Anda di halaman 1dari 8

SILABUS

DAN
SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata Kuliah
TEORI DAN METODE PERANCANGAN
PERUNDANG-UNDANGAN

PROGRAM PASCA SARJANA


MAGISTER ILMU HUKUM
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2012
SILABI

A. IDENTITAS MATA KULIAH


NAMA MATA KULIAH : TEORI DAN PERANCANGAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN
STATUS MATA KULIAH : Mata Kuliah Pilihan
MINAT/KONSENTRASI : Hukum Penyelenggaraan Negara
KODE MATA KULIAJ : HKM6322
JUMLAH SKS : 2 (dua)

B. DESKRIPSI MATA KULIAH


Teori dan Perancangan Peraturan Perundang-undangan merupakan mata kuliah
dasar atau teoretik (yaitu mengkaji aspek epistimologi, konsep, teori, dan asas-
asas peraturan perundang-undangannya) sekaligus juga bersifat praksis (yaitu
berkaitan dengan strategi pembuatan peraturan perundang-undangan yang baik
dan problem solving terhadap munculnya peraturan perundang-undangan yang
bermasalah).

C. KOMPETENSI MATA KULIAH


Mahasiswa mampu memahami filosofi, teori, dan praktik pembuatan perundang-
undangan serta mampu menganalisis berbagai problematika yang terkait dengan
politik peraturan perundang-undangan di Indonesia.

D. LEVEL KOMPETENSI
KOMPETENSI I : PENDAHULUAN DAN KONTRAK BELAJAR
a. Penjelasan Silabi dan SAP.
b. Penjelasan Metode Pembalajaran.
c. Penjelasan Kemungkinan Kuliah Praktik/Studi
Ekskursi, dan
d. Penjelasan Sistem Evaluasinya.

KOMPETENSI II : EPISTEMOLOGI PERATURAN PER-UU-AN


a. Epistemologi Peraturan perundang-undangan.

1
b. Hakikat Hukum dan Peraturan Perundang-
undangan.
c. Urgensi Peraturan Perundang-undangan bagi
Pemerintah dan Warganegara.
d. Peraturan Perundang-undangan yang
Berkeadilan.

KOMPETENSI III : POLITIK PERATURAN PER-UU-AN


a. Perubahan Paradigma Pembentukan
(Perancangan) Peraturan perundang-undangan.
b. Pengertian dan Ruang Lingkup Politik Peraturan
Perundang-undangan.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembentukan
Perundang-undangan yang Baik.
d. Prolegnas dan Prolegda adalah Wujud dari Politik
Perundang-undangan.

KOMPETENSI IV : NORMA DAN SUSUNAN HIERARKI NORMA


a. Teori Hierarkhi Norma Kelsen dan Nawiasky.
b. Hierarkhi Norma Dalam Sistem Ketatanegaraan
Indonesia.
c. Kritik atas UU No. 10 Tahun 2004 Tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
d. Konflik Norma dan Penyelesaian Hukumnya.

KOMPETENSI V : PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN


YANG PARTISIPATIF DAN RESPONSIF

2
a. Konsepsi Partisipasi Rakyat Dalam Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan.
b. Karakteristik Peraturan Perundang-undangan
Yang Partisipatif.
c. Karakteristik Peraturan Perundang-undangan
Yang Responsif.
d. Karakteristik Peraturan Perundang-undangan
Yang Revolusioner.

KOMPETENSI VI : PROBLEMATIKA PEMBENTUKAN


PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
a. Problematika Perencanaannya.
b. Problematika Perancangannya.
c. Problematika Pembahasannya.
d. Problematika Pengundangan dan Sosialisasinya.
e. Problematika Evaluasinya.

KOMPETENSI VII : PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN


BERMASALAH DAN JUDICIAL REVIEW

a. Jenis Peraturan Perundang-undangan dalam


Teori: Peraturan Perundang-undangan (wettelijke
regels), Peraturan Kebijakan (beleidsregels), dan
Kebijakan yang Diperjanjikan
(beleidsovereenkomst).
b. Jenis Peraturan Perundang-undangan Dalam
Hukum Positif Indonesia.
c. Karakteristik Legislative Review, Eksekutive
Review, dan Judicial Review.
d. Judicial Review Oleh Mahkamah Agung.
e. Judicial Review Oleh Mahkamah Konstitusi.

3
KOMPETENSI VIII : URGENSI NASKAH AKADEMIK DALAM
PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-
UNDANGAN.
a. Pengertian Naskah Akademik.
b. Kerangka Naskah Akademik.
c. Metode dan Proses Penyusunan Naskah
Akademik.
d. Urgensi Naskah Akademik dalam Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan.

KOMPETENSI IX : ANATOMI PERATURAN PERUNDANG-


UNDANGAN
a. Penamaan/judul.
b. Pembukaan:
- Konsideran Menimbang : landasan filosofis,
landasan yuridis, landasan politis, landasan
sosiologis, dan Landasan Ekologis.
- Konsideran Mengingat.
c. Batang Tubuh.
d. Penutup.

BAHAN PUSTAKA
Buku

A. Hamid S. Attamimi, Peranan Kepres Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan


Negara, Disertasi; Fakultas Pascasarjana, UI- Jakarta, 1990.

Amiroeddin Syarif, Perundang-undangan; Dasar, Jenis, dan Teknik Membuatnya,


Bina Aksara, Jakarta, 1987.

Ann Seidman, dkk., Penyusunan RUU Dalam Perubahan Masyarakat Yang


Demokratis, ELIPS, Jakarta, 2001.

4
Bagir Manan, Dasar-dasar Perundang-undangan Indonesia, Ind-Hill.co, Jakarta,
1992.

_____, Sistem dan Teknik Pembuatan Peraturan perundang-undangan Tingkat


Daerah, LPPM-UNISBA, Bandung, 1995.

_____, Course Material Hukum Perundang-undangan, Publikasi Terbatas, Jakarta,


2000.

_____, Menyongsong Fajar Otonomi Daerah, PSH Fakultas Hukum UII,


Yogyakarta, 2001

_____, Hukum Positif Indonesia (Suatu Kajian Teoretik), PSH Fakultas Hukum
UII, Yogyakarta, 2005.

Budiman N.P.D Sinaga, Ilmu Pengetahuan Perundang-undangan, UII Press,


Yogyakarta, 2005.

_____, Hukum Konstitusi, Kalam Karunia, Yogyakarta, 2005.

Dahlan Thaib, dkk., Teori dan Hukum Konstitusi, Rajawali, Jakarta, 2005.

Djoko Prakoso, Proses Pembuatan Peraturan Daerah, Ghalia Indonesia, Jakarta,


1985.

Djulaeha, Teknik dan Praktik Perancangan Perda Di Jawa Barat, Makalah


disampaikan pada semiloka Pedoman Penyusunan Perda di bidang Lingkungan
Hidup, Kerjasama; Fak. Hukum UNPAR dengan Kementrian Lingkungan
Hidup RI, Bandung, 28 Januari 2003.

Jazim Hamidi, Legislative Drafting Daerah, Makalah disampaikan pada acara


Pembekalan Pejabat dan Staf Provinsi Se-Indonesia, Diselenggarakan oleh
Depdagri dan Otda, di Jakarta, 24-27 Juli 2002.

_____, Legislative Drafting Daerah (Keputusan DPRD dan Keputusan Pimpinan


DPRD), Makalah disampaikan pada acara Bimbingan Teknis bagi Pejabat dan
Staf DPRD Provinsi Se-Indonesia, Diselenggarakan oleh Depdagri dan Otda,
LAN, dan Forum Komunikasi Setwan Provinsi, di Hotel Milenium, Jakarta, 5-9
Mei 2003.

Jazim Hamidi & Budiman N.P.D Sinaga, Pembentukan Peraturan Perundang-


undangan Dalam Sorotan, Tatanusa, Jakarta, 2005.

Jimly Asshiddiqy, Hukum Acara Pengujian Undang-Undang, Konpres,Jakarta, 2006.


5
-------, Perihal Undang-undang Di Indonesia, Konpres, Jakarta, 2006.

------- dan M Ali Safaat, Teori Hans Kelsen Tentang Hukum, Konpres, Jakarta,
2006.

Maria Farida Indrati Soeprapto, Ilmu Perundang-undangan Dasar-dasar dan


Pembentukannya, Kanisius, Yogyakarta, 1988.

_____, Kedudukan dan Materi Muatan PERPU, PP, dan Kepres Dalam
Penyelenggaraan Pemerintahan Negara RI, Disertasi, UI, Jakarta, 2002.

Natabaya, HAS., Sistem Peraturan Perundang-undangan Indonesia, Konpres,


Jakarta, 2006.

Rosjidi Ranggawidjaja, Pedoman Teknik Perancangan Peraturan Perundang-


undangan, Cita Bhakti Akademika, Bandung, 1996.

Solly Lubis, Landasan dan Teknik Perundang-undangan

Soehino, Hukum Tata Negara: Teknik Perundang-undangan, Liberty, Yogyakarta,


1996

Soewoto Mulyosudarmo, Pembaruan Ketatanegaraan Melalui Perubahan


Konstitusi, Intrans, Malang, 2005.

Suprin Naa, Ruang Lingkup Materi Muatan Perda Provinsi dan Kabupaten/Kota
Dalam rangka Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Tesis pada Program
Pascasarjana UNPAD, Bandung, 2003.

Tim CPPS, LSM dan Otonomi Daerah, CPPS-CSSP, Surabaya, 2001.

Peraturan Perundang-undangan:

UUD Negara Republik Indonesia 1945.

UU No. 22 Tahun 1999 tetang Pemerintahan Daerah.

UU No. 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Daerah Istimewa
Aceh Sebagai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua


6
UU No. 22 Tahun 2003 tentang Susuduk MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

UU No. 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi

UU No. 5 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 14 Tahun 1985
tentang MA

UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan

UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

Kepres No. 44 Tahun 1999 tentang Teknik penyusunan Peraturan Per-UU-an dan
bentuk RUU, RPP, R. Kepres.

Kepmendagri & Otda No. 21 Tahun 2001 tentang Teknik Penyusunan dan Materi
muatan Produk-produk Hukum Daerah.

Kepmendagri & Otda No. 22 tahun 2001 tentang Bentuk Produk-produk Hukum
Daerah.

Kepmendagri & Otda No. 23 tahun 2001 tentang Prosedur penyusunan Produk
Hukum Daerah.

Kepmendagri & Otda No. 24 tahun 2001 tentang Lembaran Daerah dan Berita
Daerah.

Kepmendagri & Otda No. 41 tahun 2001 tentang Pengawasan Represif Kebijakan
Daerah.