Anda di halaman 1dari 53

MAKALAH

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH


(SKPD)

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Akuntansi Pemerintahan

Tahun Ajaran 2017-2018

Disusun Oleh (Kelompok 5) :

Cici Nuraeni 0114104005

Hasna Wulan Am 01141003016

Adrianus Feryanto 01141003031

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS WIDYATAMA

BANDUNG

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu
tugas yang diberikan oleh Dosen mata kuliah Akuntansi Pemerintahan yang berjudul
Penyusunan Laporan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
Dalam proses penyusunan tugas ini pasti menjumpai hambatan, namun berkat
dukungan dari berbagai pihak, akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas ini. Oleh karena
itu, dengan segala kerendahan hati kami ingin menyampaikan terimakasih kepada pihak yang
membantu dalam pembuatan makalah ini. Besar harapan kami, makalah ini dapat bermanfaat
bagi semua orang yang membacanya dan dapat membantu teman-teman yang lain dikemudian
hari. Akhir kata, kami memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak
kesalahan.

Bandung, November 2017

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................... 1


DAFTAR ISI.................................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ i
1.1. Latar Belakang ................................................................................................ i
1.2. Identifikasi Masalah ......................................................................................... i
1.3. Tujuan dan Manfaat ........................................................................................ i
BAB II TINJAUAN TEORI ........................................................................................... 2
2.1. Kerangka Hukum ........................................................................................... 2
2.2. Deskripsi Kegiatan .......................................................................................... 2
2.2.1. Definisi ..................................................................................................... 2
2.2.2. Pengakuan ............................................................................................... 2
2.2.3. Pengukuran ............................................................................................. 4
2.2.4. Pengungkapan ......................................................................................... 4
2.2.5. Penyusunan Laporan Keuangan SKPD ................................................... 5
2.2.5.1. Prosedur Akuntansi SKPD dan Standar Jurnal ................................... 5
2.2.5.2. Komponen Penyusunan Laporan Keuangan ...................................... 18
BAB III ILUSTRASI JURNAL DAN LAPORAN KEUANGAN SKPD....................... 23
1. Ilustrasi Jurnal Penerimaan Kas...................................................................... 23
2. Ilustrasi Jurnal Pengeluaran Kas ..................................................................... 24
3. Ilustrasi Jurnal Akuntansi Transaksi Kas Lainnya........................................... 25
4. Ilustrasi Jurnal Akuntansi Selain Kas ............................................................. 29
5. Ilustrasi Jurnal Akuntansi Aset ........................................................................ 33
6. Ilustrasi Jurnal Akuntansi Kewajiban .............................................................. 37
7. Ilustrasi Jurnal Akuntansi Koreksi Transaksi Pengembalian Pendapatan dan
Belanja ..................................................................................................................... 38
8. Laporan Keuangan SKPD ................................................................................ 40
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 50

2
BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Laporan keuangan merupakan output akhir dari proses akuntansi yang dilaksanakan di
tingkat SKPD dan di tingkat PPKD. Laporan keuangan merupakan laporan yang terstruktur
mengenai posisi keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan.
Tujuan umum laporan keuangan adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan,
realisasi anggaran, arus kas, dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat
bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber
daya.
Menurut Permendagri No. 64 Tahun 2013 sistem akuntansi PPKD mencakup teknik
pencatatan, pengakuan dan pengungkapan atas pendapatan-LO, beban, pendapatan-LRA,
belanja, transfer, pembiayaan, aset, kewajiban, ekuitas, penyesuaian dan koreksi, penyusunan
laporan keuangan PPKD serta penyusunan laporan keuangan konsolidasian pemerintah daerah.
Sistem akuntansi SKPD mencakup teknik pencatatan, pengakuan dan pengungkapan atas
pendapatan-LO, beban, pendapatan-LRA, belanja, aset, kewajiban, ekuitas, penyesuaian dan
koreksi serta penyusunan laporan keuangan SKPD.
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, penyusun akan menjelaskan materi mengenai
Penyusunan Laporan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

1.2. Identifikasi Masalah


1. Bagaimana pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan dalam laporan keuangan
SKPD
2. Bagaimana prosedur dan penyusunan laporan keuangan SKPD

1.3. Tujuan dan Manfaat


1. Untuk mengetahui pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan dalam laporan
keuangan SKPD
2. Untuk mengetahui prosedur dan penyusunan laporan keuangan SKPD
3. Untuk memenuhi nilai mata kuliah Akuntansi Pemerintahan

i
BAB II TINJAUAN TEORI

2.1. Kerangka Hukum


Hal yang paling mendasar dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan adalah
penerapan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Dalam penyusunan laporan keuangan
pemerintah daerah diharapkan selalu berpedoman pada standar yang telah ditentukan.
Mengacu dengan amanat UU no.17 tahun 2003 tentang keuangan negara, pemerintah
menerbitkan peraturan pemerintah nomor 24 Tahun 2005 yang kemudian digantikan dengan
peraturan pemerintah nomor 71 Tahun 2010 mengenai standar akuntansi pemerintah (SAP).
PP no.71 tahun 2010 merupakan pedoman dalam proses penyusunan dan menyajikan laporan
keuangan pemerintah dan merupakan syarat mutlak yang harus dijadikan pedoman dalam
penyusunan agar kualitas laporan keuangan pemerintah di Indonesia dapat ditingkatkan.

2.2. Deskripsi Kegiatan


2.2.1. Definisi
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah perangkat daerah pada pemerintah
daerah selaku pengguna anggaran / pengguna barang. Laporan keuangan yang dihasilkan
SKPD merupakan hasil proses akuntansi sesuai dengan siklus akuntansi yang dilaksanakan
sebelumnya yaitu tahap pengidentifikasian dokumen sumber, tahap penjurnalan, dan tahap
posting ke buku besar masing-masing akun. Agar memudahkan kontrol dalam penyusunan
laporan keuangan secara manual dapat dibantu melalui penyusunan Kertas Kerja (Worksheet).

Langkah-langkah dalam penyusunan laporan keuangan SKPD sesuai dengan kertas


kerja yang dibuat terdiri atas Neraca Saldo, Jurnal Penyesuaian, Neraca Saldo setelah
Penyesuaian, Laporan Realisasi Anggaran sebelum konversi dan Laporan Realisasi Anggaran
setelah konversi, Jurnal Penutupan, kemudian menyusun Neraca sebelum konversi dan Neraca
setelah konversi.

2.2.2. Pengakuan
Pengakuan dalam akuntansi adalah proses penetapan terpenuhinya kriteria pencatatan
suatu kejadian atau peristiwa dalam catatan akuntansi sehingga akan menjadi bagian yang
melengkapi unsur aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan-LRA, belanja, pendapatan-LO, dan

2
beban, sebagaimana akan termuat pada laporan keuangan entitas pelaporan yang bersangkutan.
Pengakuan diwujudkan dalam pencatatan jumlah uang terhadap pos-pos laporan keuangan
yang terpengaruh oleh kejadian atau peristiwa terkait.

a. Akuntansi Aset SKPD


Asset diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh oleh pemerintah
dan mempunyai nilai atau beban yang dapat diukur dengan andal. Dengan kata lain, asset
diakui pada saat diterima atau kepemilikannya dan/ atau kepenguasaannya berpindah. Aset
tidak diakui jika pengeluaran telah terjadi dan manfaat ekonominya dipandang tidak mungkin
diperoleh pemerintah setelah periode akuntansi berjalan.
Sejalan dengan penerapan basis akrual, aset dalam bentuk piutang atau beban dibayar di
muka diakui ketika hak klaim untuk mendapatkan arus kas masuk atau manfaat ekonomi
lainnya dari entitas lain telah atau tetap masih terpenuhi, dan nilai klaim tersebut dapat diukur
atau diestimasi.

Aset dalam bentuk kas yang diperoleh pemerintah antara lain bersumber dari pajak, bea
masuk, cukai, penerimaan bukan pajak, retribusi, pungutan hasil pemanfaatan kekayaan
negara, transfer, dan setoran lain-lain, serta penerimaan pembiayaan, seperti hasil pinjaman.

b. Akuntansi Kewajiban SKPD

Kewajiban diakui jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya ekonomi
akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban yang ada sampai saat pelaporan, dan
perubahan atas kewajiban tersebut mempunyai nilai penyelesaian yang dapat diukur dengan
andal.
Sejalan dengan penerapan basis akrual, kewajiban diakui pada saat dana pinjaman
diterima atau pada saat kewajiban timbul

c. Akuntansi Pendapatan SKPD

Pendapatan LRA diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau
oleh entitas pelaporan.

3
Pendapatan LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan tersebut atau ada aliran
masuk sumber daya ekonomi

d. Akuntansi Belanja dan Beban SKPD

Belanja menurut basis kas diakui pada saat teradinya pengeluaran dari transaksi kas umum
daerah atau entitas peLaporan. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran
pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh
unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan.
Belanja menurut basis akrual diakui pada saat timbulnya kewajiban atau pada saat diperoleh
manfaat
Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban, terjadinya konsumsi asset, atau terjadinya
penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa.

2.2.3. Pengukuran
Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan
setiap pos dalam laporan keuangan. Pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan
menggunakan nilai perolehan historis. Aset dicatat Sebesar pengeluaran/penggunaan sumber
daya ekonomi atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset
tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang digunakan
pemerintah untuk memenuhi kewajiban yang bersangkutan.

2.2.4. Pengungkapan
a. Akuntansi Aset SKPD
Pengukuran asset adalah sebagai berikut :
1. kas dicatat sebesar nilai nominal
2. Investasi jangka pendek dicatat sebesar nilai perolehan
3. Piutang dicatat sebesar nilai nominal
4. Persediaan dicatat sebesar:
Beban perolehan apabila diperoleh dengan pembelian;
Beban standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;

4
Nilai wajar apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/ rampasan.

b. Akuntansi Kewajiban SKPD


Kewajiban diukur sebesar nilai nominal. Kewajiban dalam mata uang asing
dikonversikan dan dinyatakan dalam mata uang rupiah. Konversi mata uang asing
menggunakan kurs tengan bank sentral pada saat neraca.

c. Akuntansi Pendapatan SKPD


Pengukuran pendapatan menggunakan mata uang rupiah. Pendapatan yang diukur dengan
mata uang asing harus dikonversi ke mata uang rupiah berdasarkan kurs tengan Bank
Indonesia pada tanggal transaksi.

d. Akuntansi Belanja dan Beban SKPD


Pengukuran belanja dan beban menggunakan mata uang rupiah. Belanja dan beban yang
diukur dengan mata uang asing harus dikonversi ke mata uang rupiah berdasarkan kurs
tengan Bank Indonesia pada tanggal transaksi.

2.2.5. Penyusunan Laporan Keuangan SKPD


2.2.5.1. Prosedur Akuntansi SKPD dan Standar Jurnal
Akuntansi di SKPD meliputi prosedur akuntansi yang terdiri serangkaian proses, baik
manual maupun terkomputerisasi, mulai dari pencatatan, penggolongan, sampai peringkasan
transaksi dan/atau kejadian keuangan serta pelaporan keuangan dalam rangka
mempertanggungjawabkan pelaksanaan APBD oleh SKPD. Sebagai entitas akuntansi, SKPD
melakukan proses akuntansi yang dimulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan
Laporan Keuangan. Transaksi-transaksi tersebut dicatat oleh PPK-SKPD sesuai dengan
dokumen transaksinya ke dalam buku jurnal. Prosedur Akuntansi di SKPD meliputi:

1) Prosedur Akuntansi Penerimaan Kas


Akuntansi penerimaan kas pada SKPD meliputi serangkaian proses, baik manual
maupun terkomputerisasi, mulai dari pencatatan, penggolongan, sampai peringkasan
transaksi dan/atau kejadian keuangan serta pelaporan keuangan yang berkaitan dengan
penerimaan kas dari pendapatan SKPD.

5
Pada umumnya transaksi pendapatan yang ada di lingkungan SKPD berasal dari penerimaan
Pendapatan Asli Daerah (PAD), meliputi:
1. Pajak Daerah;
2. Retribusi Daerah;
3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan; dan
4. Lain-lain PAD yang Sah.

Dokumen Sumber yang Digunakan

Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar pencatatan transaksi penerimaan kas
(penerimaan pendapatan) adalah sebagai berikut:
1. Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) merupakan dokumen yang dibuat oleh Pejabat
Pengelola Keuangan Daerah/Pejabat yang ditunjuk untuk menetapkan Pajak Daerah atas
Wajib Pajak.
2. Surat Ketetapan Retribusi (SKR) merupakan dokumen yang dibuat oleh Pengguna
Anggaran/Pejabat yang ditunjuk untuk menetapkan Retribusi atas Wajib Retribusi.
3. Surat Tanda Setoran (STS) merupakan dokumen yang diselenggarakan Bendahara
Penerimaan untuk menyetor/mencatat transaksi penerimaan daerah dan bagi PPK-SKPD
untuk dijadikan dokumen dalam menyelenggarakan akuntansi pada SKPD.
4. Bukti Transfer merupakan dokumen atau bukti atas transfer penerimaan daerah.
5. Nota Kredit Bank merupakan dokumen atau bukti dari Bank yang menunjukkan adanya
transfer uang masuk ke rekening kas umum daerah.

Standar Jurnal Transaksi Penerimaan Kas Pendapatan

Berikut adalah standar Jurnal untuk mencatat transaksi penerimaan kas pendapatan di SKPD:
No Transaksi Standar Jurnal
1 Penerimaan kas pendapatan Dr. Kas di Bend. Penerimaan................XX
pajak daerah Cr. Pajak Daerah ...................................XX

2 Penerimaan kas pendapatan Dr. Kas di Bend. Penerimaan................XX


retribusi daerah Cr. Retribusi Daerah..............................XX

6
3 Penerimaan kas hasil Dr. Kas di Bend. Penerimaan.................XX
pengelolaan kekayaan daerah Cr. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang
yang dipisahkan dipisahkan...............................................XX

4 Penerimaan kas lain-lain PAD Dr. Kas di Bend. Penerimaan................XX


yang sah Cr. Lain-lain PAD yang Sah ...................XX

2) Prosedur Akuntansi Pengeluaran Kas


Akuntansi pengeluaran kas pada SKPD meliputi serangkaian proses, baik manual maupun
terkomputerisasi, mulai dari pencatatan, penggolongan, sampai peringkasan transaksi dan/atau
kejadian keuangan serta pelaporan keuangan yang berkaitan dengan pengeluaran kas belanja
SKPD. Akuntansi pengeluaran kas pada SKPD meliputi akuntansi untuk belanja melalui
mekanisme Uang Persediaan (UP)/Ganti Uang (GU)/Tambah Uang (TU) dan belanja langsung
(LS) dimana bendahara pengeluaran menerima kas untuk pengeluaran belanja tersebut.

Dokumen Sumber yang Digunakan

Secara ringkas dokumen sumber untuk prosedur akuntansi pengeluaran kas dapat dilihat pada
tabel berikut ini:
No Transaksi Belanja Dokumen Sumber Lampiran Dokumen Sumber
1 Belanja dengan Bukti Pengesahan SPJ SPD, SPP, SPM, SP2D, SPJ
mekanisme & Bukti Transaksi Lainnya
UP/GU/TU
2 Belanja dengan SP2D, NOTA DEBIT SPD, SPP, SPM
mekanisme LS BANK & Bukti Pengeluaran
(bendahara Lainnya
pengeluaran
menerima kas terlebih
dahulu)

Standar Jurnal Transaksi Pengeluaran Kas

Berikut adalah standar Jurnal untuk mencatat transaksi pengeluaran kas di SKPD:

No Transaksi Standar Jurnal


1 Pelaksanaan belanja dengan Dr. Belanja..................................XX
menggunakan uang persediaan yang

7
sebelumnya dicairkan melalui SP2D Cr. Kas di Bend. Pengeluaran.....XX
UP/GU/TU
2 Pelaksanaan belanja dengan Dr. Belanja.................................XX
menggunakan uang persediaan yang Cr. Kas di Bend. Pengeluaran....XX
sebelumnya dicairkan melalui SP2D LS
dan kas diterima terlebih dahulu oleh
Bendahara Pengeluaran
3 Transaksi pemberian panjar kepada Dr. Piutang Lainnya-Panjar........XX
Penerima panjar Cr. Kas di Bend. Pengeluaran.....XX

3) Prosedur Akuntansi Transaksi Kas Lainnya


Akuntansi transaksi kas lainnya pada SKPD meliputi serangkaian proses, baik manual
maupun terkomputerisasi, mulai dari pencatatan, penggolongan, sampai peringkasan transaksi
dan/atau kejadian keuangan serta pelaporan keuangan yang berkaitan dengan penerimaan kas
selain dari pendapatan dan pengeluaran kas selain pengeluaran belanja SKPD.
Contoh dari transaksi penerimaan kas selain pendapatan adalah penerimaan SP2D
UP/GU/TU, penerimaan SP2D LS di mana kas diterima terlebih dahulu oleh bendahara
pengeluaran, penerimaan kas pungutan pajak, dan penerimaan jasa giro oleh bendahara
penerimaan dan bendahara pengeluaran (untuk SKPD yang tidak memiliki target anggaran
penerimaan PAD dari jasa giro).
Contoh dari transaksi pengeluaran kas selain belanja SKPD adalah penyetoran pendapatan
oleh bendahara penerimaan ke rekening Kas Daerah, penyetoran pengembalian belanja dan
jasa giro oleh bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran (untuk SKPD yang tidak
memiliki target anggaran penerimaan PAD dari jasa giro).

Standar Jurnal Penerimaan Kas selain Pendapatan

Berikut adalah standar Jurnal untuk mencatat transaksi penerimaan kas selain pendapatan di
SKPD:

No Transaksi Standar Jurnal


1 Pelaksanaan belanja dengan Dr. Kas di Bend. Pengeluaran.XX
menggunakan uang persediaan yang Cr. RK-PPKD..............XX

8
sebelumnya dicairkan melalui SP2D
UP/GU/TU
2 Penerimaan SP2D LS dan kas diterima Dr. Kas di Bend. Pengeluaran.XX
terlebih dahulu oleh Bendahara Cr. RK-PPKD..................XX
Pengeluaran
3 Penerimaan Pungutan/ Pemotongan Pajak Dr. Kas di Bend. Pengeluaran.XX
(PPN dan PPh) Cr.Utang Pajak .......XX

4 Penerimaan Jasa Giro oleh Bendahara Dr. Kas di Bend. Penerimaan........XX


Penerimaan (SKPD tidak memiliki target Cr. RK-PPKD............................XX
penerimaan dari jasa giro)
5 Penerimaan Jasa Giro oleh Bendahara Dr. Kas di Bend. Pengeluaran .XX
Pengeluaran (SKPD tidak memiliki target Cr. RK-PPKD...........................XX
penerimaan dari jasa giro)

Standar Jurnal Transaksi Pengeluaran Kas selain Belanja

Berikut adalah standar Jurnal untuk mencatat transaksi pengeluaran kas selain belanja di
SKPD:

No Transaksi Standar Jurnal


1 Penyetoran Pendapatan ke Kas Daerah Dr. RK-PPKD ........................XX
Cr.Kas di Bend. Penerimaan..........XX

2 Penyetoran Pungutan/ Pemotongan Pajak Dr. Utang Pajak ............XX


(PPN dan PPh) Cr. Kas di Bend. Pengeluaran....XX

3 Penyetoran Jasa Giro oleh Bendahara Dr. RK-PPKD ...............XX


Penerimaan (untuk SKPD yang tidak Cr.Kas di Bend. Penerimaan......XX
memiliki target penerimaan jasa giro)
4 Penyetoran Jasa Giro oleh Bendahara Dr. RK-PPKD ............XX
Pengeluaran (untuk SKPD yang tidak Cr.Kas di Bend. Pengeluaran.....XX
memiliki target penerimaan jasa giro)
5 Penyetoran pengembalian belanja dan Dr. RK-PPKD.........XX
sisa kas SP2D UP/TU ke Kas Daerah Cr.Kas di Bend. Pengeluaran..XX

4) Prosedur Akuntansi Selain Kas


Prosedur akuntansi ini meliputi penerimaan pendapatan yang tidak melalui bendahara
penerimaan, pengeluaran belanja yang tidak melalui bendahara pengeluaran, koreksi karena

9
salah pencatatan, pemindahan klasifikasi akun. Penerimaan pendapatan yang tidak melalui
bendahara penerimaan terjadi apabila wajib pajak daerah, wajib retribusi, atau pihak ketiga
menyetorkan langsung ke rekening Kas Daerah.
Pengeluaran belanja selain kas meliputi pengeluaran belanja melalui mekanisme belanja
(LS) dimana bendahara pengeluaran tidak menerima kas untuk pengeluaran belanja tersebut,
melainkan Kas Daerah langsung melakukan pemindahbukuan kepada pihak ketiga.
Koreksi karena salah pencatatan meliputi kesalahan dalam mencatat akun pendapatan,
belanja, pembiayaan, aset, kewajiban, dan ekuitas dana. Koreksi ini hanya memindahkan
klasifikasi akun tanpa ada kas yang terlibat.

Dokumen Sumber

Dokumen yang digunakan adalah sebagai berikut:


No Transaksi Belanja Dokumen Sumber Lampiran Dokumen Sumber
1 Penerimaan 1. STS a. SKPD
Pendapatan yang 2. Nota kredit bank b. SKR
Disetor Langsung ke 3. Bukti memorial c. Surat tanda bukti
Kas Daerah pembayaran d. Bukti
penerimaan lainnya

2 Belanja dengan 1. SP2D a. SPD


mekanisme LS ke 2. Nota debit bank b. SPP
Rekening Pihak 3. Bukti pengeluaran lainnya c. SPM
Ketiga 4. Bukti memorial d. BAST barang/jasa
e. Kontrak Pengadaan
Barang/Jasa

3 Koreksi kesalahan 1. STS a. SKPD


2. Nota kredit bank b. SKR
3. SP2D c. Tanda bukti pembayaran
4. Nota debit bank d. BAST barang/jasa
5. Bukti penerimaan/ e. Kontrak Pengadaan
pengeluaran lainnya Barang/Jasa
6. Bukti memorial f. Bukti lainnya

Standar Jurnal Selain Kas

10
Berikut adalah standar Jurnal untuk mencatat transaksi selain kas di SKPD:
No Transaksi Standar Jurnal
1 Penerimaan Pendapatan yang tidak Dr. RK-PPKD ...........................XX
melalui bendahara penerimaan Cr. Pendapat...............................XX

2 Penerimaan SP2D LS ke rekening pihak Dr. Belanja ................................XX


ketiga Cr. RK-PPKD ...................XX

3 Koreksi alternatif 1 Dr. Akun yang benar ................XX


Cr. Akun yang salah .................XX

4 Koreksi alternatif 2 Dr. Akun yang salah ..................XX


Cr. Akun yang benar...............XX

5) Prosedur Akuntansi Asset


Aset tetap pada SKPD umumnya terdiri atas kelompok:
1. Aset Lancar (Current Asset), terdiri dari: Kas, Piutang, dan Persediaan.
2. Aset Tidak Lancar (Non-Currents Asset), terdiri dari: Aset Tetap dan Aset Lainnya.

A. Prosedur Akuntansi Aset Kas


Prosedur akuntansi untuk aset kas sudah melekat pada transaksi penerimaan dan
pengeluaran kas serta transaksi kas lainnya.

B. Prosedur Akuntansi Aset Piutang (dapat ditagih/diterima sampai dengan 12 bulan)


Piutang pada SKPD dapat berupa piutang pajak, piutang retribusi dan piutang lainnya.

Dokumen Sumber

Dokumen yang digunakan adalah sebagai berikut:


1. Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) merupakan dokumen yang dibuat oleh
Pejabat Pengelola Keuangan Daerah/Pejabat yang ditunjuk untuk menetapkan Pajak
Daerah atas Wajib Pajak.
2. Surat Ketetapan Retribusi (SKR) merupakan dokumen yang dibuat oleh Pengguna
Anggaran/Pejabat yang ditunjuk untuk menetapkan Retribusi atas Wajib Retribusi.

11
3. Berita acara hasil opname/inventarisasi piutang.
4. Bukti memorial adalah dokumen sumber untuk dasar pencatatan ke dalam Jurnal
Umum.
5. Bukti lainnya.

Standar Jurnal Akuntansi Aset Piutang

Berikut adalah standar Jurnal untuk mencatat transaksi piutang di SKPD:


No Transaksi Standar Jurnal
1 Pengakuan Piutang di akhir Dr. Piutang......................................................XX
peiode (triwulanan/tahunan) Cr. Cadangan Piutang..........................XX

2 Pada saat awal triwulan/tahun Dr. Cadangan Piutang......................................XX


berikutnya, saldo piutang Cr. Piutang...........................................XX
dilakukan jurnal balik
3 Pengakuan Bagian Lancar Dr. Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran....XX
Tagihan Penjualan Angsuran di Dr. Diinvestasikan dalam Aset Lainnya-Tagihan Piutang
akhir periode (triwulan/tahunan) Penjualan
Angsuran......XX
Cr. Cadangan Piutang..................................XX
Cr. Tagihan Penjualan Angsuran............................ XX

4 Pada saat awal triwulan/tahun Dr. Cadangan Piutang......................XX


berikutnya, saldo Bagian Lancar Dr. Tagihan Penjualan Angsuran........................... XX
Penjualan Angsuran dilakukan Cr. Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran....XX
Jurnal Balik Cr. Diinvestasikan dalam Aset Lainnya-Tagihan Piutang
Penjualan Angsuran...................................XX

5 Pengakuan Bagian Lancar Dr. Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi.................XX


Tuntutan Ganti Rugi di akhir Dr. Diinvestasikan dalam Aset Lainnya-Tagihan Tagihan
peiode (triwulanan/tahunan) Tuntutan Ganti Rugi..XX
Cr. Cadangan Piutang..................................XX Cr.
Tuntutan Ganti Rugi......................................... XX

6 Pada saat awal triwulan/tahun Dr. Cadangan Piutang.................................XX


berikutnya, saldo Bagian Lancar Dr. Tuntutan Ganti Rugi......................................... XX
Tuntutan Ganti Rugi dilakukan Cr. Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi ................XX
Jurnal Balik Cr. Diinvestasikan dalam Aset Lainnya-Tagihan Piutang
Tuntutan Ganti Rugi..................................XX

12
C. Prosedur Akuntansi Aset Persediaan
Persediaan dicatat pada akhir periode akuntansi (triwulanan/tahunan) dan dihitung
berdasarkan inventarisasi fisik persediaan dengan menggunakan nilai perolehan terakhir.
Persediaan dapat berupa:
1. Barang konsumsi;
2. Barang pakai habis;
3. Barang cetakan;
4. Perangko dan materai;
5. Obat-obatan dan bahan farmasi;
6. Amunisi;
7. Bahan untuk pemeliharaan;
8. Suku cadang;
9. Persediaan untuk tujuan strategis/berjaga-jaga;
10. Pita cukai dan leges;
11. Bahan baku ;
12. Barang dalam proses/setengah jadi;
13. Tanah/bangunan/barang lainnya untuk dijual atau diserahkan/dihibahkan kepada
masyarakat;
14. Hewan dan tanaman, untuk dijual atau diserahkan/dihibahkan kepada masyarakat

Dokumen Sumber

Dokumen yang digunakan adalah sebagai berikut:


1. Buku inventaris barang,
2. Berita acara hasil opname/inventarisasi persediaan,
3. Bukti memorial yang merupakan dasar pencatatan ke dalam Jurnal Umum,
4. Bukti lainnya.

Standar Jurnal Persediaan

Berikut adalah standar Jurnal untuk mencatat transaksi persediaan di SKPD:

13
No Transaksi Standar Jurnal
1 Pengakuan persediaan di akhir Dr. Persediaan.........................................XX
periode (triwulanan/tahunan) Cr. Cadangan Persediaan.....................XX

2 Pada saat awal triwulan/tahun, Dr. Cadangan Persediaan.........................XX


saldo persediaan dilakukan jurnal Cr. Persediaan...............................XX
balik

D. Prosedur Akuntansi Aset Tetap


Akuntansi aset tetap pada SKPD meliputi serangkaian proses, baik manual maupun
terkomputerisasi, mulai dari pencatatan, penggolongan, sampai peringkasan transaksi
dan/atau kejadian keuangan serta pelaporan keuangan yang berkaitan dengan transaksi
aset tetap yang dikuasai/dimiliki SKPD berupa perolehan, pemeliharaan, rehabilitasi,
perubahan klasifikasi, dan penyusutan.

Dokumen Sumber

Dokumen yang digunakan adalah sebagai berikut:


1. Buku inventaris barang,
2. Berita acara serah terima pekerjaan,
3. Berita acara penilaian,
4. Berita acara serah terima barang,
5. Surat keputusan penghapusan,
6. Surat keputusan hibah,
7. Berita acara pemusnahan,
8. Surat keputusan mutasi barang (antar SKPD),
9. Bukti memorial yang merupakan dasar pencatatan ke dalam Jurnal Umum,
10. Bukti lainnya.

Standar Jurnal Aset Tetap


Berikut adalah standar Jurnal untuk mencatat transaksi aset tetap di SKPD:
No Transaksi Standar Jurnal
1 Pengakuan aset tetap hasil Dr. Aset Tetap........................................XX
pengadaan/hibah Cr. Diinvestasikan dlm Aset Tetap........XX

14
2 Pelepasan aset tetap Dr. Diinvestasikan dlm Aset Tetap....... XX
Cr. Aset Tetap............................XX

3 Pengakuan konstruksi dalam Dr. Konstruksi dalam Penggerjaan....... XX


pengerjaan Cr. Diinvestasikan dlm Aset Tetap....... XX

4 Jika konstruksi sudah selesai Dr. Diinvestasikan dlm Aset Tetap....XX


dilakukan (misalkan aset yang Dr. Gedung.............................................XX
dihasilkan adalah gedung) Cr. Konstruksi dalam Pengerjaan.......... XX
Cr. Diinvestasikan dlm Aset Tetap.........XX

5 Penyusutan (depresiasi) Dr. Diinvestasikan dlm Aset Tetap........XX


Cr. Akumulasi Depresiasi.......................XX

6) Prosedur Akuntansi Kewajiban


Akuntansi kewajiban pada SKPD meliputi serangkaian proses, baik manual maupun
terkomputerisasi, mulai dari pencatatan, penggolongan, sampai peringkasan transaksi
dan/atau kejadian keuangan serta pelaporan keuangan yang berkaitan dengan
kewajiban/utang SKPD.
Pada umumnya kewajiban yang timbul dalam transaksi SKPD adalah kewajiban jangka
pendek dalam bentuk utang pemotongan pajak dan utang kepada pihak ketiga yang berasal
dari pengadaan barang/jasa.

Dokumen Sumber

Secara ringkas dokumen sumber untuk prosedur akuntansi kewajiban dapat dilihat pada tabel
berikut ini:
No Transaksi Belanja Dokumen Sumber Lampiran Dokumen Sumber
1 Penerimaan Utang 1. Daftar/Bukti Potongan a. SPM
Pemotongan Pajak Pajak b. SP2D
2. Bukti memorial
2 Pelunasan Utang 1. Surat Setoran Pajak a. SP2D
Pemotongan Pajak 2. Daftar/Bukti Potongan . Bukti pengeluaran lainnya
Pajak (SPJ)
3. Bukti memorial
3 Pengakuan Utang 1. BAST barang/jasa a. SPP
karena pengadaan 2. Bukti memorial b. SPM
barang/jasa

15
c. Kontrak pengadaan
barang/jasa

4 Pelunasan Utang 1. SP2D a. SPM


karena pengadaan 2. Nota Debet b. Kontrak pengadaan
barang/jasa 3. Bukti memorial barang/jasa
c. BAST Barang/jasa

Standar Jurnal Kewajiban

Berikut adalah standar Jurnal untuk mencatat transaksi kewajiban di SKPD:


No Transaksi Standar Jurnal
1 Penerimaan Utang Pemotongan Pajak Dr. Kas di Bend. Pengeluaran... XX
Cr. Utang Pajak...........................XX

2 Pelunasan Utang Pemotongan Pajak Dr. Utang Pajak.............................XX Cr.


Kas di Bend. Pengeluaran........XX

3 Pengakuan Utang karena pengadaan Dr. Dana yg harus disediakan untuk


barang/jasa pembayaran utang jangka pendek
....XX
Cr.Utang Jangka Pendek
Lainnya...........................................XX

4 Pelunasan Utang karena pengadaan Dr. Utang Jangka Pendek Lainnya


barang/jasa ........XX
Cr. Dana yg harus disediakan untuk
pembayaran utang jangka
pendek.............................................XX

7) Prosedur Akuntansi Koreksi Transaksi Pengembalian Pendapatan dan Belanja


Akuntansi koreksi terhadap pengembalian pendapatan dan belanja pada SKPD meliputi
serangkaian proses, baik manual maupun terkomputerisasi, mulai dari pencatatan,
penggolongan, sampai peringkasan transaksi dan/atau kejadian keuangan serta pelaporan
keuangan yang berkaitan dengan koreksi pendapatan dan belanja SKPD yang mengakibatkan
adanya pengembalian yang melibatkan penerimaan/pengeluaran kas dari/ke rekening Kas
Umum Daerah dan/atau rekening bendahara.

16
Pengembalian pendapatan pada SKPD merupakan pengembalian yang sifatnya:

a. Berulang (recurring) baik yang terjadi di periode berjalan atau periode sebelumnya,
b. Tidak berulang (non-recurring) tetapi terjadi dalam periode yang berjalan.

Pengembalian belanja yang menyebabkan penerimaan kembali belanja yang terjadi pada:

1. Periode tahun anggaran berjalan dicatat sebagai pengurang belanja berkenaan,


2. Periode tahun anggaran sebelumnya dicatat sebagai penerimaan pendapatan dan laporan
keuangan sudah diterbitkan.

Dokumen Sumber

Secara ringkas dokumen sumber untuk prosedur akuntansi koreksi pengembalian pendapatan
dan belanja dapat dilihat pada tabel berikut ini:
No Transaksi Belanja Dokumen Sumber Lampiran Dokumen Sumber
1 Pengembalian 1. SP2D a. SKPD/SKR, STS, Tanda
kelebihan pendapatan 2. Nota debit bank bukti penerimaan lainnya
3. Bukti pengeluaran b. SPJ Bendahara
lainnya Penerimaan
4. Bukti memorial
2 Pengembalian 1. STS a. SPD, SPP, SPM
kelebihan belanja 2. Nota kredit bank b. SP2D
3. Bukti penerimaan lainnya c. SPJ bendahara
4. Bukti memorial pengeluaran

Standar Jurnal Koreksi Pengembalian Pendapatan dan Belanja

Berikut adalah standar Jurnal untuk mencatat transaksi koreksi pengembalian pendapatan dan
belanja di SKPD:

No Transaksi Standar Jurnal


1 Pengembalian Kelebihan Pendapatan Dr. Pendapatan....................XX
periode berjalan dan dana belum Cr. Kas di bend. Penerimaan......XX
disetorkan ke kas daerah
2 Pengembalian Kelebihan Pendapatan Dr. Pendapatan.......................XX
periode berjalan (dana sudah disetorkan Cr. RK PPKD.............XX
ke kas daerah) atau periode sebelumnya

17
dimana laporan keuangan belum
diterbitkan
3 Pengembalian kelebihan belanja periode Dr. Kas di Bend. Pengeluaran........XX
berjalan atau periode sebelumnya dimana Cr. Belanja.....................................XX
laporan keuangan belum diterbitkan (kas
diterima oleh bendahara pengeluaran)
4 Pengembalian kelebihan belanja periode Dr. RK PPKD ................................XX
berjalan atau periode sebelumnya dimana Cr. Belanja......................................XX
laporan keuangan belum diterbitkan, kas
tidak diterima oleh Bendahara
Pengeluaran (disetor langsung ke kas
daerah)
5 Pengembalian kelebihan belanja periode Dr. RK PPKD ...............................XX
sebelumnya, laporan keuangan sudah Cr. Pendapatan Lain-lain...............XX
diterbitkan (sudah diaudit), transaksi ini
hanya dibukukan di DPPKAD sebagai
SKPD

2.2.5.2. Komponen Penyusunan Laporan Keuangan


Laporan Keuangan yang dihasilkan pada tingkat SKPD dihasilkan melalui proses
akuntansi lanjutan yang dilakukan oleh PPK-SKPD. Jurnal dan posting yang telah dilakukan
terhadap transaksi keuangan menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan.

Dari 7 Laporan Keuangan wajib yang terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71
Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, terdapat 5 Laporan Keuangan yang
dibuat oleh SKPD. Berikut adalah perbedaan penyusunan laporan antara SKPD dengan
SKPKD, yaitu :

SKPD SKPKD
Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
Neraca Laporan Perubahan SAL
Laporan Operasional Neraca
Laporan Perubahan Ekuitas Laporan Operasional
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan Arus Kas
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)

18
Bagan berikut ini menunjukkan proses penyusunan Laporan Keuangan SKPD:

1. Pihak-Pihak Terkait
Pihak-pihak yang terkait dalam prosedur penyusunan laporan keuangan adalah :
a. Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK-SKPD)

b. Pengguna Anggaran

2. Langkah-Langkah Teknis
a) Menyiapkan Kertas Kerja
PPK-SKPD menyiapkan kertas kerja (worksheet) sebagai alat untuk menyusun Laporan
Keuangan. Kertas kerja adalah alat bantu yang digunakan dalam proses pembuatan Laporan
Keuangan. Kertas kerja berguna untuk mempermudah proses pembuatan laporan keuangan
yang dihasilkan secara manual.

19
1) Mengisi Neraca Saldo sebelum penyesuaian
PPK-SKPD melakukan rekapitulasi saldo-saldo buku besar menjadi neraca saldo.

2) Membuat Jurnal Penyesuaian


PPK-SKPD membuat jurnal penyesuaian. Jurnal ini dibuat dengan tujuan melakukan
penyesuaian atas saldo pada akun-akun tertentu dan pengakuan atas transaksi-transaksi
yang bersifat akrual.
Jurnal penyesuaian yang diperlukan antara lain digunakan untuk:
a. Koreksi kesalahan/Pemindahbukuan

b. Pencatatan jurnal yang belum dilakukan

c. Pencatatan piutang, persediaan dan atau aset lainnya pada akhir tahun

3) Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian


PPK-SKPD melakukan penyesuaian atas neraca saldo berdasarkan jurnal
penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya.

b) Menyusun Laporan Keuangan


1) Menyusun LRA, membuat jurnal penutup LRA, dan Neraca Saldo setelah
Penutupan LRA
Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan, Akuntansi SKPD mengidentifikasi
akun-akun yang termasuk dalam komponen Laporan Realisasi Anggaran dan kemudian
disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran.
Bersamaan dengan pembuatan LRA, Akuntansi SKPD juga membuat jurnal penutup.
Prinsip penutupan ini adalah membuat nilai akun-akun LRA menjadi 0.

2) Menyusun LO, jurnal penutup LO dan Neraca Saldo setelah Penutupan LO


Bersamaan dengan pembuatan LO, Akuntansi SKPD juga membuat jurnal penutup.
Prinsip penutupan ini adalah membuat nilai akun-akun LO menjadi 0

3) Menyusun Neraca, membuat jurnal penutup akhir, dan Neraca Saldo akhir

20
Berdasarkan Neraca Saldo setelah Penutupan LO, Akuntansi SKPD membuat Neraca.
Bersamaan dengan pembuatan Neraca, Akuntansi SKPD membuat jurnal penutup akhir
untuk menutup akun Surplus (Defisit) LO ke akun Ekuitas. Kemudian, setelah membuat
jurnal penutup akhir, Akuntansi SKPD menyusun Neraca Saldo Akhir. Neraca Saldo Akhir
ini akan menjadi Neraca Awal untuk periode akuntansi yang selanjutnya.

4) Menyusun Laporan Perubahan Ekuitas


Selanjutnya, Akuntansi SKPD membuat Laporan Perubahan Ekuitas menggunakan
data Ekuitas Awal dan data perubahan ekuitas periode berjalan yang salah satunya
diperoleh dari Laporan Opersional yang telah dibuat sebelumnya. Laporan Perubahan
Ekuitas ini akan menggambarkan pergerakan ekuitas SKPD.
Kemudian, setelah membuat jurnal penutupan, Akuntansi SKPD menyusun Neraca Saldo
setelah Penutupan LO.

5) Menyusun Catatan atas Laporan Keuangan


Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka
yang tertera dalam Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan SAL, Laporan
Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, dan Laporan Arus Kas. Hal-hal yang
diungkapkan di dalam Catatan atas Laporan Keuangan antara lain:
a. Informasi umum tentang Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi;

b. Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan dan ekonomi makro;

c. Ikhtisar pencapaian target keuangan selama tahun pelaporan berikut kendala dan
hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target;

d. Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan


akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian
penting lainnya. Rincian dan penjelasan masing-masing pos yang disajikan pada
lembar muka laporan keuangan;

e. Informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan yang


belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan; dan

21
f. Informasi lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan
dalam lembar muka laporan keuangan.

22
BAB III ILUSTRASI JURNAL DAN LAPORAN KEUANGAN SKPD

1. Ilustrasi Jurnal Penerimaan Kas


Pada tanggal 5 Februari 2011 PPK-SKPD Dispenda menerima SPJ Bendahara Penerimaan
beserta lampirannya dari Bendahara Penerimaan. Berdasarkan SPJ dan lampiran tersebut
diketahui bahwa selama bulan Pebruari 2011, Dispenda menerima pendapatan yang
diantaranya adalah sebagai berikut (asumsi penerimaan kas pendapatan melalui bendahara
penerimaan):

1) 5 Pebruari 2011 Dispenda menerima pendapatan yang berasal dari pembayaran pajak hotel
bintang Tiga sebesar Rp10.000.000,00.
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
5/2/2011 1.1.1.02.01 Kas di Bend. Penerimaan 10.000.000
4.1.1.01.01 Pajak Hotel Bintang Tiga 10.000.000

2) 5 Pebruari 2011 Dispenda menerima pendapatan dari pembayaran pajak restoran dari Cafe
Del Mar sebesar Rp2.500.000,00.
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
5/2/2011 1.1.1.02.01 Kas di Bend. Penerimaan 2.500.000
4.1.1.01.03 Pajak Restoran Cafe 2.500.000

3) 10 Pebruari 2011 Dispenda menerima pendapatan yang berasal dari penerimaan sewa lahan
untuk reklame sebesar Rp500.000,00.
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
10/2/2011 1.1.1.02.01 Kas di Bend. Penerimaan 500.000
4.1.2.02.01 Retribusi Pemakaian Kekayaan 500.000
Daerah

Analisis:
1. Transaksi tanggal 5 dan 10 Pebruari 2011 merupakan transaksi penerimaan pendapatan
yang biasa dan hanya mempengaruhi akun kas dan akun pendapatan.
2. Jika pendapatan langsung disetorkan ke rekening Kas Daerah oleh wajib pajak/wajib
retribusi, maka bendahara penerimaan tidak menerima kas terlebih dahulu. Transaksi ini
akan dicatat pada Jurnal Umum.

23
Contoh adalah transaksi tanggal 5 Pebruari 2011, wajib pajak langsung menyetorkan ke Kas
Daerah dan memberikan tembusan bukti pembayaran kepada bendahara penerimaan.

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


5/2/2011 3.4.1.01.01 RK-Pusat 10.000.000
4.1.1.01.01 Pajak Hotel Bintang Tiga 10.000.000
(pencatatan transaksi penerimaan
pendapatan yang disetorkan oleh
WP langsung ke Kas Daerah)

2. Ilustrasi Jurnal Pengeluaran Kas


Pada tanggal 5 Pebruari 2011 PPK-SKPD Dinas Kesehatan menerima SPJ pengeluaran beserta
lampirannya dari Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan. Dari SPJ dan lampirannya tersebut
diketahui bahwa selama bulan Januari 2009 Dinas Kesehatan telah melakukan transaksi
pengeluaran kas sebagai berikut:

Dari transaksi tersebut di atas, PPK-SKPD akan mencatat Jurnal sebagai Berikut

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


2/1/2011 5.1.1.01.01 Gaji Pokok PNS/Uang Repr. 999.510.000
5.1.1.01.02 Tunjangan Keluarga 97.457.125
5.1.1.01.03 Tunjangan Jabatan 99.951.000
5.1.1.01.05 Tunjangan Fungsional Umum 62.469.375
1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 1.259.387.500

24
12/1/2011 1.1.3.13.08 Piutang Lainnya-Panjar 15.000.000
1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 15.000.000

Analisis:
1. Transaksi tanggal 2 Januari 2011 merupakan transaksi yang berasal dari SP2D LS, namun
dana untuk pembayaran gaji pegawai akan ditransfer terlebih dahulu ke rekening bendahara
pengeluaran dan langsung dipindahbukukan ke rekening masing-masing pegawai. Untuk
meminimalisir ketidakcocokan saldo BKU dengan saldo rekening koran bendahara
pengeluaran, maka transaksi ini dicatat sebagaimana transaksi SP2D UP/GU/TU yaitu
bendahara pengeluaran menerima kas terlebih dahulu dan kemudian dipergunakan untuk
membiayai pengeluaran. Transaksi penerimaan SP2D tersebut dicatat secara bruto pada
Jurnal Umum, sedangkan transaksi belanja dicatat secara bruto pada jurnal pengeluaran kas.
Pungutan dan penyetoran IWP, Taperum dan PPh gaji PNS hanya dibukukan oleh PPKD.
2. Transaksi tanggal 12 Januari 2011 merupakan transaksi pemberian panjar/uang muka
kegiatan kepada penerima panjar. Transaksi ini menimbulkan piutang kepada penerima
panjar. Sebelum penerima panjar memberikan SPJ hasil pelaksanaan kegiatan, maka uang
yang telah dikeluarkan oleh bendahara pengeluaran belum bisa dianggap sebagai realisasi
belanja. Apabila penerima panjar telah menyampaikan bukti SPJ kepada bendahara
pengeluaran, maka bendahara pengeluaran akan mencatat pada BKU sebagai penerimaan
kembali panjar dan mencatat pengeluaran belanja sesuai SPJ, sedangkan PPK-SKPD akan
membukukan pada jurnal umum pada akun buku besar kas di bendahara pengeluaran dan
akun piutang lainnya (panjar). Pencatatan belanja berdasarkan hasil panjar dicatat pada
Jurnal Umum. Contoh Pencatatan pada Jurnal Umum:
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
12/1/2011 5.2.2.06.01 Belanja Cetak 15.000.000
1.1.3.13.08 Piutang Lainnya-Panjar 15.000.000

3. Ilustrasi Jurnal Akuntansi Transaksi Kas Lainnya


a. Transaksi Penerimaan Kas Selain Pendapatan

Pada tanggal 5 Pebruari 2011 PPK-SKPD Dinas Kesehatan menerima SPJ pengeluaran beserta
lampirannya dari Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan. Dari SPJ dan lampirannya tersebut

25
diketahui bahwa selama bulan Januari 2011 Dinas Kesehatan telah melakukan transaksi
penerimaan kas selain pendapatan sebagai berikut:

Dari transaksi tersebut di atas, PPK-SKPD akan mencatat Jurnal sebagai Berikut:

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


2/1/2011 1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 1.259.387.500
3.4.1.01.01 RK-PPKD 1.259.387.500
(mencatat transaksi
penerimaan kas bendahara
pengeluaran yang berasal
dari penerimaan SP2D LS
Gaji)
8/1/2011 1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 311.364
2.1.3.02.01 Utang Pemotongan PPh 22 34.091
2.1.3.03.01 Utang Pemotongan PPN 277.273
(mencatat penerimaan kas
pajak pusat yang dipungut
oleh bendahara pengeluaran)
15/1/2011 1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 209.091
2.1.3.02.01 Utang Pemotongan PPh 22 27.273
2.1.3.03.01 Utang Pemotongan PPN 181.818

26
(mencatat penerimaan kas
pajak pusat yang dipungut
oleh bendahara pengeluaran)

Analisis:
1. Transaksi pada tanggal 2 Januari 2011 untuk mencatat penerimaan SP2D LS yang
diterima dahulu kasnya oleh bendahara pengeluaran melalui transfer pada rekening koran.
Potongan PFK tidak dicatat pada bendahara pengeluaran SKPD, namun dicatat pada
BUD.
2. Jurnal untuk transaksi tanggal 8 Januari dan 15 Januari 2011 merupakan ilustrasi jurnal
untuk penerimaan kas PPh dan PPN yang dipungut/dipotong oleh bendahara atas transaksi
pengeluaran belanja yang dilakukan. Transaksi pengeluaran belanja telah diilustrasikan
pada Akuntansi Pengeluaran Kas. Transaksi pengeluaran kas belanja dicatat pada Jurnal
Pengeluaran Kas sebagai berikut:

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


8/1/2011 5.2.2.01.01 Belanja Alat Tulis Kantor 2.500.000
1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 2.500.000

15/1/2011 5.2.2.02.04 Belanja Bahan Obat-obatan 2.000.000


1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 2.000.000

b. Transaksi Pengeluaran Kas Selain Belanja

Pada bagian ini diberikan beberapa contoh transaksi pengeluaran kas selain belanja. Dinas
Kesehatan akan digunakan sebagai ilustrasi SKPD.
Pada tanggal 5 Pebruari 2011 PPK-SKPD Dinas Kesehatan menerima SPJ penerimaan beserta
lampirannya dari Bendahara penerimaan Dinas Kesehatan.
Dari SPJ dan lampirannya tersebut diketahui bahwa selama bulan Januari 2011 Dinas
Kesehatan telah melakukan transaksi pengeluaran kas selain belanja sebagai berikut:
1. 3 Januari 2011 Disetorkan retribusi pelayanan kesehatan senilai Rp1.750.000,00 untuk
penerimaan tanggal 2 Januari 2011.

27
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
3/1/2011 3.4.1.01.01 RK-PPKD 1.750.000
1.1.1.02.01 Kas di Bend. Penerimaan 1.750.000
(mencatat penyetoran kas yang
berasal dari pendapatan dari
bendahara penerimaan)

2. 21 Januari 2011 Disetorkan retribusi pelayanan kesehatan senilai Rp2.150.000,00 untuk


penerimaan tanggal 20 Januari 2011.

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


21/1/2011 3.4.1.01.01 RK-PPKD 2.150.000
1.1.1.02.01 Kas di Bend. Penerimaan 2.150.000
(mencatat penyetoran kas yang
berasal dari pendapatan dari
bendahara penerimaan)

Selain itu, selama tahun anggaran 2011 PPK-SKPD Dinas Kesehatan menerima SPJ
pengeluaran beserta lampirannya dari Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan. Dari SPJ dan
lampirannya tersebut diketahui bahwa selama tahun 2011 Dinas Kesehatan telah melakukan
transaksi pengeluaran kas selain belanja, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. 20 Januari 2011 Terdapat penyetoran PPN sebesar Rp277.273,00 dan Pph 22 sebesar
Rp34.091,00 yang dipungut oleh bendahara pengeluaran untuk pembayaran alat tulis kantor
senilai Rp.2.500.000,00 dari kegiatan penyediaan alat tulis kantor pada tanggal 8 Januari
2011.
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
20/1/2011 2.1.3.02.01 Utang Pemotongan PPh 22 34.091
2.1.3.03.01 Utang Pemotongan PPN 277.273
1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 311.364
(mencatat penyetoran kas pajak
yang dipungut oleh bendahara
pengeluaran)

2. 30 Januari 2011 Bendahara pengeluaran menyetorkan pengembalian kelebihan belanja atas


pembayaran snack rapat pada tanggal 28 Januari 2011 sebesar Rp50.000,00 yang diterima
dari PPTK .

28
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
30/1/2011 3.4.1.01.01 RK-PPKD 50.000
1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 50.000
(mencatat penyetoran kas pajak
yang dipungut oleh bendahara
pengeluaran)

3. 31 Desember 2011 Terdapat jasa giro sebesar Rp255.000,00 pada rekening koran bendahara
pengeluaran dan biaya administrasi bank yang belum diperhitungkan pada bulan Desember
adalah sebesar Rp5.000,00. Sesuai dengan ketentuan pada tanggal 31 Desember bendahara
pengeluaran menyetorkan jasa giro ke rekening kas daerah. Dinas Kesehatan tidak memiliki
target penerimaan dari jasa giro.

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


31/1/2011 3.4.1.01.01 RK-PPKD 250.000
1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 250.000
(penyetoran jasa giro yang
berasal dari rekening koran
bendahara pengeluaran di akhir
tahun)
Analisis:
Jika pada tanggal 31 Desember 2011 bendahara pengeluaran memutuskan untuk menyetorkan
sisa uang yang harus dipertanggungjawabkan (sisa UYHD) sebesar Rp5.000.000,00 ke Kas
Daerah, transaksi ini akan dicatat pada Jurnal Umum sebagai berikut:

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


31/1/2011 3.4.1.01.01 RK-PPKD 5.000.000
1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 5.000.000
(penyetoran sisa kas UYHD oleh
bendahara pengeluaran di akhir
tahun)

4. Ilustrasi Jurnal Akuntansi Selain Kas


a. Penerimaan Pendapatan yang Tidak Melalui Bendahara Penerimaan

29
Pada tanggal 6 Maret 2009 PPK-SKPD DPPKAD menerima SPJ penerimaan beserta
lampirannya dari Bendahara penerimaan DPPKAD. Dari SPJ dan lampirannya tersebut
diketahui bahwa selama bulan Pebruari 2009 terdapat transaksi pendapatan selain kas sebagai
berikut:
5 Pebruari 2011 Berdasarkan STS No 506 tanggal 4 Pebruari, wajib pajak langsung
menyetorkan ke Kas Daerah untuk pembayaran Pajak Hotel Bintang Tiga sebesar
Rp10.000.000,00.

Dari transaksi tersebut di atas, PPK-SKPD akan mencatat pada Jurnal Umum sebagai Berikut:
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
31/1/2011 3.4.1.01.01 RK-PPKD 10.000.000
1.1.1.01.01 Pajak Hotel Bintang Tiga 10.000.000
(penerimaan Pajak Hotel
Bintang Tiga yang disetor
langsung ke Kas Daerah oleh
WP)

b. Penerimaan SP2D LS

5 Maret 2011 Diterima SP2D LS untuk pembayaran tahap I dari pembangunan pustu di
kecamatan Neglasari senilai Rp300.000.000,00 kepada rekening CV. BB di Bank X. Dalam
SP2D LS tersebut dinyatakan bahwa Pajak yang dipungut/dipotong langsung oleh BUD yaitu
PPN sebesar Rp27.272.727,00 dan PPh 22 sebesar Rp5.454.545,00. Nilai tersebut seluruhnya
untuk belanja modal pengadaan konstruksi/pembelian bangunan. Berdasarkan kontrak dengan
pihak III diketahui bahwa total pekerjaan adalah sebesar Rp.980.000.000,00. Pembayaran ini
dibebankan kepada kegiatan pembangunan puskesmas pembantu. Tanggal pemindahbukuan
adalah tanggal 15 Maret 2011.
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
15/3/2011 5.2.3.26.08 Belanja Modal Pengadaan 300.000.000
Konstruksi
3.4.1.01.01 RK-PPKD 300.000.000
(transaksi belanja modal yang
berasal dari SP2D LS)

30
Analisis:
Transaksi tanggal 15 Maret merupakan transaksi belanja yang menghasilkan aset tetap,
walaupun pada tanggal transaksi pelaksanaan pekerjaan belum sepenuhnya diselesaikan,
namun transaksi ini mengakibatkan timbulnya asset tetap berupa konstruksi dalam pengerjaan.
Berdasarkan hal tersebut jurnal korolari harus dibuat. PPK akan mencatat jurnal korolari pada
Jurnal Umum, dengan sisi debet Konstruksi dalam Pengejaan dan sisi kredit Ekuitas Dana
dengan nilai sebesar jumlah belanja yang telah dikeluarkan (sebagaimana pada transaksi 15-
03-11 di bawah ini. Pada akhir pelaksanaan kegiatan dan sesuai dengan berita acara serah
terima pekerjaan/barang, nilai konstruksi dalam pekerjaan akan di-reclass ke pada akun aset
tetap bangunan. Pencatatan asset tetap ini dicatat sesuai dengan prosedur akuntansi aset tetap,
dengan jurnal sebagai berikut:

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


15/3/2011 1.4.6.02.08 KDP Gedung RS/Puskesmas 300.000.000
3.2.2.06.01 Diinvestasikan dlm Aset Tetap- 300.000.000
KD
(pencatatan aset tetap KDP-
gedung yang berasal dari
realisasi belanja modal)

c. Koreksi Pencatatan
1) Koreksi Pendapatan
23 Maret 2011 Terdapat koreksi pendapatan atas STS No 1007 tanggal 21 Maret 2011.
Koreksi ini terjadi karena bendahara penerimaan salah mencatat nilai penerimaan pajak
hiburan sebesar Rp10.000,00, seharusnya nilai penerimaan tersebut adalah sebesar
Rp100.000,00. Kas pajak diterima oleh bendahara penerimaan.

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


23/3/2011 1.1.1.02.01 Kas di Bend. Penerimaan 90.000
4.1.1.03.10 Pajak Restoran 90.000
(koreksi kesalahan mencatat nilai
penerimaan pajak hiburan sesuai
STS No 1007 tanggal 21 Maret
2009)

31
2) Koreksi Belanja
Pada tanggal 5 Juni 2011 PPK-SKPD Dinas Kesehatan menerima SPJ pengeluaran beserta
lampirannya dari Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan. Dari SPJ dan lampirannya
tersebut diketahui bahwa selama bulan Juni 2011 Dinas Kesehatan terdapat koreksi belanja
sebagai berikut:

15 Mei 2011 terdapat koreksi belanja atas bukti transaksi No 506 tanggal 28 April 2011.
Koreksi terjadi karena bendahara pengeluaran salah mencatat transaksi pengeluaran
belanja penggandaan pada kegiatan Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat sebesar
Rp1.250.000,00 seharusnya pengeluaran tersebut adalah untuk belanja cetak.

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


15/5/2011 5.2.2.06.01 Belanja Cetak 1.250.000
5.2.2.06.01 Belanja Penggandaan 1.250.000
(koreksi kesalahan mencatat
transaksi belanja penggandaan
seharusnya belanja cetak pada No
bukti 506 tanggal 28 April 2009)

3) Koreksi Aset
Pada tanggal 30 Oktober 2011 Bendahara barang Dinas Kesehatan melakukan
inventarisasi, berdasarkan laporan hasil inventarisasi diketahui data sebagai berikut:
30 Oktober 2011 Terdapat 1 buah unit komputer PC dalam aset tetap dalam kondisi rusak
berat. Nilai perolehan komputer PC tersebut adalah senilai Rp8.000.000,00. 1 unit
Komputer Notebook senilai Rp14.500.000,00 dicatat dalam Komputer PC.

Dari transaksi tersebut di atas, PPK-SKPD akan mencatat pada Jurnal Umum sebagai
Berikut:
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
30/10/2011 1.6.6.09.01 Aset Lainnya 8.000.000
3.2.2.02.01 Diinvestasikan dlm Aset Tetap- 8.000.000
Peralatan dan Mesin
1.4.2.11.02 Komputer PC 8.000.000

32
3.2.3.06.01 Diinvestasikan dlm Aset 8.000.000
Lainnya- Aset lain-lain
(koreksi aset karena kondisi asset
rusak berat berdasarkan
inventarisasi)

30/10/2011 1.4.2.11.03 Komputer Notebook 14.500.000


1.4.2.11.02 Komputer PC 14.500.000
(koreksi aset PC seharusnya
Notebook berdasarkan
inventarisasi)

Analisis :
1. Transaksi pertama merupakan koreksi aset tetap ke pada aset lainnya. Koreksi ini selain
mengakibatkan perpindahan pada akun aset juga terjadi perubahan pada ekuitas dana,
yaitu dari ekuitas dana diinvestasikan dalam aset tetap kepada akun ekuitas dana
diinvestasikan dalam aset lainnya.
2. Transaksi kedua merupakan koreksi aset dalam obyek aset yang sama yaitu peralatan dan
mesin. Perubahan hanya terjadi pada rincian aset, yaitu dari Komputer PC kepada
Komputer Notebook.

5. Ilustrasi Jurnal Akuntansi Aset


a. Ilustrasi Jurnal Piutang

Pada bagian ini diberikan beberapa contoh transaksi piutang pada SKPD. Dinas
Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) yang bertindak sebagai
SKPD akan digunakan sebagai ilustrasi.

31 Desember 2011 PPK-SKPD melakukan inventarisasi untuk retribusi pemakaian


kekayaan daerah sewa lahan, hal ini dilakukan dengan membandingkan antara catatan SKR
sewa lahan yang sudah diterbitkan dengan bukti pembayaran SKR. Berdasarkan hasil
pembandingan tersebut diketahui bahwa masih terdapat SKR yang telah diterbitkan dan
belum dibayar oleh wajib retribusi sebesar Rp1.050.000,00.

33
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
31/12/2011 1.1.3.02.02 Piutang Retribusi 1.050.000
3.1.3.02.01 Cadangan Piutang Retribusi 1.050.000
(Pengakuan piutang retribusi
sewa lahan per 31 desember 2009
berdasarkan hasil inventarisasi)

Analisis:
Pada awal tahun berikutnya saldo pada akun piutang dibuat jurnal balik. Contohnya pada
tanggal tanggal 2 Januari 2012 dibuat jurnal balik (reversing entry) untuk piutang retribusi.
PPK-SKPD mencatat dalam Jurnal Umum sebagai berikut:

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


2/1/2012 3.1.3.02.01 Cadangan Piutang Retribusi 1.050.000
1.1.3.02.02 Piutang Retribusi 1.050.000
(Jurnal balik saldo piutang
retribusi sewa lahan per 31
Desember 2009)

b. Ilustrasi Jurnal Persediaan

31 Desember 2011 Berdasarkan hasil inventarisasi bendahara barang, terdapat 100 buah
timbangan anak senilai Rp5.000.000,00 yang merupakan hasil pengadaan dari kegiatan tahun
2011 dan direncanakan akan diserahkan/dihibahkan kepada posyandu pada tahun 2012.

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


31/12/2011 1.1.4.09.03 Persediaan Peralatan dan Mesin 5.000.000
3.1.4.09.01 Cadangan Persediaan Tanah/ 5.000.000
Bangunan/Barang untuk
Diserahkan/dijual ke Masayarakat
(pengakuan persediaan peralatan
dan mesin per 31 Desember 2009
berdasarkan hasil inventarisasi)

3.1.4.09.01 Cadangan Persediaan Tanah/ 5.000.000


Bangunan/Barang untuk
Diserahkan/dijual ke Masayarakat

34
1.1.4.09.03 Persediaan Peralatan dan Mesin 5.000.000
(Jurnal balik saldo persediaan
peralatan dan mesin per 31
desember 2009)

c. Ilustrasi Jurnal Aset Tetap

Selama tahun anggaran 2011 PPK-SKPD menerima SPJ dari bendahara pengeluaran yang
berkaitan dengan transaksi aset tetap sebagai berikut:

15 Maret 2011 Diterima SP2D LS untuk pembayaran tahap I dari pembangunan pustu di
kecamatan Neglasari senilai Rp300.000.000,00 kepada CV. BB dengan rekening di Bank X.
Nilai tersebut seluruhnya untuk belanja modal pengadaan konstruksi/pembelian bangunan.
Berdasarkan kontrak dengan pihak ketiga diketahui bahwa total pekerjaan adalah sebesar
Rp980.000.000,00.
Pembayaran ini dibebankan kepada kegiatan pembangunan puskesmas pembantu. Tanggal
pemindahbukuan adalah tanggal 15 Maret 2011.

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


15/3/2011 1.4.6.02.08 KDP Gedung RS/Puskesmas 300.000.000
3.2.2.06.01 Diinvestasikan dlm Aset Tetap-KDP 300.000.000
(Pengakuan aset tetap KDP Gedung
berasal dari pembayaran tahap I)

d. Ilustrasi Jurnal Aset Lainnya

Selama tahun anggaran 2011 PPK-SKPD menerima SPJ dari bendahara pengeluaran yang
berkaitan dengan transaksi aset lainnya sebagai berikut:
25 Mei 2011 Diterima SP2D LS untuk pembayaran pembelian software Pelayanan Kesehatan
senilai Rp500.000.000,00 pada rekening CV. DD di Bank Z. Pembayaran ini dibebankan
kepada kegiatan peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan. Dalam DPA
Dinas Kesehatan, pembelian software ini dianggarkan pada belanja barang dan jasa, yaitu
belanja jasa konsultansi sistem informasi. Serah terima barang dilaksanakan pada tanggal 20
Mei 2011.

35
Dari transaksi tersebut di atas, PPK-SKPD akan mencatat pengakuan aset lainnya pada Jurnal
Umum sebagai Berikut:

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


20/5/2011 1.6.5.01.01 Software Komputer 500.000.000
3.2.3.05.01 Diinvestasikan dlm Aset Lainnya - 500.000.000
Aset Tak Berwujud
(Pengakuan aset lainnya pada saat
diperoleh tanggal 20 Mei 2011)
Analisis:

1. Transaksi tanggal 25 Mei 2011 terdiri dari beberapa transaksi, yaitu:


a) Transaksi belanja melalui mekanisme LS, transaksi ini merupakan Prosedur Akuntansi
Selain Kas. PPK-SKPD mencatat transaksi ini dalam Jurnal Umum sebagai berikut:

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


25/5/2011 5.2.2.19.03 Belanja Jasa Konsultansi-Sistem 500.000.000
Informasi
3.4.1.01.06 RK-PPKD 500.000.000
(transaksi belanja barang dan jasa
yang berasal dari SP2D LS)

b) Transaksi pengakuan aset lainnya berdasarkan berita acara serah terima barang pada tanggal
20 Mei 2011. Pengakuan ini dicatat pada Jurnal Umum sebagaimana contoh di atas.
c) Selain pengakuan aset juga terdapat utang kepada pihak ketiga (rekanan) pada tanggal 20
Mei 2011, disebabkan telah diserahterimakannya barang dan jasa namun belum dilakukan
pembayaran. Pengakuan utang dicatat sesuai dengan Prosedur Akuntansi Kewajiban. PPK-
SKPD mencatat dalam Jurnal Umum sebagai berikut:

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


25/5/2011 3.1.5.06.01 Dana yg hrs Disediakan utk 500.000.000
Pembayaran Utang Jk Pendek-
Utang Jk Pendek Lainnya
2.1.6.03.01 Utang Jk. Pendek Lainnya 500.000.000
(Pengakuan utang karena belum
dilakukannya pembayaran atas
barang dan jasa yang telah
diterima tanggal 20 Mei 2011)

36
d) Penerbitan SP2D LS pada tanggal 25 Mei 2011 juga mengakibatkan pelunasan utang
kepada rekanan. PPK-SKPD akan mencatat pada Jurnal Umum sebagai berikut:
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
25/5/2011 2.1.6.03.01 Utang Jk. Pendek Lainnya 500.000.000
3.1.5.06.01 Dana yg hrs Disediakan utk 500.000.000
Pembayaran Utang Jk Pendek-
Utang Jk Pendek Lainnya
(Pelunasan utang kepada rekanan
melalui penerbitan SP2D LS)

6. Ilustrasi Jurnal Akuntansi Kewajiban


Selama tahun anggaran 2011 PPK-SKPD menerima SPJ dari bendahara pengeluaran yang
berkaitan dengan transaksi kewajiban sebagai berikut:

1) 8 Januari 2011 Terdapat pembayaran untuk alat tulis kantor senilai Rp2.500.000,00 dari
kegiatan penyediaan alat tulis kantor. Bendahara pengeluaran memungut PPh 22 sebesar
Rp34.091,00 dan PPN sebesar Rp277.273,00.
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
8/1/2011 1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 311.364
2.1.3.02.01 Utang Pemotongan PPh 22 34.091
2.1.3.03.01 Utang Pemotongan PPN 277.273
(penerimaan kas pemotongan
pajak pusat PPh dan PPN)

Analisis:
Transaksi pada tanggal 8 Januari 2011, selain merupakan transaksi penerimaan pemotongan
pajak pusat juga merupakan transaksi pengeluaran kas belanja melalui mekanisme UP/GU/TU.
Untuk transaksi pengeluaran kas belanja mekanisme UP/GU/TU mengikuti prosedur akuntansi
pengeluaran kas. PPK-SKPD mencatat dalam Jurnal Pengeluaran Kas sebagai berikut:
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
8/1/2011 5.2.2.01.01 Belanja Alat Tulis Kantor 2,500,000
1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 2,500,000

37
2) 20 Januari 2011 Bendahara pengeluaran menyetorkan PPh 22 sebesar Rp34.091,00 dan
PPN sebesar Rp277.273,00 yang dipungut pada tanggal 8 Januari 2011 untuk kegiatan
penyediaan alat tulis kantor.
Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit
20/1/2011 2.1.3.02.01 Utang Pemotongan PPh 22 34.091
2.1.3.03.01 Utang Pemotongan PPN 277.273
1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 311.364
(penyetoran kas pemotongan
pajak pusat PPh dan PPN)

7. Ilustrasi Jurnal Akuntansi Koreksi Transaksi Pengembalian Pendapatan dan


Belanja
Pada bagian ini diberikan beberapa contoh transaksi koreksi pengembalian pendapatan dan
belanja pada SKPD. DPPAKD sebagai SKPD dan Dinas Kesehatan digunakan sebagai
ilustrasi.

1) Pengembalian Pendapatan

Pada tanggal 6 Maret 2011 PPK-SKPD DPPKAD menerima SPJ penerimaan beserta
lampirannya dari Bendahara penerimaan DPPKAD. Dari SPJ dan lampirannya tersebut
diketahui bahwa selama bulan Pebruari 2011 terdapat transaksi pengembalian pendapatan
sebagai berikut:

5 Pebruari 2011 Bendahara penerimaan menerima SP2D-LS sebesar Rp2.500.000,00 dari BUD
tentang pengembalian kelebihan pendapatan pajak hotel bintang tiga STS No 104 tanggal 2
Januari 2011 (dana dipindahbukukan ke rekening wajib pajak tanggal 4 Pebruari 2011).

Dari transaksi tersebut di atas, PPK-SKPD akan mencatat pada Jurnal Umum sebagai Berikut:

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


4/2/2011 4.1.1.01.01 Pajak Hotel Bintang Tiga 2.500.000
3.4.1.01.01 RK PPKD 2.500.000
(pengembalian kelebihan
pendapatan hotel bintang tiga)

38
Analisis:
Transaksi ini tidak mempengaruhi kas yang ada di bendahara penerimaan. Pengembalian
pendapatan ini berasal dari pengeluaran Rekening Kas Daerah ke Pihak Ketiga/Wajib Pajak.

2) Pengembalian Belanja

8 Januari 2011 Terdapat pengembalian belanja yang diterima oleh bendahara pengeluaran
berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat terdapat kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga
atas pekerjaan Pembangunan Pustu di Kecamatan Periuk pada pelaksanaan kegiatan
pembangunan puskesmas pembantu TA 2010 sebesar Rp2.000.000,00. PPK sedang menyusun
laporan keuangan TA 2010.

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


8/1/2011 1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 2.000.000
5.2.3.26.09 Belanja Modal Pengadaan Konstruksi 2.000.000
Puskesmas
(pengembalian belanja atas kelebihan
pembayaran pihak ketiga TA 2010)

Analisis:
Transaksi tanggal 8 Januari 2011 merupakan koreksi pengembalian atas belanja tahun
sebelumnya (tahun 2010), namun demikian pada tanggal tersebut laporan keuangan masih
dalam tahap penyusunan, sehingga pengembalian tersebut mempengaruhi akun belanja modal
pada tahun 2010. Untuk penyetoran ke Kas Daerah, PPK-SKPD akan mencatat pada Jurnal
Umum sebagai berikut:

Tgl Kode Akun Uraian Debit Kredit


8/1/2011 3.4.1.01.01 RK PPKD 2.000.000
1.1.1.03.01 Kas di Bend. Pengeluaran 2.000.000
(penyetoran pengembalian belanja
atas kelebihan pembayaran pihak
ketiga TA 2010)

39
8. Laporan Keuangan SKPD
Data laporan keuangan SKPD yang kami teliti adalah Dinas Perhubungan Kota Bandung
TA 2014-2015. Alamat kantor Dinas di Jalan Sukabumi No. 1 Bandung. Dinas Perhubungan
Provinsi Jawa Barat adalah entitas akuntansi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang
berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dengan menyusun Laporan Keuangan berupa
Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan.

1) Laporan Realisasi Anggaran

Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara Daftar Pelaksana


Anggaran (DPA) TA 2015 dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur pendapatan
dan belanja, selama periode 1 Januari s.d 31 Desember 2015.
Realisasi Pendapatan Asli Daerah pada TA 2015 terdiri dari, Penerimaan Retribusi Daerah
sebesar Rp 1.487.932.411,00 atau mencapai 107,83% dari anggaran.
Realisasi Belanja Daerah pada TA 2015 adalah sebesar Rp 286.172.690.554,00 atau
mencapai 79,72% dari anggarannya. Jumlah realisasi Belanja tersebut terdiri dari realisasi
Belanja pegawai sebesar Rp 37.634.450.315,00 atau 87,67% dari anggarannya, Belanja
Barang sebesar Rp 34.944.963.406,00 atau 79,21% dari anggarannya, Belanja Hibah sebsar
Rp 9.000.000,00 atau 100% dari anggarannya dan Belanja Modal sebesar Rp
155.543.345.605,00 atau 78,11% dari anggarannya.

40
41
42
2) Laporan Operasional
Laporan Operasional menunjukkan laporan sesungguhnya Dinas Perhubungan dalam tahun
2015. Pendapatan LO tahun 2015 sebesar Rp 1.487.932.411.00, beban tahun 2015 sebesar
Rp 81.720.247.262,43 yang terdiri dari Beban Pegawai sebesar Rp 37.634.450.315,00
Beban Persediaan sebesar Rp 5.889.781.060,00 Beban Jasa sebesar Rp 19.513.290.989,50
Beban Pemeliharaan sebesar Rp 837.875.531,00 Beban Perjalanan Dinas sebesar Rp
4.568.976.726,00 Beban Penyusutan Rp 13.803.847.655,09 Beban Lain-lain sebesar Rp
11.390.343.304,00 sehingga Surplus/Defisit LO tahun 2015 sebesar Rp
(92.150.633.169,59)

43
44
3) Neraca
Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas
dana pada tanggal pelaporan dan dibandingkan dengan tanggal pelaporan sebelumnya.
Jumlah Asset adalah sebesar Rp 324.284.837.336,55 yang terdiri dari Aset Lancar sebesar
Rp 2.892.482.688,50, Aset Tetap sebesar Rp 306.887.724.898,05, dan Asset lainnya
sebesar Rp 14.504.629.750,00
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek adalah sebesar Rp 152.044.794,00. Sementara itu jumlah
Ekuitas adalah sebesar Rp 324.284.837.336,55

45
46
47
4) Menyusun Laporan Perubahan Ekuitas
Ekuitas awal sebesar Rp 975.081.658.366,94 dimana Ekuitas awal ini sama dengan Saldo
akhir Neraca Tahun 2014 dan Ekuitas akhir sebesar Rp 324.132.792.542,55 yang terdiri
dari Ekuitas awal ditambah Surplus/ Defisit LO sebesar Rp (92.150.633.169,59),
ditambah RK-PPKD sebesar Rp 226.643.826.915,00, ditambahn RA-PPKD sebesar Rp
(717.664.390.053,00) dan Penyusutan asset tetap sebesar Rp (67.747.440.166,80)
Amortisasi sebesar Rp (26.939.000,00) dan Lain-lain sebesar Rp (3.290.350,00) Laporan
Perubahan Ekuitas tahun 2015 adalah sebagai berikut :

5) Menyusun Catatan atas Laporan Keuangan


Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) meliputi penjelasan atau daftar rinci atas nilai suatu
pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Operasional, Laporan
Perubahan Ekuitas, Neraca. CaLK juga menguraikan dasar hukum, metodologi penyusunan
laporan keuangan,dan kebijakan akuntansi yang diterapkan. Selain itu, CaLK juga
mengungkapkan informasi lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan
keuangan.

48
Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran, pendapatan, dan belanja diakui berdasarkan
basis kas, yaitu pada saat kas diterima atau dikeluarkan oleh dan dari Kas Umum Daerah.
Sementara itu, dalam penyajian Neraca, asset, kewajiban, dan Ekuitas dana diakui berdasarkan
basis akrual, yaitu pada saat diperolehnya hak atas asset dan timbulnya kewajiban tanpa
memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dikeluarkan oleh dan dari Kas Umum
Daerah.

Dalam CaLK ini diungkapkan pula kejadian penting setelah tanggal pelaporan keuangan
serta informasi tambahan yang diperlukan.

49
DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.ums.ac.id/49652/5/BAB%20I.pdf diakses pada tanggal 22 November 2017

http://www.bandungkab.go.id/uploads/Bab_5_Laporan_Keuangan_SKPD.pdf diakses pada


tanggal 22 November 2017

http://ambon.bpk.go.id/wp-content/uploads/2014/05/lampiran-III.pdf diakses pada tanggal 25


November 2017

http://dishub.jabarprov.go.id/transparasi/keuangan_view/path1/8.html diakses pada tanggal 25


November 2017

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomer 64 Tahun 2013

Peraturan Pemerintan Nomer 71 Tahun 2010

Abdul Halim, dan Muhammad Syam Kusufi. 2012. Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi

Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat

50