Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Dalam dunia kerja Sumber Daya Manusia (SDM) dalam konteks bisnis, adalah orang
yang bekerja dalam suatu organisasi yang sering pula disebut karyawan. Sumber Daya
Manusia merupakan aset yang paling berharga dalam perusahaan, tanpa manusia maka
sumber daya perusahaan tidak akan dapat mengahasilkan laba atau menambah nilainya
sendiri.
Manajemen Sumber Daya Manusia didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan
adalah manusia, bukan mesin, dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.
Manajemen Sumber Daya Manusia berkaitan dengan kebijakan dan praktek-praktek
yang perlu dilaksanakan oleh manajer, mengenai aspek-aspek Sumber Daya Manusia dari
Manajemen Kerja.
Seperti halnya kompensasi, Tunjangan maupun hal-hal lainya, dalam MSDM hal ini
sangat mempengaruhi dari kinerja para karyawan dalam rutinitas kegiatan kerja mereka
mencakup masalah seperti kompensasi langsung maupun tidak langsung. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat dalam pembahasan makalah ini.
2. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang ada di atas maka dapat digunakan rumusan masalah sebagai
berikut :
1. Apa itu Tunjangan ?
2. Apa itu Kompensasi dan Kompensasi Non Financial ?
3. Apa saja Isu-Isu Manajemen Lain yang berkaitan dengan MSDM ?
3. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah untuk :
1. Mengetahui pengertian dan Jenis jenis dari Tunjangan
2. Mengetahui pengertian Kompensasi dan jenis-jenis dari Kompensasi
3. Mengetahui isu-isu apa saja yang berkaitan dengan MSDM

Disamping tujuan di atas, penulisan makalah ini juga bertujuan untuk menambah
pengetahuan penulisan berkaitan dengan isi dari makalah ini, serta untuk menambah
referensi ilmu buat para adik-adik kami dan yang terpenting adalah untuk pemenuhan tugas
mata kuliah Manajemen SDM Lanjutan.

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 1


BAB II
PEMBAHASAN

1. Tunjangan
A. Pengertian Tunjangan

Tunjangan adalah setiap tambahan benefit yang ditawarkan pada pekerja, misalnya
pemakaian kendaraan perusahaan, makan siang gratis, bunga pinjaman rendah atau
tanpa bunga, jasa kesehatan, bantuan liburan, dan skema pembelian saham. (Pass,
Crishtopher dan Bryan Lowes. 1997. Kamus Lengkap Ekonomi, Edisi kedua. Jakarta:
Penerbit Erlangga)

Menurut Flippo (1994:110), bahwa salah satu bentuk kompensasi tambahan adalah
berupa tunjangan yang bertujuan untuk membuat karyawan "mengabdikan hidupnya"
pada organisasi dalam jangka panjang.

Susilo Martoyo (1987:118), mengatakan : kompensasi pelengkap (fringe Benefit)


merupakan salah satu bentuk pemberian kompensasi berupa penyediaan paket "benefit"
dan program-program pelayanan karyawan, dengan maksud pokok untuk
mempertahankan keberadaan karyawan sebagai anggota organisasi dalam jangka
panjang.

Moh. Agus Tulus (1993:151), mengatakan tunjangan (benefit) adalah : unsur-


unsur kompensasi dimana nilai rupiah langsung bagi karayawan individual dapat
dengan mudah diketahui secara pasti. Sedangkan menurut George Strauss dan Leonard
R. Sayles (1984:596) : "Fringe benefit are compensation other than wages or salaries".

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang


Guru dan Dosen (2005:13), tunjangan adalah :

1. Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan :

Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan


kesejahteraan sosial.

Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.

Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan


intelektual.

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 2


Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompe tensi.

Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk


menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.

Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.

Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas.

Memiliki kebebasan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.

Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.

Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi


akademik dan kompetensi; dan/atau

Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.

2. Penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum sebagaimana dimaksud


meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain
berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat
tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan
prinsip penghargaan atas dasar profesi.

Dari pengertian di atas, dapat dikemukakan bahwa tunjangan adalah


kompensasi tambahan yang diberikan berdasarkan kebijaksanaan perusahaan terhadap
semua karyawan dalam usaha untuk meningkatkan dan mempertahankan keberadaan
karyawan dalam jangka panjang.

Meskipun tunjangan tidak secara langsung berkaitan dengan usaha-usaha produktif


karyawan, seringkali manajemen berpendapat bahwa program ini akan dapat
membantu program perekrutan karyawan, menaikkan semangat kerja
karyawan, loyalitas karyawan terhadap perusahaan, mengurangi tingkat perputaran
tenaga kerja dan absensi dan secara umum dapat meningkatkan citra positif di mata
masyarakat umum.

B. Jenis-Jenis Tunjangan

Bentuk-bentuk kompensasi tambahan mempunyai bermacam-macam nama.


Beberapa orang menyebutnya sebagai program pelayanan atau pembayaran bukan upah
atau tunjangan karyawan dan ada juga yang menyebutnya sebagai daftar upah yang

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 3


tersembunyi. Biasanya kompensasi-kompensasi tambahan ini paling sering
disebut tunjangan (fringe benefit).

Dalam pengertian yang paling luas, "tunjangan- tunjangan" semacam ini dapat
ditafsirkan sehingga meliputi semua pengeluaran yang dirancang untuk kepentingan
para karyawan selain upah dasar yang biasa dan kompensasivariabel langsung yang
dihubungkan dengan keluaran.

Flippo dengan alih bahasa Mas'ud (1994:56), mengemukakan jenis-jenis


tunjangan menurut kategori utama meliputi hal-hal berikut :

1. Pembayaran untuk waktu tidak bekerja


Contoh-contoh dalam bidang ini akan mencakup periode istirahat yang dibayar,
cuti, hari-hari libur, dll.
2. Perlindungan terhadap bahaya
Ada bahaya tertentu yang pada umumnya harus dihadapi oleh semua orang,
misalnya ketidak mampuan bekerja secara tetap, usia lanjut, kematian, dll. Dalam
menghadapi keadaan semacam ini karyawan harus tetap mendapat penghasilan
karena itu perlu tunjangan khusus untuk itu.
3. Pelayanan karyawan
Semua orang harus diberikan pelayanan tertentu secara berkesinambungan.
Kecenderungan organisasi untuk menyediakan pelayanan-pelayanan menjadi nyata
dengan adanya program-program tunjangan.
4. Pembayaran yang dituntut oleh hukum
Masyarakat kita, melalui pemerintahnya telah memu tuskan bahwa sejumlah
tertentu dari pengeluaran perusahaan akan ditujukan untuk melindungi karyawan
terhadap bahaya-bahaya hidup yang utama.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk memotivasi karyawan
agar bekerja lebih baik yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja
perlu kiranya mempertimbangkan jenis-jenis tunjangan di atas untuk dilaksanakan oleh
perusahaan dengan sebaik- baiknya

2. Kompensasi
A. Pengertian Kompensasi
Adapun beberapa pengertian kompensasi menurut para ahli, antara lain:

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 4


1. Gary Dessler (1997, 85)
Kompensasi karyawan aslah setiap bentuk pembayaran atau imbalan yang
diberikan kepada karyawan dan timbal dari yang dikerjakannya karyawan itu.
2. Anwar Prabu Mangkunegara (2001, 117)
Kompensasi merupakan sesuatu yang dipertimbangkan sebagai sesuatu yang
sebanding. Dalam kepegawaian, hadiah yang bersifat uang merupakan
kompensasi yang diberikan kepada pegawai sebagai penghargaan dan
pelayanan mereka.
3. Agus Sunyoto (2008, 96)
Istilah kompensasi sering digunakan secara bergantian dengan administrasi
gaji dan upah. Kompensasi merupakan konsep yang lebih luas. Kompensasi
diartikan sebagai semua bentuk kembalian atau imbalan (return) finansial,
jasa-jasa berwujud, dan tujuan-tujuan yang diperoleh karyawan sebagai dari
sebuah hubungan kepegawaian.
4. Malayu S.P. Hasibuan (2003, 177)
Kompensasi diartikan sebagai semua pendapatan yang berbentuk uang,
barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan
atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Kompensasi berbentuk uang,
artinya gaji dibayar dengan sejumlah uang kartal kepada karyawan yang
bersangkutan. Kompensasi berbentuk barang, artinya gaji dibayar dengan
barang.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kompensasi adalah segala
sesuatu berupa uang atau bukan uang yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan
sebagai konsekwensi perusahaan karena telah mempekerjakannya. Kompensasi dalam
sebuah perusahaan merupakan sebuah imbal balik atau feedback dari kinerja seorang
pegawai pada perusahaan tersebut. Kompensasi selalu bergerak se arah dengan
efektifitas kinerja karyawan pada sebuah perusahaan maksudnya, semakin baik kinerja
karyawan tersebut dan perusahaan semakin besar keuntungannya (laba) maka
kompensasi yang diberikan juga semakin baik.
B. Komponen Kompensasi
Komponen kompensasi menurut Mutiara S. Penggabean (2002, h.76) dibagi
menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Komponen kompensasi finansial

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 5


a) Kompensasi finansial langsung
Upah
Merupakan imbalan finansial langsung yang dibayarkan kepada
karyawan berdasarkan jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan, atau
banyaknya pelayanan yang diberikan. Jadi tidak seperti gaji yang
jumlahnya relatif tetap, besarnya upah dapat berubah-ubah,
bergantung pada keluaran yang dihasilkan
Gaji
Adalah balas jasa dalam bentuk uang yang diterima karyawan
sebagai konsekuensi dari kedudukannya sebagai seorang karyawan
yang memberikan sumbangan tenaga dan pikiran dalam mencapai
tujuan organisasi/ perusahaan. Atau, dapat juga dikatakan sebagai
bayaran tetap yang diterima seseorang dari keanggotaannya dalam
sebuah perusahaan
Komisi
Adalah imbalan (uang) atau presentase tertentu yang dibayarkan
karena jasa yang diberikan dalam jual beli
Bonus
Adalah kompensasi tambahan yang diberikan kepada seorang
karyawan yang nilainya di atas gaji normalnya. Bonus bisa digunakan
sebagai penghargaan terhadap pencapaian tujuan-tujuan spesifik yang
ditetapkan oleh perusahaan, atau untuk dedikasinya kepada
perusahaan.
b) Komponen kompensasi tidak langsung
Tunjangan wajib (Diharuskan oleh hukum)
Para pemberi kerja memberikan sebagian besar tunjangan secara
sukarela namun hukum mewajibkan tunjangan-tunjangan lainnya.
Tunjangan-tunjangan tersebut mencakup sekitar 10 persen dari biaya
kompensasi total. Tunjangan-tunjangan tersebut meliputi :
1. Jaminan social
Adalah salah satu bentuk perlindungan sosial yang
diselenggarakan oleh negara guna menjamin warga negaranya

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 6


untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar yang layak. Contoh:
JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja)
2. Tunjangan pengangguran
Asuransi bagi penganggur memberi para karyawan yang
diberhentikan bukan karena kesalahan mereka bayaran dalam
bentuk uang hingga 26 minggu atau sampai mereka mendapatka
pekerjaan baru. Tujuan bayaran pengangguran adalah memberi
karyawan yang menganggur waktu untuk mencari pekerjaan
yang baru yang sebanding dengan pekerjaan yang hilang tanpa
menanggung kesulitan finansial.
3. Ganti rugi karyawan
4. Cuti Keluarga dan pengobatan
Family and Medical Leave Act dikenakan pada para pemberi
kerja swasta dengan 50 karyawan atau lebih dan pada para
pemberi kerja pemerintah tanpa memandang jumlahnya. Tujuan
umum undang-undang ini adalah membantu para karyawan
menyeimbangkan tuntutan pekerjaan tanpa menghambat
kemampuan mereka untuk memberi perhatian pada kebutuhan
pribadi atau keluarga
Tunjangan tidak wajib (Sukarela)
1. Bayaran saat tidak bekerja
Dalam memberikan bayaran saat tidak bekerja, pemberi kerja
menyadari bahwa karyawan membutuhkan waktu meninggalkan
sejenak pekerjaan karena berbagai tujuan.
Contoh : Liburan, cuti hamil, cuti tahunan, cuti hari besar.
2. Asuransi kesehatan
Merupakan tunjangan yang diberikan oleh hampir semua
perusahaan yang secara khusus menjamin biaya kesehatan atau
perawatan para anggota asuransi tersebut.
Contoh : Perawatan penglihatan, perawatan gigi
3. Layanan keamanan
Contoh : Pengunduran diri, cacat, asuransi jiwa (kecelakaan,
kematian, pensiun dan lain-lain)

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 7


4. Pelayanan karyawan
Merupakan layanan yang berisi sejumlah bidang termasuk
tunjangan relokasi, perawatan anak, bantuan pendidikan, layanan
makanan/kafetaria bersubsidi, layanan keuangan, layanan
hukum, dan beasiswa untuk tanggungan.
2. Komponen kompensasi nonfinansial
Komponen kompensasi non finansial dapat berupa Pekerjaan dan lingkungan
kerja
a) Pekerjaan :
Keterampilan
Suatu kemampuan atau kecakapan untuk melakukan sesuatu.
Keterampilan juga dapat di definisikan sebagai suatu kecakapan
dalam melaksanakan tugas yang sesuai dengan kemampuannya.
Identitas tugas
Adalah keadaan suatu pekerjaan memerlukan penyelesaian secara
keseluruhan dan dapat mengidentifikasi hasil.
Signifikansi tugas
Adalah keadaan dimana suatu pekerjaan memengaruhi kehidupan
atau pekerjaan orang lain. Pekerjaan seorang direktur utama yang
menangani rencana jangka panjang memiliki skor yang tinggi pada
signifikansi tugas; sedangkan supervisior memiliki skor rendah.
Otonomi (Autonomy)
Adalah otonomi diberikan kepada karyawan dalam rangka
memenuhi kualitas dalam bekerja. Tidak ada kesenjangan
komunikasi harus ada antara karyawan - atasan. Karyawan harus
dibagi berita bisnis penting dan saran-saran mereka akan disambut
jika sesuai dan relevan. Kompetensi dan kemampuan karyawan
harus ditingkatkan melalui program-program pelatihan yang
memadai dan kesempatan pengembangan. Komitmen karyawan
berguna untuk keseragaman dan keteraturan dalam operasi
organisasi. Hal ini akan diperoleh dengan penghargaan dan
pengakuan kerja karyawan.
Umpan balik

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 8


Adalah keadaan dimana pelaksanaan aktivitas kerja menghasilkan
informasi secara langsung dan jelas tentang kinerja Anda sendiri.
Suatu pekerjaan dengan umpan balik yang tinggi adalah merakit iPad
dan mengujinya untuk melihat apakah mereka bekerja dengan tepat.
b) Lingkungan Kerja :
Kebijakan yang Baik (Sound Policies)
Merupakan kompensasi dimana perusahaan memberi kebebasan
berpendapat kepada pekerja, tanpa rasa takut, keraguan, atau kurang
percaya diri, maka manfaatnya akan dapat dirasakan oleh kedua belah
pihak, baik pekerja maupun perusahaan.
Rekan Kerja yang Menyenangkan (Congenial Co-Workers)
Hubungan yang baik dengan rekan kerja akan memberikan
kompensasi tersendiri bagi pekerja. Oleh karena itu, sangat penting
bagi organisasi untuk memelihara dan mengembangkan hubungan
yang baik antara pekerja, agar mereka dapat berbagi pendapat dan
mencapai tujuan dengan harmonis, sehingga kerja tim dapat
terlaksana dengan lebih efektif .
Simbol Status yang Pantas (Appropriate Status Symbols)
Merupakan rewards yang diberikan organisasi dimana pekerja
diperbolehkan mengatur sendiri bantuk kantornya, seperti luas kantor
dan lokasi, ukuran meja dan kualitasnya, sekretaris pribadi, penutup
lantai.
Kondisi Pekerjaan(Working Condition)
Kompensasi yang dapat diberikan organisasi dengan menyediakan
tempat kerja yang nyaman. Pekerja akan merasa puas karena kondisi
dimana mereka bekerja terasa nyaman.
Flexitime
Merupakan pratek yang mengijinkan pekerja untuk memilih sendiri
jam kerjanya, dalam beberapa batasan. Dalam system
Flextime, pekerja bekerja dalam jumlah kerja yang sama perharinya
dengan jumlah jam kerja mereka pada jadwal normal. Tetapi, mereka
tetap bekerja pada jam yang disebut dengan bandwidth, yang mana
adalah panjang jam kerja seharinya.

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 9


Pembagian Tugas (Job Sharing)
Merupakan Yaitu pendekatan pekerjaan yang menarik bagi orang
yang ingin bekerja lebih sedikit dari 40 jam perminggu. Dalam Job
Sharing dua orang yang berbeda dengan waktu kerja yang berbeda
membagi satu pekerjaan dalam cara yang telah disepakati dan dibayar
sesuai dengan kontribusi mereka.
Telecommuting
Merupakan susunan pekerjaan yang mengatur karyawan agar dapat
bekerja dari luar kantor, dan melaksanakan pekerjaan dengan
menggunakan computer atau alat elektronik lain sebagai penghubung
mereka dengan kantor. Kesadaran akan perlunya life balance,
ditambah kombinasi komponen waktu, biaya, belum lagi kemacetan
bagi para pekerja di kota besar membuat model bekerja ini menjadi
tren.
Compressed Workweek
Merupakan susunan jam kerja yang mengijinkan pekerja untuk
memenuhi kewajiban bekerja mereka dalam hari yang lebih sedikit
dari pada lima hari kerja yang biasa.
Flexible Compensation
Merupakan mengijinkan pekerja untuk memilih dari beberapa
alternatif benefit yang ada. Karyawan biasanya ditawari benefit dasar
dan benefit pilihan. Benefit dasar misalnya tunjangan kesehatan
seadanya, asuransi jiwa setara gaji satu tahun, dan waktu libur
berdasarkan lama pelayanan. Nantinya, karyawan bisa menggunakan
kredit fleksibelnya, misalnya untuk tunjangan kesehatan lengkap
termasuk mata dan gigi atau hari libur yang lebih panjang.
Berikut ini adalah skema jenis-jenis kompensasi yang dikutip dari Mondy dan Noe
(Mutiara S. Panggabean, 2002, 76)

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 10


3. Isu-Isu Manajemen Kompensasi

Menurut Mondy & Noe (2005) beberapa isu yang berkaitan dengan kompensasi yang
layak disebutkan dalam masalah ini meliputi uang pesangon, kesetaraan nilai / comparable
worth, pembayaran kerahasiaan / Pay secrecy, dan penekanan pembayaran / pay
compression.

a. Uang Pesangon
Adalah pembayaran berupa uang dari pengusaha kepada pekerja/buruh sebagai
akibat adanya pemutusan hubungan kerja.
b. Kesetaraan Nilai
Organisasi harus memberikan tunjangan yang dipandang setara dalam
hubungannya dengan tunjangan yang di berikan kepada karyawan yang
mengerjakan pekerjaan yang sama di organisasi lainnya.
c. Pembayaran Kerahasiaan
Beberapa negara ada yang melampirkan terang-terangan jumlah gaji eksekutif
seniornya, namun banyak pula yang tidak diharuskan. Semuanya adalah masalah
tingkat keterbukaan perusahaan. Mereka bisa memilih untuk melampirkan salah
satu atau beberapa dari data seperti kenaikan gaji, range pembayaran, data yang
tersedia dari departemen kompensasi, atau hanya dasar dari sistem tersebut.

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 11


Meskipun keterbukaan dapat menimbulkan kepercayaan sesama karyawan, ini
dapat pula memancing beberapa masalah seperti tidak semua pihak merasa senang,
biaya atas keputusan yang salah akan lebih besar, atau manager mungkin akan
mengurangi perbedaan pembayaran antar para bawahan untuk menghindari adanya
konflik.
d. Penekanan Pembayaran
Penekanan ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk, diantaranya (1) gaji awal yang
tinggi untuk karyawan baru sehingga karyawan lama akan melihat adanya
perbedaan gaji yang tipis dengan karyawan baru, (2) pembayaran per jam
meningkat bagi karyawan yang memiliki serikat sehingga melebihi gaji mereka
yang tidak memiliki serikat, (3) perekrutan fresh graduate utnuk pekerjaan setara
manajemen dengan gaji lebih tinggi, dan (4) pembayaran rata-rata lembur yang
berbeda dan besar bagi karyawan. Kegagalan perusahaan dalam mengalamatkan
penekanan dapat berdampak besar bagi karyawan yang telah lama bekerja,
misalnya rasa frustasi, menurunnya moral, produktivitas, dan loyalitas, menolak
untuk lembur, dan lain sebagainya.

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 12


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kompensasi adalah segala sesuatu berupa uang atau bukan uang yang diberikan oleh
perusahaan kepada karyawan sebagai konsekwensi perusahaan karena telah
mempekerjakannya. Jadi Kompensasi dalam sebuah perusahaan merupakan sebuah imbal
balik atau feedback dari kinerja seorang pegawai pada perusahaan tersebut. Kompensasi
selalu bergerak se arah dengan efektifitas kinerja karyawan pada sebuah perusahaan
maksudnya, semakin baik kinerja karyawan tersebut dan perusahaan semakin besar
keuntungannya (laba) maka kompensasi yang diberikan juga semakin baik.
Adapun komponen kompensasi ada dua yaitu komponen kompensasi finansial dan
komponen kompensasi non finansial. Didalam komponen kompensasi finansial terbagi
menjadi dua yaitu finansial langsung dan finansial tidak langsung. Sedangkan dalam
komponen non finalsial juga terbagi menjadi dua antara lain Pekerjaan dan lingkunan kerja.
Dalam manajemen kompensasi terdapat beberapa isu yang ameliputi uang pesangon,
kesetaraan nilai / comparable worth, pembayaran kerahasiaan / Pay secrecy,
dan penekanan pembayaran / pay compression.

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 13


DAFTAR PUSTAKA

Subekhi, Ahmad. Mohammad Jauhar . 2012 . Pengantar Manajemen Sumber Daya


Manusia . Jakarta : Prestasi Pustakaraya
Fadjarwati, Nurlaili. 2010 . Manfaat dan Kompensasi Lainnya . Online :
http://nurlailifadjarwati.wordpress.com/2010/12/manfaat-dan-kompensasi-lainnya.html
(Diakses tanggal 13 April 2017)
Siswanto, Ahmad. 2013 . Makalah Kompensasi dan Benefit. Online :
https://www.academia.edu/7558529/MAKALAH_KOMPENSASI_DAN_BENEFIT
(Diakses tanggal 13 April 2017)
Chaffin. 2014 . Sistem Insentif dan Pembayaran . Online : http://jurusan-
ekonomi.blogspot.co.id/search?q=sistem+insentif+dan+pembayaran.html (Diakses tanggal
13 April 2017)
Pass, Crishtopher dan Bryan Lowes. 1997. Kamus Lengkap Ekonomi, Edisi kedua.
Jakarta: Penerbit Erlangga

STIE Muhammadiyah Mamuju | Manajemen SDM Lanjutan 14