Anda di halaman 1dari 4

TELAAH Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Volume 30 (2) 2012 : 33-36

ISSN : 0125-9121

Desain Sensor Beban Kendaraan Menggunakan Teknik Mikrobending


Serat Optik

ANDI SETIONO DAN BAMBANG WIDIYATMOKO


Group THz-Photonics, Pusat Penelitian Fisika LIPI
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang Selatan
andisetiono@gmail.com

Diterima : 1 Agustus 2012 Revisi : 2 September 2012 Disetujui : 29 Oktober 2012

ABSTRAK : Sudah diketahui bahwa bending pada serat optik akan berakibat pada terjadinya kerugian daya
optik. Mikrobending adalah salah satu tipe bending yang terjadi ketika permukaan serat optik mengalami
tekanan kemudian menyebabkan terjadinya deformasi pada inti serat optik. Akibat adanya deformasi inti
serat optik ini maka daya atau intensitas optik didalamnya akan berkurang. Fenomena ini dapat dimanfaatkan
untuk membuat sensor berbasis serat optik dengan dukungan laser sebagai sumber cahaya. Laser yang
digunakan memiliki panjang gelombang 1310 nm dengan sistem control APC (Automatics Power Control).
Perubahan intensitas laser yang melalui serat optik diketahui sebagai faktor penyebab adanya suatu beban.
Dalam penelitian ini telah dibuat sensor beban menggunakan serat optik yang mampu mendeteksi beban
sampai dengan 40 kN. Sistem sensor terdiri dari pelat baja, lapisan karet dan silicon rubber. Serat optik
berada ditengah dengan pemicu bending berupa jajaran kawat baja.
KATAKUNCI : mikrobending, sensor beban, sensor serat optik.

ABSTRAK : It has been known that loss of optical power could be caused by bending losses. Microbending is
one type of bending when the surface of the fiber optic having pressure and than resulting deformation in the
optical fiber core. Due to the deformation of the optical fiber core then optical power or intensity in optical
fiber should be reduced. This phenomenon can be exploited to create a sensor-based optical fiber with the
support of a laser as a light source. Laser used has a wavelength of 1310 nm with APC (Automatics Power
Control) control system. A change in the intensity of the laser through an optical fiber is known as the load
factor. In this research has been made fiber-optic load sensors that can detect the load up to 40 kN. The
sensor system consists of a steel plate, a layer of rubber and silicon rubber. Optical fiber is in the centre of
layers with steel wire array as a triggers bending.
KEYWORDS : mikrobending, load sensors, optical fiber sensor

1. PENDAHULUAN

Penelitian ini merupakan kelanjutan dari kajian penelitian sebelumnya yang telah dituangkan dalam
tulisan berjudul Kajian Mikrobending Sebagai Sensor Beban Berbasis Serat Optik Multimode [1].
Penelitian tersebut dilatar belakangi oleh banyaknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kerusakan
jalan. Tindakan pencegahan perlu dilakukan, salah satunya dengan cara mendeteksi secara dini faktor-faktor
penyebabnya dengan harapan korban akibat kecelakaan lalu lintas dapat dikurangi. Salah satu faktor
penyebab jalan rusak adalah beban berlebih yang tidak terkontrol dan termonitor dengan baik. Oleh karena
itu diperlukan sensor beban seperti load cell untuk memonitor beban yang dialami oleh jalan.
Serat optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter dalam ukuran mikro.
Pada umumnya serat optik digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa cahaya dalam jarak yang
sangat jauh. Selain menjadi komponen penting dalam sistem komunikasi seratoptik, serat optik juga dapat
digunakan dalam pengukuran berbasis serat optik [2], salah satunya dengan memanfaatkan prinsip
mikrobending. Dalam penelitian ini prinsip mikrobending serat optik dimanfaatkan sebagai sensor beban
untuk keperluan monitoring kondisi jalan.

2. METODOLOGI PENELITIAN

Prinsip sensor mikrobending serat optik yaitu dengan cara memodulasi intensitas cahaya yang melalui
serat optik [3]. Secara sederhana, apabila terdapat lekukan pada inti serat optik maka akan menyebabkan
berkurangnya intensitas cahaya pada serat kemudian mengakibatkan terjadinya kerugian daya optik.
Mikrobending terjadi apabila permukaan serat optik mengalami tekanan [1]. Tekanan ini menyebabkan
deformasi pada inti serat. Gambar 1 menunjukkan skematis mikrobending pada serat optik multimode [4].

33
Desain Sensor Beban Kendaraan.. Andi Setiono

Gambar 1. Skematis mikrobending.

Penelitian ini menggunakan sumber cahaya laser 1310 nm, serat optik multimode dan modul data
akuisisi DT9816S sebagai komponen utama. Daya laser dikontrol dengan sistem APC (Automotics Power
Control) yang bekerja dengan prinsip umpan balik elektronis. Didalam sistem APC sinyal umpan balik
adalah sinyal yang berasal dari deteksi cahaya luaran dari laser diode. Cahaya laser dengan daya stabil
dimasukkan kedalam serat optik kemudian dideteksi perubahan intensitas (daya) laser ketika tertimpa suatu
beban.
Uji coba awal dalam penelitian ini adalah mengetahui performa serat optik, yaitu dengan memberikan
beberapa variasi beban secara berurutan kemudian melepaskannya kembali. Dari percobaan ini akan
diketahui perbandingan respon serat optik ketika belum ada beban dan sesudah ada beban. Desain sensor
yang dibuat ditunjukkan pada gambar 2, sedangkan foto sensor ditunjukkan pada gambar 3. Semen beton,
lembaran karet dan silicon rubber berfungsi sebagai reducer tekanan terhadap serat optik agar serat optik
dapat menahan beban besar. Bending terjadi ketika kawat-kawat baja didalam sensor menekan serat optik
sehingga terjadi deformasi inti serat optik yang mengakibatkan loss daya optik (intensitas daya optik).
Dimensi sensor adalah 30 x 25 x 10 cm. Pengujian sensor dilakukan dengan memberikan tekanan UTM
(Universal Tensile Machine) kepada sensor kemudian diukur besar daya optik yang melewati serat optik.
Tekanan UTM yang diberikan berkisar antara 0 kN s.d 15 kN.

Gambar 2. Desain sensor mikrobending serat optik.

Gambar 3. Foto sensor beban berbasis mikrobending serat optik.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kestabilan laser merupakan kunci yang harus diperhatikan ketika laser tersebut digunakan sebagai
sumber cahaya dalam sebuah sensor maupun instrument optik karena stabilitas laser sangat mempengaruhi
kepekaan terhadap beberapa parameter sensor yang menggunakan laser sebagai komponen utamanya [5,6].
Kontrol laser menggunakan sistem Automatics Power Control (APC) dimana prinsip kerjanya adalah
mengatur batas daya output laser dan mengatur arus yang melalui photodetektor internal. Ketika daya laser

34
TELAAH Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Volume 30 (2) 2012 : 33-36
ISSN : 0125-9121

mulai membesar maka arus dalam photodetektor internal akan berkurang sebaliknya ketika daya laser mulai
menurun maka arus dalam photodetektor internal bertambah. Dalam penelitian ini sistem APC diterapkan
untuk mengatur laser diode 1310 nm. Keluaran sistem APC (Laser Driver) dihubungkan dengan
photodetektor eksternal diteruskan ke rangkaian high speed amplifier. Hasil pengujian laser selama
kuranglebih 3 jam ditunjukkan oleh grafik pada gambar 4. Berdasarkan grafik tersebut, fluktuasi sinyal
tegangan keluaran photodetektor eksternal sebesar 0,028 mV atau sekitar 2,4% dari nilai rata-ratanya. Nilai
ini sudah cukup baik untuk dijadikan sebagai sumber cahaya pada sensor optik berbasis kestabilan intensitas.

Gambar 4. Grafik pengujian kestabilan laser diode menggunakan sistem APC.

Gambar 5. Grafik respon daya optik ketika terdapat variasi beban.

Gambar 6. Grafik attenuasi daya optik terhadap berat beban(0 s/d 15 kN).

Hasil pengujian performa serat optik ditunjukkan pada Gambar 5. Pada gambar tersebut terlihat
bahwa daya laser terus menurun seiring bertambahnya beban yang diberikan. Sebaliknya ketika beban
dilepaskan kembali maka daya laser kembali membesar. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa elastisitas

35
Desain Sensor Beban Kendaraan.. Andi Setiono

serat optik sudah cukup baik. Hal ini terlihat pada besar daya optik masih pada level amplitudo yang sama
ketika beban dikurangi. Adapun hasil uji tekan sensor oleh UTM dalam range 0 s.d 15 kN dapat dilihap pada
Gambar 6. Sensor ini memiliki linieritas cukup baik terhadap beban antara 0 kN s.d 15 kN. Namun demikian
masih perlu perbaikan sehingga nilai pengukuran menjadi lebih panjang.

4. KESIMPULAN

Penelitian ini bertujuan membuat sensor beban berdasarkan prinsip mikrobending pada serat optik.
Serat optik pada prinsipnya mampu merespon perubahan beban dengan cukup baik ketika berada dalam
posisi yang tetap (tidak mudah berubah) dan masih dalam kapasitas elastisitasnya. Penelitian ini telah
menghasilkan sensor beban berbasis serat optik yang mampu membaca beban sampai dengan 15 kN (1,5
ton). Namun demikian masih diperlukan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut diantaranya
penyempurnaan bentuk mekanik sensor agar jangkauan pengukurannya meningkat.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Group Terahertz Photonic Pusat Penelitian Fisika LIPI
yang telah banyak membantu terlaksananya penelitian ini. Penelitian ini didanai oleh program Insentif
SINAS Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

DAFTAR PUSTAKA

[1]. Setiono, A., Widiyatmoko, B., dan Mulyanto, I. Kajian Mikrobending Sebagai Sensor Beban Berbasis
Fiber Optik Multimode. Seminar HFI Jateng-DIY 14 April 2012.
[2]. Hui, Rongqing and OSullivan, Maurence, Fiber Optic Measurement Techniques, Elsevier Academic
Press, 2009.
[3]. Gholamzadeh, Bahareh and Hooman, Nabovati. Fiber Optic Sensors. World Academy of Science,
Engineering and Technology vol 42, 2008, pp. 297 307.
[4]. Watson, Vince, Microbending & Macrobending Power Losses in Optical Fibres. Website:
www.optronicsnet.com, diakses tanggal 24 Februari 2012.
[5]. De We Plano, Profil Transportasi Laut, http://transportasi.bappenas.go.id/
[6]. Carl A Munch, Troy, Mich, Vehicle Occupant Weight Sensor, US Patent no. 6,040,532, March 21,
2000

36