Anda di halaman 1dari 16

Edisi No.

20 Th 4 Maret - April 2016

Tabloid Dwi Bulanan


Perikanan Budidaya

Gebyar Indoaqua
dan APA 2016
dari redaksi 2 Akuakultur
Indonesia

Tabloid Dwi Bulanan

Indoaqua-APA 2016
Perikanan Budadaya

Penanggung Jawab:
Dr. Ir. Tri Hariyanto, M.M

Pimpinan Redaksi:
Setiadi Heri Surono, S.H., M.H. Capai Transaksi Rp 705 Miliar
Redaktur Pelaksana:
Uki Basuki, ST Salam Akuakuktur, yang lainnya adalah antara Pemerintah Kabupaten Bekasi,
Keluarga besar Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Jawa Barat, dan PT Central Proteina Prima Tbk (CP Prima)
Koordinator Editor: (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan patut dalam melaksanakan pilot project Budidaya Udang Skala
Drs. Rudi Hartono berbangga. Perhelatan pameran perikanan Indonesia Rumah Tangga. Ada juga kerja sama kabupaten 50 Kota,
Editor:
Aquaculture dan Asia Pacific Aqua Culture (Indoaqua- Sumatera Barat, dan Kabupaten Bekasi, serta antara
Ir. Any Haryani, APA 2016) yang digelar di Surabaya selama empat hari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan PT Booster
Mario Vincent Agustin Siahaan, S.St.Pi, Hani Wijianti, S.Pi, berlangsung sukses. Dan kita bersyukur, hajatan itu dalam melaksanakan pilot project budidaya lele sistem
Desie Yudhia Rikmawatie Munggaran, S.TP, M.T, mampu membukukan transaksi bisnis dan investasi yang booster.
Nana Sarip Sumarna, S.Hut, M.Si, diperkirakan mencapai Rp 705 miliar. Nilai tersebut terdiri Dari sektor perbankan terjalin kerja sama penyaluran
Novianti Dewi K, S.T, Ris Dewi Novita, S.Pi, dari penyaluran kredit dari perbankantransaksi jual beli kredit, antara PT Bank Negara Indonesia dan pelaku usaha
Wazir Nafan, S.Pi
produk, rencana investasi di bidang perikanan budidaya di sektor kelautan. Lalu, antara Rabobank dan Koperasi
Sekretariat: dan kerja sama program antar instansi. Aceh Aquaculture Cooperaf (AAC) di Aceh melalui skim
M. Teguh Wiyono, S.Sos Selama penyelenggaraan, tercatat lebih dari 6.000 support finance. Dan banyak lagi kerjasama yang lainnya.
Siti Hamidah Lavonita A, A.Md orang mengunjungi INDOAQUA-APA 2016, yang memajang Pada saat penutupan Indoaqua-APA 2016, Sabtu 29
Untung Setiyono, Huszuchri, A.Md 241 booth dari berbagai negara Asia Pasifik. Selain melihat April lalu, Conference Management World Aquaculture
Ellen Rahmawati, S.H pameran produk dan teknologi perikanan budidaya Society (WAS) Jhon Cooksey, mengapresiasi keberhasilan
Alamat :
teranyar, para pengunjung juga mengiku sesi seminar. Indoaqua-APA 2016. Bahkan Cooksey meminta Indonesia
Sekretariat Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Di booth pameran mereka bisa menyaksikan beragam menggelar even Akuakultur dunia. Kami harap Indonesia
Gedung Menara 165 Lantai 23, bentuk teknologi perikanan budidaya dari berbagai bersedia menyelenggarakan World Aquaculture (WA)
Jl. TB Simatupang Kav. 1, Cilandak Jakarta 12560 negara, mulai dari teknologi budidaya, pengelolaan 2020, ujarnya. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya,
Telp 021 7890552, Fax. 021 78835853 kualitas air, pakan, sarana dan prasarana, hingga proses Slamet Soebjakto, tentu saja menyambut baik keper-
Humas_djpb@yahoo.com produksi hasil perikanan budidaya. cayaan itu. Bila memang Indonesia dipercaya untuk
dibantu: Aliansi Pena Media (aliansipenamedia@yahoo.com)
Sejumlah kerja sama juga terjalin, misalnya antara menyelenggarakan WA 2020, kami siap, katanya.
Redaksi menerima opini dan naskah ilmiah populer DJPB dan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Jika benar, kepercayaan itu diberikan kepada Indonesia,
beserta foto tentang perikanan budidaya. Tim redaksi (LPER), serta antara DJPB dan Australian Centre for mari kita dukung!
berhak menyunting naskah tanpa merubah isinya. Internaonal Agricultural Research (ACIAR). Kerjasama REDAKSI

daftar
isi
Suara Pembaca
Laporan Utama
Tanya :
Gebyar Indoaqua dan APA 2016 3 Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang
Di Surabaya Menjalin Kerjasama 4 sudah dibudidayakan secara luas di Indonesia.
Mengatur Kapal Angkut Teknologi budidayanya sudah dikuasai dengan ngkat
Hasil Perikanan Budidaya 5 produksi yang cukup nggi. Ikan nila dapat dipelihara
di KJA, kolam, kolam air deras, perairan umum baik
Majalah Dinding 6 sungai, danau maupun waduk.Jenis ikan nila yang
dikembangkan di masyarakat adalah nila hitam dan
Pakan nila merah. Dalam
Bantuan Pengembangan Pakan Mandiri 7 rangka perbaikan genek, jenis ikan nila yang telah
Meningkatkan Daya Cerna Ikan 7 berhasil dikembangkan adalah nila GESIT, nila JICA, nila
LARASATI, nila BEST, nila NIRWANA, nila JATIMBULAN.
Beberapa tahun terakhir karena permasalahan di
Produksi dan Usaha lapangan
Menata Proses Pendataan 8 terutama pantai Utara Pulau Jawa, banyak sawah.
Menggenjot Produksi Eks Dipasena 8 sawah pertanian terkena dampak pasang (Rob),
Kerang Hijau dari Bandar Lampung 9 sehingga lahan tersebut dak bisa diperuntukkan
Mengembalikan Kejayaan Aceh Tamiang 9 sebagai produksi tanaman padi. Pertanyaan kami
adalah bagaimana kami bisa mendapatkan pelahan
Perbenihan tentang budidaya ikan air payau.
Perintah Langsung dari Presiden 10 Tedi Priatna
Menebar Benih ke Alam 10 Tasikmalaya
Bantuan Benih untuk Ciseeng 11 Jawab :
Bapak Amir yang terhormat, seper telah diketahui
Program Bantuan 100 Juta Benih 11
bahwa BBPBAP Jepara beberapa waktu lalu telah
berhasil megembangkan inovasi teknologi budidaya
Dari Daerah nila SALIN (media air dengan salinitas 15 25 promil).
Jenis Udang Primadona Aceh 12 Bahkan dari komoditas ikan tersebut telah terbuka
Mengembalikan Pamor Udang Windu 12 Peluang pasar ikan nila cukup besar, baik dipasar lokal
Mendorong Perikanan Budidaya di NTT 13 maupun pasar ekspor. Oleh karena itu upaya
Potensi Besar Lombok Timur 13 pengembangan usaha budidaya ikan nila masih
Koordinasi Minapolitan Perikanan Budidaya 14 terbuka untuk dikembangkan dalam berbagai skala
Wakil Rakyat dan Perikanan Budidaya 14 usaha. Bila bapak berkenan bisa datang langsung ke
Bantuan Benih Banjir Kampar 15 kantor kami, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya,
Menanam dan Menebar di Hari Air 15 Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jalan Medan
Merdeka Timur No. 16, Jakarta Pusat. Gedung Mina
Bahari IV.
Serba-serbi Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara,
Koordinasi untuk Sertifikasi CPIB 16 Jalan Cik Lanang Telp. 0291-591125 Fax 0291-591724
Menyusun Juklak Pemberian Bantuan 16 atau e-mail:bbpapjepara.djpb.kkp.go.id, Twiter:BBPAP
Jepara.

www.djpb.kkp.go.id perikanan budidaya kkp @budidayakkp

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016


Laporan Utama 3 Akuakultur
Indonesia

Gebyar Indoaqua dan APA 2016


Untuk pertama kalinya perhelatan Indonesian
Aquaculture digabung dengan Asia Pacific Aqua-
culture. Diikuti peserta dari 46 negara dan didatangi
3.000an pengunjung.

langsung pada 26 - 29 April 2016 me- tantangan persaingan regional maupun


libatkan seluruh pemangku kepen- global. Momentum ini juga memberi
ngan (stakeholder) perikanan budidaya kita keuntungan yang besar bagi
serta semua pemerintahan daerah di perkembangan industri perikanan budi-
Indonesia. Tema yang diangkat adalah daya, karena akan memperkenalkan
Profitability, Sustainability, and Res- potensi serta teknologi perikanan budi-
ponsibility for The Future. Acara yang daya terbaru kita kepada para calon
diisi dengan pameran, konferensi, sim- investor, kata Slamet.
posium, dan seminar perikanan serta Indoaqua 2016 menjadi ajang per- Dr. Ir. Slamet Soebjakto, MSi Dirjen Perikanan Budidaya
Rizal Ramli, Menko Marim dan Sumber Daya Forum Inovasi Akuakultur (FITA) itu tukaran teknologi terbaru dan investasi di
diiku oleh 46 negara Asia Pasifik dengan bidang perikanan budidaya, dan sekaligus global. Peningkatan produksi komoditas
jumlah total booth pameran mencapai ajang tukar menukar informasi dunia perikanan budidaya ap tahun cukup
241 buah, dan dikunjungi tak kurang dari perikanan budidaya. Banyak pebisnis menggembirakan. Dalam 5 tahun ter-
3.000 orang selama 4 hari pelaksanaan. dan pelaku perikanan budidaya dari luar akhir ini, produksi perikanan budidaya
Indoaqua-APA 2016 secara resmi negeri datang melihat pameran ini dan naik pesat dari 6,28 juta ton pada 2010
dibuka oleh Menteri Koordinator mengiku seminar. Sehingga harapan menjadi 14,359 juta ton pada 2014.
Marim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, kita, kita bisa saling tukar informasi, Posisi Indonesia sangat penng dalam
didampingi Menteri Perindustrian Saleh kata Slamet. sektor perikanan budidaya dunia, dengan
Husin, Direktur Jenderal Perikanan Budi- potensi mencapai US $ 63-80 miliar per
daya, KKP, Slamet Soebjakto, pejabat Posisi Perikanan tahun.
pemerintah Provinsi Jawa Timur, Budidaya Indonesia Dengan sumber daya alam yang
serta sejumlah pejabat teras lingkup Slamet Soebjakto memaparkan, dimiliki dan nilai potensi perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan. Asia Pacific Aquaculture (APA) 2016 budidaya yang besar, kita harus men-
Dalam sambutannya Rizal Ramli me- terselenggara atas kerjasama dengan dorong pemanfaatannya secara bijak-
nyatakan sangat mendukung dan meng- Masyarakat Akuakulture Dunia atau sana dan berkelanjutan, untuk men-
apresiasi ajang perikanan bertaraf inter- World Aquaculture Society (WAS). WAS dukung perekonomian dan pening-
Dr. Farshad Shishehchian, nasional itu. Indonesia sebagai salah memilih Indonesia sebagai tuan rumah katan kesejahteraan masyarakat.
President of WAS APA 2016
satu produsen terbesar produk perikanan APA 2016 karena menilai keberhasilan Karena itulah tema Indoaqua-APA 2016

I
ndonesian Aquaculture atau di- dunia, dengan perkembangan usaha perikanan budidaya Indonesia. Selain adalah Profitability, Sustainability, and
singkat Indoaqua, yang merupakan budidaya yang cukup pesat, semakin itu, lanjut Slamet, Indonesia memiliki Responsibility for The Future, jelas
hajatan tahunan Direktorat Jen- menarik minat investor dari luar negeri, pertumbuhan ekonomi yang cukup nggi Slamet. Menurut Slamet, Indonesia
deral Perikanan Budidaya (DJPB), ujar Rizal. di regional Asia Pasifik serta perikanan telah menguasai teknologi budidaya
Kementerian Kelautan dan Perikanan Sementara itu, Direktur Jenderal budidaya dinilai memiliki peran penng yang dibutuhkan yakni yang mampu me-
(KKP) berlangsung sukses. Kali ini, Perikanan Budidaya, Dr. Ir. Slamet dalam pertumbuhan ekonomi itu. ningkatkan efisiensi baik dari segi biaya
Indoaqua 2016 dihelat di Surabaya, Jawa Soebjakto, MSi., mengatakan bahwa Karena itu, banyak negara Asia Pasifik maupun tenaga. Dan yang lebih penng,
Timur, bersamaan dengan event Asia pelaksanaan Indoaqua 2016 bersamaan bisa belajar dari Indonesia. usaha perikanan budidaya Indonesia
Pacific Aquaculture (APA) 2016. dengan APA 2016 merupakan momen Menurut Slamet Indonesia saat ini terus mengacu pada konsep usaha budi-
Indoaqua-APA 2016 yang digelar di yang tepat untuk menunjukkan kesiapan menempa posisi ke-4 sebagai pro- daya berkelanjutan dan ramah terhadap
Grand City Convex, Surabaya itu ber- perikanan budidaya nasional menghadapi dusen perikanan budidaya secara lingkungan.red

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016


Laporan Utama 4
Akuakultur
Indonesia

Di Surabaya Menjalin Kerjasama


DJPB bekerjasama dengan LPER menggarap
penelitian dan pelatihan manajemen usaha bidang
Perikanan budidaya. DJPB juga menjajaki kerjasama
dengan Australian Centre for International Agri-
cultural Research.

S
ektor Kelautan dan perikanan, Pada ajang Indoaqua-APA 2016
khususnya perikanan budidaya, berkumpul semua pemangku kepenngan
kini telah menjadi sektor yang di bidang perikanan budidaya, mulai dari
memberi kontribusi yang makin para pelaku budidaya itu sendiri, pelaku
besar bagi perekonomian nasional. industri pendukungnya, birokrat, investor,
Sektor ini menjanjikan lahan bisnis yang hingga lembaga keuangan penyuplai
makin cerah di masa depan, sebagai modal. Lembaga perbankan nasional
penarik devisa. Di sisi lain, pasar dalam belakangan ini semakin menunjukkan
negeri pun masih begitu terbuka dan ketertarikannya untuk mengucurkan
terus berkembang untuk berbagai modalnya di bidang perikanan budidaya.
komoditas perikanan budidaya. Antara lain, Bank BRI dan Bank BNI, dua
Direktur Jenderal Perikanan Budi- bank pemerintah yang selama ini getol
daya, Kementerian Kelautan dan menyalurkan kreditnya pada bisnis
Perikanan, Dr. Ir. Slamet Soebjakto, perikanan budidaya. Penandatanganan DJPB dengan LPER
MSi., mengatakan bahwa perikanan Dalam acara Grand Opening Indo-
budidaya telah menjadi bidang usaha aqua-APA 2016 di Surabaya, 26 April bankable dan dianggap menguntungkan, jelas Slamet. Disebut-sebut, melalui
yang calculated risk sehingga bisa lalu, secara simbolis BNI menyerahkan kata Slamet. kerjasama ini, ACIAR akan memberikan
mengurangi resiko kegagalan. Hal itu dua jenis kreditnya untuk pelaku usaha hibah sebesar AUS$ 300.000 untuk
terjadi berkat penguasaan teknologi- perikanan budidaya. Yang pertama Kerjasama DJPB dan LPER pengembangan CBF di Indonesia.
teknologi perikanan budidaya yang berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pada acara Indoaqua APA 2016, Yang menarik, dalam seminar
inovaf dan adapf serta mendukung kepada salah seorang pembudidaya juga telah ditandatangani perjanjian pembukaan Indoaqua-APA 2016 dan
keberlanjutan atau sustainable. ikan dari Gresik, sebesar Rp 250 juta. kerjasama antara Direktorat Jenderal Forum Inovasi Akuakultur (FITA), ada
Berbagai teknologi perikanan budi- Kedua, kredit komersil kepada sebuah Perikanan Budidaya (DJPB) dengan pemaparan mengenai posisi Indonesia,
daya serta semaraknya animo masya- perusahaan bidang usaha perdagangan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat sebagai salah satu penghasil perikanan
rakat menggelu bidang perikanan hasil laut lokal dan ekspor dari Sidoarjo, (LPER). Kerjasama ini melipu penelian, budidaya terbesar dunia. Albert GJ
budidaya terlihat jelas pada ajang sebesar Rp 5 miliar. pendampingan dan pelahan manajemen Tacon sebagai Aquac Nutrion and
Indoaqua-APA 2016 di Surabaya. Ajang BNI juga megembangkan Kampoeng serta kewirausahaan kepada para pelaku Feed Consultant dari Aquac farm Ltd
Indoaqua-APA 2016 menyajikan teknologi BNI yang salah satunya berbasis pada usaha mikro kecil dan menengah di dari Amerika Serkat mencatat, total
terkini tentang perikanan budidaya di usaha budidaya perikanan. Di antaranya bidang Perikanan budidaya. produksi perikanan budidaya Indonesia
Asia Pasifik, yang menunjukkan bahwa adalah: Kampoeng BNI Ikan Bandeng di DJPB juga telah menjajaki kerjasama saat ini mencapai 14,7 juta ton senilai
perikanan budidaya secara global telah Karawang, Jawa Barat, Kampoeng BNI dengan Australian Centre for Inter- total USD 10,56 miliar, dan tumbuh rata-
menuju ke arah sustainable aquaculture, Ikan Nila di Ponorogo, Jawa Timur dan naonal Agricultural Research (ACIAR) rata 21% per tahun sejak tahun 2000.
ujar Slamet. Indonesia sendiri telah Kampoeng BNI Rumput Laut di Pulau untuk penerapan Culture Based Fisheries Indonesia adalah produsen terbesar
menguasai berbagai teknologi budidaya Naim, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. (CBF) di Indonesia. CBF adalah wujud rumput laut, dengan produksi 10,1 juta
yang ramah lingkungan, efisien, mengu- Slamet Soebjakto tentu bersyukur atas dari usaha budidaya perikanan yang ton per tahun. Produsen ikan terbesar
rangi ketergantungan terhadap stok dari perhaan perbankan pada bidang usaha memanfaatkan badan air dari suatu kega dunia (3,64 juta ton), produsen nila
tangkapan, dan mampu memproduksi perikanan budidaya. Ini menunjukkan perairan umum dan dikelola secara ber- dan caish (lele, pan) kedua terbesar
induk unggul serta benih bermutu, bahwa usaha perikanan budidaya yang kelanjutan. Ini akan dikembangkan di dunia (1,04 juta ton dan 1,1 juta ton),
papar Slamet. dilakukan masyarakat memang sudah beberapa lokasi yang cocok di Indonesia, urai Tacon. Menurut Tacon, Indonesia
juga menjadi produsen udang kedua
terbesar dengan produksi 598.000 per
tahun, dan produsen ikan mas ke-6 dunia
dengan produksi 497.000 ton per tahun.
Bahkan untuk komoditas ikan bandeng,
Indonesia menempa posisi produsen
terbesar pertama dunia dengan produksi
578.000 ton per tahun.
Tacon juga mencatat, pada 2015,
konsumsi ikan penduduk Indonesia
mencapai 1,5 juta ton, terdiri dari
konsumsi ikan sebesar 1,14 juta ton
dan udang 366.000 ton. Data itu
menunjukkan bahwa pasar dalam negeri
Indonesia sendiri memang sangat besar
untuk berbagai komoditas perikanan
budidaya. Dengan prospek yang begitu
cerah untuk usaha di bidang perikanan
budidaya, wajar kalau pemerintah terus
berusaha mengembangkan usaha ini
untuk kesejahteraan masyarakat.
(red)
Berfoto bersama saat acara penutupan

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016


Laporan Utama 5 Akuakultur
Indonesia

Mengatur Kapal Angkut


Hasil Perikanan Budidaya
Moratorium penggunaan kapal asing dalam
pengangkutan ikan hidup akan dicabut. Namun
kegiatan kapal asing akan diatur lebih cermat.

K
ementerian Kelautan dan untuk mengatur dan mengevaluasi
Perikanan (KKP) regulasi baru kembali penggunaan kapal-kapal dalam
agar kapal asing pengangkut negeri. Kebijakan itu sekaligus untuk
ikan hasil pembudidayaan bisa melihat apakah kapal-kapal lokal
beroperasi lagi. Aturan itu dituangkan pengangkut ikan hasil pembudidayaan
dalam bentuk Peraturan Menteri sudah bisa menggankan pemain asing,
(Permen) Kelautan dan Perikanan, yang dan melakukan ekspor secara mandiri.
telah ditandatangani oleh Susi Pudjiastu Tujuan kita semata-mata agar
awal April 2016 ini. Permen KP baru itu bisnis atau usaha di perikanan budidaya
akan mengatur kapal pengangkut ikan khususnya ikan hidup ini bisa dinikma
hidup baik hasil pembudidayaan maupun oleh kita sendiri, ujar Slamet Soebjakto.
penangkapan di alam. Kita berharap ekspornya pun dilakukan Kapal Pengangkut Ikan Hidup hasil Budidaya
Sebelumnya, pada 2014 lalu Menteri orang Indonesia sendiri dengan kapal
KP Peraturan Menteri Kelautan dan sendiri, sehingga galangan kapal akan budidaya lokal dalam menjual ikan-ikan menerbitkan kebijakan (beleid) mengenai
Perikanan Nomor 56 Tahun 2014 tentang tumbuh. Kita juga menghindari praktek hasil budidayanya. moratorium penggunaan kapal asing.
Penghenan Sementara (Moratorium) broker, sehingga harga penjualan ikan Sebelum dikeluarkan Permen Nomor Menurut Slamet, dengan moratorium
Perizinan Usaha Perikanan Tangkap di ngkat pembudidaya bisa nggi yang 56 Tahun 2014 tentang moratorium itu, hasil budidaya diharapkan bisa
di Wilayah Pengelolaan Perikanan akhirnya berdampak bagi kesejahteraan kapal asing, kapal angkut ikan hidup dikirim langsung ke negara tujuan oleh
Negara RI, di mana Permen KP tersebut pembudidaya, papar Slamet. berbendera asing dizinkan berlayar ke perusahaan yang ditunjuk KKP. Hingga
mengatur penghenan sementara Namun, setelah melakukan evaluasi, beberapa pelabuhan untuk mengambil kini, baru Perum Perindo yang dipaskan
perizinan usaha perikanan tangkap bagi KKP akhirnya memutuskan bahwa ikan. Lalu, dengan Permen itu, kapal- mendapat tugas pengiriman ikan ke luar
kapal perikanan yang pembangunannya peraturan mengenai moratorium kapal berbendera asing dak lagi negeri. Namun, KKP juga dak menutup
dilakukan di luar negeri Menyikapi penggunaan kapal asing itu akan segera dibolehkan mengambil ikan secara kemungkinan pihak swasta mendapat
diterbitkannya Permen KP tentang dicabut. Menurut Slamet Soebjakto, KKP langsung, melainkan dipasok dari kapal- bagian, dengan syarat, kapal angkut dak
moratorium perizinan terhadap kapal menyadari bahwa aturan moratorium kapal pengumpan berbendera Indonesia. boleh menggunakan kapal eks asing.
asing itu, pada 28 November 2014 silam, seper ini dak bisa berlangsung lama. Sebelum Permen Nomor 56 Tahun 2014 Tujuannya agar industri pembuatan kapal
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Karena itu, KKP akan mengeluarkan dikeluarkan, seluruh armada kapal Indonesia makin berkembang.
KKP, Dr. Ir. Slamet Soebjakto, MSi, Permen KP yang mengatur kegiatan pengangkut ikan hidup hasil perikanan Berdasarkan data di KKP, saat ini
mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor kapal pengangkut ini dengan lebih baik. budidaya yang beroperasi di Indonesia Indonesia memiliki 16 kapal asli Indo-
6672 Tahun 2014 tentang Moratorium ada sekitar 28 buah, terdiri dari 12 kapal nesia, dan Perindo baru memiliki 2 kapal.
Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) di Mengatur Secara Cermat berbendera asing dari 4 perusahaan, dan Jumlah itu tentu saja masih kurang,
Bidang Pembudidayaan Ikan. Direktorat Peraturan Menteri KP Nomor 15 16 kapal berbendera Indonesia dari 13 apalagi kapasitas 16 kapal itu masing-
Jenderal Perikanan Budidaya, KKP, Tahun 2016 tentang Kapal Pengangkut perusahaan. masing baru mampu mengangkut 5-6
menghenkan sementara penerbitan Ikan Hidup mengatur beberapa hal KKP memberlakukan moratorium ton. Bandingkan dengan kapasitas kapal
SIKPI kapal pengangkut ikan hidup hasil dengan cermat. Pertama, kapal asing penggunaan kapal asing dengan argu- asing yang selama ini dipakai, yang
pembudidayaan berbendera asing baik dak diperbolehkan masuk ke lokasi men demi menerbkan penjualan mampu mengangkut muatan hingga 15-
untuk permohonan baru maupun per- usaha pembudidayaan ikan di laut ikan dari Indonesia baik hasil tangkap 20 ton.
panjangan. Kedua, kapal asing hanya boleh singgah maupun budidaya. KKP melihat selama Kini dengan Permen KP yang baru,
Lalu, pada 1 Februari 2016, Direktur di satu pelabuhan muat singgah saja. ini banyak kapal dak melapor ke pela- semua kapal pengangkut ikan akan
Jenderal Perikanan Budidaya kembali Kega, frekuensi masuknya kapal angkut buhan check point sehingga dak jelas diterbkan. Kapal asing boleh kembali
mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor asing diizinkan paling banyak 6 (enam) data tangkapannya. Dengan Permen beroperasi melakukan pengakutan ikan,
721 Tahun 2016 tentang Kapal Pengangkut kali dalam 1 (satu) tahun.. Keempat, KKP moratorium itu, KKP juga ingin men- namun teknis pelaksanaannya akan diatur
Ikan Hasil Pembudidayaaan Berbendera juga akan menata penerbitan SIKPI asing, dorong kedaulatan Indonesia di bidang lebih cermat. Dengan demikian, KKP
Asing. Isi surat edaran tersebut agar kapal yang mendapatkan SIKPI budidaya ikan. Kita menargetkan Indo- berharap, para pembudidaya ikan bisa
menghenkan sementara kegiatan kapal benar-benar kapal yang mengangkut nesia menjadi pengekspor langsung ikan menjalankan usahanya dengan lancar dan
asing pengangkut ikan hasil budidaya di ikan hasil budidaya. Menurut Slamet, ke mancanegara, bukan cuma sekadar pertumbuhan usaha pengangkutan ikan
wilayah Indonesia. Penghenan kegiatan semua aturan itu ditujukan agar ada pemasok ke eksporr asing, kata Slamet di dalam negeri juga bisa berkembang
kapal asing itu, kata Slamet bertujuan kepasan bagi pengusaha perikanan Soebjakto mengenai alasan dulu KKP sesuai dengan harapan.(red)

Kapal pengangkut ikan hasil budidaya milik swasta

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016

KM Guna Bahari (47 GT)

MV Lai Chat Yau (274 49 GT)


Majalah Dinding 6
Akuakultur
Indonesia

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016


Pakan 7 Akuakultur
Indonesia

Bantuan Pengembangan Pakan Mandiri


Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya terus men-
distribusikan bantuan kepada para pembudidaya
ikan untuk mengembangkan pakan mandiri.

P
akan ikan merupakan kom- bentuk. Misalnya, berupa bantuan
ponen terbesar biaya budidaya mesin pelet dari Direktorat Prasarana
ikan. Permasalahan pakan dan Sarana Budidaya DJPB. Bantuan ini
pada budidaya ikan antara melipu mesin pelet apung dan mesin
lain harga pakan buatan industri yang pelet tenggelam. Mesin pelet apung
semakin nggi, yang dak diiku dengan yang disalurkan berjumlah 61 unit yang
meningkatnya harga jual ikan, rendahnya didistribusikan di 12 provinsi untuk 57
pengetahuan pembudidaya terhadap kabupaten/kota, kata Slamet dalam
penggunaan pakan, serta mutu pakan per temuan dengan para wartawan,
yang dak sesuai peruntukannya. 18 Maret 2016 lalu. Sedangkan mesin
Untuk membantu para pembudidaya pelet tenggelam yang didistribusikan
ikan meningkatkan penghasilannya, berjumlah 30 unit ke 11 provinsi untuk
Pembuatan Pakan Mandiri
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya 30 kabupaten/kota, Slamet menam-
(DJPB) telah memberikan berbagai ban- bahkan. jumlah penerima bantuan sebanyak bangan pakan ikan mandiri di Tahun
tuan. Direktur Jenderal Perikanan Budi- Bantuan lainnya adalah penyaluran 378 kelompok. Jenis bahan baku yang 2016. Pertama, bantuan mesin pembuat
daya, Dr. Ir. Slamet Soebjakto, MSi., bahan baku pakan sebanyak 10 ton disalurkan adalah: dedak, ampas tahu, pakan kepada 26 kelompok penyedia
mengatakan bahwa bantuan DJPB kepada Kelompok Pembuat Pakan tepung kedelai, tepung jagung, rumput bahan baku pakan ikan melipu :
melalui program pakan ikan mandiri di Ikan Mandiri/Pokdakan di 19 provinsi laut, eceng gondok, bungkil kelapa hammer mill, dryer, steamer dan mesin
Tahun 2015 disalurkan dalam berbagai untuk 134 kabupaten/kota dengan sawit, ikan rucah, tetes tebu, dan lain- press. Kedua, bantuan mesin pembuat
lain. pakan kepada 28 kelompok utama
Perkiraan produksi pakan ikan melipu : diskmill dan mixer. Kega,
mandiri yang dihasilkan oleh kelompok bantuan mesin pembuat pakan kepada
pembuat pakan ikan mandiri/pokdakan 195 kelompok pembuat pelet melipu
pada tahun 2015 adalah 3.780 ton. Bila : pelleng. Keempat, bantuan bahan
diasumsikan nilai pakan Rp 6.500/kg, baku pakan ikan mandiri sebanyak 249
maka total nilai produksi pakan ikan paket di 17 provinsi. Kelima, bantuan
mandiri mencapai Rp 24,57 Milyar. kendaraan roda 3 pengangkut bahan
Selain bantuan bahan baku pakan, DJPB baku dan produksi pakan ikan mandiri
juga menyalurkan bantuan kendaraan sebanyak 221 unit.
bermotor roda 3 sebanyak 378 unit Dengan berbagai bantuan yang terus
kepada Kelompok Pembuat Pakan Ikan disalurkan pemerintah melalui DJPB,
Mandiri/Pokdakan di 19 Provinsi untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan itu,
134 Kabupaten/Kota. maka para pembudidaya ikan diharap-
Selanjutnya, Slamet Soebjakto meng- kan dapat terus meningkatkan produksi
ungkapkan Rencana bantuan pengem- ikannya.mro

Meningkatkan Daya Cerna Ikan


BBPBAT Sukabumi berhasil melakukan percobaan biok dengan memanfaatkan limbah Probiok ini antara lain digunakan
pembuatan probiotik dengan memanfaatkan ikan sebagai bahan baku. Penelian
dilaksanakan selama Januari-September
untuk budidaya sitem bioflok. Caranya
dengan memasukan probiok pada
limbah ikan. 2015. Penelian ini telah menghasilkan kolam pemeliharaan dengan dosis 50-
probiok ikan nila, pan dan lele 100 ml/m3 air dengan frekuensi pem-

S
alah satu tantangan budidaya katkan daya cerna ikan terhadap pakan sebanyak 900 liter. berian satu minggu sekali. Probiok
ikan saat ini adalah harga pakan yang dikonsumsi. Probiok juga dapat Bahan-bahan yang telah digunakan juga bisa dicampurkan dengan pakan
buatan yang nggi. Untuk memperbaiki kualitas air budidaya, serta untuk memproduksi 900 liter probiok yakni dengan mengencerkan 10 ml
meningkatkan efesiensi pakan, menetralisir kandungan ammonia, nitrit cair itu adalah: 450 kg limbah ikan (usus probiok ke dalam 50 ml air bersih,
banyak pembudidaya yang mencoba dan asal sulfit. ikan), 90 kg molase, 90 liter cuka aren, 90 kemudian menyemprotkannya pada
menggunakan probiok sebagai cam- Balai Besar Perikanan Budidaya Air kg dedak halus, dan air matang hingga satu kg pakan.
puran pakan sehingga dapat mening- Tawar (BBPBAT) Sukabumi mencoba 900 liter. Peralatan yang digunakan Hasil penelian ini telah digunakan
melakukan penelian pembuatan pro- yakni drum plask volume 100 liter, rak untuk budidaya lele sebanyak 279
besi penopang drum, instalasi aerasi, liter, untuk nila sebanyak 441 liter dan
ember 50 liter, corong plask, gayung, untuk pan sebanyak 180 liter. Banyak
saringan halus, botol polyethilen 1 pembudidaya lele telah memanfaatkan
liter, kompor, panci pengukus, batang probiok itu, dan juga telah digunakan
pengaduk, dan mbangan. untuk kegiatan budidaya lele di
Seluruh peralatan disterilkan ter- BBPBAT Sukabumi sendiri. Sedangkan
lebih dahulu. Kemudian mengukus untuk budidaya nila, probiok ini
limbah ikan dengan suhu 80oC selama telah digunakan oleh kegiatan balai
30 menit, lalu dihaluskan. Molase yang di kelompok-kelompok kerja ikan nila
sudah tersedia kemudian dipanaskan untuk kegiatan Total Aquaculture dan
hingga mendidih lalu dicampur dengan kegiatan dinas-dinas lain. Probiok ini
dedak halus. Lalu semua bahan diaduk juga digunakan untuk budidaya pan
di dalam drum dan dibiarkan selama oleh para pembenih ikan pan dan
4 hari. Setelah itu ap pagi dilakukan kegiatan balai di pokja ikan pan untuk
aerasi pada awal fermentasi (7-14 hari). kegiatan bioflok dan sistem budidaya
Setelah tercium bau khas fermentasi, biasa. Hasilnya cukup bagus, namun
berar proses fermentasi telah maksi- belum dilakukan penelian lebih cermat
mal. Pada hari ke 14 probiok pun mulai terhadap pertumbuhan ikan budidaya.
dikemas. mila
Pakan ikan dengan memfaatkan limbah ikan

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016


Produksi & Usaha 8
Akuakultur
Indonesia

Menata Proses Pendataan


Pada pendataan secara berjenjang dari kecamatan,
kabupaten/kota, hingga provinsi masih ditemukan
Non Sampling Error mencapai 12,7%.

D
irektur Jenderal Perikanan dan analisa. Kelima, enumerator dak
Budidaya, Dr. Ir. Slamet melakukan pencacahan. Dan keenam,
Soebjakto MSi., membuka masih terdapat kabupaten/kota yang
acara Sinkronisasi Sistem belum dijadikan sebagai lokasi sampel.
Informasi Manajemen Stask (Simstat) Slamet mengingatkan, Persoalan
Perikanan Budidaya 2016 di Bogor, Non Sampling Error harus diminimize
Jawa Barat, pada 2 Maret 2016 lalu. hingga maksimal 5%. Jika masih ada
Slamet mengatakan, pada pelaksanaan yang dengan sengaja dak melakukan
pendataan yang dilakukan secara input data produksi secara tepat waktu,
berjenjang dari kecamatan, kabupaten/ maka Direktorat Jenderal Perikanan
kota, hingga provinsi, masih ada budidaya (DJPB) akan melakukan
persoalan baik yang disengaja maupun punishment. Sebaliknya, mereka yang
dak disengaja. Pelaksanaan pendataan akf melaksanakan pencacahan dan
tersebut tentunya sangat mempengaruhi pendataan, kita akan memberikan
input data produksi pada Simstat reward, katanya. Slamet berterimakasih
Perikanan Budidaya. Kegagalan dan kepada semua petugas data dan stask
kesalahan tersebut dikategorikan sebagai yang ada di kecamatan, kabupaten/
Non Sampling Error, kata Slamet. kota, dan provinsi, yang dalam kondisi
Menurut Slamet, Non Sampling keterbatasan, mampu melakukan pen- sehingga proses pencacahan dan pen- DJPB baru 4.831 orang. Ke depan, kita
Error besarnya mencapai 12,7%. Slamet cacahan dan pendataan secara opmal. dataan di kecamatan dapat terlaksana akan menambah jumlah enumerator
mengungkapkan beberapa kasus Non Slamet mengatakan bahwa saat ini dengan baik, katanya. hingga mewakili semua kecamatan
Sampling Error. Pertama, terdapat 81 sedang menata proses pencacahan dan Berdasarkan Peraturan Menteri administraf. Enumerator tersebut
kabupaten/kota di 18 provinsi yang pendataan melalui perbaikan meto- Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2015 merupakan penjelmaan dari petugas
belum menginput data pada SIMSTAT. dologi, rekruitmen petugas enumerator tentang Kode dan Data Wilayah dinas kabupaten/kota yang ada di
Kedua, di beberapa lokasi sentra dak yang efekf, evaluasi efekvitas Administrasi Pemerintahan, jumlah kecamatan, penyuluh perikanan bantu,
dilakukan pencacahan produksi. Kega, dan efisiensi pelaksanaan termasuk kebupaten/kota di seluruh Indonesia dan penyuluh perikanan swadaya. Slamet
adanya kedakmampuan melakukan perbaikan sarana pencacahan dan ada 486 buah, jumlah kecamatan ada berharap, dengan mekanisme input dan
pencacahan dengan benar pada per- pendataan. Ke depan, bersama Badan 6.793 buah, jumlah desa 72.944, dan proses pelaksanaan yang benar, akan
usahaan perikanan. Keempat, adanya Pusat Stask, kita akan melakukan kelurahan 81.253 buah. Sampai saat diperoleh data produksi yang benar,
kesalahan dalam melakukan pencacahan sosialisasi hingga kabupaten/kota ini, jumlah enumerator yang dimiliki cepat, akurat, dan terpercaya.red

Menggenjot Produksi Eks Dipasena


Hasil tambak udang percontohan di Bumi Dipasena Perekayasa Teknologi Budidaya secara mandiri oleh masyarakat dengan
Udang BBPBAP Jepara, Supito, menga- pola usaha bagi hasil dan gotong
Mulya Lampung sangat memuaskan. Produksi takan, empat bulan terakhir ini produksi royong. Pola usaha ini dirins oleh
udang di Bumi Dipasena, Kecamatan Manajemen Kemitraan Bumi Dipa dan
udang di kawasan ini bisa dipacu kembali. Rawajitu Timur, mulai bangkit. Sebe- P3UW Lampung agar peningkatan hasil
lumnya, pada 2015 lalu, sempat ter- produksi dapat dinikma bersama.

P
uluhan orang petambak meng- Budidaya percontohan ini merupakan puruk produksinya akibat fenomena el Direktur Budidaya Kemitraan Bumi
hadiri panen udang pada hasil kerja sama antara Balai Besar nino. Menurut Supito, tambak udang Dipa, Towilun, mengatakan bahwa selain
kolam budidaya percontohan Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) di Bumi Dipasena Lampung masih men- lebih menguntungkan dan transparan
di Kampung Bumi Dipasena Jepara, Perhimpunan Petambak Plasma janjikan. Buknya, hasil panen dua dari sisi usaha, pelaksanaan sistem bagi
Mulya, Kecamatan Rawajitu Timur, Udang Windu (P3UW) Lampung dan petak tambak percontohan sangat me- hasil dan gotong royong ini melahirkan
Tulang Bawang, Lampung, 13 April lalu. Kemitraan Bumi Dipa. muaskan. Dengan jumlah penebaran kontrol sosial dan semangat persatuan
benih 320.000 ekor udang vannamei, yang lebih kuat.
total hasil yang dicapai sebesar 4,6 ton Kami harapkan kerja sama seper
dengan size 50 ekor/kilogram. Proses ini dapat terus berkelanjutan. Dengan
produksi memakan waktu 100 hari, bimbingan mengenai teknologi dan
dan dak mengalami kendala penyakit inovasi dari pemerintah, kami yakin
seper white feses desease (WFD), produksi udang akan terus membaik,
infecous myo necrosis virus (IMNV) katanya. Kami berharap pemerintah
atau sejenisnya yang selama ini menjadi dapat juga turut terlibat dalam pelak-
masalah di kalangan petambak udang di sanaan pola usaha bagi hasil yang sedang
Indonesia, kata Supito. kami jalankan karena terbuk lebih baik
Menurut Supito, petambak hanya dari pola in-plasma yang dulu pernah
memerlukan bimbingan teknis dan kami jalankan, papar Towilun.
pelahan teknologi budidaya terkini Tambak Udang Bumi Dipasena pernah
sehingga hasil usaha budidaya yang jadi kawasan tambak udang terbesar di
dijalankan bisa lebih maksimal. Secara Asia Tenggara. Namun karena buruknya
teknis dengan penerapan teknologi manajemen pelaksanaan kemitraan in-
budidaya udang yang inovaf, kawasan plasma akhirnya membuat usaha budi-
tambak eks Dipasena dapat berproduksi daya udang di kawasan pertambakan ini
secara maksimal, jelas Supito. Pertam- tak berlanjut.
bakan Bumi Dipasena saat ini dikelola red

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016


Produksi & Usaha 9 Akuakultur
Indonesia

Kerang Hijau dari Bandar Lampung


Lampung banyak memproduksi kerang hijau.
Permasalahannya kini serapan pasar menurun
karena melimpahnya produk kerang.

B
udidaya kekerangan di Lampung bangkan budidaya kerang hijau dengan
makin berkembang. Jenis yang metode rakit apung (ra method).
paling banyak dibudidayakan Ukurannya variaf yaitu 10x13 meter dan
adalah kerang hijau (Perna 8x20 meter. Proses budidayanya seder-
viridis). Metode budidaya yang digunakan hana, yakni dengan membuat rakit apung
antara lain: tancap (post method), rakit dari bambu, dan menggunakan drum
tancap (rack method), rakit apung (ra sebagai bahan pelampungnya, kemudian
method) dan tali rentang (long line menambahkan tali gantungan sebagai
method). Produksi kekerangan Provinsi media kerang menempel, papar Alfian.
Lampung menyumbang 1,94% pada pro- Setelah wadah selesai, maka nggal
duksi kekerangan nasional atau sebesar menunggu benih-benih kerang datang
718,7 ton. dan menempel pada substrat gantungan
Di Lampung telah berdiri beberapa tersebut. Umumnya ketersediaan benih
kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di lokasi banyak terjadi pada Bulan
yang membudidayakan kerang hijau. Februari dan Juli dengan waktu panen di
Salah satu kelompok yang terbilang bulan Mei dan Juni, katanya lagi.
telah sukses mengembangkan budidaya Dalam satu unit rakit apung berukuran
kekerangan di Lampung adalah Pokdakan 8x20 meter dapat menampung 3.000- panen kerang hijau
Sinar Harapan, di Teluk Bone 2 Sinar Laut 4.000 gantungan dan umumnya terdapat
Kota Karang Raya, Telukbetung Timur, 1 kilogram benih per gantungan. Rakit- budidaya kerang hijau selama 5 bulan dari bakteri Salmonella dan Escherichia
Kota Bandar Lampung. Kelompok ini rakit apung tersebut ditempatkan pada dan produksi kelompok mencapai 3 ton colli dan hasilnya negaf. Permasalahan
merupakan binaan Dinas Kelautan dan kedalaman perairan 3-5 meter dengan per unit rakit dengan harga jual Rp 6.000/ yang dihadapi kelompok saat ini adalah
Perikanan Provinsi Lampung, Dinas panjang gantungan 1-1,5 meter dari kilogram dan ukuran panen berkisar ngginya produksi kerang sehingga tak
Kelautan dan Perikanan Kota Bandar permukaan air. Menurut Alfian, modal antara 40-60 ekor/kilogram. terserap pasar. Akibatnya, banyak yang
Lampung dan BBPBL Lampung (UPT produksi untuk budidaya kekerangan Pokdakan Sinar Harapan ini juga menunda waktu panen hingga sampai
Ditjen Perikanan Budidaya). terhitung rendah, yakni sekitar Rp 8 juta telah membentuk Poklahsar (Kelompok 7 bulan. Karena itu, kelompok mem-
Ketua Pokdakan Sinar Harapan, Alfian, per unitnya. Seiring berjalannya waktu, pengolah dan pemasar) produksi butuhkan dukungan pemasaran sehingga
mengatakan bahwa saat ini kelompok- saat ini kelompok sudah memiliki 120 kerang hijaunya. Kelompok ini juga produk kerangnya bisa dipasarkan ke
nya beranggota 10 orang dan mengem- unit rakit apung. Masa pemeliharaan telah menguji kesehatan kerangnya daerah lain.mro

Mengembalikan Kejayaan Aceh Tamiang


Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menya- mengembalikan kejayaan Aceh Tamiang ha, jelasnya.
sebagai penghasil udang windu dan Selain itu, Aceh Tamiang juga sempat
lurkan bantuan 6 juta benih udang untuk para udang galah yang sempat menjadi menjadi daerah utama penghasil induk
petambak Aceh Tamiang. komoditas andalan kawasan pesisir di udang windu dan udang galah yang
Aceh, kata Slamet. Ia juga berharap, bagus, yang bahkan terbaik di Asia
benih yang ditebar ke alam dalam Tenggara. Namun, eksploitasi yang terus

D
irektur Jenderal Perikanan ekor benih udang windu ke alam yang rentang waktu setahun dak ditangkap menerus dilakukan mengakibatkan
Budidaya, Kementerian dilakukan di dermaga Pusong Kapal, dulu, sehingga bisa menjadi calon induk menurunnya jumlah induk udang di
Kelautan dan Perikanan (KKP), Kecamatan Seruway. yang baik. alam, sehingga berdampak menurunnya
Dr. Ir. Slamet Soebjakto, MSi., Pemberian bantuan benih dan Menurut Slamet, sejak Maret 2016, produksi komoditas udang windu dan
menyerahkan bantuan 1 juta benih udang kegiatan penebaran benih udang ke KKP telah memberi bantuan benih udang udang galah di Aceh Tamiang. Kini,
windu dan udang galah di Kampung Baru, alam ini bertujuan untuk membantu windu kepada masyarakat sebanyak 6 dengan bantuan jutaan benih udang dan
Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh para petambak meningkatkan produksi juta ekor khusus untuk petambak di Aceh penebaran kembali ke alam (restocking)
Tamiang, 16 April lalu. Selain itu, Slamet udangnya, sekaligus memulihkan Tamiang. Kami membantu Aceh Tamiang yang baru saja dilakukan, Hamdan
juga memimpin penebaran 150.000 stok udang di alam. Kami ingin karena ingin kabupaten ini menjadi berharap kejayaan Aceh Tamiang akan
awal kebangkitan udang windu di Aceh datang lagi.
karena potensinya sangat besar, kata Menurut Bupa Hamdan, Kabupaten
Slamet. Menurut Slamet, bantuan benih Aceh Tamiang kini memiliki tambak
udang windu yang disalurkan kepada seluas 5.190 ha, dan masih banyak lagi
masyarakat akan dikelola secara intensif lahan yang bisa dikembangkan menjadi
dan berkelanjutan, dan ia mengingatkan tambak. Menurut Hamdan, dengan
agar dak merusak lingkungan. potensi yang masih besar itu, Aceh
Bupa Kabupaten Aceh Tamiang, Tamiang masih memiliki peluang besar
Hamdan Sa mengatakan, pada tahun untuk menjadi produsen udang yang
1980an Aceh Tamiang sempat menjadi besar. Kami akan mampu meningkatkan
penghasil besar udang windu melalui produksi udang melalui budidaya udang
sejumlah perusahaan tambak intensif windu berbasis kawasan yang ramah
yang juga merupakan perusahaan lingkungan dan berkelanjutan, ujar
pertama yang menjalankan sistem Hamdan Sa. Ia mengajak para petambak
intesifikasi tambak udang. Kala itu untuk mewujudkan tekad itu melalui
produksinya mencapai 8-9 ton/ha. Kalau cara-cara budidaya yang bertanggung
sekarang ini hanya mencapai 1,9 ton/ jawab.red

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016


Perbenihan 10
Akuakultur
Indonesia

Perintah Langsung dari Presiden


Untuk mencapai target produksi perikanan budi- Yogyakarta, pada 3 Maret 2016, yang mencapai puluhan ribu, memang jumlah
dibuka Direktur Jenderal Perikanan ini relaf sedikit. Kita memang perlu
daya tahun ini, diperlukan benih 101 milyar ekor dan Budidaya Dr. Ir. Slamet Soebjakto. Slamet tahapan-tahapan proses serfikasi yang
1,1 juta ton bibit rumput laut. Sertifikasi CPIB jadi mengatakan bahwa untuk menghadapi harus dilalui unit pembenihan tersebut
persaingan MEA, perikanan budidaya sebelum mendapatkan serfikat, jelas
keharusan. harus siap di segala lini. Mulai dari Slamet.
teknologi sampai dengan SDM nya harus Target produksi perikanan budidaya

K
ualitas produk perikanan upaya yang dilakukan adalah melalui mumpuni, sehingga mampu bersaing di pada tahun 2016 adalah 19,45 juta ton.
budidaya terus di ngkatkan, peningkatan kualitas induk dan benih. pasar regional ini atau bahkan di pasar Untuk mencapai target itu diperlukan
dalam upaya untuk mening- Topik ini jadi bahasan utama pada Global. benih sekitar 101 milyar ekor dan 1,1
katkan daya saingnya, memasuki Rapat Koordinasi Standardisasi dan Slamet mengatakan bahwa produksi juta ton bibit rumput laut. Untuk
pasar bebas ASEAN (MEA). Salah satu Serfikasi Perbenihan Nasional di induk unggul dan benih bermutu mencapai target itu, seper yang
dilakukan melalui penerapan serfikasi disampaikan Bu Menteri Susi Pudiastu,
Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) komunikasi, koordinasi dan kerjasama
pada usaha pembenihan perikanan harus kita jalankan, agar semua tugas
budidaya, dan juga Sumber Daya Manusia kita berhasil dan berdaya guna, ujar
(SDM) yang terlibat di dalamnya. Salah Slamet. Penerapan serfikasi CPIB oleh
satu syarat mendapatkan serfikasi usaha pembenihan dan harmonisasi
CPIB adalah harus memiliki petugas CPIB dengan Sistem Serfikasi Budidaya
Manajemen Pengendali Mutu (MPM) baik di ngkat Regional maupun
--yang saat ini secara nasional berjumlah Interanasional harus dilakukan, sehingga
3.109 orang, dan menurut Slamet, akan menjadikan Perikanan Budidaya Mandiri,
terus ditambah. Berdaya Saing dan Berkelanjutan, tegas
Slamet Soebjakto menegaskan, Slamet lagi.
pada tahun 2016, target jumlah usaha Slamet Soebjakto mengatakan bah-
pembenihan yang terserfikasi CPIB wa serfikasi CPIB ini adalah perin-
sebanyak 120 unit pembenihan, sehingga tah langsung dari Presiden RI, dalam
total unit pembenihan berserfikat CPIB rangka mewujudkan kedaulatan bangsa,
mncapai 678 unit, dan pada tahun 2019 dengan meningkatkan daya saing
mencapai 1108 unit. Bila dibandingkan produk perikanan, khususnya perikanan
dengan jumlah unit pembenihan yang budidaya.red

Menebar Benih ke Alam


Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyu- daya komoditas perikanan ini harus sun Peraturan Menteri (Permen) yang
dipulihkan di alam seper dulu, kata mewajibkan seluruh pembenih untuk
sun Permen yang mewajibkan para pembenih ikan Slamet. melakukan restocking sendiri dari hasil
melakukan restocking untuk menjaga stok alam. Slamet mengatakan bahwa Direk- pembenihannya. Jumlah benih yang
torat Jenderal Perikanan Budidaya telah wajib disisihkan untuk restocking nan
ditugaskan untuk memproduksi benih akan diatur, apakah dua persen atau

D
irektur Jenderal Perikanan benih udang windu (P. Monodon). beberapa komoditas perikanan khusus berapa persen dari total produksinya
Budidaya, Dr. Ir. Slamet Menurut Slamet Soebjakto, tujuan untuk ditebar ke alam. Ke depan, kita untuk dilepas ke alam, papar Slamet.
Soebjakto, MSi., melepas penebaran benih ke alam (restocking) ingin kegiatan restocking ini bukan Slamet berharap, kegiatan penebaran
benih beberapa jenis biota laut ini adalah untuk menjaga ketersediaan hanya dikerjakan pemerintah, tetapi benih ke alam ini bisa menjadi program
yang jadi komoditas penng perikanan sumber daya perikanan di alam. Populasi juga dilakukan masyarakat. Karena itu berkesinambungan. Selain untuk kepen-
budidaya, di dermaga Balai Perikanan jenis-jenis komoditas perikanan yang kita ingin menyadarkan masyarakat juga ngan ekosistem di alam, juga untuk
Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, ditebar itu kini mulai berkurang di alam, untuk menjaga kelestarian jenis-jenis menjaga stok ikan di alam, sehingga
Pantai Boddia, Kabupaten Takalar, bahkan rajungan atau keping laut dan biota laut yang bernilai ekonomis penng suatu saat bisa kembali mengandalkan
Sulawesi Selatan, 14 April lalu. Benih yang udang windu sudah sulit ditemukan lagi, di alam, kata Slamet. alam untuk keperluan budidaya.
dilepas berjumlah 300.000 ekor terdiri akibat penangkapan yang terus menerus. Untuk melaksanakan kegiatan Menurut Slamet, balai-balai perikanan
dari benih rajungan (Posturus pelagicus), Seper arahan Menteri Perikanan, Ibu restocking itu, kata Slamet, Kementerian juga telah diberi tugas memproduksi
benih ikan bandeng (Chanos canos) dan Susi Pudjiastu, ketersediaan sumber Kelautan dan Perikanan sedang menyu- benih ikan-ikan lokal baik ikan air tawar
maupun laut (payau) seper ikan betok,
tawes, gabus, nilem, sepat dan lain-lain
untuk keseimbangan ekosistem sekaligus
penyedia kebutuhan pangan untuk
meningkatkan gizi masyarakat.
Kepala BPBAP Kabupaten Takalar,
Nono Hartanto, mengatakan bahwa
pihaknya akan berupaya semaksimal
mungkin menyediakan benih untuk
keperluan restoking seper yang telah
ditugaskan kepadanya. Restocking ini
merupakan langkah nyata untuk menjaga
populasi biota laut di alam, katanya.
Jadi, siapa pun dak perlu merasa rugi
memberikan ke alam, karena alam akan
kembali memberikan manfaatnya jika
kelestariannya dijaga.red

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016


Perbenihan 11 Akuakultur
Indonesia

Bantuan Benih untuk Ciseeng


rakat pembudidaya meningkatkan bahan baku lokal, tapi kandungan
produksinya. Kabupaten Bogor merupa- nutrisinya dak kalah oleh pakan
kan salah satu kawasan minapolitan pabrikan. Namun, Slamet mengatakan
percontohan. Di kawasan ini, DJPB juga bahwa industri pakan ikan dak perlu
terus mendorong produkvitas pakan merasa tersaingi oleh Pokanri, karena
mandiri melalui Gerakan Pakan Mandiri pakan buatan Pokanri hanya untuk
(Gerpari) yang dilaksanakan oleh Pokanri memenuhi kebutuhan kelompok
(Kelompok Pakan Ikan Mandiri). saja. Sedangkan pakan buatan pabrik
Pokanri merupakan kelompok khusus umumnya juga dipasarkan untuk
produsen pakan yang terpisah dari budidaya skala industri pula. Selain itu,
Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) pasar pakan ikan terus membesar seap
dan dibina oleh satuan tugas Pakan tahunnya seiring makin meluasnya lahan
Mandiri yang dibentuk DJPB. Gerpari budidaya, sehingga pakan pabrikan
dicanangkan untuk menekan biaya pakan selalu terserap pasar.
yang dikeluarkan pembudidaya dalam Kepala Dinas Peternakan dan Per-
proses produksi, sekaligus menekan ikanan Pemkab Bogor, Si Farikah,
impor bahan baku berupa tepung ikan mengatakan, bantuah benih dan induk
yang volume dan nilainya sudah sangat ikan yang diserahkan DJPB kepada para
besar. Karena itu, dalam melaksanakan pembudidaya ikan di Ciseeng, Bogor,
Para pembudidaya ikan di Bogor menerima bantuan 500.000 ekor benih ikan. Bogor merupakan kawasan
minapolitan penng. Gerpari, Pokanri bersinergi dengan dipaskan bakal membuat produksi kiat
kelompok pemasok bahan baku pakan meningkat. Menurut Si, Kabupaten

D
irjen Perikanan Budidaya, Dr. dan bantuan induk sebanyak 1.300 ekor ikan. Slamet mengatakan bahwa saat ini Bogor merupakan kawasan minapoitan
Ir. Slamet Soebjakto, MSi., untuk 6 pokdakan. Sedangkan benih yang mesin pembuat pakan (pelet) bantuan andalan Indonesia. Saat ini Kabupaten
menyerahkan bantuan benih ditebar di Sungai Cibeuteung sebanyak pemerintah baru bisa menghasilkan pelet Bogor memasok 12,99% kebutuhan
ikan dan sekaligus melakukan 20.000 ekor ikan nila. tenggelam. Ke depan, akan diusahakan lele secara nasional dengan produksi
penebaran benih ikan (restocking) di Pemberian bantuan benih dan pemberian mesin pembuat pelet sebanyak 613.109 ton setahun, ungkap
Sungai Cibeuteung, Desa Babakan, restocking di Ciseeng ini merupakan terapung, namun biaya produksinya Si. Kawasan perikanan budidaya di
Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, bagian dari Program Bantuan 100 akan lebih nggi karena kebutuhan Kabupaten Bogor melipu Kecamatan
Jawa Barat, 10 April lalu. Jumlah Juta Benih yang merupakan instruksi listriknya lebih besar. Ciseeng, Kecamatan Parung, Kecamatan
benih bantuan yang diserahkan hari langsung Menteri Kelautan dan Per- Tidak seper industri pakan pabrikan Gunung Sindur, dan Kecamatan
itu sebanyak 510.000 ekor untuk 10 ikanan, Susi Pudjiastu. Tujuannya yang masih mengandalkan bahan baku Kemang.
kelompok pembudidaya ikan (pokdakan), untuk meningkatkan semangat masya- impor, Pokanri lebih memanfaatkan red

Program Bantuan 100 Juta Benih


Realisasi program bantuan benih untuk pembudi- hampir langka yakni ikan kelabau, masyarakat, khususnya masyarakat
papuyu, haruan, dan jelawat, di Sungai pembudidaya ikan, ujar Rudy.
daya hingga kini sudah mencapai hampir 22 juta Martapura, dengan jumlah 100.000 Slamet Soebjakto mengatakan,
ekor benih. ekor. Wakil Gubernur Kalimantan kegiatan pemberian bantuan benih dan
Selatan, Rudy Resnawan mengapresiasi penebaran ikan di perairan umum ini
kegiatan ini. Restocking ini merupakan akan terus dilakukan di seluruh Indo-

D
irektorat Jenderal Prikanan ada proposal pengajuan dari daerah, upaya melestarikan ikan lokal yang nesia. Masyarakat juga diimbau agar
Budidaya (DJPB) Kementerian yang diketahui oleh Dinas Kelautan dan hampir punah. Upaya ini diharapkan bersikap arif mengelola sumber daya
Kelautan dan Perikanan Perikanan setempat, papar Slamet. mampu menyediakan sumber gizi bagi alam, sehingga benih ikan yang baru
(KKP) terus berusaha me- Karena itu perlu adanya Komunikasi, masyarakat, sekaligus meningkatkan ditebar ke perairan umum dak langsung
realisasikan Program Bantuan 100 Juta Koordinasi, dan Kerjasama atau produksi ikan Kalimantan Selatan, dan ditangkapi kembali.
Benih yang akan diberikan kepada para disingkat K3, seper yang diarahkan oleh tentu saja meningkatkan kesejahteraan red
pembudidaya di seluruh Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi
Program ini bertujuan meningkatkan Pudjiastu, untuk meningkatkan efisensi
semangat pembudidaya meningkatkan dan efekfas kinerja, jelas Slamet
produksinya, dan ditargetkan tuntas Di samping menyalurkan bantuan
pada November 2016. benih untuk pembudidaya, DJPB
Slamet mengatakan bahwa hingga juga melakukan penebaran benih di
kini realisasi program ini sudah mencapai alam (restocking) untuk melestarikan
hampir 22 juta ekor benih. Semuanya sumberdaya alam. Jumlah ikan untuk
dipenuhi oleh Balai Benih Ikan (BBI) dan program restocking pada tahun ini
Unit Pelaksana Teknis (UPT), baik yang sebanyak 30 juta ekor, ujar Slamet. Jenis
berada di bawah naungan pemerintah ikan yang ditebar disesuaikan dengan
pusat maupun pemerintah daerah, kondisi dan habitat asli perairan umum
ujar Slamet. Menurut Slamet, bantuan di ap daerah, sehingga dak merusak
benih gras ini diberikan sesuai dengan populasi ikan lokal, kata Slamet. Jenis-
arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, jenis ikan lokal yang ditebar di perairan
agar kehadiran pemerintah dalam hal ini umum antara lain adalah: betok
KKP, dapat dirasakan secara nyata oleh (papuyu), haruan, udang galah, jelawat,
masyarakat, khususnya pembudidaya jajungan dan tawes yang teknologi
ikan. pembenihannya sudah dikuasai.
Jenis benih yang diberikan di- DJPB telah melakukan kegiatan
sesuaikan dengan permintaan dari pem- restocking di beberapa daerah. Di Kali-
budidaya di ap daerah. Jadi dak secara mantan Selatan, DJPB bahkan men-
serampangan kita berikan karena harus coba menebar jenis ikan yang sudah benih ikan nila

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016


Dari Daerah 12
Akuakultur
Indonesia

Jenis Udang Primadona Aceh


Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya akan terus susah diperoleh. Namun, pengembangan Kepada Kepala BPBAP Ujung Batee
udang galah dan udang pisang juga akan yang baru, Slamet Soebjakto berpesan
mendorong peningkatan produksi komoditas- terus didorong bersama komoditas agar dapat mempertahankan kinerja yang
lainnya yang juga jadi andalan, yakni sudah bagus bahkan meningkatkannya.
komoditas primadona di Aceh. keping, rajungan, dan lobster. DJPB BPBAP Ujung Batee sebagai wakil

A
da ga jenis komoditas udang Budidaya, Slamet Soebjakto, kelebihan melalui Balai Perikanan Budidaya Air pemerintah harus hadir di antara warga
air tawar yang menjadi prima- udang windu adalah tahan penyakit dan Payau (BPBAP) Ujung Batee akan terus guna memberikan jalan keluar dari
dona di Aceh, yaitu udang pertumbuhannya lebih cepat. "Udang berusaha menyediakan benih-benih persoalan yang mereka hadapi, dengan
windu, udang galah dan udang windu bahkan sering jadi sumber daya komoditas unggulan itu. kebijakan yang dibuatnya," ujar Slamet.
pisang. Direktorat Jenderal Perikanan genek untuk disilangkan dengan jenis Slamet Soebjakto memuji kinerja Ia menambahkan bahwa tantangan
Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan lain," kata Slamet, keka melakukan kun- BPBAP Ujung Batee yang dianggap me- perikanan budidaya ke depan makin
dan Perikanan (KKP) kini sedang ber- jungan ke Aceh pertengahan April lalu. muaskan. Salah satu prestasinya adalah berat sehubungan dengan era pasar
usaha mengembangkan udang Windu Jenis udang lainnya agak susah membantu menyediakan 6 juta bibit bebas yang akan dihadapi, dimulai
di kawasan Aceh, khususnya di Aceh menyediakan benihnya, karena induk udang windu dan udang galah untuk dengan diberlakukannya Masyarakat
Tamiang. Menurut Dirjen Perikanan udang galah dan udang pisang agak memenuhi kebutuhan para petambak Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun lalu.
udang di Aceh Tamiang, yang diberikan Kita butuh sinergi yang kuat dengan
sebagai bantuan. "Kinerja para pere- berbagai pihak, baik dengan pemerintah
kayasa BPBAP Ujung Batee luar biasa. daerah, pihak swasta maupun masya-
Saya juga memuji koordinasinya dengan rakat, kata Slamet. Sebagai ujung
pemerintah daerah," ujar Slamet tombak DJPB di lapangan, BPBAP Ujung
Soebjakto. Batee juga diharapkan mampu menang-
Baru-baru ini, KKP menunjuk Ahmad kap berbagai persoalan yang dihadapi
Bosari Muslim sebagai Kepala BPBAP pembudidaya untuk kemudian berusaha
Ujung Batee, menggankan pejabat lama, meningkatkan produksi perikanan budi-
Abidin Nur. Ahmad sebelumnya bertugas daya seper yang sudah dipatok peme-
di BPBAP Situbondo, Jawa Timur, sebagai rintah. Aceh termasuk daerah yang
Kepala Seksi Pengujian dan Dukungan memiliki potensi perikanan budidaya
Teknis, sejak tahun 2000. Dengan peng- yang sangat besar, dan potensi itu harus
alaman yang panjang di bidang budidaya betul-betul dimanfaatkan dalam upaya
air payau, Ahmad diharapkan bisa meningaktkan kesejahteraan masyarakat
membantu Aceh meningkatkan produksi melalui usaha perikanan budidaya yang
Tebar benih udang windu perikanan budidaya air payaunya. berkelanjutan.Red

Mengembalikan Pamor Udang Windu


Budidaya udang windu kembali digalakkan.
Pemerintah mendukung dengan penyiapan induk
unggul dan benih bermutu.

P
ada 9 Maret 2016 lalu, Direktur hingga tradisional plus, seper yang
Jenderal Perikanan Budidaya dilakukan di Kalm. Kalm merupakan
Dr. Ir. Slamet Soebjakto,MSi., salah satu propinsi sentra produksi
melakukan kunjungan kerja udang windu nasional. Saat ini yang
ke sentra budidaya udang windu perlu ditekankan adalah budidaya
di Kabupaten Kutai Kartanagera, udang windu dengan memperhakan
Kalimantan Timur (Kalm). Udang keberlanjutan baik keberlanjutan ling-
windu merupakan salah satu komoditas kungan maupun keberlanjutan usaha.
unggulan perikanan budidaya yang Dua hal ini harus berjalan beriringan.
mencapai keemasannya pada tahun Pemerintah mendukung dengan penyiap-
1990an, dan kini terus didorong untuk an induk unggul dan benih bermutu, yang
kembali berjaya. Pasar udang ini masih diproduksi oleh Unit Pelaksana Teknis
sangat luas, dan harganya masih nggi. (UPT) seper di BBPBAP Jepara dan juga
Udang windu merupakan udang BPBAP Takalar, jelas Slamet Soebjakto.
asli Indonesia yang harus tetap dikem- Untuk meningkatkan pendapatan
bangkan. Meskipun saat ini, produksinya pembudidaya khususnya pembudidaya
masih kalah dengan udang vaname, tapi ikan air tawar, Slamet mendorong
pasarnya masih terbuka lebar, sehingga produksi pakan mandiri yang meman-
tetap perlu didukung dengan ketersediaan faatkan bahan baku lokal. Untuk itu
induk dan benih yang konnyu, kata perlu dibentuk Kelompok Pakan Ikan
Slamet Soebjakto. Kenaikan produksi Mandiri (POKANRI) untuk memproduksi
udang windu selama kurun waktu lima pakan ikan yang murah dan bermutu.
tahun terakhir (2010 2014) mencapai Pemanfaatan bahan baku lokal seper Udang Windu

4,81 % per tahun, dari 125.519 ton pada limbah kelapa sawit akan mampu mengu- dalam rangka mendukung produksi per- ningkatkan populasinya di alam, kata-
2010, menjadi 131.809 ton pada 2014. rangi biaya pakan, sehingga mening- ikanan dari perairan umum. Di Kali- nya. Masyarakat juga diharapkan
Angka sementara produksi udang windu katkan pendapatan pembudidaya, meng- mantan, ikan papuyu dan juga haruan, dapat memanfaatkan ikan-ikan ini
pada 2015 mencapai 201.312 ton atau gerakkan perekonomian daerah, juga harus di dorong pengembangannya. sebagai sumber protein yang mudah
20 % dari total produksi udang nasional. mengatasi masalah limbah dari industri Teknologi pembenihan kedua jenis di dapat. Ini juga sebagi wujud dalam
Menurut Slamet, produksi udang kelapa sawit, papar Slamet. ikan lokal ini sudah di kuasai, sehingga mengembangkan perikanan budidaya
windu sebagian besar disumbang dari Slamet juga mengatakan perlu kita akan bantu melakukan restocking yang mandiri, berdaya saing dan ber-
budidaya dengan sistem tradisional meningkatkan produksi ikan-ikan lokal kedua jenis ikan lokal ini, untuk me- kelanjutan.Red

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016


Dari Daerah 13 Akuakultur
Indonesia

Mendorong Perikanan Budidaya di NTT


Rakerda Kelautan dan Perikanan se-NTT telah
digelar di Belu. Rumput laut sangat cocok di NTT.

P
embangunan perikanan budi- laboratorium kuljar di Lampung, Takalar
daya terus dipacu, termasuk di dan Lombok. Tahun 2016 ini, akan di
Indonesia bagian Timur. Salah tambah 5 laboratorium lagi di Aceh,
satunya adalah di Nusa Tenggara Batam, Jepara, Situbondo dan Ambon,
Timur (NTT). Produksi perikanan budi- ungkap Slamet. Ia berharap, Dinas
daya di NTT mencapai 1,89 juta ton per Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, juga
tahun, sebagian besar adalah rumput menyiapkan anggaran untuk mendukung
laut. pembangunan laboratorium kuljar.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet lebih lanjut mengatakan
Dr. Ir. Slamet Soebjakto, MSi., mengatakan bahwa budidaya bandeng juga memiliki
bahwa kondisi alam di wilayah NTT potensi untuk dikembangkan di NTT,
sangat cocok untuk pengembangan khususnya di Belu. Budidaya bandeng
budidaya rumput laut. Mulai dari di Belu sangat mendukung peningkatan
penyediaan kebun bibit, sampai dengan perekonomian di perbatasan, ujar
budidaya dan penjemurannya, sangat Slamet. Untuk budidaya itu, Gerak- Foto bersama para peserta Rakerda Kelautan dan Perikanan se- NTT di Belu, Atambua
cocok, sehingga NTT bisa jadi sentra an Pakan Ikan Mandiri (GERPARI) akan
rumput laut nasional, kata Slamet, pada terus didorong pengembangannya. harapkan, harga pakan mandiri nannya daerah. Dan tentunya Prasarana dan
saat memberikan arahan dalam Rapat Pabrik pakan mandiri dapat dipusatkan dak lebih dari Rp 6.500 per kg, kata sarana untuk pembenihan harus disiap-
Kerja Daerah (RAKERDA) Kelautan dan di Tablolong. Kemudian di daerah per- Slamet. kan, sekaligus dengan sumber daya
Perikanan se NTT di Belu, Aambua, 19 batasan dapat dibangun pabrik pakan Untuk budidaya bandeng dan budi- manusianya, papar Slamet.
Maret 2016. mandiri mini, kata Slamet. Untuk pro- daya ikan air tawar, Slamet menjanjikan Dukungan dari pemerintah daerah
Untuk mendukung peningkatan duksi awal, lanjutnnya, bisa dimulai akan menyediakan induk-induk unggul sangat diperlukan dan harus terus
produksi rumput laut, Kementerian dengan 1 ton per hari, untuk memenuhi untuk dikembangkan agar bisa mem- dingkatkan. Ini akan mempermudah
Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui kebutuhan pembudidaya di sekitar pabrik produksi benih bermutu. DJPB memiliki kita meningkatkan kesejahteraan masya-
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya pakan mandiri. Kemudian akan dibentuk program bantuan induk unggul, dan kita rakat pembudidaya khususnya melalui
(DJPB) telah mengembangkan bibit Kelompok Pakan Mandiri (POKANRI) harapkan pemerintah daerah meng- Perikanan Budidaya yang Mandiri, Ber-
rumput laut kultur jaringan (kuljar). DJPB untuk memperkuat kelembagaan dan usulkan kebutuhan induk unggul sesuai daya Saing dan Berkelanjutan, pungkas
pada tahun 2015, telah membangun 3 mengembangkan pakan mandiri. Di- dengan kebutuhan masing-masing Slamet.red

Potensi Besar Lombok Timur


Rumput laut, kerapu, lobster dan tiram mutiara lautnya dalam rangka berkontribusi yang baru dimanfaatkan sebesar 520
dalam peningkatan produksi rumput hektar atau 26%.
merupakan komoditas unggulan perikanan budidaya laut nasional itu, termasuk Kabupaten Pada tahun 2013, produksi rumput
Lombok Timur. Potensi pengembangannya masih Lombok Timur. laut di Lombok Timur mencapai 103.937
Kabupaten Lombok Timur sudah ton, atau naik 111,68% bila dibandingkan
besar. dikenal sejak lama sebagai sentra budi- produksi tahun 2010. Jumlah kelompok
daya rumput laut di Indonesia. Kawasan pembudidaya rumput laut di sana yang
sentra budidaya rumput laut tersebut akf melaksanakan usahanya mencapai

L
ombok Timur memiliki potensi perikanan yang telah dibudidayakan di telah ditetapkan sebagai lokasi kawasan 338 kelompok. Selain pengembangan
pengembangan perikanan budi- sini melipu pengembangan rumput laut, minapolitan yang melipu Kecamatan rumput laut, potensi pengembangan
daya laut yang sangat besar. lobster, ram muara dan teripang. Jerowaru dan Keruak sebagai kawasan komoditas lainnya juga sangat besar.
Bentangan pantai yang mencapai Direktorat Jenderal Perikanan in (minapolis). Penetapan lokasi Kerapu dan lobster, misalnya, merupakan
220 km menjadi potensi besar perikannan Budidaya (DJPB) menargetkan hingga pengembangan kawasan minapolitan komoditas lain dengan produksi
budidaya di pesisir yang menunggu tahun 2019 mampu memproduksi itu berdasarkan Surat Keputusan Bupa yang cukup nggi di Lombok Timur.
untuk dimanfaatkan. Potensi budidaya rumput laut nasional sebesar 19, 54 Tahun 2011. Budidaya rumput laut Pengembangan kerapu di keramba
di kawasan pesisir tersebut melipu 6 juta ton. Hal ini tentu saja menjadi di Lombok Timur memiliki prospek jaring apung (KJA) mempunyai peluang
kecamatan, yaitu Kecamatan Jerowaru, pendorong bagi kawasan-kawasan yang sangat besar. Dengan potensi besar untuk dikembangkan. Dengan
Keruak, Sakra Timur, Labuhan Haji, yang berpotensi budidayarumput laut pengembangannya yang lebih dari 2.000 dukungan Balai Budidaya Laut (BBL)
Pringgabaya dan Sambelia. Komoditas untuk meningkatkan produksi rumput hektar tersebar di empat kecamatan, Lombok, kebutuhan benih kerapu dapat
tercukupi sekaligus bisa memperoleh
pendampingan teknis budidaya.
Budidaya lobster dan ram muara
juga merupakan usaha yang cukup
banyak dimina masyarakat Lombok
Timur. Pengembangan budidaya ram
muara menjadi prospek yang men-
janjikan, karena nilai ekonominya yang
nggi dan peminat muara dari luar
Lombok cukup banyak, bahkan dari luar
negeri. Potensi pengembangan muara
terbesar ada di kecamatan Aikmel,
Pringgasela, Masbagik dan Selong.
Dengan segudang potensi itu, Lombok
Timur siap menyambut investor.Ds

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016


Dari Daerah 14
Akuakultur
Indonesia

Koordinasi Minapolitan Perikanan Budidaya


Kawasan Minapolitan perikanan budidaya berhasil
memunculkan kawasan industri perikanan budidaya
baru dan berkembangnya perekonomian daerah.

D
irektur Jenderal Perikanan luas, lingkungannya masih terjaga serta
Budidaya Dr. Ir. Slamet inisiaf masyarakatnya yang cukup nggi
Soebjakto, M.Si., membuka dalam melakukan usaha budidaya ikan,
Rapat Koordinasi Minapolitan akan menjadikan kawasan ini sebagai
Perikanan Budidaya yang diselenggarakan pusat ekonomi baru di Donggala dengan
di Donggala, Sulawesi Tengah, 13 Maret sektor perikanan budidaya sebagai
2016 lalu. Slamet mengatakan bahwa sektor utamanya. Komoditas utama di
Minapolitan merupakan konsepsi wilayah ini adalah bandeng, udang, dan
pembangunan ekonomi yang berbasis rumput laut. Panen Udang Vaname
kawasan berdasarkan prinsip-prinsip Pada tahun 2015, Kementerian
terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan Kelautan dan Perikanan memberikan pada perikanan budidaya, sehingga Bupa Donggala, Kasman Lassa
percepatan pembangunan. Kawasan bantuan satu unit excavator untuk perekonomian daerah dapat berkembang menyampaikan pihaknya sangat men-
Minapolitan perikanan budidaya telah mendukung pembangunan kawasan dan kesejahteraan masyarakat pun dukung pengembangan kawasan mina-
berhasil menjadi embrio munculnya minapolitan Desa Lalombi. Excavator meningkat, jelas Slamet. politan karena akan menghidupkan
kawasan industri perikanan budidaya digunakan untuk mencetak lahan Slamet mengingatkan bahwa dalam ekonomi dan menyejahterakan masya-
baru dan berkembangnya perekonomian budidaya baru, perbaikan pematang, mengelola usaha perikanan budidaya, rakat. Program ini akan menjadi bagian
daerah, kata Slamet. perbaikan kolam atau tambak. harus memperhakan lingkungan, untuk yang tak terpisahkan dari program
Kabupaten Donggala merupakan Untuk tahun 2016, kata Slamet, akan mendukung keberlanjutan. Perikanan prioritas jangka pendek kami yakni
salah satu Kabupaten lokasi minapolitan disalurkan berbagai bantuan senilai Rp budidaya yang berkelanjutan baik dari menjadikan Kota Donggala sebagai
berbasis perikanan budidaya. Desa 2 milyar. Bantuan ini kita harapkan segi usaha maupun lingkungan, akan Kota Wisata mulai 2016, katanya. Ia
Lalombi, Kecamatan Banawa di Donggala, akan meningkatkan kesejahteraan menjamin konnyuitas produksi dan juga menambahkan, Desa Lalombi akan
dipilih sebagai pusat minapolitan. masyarakat, sesuai dengan tujuan pendapatan masyarakat. Hutan bakau menjadi pusat kuliner hasil budidaya
Menurut Slamet, Lalombi sangat pembangunan kawasan minapolitan harus tetap dijaga dan dilestarikan, kalo perikanan dan kelautan serta industri
strategis, yaitu berada di lintas Trans yaitu membangun kawasan terintegrasi perlu harus di tanami lagi, pesan Slamet rumah tangga berbahan baku hasil per-
Sulawesi, memiliki potensi tambak yang dari hulu sampai hilir dengan berbasis Soebjakto. ikanan dan kelautan. (red)

Wakil Rakyat dan Perikanan Budidaya


Komisi IV DPR mengunjungi Stasiun Karantina perikanan yang masuk maupun keluar nuhi kebutuhan kelompok sendiri.
dapat menjamin mutu dan keamanan Harapannya, pengembangan pakan ikan
Ikan dan obyek perikanan budidaya di Kalimantan pangan hasil perikanan. Setelah itu, mandiri dapat terus dilakukan untuk
Tengah. rombongan DPR-RI berkunjung ke lokasi pemenuhan kebutuhan pembudidaya
pengembangan budidaya air tawar di dan mengurangi ketergantungan pada

S
tasiun Karanna Ikan merupakan dan Perikanan Provinsi Kalteng, Kepala lahan gambut. Mereka menemui Kelom- pakan industri. Guna kelancaran usaha
protektor terakhir dalam proses Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten pok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Maju budidaya, saat ini Pokdakan mem-
penerimaan dan pengiriman Kapuas dan Pulang Pisau, Kepala Badan Bersama di Desa Gohong, Kecamatan butuhkan bantuan dari pemerintah
produk ikan, dari dalam dan Karanna Ikan, Kepala Stasiun Karanna Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau. berupa perbaikan jalan produksi, mesin
luar negeri. Dalam rangka mengawasi Ikan Kelas I Palangkaraya, Direktur Pakan Selain mengembangkan usaha budi- penepung ikan serta kendaran bermotor
operasional Stasiun Karanna Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya- daya ikan pan, Pokdakan ini juga pengangkut produksi pakan.
Komisi IV DPR-RI melakukan kunjungan KKP serta media massa. sudah dapat membuat pakan ikan Edi Prabowo berpesan agar pengem-
kerja ke Stasiun Karanna Ikan Kelas I Ketua Komisi IV DPR-RI, Edi mandiri. Bahan baku yang digunakan bangan budidaya di lokasi minapolitan
di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Prabowo, MM, MBA, brpesan agar adalah dedak dan ikan rucah. Hasil harus berdasarkan industrialisasi ber-
Kalimantan Tengah (Kalteng), pada 21 dalam melaksanakan tugasnya, Stasiun uji menunjukkan kandungan protein basis blue economy. Penguatan model
sampai 25 Maret 2016 lalu. Tim DPR Karanna Ikan benar-benar selekf 36% dengan biaya produksi sebesar industrialisasi dapat dilakukan melalui
didampingi oleh Plt Gubernur Kalteng, dan menerapkan Standar Operasional Rp 4.200 per kilogramnya. Produksi peningkatan nilai tambah produk
Hadi Prabowo, Kepala Dinas Kelautan Prosedur (SOP) agar produk-produk pakan mandiri ini masih untuk meme- tetapi ramah lingkungan (environment
friendly). Arnya, peningkatan produksi
perikanan budidaya harus diiku dengan
menghasilkan produk tambahan lainnya
tetapi dak mencemari lingkungan
sekitarnya (zero waste), paparnya.
Sebagai contoh, air limbah budidaya
dapat menjadi produk pupuk yang dapat
dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan,
pertanian, dan lain-lain sehingga men-
ciptakan usaha budidaya yang ber-
kelanjutan (sustainable aquaculture).
Karena itu ia mengingatkan perlunya
inovasi dan kreavitas dari seluruh
stakeholder perikanan termasuk pe-
nguatan peranan penyuluh yang menjadi
ujung tombak keberhasilan usaha budi-
daya di lapangan.mro
Pengembangan budidaya tiram mutiara menjadi prospek yang
Produksi rumput laut di Lombok Timur mencapai 103.937 Ton menjanjikan

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016


Serba-serbi 15 Akuakultur
Indonesia

Bantuan Benih Banjir Kampar


Pemerintah menyalurkan bantuan 2 juta ekor benih
agar para pembudidaya ikan korban banjir di Riau
dapat kembali memulai usahanya.

K
ementerian Kelautan dan budidaya, setelah terkena musibah
Perikanan (KKP) melalui banjir, Slamet menambahkan. Musibah
Direktorat Jenderal Perikanan banjir mengakibatkan kerugian sekitar
Budidaya (DJPB) memberikan Rp 14,4 milyar berupa rusaknya 758 unit
bantuan benih kepada para pembudidaya karamba dan 275 unit kolam di Kabupaten
ikan di Kabupaten Kampar dan Kuantan Kampar dan Kuantan Singingi.
Singingi, Riau, yang terkena musibah Kabupaten Kampar merupakan
Banjir beberapa waktu lalu. Jumlah benih salah satu kawasan minapolitan per-
yang diberikan untuk dua kabupaten ikanan budidaya yang diandalkan dalam
itu mencapai 2 juta ekor terdiri dari memproduksi pan, nila, mas dan lele.
benih pan, nila, lele, mas, jelawat dan Masyarakat di kawasan ini telah meng-
baung. Benih-benih itu berasal dari Unit gantungkan hidupnya pada usaha
Pelaksana Teknis (UPT) DJPB di Jambi perikanan budidaya serta usaha peng-
dan Sukabumi, serta dari produksi UPT olahan dan pemasaran produknya.
Dirjen Perikanan Budidaya memberikan bantuan benih kepada pembudidaya
Daerah di wilayah Riau. Produksi perikanan budidaya pada
Bantuan diberikan langsung Direktur tahun 2015 sekitar 89.000 ton, 70% juta benih gras yang digulirkan oleh KKP juga kolam yang tergenang air, sehingga
Jenderal Perikanan Budidaya, Dr. Ir. di antaranya atau 62.000 ton berasal sesuai dengan arahan Menteri Kelautan ikan yang sedang dibudidayakan hanyut
Slamet Soebjakto, MSi., di Desa Sawah, dari Kampar. Kawasan minapolitan di dan Perikanan, Susi Pudjiastu. atau bahkan ma, papar Tien. Dengan
Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar telah menunjukkan kemandirian Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan adanya bantuan dari pemerintah pusat
Kampar, 19 Maret 2016 lalu. Ini adalah untuk berusaha dalam bidang perikanan Propinsi Riau, Tien Masna, menyam- dalam hal ini KKP, Tien Masna mengaku
wujud kepedulian pemerintah dalam budidaya. Gerakan Pakan Ikan Mandiri paikan rasa terima kasih atas pemberian senang dan sangat mengapresiasi.
hal ini KKP kepada para pembudidaya, (Gerpari) juga telah dilaksanakan di bantuan benih dari KKP ini. Budidaya Bantuan ini diharapkan akan mendukung
agar tetap bersemangat melakukan Kawasan Minapolitan Kampar, papar ikan merupakan usaha yang terdampak para pembudidaya untuk melanjutkan
usaha budidaya, kata Slamet Soebjakto. Slamet. Menurut Slamet bantuan benih besar atas musibah banjir yang melanda usaha budidayanya di wilayah aliran
Benih bantuan ini dapat dijadikan yang diberikan ini merupakan bagian dari beberapa waktu lalu. Banyak karamba sungai Kampar.
awal yang baru dalam memulai usaha program prioritas, berupa bantuan 100 di aliran sungai Kampar yang pecah dan (red)

Menanam dan Menebar di Hari Air


Untuk mendukung perikanan budidaya perlu
sebagai sentra produksi ikan kawasan provinsi. Program PITAP ini dilaksanakan
kerjasama dengan sektor lain, seperti dengan minapolitan. secara swadaya oleh kelompok penge-
Dalam kegiatan itu KKP bersinergi lola irigasi perikanan(POKLINA). Total
Kementerian PUPR yang membantu memperbaiki dengan Direktorat Jenderal Sumber anggaran yang dialokasikan untuk
irigasi. Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum kegiatan tersebut pada tahun 2016 ini
dan Perumahan Rakyat (PUPR). adalah Rp 23.5 miliar. Direktorat Jenderal
Direktur Kawasan Budidaya, DJPB, Sumber Daya Air Kementerian PU-PR

M
emperinga Hari Air se- Lampung. Kegiatan itu dimulai dengan Arik Hari Wibowo mengatakan bahwa telah mengalokasikan anggaran sebesar
Dunia, pada pertengahan menanam 21.000 batang bibit mangrove, Lampung merupakan salah satu Rp 112 miliar untuk kegiatan rehabilitasi
Maret lalu, Direktorat dan 1 ton bibit rumput laut, yang penyumbang produksi udang, rumput saluran irigasi tambak.
Jenderal Perikanan Budi- dilanjutkan dengan menebar 100.000 laut, kakap puh, kerapu, dan bandeng. Sasaran luas tambak yang terairi
daya (DJPB), Kementerian Kelautan dan ekor benih kakap puh, dan 3.000 Untuk mendukung pengembangan pada tahun ini adalah 13.947 Ha.
Perikanan (KKP), melakukan serang- ekor benih nila di tambak-tambak para sentra-sentra produksi perikanan Pada kesempatan peringatan Hari
kaian kegiatan di Desa Bandar Agung, pembudidaya. Lampung terpilih sebagai budidaya perlu kerjasama dengan Air, DJPB telah menyerahkan bantuan
Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, puncak kegiatan karena dianggap sektor lain. Salah satunya, Kementerian bagi kelompok pembudidaya ikan di
PUPR terutama dalam menyediakan Kabupaten Lampung Selatan untuk
infrastruktur pendukung di kawasan- kegiatan Pengelolaan Irigasi Tambak
kawasan sentra produksi seper saluran Parsipaf TA 2015 sebanyak dua
irigasi pertambakan dan perkolaman kelompok senilai Rp 600 juta dan bantuan
jalan produksi, kata Arik. Kerjasama ini sarana budidaya berupa Karamba Jaring
sangat penng mengingat sebagian besar Apung 4 Unit senilai Rp1,69 miliar.
kawasan budidaya mengalami degradasi Rehabilitasi saluran irigasi antara lain
ketersediaan air untuk kegiatan usaha berlangsung di kawasan tambak udang
budidaya ikan yang yang diakibatkan Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi,
kerusakan sistem irigasi dan degradasi Kabupaten Lampung Selatan. Numi
lingkungan. Rehabilitasi saluran irigasi Chandra, Ketua Kelompok Pengelola
tambak bisa dilakukan melalui kerjasama Irigasi Perikanan (Poklina) Windu Agung,
dan sinkronisasi program dengan di Lampung, mengatakan, bahwa ken-
Direktorat Jenderal Sumber daya Air dala utama dalam kegiatan budidaya
Kementerian PUPR. adalah ketersediaan air. Saluran belum
Arik menuturkan, Direktorat Kawasan maksimal untuk mengalirkan air, kata-
Budidaya telah menginisiasi program nya. Dengan perbaikan saluran irigasi,
pengelolaan irigasi tambak parsipaf diharapkan produksi tambak masyarakat
(PITAP) di 71 Kabupaten/Kota di 20 akan makin meningkat.red

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016


Serba-serbi
Akuakultur
16 Indonesia

Koordinasi untuk Sertifikasi CPIB


Jumlah unit pembenihan yang bersertifikat CPIB
masih sangat sedikit. Akan terus ditambah dengan
sistem sertifikasi yang cermat.

R
apat Koordinasi (Rakor) Stan- oleh wakil BKIPM.
dardisasi dan Serfikasi Nasional Rakor ini menghasilkan beberapa
digelar di Yogyakarta pada awal bur keputusan. Antara lain, pertama,
Maret 2016. Rapat bertujuan standarisasi dan serfikasi diarahkan
mewujudkan sistem penilaian Cara sebagai mekanisme formal dalam
Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) yang pengendalian mutu induk dan benih
efekf dan efisien melalui peningkatan ikan. Kedua, ada beberapa langkah yang
kapasitas auditor dan pembina mutu. akan ditempuh dalam standarisasi dan
Rakor dibuka Direktur Jenderal serfikasi CPIB, misalnya: membangun
Perikanan Budidaya, Dr. Ir. Slamet Komitmen Unit Pembenihan Ikan
Soebjakto, MSi. Hadir antara lain: mengenai kualitas benih yang dihasilkan. Pembukaan rapat koordinasi Standarisasi dan Serfikasi Nasional
Direktur Perbenihan, Direktur Kesehatan Kega, serfikasi CPIB diarahkan untuk
Ikan dan Lingkungan, wakil BKIPM, Nevil mampu memperbaiki kualitas benih, berjangka waktu 57 hari. fikasi CPIB harus bisa memaskan
Clark (Consultant ISO), Kasubdit Stanser, efisiensi, efekfitas, produkvitas dan Tahun ini ditetapkan akan menambah serfikasi CPIB berjalan secara
wakil DKP Propinsi seluruh Indonesia, improvement secara terus menerus unit perbenihan yang berserfikat konsisten, sesuai dengan sistem jaminan
wakil dari UPT Pusat lingkup DJPB, dan sehingga menjadi budaya kerja dan CPIB sebanyak 120 unit. Strategi kesehatan ikan dan pengendalian hama
lain-lain. Acara diisi dengan arahan Dirjen kebiasaan kerja bagi seap unit yang akan ditempuh melipu: mem- dan penyakit, sejalan dengan prinsip
Perikanan Budidaya, dan sejumlah materi perbenihan yang berserfikat CPIB. perbanyak pembinaan, memperbanyak pelayanan publik, dan sesuai standar ISO
yang disampaikan narasumber. Misalnya: Jumlah unit pembenihan yang Penilaian Serfikasi, melakukan Pem- 9001: (2015).
materi tentang Kebijakan Perbenihan berserfikat CPIB sampai kini masih binaan Pemahaman Penerapan Standar Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet
disampaikan oleh Direktur Perbenihan, sangat kecil jika dibandingkan dengan Dan Serfikasi, dan memperbanyak Soebjakto berharap, Rakor benar-benar
materi Peraturan dan Standar Obat Ikan, jumlah pelaku usaha pembenihan Pendampingan dan Pengawalan serta dapat mewujudkan sistem penilaian
Bahan Kimia, dan Bahan Biologi dalam ikan. Serfikasi CPIB termasuk dalam Surveilan Penerapan Serfikasi. Badan CPIB, sehingga unit-unit perbenihan
Unit Perbenihan oleh Direktur Kesling, pengawasan Staf Khusus Presiden tentang Karanna Ikan, Pengendalian Mutu bisa menghasilkan benih unggul yang
dan Peran Otoritas Kompeten dalam pelayanan Publik untuk pencapaian dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) menguntungkan usaha budidaya ikan,
Pembinaan Pengembangan Sistem CPIB waktu yang terukur yaitu jenis Pelayanan sebagai otoritas kompeten dalam ser- untuk kesejahteraan masyarakat.ah

Menyusun Juklak Pemberian Bantuan


Direktorat Perbenihan memiliki program prioritas bibit rumput laut pada 300 kawasan Kegiatan Penyusunan Petunjuk
(berjumlah 3.000 unit). Selain itu akan Pelaksanaan Paket Bantuan Direktorat
tahun 2016 yakni memproduksi induk unggul dan menambah unit perbenihan yang ber- Perbenihan dimaksudkan untuk
serfikat Cara Pembenihan yang Baik menyamakan persepsi seluruh instansi
benih bermutu. (CPIB) sebanyak 120 unit. yang berkaitan dengan pelaksanaan
Bantuan yang akan disalurkan Paket Bantuan (Induk dan Benih). Tujuan

D
irektorat Jenderal Perikanan memiliki program prioritas yang harus antara lain: bantuan induk unggul guna kegiatan ini adalah tersusunnya Petunjuk
Budidaya (DJPB) memiliki misi dilaksanakn dengan sungguh-sungguh. mendukung produksi benih bermutu Pelaksanaan (Juklak) bagi pelaksanan
mewujudkan pembangunan Direktorat Perbenihan, misalnya, pada dalam rangka peningkatan produksi kegiatan paket bantuan agar dapat
kelautan dan perikanan yang tahun 2016 memiliki program prioritas di 23 provinsi dan 60 kabupaten/ dilaksanakan secara efekf, efisien dan
berdaulat, guna menopang kemandirian yakni memproduksi induk unggul dan kota, serta bantuan benih bermutu di sesuai aturan yang berlaku, serta sasaran
ekonomi dengan mengamankan benih bermutu. Kegiatan itu dilaksanakan beberapa provinsi. Selain itu, ada juga dari kegiatan ini adalah terjadinya
sumberdaya kelautan dan perikanan. oleh 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) bantuan untuk komoditas rumput laut percepatan pelaksanaan penyaluran
Seluruh direktorat di bawah DJPB Pusat dan 33 UPT Daerah, dan kebun berupa kebun bibit rumput laut untuk paket bantuan ke masyarakat. Isi
daerah pengembangan sentra Kelautan Juklak mencakup Petunjuk Pelaksanaan
dan Perikanan Terpadu (PSKPT) di 10 Paket Bantuan Calon Induk (Calin) dan
provinsi dan 15 Kabupaten/Kota. Juga, Induk Ikan, Petunjuk Pelaksanaan Paket
bantuan benih ikan air tawar dan laut Bantuan Benih/Bibit di UPT dan UPTD,
untuk restocking di perairan guna Petunjuk Pelaksanaan pembangunan
menjaga ekosistem sumberdaya ikan kawasan kebun bibit rumput laut,
serta meningkatkan produksi perikanan petunjuk pelaksanaan paket bantuan
budidaya di 12 provinsi di 46 Kabupaten/ kebun bibit rumput laut Kultur Jaringan
Kota. (Kuljar).
Untuk menyukseskan seluruh program Pelaksanaan kegiatan ini fokus pada
atau kegiatan prioritasnya, Direktorat 3 poin. Pertama, review dan finalisasi
Perbenihan, DJPB, telah melakukan Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Paket
Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Direktorat Perbenihan (Kebun Bibit
Paket Bantuan Direktorat Perbenihan Rumput Laut, Calon Induk, dan Induk
Tahun 2016. Kegiatan ini dilaksanakan Ikan). Kedua, review dan finalisasi
di Jakarta pada 14 16 Maret 2016. Petunjuk Pelaksanaan Pembangunan 300
Peserta pertemuan antara lain unit- Kawasan Kebun Bibit Rumput Laut. Dan,
unit pelaksana teknis (UPT) daerah dan kega, review dan finalisasi Petunjuk
propinsi, inspektorat Jenderal KKP, Tim Pelaksanaan Produksi Benih di UPT dan
Ahli Direktorat Perbenihan, para Kasubdit UPTD.
dan Kasi lingkup Direktorat Perbenihan. ah

Edisi No.20 Th 4 Maret - April 2016