Anda di halaman 1dari 32

TEORI BELAJAR KECERDASAN GANDA

MAKALAH

Diajukan kepada Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta


Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Teori Pembelajaran

Dosen Pengampu:
Dr. C. Asri Budiningsih, M.Pd

Disusun Oleh:
Atmoko Putra Pratama (NIM.17707251006)
A.A. Gede Puja Wiguna (NIM.17707251015)

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah dengan judul : Teori Kecerdasan Ganda.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori
Pembelajaran dengan dosen pengampu Dr. C. Asri Budiningsih, M.Pd. Penyusun
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan
dalam menyelesaikan makalah ini.
Penyusun menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari
sempurna dan perlu pendalaman lebih lanjut. Oleh karena itu, penyusun sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perkembangan
penyempurnaan makalah ini.

Yogyakarta, November 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman Sampul .............................................................................................. i


Kata Pengantar ................................................................................................. ii
Daftar Isi .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
A. Latar Belakang ..................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................ 2
C. Tujuan Penulisan .................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. 3
A. Pengertian Teori Belajar Kecerdasan Ganda ....................................... 3
B. Penerapan Teori Belajar Kecerdasan Ganda
dalam Pembelajaran ............................................................................. 8
C. Kecerdasan Ganda pada Pendidikan Era Digital... 21
BAB III PENUTUP ......................................................................................... 28
A. Kesimpulan .......................................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 29

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan
potensi individu. Potensi mencerminkan kemampuan dan kecakapan individu
dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan. Tugas pendidik atau guru dalam
hal ini adalah memfasilitasi anak didik sebagai individu untuk dapat
mengembangkan potensi yng dimiliki menjadi kompetensi sesuai dengan cita-
citanya. Program pendidikan dan pembelajaran seperti yang berlangsung saat
ini harus lebih diarahkan atau lebih berorientasi kepada potensi individu
peserta didik. Kenyataan menunjukkan bahwa program pendidikan yang
berlangsung saat ini lebih banyak dilaksanakan dengan cara membuat
generalisasi terhadap potensi dan kemampuan siswa. Hal ini disebabkan oleh
kurangnya pemahman pendidik tentang karakteristik individu yang sejatinya
berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Salah satu karakteristik penting dari individu yang perlu dipahami oleh
guru sebagai pendidik adalah bakat dan kecerdasan individu. Guru yang tidak
memahami kecerdasan anak didik akan memiliki kesulitan dalam
memfasilitasi proses pengembangan potensi individu menjadi yang dicita-
citakan. Generalisasi terhadap kemampuan dan potensi individu memberikan
dampak negatif yaitu siswa tidak memiliki kesempatan untuk mengebangkan
secara optimal potensi yang dimiliki. Akibat penanganan yang keliru seperti
yang dilakukan oleh sistem persekolahan saat ini kita telah kehilangan bakat-
bakat cemerlang dari siswa peserta didik. Individu-individu yang cerdas tidak
dapat mengembangkan potensi diri mereka secara optimal.
Teori Kecerdasan Ganda (Multiple Inteligence) yang dikemukakan
oleh Howard Gardner, seorang professor psikologi dari Harvard University
akan dijadikan acuan untuk lebih memahami bakat dan kecerdasan individu.
Tulisan ini bertujuan untuk membahas dan lebih memahami tentang upaya
yang perlu dilakukan oleh guru dan pendidik dalam membantu memfasilitasi
pengembangan potensi individu peseta didik.

1
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kajian mengenai teori belajar kecerdasan ganda?
2. Bagaimana penerapan teori belajar kecerdasan ganda dalam proses
pembelajaran?
3. Bagaimana implementasi kecerdasan ganda pada pendidikan era digital?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui kajian mengenai teori belajar kecerdasan ganda.
2. Mengetahui penerapan teori belajar kecerdasan ganda dalam
pembelajaran.
3. Mengetahui implementasi kecerdasan ganda pada pendidikan era digital?

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Teori Belajar Kecerdasan Ganda


Intelligence (kecerdasan) sering didefinisikan sebagai kemapuan mental
unum untuk belajar dan menerapkan pengetahuan dalam memanipulasi
lingkungan, serta kemampuan berfikir yang abstrak (Bainbridge, 2010).
Dalam definisi lain kecerdasan mencakup kemampuan beradaptasi dengan
lingkungan baru atau perubahan lingkungan saat ini, kemampuan untuk
mengevaluasi dan menilai kemampuan untuk memahami ide-ide kompleks,
kemapuan untuk berfikir produktif, kemampuan untuk belajar dengan cepat
dan bahkan kemampuan untuk memahami hubungan.
Teori kecerdasan majemuk (Teori Kecerdasan Ganda) adalah validasi
tertinggi gagasan bahwa perbedaan individu adalah penting. Pemakaiannya
dalam pendidikan sangat bergantung pada pengenalan, pengakuan dan
penghargaan pada setiap atau berbagai cara (pelajar) belajar. Disamping
pengenalan pengenalan, pengakuan dan penghargaan terhadap setiap minat
dan bakat masing-masing pembelajar. Dalam Teori kecerdasan majemuk
bukan hanya mengakui perbedaan individual ini untuk tujuan-tujuan praktis,
seperti pengajaran dan penilaian, tapi juga menganggap serta menerimanya
sebagai sesuatu yang normal, wajar, menarik dan sangat berharga (Julia
Jasmine, 2012: 11)
Multiple Intelligences atau sering disebut sebagai kecerdasan jamak atau
ganda merupakan berbagai keterampilan dan bakat yang dimiliki oleh siswa
untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam pembelajaran (Fleetham,
2006). Gardner menemukan ada delapan macam kecerdasan diantaranya
adalah (1) Kecerdasan Verbal-Linguistik, (2) Logis-Matematik, (3) Visual-
Spasial, (4) Berirama-Musik, (5) Jasmaniah-Kinestetik, (6) Interpersonal, (7)
Intrapersonal, (8) Naturalistik.
1. Kecerdasan Linguistik
Merupakan kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik secara
lisan maupun tertulis. Kecerdasan ini meliputi kemampuan memanipulasi
tata bahasa atau struktur bahasa, fonologi atau bunyi bahasa, sematik atau

3
makna bahasa dimensi pragatik atau penggunaan praktik bahasa.
Penggunaan bahasa ini mencakup retorika (penggunaan bahasa untuk
mempengaruhi orang lain melakukan tindakan tertentu), hafalan
(penggunaan bahasa untuk pengingat informasi), eksplanasi (penggunaan
bahasa untuk memberikan informasi dan metabahasa (penggunaan bahsa
untuk membahas bahasa itu sendiri)
2. Kecerdasan Matematik-Logis
Merupakan kemampuan menggunakan angka dengan baik dan
melakukan penalaran yang benar. Kecerdasan ini dikenal juga sebagai
kecerdasan angka termasuk kemampuan ilmiah yang sering disebut pula
sebagai berfikir kritis. Proses yang digunakan dalam kecerdasan matematis
Logis ini antara lain adalah kategorisasi, klasifikasi, pengambilan
kesimpulan, generalisasi, penghitungan dan pengujian hipotesis.
3. Kecerdasan Visual-Spasial
Merupakan kemampuan untuk memahami gambar-gambar, bentuk
termasuk kemampuan untuk menginterpretasi dimensi ruang yang tidak
dapat dilihat oleh mausia. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada warna,
garis, bentuk, ruang dan hubungan antara unsur tersebut. Kecerdasan ini
secara garis besar meliputi kemampuan membayangkan,
mempresentasikan ide secara visual datau spasial dan mengorientasikan
diri secara tepat dalam matriks spasial.
4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani
Merupakan kemampuan untuk menggunakan seluruh bagian tubuh
untuk menyelesaikan masalah atau membuat sesuatu. Kecerdasan ini
meliputi kemampuan-kemampuan fisik yang spesifik, seperti koordinasi,
keseimbangan, keterampilan, kekuatan, kelenturan, dan kecepatan maupun
kemampuan menerima rangsangan dan hal-hal yang berkaitan dengan
sentuhan. Orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya memproses
informasi melalui perasaan yang dirasakan melalui aspek badaniah dan
jasmaniah selain itu memiliki kelebihan mempunyai perasaan yang kuat
dan kesadaran mendalam tentang gerakan-gerakan fisik.

4
5. Kecerdasan Berirama-Musikal
Kecerdasan ini merupakan kapasitas untuk berfikir tentang musik,
seperti mampu mendengar, mengenal, mengingat dan bahkan
memanipulasi pola-pola music (Baum, Viens dan Slatin, 2005). Orang
yang memiliki kecerdasan musik dianggap memiliki apresiasi yang kuat
terhadap musik., dengan mudah mengingat lagu-lagu dan melodi.
Kemampuan yang dimiliki orang berkecerdasan ganda secara garis besar
adalah dapat menangani bentuk-bentuk musical dengan cara mempersepsi,
membedakan, mengubah dan mengekspresikan.
6. Kecerdasan Interpersonal
Menurut Mork, 2001 kecerdasan interpersonal merupakan
kemampuan untuk membaca tanda dan isyarat sosial, komunikasi verbal
dan non verbal dan menyesuaikan gaya komunikasi dengan tepat. Selain
itu kecerdasan ini juga memiliki kepekaan pada sebuah ekspresi wajah,
suara, gerak-isyarat: kemampuan membedakan bebagai macam tanda
interpersonal dan kemampuan menaggapi secara efektif tanda tersebut
dengan tindakan pragmatis tertentu.
7. Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan
pemahaman tersebut. Kecerdasan ini meliputi kemampuan memahami diri
sendiri terkait kekuatan dan keterbatasan diri yang dimiliki, kesadaran
akan suasana hati, maksud, motivasi, tempramen dan keinginan untuk
memahami dan menghargai diri sendiri.
8. Kecerdasan Naturalis
Menurut Carvin (2011) menyatakan bahwa kecerdasan naturalis
adalah kemampuan seseorang seseorang untuk mengidentifikasi an
mengklasifikasi pola-pola alam (nature). Orang yang memiliki kecerdasan
mempunyai keterkaitan kuat pada dunia luar atau dunia binatang dan
ketertarikan tersebut mencul sejak dini.

5
Berdasarkan penjelasan diatas mengenai klasifikasi kecerdasan ganda
menurut Gardner dapat disimpulkan dalam tabel berikut.
KLASIFIKASI TEORI KECERDASAN GANDA

Kecerdasan Komponen Inti Kondisi Akhir Kegiatan Budaya


Terbaik
Linguistik Kepekaan pada bunyi, Penulis, orator Budaya berbicara,
struktur, makna, fungsi kata pembacaan cerita,
& bahasa kesasteraan
Matematis Kepekaan & kapasitas Ilmuwan, ahli Penemuan ilmiah,
Logis mencerna pola pola logis matematika teori matematika,
atau numeris; kemampuan system klasifikasi
mengolah alur pemikiran dan penghitungan
panjang
Spasial Kepekaan merasakan dunia Seniman, Karya-karya seni,
spasial visual secara arsitek system navigasi,
akurat & mentransformasi desain arsitektur
persepsi awal
Kinestetis - Kemampuan mengontrol Penari, atlet, Kerajinan tangan,
Jasmani gerak tubuh & kemahiran pematung kemampuan atletik,
mengelola objek karya-karya drama,
tarian, seni pahat
Musikal Kemampuan menciptakan Komposer, Komposisi musik,
& mengapresiasi irama, penyanyi penampilan di
pola titinada, warna nada, panggung, rekaman
apresiasi bentuk
bentuk ekspresi musikal
Interpersonal Kemampuan mencerna & Konselor, Tokoh politik,
merespon secara tepat pemimpin lembaga sosial
suasana hati, temperamen, politik
motivasi, & keingingan
orang lain
Intrapersonal Memahami perasaan Psikoterapis, Sistem keagamaan,
sendiri & kemampuan pemimpin teori psikologi,
membedakan emosi; keagamaan ritual hidup sehari
pengetahuan tentang hari
kekuatan & kelemahan diri
Naturalis Keahlian membedakan Peneliti alam, Pengetahuan ttg
anggota anggota suatu ahli biologi, tumbuh-tumbuhan,
spesies; mengenali aktivis upacara berburu,
eksistensi spesies lain; binatang mitologi tubuh
memetakan hubungan binatang
antara beberapa
spesies, baik secara
informal
maupun formal

6
Selain klasifikasi mengenai kecerdasan ganda ada beberapa hal pula
yang perlu diperhatikan dan menjadi poin-poin kunci dalam teori
kecerdasan ganda, diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Setiap orang memiliki kedelapan kecerdasan tersebut.
Teori kecerdasan ganda adalah teori fungsi kognitif yang
menyatakan bahwa setiap oranag memiliki kepasitas dalam kedelapan
kecerdasan tersebut. Tentu saja kedelapan kecerdaasan tersebut
berfungsi bebarengan dengan cara yang berbeda-beda pada pada diri
setiap orang.
2. Setiap orang dapat mengembangkan setiap kecerdasannya sampai
pada kinerja terbaik.
Gardner berpendapat bahwa setiap orang sebenarnya memiliki
kemampuan mengembangkan kedelapan kecerdasan sampai pada
kinerja tingkat paling tinggi yang memadai apabila ia memperoleh
cukup dukungan, pengayaan dan pengajaran.
3. Semua kecerdasan tersebut bekerja dan berinteraksi secara bersama-
sama.
Gardner menunjukan bahwa tidak ada kecerdasan yang berdiri
sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan selalu berinteraksi
satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh adalah ketika seseorang
ingin memasak makanan, orang tersebut harus membaca resep
(linguistik) sehingga hasil masakannya dapat menyenangkan seluruh
anggota keluarga (interpersonal).
4. Ada banyak cara untuk meningkatkan setiap kecerdasan.
Teori kecerdasan ganda menekankan keanekaragaman cara orang
untuk menunjukan bakatnya, baik dalam satu kecerdasan tertentu atau
antar kecerdasan.

Ada beberapa faktor penting dalam mengembangkan kecerdasan


ganda yang dimiliki oleh peserta didik. Kecerdasan dapat berkembang
atau tidak dipengaruhi oleh 3 faktor penting, diantaranya adalah sebagai
berikut

7
1. Faktor Biologi dalam hal ini meliputi keturunan, genetik atau
gangguan selama kehamilan atau kelahiran.
2. Sejarah hidup pribadi yang dalam hal ini meliputi pegalaman yang
dimiliki baik pengalaman dengan keluarga ataupun dengan
linngkungan
3. Latar belakang kultural dan historis yang diantaranya adalah waktu,
tempat dilahirkan dan dibesarkan sifat-sifat dan kondisi
perkembangan historis berdasarkan lingkungan dia berkembang.

B. Penerapan Teori Belajar Kecerdasan Ganda dalam Pembelajaran


Dalam mengembangkan kecerdasan ganda dalam sebuah
pembelajaran ada beberapa faktor pendorong dan penghambat kecerdasan
itu dibangun, diantaranya adalah dari dalam diri sendiri atau Crystallizing
Experience (Pengalaman yang mengkristal) dan Paralyzing Experience
(Pengalaman yang melumpuhkan). Sedangkan dari faktor lingkungan
diantaranya adalah Akses sumber daya dan mentor, faktor historis-
kultural, faktor geografis, faktor keluarga dan faktor situasional.
Ada beberapa macam cara belajar dan cara befikir peserta didik atau
pembelajar yang menunjukan kecenderungan kearah kecerdasan tertentu,
diantaranya adalah sebagai berikut.

CARA BELAJAR KECERDASAN GANDA

Kecerdasan Cara Berfikir Kegemaran Kebutuhan


Linguistik Melalui kata- Membaca, menulis, Buku, alat rekam, alat
kata bercerita, bermain tulis, kertas,
permainan kata buku harian, dialog,
diskusi, debat,
cerita
Matematis Melalui Bereksperimen, Tanya Bahan-bahan untuk
Logis penalaran jawab, memecahkan bereksperimen, materi
masalah, teka-teki sains, kegiatan
logis, berhitung manipulatif, kunjungan
ke planetarium atau
museum pengetahuan
Spasial Melalui kesan Mendesain, Seni, LEGO, video,
dan gambar menggambar, film, slide, game
membayangkan, imajinasi, labirin, teka

8
mencoret-coret teki, buku yg berisi
banyak ilustrasi,
kunjungan ke museum
seni
Kinestetis - Melalui sensasi Menari, berlari, Bermain drama,
Jasmani melompat, membuat bergerak, benda rakitan,
bangunan, meraba, olahraga atau
menggerakkan isyarat permainan fisik,
tangan pengalaman yang
berhubungan dg indra
peraba, belajar dg cara
terlibat langsung
Musikal Melalui irama Bernyanyi, bersiul, Waktu bernyanyi
melodi bersenandung, bersama, kunjungan ke
mengetukngetukkan konser musik, musik di
tangan dan kaki, sekolah dan di rumah,
mendengarkan alat musik
Interpersonal Dengan cara Memimpin, Teman-teman,
melemparkan mengorganisasi, permainan kelompok,
gagasan pada menghubungkan, pertemuan sosial,
orang lain menebarkan pengaruh, perlombaan atau
menjadi mediator peristiwa sosial,
perkumpulan, penasehat
atau magang
Intrapersonal Berhubungan Menyusun tujuan, Tempat rahasia, waktu
Dgn kebutuhan, bermeditasi, melamun, menyendiri, proyek yg
perasaan, cita- merencanakan, direncanakan sendiri,
citanya merenung pilihan
Naturalis Melalui alam Bermain dg binatang Akses ke alam,
Dan peliharaan, berkebun, kesempatan utk
pemandangan meneliti alam, berinteraksi dg
memelihara binatang, binatang, peralatan
peduli pd lingkungan untuk meneliti

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam menilai kecerdasan


ganda seorang peserta didik diataranya adalah dengan melakukan
pengamatan, check list, mengumpulkan dokumentasi dengan foto dan
rekaman, melihat data sekolah, berdiskusi dengan guru yang lain,
Informasi dari orang tua peserta didik, bertanya kepada Siswa secara
langsung dan mengadakan kegiatan khusus untuk melihat potensi Siswa.
Salah satu aspek yang paling bermanfaat dari teori kecerdasan ganda
adalah bahwa teori ini dapat dijelaskan kepada siswa dalam waktu yang
relatif singkat atau dapat dijelaskan dengan cara yang sedemikian rupa

9
sehingga mereka dapat menggunakan kosakata kecerdasan ganda untuk
membahas bagaimana cara belajar mereka. Salah satu yang bisa dilakukan
adalah menghubungkan kedelapan kecerdasan yang dimiliki dengan
penjelasan-penjelasan yang tidak asing bagi siswa ataupun orang tua,
seperti menghubungkan dengan kata, angka, gambar, tubuh manusia,
orang-orang disekitar, diri sendiri dan alam. Sebagai contoh adalah pada
Gambar 1 berikut.

Gambar 1. Pizza KG

Selain menggunakan pendekatan dengan menggunakan pendekatan-


pendekatan dengan hal-hal yang tidak asing bagi siswa, masih ada
beberapa cara yang bisa dipergunakan untuk mengembangkan kecerdasan
ganda melalui beberapa kegiatan, diantaranya adalah melalui kegiatan
career day, karya wisata, mempelajari biografi, membuat rencana
pelajaran, menceritakan pengalaman empiris yang praktis, menganalisis
gambar, melalui rak pameran yang dibuat berdasarkan kecerdasan yang
dimiliki, melalui buku bacaan dan melalui kegiatan bercerita, bernyanyi
lagu-lagu atau melalui drama yang melibatkan kesemua kecerdasan.
Pada dasarnya teori kecerdasan ganda meliputi beberapa hal yang
selalu dilakukan guru yang baik dalam melakukan proses belajar mengajar
yakni selalu menggugah pikiran siswa tanpa terpaku pada teks dan papan
tulis. Teori ini memberikan jalan bagi semua pendidik untuk memikirkan

10
metode mengajar yang paling tepat untuk memahami mengapa metode
tersebut dapat berhasil, selain itu teori ini juga membantu para pendidik
untuk mengembangkan metode, teknik mengajar dan materi mengajar
sehingga dapat menjangkau kelompok siswa yang banyak dan beragam.
Berikut ini adalah hal-hal yang sebaiknya dilakukan oleh guru pada kelas
kecerdasan ganda, diantaranya adalah guru hendaknya selalu mengubah
cara mengajar, Guru bisa memberikan variasi penyampaian materi degan
menambahkan gambar, music ataupun video untuk memperjelas suatu
gagasan atau materi yang diajarkan, Guru hendaknya menawarkan
pengalaman yang menstimulasi gerak tubuh, Guru hendaknya meminta
siswa untuk menjalin interaksi satu sama lain, memberikan waktu kepada
siswa untuk merefleksikan diri dan menghubungkan pengalaman pribadi
dan materi yang dipelajari dengan alam sekitar dengan cara menghormati
alam.
Berikut ini ada beberapa cara mengajar dalam kegiatan mengajar
kelas kecerdasan ganda.

CARA MENGAJAR DALAM KEGIATAN KECERDASAN GANDA

Kecerdasan Kegiatan Bahan/ Alat Strategi Pengajaran


Mengajar Mengajar
Linguistik Uraian, diskusi, Buku, tape Membacanya,
permainan kata, recorder, mesin menuliskannya,
bercerita, ketik, buku, kaset membicarakannya,
deklamasi, menulis dan mendengarkannya
jurnal
Matematis Pengasah otak, Kalkulator, Menghitungnya,
Logis pemecahan manipulasi berpikir kritis tentang,
masalah, matematika, memasukkan kedalam
eksperimen ilmiah, perlengkapan sains, kerangka logis,
mencongak, permainan bereksperimen dengan
permainan angka, matematika angka
berfikir kritis
Spasial Presentasi visual, Grafik, peta, video, Melihatnya,
kegiatan seni, game LEGO, bahan seni, menggambarnya,
imajinasi, kamera, memvisualisasikanny,
pemetaan pikiran, gambargambar mewarnai, memetakan
visualisasi
Kinestetis - Drama, olah raga Peralatan Membangunnya,

11
Jasmani yg mengandung bangunan, melakukannya,
materi belajar, tanah liat, peralatan menyentuhnya,
kegiatan taktil, olah raga, bahan merasa ingin
latihan relaksasi belajar yg dpt membongkar
diotak pasang.
atik
Musikal Pelajaran yg Tape recorder, Menyanyikannya,
berirama, menar, koleksi kaset, alat menarikannya dengan
rap, menggunakan alat music ketukan,
lagu yg mendengarkannya
mengandung
materi pelajaran
Interpersonal Belajar kelompok, Board game, Mengajarkannya,
mengajari teman perbekalan pesta, bekerja sama
sekelas, peralatan pentas dengannya,
ikut kegiatan berinteraksi
masyarakat, dengannya
pertemuan sosial,
simulasi
Intrapersonal Pengajaran Materi yg Menghubungkannya
perseorangan, berkenaan dg diri, dg
belajar mandiri, jurnal, bahan utk kehidupan pribadi,
kebebasan menyelenggarakan membuat pilihan
memilih bidang proyek sesuai
pelajaran, prosesnya,
pembentukan merefleksikannya
sikap, penghargaan
diri
Naturalis Studi alam, Tanaman, binatang, Menghubungkannya
kesadaran ekologis, peralatan naturalis, dg makhluk hidup dan
kepedulian pd alat berkebun fenomena alam
binatang

Pada tingkatan tertentu teori kecerdasan ganda yang diterapkan dalam


suatu kurikulum paling cocok direpresentasikan dengan menggunakan
kumpulan strategi pengajaran yang longgar dan beragam. Dalam hal ini teori
ini mewakili model pengajaran yang tidak memiliki aturan yang jelas selain
kebutuhan yang muncul dari komponen kognititf kecerdasan itu sendiri.
Pendekatan terbaik dalam pengembangan kurikulum yang menggunkan teori
kecerdasan ganda adalah bagaimana memikirkan cara menerjeahkan materi-
materi yang akan diajarkan dari satu kecerdasan ke kecerdasan yang lain. Ada
7 langkah yang bisa digunakan sebagai cara menyusun rencana pelajaran yang
mengunakan teori kecerdasan ganda seagai penyususnnya, diantaranya adlah

12
1. Memusatkan perhatian pada tujuan dan topik tertentu
Dalam menciptakan suatu program untuk mencapai sebuah sasaran
dalam hal ini adalah tujuan, guru harus bisa memastikan bahwa sasaran
yang hendak kita capai dapat dijabarkan secara jelas dan padat seperti pada
Gambar 2.

Gambar 2. Lembar Perencanaan KG

2. Menjawab pertanyaan kunci kecerdasan ganda


Guru hendaknya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang perlu
dijawab ketika merencanakan kurikulum untuk sasaran atau topik tertentu,
pertanyaan-pertanyaan tersebut nantinya dapat membantu memancing
secara kreatif langkah-langkah selanjutnya.
3. Mempertimbangkan kemungkinan lain
Dalam menentukan teknik ataupun strategi guru harus selalu mencari
kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa diterapkan dalam suatu
pembelajaran.
4. Curah Gagasan
Curah gagasan merupakan kgiatan mencatat semua gagasan yang ada
di dalam benak terkait hal hal yang bisa digunakan dalam mengajarkan
teori kecerdasan ganda. Rumuskan sebanyak-banyaknya gagasan-gagasan
terkait masing-masing kecerdasan, curah gagasan dengan guru lain dapat
membantu dalam merangsang sebuah pemikiran.

13
5. Memilih Kegiatan yang cocok
Dari gagasan yang sudah dituliskan kemudian tandai pendekatan yang
sesuai dengan lingkungan pendidikannya.

6. Menyusun rencana pembelajarn yang berkesinambungan


Dengan pendekatan yang sudah dipilih kemudian merancang rencana
atau unit pelajaran seputar topik atau tujuan yang telah dipilih. Kemudian
menentukan bagaimana rencana pembelajaran untuk beberapa waktu
kedepan.
7. Menjalankan Rencana
Dari materi-materi yang sudah dibutuhkan kemudian memilih waktu
yang sesuai dalam menjalankan rencana yang sudah disusun, seorang guru
juga bisa memodifikasi rencara yang usdah disusun sesuai dengan kondisi
di dalam suatu kelas.
Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang bisa dijadikan sebagai
acuan dalam merencanakan sebuah pembelajaran untuk mengembangkan
kecerdasan ganda yang dimiliki oleh peserta didik seperti pada Gambar 3.

Gambar 3. Pertanyaan-pertanyaan
Teori kecerdasan ganda memberikan berbagai macam kemungkinan
pada berbagai macam strategi pengajaran yang mudah diterapkan dikelas.
Dalam hal ini teori kecerdasan ganda memberikan kesempatan kepada
guru untuk mengembangkan strategi pengajaran yang inovatif dan kreatif
yang relative baru dalam dunia pendidikan. Teori kecerdasan ganda
menegaskan bahwa tidak ada rangkaian strategi pengajaran yang selalu

14
dapat berjalan secara efektif untuk semua siswa, hal tersebut dikarenakan
setiap siswa memiliki kecenderungan tertentu dari kedelapan kecerdasan
yang dimiliki. Oleh karenannya suatu strategi mungkin akan berhasil
untuk suatu kelompok siswa akan tetapi belum tentu berhasil untuk
kelompok lainnya. Berikut ini adalah contoh beberapa strategi pengajarn
yang bisa digunakan untuk mengembangkan masing-masing kecerdasan
yang dimiliki oleh peserta didik, diantaranya adalah sebagai berikut.

STRATEGI PENGAJARAN UNTUK MASING-MASING


KECERDASAN

Kecerdasan Strategi Pengajaran


Linguistik Bercerita, Curah Gagasan, Merekam dengan Tape Radio,
Menulis Jurnal, Publikasi
Matematis Kalkulasi dan kuantifikasi, Klasifikasi dan Kategorisasi,
Logis Pertanyaan sokratis, Heuristik (Pemecahan Masalah),
Penalaan Ilmiah
Spasial Visualisasi, Penggunaan Warna, Metafora Gambar, Sketsa
Gagasan, Simbol Grafis
Kinestetis - Respon Tubuh, Theater kelas, Konsep Kinestetis, Hands On
Jasmani Thinking, Peta Tubuh
Musikal Irama Lagu (Rap dan Senandung), Diskography
(menghubungkan materi dengan lagu), Musik Supermemori
(Musik Latar), Konsep Musikal, Musik Suasana.
Interpersonal Berbagi Rasa dengan teman sekelas, Formasi Patung Orang,
Kerja kelompok, Boards Games (Game menggunakan Papan),
Simulasi
Intrapersonal Sesi Refleki satu menit, menghubungkan materi pelajaran
dengan pengalaman pribadi, Waktu memilih, Momentum
mengeksresikan Perasaan, Sesi perumusan tujuan
Naturalis Jalan jalan ke alam terbuka, Melihat keluar jendela, Tanaman
sebagai dekorasi, Membawa hewan peliharaan, Ekostudi
(menghormati alam/ lingkungan sekitar)

Teori kecerdasan ganda menawarkan pola yang dapat digunakan para


pendidik untuk untuk melihat beberapa faktor ekologi (interaksi dengan
lingkungan) yang penting dalam proses belajar. Dalam setiap kecerdasan
akan banyak sekali pertanyaan yang muncul terkait faktor-faktor yang
mendorong atau menggangu proses belajar di kelas dan aspek-aspek yang
tidak padahal sangat diperlukan di kelas, untuk memfasilitasi kemajuan

15
siswa. Selain faktor ekologis, teori kecerdasan ganda juga memiliki
beberapa terapan yang lebih spesifik di alam lingkungan kelas. Hal ini
dipusatkan pada penataan ruang kelas yang sedemikiaan rupa sehinga
wilayah-wilayah kelas ditujukan bagi kecerdasan-kecerdasan tertentu.
Walaupun siswa pasti akan terlibat dalam setiap kegiatan-kegiatan
kecerdasan ganda saat duduk dibangku masing-masing, penggunaan
periode waktu duduk yang lama secara signifikan akan membatasi ragam
pengalaman kecerdasan ganda yang akan mereka peroleh. Penataan ruang
kelas untuk menciptakan wilayah atau pusat kegiatan yang ramah
kecerdasan sehingga dapat memperbesar parameter eksplorasi siswa siswa
pada setiap masing-masing kecerdasan.
Pusat kegiatan ini dapat mengambil berbagai macam bentuk, dimana
pusat-pusat kecerdasan ganda yang didasarkan pada dua rangkaian
kegiatan dari kegiatan pusat yang permanen sampai pusat sementara (aksis
A) dan pusat terbuka sampai pada pusat yang tergantung topik tertentu
(aksis B). Seperti terihat pada bagan tipe pusat kegiatan berikut di Gambar
4.

Gambar 4. Bagan Pusat Kegiatan

Berdasarkan bagan tersebut dapat kita deskripsikan dalam beberapa


kategori pusat-pusat kegiatan yang bisa dilaksanakan untuk peserta didik
dalam mengembangkan kecerdasan yang dimiliki baik pusat kegiatan
umum yang permanen (Kuadran I), pusat kegiatan umum sementara
(Kuadran II), pusat kegiatan tematis sementara (Kuadran III) dan pusat

16
kegiatan tematis yang permanen (Kuadran IV). Masing-masing pusat
kegiatan tentunya memiliki berbagai macam fungsi diantaranya adalah
sebagai berikut.
1. Pusat Kegiatan Umum Permanen (Kuadran I) merupakan kegiatan
tahunan yang dirancang untuk menyediakan sarana bagi siswa dalam
memperoleh pengalaman-pengalaman terbuka yang luas dalam setiap
kegiatan.
2. Pusat Kegiatan Sementara (Kuadran II) merupakan kegiatan yang
dilakukan untuk mengeksplorasi terbuka, yang dapat dipersiapkan dan
dibereskan dengan cepat oleh guru kelas.
3. Pusat Kegiatan Tematis Sementara (Kuadran III) merupakan pusat
kegiatan yang sesuai dengan topik yang sering berubah dan diarahkan
sesuai tema atau mata pelajaran tertentu.
4. Pusat Kegiatan Tematis Permanen (Kuadran IV) merupakan kegiatan
yang pada dasarnya merupakan kombinasi kegiatan dari kuadran I
(berkesinambungan dan permanen) dengan kuadran III (tematis dan
sementara). Pusat kegiatan ini digunakan untuk pengajaran dengan
tema sepanjang tahun.
Adapun contoh pusat kegiatan yang dilakukan sesuai dengan yang
telah dijabarkan sebelumnya adalah sebagai berikut.

PUSAT KEGIATAN KECERDASAN GANDA

Kecerdasan Pusat Pusat Pusat Pusat Kegiatan


Kegiatan Kegiatan Kegiatan Tematis yang
Permanen Umum Tematis Permanen
Sementara Sementara
Linguistik Ruang Baca/ Scrable Pusat Tulislah puisis
Perpustakaan Membaca tentang
liburanmu
Matematis Lab. IPA Monopoli Pusat Menghitung
Logis Menghitung berapa lama
kegiatanmu
Spasial Ruang Media Tebak- Pusat Gambarlah
Visual tebakan Menggambar rencana kegiatan
Gambar selama liburan
Kinestetis - Lapangan Permainan Pusat Buat hal-hal

17
Jasmani Olahraga, Lab Twister Membangun yang ditemukan
Life Skill selama liburan
dengan tanah
liat
Musikal Ruang Seni Permainan Pusat Musik Membuat lagu
Simon tentang
liburanmu
Interpersonal Ruang Diskusi, Kuis Pusat Interaksi Mendiskusikan
Wilayah Sosial Familly 100 teman-temanmu
tentang liburan
yang
menyenangkan
Intrapersonal Ruang dengan The Pusat Membuat sketsa
Meja Bersekat Ungame Pengalaman hal hal yang
disukai selama
liburan
Naturalis Taman, Fauna The Bug Pusat Membayangkan
dan Alam Game Artistektur semua jenis
Landscape binatang dan
tumbuhan yang
ditemykan
selama liburan

Dalam proses pembelajaran teori kecerdasan ganda juga menawarkan


sudut pandang baru kepada guru yang selalu disibukan dengan manajemen kelas,
untuk melihat berbagai strategi manajemen kelas yang sering mereka gunakan
dalam menjaga ketenangan dan memastikan bahwa proses beljar mengajar dapat
berjalan dengan lancar. Berikut ini adalah beberapa contoh manajemen kelas yang
bisa dilakukan oleh guru dalam melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan
kecerdasan yang dimiliki oleh siswa.

MANAJEMEN KELAS DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Kecerdasan Menarik Mempersiapka Mengkomunikas Membentuk


Perhatin Kelas n masa ikan Peraturan Kelompok
peralihan Kelas
Linguistik Menuliskan Menuliskan di Peraturan ditulis Ingatlah bunyi
Harap Tenang papan tulis dan ditempelkan vokal pertama
di Papan Tulis mengenai hal didinding kelas nama depanmu.
yang akan Sekarang serukan
dilakukan bunyi vokal
selanjutnya tersebut dengan
keras. Lalu

18
carilah teman
lainnya yang
mempunyai bunyi
vocal yang sama
Matematis Menghitung 1,2, Memasang jam Peraturan Setelah saya
Logis 3 harap tenang. dinding dan dinomori & memberi aba aba,
meminta siswa penyebutan dg angkatkan tangan
menghitung menggunakan kalian sambil
detik-detik akhir angka (kamu menunjuk satu
akan pulang melanggar sampai lima jari.
peraturan no.4) Mulai! Tangan
tetap diatas dan
carilah teman yg
mengangkat jari
dg jumlahnya bila
ditambahkan dg
jari yg kamu
angkat berjumlah
genap
Spasial- Memasang Memberikan Simbol grafis yg Carilah teman
Visual Gambar kelas Gambar bersiap- mewakili apa dengan warna
tenang didepan siap yang boleh dan baju yang sama
kelas istirahat/pulang tidak boleh dg kamu pakai
dilakukan,
digambarkan
disamping setiap
poin peraturan
tertulis
Kinestetis - Meletakan jari Menggunakan Setiap peraturan Mulai melompat
Jasmani di bibir untuk isyarat dengn memp. Isyarat dg satu kaki.
meminta siswa mernggangkan khusus, siswa Carilah tiga
diam tubuh yang menunjukkan teman yang
diikuti siswa pemahamannya dr melompat dg kaki
ketika akan menirukan isyarat yg sama
pulang tersebut
Musikal Bertepuk tangan Memainkann Peraturan diubah Tuliskan beberapa
dan meminta musik bersiap- menjadi lagu atau lagu yg populer di
siwa menirukan siap siap setiap peraturan papan tulis.
istirahat/pulang dikaitkan dg lagu Bisikkan siswa dg
yg relevan salah satu lagu
tersebut. Siswa
menyanyikan
lagunya, lalu
membentuk
kelompok sesuai
dg lagunya
Interpersonal Membisikan ke Memberikan Satu kelompok -
telinga siswa tanda kepada 1 kecil siswa

19
sekarang orang kemudian bertanggung
pelajaran sudah sampaikan ke jawab thd satu
mulai, teruskan teman yang peraturan. Mereka
ke temanmu lainnya bertanggung
pesan ini jawab mengetahui
seluk beluk
peraturan tsb,
menafsirkan, dan
menegakkan
Intrapersonal Mulai mengajar Membiarkan Siswa Siswa memilih
dan membiarkan siswa mengatur bertanggung kelompok sesuai
siswa sendiri waktu- jawab dengan apa yang
bertanggung waktu pulang/ menciptakan dia rasakan dan
jawab atas apa istirahat sesuai peraturan kelas pd inginkan
yang dilakukan jam yang sudah awal tahun ajaran
ditentukan &
mengambangkan
cara mereka yg
unik utk saling
mengkomunikasi
kan peraturan tsb
Naturalis Memutar Menggunakan Setiap peraturan Siswa
backsound isyarat di hubungkan dg menyampaikan
suasana alam memanfaatkan binatang tertentu. binatang yang
didalam kelas bayangan dari Siswa disukai kemudian
pohon untuk mempelajari diikuti teman-
jam-jam peraturan tsb dg teman lain lalu
istirahat/pulang menirukan mencari teman
gerakan binatang yang menyukai
tsb hewann yang
sama

Dalam menyusun manajemen kelas seorang guru tidak harus


menggunakan semua kecerdasan ketika menyusun sebuah skema, dengan tidak
hanya menggunakan pendekatan linguistik tradisional dan menggunakan
kecerdasan-kecerdasan yang lain guru secara tidak langsung sudah menyediakan
kesempatan yang lebih banyak bagi siswa untuk mengembangkan kecerdasannya.
Implikasi terori kecerdasan ganda ini tidak hanya sekedar dalam
pengajaran dikelas saja, pada intinya teori ini menyerukan bagaimana perubahan
fundamental dalam pembangunan strujtur sekolah. Teori ini juga memberikan
pesan bagi para pendidik bahwa siswa yang masuk sekolah setiap hari berhak
memperoleh pengalaman-pengalaman yang dapat menggerakan dan
mengembangkan semua kecerdasan mereka. Seandainya waktu sekolah, siswa

20
dihadapkan pada pelajaran, proyek, atau program yang difokuskan untuk
mengembangkan kecerdasan mereka, tidak hanya kemampuan verbal dan logis
saja yang dimiliki oleh siswa melainkan juga kecerdasan dalam bidang-bidang
lain.

C. Kecerdasan Ganda pada Pendidikan Era Digital


Pada era saat ini sebagian besar sekolah banyak mengabaikan kecerdasan-
kecerdasan lain seperti musik, spasial, kinestetik-jasmani, naturalis, interpersolan
dan intrapersonal. Kecerdasan-kecerdasan tersebut dipandang sebagai mata
pelajaran tambahan saja atau dianggap sbagai mata pelajaran pinggiran. Bahkan
ada beberapa sekolah yang menghapus seni musik, seni rupa bahkan pendidikan
jasmani. Sekolah kecerdasan ganda bisa dijadikan sebuah solusi pada era saat ini
untuk mengembangkan kecerdasan yang dimiliki oleh peserta didik. Sekolah
kecerdasan ganda tidak hanya sekedar menyediakan kesempatan bagi siswa untuk
menerima beraneka ragam pelajaran sekolah. Menurut Gardner lingkungan
sekolah kecerdasan ganda menyediakan tatanan belajar yang memungkinkan
keterlibatan individu, kondisi interdisipliner didasarkan pada kehidupan nyata
serta ditata dalam suasana yang informal sehingga mendorong peserta didik
mencari materi baru dalam sebuah suasana baru. Gardner juga menyatakan bahwa
melalui sekolah kecerdasan ganda siswa dapat menerima mata pelajaran
tradisional dengan cara yang non tradisional. Ada beberapa ciri sekolah
kecerdasan ganda yang sebaiknya dimiliki oleh sekolah pada era saat ini untuk
menciptakan pengalaman belajar yang menyeluruh mencakup semua kecerdasan
diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Pengajaran sehari-hari dilakukan dengan pendekatan yang mencakup 8
kecerdasan siswa.
2. Menggunakan system sekolah tematik. Sistem tematik ini berganti setiap
tahun/ semester, lingkungan sekolah disesuaikan dengan tema sekolah,
siswa membuat proyek sesuai dengan tema yang ditetapkan kemudian
mempresentasikannnya.
3. Memiliki kelompok minat sesuai dengan disiplin/ studi kognitif tertentu.

21
4. Adanya ruang mengalir, sebagai tempat siswa untuk mengekspresikan dan
mengaktifkan kecerdasan mereka secara terbuka dan menyenangkan.
5. Pengelompokan siswa dalam kelas heterogen, sekolah ini tidak
membedakan latar belakang yang dimiliki siswa sehingga siswa dalam
satu kelas memiliki tingkatan kemampuan yang berbeda-beda. Faktor ini
ini dianggap dapat memperkaya program dengan keanekaragaman yang
ada.

Karena sekolah kecerdasan ganda memiliki sejumlah perubahan dalam


praktek pengajaran tentunya dalam penilaianpun untuk mengevaluasi kegiatan
belajar mengajarpun harus disesuaikan dengan pembelajaran yang dilaksanakan.
Penilaian sekolah kecerdasan ganda pun tidak bergantung pada tes standard atau
tes yang didasarkan pada norma formal, tetapi lebih didasarkan pada penilaian
autentik yang mengacu pada kriteria tertentu, tes yang memiliki titik acuan
tertentu atau ipsative (yaitu tes yang membandingkan prestasi siswa saat ini
dengan prestasi yang dimiliki sebelumnya). Komponen terpenting dalam
penerapan penilaian autentik adalah pendokumentasian hasil karya siswa dan
proses pemecahan masalah yang dijalani. Berikut ini adalah macam-macam
penilaian autentik yang bisa dilakukan untuk penilain sekolah kecerdasan ganda:
1. Melalui Observasi
2. Pendokumentasian dengan cara:
a) Catatan tertulis (akademik dan non akademik)
b) Contoh hasil karya
c) Kaset
d) Fotografi
e) Jurnal Siswa
f) Grafik buatan Siswa
g) Sosiogram
h) Tes Informal
i) Tes Standar secara informal
j) Wawancara Siswa
k) Penilaian berdasarkan kriteria tertentu

22
l) Check list
m) Peta kelas
n) Catatan Kalender

Pendidikan kecerdasan ganda tidak memandang anak-anak yang memiliki


kebutuhan khusus identik dengan kekurangan, gangguan ataupun penyakit.
Sebagai gantinya dalam melakukan proses pembelajaran adalah dengan
menggunakan paradigma pertumbuhan. Hal tersebut berbeda dengan kebanyakan
sekolah pada era saat ini yang masih menggunakan paradigma defisit. Ada
perbedaan yang sangat mencolok dari kedua paradigma ini, seperti dapat dilihat
pada tabel dibawah ini.

PARADIGMA DEFISIT VS PRADIGMA PERTUMBUHAN

Paradigma Defisit Paradigma Pertumbuhan


Memberi cap individu dg istilah Menghindari mengecap siswa dg label
ketidakmampuan tertentu Tertentu: memandang individu yg
berkebutuhan khusus sebagai pribadi yg
utuh & sehat

Mendiagnosis ketidakmampuan dg Menilai kebutuhan individu dengan


menggunakan tes standar; difokuskan menggunakan pendekatan penilaian
pd kesalahan, dan kelemahan autentik dlm konteks yg realistis;
kelemahan secara umum difokuskan pd kekuatan siswa
Mengatasi kekurangan seseorg dengan Mendampingi anak dalam proses
menggunakan strategi perawatan belajar & perkembangan melalui
perawatan tertentu yg biasanya terpisah interaksi yang variatif dg kegiatan &
dr kehidupan nyata peristiwa dari dunia nyata
Memisahkan individu dari masyarakat Mempertahankan hubungan individu
umum utk memperoleh perawatan dengan teman-teman sebaya agar dpt
khusus di kelas-kelas khusus hidup secara normal
Menggunakan istilah, tes, program, Menggunakan materi, strategi, dan
peralatan, materi, dan buku panduan kegiatan yg dapat digunakan oleh
utk kalangan khusus, yg berbeda dg semua anak
sekolah sekolah pd umumnya
Memecah-mecah kehidupan individu Mempertahankan integritas individu
menjadi perilaku atau tujuan sbg manusia utuh ketika melakukan
kependidikan tertentu yg secara teratur penilaian terhadap kemajuan proses
dimonitor, dinilai, dan dimodifikasi belajarnya
Menciptakan program pendidikan Membangun model kolaboratif yg
khusus yg dijalankan scr paralel dg memungkinkan guru sekolah khusus &

23
program pendidikan umum; para guru umum menjalin kerjasama
dari kedua program jarang bertemu
kecuali dlm pertemuan antarguru

Pada era digital saat ini kecerdasan ganda memiliki peranan dan penerapan
yang sangat banyak kaitanya dengan lingkungan sekitar, ada 3 hal penting yang
harus diperhatikan oleh pendidik pada era saat ini terutama dalam
mengembangkan strategi dan materi pendidikan yang dapat memenuhi kebutuhan
dan kecerdasan siswa yang beragam, diantaranya adalah teknologi komputer,
keragaman budaya dan bimbingan karir.
Beberapa waktu yang lalu ketika mendengar kata komputer biasanya identik
dengan kecerdasan matematis-logis, namun kenyataannya komputer adalah suatu
mekanisme yang bersifat netral kecerdasan. Komputer bekerja dengan
dikendalikan oleh peragam perangkat lunak dan program perangkat lunak inilah
yang nantinya dapat didesain untuk bertindak sebagai interface bagi kedelapan
kecerdasaan. Berikut ini adalah beberapa perangkat lunak yang bisa
dimaksimalkan dalam mengembangkan kecerdasan ganda peserta didik,
diantaranya adalah.

PERANGKAT LUNAK YANG MENGAKTIFKAN KECERDASAN GANDA

Kecerdasan Peranti Lunak


Linguistik Pengolahan Kata (corel worldperfect)
Referensi Elektronik (wikipedia)
Penterjemah Elektronik (google translate)
Peranti pembuatan website (Frontpage, blogger)
Matematis Logis Panduan Keterampilan Matematika (Math Blaster)
Panduan Pemrograman Komputer (LOGO)
Program Pengolahan Data (SPSS, Excel)
Permainan Logika (Kings Rule)
Spasial-Visual Program animasi (Art & Film Director)
Permainan Pemecahan masalah (Tetris)
Peranti mengolah foto (Adobe Photoshop)
Program Desain (AutoCAD)
Kinestetis -Jasmani Peralatan Kontruksi Bangunan dengan interface
komputer (LEGO to Logo)
Panduan Referensi kesehatan & Anatomi Tubuh
(Bodywork)

24
Peranti lunak kebugaran jasmani (Active Training)
Musikal Peranti lunak komposisi (Musik Studio)
Peranti Lunak pengajaran bermain music (Interactive
Guitar)
Program Notasi Musik (Dekstop Sheet Music)
Interpersonal Majalah dinding elektronik (kindest)
Game Simulasi (Sim City)
Papan Permainan Elektronik (Chess)
Intrapersonal Perangkat Lunak Pilihan Pribadi (Oregon Trail)
Perangkat Lunak Bimbingan Karier (The Perfect
Career)
Peraangkat lunak pemahaman diri (Emotional IQ Test)
Naturalis Panduan referensi naturalis (National Geographic)
Program simulasi alam (Amazon Trail)
Program Berkebun (Compelete Land Designer)

Pada era digital dan teknologi pada saat ini tentunya tidak akan terlepas dari
sosial media, seorang pendidik hendaknya memiliki sosial media dan pengetahuan
mengenai sosial media. Selain digunakan untuk komunikasi, kepemilikan sosial
media juga sangat bermanfaat untuk menggali informasi terkait kecerdasan yang
dimiliki oleh peserta didik melalui kegiatan-kegiatan yang diikuti dan
diekspresikan oleh peserta didik di luar lingkungan sekolah. Sebagai contoh
ketika berada diluar sekolah seorang peserta didik ikut organisasi pecinta alam
maka dapat dikatakan anak tersebut memiliki kecerdasan naturalis, contoh lain
adalah ketika peserta didik sering ikut dalam komunitas puisi, maka dapat
dikatakan anak tersebut memilliki kecerdasan linguistik. Sehingga dengan sosial
media dan pemahaman terkait sosial media yang dimiliki guru hal tersebut dapat
memberikan informasi mengenai kecerdasan yang dimiliki masing-masing
individu. Dengan informasi yang diperoleh nantinya ketika berada di lingkungan
sekolah dapat diberikan apresiasi dan ditingkatkan kecerdasannya sehingga
peserta didik akan lebih semangat dalam mengembangkan kecerdasannya sampai
tingkat yang paling maksimal.
Selain komputer pada era saat ini yang perlu diperhatikan oleh seorang
pendidik dalam mengembangkan kecerdasan peserta didik adalah keberagaman
budaya yang dimiliki baik dari segi budaya, etnis ataupun ras. Adapula peserta
didik yang berasal dari kota dan desa sehingga secara tidak langsung memiliki
latar belakang yang berbeda. Keanekaragaman inilah yang menjadi sebuah

25
tantangan besar bagi para pendidik era saat ini dalam merancang sebuah
kurikulum yang tidak hanya dilihat dari segi materi tetapi juga dari
keanekaragaman yang dimiliki oleh peserta didik (misalnya memperkenalkan
siswa pada keyakinan, latar belakang, dn latar budaya yang berbeda). Ada peserta
didik yang sudah melek teknologi ada juga peserta didik yang tidak paham
teknologi, peserta didik dari seorang pelaut tentu anak berbeda dengan anak yang
berasal dari seorang pekerja kantoran. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam menembangkan kecerdasan ganda dilihat dari latar budaya yang berbeda
pada era saat ini diantaranya adalah.
1. Pendidik harus paham bahwa kecerdasan yang dikembangkan harus
dapat dihargai dalam suatu masyarakat budaya.
2. Pendidik juga harus paham bahwa semua masyarakat budaya di dunia
selalu memanfaatkan kedelapan kecerdasan yang dimiliki.
3. Pendidik harus mampu membicarakan suatu kebudayaan ke dalam
kedelapan kecerdasan
4. Dalam mengembangkan kurikulum kecerdasan ganda harus ada
integrasi antara teori kecerdasan ganda dengan keberagaman budaya
yang dimiliki oleh peserta didik.

Berikutnya yang menjadi pertimbangan pendidik dalam mengembangkan


kecerdasan ganda pada era digital adalah bimbingan karir yang disesuaikan
dengan era yang ada saat ini. Banyak dan beragamnya pekerjaan orang dewasa
pada era saat ini dapat dimanfaatkan oleh kecerdasan ganda dalam membantu
peserta didik untuk merancang karier mereka sejak dini. Apabila seorang peserta
didik dihadapkan pada keberagaman orang dewasa dalam menjalankan dan
mempraktikan keahlian hidupnya dalam dunia nyata melalui kecerdasan yang
dimiliki tentunya peserta didik akan memiliki gambaran dan landasan kuat untuk
mengembangkan kecerdasan yang dimiliki agar mampu bersaing pada era saat ini
selepas masa sekolah. Adapun dalam hal-hal yang harus diperhatikan dalam
kecerdasan ganda untuk kaitannya mengembangkan karir peserta didik adalah
1. Pendidik harus mampu menjadi sarana sebagai perancang dan
pengembangan karir siswa

26
2. Peserta didik mulai dikenalkan dengan tokoh-tokoh dengan kecerdasan
tertentu yang bisa memotivasi peserta didik untuk meningkatkan
kecerdasannya.
3. Peserta didik aktif dalam proses penilaian diri dan berkesinambungan
untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan nantinya sehingga
kecerdasn yang mereka miliki dapat meingkat.

27
BAB III
PENUTUP

D. Kesimpulan
Ada satu lagi jenis kecerdasan yang dapat ditambah sebagai pelengkap
dari delapan kecerdasan yang sudah dipaparkan diatas, yaitu Kecerdasan
Eksistensial-Spriritual: Banyak yang berpandangan bahwa pentingnya
kecerdasan yang kesembilan yaitu kecerdasan eksistensial (cerdas spiritual)
dalam kehidupan. Berdasarkan pendapat Wilson (2011) kecerdasan
eksistensial adalah kemampuan untuk menempatkan diri dalam hubungannya
dengan suatu kosmos yang tak terbatas dan sangat kecil serta kapasitas untuk
menempatkan diri dalam hubungannya denagn fitur-fitur eksistensial dari
suatu kondisi manusai seperti makna kehidupan dan arti kematian.
Setiap individu memiliki potensi yang unik yang harus dikembangkan
menjadi kompetensi. Manusia, pada dasarnya memiliki beberapa jenis
kecerdasan yang menonjol. Howard Gardner mengemukakan delapan jenis
kecerdasan yang meliputi kecerdasan: Bahasa, Matematis-logis, Spasial,
Musikal, Kinestetis tubuh, Interpersonal, Intrapersonal, Naturalis
Dalam mengimplementasikan teori kecerdasan ganda di sekolah, ada
beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu : masyarakat dan orang tua,
guru, kurikulum, fasilitas pembelajaran dan sistem penilaian.
Kegiatan-kegiatan dapat dilakukan dengan cara menyediakan hari-hari
karir, studi tour, biografi, pembelajaran terprogram, eksperimen, majalah
dinding, papan display, membaca buku-buku untuk mengembangkan
kecerdasan ganda, dan membuat table perkembangan kecerdasan ganda.

28
DAFTAR PUSTAKA

Armstrong, Thomas. (2002). Sekolah Para Juara. Bandung: Mizan.


Gardner, Howard. (2013). Multiple Intelligences (kecerdasan majemuk teori
dalam praktek). Tangerang: Interaksara.
Yaumi. M dan Ibrahim. N. (2013). Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Jamak
(Multiple Intelligences) Mengidentifikasi dan mengembangkan Multitalenta
Anak. Jakarta: Kencana.
Jasmine, Julia. (2012). Metode Mengajar Multiple Intelligences. Bandung:
Nuansa Cendekia.

29