Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN


DVD VIDEO

Diajukan kepada Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta


Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pengembangan Media Pembelajaran

Dosen Pengampu:
Dr. Soenaryo Soenarto, M. Pd.

Disusun oleh:
Leila Fajrie A. N. F. A.
NIM. 17707251012

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga makalah yang berjudul DVD
Video dapat terselesaikan.
Makalah ini disusun guna memenuhi mata kuliah Pengembangan Media
Pembelajaran. Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada Dr.
Soenaryo Soenarto, selaku dosen pengampu dan semua pihak yang telah
memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Penyusun menyadari bahwa dalam penulisan makalah masih banyak
kekurangan baik isi maupun penulisan. Oleh sebab itu, penyusun sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dalam penyempurnaan
makalah selanjutnya.

Yogyakarta, November 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul.......................................................................................................... i
Kata Pengantar ........................................................................................................ ii
Daftar Isi............................................................................................................. iii
BAB I....................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ...................................................................................................1
A. Latar Belakang ...............................................................................................1
B. Rumusan Masalah ..........................................................................................2
C. Tujuan ........................................................................................................... 2
BAB II..................................................................................................................... .3
PEMBAHASAN ......................................................................................................3
A. Latar Belakang Pembuatan DVD Video ........................................................3
B. Tools Pengembangan DVD Video .................................................................6
C. Arsitektur Pengembangan DVD Video ..........................................................9
BAB III.................................................................................................................. 20
A. Kesimpulan ................................................................................................20
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................21

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembelajaran merupakan suatu proses menyampaikan informasi terkait
materi dan bahan dari komunikator kepada komunikan. Proses pembelajaran
tentunya tak lepas dari peran fasilitator dalam menyampaikan informasi yang
berupa pesan. Setiap fasilitatorpun memiliki gaya masing-masing dalam
menyampaikan pesan pembelajaran. Tidak sedikit fasilitator yang menggunakan
bantuan media demi tercapainya tujuan pembelajaran.
Perkembangan teknologi dan informasi menuntut pendidikan yang semakin
canggih. Berbagai upaya dilakukan agar tujuan pembelajaran dapat tersampaian
secara maksimal. Pengembangan strategi, metode, pendekatan, model, kurikulum,
dan media menjadi satu kesatuan yang harus diintegrasikan dengan baik untuk
mencapainya. Pengembangan media pembelajaran merupakan inovasi dalam
membentuk suatu media yang dirancang agar pembelajaran dapat mencapai hasil
yang maksimal. Pengembangan media pembelajaran adalah salah satu cabang dari
teknologi pembelajaran.
Media dalam pembelajaran memiliki peranan yang penting dalam
membawa pesan kepada peserta didik. Berbagai media pembelajaran didesain dan
dikembangkan untuk membantu fasilitator menggambarkan sesuatu yang abstrak
menjadi lebih kongkrit sehingga mudah dipahami oleh peserta didik yang tentunya
memiliki kemampuan yang berbeda-beda.
Salah satu media pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan
materi ajar adalah DVD Video. DVD Video pada jaman dahulu masih menjadi tren
pendidik sebagai penunjang proses belajar mengajar di kelas dalam meningkatkan
minat belajar peserta didik.
Makalah ini membahas tentang sejarah, pemilihan alat dan teknologi,
spesifikasi dan pembuatan DVD Video. Tidak banyak mahasiswa yang mengetahui
bagaimana awal mula perkembangan DVD Video hingga sekarang. Oleh sebab itu,
makalah ini mencoba memberikan gambaran terkait DVD Video.

1
B. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam penulisan makalah ini yaitu:
1. Apa saja yang menjadi latar belakang tebentuknya DVD Video?
2. Apa saja tools pengembangan DVD Video?
3. Apa saja metode yang digunakan dalam pengembangan DVD Video?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dalam penulisan
makalah ini yaitu:
1. Mengetahui latar belakang tebentuknya DVD Video.
2. Mengetahui tools pengembangan DVD Video.
3. Mengetahui metode yang digunakan dalam pengembangan DVD Video.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Latar Belakang Pembuatan DVD Video


Pada tahun 2001 sekitar 28 juta unit DVD didistribusikan ke seluruh dunia.
Pada masa itu DVD Video masih banyak digandrungi oleh pengguna dan menjadi
target platform pilihan yang menjangkau semua kalangan. Perkembangan format
DVD Video tidak hanya sekedar Video CD dan VHS. DVD Video memiliki
keunggulan dalam kualitas dan fungsionalitas. Dalam industri penyiaran, DVD
Video menyatukan standar kualitas yang tinggi dan dalam industri multimedia
DVD Video memiliki interaktivitas dan fungsionalitas yang canggih.
1. Perbandingan dengan berbagai format lain.
Hingga saat ini, kerabat terdekat DVD Video adalah CD Video.
Format tersebut tidak telalu memiliki banyak peminat di Amerika Serikat
namun tetap populer di sebagian besar dunia.
Spesifikasi CD Video DVD Video
Ukuran disc 12 cm 12 cm
Ukuran track 1.6 micron 0.74 micron
Kapasitas 650.4 MB 3.75 to 15.9 GB
Kecepatan Data Max 1.1519291 kbps Max 9.8 kbps
Format Video MPEG-1 MPEG-2
Waktu pemutaran 74 Menit 2 Jam MPEG-2 & 8 Jam
MPEG-1
Copy Protection - Macrovision, CGMS-A
Format Audio 224 kbps MPEG-1 64 to 384 kbps MPEG-1
layer II (44.1 kHz) layer II
16-bit 44.1 kHz LPCM 64 to 914 kbps MPEG-2
(48 kHz)
64 to 448 kbps Dolby
Digital (48 kHz)
16/20/24-bit 48/96 kHz
LPCM

3
DVD Video juga memiliki beberapa persamaan dengan CLV Laser Disk
dan VHS disc dalam beberapa fitur dan fungsionalitas baik dalam kapasitas,
kualitas gambar dan suara, serta ukuran kenyamanan.
Seiring perkembangan zaman, DVD Video juga mengalami berbagai
perubahan dari tahun ke tahun. Berikut beberapa gambaran evolusi DVD Video.
Tahun 1993 : Sepuluh tahun setelah compact disc diperkenalkan pertama
kali, prototype penyimpanan CD pertama kali ditunjukkan.
Tahun 1994 : Tujuh penyedia hiburan dan konten internasional menetapkan
media optik sebagai standar dunia untuk video digital. Perusahaan tersebut
adalah Perusahaan Digital Video Disc Advisory Group yang terdiri dari
Columbia Pictures (sekarang Sony); Disney; MCA / Universal
(Matsushita); MGA / UA; Terpenting; Viacom dan Warner Bros (Time
Warner).
16 Desember 1994 Sony dan Philips dan 14 perusahaan pendukung
mengumumkan 3,7 miliar byte CD multimedia (MMCD).
24 Januari 1995 Aliansi SD (Hitachi, Matsushita, Panasonic), Mitsubishi,
Victor (JVC), Perintis, Thomson (RCA / GE), Toshiba (mitra Time
Warner), ditambah 10 perusahaan pendukung mengumumkan superdensity
double sided 5 -billion-byte atau Standar SD-DVD
26 Januari 1995 Sony menghubungi Kementerian Perdagangan dan Industri
Internasional untuk melakukan arbitrase dari keduanya menjadi standar
ketiga.
23 Februari 1995 Sony mengumumkan desain dua lapis satu sisi dengan 7,4
miliar byte
April 1995 Lima perusahaan komputer (Apple, Compaq, HP, IBM,
Microsoft) membentuk kelompok kerja teknis.
14 Agustus 1995 Kelompok industri komputer (termasuk Fujitsu dan Sun)
merekomendasikan adopsi dari format disk universal (UDF) yang
dikembangkan oleh Optical Storage Technology Association (OSTA).
Agustus 1995 Pada acara IFA Berlin, dua saingan mengumumkan bahwa
mereka akan berkompromi dan menghasilkan satu standar.
24 Agustus 1995 Negosiasi dimulai.

4
15 September 1995 Aliansi SD mengumumkan kesediaan untuk beralih ke
metode Philips / Sony sedikit penyimpanan.
25 September 1995 OSTA mengumumkan standar pertukaran sistem berkas
UDF, sebuah peningkatan besar lebih dari ISO 9660
19 Oktober 1995 Interactive Multimedia Association (IMA) dan Laser Disc
Association (LDA) mengadakan konferensi bersama untuk menentukan
persyaratan untuk kemampuan pemrograman video inovatif DVD.
12 Desember 1995 Format DVD-ROM final dan standar video diumumkan,
aliansi baru Bentuk DVD Consortium yang terdiri dari Philips, Sony, tujuh
perusahaan dari SD Alliance, dan Time Warner.
1996 sampai 1997 Salinan skema proteksi tidak digunakan lagi.
1997 Pengguna pertama DVD Video masuk pasar.
2. Spesifikasi DVD Video
Mulai tanggal 14 April 2000, DVD Format / Logo Licensing
Corporation menanggung semua tanggung jawab untuk perizinan berbagai
format dan logo DVD. Spesifikasi resmi DVD untuk DVD
didokumentasikan dalam lima buku yang mencakup read-only discs,
recordable discs, rewritable discs, rerecordable discs, DVD-RAM, DVD-
RW, dan DVD-R untuk disk umum. Awal 11 November 2001, berbagai
lisensi DVD baru tersedia untuk pengembangan berbagai drive DVD yang
bisa menangani seluruh format tersebut. Spesifikasi DVD-ROM, DVD
Video, dan DVD Audio berada di bawah buku Read-Only Disc. Pada bulan
Juni 2001, DVD Video spec Versi 1.1.
3. Tentang Streaming Video dan Audio DVD
DVD Video didasarkan pada subset profil utama MPEG-2 di level
utama. Constant bit rates (CBRs) dan variable bit rates (VBRs), kedua
komponen tersebut saling mendukung. DVD menambahkan batasan
tambahan pada standar full MPEG-2, dengan satu aliran video sekaligus,
kecepatan data video hingga 9.8 Mbps, dan rangkaian resolusi terdukung
tertentu:
Resolusi MPEG-2
NTSC 720x480, 704x480, 352/480 (525/60)

5
PAL 720x576, 704x576, 352x576 (625/50)
Resolusi MPEG-1
352x240 (525/60)
352x288 (625/50)
Streaming audio DVD didasarkan pada tiga standar industri yaitu MPEG-2,
PCM linier (LPCM, mirip dengan audio standar industri trek pada CD), dan
Dolby Digital. Disk yang berisi video NTSC diperlukan untuk memasukkan
setidaknya satu track audio di Dolby Digital atau PCM format. Setelah itu,
setiap kombinasi format diperbolehkan.

B. Tools Pengembangan DVD Video


Tools pengembangan DVD Video terbagi menjadi tiga bagian yang meliputi
entry-level tools, mid-range tools, dan high-end tools. Bisnis pengembangan ini
memiliki resiko yang cukup besar. Pada saat bersamaan, harga dan fitur selalu
berubah mengikuti harga pasar. Berikut ini kategori pengaturan pemasaran produk
yang mendekati target yang diatur oleh vendor:
Entry-level tools
Sebagian besar vendor authoring tools DVD memberikan biaya rendah
untuk alat (dari perangkat lunak paket gratis hingga sekitar $ 4.000 USD
software dan hardware) yang hanya dapat menciptakan sebagian dari fitur
yang tersedia dalam spesifikasi DVD Video.
Mid-range tools
Tools selanjutnya yang digunakan sebagian besar DVD authoring tools
vendors adalah mid-range professional tools, dalam beberapa
pengembangannya, tools ini menggabungkan hardware dan software (dari
sekitar $ 5.000 sampai sekitar $ 10.000) yang memungkinkan disertakannya
sebagian besar atau semua fitur di dalam sepesifikasi DVD Video meskipun
berbeda dari high-end tools terutama pada kecepatan maupun kualitas.
High-end tools
High-end mencakup professional tools yang lebih mahal ($ 10.000 sampai
$ 100.000) yang tidak diragukan lagi dalam hal kecepatan, kualitas, atau
fungsionalitas.

6
Perbandingan Fitur Entry-level tools

Mid-range

7
Perbandingan Fitur Mid-Range tools

8
Perbandingan Fitur High-end tools

BAB III
KESIMPULAN

C. Arsitektur Pengembangan DVD Video


Dalam melakukan pengembangan DVD Video, arsitektur pengembangan
harus menjadi pertimbangan agar menghasilkan media yang berkualitas. Berikut
beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan alat dan teknologi.

9
1. Target Pengguna
Di awal tahap investasi, penentuan target utamanya usaha produksi
DVD sangat penting. Beberapa target yang memiliki potensi besar yang
menjadi pengguna adalah sebagai berikut:
Konsumen
Produk yang dikembangkan misalnya video pribadi atau arsip
foto seperti keluarga album, transfer video, pernikahan, dan sebagainya.
Entry-level tools cukup untuk menghasilkan jenis konten ini, tergantung
pengolahan dalam menggunakan tools tersebut semaksimal mungkin.
Sebelum melakukan investasi, perhatikan dengan seksama keterbatasan
yang telah dijelaskan pada tabel sebelumnya.
Pendidikan
Produk yang dikembangkan misalnya seperti dokumenter atau
pendahuluan atau pelatihan Bahasa. Untuk judul pendidikan sederhana,
Entry-level tools dapat digunakan dalam menghasilkan produk tersebut.
Namun, jika Anda berniat untuk berevolusi menuju judul yang lebih
panjang dan lebih canggih yang mencakup percabangan logika navigasi,
pengujian dan penilaian, atau tautan web, Mid-range tools bisa menjadi
opsi lain agar tercipta produk yang berkualitas baik. Jika konten memuat
pemrograman dokumen, mid-range tools dapat dijadikan bahan
pertimbangan atau bahkan high-end tools, setidaknya untuk pengkodean
sumber bahan, terutama jika rekamannya adalah pengambilan film.
Dimungkinkan, sebagian besar low-end encoders menghasilkan video
berkualitas cukup baik.
Perusahaan
Produk yang dikembangkan misalnya e-learning, instalasi
software atau hardware, pengenalan produk baru, dan lain-lain. Untuk
promosi perusahaan, mid-range tools dapat dijadikan sebagai alat
pengembangan DVD Video. Promosi perusahaan dapat mencakup
berbagai macam syarat kualitas dan kecanggihan. Karena konten video
jarang berasal dari film, mid-range tools yang berguna untuk
transcoding dari DVD sumber bahan atau pengkodean kualitas siaran

10
akan dilakukan. Dalam pembuatannya, beberapa produk membutuhkan
kemapuan skrip lanjutan yang harus dikuasai oleh pengembang.
Hiburan
Produk yang dikembangkan mulai dari film hingga program
anak-anak. Jika tujuannya adalah untuk melayani pelanggan nasional
dalam produksi DVD judul hiburan. Perencanaan biaya harus matang
dan memperoleh sistem top-of-the-line yang paling banyak
menghasilkan hasil yang maksimal. Anggaran dan rencana untuk
interaktivitas yang canggih pemrograman bisa lebih kecil, karena
kebanyakan judul hiburan digunakan hanya dasar-dasar interaktivitas
DVD (menu, percabangan sederhana, dan sebagainya), sedangkan
penekanannya ada pada konten video berkualitas tinggi.

2. Windows atau Mac


Selain karena pilihan pribadi, ada beberapa teknis spesifik
pertimbangan saat memilih platform-oriented tools. Sebagai contoh,
sebagian besar sistem authoring DVD high-end saat ini ada hanya tersedia
untuk Windows. Kemudian setelah Apple Com membeli komputer dari
Spruce Technologies dan menghasilkan keluaran yang sangat canggih
untuk tujuan media pribadi, perusahaan, atau pendidikan.

3. Jalur migrasi
Ketersediaan jalur migrasi dalam pembentukan produk juga
mempengaruhi pemilihan alat antara lain:
Jika tujuannya adalah memulai dengan entry-level tools dan akhirnya
bermigrasi ke mid-range tools set, maka memiliki beberapa pilihan
unggulan seperti Apple Computer tools pada Macintosh (iDVD ke
DVD Studio Pro) dan sistem Pinnacle turnkey seperti DVD2000, serta
berbagai fitur dari software berbasis Windows dari Sonic atau Spruce
Technologies.

11
Jika tujuannya adalah bermigrasi dari waktu ke waktu ke higher-end
profesional tools untuk keperluan bisnis, maka dimungkinkan memulai
dengan Sistem Windows dari Sonic, Spruce Technologies, atau Daikin.

Alur kerja produksi DVD


Berikut langkah-langkah yang dalam pembuatan DVD Video antara lain:
Langkah 1: Desain Sebelum produksi dan Desain Informasi
Perencaan proyek sebelum melakukan produksi sangat perlu
dilakukan saat bekerja dengan digital interaktif media, yang membutuhkan
interaksi yang tepat dari banyak komponen agar produksi produk sukses.
Membuat peta isi/konten untuk menggambarkan struktur navigasi
Merancang struktur informasi. Perancangan desain informasi harus
dilakukan dengan berbagai pertimbangan diantaranya penentuan flow,
hirarki dari informasi dan interaksi.
Melibatkan seorang ahli desain yang akan membantu dalam proses
desain yang sesuai pasar dan perbaikan desain jika terdapat elemen
yang belum sesuai.
Langkah 2: Menyiapkan Sumber Bahan
Langkah ini melibatkan pengambilan gambar, pengeditan elemen
video, perancangan dan memformat file gambar, serta perekam dan
pengeditan audio sebagai konten tambahan.
Langkah 3: Mengorganisir proyek
Judul DVD Anda mungkin melibatkan ratusan gambar, video, dan
audio file, oleh karena itu, organisasi yang baik adalah suatu keharusan
untuk menghindari kebingungan dan kesalahan Sebelum membuat judul.
Struktur folder: Kita dapat menyusun struktur folder yang cocok alur
kerja perangkat lunak authoring Anda.
Skema penamaan file: Kita bisa menggunakan skema filenaming itu
memungkinkan melihat file sumber sesuai urutannya akan muncul
dalam judul, misalnya dengan memberi nama dan penomoran mereka
secara alfanumerik.

12
Konfigurasi sistem: Dari segi konfigurasi sistem, pertimbangkan
mengoptimalkan penyiapan untuk proses pengkodean.
Langkah 4 (Opsional): Encoding in Advance
terdapat sejumlah keadaan yang mungkin dibutuhkan encode
terlebih dahulu, situasi ini biasanya berlaku bila kita menggunakan alat
authoring mid-range:
Memiliki kesempatan untuk membuat workstation pengkodean khusus.
Memiliki perangkat pengkodean perangkat keras yang tidak terintegrasi
lingkungan authoring. Secara umum, pengkodean hardware adalah
lebih cepat dari pada perangkat lunak sehingga bisa memberikan
penghematan waktu.
Authoring software kita tidak termasuk encoding software, atau kita
perlu mengkodekan pada kualitas yang lebih tinggi daripada yang
disediakan oleh perangkat lunak authoring.
Langkah 5: Authoring
Setelah semua sumber disiapkan dan diatur, authoring dapat
dimulai. Rincian fase ini bergantung sepenuhnya pada fitur dan kemampuan
authoring software. Pada step ini dibutuhkan waktu, biaya serta kesabaran
yang cukup tinggi.
Langkah 6: Testing (Doing Quality Assurance)
Sepanjang proses authoring, tiga aturan dasar semua pengembangan
media digital termasuk produksi DVD yaitu: pengujian, pengujian, dan
pengujian kembali.
Langkah 7: Recording dan Mastering
Proses perekaman atau penguasaan judul DVD dapat dilakukan
dalam beberapa cara, tergantung pada aplikasi atau sistem konfigurasi:
In-house recording and mastering: Jika terdapat DVD-R burner, disc
dapat disiapkan sendiri untuk distribusi dalam jumlah kecil. Terdapat
dua jenis media utama untuk rekaman DVD-R: tujuan umum dan
authoring. Terdapat dua ukuran yaitu 3,75 GB (hanya untuk media
authoring) dan 4,7 GB (tujuan umum dan authoring).

13
Penyalinan ke DVD-R untuk mengirim ke fasilitas replikasi. Banyak
produsen replikasi yang menerima DVD-R authoring media untuk
penggandaan.
Menyalin ke DLT: Digital Linear Tape (DLT) adalah yang pertama
secara luas format delivery yang diterima untuk mengirimkan judul
DVD untuk pembuatan gelas master dan duplikasi, dan itu mencakup
semua informasi yang ada kebutuhan untuk membuat master kaca Jika
Anda memiliki drive DLT, Anda bias gunakan untuk memberikan judul
Anda ke hampir semua fasilitas replikasi.
Menyalin ke hard drive: Anda juga bisa menggandakan judul Anda
langsung ke hard drive eksternal, baik untuk mengirimkan ke replica
rumah replikasi atau untuk pemasangan ke sistem kios atau di manapun
Anda ingin menyajikan konten satu kali Anda
Menyalin ke DVD-RAM atau DVD-RW untuk pengujian atau
pengiriman salinan terbatas
Catatan tentang Jenis Media DVD dan Persyaratan Replikasi
Perbedaan antara tujuan umum media dan media authoring ada
hubungannya dengan adanya informasi tambahan tentang authoring disc
yang akan digunakan oleh pabrik replikasi. Media authoring memiliki track
berguna untuk modulasi format master atau cut master format (CMF),
sedangkan media tujuan umum tidak. Pengkodean CMF diperlukan untuk
pabrik replikasi untuk membuat disc master kaca untuk menekan disk DVD
replikasi. Tanpa track CMF pada disk DVD-R, kita harus merekamnya
gambar disk ke DLT untuk dikirim ke pabrik replikasi. Merekam CMF ke
disc authoring DVD-R. Baik authoring maupun general purpose drive
tidak akan merekam disc image CSS copy-protected, namun kita harus
mengirim tape DLT jika ingin memasukkan enkripsi CSS ke dalam file
gambar disc.

Membuat DVD pada shoestring


Pembuat film independen memiliki sejarah panjang dalam
menggunakan taktik gerilya untuk menyelesaikan sesuatu. Contoh terbaru

14
termasuk penggunaan alat video DV biaya rendah untuk produksi, dan
World Wide Web untuk distribusi. Alat digital baru ini benar-benar
merevolusi industri film. Salah satu kelemahan distribusi Web adalah
kualitas yang buruk dari video dalam situasi bandwidth rendah. Ketika kita
tunggu broadband tiba di mana-mana, pembuat film seharusnya tidak
mengabaikan bentuk yang ada pengiriman broadband yang sekarang baik
dalam jangkauan anggaran yang minim: CD-ROM, CD Video, dan DVD.
DVD tidak lagi menjadi pilihan studio Hollywood besar. Dengan koleksi
sederhana taktik gerilya dan pengeluaran biaya alat yang rendah, kita bisa
menjadi pengarang, master, dan mengemas disc DVD Video sendiri.

Matriks
Dalam konteks ini matriks berkaitan dengan alat dan bahan yang
dibutuhkan untuk membuat judul DVD dengan biaya rendah. Unsur-unsur
dasar matrix ditunjukkan pada gambar berikut.

Dengan pendekatan yang tepat, kita dapat merakit produksi


sederhana ini pada basement studio dan memulai membuat disc sendiri
dengan biaya rendah.
Jika kita ingin membakar disk DVD sendiri, kita harus
mengalokasikan dana tambahan untuk DVD burner. Untuk one-off atau
salinan yang kecil, kita dapat menggunakan media DVD-R kosong dengan
harga yang murah. Jika tujuannya untuk distribusi DVD dengan jumlah
besar dan tersebar luas (ribuan eksemplar) kita membangun relasi dengan

15
beberapa biro layanan DVD yang bisa memberi Anda kesempatan untuk
menekan biaya duplikasi.
Proses ini mengasumsikan bahwa kita telah menyelesaikan aset film
atau video yang siap untuk penulis dengan biaya rendah dan menggunakan
jenis alat dan teknik yang dijelaskan pada bagian selanjutnya.

Free Assets
Memulai dengan mengumpulkan elemen visual dan aset gratis
seperti tekstur dan clip art yang dapat digunakan untuk background,
pembuatan tombol, dan sebagainya. Visual tambahan yang dibutuhkan
untuk mendukung bahan pada disk juga perlu dikumpulkan. Aset ini bisa
berasal dari beberapa sumber seperti:
Memeriksa software disc yang berguna untuk latihan
Scan foto yang mendukung dalam pembuatan bahan. Dapat juga
menggunakan kamera untuk memotret gambar, tekstur, pola dan lain-
lain.
Membuat tekstur sendiri
Cari penawaran: kita dapat mempertimbangkan beberapa perangkat
lunak, perangkat keras, atau perangkat lunak yang menawarkan CD
gratis yang berisi gambar bebas royalti sebagai insentif.
Pemerintah: Kebanyakan orang tidak menyadari Organisasi pemerintah
A.S. seperti National Parks Service, Library of Congress, dan NASA
mengumpulkan sumber visual yang tersedia bagi kita pembayar pajak
bebas royalti. Selain dasar duplikasi dan biaya pengiriman, rekaman
atau gambar dari ini sumber sering gratis.
Mengecek kembali apakah ada bahan yang dapat digunakan kembali
dari pekerjaan sebelumnya.
Untuk mempersiapkan aset visual sebelum membuat authoring, kita
tidak harus memiliki versi lengkap dari Photoshop. Periksa komputer Anda
untuk aplikasi paket yang memungkinkan mendapatkan tingkat dasar
manipulasi gambar, seperti aplikasi Paint yang disertakan dengan Windows,
atau versi lite dari Photoshop atau Adobe PhotoDeluxe yang didapat

16
dibundel dengan banyak pemindai atau sistem pengeditan nonlinier. Jika
tidak bias temukan sesuatu yang memadai di desktop, kita dapat mencari di
Web secara gratis.

Solusi Encoding Murah


Solusi pengkodean video telah turun secara signifikan di beberapa
tahun terakhir, dan untuk produksi dengan shoestring paling murah
solusinya adalah software encoders. Sistem pengkodean perangkat keras
memungkinkan untuk mengkodekan secara real time dalam banyak kasus
tetapi biaya yang cukup besar.
Software encoding tidak selalu berarti kualitas video yang
dikodekan lebih rendah. Dalam beberapa kasus, perangkat lunak
pengkodean dapat menghasilkan hasil berkualitas lebih tinggi, terutama jika
perangkat lunak menggunakan metode two-pass di mana video dianalisis
terlebih dahulu lulus dan kemudian dikodekan dengan presisi yang lebih
tinggi pada two-pass. Encoding perangkat lunak bisa memakan waktu 20
kali lebih lama atau lebih lama menyandikan klip video.
Beberapa contoh perangkat lunak pengkodean MPEG dalam
kategori di bawah $ 500 meliputi:
MegaPEG dari Digigami Inc. (MPEG1 dan 2), yang dapat dibeli sendiri
atau sebagai plug-in untuk Adobe Premiere.
Keluarga produk encoding LSX-MPEG (MPEG-1 dan 2) dari Ligos
Corporation yang bisa dibeli stand alone atau as plug-in untuk produk
lain seperti Adobe Premiere atau Discreet Pembersih.
Produk profesional tenaga MPEG (MPEG-1 hanya untuk di bawah $
500) dari Heuris.
Media Cleaner EZ (video cocok untuk produksi CD-ROM) dari Diam-
diam sekitar $ 100. Untuk sekitar $ 500, fitur lengkap Cleaner 5 juga
termasuk pengkodean MPEG. Solusi encoding ini juga hadir dengan
berbagai produk lainnya.

17
Lite DVD Authoring Tools
Setelah Anda pengkodean video dan pengumpulan visual yang
cukup membangun menu dasar dan layar informasi, langkah selanjutnya
adalah menjadikan ke dalam bentuk baru dengan membakar ke disk untuk
pemutaran dalam Pemutar CD-ROM, pemutar DVD-ROM, atau pemutar
DVD Video.
Ketika datang ke DVD Video, aturan untuk authoring relatif lurus
ke depan. Kita perlu membuat struktur file dan folder yang secara ketat
sesuai dengan Spesifikasi DVD Video dari Forum DVD
Pada dasarnya ada dua cara untuk mencapai hal ini. Pertama, dengan
membuat klip Video-compliant DVD langsung dari perangkat lunak
pengkodean dan kemudian melakukan pengkodean mentah dari struktur file
dan folder drive computer. Rute ini memang termurah, karena memang
begitu Tidak memerlukan software tambahan, tapi juga rawan error dan
membutuhkan studi mendalam tentang spesifikasi DVD. Dengan kata lain,
itu tidak disarankan. Kedua, beberapa solusi yang sangat terjangkau dan
efektif sekarang tersedia, yang memungkinkan membuat struktur DVD
Video-compliant di lingkungan authoring WYSIWYG, seperti Apple
iDVD, Spruce Up, atau DVDit! dari Sonic.
Untuk biaya di bawah $ 1.000 aplikasi ini tidak sertakan semua
kemampuan canggih dari authoring berfitur lengkap Alat seperti Minerva
Impression atau DVD Maestro dari Spruce Teknologi. Tapi mereka
mengizinkan untuk menghasilkan kualitas professional DVD dengan
fungsionalitas yang cukup untuk beberapa situasi. Sebagai contoh,
Meskipun tidak bisa membuat beberapa track video, kita bisa membuatnya
beberapa menu dengan poin bab di video untuk memudahkan navigasi
berbagai klip dan meskipun tidak memiliki kontrol atas beberapa bahasa,
kita selalu bisa membangun jalur bahasa ke dalam menu atau buat disk dua
sisi untuk menangani setidaknya dua bahasa.

18
Pembakar Murah
Untuk menguasai dan membakar judul DVD Video, solusi
sederhana adalah untuk mendapatkan pembakar. Kebanyakan pembakar
datang dengan perangkat lunak penguasaannya sendiri untuk
menyelesaikan tugas. Pada tahun 2001 Pioneer memperkenalkan pembakar
DVD generasi kedua di tahun 2001 kisaran $ 1.000, yang dapat ditemukan
di bawah $ 800. Proses pembakaran dengan berbagai format DVD-R,
tergantung pada aplikasi yang digunakan. Beberapa pembakar ini tidak
mendukung semua DVD-R format.
Untuk mengemas disk, printer ink-jet murah sekarang tersedia dari
produsen seperti Epson atau Hewlett-Packard. Printer ini memungkinkan
untuk menghasilkan output warna beresolusi tinggi. Banyak yang
menggunakan perangkat lunak paket untuk membuat label dan jenis output
lainnya.

19
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Perkembangan DVD Video dimulai pada tahun 1993 dengan munculnya
prototype CD muncul, kemudian pada tahun 1994 media optik sebagai standar
dunia untuk video digital dan multimedia digunakan. Sekitar tahun 1995, berbagai
negoisasi antarperusahaan dan pemerintah dilakukan, sehingga menghasilkan
Format DVD-ROM final dan standar video. Tahun 1997 DVD Video memasuki
pasar kemudian tahun 2001 DVD mulai banyak digunakan dan populer di sebagian
besar dunia. DVD Video banyak digunakan dalam penyiaran dan multimedia
karena memiliki keunggulan standar kualitas yang baik dan memiliki interaktivitas
dan fungsionalitas yang canggih. Macam macam DVD Video antara lain yaitu:
1) read-only discs, 2) recordable discs, 3) rewritable discs, 4) rerecordable discs,
5) DVD-RAM, 6) DVD-RW, dan 7)DVD-R untuk disk umum.
Dalam melakukan pengembangan DVD Video, arsitektur pengembangan
harus menjadi pertimbangan agar menghasilkan media yang berkualitas. Tools
pengembang DVD Video terbagi menjadi tiga bagian yang meliputi entry-level
tools, mid-range tools, dan high end tools yang memiliki spesifikasi dan fitur
berbeda-beda sesuai kebutuhan. Alur produksi pengembangan DVD Video adalah
sebagai berikut: 1) Desain Sebelum produksi dan Desain Informasi; 2) Menyiapkan
Sumber Bahan; 3) Mengorganisir proyek; 4) Encoding in Advance (Opsional); 5)
Authoring; 6) Testing (Doing Quality Assurance); 7) Recording dan Mastering

20
DAFTAR PUSTAKA

Poole, Curtis & Janette Bradley. 2003. Developers Digital Media Reference.
Elsevier Science: USA.

21