Anda di halaman 1dari 2

dr. Irana Oktavia, M.

Kes
VENTILASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0.0 1/2

Tanggal Terbit : Ditetapkan Direktur,

Standar Prosedur
Operasional
Umum
1 Februari 2017 dr. Irana Oktavia, M. Kes

Proses penyediaan udara segar ke dalam dan pengeluaran


udara kotor dari suatu ruangan tertutup secara alamiah
PENGERTIAN maupun mekanis.

Sebagai masuk atau keluar angin

Sebagai lubang pertukaran udara atau lubang ventilasi

yang tidak tetap (sering berupa jendela atau pintu)

Sebagai lubang masuknya cahaya atau sinar matahari

TUJUAN Menghilangkan gas-gas yang tidak menyenangkan yang

ditimbulkan oleh keringat dan sebagainya dan gas-gas

pembakaran (CO2) yang ditimbulkan oleh pernafasan dan

proses-proses pembakaran

Keputusan Direktur Rumah Sakit Prima Nomor:

KEBIJAKAN 000/RSPP/DIR/SK/I/2017 Tentang Kebijakan Manajemen


Fasilitas dan keselamatan Rumah Sakit Prima Pekanbaru
1. Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas

ruangan dan luas lubang ventilasi insidentil (dapat


PROSEDUR
dibuka dan ditutup) minimum 5% luas lantai, dengan

tinggi lubang ventilasi minimal 80cm dari langit-


dr. Irana Oktavia, M. Kes
VENTILASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0.0 1/2

langit

2. Tinggi jendela yang dapat dibuka dan ditutup minimal

80cm dari lantai dan jarak dari langit-langit sampai

jendela minimal 30 cm.

3. Udara yang masuk harus udara yang bersih, tidak

dicemari oleh asap pembakaran sampah, knalpot

kendaraan debu dan lain-lain.

4. Aliran udara diusahakan cross ventilation dengan

menempatkan lubang hawa berhadapan antaran dua

dinding ruangan. Aliran ini diusahakan tidak

terhalang oleh barang-barang seperti lemari, dinding,

sekat-sekat, dan lain-lain.

5. Kelembaban udara di jaga antara 40% s/d 70%.

6. Menurut ILO (1991), ventilasi digunakan untuk


memberikan kondisi dingin atau panas serta
kelembaban di tempat kerja
IPSRS
UNIT TERKAIT