Allah. Bergantunglah hanya
pada Allah. Bertauhidlah! Bertauhidlah! Bertauhidlah! Semua itu ada pada tauhid.

5|Makalah Manakib
E. Fadhilah Membaca Manaqib
Para wali merupakan hamba-hamba yang saleh, dekat dengan Allah, dan
dipilih oleh Allah sendiri. Banyak sejarah hidup para wali atau yang kita kenal
sekarang dengan nama manaqib, yang telah dibukukan, seperti manaqib Syaikh
Abdul Qadir Jilani. Kerena mereka adalah hamba-hamba pilihan Allah maka
sudah sewajarnya jika kita mencintai mereka.
Sedangkan salah satu hal yang bisa menambah rasa kecintaan kita kepada
para wali adalah dengan membaca manaqibnya. Dengan membaca manaqibnya
kita bisa mengetahui kesalehan dan kebaikannya, dan hal ini tentunya akan
menambah kecintaan kita kepadanya.
Dari sini dapat kita pahami bahwa membaca manaqib Syaikh Abdul Qadir
Jilani itu sangat baik. Karena akan menambah kecintaan kita kepada beliau, yang
notebenenya adalah salah seorang wali Allah, bahkan beliau disemati gelar
sebagai sulthan al-awliya` atau pemimpin para wali.
Menurut keterangan syeikh muslih bin abdurrohman Al-muroqi dan
Syeikhul alamah Al-Arif billah abdul lathif bin abdus salam Al-
bawiyani,demikian :adapun faidah manaqib itu banyak sekali. Siapa
membiasakan diri membaca manakib Syaikh Abdul Qodir Jailani setiap bulan
pada tanggal 11 dengan niat memulaikannya dengan hati yang ikhlas dan ridho
karena allah semata-mata,maka insya allah diberi keluasaan rizkinya beserta anak
cucunya,serta dapat selamat dan berhasil maksud dan hajat kebutuhannya di dunia
dan akhirat.
Siapa yang mempunyai hajat apa saja dalam urusan dunia dan
akhirat,maka sebaiknya bernadzar akan membaca manaqib syeikh Abdul Qodir
jailani dengan memberi sedekah semampunya secara ikhlas dan ridho. Insya allah
segera didatangkan hajatnya. Tapi setelah hajatnya. Tapi setelah hajatnya berhasil
jangan lupa melaksanakan nadzarnya itu,bila nadzarnya tidak dilaksanakan boleh
jadi tertimpa musibah dari Allah karena melanggar nadzar. Adapun syarat yang
membaca manaqib harus dalam keadaan wudhu yakni suci dari hadast.

6|Makalah Manakib
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kata MANAQIB berarti Riwayat Hidup. Penggunaan kata MANAQIB tersebut,
biasanya dikaitkan dengan sejarah kehidupan seseorang yang dikenal sebagai tokoh
besar pada suatu masyarakat, seperti tentang perjuangannya, silsilahnya, akhlaknya,
dan lain-lain.
Manaqiban itu suatu bentuk kegiatan upacara pembacaan riwayat hidup seorang
tokoh ulama (sufi) yang sangat kharismatik dan memiliki banyak karomah, seperti
Syaikh Abdul Qodir Jilani, Dengan maksud, antara lain:
1. Untuk mencintai dan menghormati dzurriyyah Nabi Muhammad SAW
2. Untuk mencintai para shalihin, auliya, dan lainnya
3. Untuk meneladani perilaku kesufiannya.
Adapun menurut tuntunan kaum salaf, dalam aqidah ahlussunnah wal jamaah,
membaca Manaqib para wali, itu baik (mustahab), karena dapat mendatangkan
kecintaan terhadap para wali dan untuk bertawassul kepada para wali Allah. Adapun
memberi makananitu hukumnya sunah, kalau dengan maksud untuk memberikan
shadaqah dan bertujuan untuk memulyakan tamu. Dalam hadist dinyatakan, yang
artinya, Siapa yang beriman kepada Allah, supaya menghormati tamunya.

B. Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan
dalam masalah ini.dalam penulisan kami masih banyak kesalahan, oleh karena itu
kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan
makalah selanjutnya.

C. Kata Penutup
Demikian makalah sedehana ini kami susun. Terima kasih atas antusiasme dari
pembaca yang sudi menelaah & mengimplementasikan isi makalh ini. Tentunya
masih banyak kekurangan dan kelmahhannya.
Penulis banyak berharap para pebaca yang budiman sudi memberikan saran kritik
konstruktif kepada penulis demi kesempurnaannya makalah ini.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang
budiman. Demikian makalah sederhana ini kami susun.terimakasih.

7|Makalah Manakib
DAFTAR PUSTAKA

http://timbaemas.blogspot.com/2011/06/makalah-membahas-tentang-syekh-
abdul.html
http://alimpolos.blogspot.com/2014/04/manaqib.html

8|Makalah Manakib