Anda di halaman 1dari 7

Struktur Lipatan Anjakan Daerah Walat, Sukabumi, Jawa Barat

(Iyan Haryanto, Edy Sunardy, Adjat Sudradjat, dan Suparka)

STRUKTUR LIPATAN ANJAKAN


DAERAH WALAT, SUKABUMI, JAWA BARAT
Iyan Haryanto1), Edy Sunardy2), Adjat Sudradjat3), dan Suparka
1) Mahasiswa Program S3 Bidang Geologi, PPS Unpad
2) Laboratorium Sedimentology dan Geologi Kuarter, Fakultas Teknik Geologi, UNPAD
3) Laboratorium Geomorfologi, Fakultas Teknik Geologi, UNPAD

ABSTRACT
Walat hills in the area of Sukabumi, has a pattern of east-west trending ridge. Hills line orientation is
controlled by the structure of fold with is followed by formation of reverse fault. Both of geological
structures is formed on the same tectonic period, on Plio-Plistocene. Position of the axis of the fold and
reverse fault parallel relative to each other, based on the tectonic formation occurs in the same period, it
can be classified as a pattern of thrust folds structure. Of some reverse faults that developed in Walat
Area, the reverse fault whose position to northward is major reverse fault, so that by referring to the
model structure of Boyer and Elliote (1982), it can be classified as a leading thrust system. This
structural pattern is controling topographical differences of the hills with plain morphology in northern.
Keywords: thrust fold, geological structure

ABSTRAK
Perbukitan Walat di daerah Sukabumi, memiliki pola punggungan berarah barat-timur. Orientasi jalur
perbukitannya dikontrol oleh struktur lipatan yang diikuti dengan pembentukan sejumlah sesar naik.
Kedua struktur geologi tersebut terbentuk pada periode tektonik yang sama, yaitu pada Kala Plio-
Plistosen. Kedudukan sumbu lipatan dan sesar naik relative saling sejajar, berdasarkan pembentukannya
terjadi pada periode tektonik yang sama maka dapat dikelompokan sebagai pola struktur lipatan
anjakan. Dari sejumlah sesar naik yang berkembang di daerah Walat, sesar naik yang posisinya paling
utara merupakan sesar naik utama, sehingga dengan mengacu kepada model struktur Boyer dan Elliote
(1982), dapat diklasifikasikan sebagai leading thrust system. Pola struktur inilah yang mengontrol
perbedaan topografi perbukitan dengan morfologi pedataran yang berada di utaranya.
Kata kunci: anjakan lipatan, struktur geologi

PENDAHULUAN tur geologi dan pengaruhnya terhadap


morfologi di sepanjang perbukitan di
Struktur geologi dapat mem-
wilayah tersebut.
pengaruhi bentuk topografi di suatu
daerah, misalnya bentuk tinggian
berupa perbukitan serta gunungapi BAHAN DAN METODE PENELITIAN
atau daerah rendahan seperti lembah.
Di bagian barat Kota Sukabumi,
Bentuk morfologi tersebut seluruhnya
membentang jalur perbukitan yang
dikontrol oleh struktur geologi baik
memanjang dengan arah barat-timur.
berupa struktur lipatan, struktur lipat-
Perbukitan ini membentang mulai dari
an ataupun kombinasinya.
daerah Cisaat hingga Cikembar. Mor-
Morfologi Perbukitan Walat di
fologi perbukitan ini memiliki kemi-
Sukabumi memiliki karateristik ter-
ringan lereng sedang hingga terjal,
sendiri, karena dibagian utara le-
hanya sebagian kecil berupa peda-
rengnya secara tiba-tiba berubah
taran hingga perbukitan landai. Mor-
menjadi morfologi pedataran. Per-
fologi perbukitan sedang hingga terjal
ubahan yang drastis ini tentu tidak
dijumpai di beberapa tempat, yaitu di
semata-mata dipengaruhi oleh sifat
bagian selatan lereng Gunungapi
fisik batuannya, namun ada proses
Pangrango dan Gunung Gede, kom-
geologi lainnya yang mengontrol
plek Gunung Walat dan bagian utara
bentuk dari morfologinya. Atas
pegunungan Jampang; Sedangkan
dasar pertimbangan tersebut, daerah
morfologi pedataran hingga per-
ini dijadikan model bahasan dengan
bukitan bergelombang lemah me-
maksud untuk mengetahui pola struk-
nempati bagian tengah diapit oleh

1
Bulletin of Scientific Contribution, Volume 9, Nomor 1, April 2011: 1-7

morfologi perbukitan sedang hingga tuk tubuh gunungapinya yang menye-


terjal. rupai kerucut. Dengan kondisi topo-
Mengacu kepada peta geologi re- grafi seperti ini maka jenis pola peng-
gional lembar Bogor (Efendi, dkk. alirannya adalah radier yang berkem-
1998), stratigrafi komplek Gunung bang mulai dari bagian puncak (prok-
Walat dari tua ke muda, adalah For- simal) hingga ke lereng bagian bawah
masi Walat atau ekivalen dengan (distal). Bentuk toporafi seperti ini u-
Formasi Bayah yang berumur Eosen- mum dijumpai pada tubuh gunungapi
Oligosen; Formasi Batuasih berumur aktif atau gunungapi Kuarter serta
Oligosen, Formasi Rajamandala ber- pada tubuh intrusi dyke batuan beku.
umur Oligosen, Formasi Jampang ber- Satuan morfologi perbukitan se-
umur Miosen Bawah-Tengah, Endapan dang-terjal lainnya disusun oleh form-
gunungapi Kuarter. Dalam hal ini, asi batuan sedimen berumur Paleogen
Formasi Batuasih tersingkap terbatas dan Neogen. Formasi berumur Paleo-
dan oleh karenanya tidak secara khu- gen membentuk satuan morfologi
sus membentuk satuan morfologi perbukitan tersendiri yang menempati
tersendiri. komplek perbukitan Walat. Morfologi
Di dalam komplek Gunung Walat, ini terpisah dari morfologi perbukitan
Formasi Walat memiliki penyebaran Neogen oleh topografi yang lebih ren-
yang paling luas dengan sebaran dah. Satuan geomorfologi perbukitan
berarah barat-timur. Di bagian utara sedimen Paleogen didominasi oleh
dan timurnya dibatasi oleh batuan batupasir kuarsa Formasi Walat
vulkanik Kuarter; ke arah barat (Eosen) dan batugamping Formasi
dibatasi oleh batugamping Formasi Rajamandala (Oligosen), sedangkan
Rajamandala dan batuan vulkanik satuan morfologi perbukitan sedimen
Kuarter; ke arah selatan dibatasi oleh Neogen didominasi oleh Formasi
batuan volkanik Kuarter. Jampang dan Formasi Cimandiri.
Berdasarkan pada aspek genetik, Penelitian menggunakan analisis
litologi dan stratigrafi, morfologi di struktur geologi berdasarkan data di
daerah ini dapat dibedakan menjadi 3 lapangan, studi pustaka dan analisis
satuan, yaitu dari utara ke selatan secara keseluruhan di studio.
adalah satuan morfologi perbukitan
vulkanik Kuarter, Satuan morfologi HASIL PENELITIAN
perbukitan sedimen Paleogen dan DAN PEMBAHASAN
Satuan morfologi perbukitan sedimen
Hasil penelitian lapangan me-
Miosen.
nunjukan bahwa seluruh formasi
Satuan morfologi perbukitan
batuan di dalam komplek Perbukitan
volkanik Kuarter merupakan bagian
Walat sudah terlipat dan tersesarkan,
dari tubuh Gunungapi Pangrango dan
seperti yang ditemukan di beberapa
Gunung Gede, berada pada elevasi
lokasi singkapan batuan yang meli-
antara 200 m hingga 400 m dpl. Pada
batkan masing-masing formasi batu-
lereng bagian atas didominasi oleh
an.
breksi vulkanik dan lava, keduanya
Jurus perlapisan batuan Formasi
merupakan faces medial dari
Walat berarah barat-timur dengan
gunungapi tersebut, sedangkan pada
kemiringan relatif landai hingga
lereng bagian bawahnya merupakan
sedang (30-50). Kedudukan lapisan
facies distal, yang memiliki ukuran
batuan inilah yang mengontrol arah
lebih halus berupa breksi vulkanik dan
dari jalur perbukitan Gunung Walat
tuf. Facies distal ini membentuk
(gambar 1). Dari rekontruksi pola
morfologi pedataran dan perbukitan
jurusnya, diketahui bahwa Formasi
bergelombang lemah.
Walat sudah terlipat membentuk
Secara regional, satuan morfologi
lipatan antiklin dan sinklin. Berdasar-
perbukitan vulkanik di daerah ini me-
kan pada geometri lipatannya terma-
nyebar melingkar sesuai dengan ben-

2
Struktur Lipatan Anjakan Daerah Walat, Sukabumi, Jawa Barat
(Iyan Haryanto, Edy Sunardy, Adjat Sudradjat dan Suparka)

suk ke dalam jenis lipatan sedang Batuasih, selanjutnya semakin ke


(moderate fold). arah yang lebih muda ditindih oleh
Formasi Walat disamping telah batugamping Formasi Rajamandala.
terlipat juga sudah mengalami proses Data pengukuran jurus dan
pensesaran. Indikasi pensesaran be- kemiringan perlapisan batuan Forma-
rupa cermin sesar ditemukan di si Walat dan Formasi batuasih, u-
sejumlah lokasi, yang hasilnya me- mumnya berarah barat-timur dengan
nunjukan adanya pengaruh sesar naik sudut kemiringan berkisar antara 40
dan sesar mendatar. Jalur sesar naik hingga 50 (N 70 E/40).
utamanya berkembang di bagian Selanjutnya pada singkapan di lokasi
utara dengan arah barat-timur. Jalur Cikembar, banyak ditemukan indikasi
sesar naik ini, disamping menying- pensesaran antara lain berupa cermin
kapkan batuan berumur Paleogen sesar yang berhubungan dengan
juga menghasilkan perbedaan topo- sesar naik dan sesar mendatar.
grafi yang kontras, yaitu antara per- Berdasarkan bukti-bukti geologi
bukitan sedimen Formasi Walat de- tersebut maka pembentukan struktur
ngan morfologi pedataran vulkanik lipatan diikuti oleh pembentukan
yang berada di bagian utaranya. Dari sesar naik atau dinamakan seagai
hasil penelitian lapangan dan inter- struktur lipatan anjakan (thrust fold
pretasi kelurusan struktur, diketahui belt) dan sesar mendatar (tear fault).
ada sejumlah jalur sesar naik lainnya Formasi Batuasih tersebar sangat
yang memotong tubuh batuan sedi- terbatas dan dijumpai secara terpisah
men Tersier. satu dengan lainnya. Singkapan yang
Proses pembentukan struktur li- baik ditemukan di Desa Batuasih dan
patan dan sesar naik di atas, diikuti di lokasi pembuatan batubata di Desa
oleh robekan batuan secara lateral. Cisaat. Secara umum jurus dan
Indikasi adanya sesar mendatar kemiringan lapisan batuan Formasi
dicirikan dengan ditemukannya cer- Batuasih relatif sama dengan Formasi
min sesar pada tubuh lapisan batu- Walat, yaitu berkisar antara 30 - 50
pasir kuarsa dengan nilai pitch antara (lampiran). Berdasarkan rekontruksi
20 hingga 30. Sifat geser yang di- pola jurusnya, diketahui sebaran
amati melalui chatter mark dan kekar Formasi Batuasih berada pada bagian
bukaannya (gash fracture) me- sayap dari inti lipatan antiklin dan
nunjukan pergeseran sinistral dan sinklin yang berada pada Formasi
dekstral. Melalui pengamatan di Walat. Walaupun indikasi pensesaran
lapangan serta dikaitkan dengan tidak ditemukan di dalam singkapan
model struktur Moody dan Hill (1998), Formasi Batuasih, namun dari aspek
diketahui untuk jalur sesar sinistral morfologi serta hubungan strati-
berarah timurlaut-baratdaya sedang- grafinya yang selaras, dapat disim-
kan untuk dekstral berarah baratlaut- pulkan bahwa jalur sesar mendatar
tenggara. Penentuan jenis sesar pada Formasi Walat menerus ke
mendatar ini berbeda dengan yang dalam Formasi Batuasih.
digambarkan pada peta geologi Batas kontak Formasi Batuasih
regional Lembar Bogor, yaitu jalur dengan Formasi Rajamandala tidak di-
sesar mendatar dengan arah temukan, namun dari posisi singkap-
baratlaut-tenggara berjenis sebagai an serta kedudukan jurus dan kemi-
sesar sinistral sedangkan arah lainnya ringan lapisan Formasi Batuasih,
sebagai sesar dekstral. diketahui posisi Formasi Batuasih
Di daerah Batuasih, tepatnya di berada di bawah Formasi Rajaman-
bagian utara lokasi tambang PT. dala. Posisi stratigrafi di atas sesuai
Semen Cibinong, dijumpai kontak dengan stratigrafi regional di dalam
berangsur antara batupasir kuarsa peta geologi regional Lembar Bogor
Formasi Walat dengan batulempung (Effendi, 1999). Penelitian ini me-
hitam bersisipan batulanau Formasi

3
Bulletin of Scientific Contribution, Volume 9, Nomor 1, April 2011: 1-7

nyimpulkan bahwa kontak stratigrafi sejajar dengan jalur struktur yang


keduanya adalah selaras. membatasi Formasi Walat dan Form-
Batuan penyusun Formasi Raja- asi Rajamandala. Mengacu kepada
mandala terdiri atas batugamping model struktur Moody dan Hill (1999),
masif dan baatuan sedimen klastik maka struktur sesar yang relatif se-
lainnya. Batugamping berwarna abu- jajar dengan sumbu lipatannya dapat
abu hingga abu-abu kecoklatan, berupa sesar naik atau sesar normal.
keras, banyak ditemukan struktur Di lapangan tidak ditemukan kontak
stylolite. Berdasarkan teksturnya tegas antara Formasi Walat dengan
terdiri atas wacksones, mudstones, Formasi Rajamandala sehingga untuk
bounstones dan pasckstone. Tidak menentukan jenis sesarnya didasa-
ada pengukuran jurus dan kemiringan rkan pada habitat tektonik serta as-
lapisan batuan karena sifatnya yang pek topografinya. Berdasarkan kondisi
masif. geologi seperti itu, maka kontak
Sebaran Formasi Rajamandala struktural diantara kedua formasi di
mengikuti pola lipatan yang ber- atas adalah sesar naik.
kembang pada formasi batuan yang Formasi Rajamandala disamping
lebih tua. Di daerah Cikembar yaitu di telah mengalami proses perlipatan
bagian barat Gunung Walat, sebaran dan sesar naik, juga telah mengalami
Formasi Rajamandala mengikuti pola robekan secara lateral. Indikasi ada-
lipatan antiklin, yang sumbu lipatan- nya sesar mendatar ditemukan di se-
nya berada pada Formasi Walat. jumlah tempat, antara lain di lokasi
Walaupun tubuh batugamping penambangan batugamping di daerah
Formasi Rajamandala ini tidak mem- Cikembar, singkapan di daerah Cisaat
perlihatkan bidang perlapisan, namun dan di beberapa lokasi lainnya. Dari
dari pola sebaran batuannya dapat hasil rekontruksi pola jurusnya serta
disimpulkan kemiringan lapisan batu- dari aspek morfologinya, jalur sesar
annya relatif sama dengan Formasi mendatar pada Formasi Rajamandala
Walat. merupakan jalur sesar yang sama
Masih di daerah yang sama yaitu yang mensesarkan Formasi Walat dan
di bagian utara sayap antiklin Gunung Formasi Batuasih. Dengan demikian
Walat, sebaran Formasi Rajamandala maka proses deformasi pada batuan
dibatasi oleh Formasi Walat. Dikaitkan sedimen paleogen berlangsung secara
dengan aspek hubungan stratigrafi- bersamaan.
nya, seharusnya di atas Formasi Di bagian selatan komplek Gunung
Walat ditemukan Formasi Bayah, Walat ditemukan singkapan Formasi
karena kedua formasi tersebut me- Jampang yang berumur Miosen Te-
miliki hubungan stratigrafi yang se- ngah. Sebaran formasi ini terpisah
laras. Dengan kondisi geologi seperti satu dengan lainnya oleh batuan vol-
ini, menunjukan adanya batas kanik Kuarter, namun secara kese-
struktural antara Formasi Walat luruhan membentuk suatu jalur ber-
dengan Formasi Rajamandala. arah barat-timur. Litologinya terdiri
Seperti yang telah dijelaskan di atas breksi dan tuf. Tuf telah meng-
atas, bahwa struktur geologi di dalam alami mineralisasi membentuk mine-
blok Walat didominasi oleh struktur ral zeolit, yang pada saat ini telah
lipatan, sesar naik dan sesar men- ditambang oleh beberapa perusahaan
datar, yang pembentukannya di- lokal maupun oleh penduduk se-
kontrol oleh tektonik kompresi. Dalam tempat.
hal ini, kedudukan sumbu lipatannya Batuan lainnya yang ditemukan di
relatif sejajar dengan jalur sesar naik dalam rangkaian perbukitan Walat
dan terhadap sesar mendatar mem- adalah endapan gunungapi berumur
bentuk sudut kurang lebih sekitar Kuarter, yaitu berupa breksi vulkanik
60. Pada peta geologi regional di dan tuf. Batuan vulkanik ini tersebar
atas, posisi sumbu lipatannya relatif

4
Struktur Lipatan Anjakan Daerah Walat, Sukabumi, Jawa Barat
(Iyan Haryanto, Edy Sunardy, Adjat Sudradjat dan Suparka)

di bagian barat menutupi formasi termasuk ke dalam pola struktur


batuan yang berumur lebih tua. lipatan anjakan.
Selanjutnya morfologi perbukitan Sesar naik yang posisinya berada
sedimen Neogen menempati bagian paling utara, menyingkapkan formasi
selatan blok dan merupakan bagian batuan tertua yaitu Formasi Walat
dari pegunungan Jampang. Satuan yang berumur Eosen. Dengan demi-
morfologi perbukitan ini terletak di kian, sesar ini merupakan sesar naik
bagian selatan Lembah Cimandiri, utama yang memiliki pergeseran
merupakan bagian dari zona pe- vertikal paling besar diantara seluruh
gunungan selatan yang didominasi sesar naik yang berkembang di da-
oleh Formasi Jampang dan Formasi erah Walat. Mengacu kepada system
Cimandiri. Formasi lainnya yang sesar naik yang dikemukakan oleh
ditemukan di daerah ini adalah batu- Boyer dan Elliote (1982), dapat disim-
pasir kuarsa Formasi Bayah yang ter- pulkan sesar naik yang berkembang
singkap secara terbatas. di daerah ini termasuk ke dalam jenis
Jurus dan kemiringan lapisan ba- leading thrust system, yaitu sesar
tuan di dalam satuan geomorfologi ini, naik yang ukurannya lebih kecil ber-
umumnya relatif sama yaitu berarah ada di dalam blok hanging wall dari
barat-timur sejajar dengan jalur sesar naik utamanya.
punggungan perbukitannya. Besar
sudut kemiringan lapisannya berkisar KESIMPULAN DAN SARAN
antara 30 hingga 40. Berdasarkan
pada pola jurusnya ditemukan struk- Struktur lipatan anjakan yang
tur lipatan antiklin dan sinklin yang berkembang di daerah Walat, sebagai
terletak saling sejajar dengan arah penyebab terbentuknya perbedaan
barat-timur. toipografi antara morfologi perbukitan
Struktur lipatan pada batuan For- sedimen dengan pedataran volkanik.
masi Jampang umumnya bersudut Morfologi perbukitan yang batuannya
landai sehingga berdasarkan pada disusun oleh batuan sedimen klatik
geometrinya diklasifikasikan sebagai memiliki arah barat-timur. Orientasi
lipatan terbuka (open fold) hingga perbukitan ini dikontrol oleh struktur
sedang (moderate fold). Geometri lipatan dan sesar naik, yang posisinya
lipatan seperti ini umum dijumpai di saling sejajar. Kedua struktur geologi
dalam Formasi Jampang bahkan di tersebut terbentuk secara bersamaan
daerah Lengkong, besar sudut antar pada periode tektonik Akhir Tersier,
sayap lipatannya lebih besar lagi. sehingga pola strukturnya dapat
Fenomena ini mencerminkan bahwa diklasifikasikan sebagai struktur
proses perlipatan dibentuk oleh tek- lipatan anjakan.
tonik pengangkatan (uplift) yang Berdasarkan pada aspek morfo-
terjadi secara regional. logi, stratigrafi dan sebaran batuan-
Dengan penjelasan di atas, di- nya, dapat disimpulkan bahwa struk-
ketahui bahwa kedudukan struktur tur lipatan anjakan di wilayah ini
lipatan dan sesar naik di daerah termasuk ke dalam jenis leading
Walat, letaknya saling sejajar dengan trhust system. Pola struktur seperti ini
jalur sesar naiknya. Seluruh struktur dicirikan dengan berkembangnya
geologi tersebut seluruhnya berarah sejumlah sesar naik lainnya di bagian
barat-timur dan terbentuk oleh tek- hanging wall dari sesar naik utama-
tonik kompresi yang terjadi pada nya.
akhir Tersier. Berdasarkan pada geo-
metri dan periode tektoniknya yang
terjadi bersamaan, dapat disimpulkan
bahwa pola struktur yang berkem-
bang di daerah perbukitan Walat

5
Bulletin of Scientific Contribution, Volume 9, Nomor 1, April 2011: 1-7

DAFTAR PUSTAKA Martodjojo S., 1984, Evolusi


Cekungan Bogor, Jawa Barat, Tesis
Boyer, S.E., dan Elliott, D., 1982, Doktor, Pasca Sarjana ITB. (Tidak
Thrust System, Buletin AAPG. 66, 9, dipublikasikan).
h. 260-296 Moody, J.D., and M.J. Hill, 1956,
Effendi,A.C., Kusnama dan Wrench fault tectonics: Geological
Hermanto,B, 1998, Peta geologi Society of America Bulletin, v.67,
lembar Bogor, Jawa: Direktorat p.1207-1246.
Geologi.

A. Batupasir kuarsa Formasi Walat dengan B. Batulempung karbonan Formasi Walat


kedudukan U 270T/40. Lokasi : dengan kedudukan U 270T/40.
Tambang Kuarsa PT. Cibinong, Cibadak. Lokasi : Tambang Kuarsa PT.
Cibinong, Cibadak.

C. Batugamping Formasi Rajamandala. D. Konglomerat Formasi Walat dengan


Batuannya telah remuk dipotong oleh kedudukan U 270T/40. Lokasi :
sejumlah cermin sesar dan kekar. Lokasi : Tambang Kuarsa PT. Cibinong,
Tambang batugamping, ibadak. Cibadak.

Gambar 1.
Singkapan Formasi Walat dan Formasi Rajamandala di daerah Walat dan
sekitarnya. Seluruh batuan ini telah mengalami perlipatan dan pensesaran.

6
Struktur Lipatan Anjakan Daerah Walat, Sukabumi, Jawa Barat
(Iyan Haryanto, Edy Sunardy, Adjat Sudradjat dan Suparka)

Qvpo U
Qvpo

G. Walat
Toml Tow

Tow
Tow
Qvpo
Tomr
Qvpo
Qyg
Pr. Peundeuy Tow
Tomr
Toml
Qvb

Tmjt Tomr
Qyg
Tmjt Tmjt
Qvb Qyg

A Pr. Peundeuy
B
A

Tow Tow
Tmjt Tomr

Tow F. Walat Toba F. Batuasih Tomr TomlF. Rajamandala Tmjt


F. Jampang

Qvp Qvb Qyg Vulkanik Kuarter Qa Aluvium


o

Konsep Moddy dan


Hill (1987) dikaitkan Sesar Naik
dengan pembentukan
struktur utama (main
fold/fault) di dalam
blok Walat

Gambar 2.
Struktur lipatan anjakan daerah Gunung Walat dan sekitarnya, (Sumber : Peta
Geologi Regional Lembar Bogor, Effendi, dkk., 1995; dimodifikasi).