Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH PAPAN PENGAJARAN

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Media Pembelajaran

Dosen Pengampu : Prof. Soenaryo Soenarto

Di susun oleh:

WISNU CANDRAWATI 17707251014

PASCA SARJANA

TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran di dalam kelas bertujuan untuk membangun pengetahuan siswa dalam
bidang studi atau keterampilan tertentu. Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah
proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan, melalui saluran atau
perantara tertentu, ke penerima pesan. Di dalam proses belajar mengajar pesan tersebut
berupa materi ajar yang disampaikan oleh dosen/guru, sedang saluran atau perantara yang
digunakan untuk menyampaikan pesan/materi ajar adalah media pembelajaran.
Menurut Arief S. Sadiman (2007:7) media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan dari pesan dari pengirim ke penerima pesan. Dalam
proses pengiriman pesan, media merangsang pikiran, perasan dan perhatian penerima pesan
sehingga proses belajar dapat terjadi. Fungsi media pembelajaran dalam proses belajar
mengajar adalah untuk : (1) memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis, (2)
mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, (3) menghilangkan sikap pasif pada
subjek belajar, (4) membengkitkan motivasi pada subjek belajar.
Ada beberapa macam media pembelajaran yaitu visual, audio dan audio visual. Salah satu
contoh media visual yaitu papan pengajaran. Penggunaan papan pengajaran pada bidang
edukasi merupakan salah satu hal yang penting dalam menciptakan proses pembelajaran
yang efektif antara guru dengan siswa. Berbagai inovasi dan teknologi digunakan untuk
membuat papan pengajaran terbaik demi mendukung proses pembelajaran yang efektif.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari papan pengajaran?
2. Apa kelebihan dan kekurangan dari papan pengajaran?
3. Bagaimana sejarah perkembangan papan pengajaran mulai dari yang tradisional
hingga modern?
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian papan pengajaran.
2. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari papan pengajaran.
3. Memahami sejarah perkembangan papan pengajaran tradisional hingga modern.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Papan Pengajaran
Papan pengajaran telah lama dinormalisasi dalam mengajar. Papan pengajaran telah
sepenuhnya diartikan sebagai bagian dari teknologi (Lee dan Winzenried, 2009: 37). Papan
pengajaran merupakan salah satu media pembelajaran visual. Papan pengajaran sudah lama
digunakan oleh guru dalam pembelajaran. Papan pengjaran berbahan dasar kayu, biasanya
permukaannya berwarna hitam, ada pula yang berwarna hijau. Papan tulis memerlukan
batang kapur dan penghapus dalam penggunaannya. Namun, ada juga papan tulis yang
berwarna putih berbahan dasar melamine dan memerlukan spidol berwarna serta penghapus
dalam penggunaannya.
B. Kekurangan dan Kelebihan Papan Pengajaran
1. Kelebihan Papan Pengajaran
Papan pengajaran masih digunakan dalam pengajaran sehari-hari oleh guru di
semua tingkat sekolah dan di dalam semua bidang kurikulum di seluruh negara
berkembang. Pada tahun 2008, papan pengajaran apapun warnanya tetap menjadi
teknologi yang paling banyak digunakan (Lee dan Winzenried, 2009: 39). Alasan yang
pertama adalah bahwa papan pengajaran tradisional, dan khususnya papan pajangan,
memberi kesempatan kepada guru dan siswa untuk menampilkan materi secara
permanen, sesuatu yang tidak mudah dilakukan dengan teknologi elektronik atau digital.
Baik untuk pemberitahuan singkat, daftar ejaan, pernyataan kebijakan, manajemen kelas,
tampilan pekerjaan siswa, atau hanya untuk membantu menciptakan suasana yang sangat
penting dan kekhasan kelas, memiliki satu atau dua papan sangat berguna untuk bekerja.
Seseorang harus masuk ke kelas di sekolah dasar atau laboratorium sains untuk
menghargai pentingnya fasilitas display di kelas. Alasan kedua dan paling mendasar
adalah bahwa sebagian besar ruang kelas sudah memiliki papan.
Dalam (Lee dan Winzenried, 2009: 39) Keberhasilan dari papan pengajaran dapat
ditemukan dalam pertimbangan berikut:
a. Merupakan fasilitas siap pakai untuk meningkatkan pengajaran, tanpa keharusan
guru untuk memvariasikan gaya mengajar mereka.
b. Kemudahan penggunaan oleh guru dan siswa.
c. Fasilitas bagi semua guru untuk segera membuat pelajaran
d. Mamfasilitasi untuk digunakan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari
pengajaran setiap hari tanpa kehilangan waktu mengajar
e. Menggunakan teks dan grafis melengkapi suara guru
f. Dapat digunakan setiap waktu terlepas dari listrik, baterai, jaringan atau perangkat
lunak .
g. Kemudahan penggunaan dengan alat pengajaran lainnya seperti pena dan kertas
h. Harganya murah dan berumur panjang
i. Tersedia di setiap ruang pengajaran
j. Penggunaannya dalam membantu mengelola kelas dan menangani administrasi
kelas.
2. Kekurangan Papan Pengajaran
Lee dan Winzenried (2009: 40) mengatakan bahwa papan pengajaran tradisional
tidak bisa memanfaatkan dunia digital. Lebih penting lagi, mereka sangat tidak efisien.
Waktu guru cukup banyak dibutuhkan untuk mempersiapkan, menghapus dan
menyegarkan pekerjaan di papan tulis. Pada dasarnya, guru harus mengulang pekerjaan
setiap kali mereka mau menggunakan papan tulis. Papan pengajaran sebagai fasilitas siap
pakai harus mengandung pesan untuk disampaikan kepada siswa. Pesan yang
disampaikan tersebut harus ditulis terlebih dahulu oleh guru menggunakan kapur atau
dengan memajang sesuatu di papan tulis. Hal tersebut akan mengurangi kesempatan guru
dalam menjalankan tugasnya sebagai fasilitator karena menghabiskan banyak waktu
untuk menulis di papan.
Lee dan Winzenried (2009: 38) mengatakan bahwan kapur yang digunakan
dengan papan tulis merupakan masalah bagi banyak guru dan siswa. Penggunaan kapur
akan menghasilkan debu yang dapat membuat kotor barang-barang didekatnya dan juga
membuat alergi serta memicu penyakit seperti asma pada beberapa orang. Menggunakan
kapur untuk menulis di papan tulis berwarna hitam (blackboard) dapat menghasilkan
bunyi yang bagi sebagian orang akan terasa sakit.
Dengan demikian ada pencarian berkelanjutan untuk menemukan permukaan
yang tidak menimbulkan alergi. Teknologi papan tulis berwarna putih juga dikenal
sebagai papan penghapusan kering mulai muncul di sekolah-sekolah di tahun 1960an dan
secara bertahap selama 40 tahun berikutnya datang untuk menggantikan papan tulis
sebagai papan pengajaran utama (Lee dan Winzenried, 2009: 38). Papan tulis berwarna
putih atau biasa disebut whiteboard membutuhkan spidol dalam penggunaannya.
Penggunaan spidol ini memiliki beberapa kekurangan diantaranya:
a. Dibandingkan dengan kapur, harga kapur lebih murah daripada harga spidol.
b. Spidol tinta membutuhkan perhatian lebih, karena jika spidol tidak ditutup
dengan penutupnya, maka tinta akan menjadi kering.
c. Menggambar dengan spidol terkadang membuat tangan menjadi kotor karena
tinta spidol dapat dengan mudah menempel pada tangan jika tersentuh.
C. Sejarah Perkembangan Papan Pengajaran
Menurut Lee dan Winzenried (2009: 37) papan pengajaran, baik itu hitam, hijau atau
putih identik dengan ruang kelas. Papan ini menempati posisi sentral hampir di setiap kelas
di negara maju dan telah digunakan secara menyeluruh dalam pengajaran sehari-hari sejak
tahun 1800-an. Andrew Coulson melakukan pengamatan menarik bahwa perkembangan
besar terakhir dalam teknologi instruksional terjadi pada tahun 1801 (Lee dan Winzenried,
2009:38).
Inovasi papan tulis dimulai dengan papan tulis berwarna hitam yang dikenal sebagai
blackboard. Blackboard yang diperkenalkan pada awal tahun 1800-an, menggunakan kapur
tulis berwarna untuk menulis dan menggambar. Tahun 1801 disebutkan sebagai tanggal
penjualan papan tulis AS pertama (Lee dan Winzenried, 2009:38). Di akhir 1950-an dan awal
1960-an muncul kecenderungan untuk menggunakan cat hijau daripada cat hitam pada
permukaan papan pengajaran.
Inovasi berikutnya dari papan pengajaran yang muncul adalah papan pajangan, yang
sering berbentuk papan flanel atau gabus yang dilengkapi papan tulis dan menyediakan
fasilitas untuk menampilkan karya siswa, keduanya muncul pada akhir 1800-an. Pada tahun
1960, muncul inovasi papan tulis berwarna putih yang dikenal sebagai whiteboard.
Whiteboard dibuat untuk mengatasi kekurangan yang ada pada penggunaan blackboard.
Beberapa papan tulis whiteboard menggunakan bahan melamin yang ditulisi dengan
menggunakan spidol bertinta.
Inovasi terbaru dari papan pengajaran adalah dengan adanya papan tulis interaktif yang
muncul pada akhir tahun 1990-an. papan tulis interaktif memanfaatkan dunia digital, dan
juga meniru cara kerja papan pengajaran tradisional.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Papan pengajaran diartikan sebagai teknologi yang memudahkan pembelajaran
dan merupakan salah satu media pembelajaran visual yang banyak digunakan oleh guru
untuk membantu mengelola kelas.
2. Kelebihan dari papan pengajaran adalah kemudahan untuk digunakan oleh guru
dan siswa, memberi kesempatan kepada guru dan siswa untuk menampilkan materi
secara permanen, dan tersedia di setiap kelas. Kekurangan dari papan pengajaran adalah
tidak efisien karna guru harus menghabiskan banyak waktu untuk menulis dan
menghapus tulisan yang ada di papan.
3. Sejarah perkembangan papan pengajaran ditandai dengan 2 inovasi yang besar
terjadi dalam teknologi pembelajaran. Inovasi besar pertama dimulai dari adanya papan
tulis berwarna hitam pada awal tahun 1800-an. Pada akhir tahun 1800-an ada inovasi
baru papan pengajaran berupa papan pajangan dari flanel atau gabus. Diakhir tahun 1950-
an ada kecenderungan mengganti warna permukaan papan tulis hitam menjadi hijau.
Selanjutnya pada tahun 1960-an muncul inovasi papan tulis berwarna putih dan secara
bertahap selama 40 tahun menggantikan posisi papan tulis berwarna hitam. Inovasi besar
kedua muncul pada akhir tahun 1990-an yaitu papan tulis interaktif yang mampu
memanfaatkan dunia digital.

B. Daftar Pustaka
Arief S. Sadiman, dkk. (2007). Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan
Pemanfaatannya. Jakarta: Pustekomdikbud & Raja Grafindo Persada.

Lee, Mal and Arthur Winzenried (2009). The Use of Instructional Technology in School.
Victoria: Acer Press.

Riyana, Cepi. 2008. Konsep dan Aplikasi Media Pembelajaran,


http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._KURIKULUM.../08_Media_Pembelajaran.pdf.
Diakses pada tanggal 27 September 2017