Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENANGANAN EPILEPSI PADA ANAK


DI STIKES MERCUBAKTIJAYA PADANG

Masalah : Kurangnya pengetahuan mengenai penyakit epilepsi


Pokok Bahasan : Epilepsi
Sub Pokok Bahasan : Penanganan Epilepsi
Sasaran : Orang tua
Waktu : 30 Menit
Tanggal : 29 Desember 2017
Tempat : Lokal P Stikes Mercubaktijaya Padang

A. Latar Belakang
Konduksi atau hantaran merupakan proses aktif yang bekerja sendiri dan
memerlukan penggunaan energi oleh saraf. Konduksi inpuls saraf walaupun cepat,
namun berlangsung lebih lambat daripada listrik, karena jaringan saraf merupakan
konduktor pasif yang relatif sangat buruk. Saraf memerlukan potensial eberapa
volt untuk dapat menghasilkan impuls, sebab sel saraf mempunyai ambang yang
rendah terhadap rangsangan (impuls).
Kata epilepsi berasal dari kata Yunani epilambanein yang berarti serangan
dan menunjukkan bahwa sesuatu dari luar yang menimpa dirinya sehingga ia
jatuh. Epilepsi tidak dianggap sebagai suatu penyakit, tetapi lebih diyakini sebagai
suatu kutukan roh jahat atau kekuatan gaib yang merasuki seseorang.
Epilepsi sudah dikenal sekitar 2000 tahun SM di daratan China, namun
Hipocrateslah yang pertama mengenalkan epilepsi sebagai suatu penyakit dalam
bukunya On the Sacred Disease yang menyatakan bahwa terjadinya epilepsi
bukan karena kekuatan supranatural, tetapi berasal dari dalam diri penderita itu
sendiri.
Di Indonesia, epilepsi lebih dikenal dengan istilah-istilah berikut ini: sawan,
ayan, dan gila babi. Sehingga sampai saat ini pengobatannya masih menggunakan
cara-cara mistik. Epilepsi merupakan suatu masalah neurologis yang relatif lebih
sering terjadi dan dapat menyerang semua kelompok usia, juga segala jenis bangsa
dan keturunan di seluruh dunia. Lebih kurang 70 % dapat terjadi sebelum usia 20
tahun, dan lebih sering terjadi pada masa kanak-kanak.
Epilepsy dan status epileptikus merupakan bagian dari gejala konvulsif. Epilepsy
adalah gejala kompleks dar banyak gangguan berat dari fungsi otak dengan
karakteristik kejang berulang.
Keadaan ini dapat dihubungkan dengan kehilangan kesadaran, gerakan
berlebihan, hlangnya tonus otot atau gerakan, serta gangguan perlaku, alam
perasaan, sensasi, dan persepsi.sehingga epilepsy bukan penyakit tetapi suatu
gejala

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan epilepsi diharapkan keluarga
pasien dapat memahami konsep tentang penyakit epilepsi dan penanganannya
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan tentang Stroke diharapkan audiens dapat:
a. Menyebutkan Pengertian epilepsi
b. Menyebutkan Penyebab Penyakit epilepsi
c. Menyebutkan tanda dan gejala epilepsi
d. Menjelaskan bagaimana perawatan anak dengan epilepsi
e. Menyebutkan Cara pertolongan pertama pada anak yang menderita epilepsi.

C. Pelaksanaan kegiatan
1. Pokok Pembahasan
a. Pengertian Epilepsi
b. Penyebab Epilepsi
c. Gejala Epilepsi
d. Perawatan Epilepsi
e. Pertolongan pertama pada anak yang mengalami
epilepsi

2. Sasaran dan target


Orang tua anak yang menderita epilepsi

3. Metode Penyuluhan
a. Penyampaian materi melalui power point
b. Diskusi dan Tanya jawab

4. Media dan Alat Bantu


a. Laptop
b. Infocus
c. Leaflet

5. Waktu dan tempat


Pemateri : Oktaviani tri lestari
Hari/ Tanggal : Senin, 4 Desember 2017
Waktu Pembelajaran : 1 x 30 menit
Tempat : Kampus STIKes Mercubaktijaya Padang

6. Pengorganisasian dan fungsinya


a. Moderator
Tugas :
1) Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam
2) Memperkenalkan diri
3) Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
4) Menyebutkan materi yang akan diberikan
5) Memimpin jalannya penyuluhan dan menjelaskan kontrak waktu
6) Menuliskan pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan
7) Menjadi penengah komunikasi antara peserta dan pemberi materi
8) Mengatur waktu penyuluhan
b. Presenter
Tugas :
1) Menggali pengetahuan peserta tentang penyakit difteri
2) Menjawab pertanyaan peserta penyuluhan
c. Observer
Tugas :
1) Mengobservasi jalannya proses kegiatan
2) Mencatat perilaku verbal dan nonverbal peserta penyuluhan selama
kegiatan penyuluhan berlangsung
3) Memberikan penjelasan kepada pembimbuing tentang evaluasi dari
hasil penyuluhan
d. Fasilitator
Tugas :
1) Menyiapkan tempat dan media sebelum mulai penyuluhan
2) Mengatur teknik acara sebelum penyuluhan
3) Menyiapkan tempat dan media sebelum memulai penyuluhan
4) Mengatur teknik acara sebelum dimulainya penyuluhan
5) Memotivasi sasaran agar berpartisipasi dalam penyuluhan
6) Memotivasi sasaran untuk dapat aktif dalam mengajukan
pertanyaan saat moderator member kesempatan bartanya
7) Membantu pembicara menjawab pertanyaan dari peserta
8) Membagi leaflet kepada peserta di akhir penyuluhan
9) Membagikan absen peserta

7. Seting tempat

Keterangan :

Dosen pembimbing Presenter Fasilitator


Peserta Observer
8. Kegiatan Penyuluhan
NO TAHAP DAN KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN AUDIEN
WAKTU
1. Pendahuluan a. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
(5 menit) b. Memperkenalkan diri anggota 2. Mendengarkan dan
kelompok dan pembimbing memperhatikan
c. Menjelaskan topic penyuluhan 3. Mendengarkan
d. Membuat kontrak waktu dan 4. Menyetujui kontrak
bahasa yang digunakan
e. Menjelaskan tujuan kegiatan 5. Mendengarkan dan
memperhatikan
2. Pelaksanaan 1. Menggali pengetahuan audien 1. Meggemukakan
(20 menit) tentang penyakit epilepsi pendapat
2. Memberikan reinforcement positif 2. Mendengarkan dan
atas pendapat audien memperhatikan
3. Menjelaskan materi tantang 3. Mendengarkan dan
penyakit epilepsi memperhatikan
4. Menggali pengetahuan audien 4. Mengemukakan
tentang apa itu penyakit epilepsi pendapat
5. Memberikan reinforcement positif 5. Mendengarkan dan
atas pendapat audien memperhatikan
6. Menjelaskan tentang penyebab 6. Mendengarkan dan
penyakit epilepsi memperhatikan
7. Menggali pengetahuan audien 7. Mengemukakan
tentng penyebab penyakit epilepsi pendapat
8. Memberikan reinforcement positif 8. Mendengarkan dan
atas pendapat audien memperhatikan
9. Menjelaskan materi tentang tanda 9. Mendengarkan dan
dan gejala penyakit epilepsi memperhatikan
10. Menggali pengetahuan audien 10. Mengemukakan
tentang tanda dan gejala penyakit pendapat
epilepsi
11. Memberikan reinforcement 11. Mendengarkan dan
positif atas pendapat audien memperhatikan
12. Menjelaskan Bagaimana 12. Mendengarkan dan
perawatan epilepsi memperhatikan
13. Menggali pengatahuan audien 13. Mengemukakan
tentang bagaimana perawatan pendapat
epilepsi
14. Memberikan reinforcement 14. Mendengarkan dan
positif atas pendapat audien memperhatikan
15. Menggali pengatahuan audien 15. Mendengarkan dan
tentang bagaimana pertolongan memperhatikan
pertama pada anak yang
mengalami epilepsi
16. Memberikan reinforcement 16. Mengemukakan
positif atas pendapat audien pendapat
17. Menjelaskan Bagaimana 17. Mendengarkan dan
pertolongan pertama pada anak memperhatikan
yang mengalami epilepsi
3 Penutup 1. Memberi kesempatan pada audien 1. Memberi pertanyaan
(5 menit) untuk bertanya
2. Meberi reinforcement pada audien 2. Mendengarkan dan
atas pertanyaannya memperhatikan
3. Member kesempatan audien yang 3. Mengemukakan
lain untuk memberi pendapat pendapat
4. Melengkapi atau memberikan 4. Mendengarkan dan
penjelasan atas pertanyaan audien memperhatikan
5. Mengevaluasi dan menyimpulkan 5. Mendengarkan dan
materi penyuluhan yang telah memperhatikan serta
disampaikan ikut menyimpulkan
6. Salam penutup 6. Menjawab salam

9. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
1) Laporan telah dikoordinasi sesuai rencana
2) Mahasiswa berada pada posisi yang sudah direncanakan
3) Tempat dan media serta alat sesuai rencana
4) Mahasiswa dan sasaran menghadiri penyuluhan
b. Evaluasi Proses
1) Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan
2) Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan
3) Waktu yang direncanakan sesuai pelaksanaan
4) Sasaran penyuluhan dan mahasiswa mengikuti kegiatan
penyuluhan sampai selesai
5) Sasaran penyuluhan dan mahasiswa berperan aktif selama kegiatan
berjalan
c. Evaluasi Hasil
1) Peserta mampu menyebutkan pengertian epilepsi
2) Peserta mampu menyebutkan penyebab penyakit epilepsi
3) Peserta mampu menyebutkan tanda dan gejala Epilepsi
4) Peserta mampu menjelaskan tentang perawatan pada anak epilepsi
5) Peserta mampu menyebutkan bagaimana pertolongan pertama pada
anak yang mengalami epilepsi

10. Penutup
Setelah kegiatan penyuluhan ini dilakukan, diharapkan keluarga dan
orang tua pasien dapat mengetahui tentang perawatan pada anak epilepsi
dan dapat melakukan pertolongan pertama pada anak jika terjadi epilepsi.

Padang, Desember 2017

Ketua Kelompok
(oktaviani Tri Lestari)

LAMPIRAN MATERI

1. Pengertian Epilepsi

Epilepsi berasal dari bahasa Yunani epi yang berarti atas dan lepsia berarti
menyerang, karena dulu epilepsi dianggap sebagai serangan dari atas atau kutukan
dari surge
Epilepsi merupakan kumpulan gejala dari beberapa kelainan fungsi otak yang
dapat ditandai dengan terjadinya kejang berulang. Epilepsi bisa terjadi karena
adanya gangguan listrik pada sel-sel saraf pada satu bagian otak sehingga pada
bagian tersebut terjadi hantaran listrik yang tidak terkontrol, terjadi berulang, dan
abnormal. Status epileptikus adalah aktivitas kejang yang berlangsung terus
menerus lebih dari 30 menit tanpa pulihnya kesadaran.

2. Penyebab Epilepsi pada anak-anak


Anak kekurangan/rendahnya asupan oksigen ketika dilahirkan.
Kepala Anak mengalami cedera pada saat proses kelahiran.
Mengalami tumor otak
Terjadinya cedera otak yang disebabkan karena kondisi genetik seperti tuberous
sclerosis.
Terjadinya infeksi seperti meningitis
Terdapat kadar abnormal di dalam tubuh seperti zat gula darah dan natrium.

3. Gejala Epilepsi
Gejala epilepsi tergantung dari jenis epilepsi yang diderita. Adapun secara umum
gejala yang sering dialami adalah :
Kehilangan kesadaran
Kejang
Produksi liur bertambah
Tertidur selama 2-3 jam setelah serangan, pulih setelah beberapa menit, jam
atau bahkan hari
Mengeluh sakit kepala, capek setelah serangan
Terjadi peningkatan tekanan darah, denyut nadi saat serangan
Sebelum serangan pasien bisa mengalami aura seperti perasaan takut, mual,
merasa melihat/mencium/mengecap sesuatu, merasa aneh di satu anggota
badan
Terjadi perubahan tingkah laku seperti mudah marah, tersinggung, tegang
beberapa jam atau hari sebelum serangan

4. Perawatan Epilepsi
Kenali faktor pencetus serangan epilepsi misal capek, lapar, menonton TV, dll
Hindari faktor pencetus serangan
Hindari jangan sampai capek
Minum obat secara teratur
Posisikan tidur di tempat yang datar , miringkan kepala saat serangan terjadi
Jauhkan benda-benda yang dapat membahayakan
Masukkan benda yang lunak di mulut saat serangan terjadi
Kendorkan pakaian
Kenali tanda awal akan terjadi serangan misal marah, tidak mau makan,
gangguan penglihatan/pendengaran, dll
Segera berikan obat jika mulai muncul tanda-tanda awal tersebut
Pada anak-anak jika terjadi panas tinggi segera bawa ke puskesmas/dokter
sebelum terjadi kejang
Pada anak-anak agar berobat secara teratur sampai dengan 3 tahun bebas
serangan epilepsi, kemudian dosis obat akan dikurangi secara bertahap dalam
waktu 6 bulan
5. Pertolongan pertama pada anak yang mengalami epilepsi

Longgarkan atau buka pakaian anak sehingga tidak ada yang membuat
kondisinya semakin buruk
Posisikan dengan kepala miring untuk membuat anak mudah bernapas.
Jauhkan dari benda benda yang akan membuatnya terluka dan ternentur.
Apabila kejang semakin parah segera bawa ke dokter untuk dilakukan
diagnosis dan pemeriksaan lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.academia.edu/15889178/225160127-ASUHAN-KEPERAWATAN-
EPILEPSI-PADA-ANAK

https://id.scribd.com/doc/72036981/SAP-Epilepsi