Anda di halaman 1dari 24

BAB.

I
PENDAHULUAN
1.1 . Latar belakang
Dewasa ini promosi kesehatan (health promotion) telah menjadi bidang yang semakin

penting dari tahun ke tahun. Dalam tiga dekade terakhir, telah terjadi perkembangan yang

signifikan dalam hal perhatian dunia mengenai masalah promosi kesehatan. Penyelenggaraan

promosi kesehatan dilakukan dengan mengombinasikan berbagai strategi yang tidak hanya

melibatkan sektor kesehatan belaka, melainkan lewat kerjasama dan koordinasi segenap

unsur dalam masyarakat. Hal ini didasari pemikiran bahwa promosi kesehatan adalah suatu

filosofi umum yang menitik beratkan pada gagasan bahwa kesehatan yang baik merupakan

usaha individu sekaligus kolektif (Taylor, 2003).

Bagi individu, promosi kesehatan terkait dengan pengembangan program kebiasaan

kesehatan yang baik sejak muda hingga dewasa dan lanjut usia (Taylor, 2003). Secara

kolektif, berbagai sektor, unsur, dan profesi dalam masyarakat seperti praktisi medis,

psikolog, media massa, para pembuat kebijakan publik dan perumus perundang-undangan

dapat dilibatkan dalam program promosi kesehatan. Praktisi medis termasuk perawat dapat

mengajarkan kepada masyarakat mengenai gaya hidup yang sehat dan membantu mereka

memantau atau menangani risiko masalah kesehatan tertentu. Para psikolog berperan dalam

promosi kesehatan lewat pengembangan bentuk-bentuk intervensi untuk membantu

masyarakat mempraktikkan perilaku yang sehat dan mengubah kebiasaan yang buruk. Media

massa dapat memberikan kontribusinya dengan menginformasikan kepada masyarakat

perilaku-perilaku tertentu yang berisiko terhadap kesehatan seperti merokok dan


mengonsumsi alkohol. Para pembuat kebijakan melakukan pendekatan secara umum lewat

penyediaan informasi-informasi yang diperlukan masyarakat untuk memelihara dan

mengembangkan gaya hidup sehat, serta penyediaan sarana-sarana dan fasilitas yang

diperlukan untuk mengubah kebiasaan buruk masyarakat. Berikutnya, perumus perundang-

undangan dapat menerapkan aturan-aturan tertentu untuk menurunkan risiko kecelakaan

seperti misalnya aturan penggunaan sabuk pengaman di kendaraan (Taylor, 2003).


Promosi kesehatan mencakup baik kegiatan promosi (promotif), pencegahan penyakit

(preventif), pengobatan (kuratif), maupun rehabilitasi. Dalam hal ini, orang-orang yang sehat

maupun mereka yang terkena penyakit, semuanya merupakan sasaran kegiatan promosi

kesehatan. Kemudian, promosi kesehatan dapat dilakukan di berbagai ruang kehidupan,

dalam keluarga, sekolah, tempat kerja, tempat-tempat umum, dan tentu saja kantor-kantor

pelayanan kesehatan. Dalam melaksanakan program promosi kesehatan diperlukan suatu

tahapan yang sistematis guna pencapaian tujuan program yang ditetapkan. Tahapan promosi

kesehatan meliputi tahap pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi hasil.

Pengertian profil promosi kesehatan adalah laporan yang memberikan gambaran yang

komprehensif tentang komunitas tentang potensi daerah dan potret masyarakat dalam

promosi kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Profil kesehatan berisi

tentang data wilayah (seperti luas wilayah, daerah administatif), data kependudukan (seperti

perkembangan jumlah penduduk, jumlah rumah tangga, jenis kelamin, kelompok umur,

kepadatan penduduk), pontensi daerah (kondisi sosial ekonomi, budaya masyarakat

ketersediaan akses informasi, mitra potensial), potret masyarakat (pola pengambilan

keputusan, pola pencarian pelayanan kesehatan, sumberdaya organisasi promosi kesehatan di

daerah, dan keberhasilan pencapaian program beserta cara pencapaiannya. Selain itu juga

menggambarkan proses membuat, memperbarui, dan mengkaji profil, dengan informasi

beserta siapa saja yang terlibat. Dijelaskan bagaimana pekerjaan dilakukan, termasuk

pekerjaan tim (di provinsi beranggotakan kabupaten), instrumen pengumpulan data yang

digunakan, dan proses menganalisis dan menafsirkan data. Setiap orang dalam tim
(kabupaten), misalnya, memiliki sekelompok kecill anggota untuk mengumpulkan data dari

kecamatan, dan seterusnya.


1.2 Tujuan Profil Promosi Kesehatan
1.2.1. Tujuan Umum
Diperolehnya gambaran potensi dan pencapaian kinerja kegiatan pemberdayaan

masyarakat promosi kesehatan di Puskesmas Klagenserut Tahun 2012.

1.2.2. Tujuan Khusus


Tujuan profil kesehatan masyarakat yang komprehensif adalah:

1. Mendapatkan data dan informasi potensi komunitas dalam wilayah kerja Puskesmas

Klagenserut

2. Menjelaskan kebutuhan sehingga dapat diprioritaskan untuk tindakan peningkatan

(promotif), pencegahan dan penanggulangannya.

3. Mengidentifikasi indikator kesehatan dan sumber data yang dapat digunakan untuk memantau

perubahan dan kemajuan dalam isu-isu prioritas kesehatan.

4. Menyusun data dasar untuk perencanaan kegiatan peningkatan kesehatan masyarakat dan

dokumen perencanaan masyarakat lainnya.


1.3. Struktur organisasi
Organisasi merupakan salah satu fungsi dari administrasi, yang merupakan wadah

dari orang-orang atau unit kerja untuk dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan oleh

organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Berikut ini adalah struktur organisasi promosi

kesehatan di Puskesmas Klagenserut tahun 2012.

1. Kepala Puskesmas

2. Kesling dan Pemberdayaan Masyarakat


3. Pengelola Program Promkes

4. Pengelola Program Desa Siaga

5. Pengelola Program UKBM

6. Pengelola Program UKS


1.4. Sasaran
Sasaran yang akan dicapai oleh Promosi Kesehatan Puskesmas Klagenserut tahun

2012, meliputi:

1. Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat

2. Desa Siaga Aktif

3. Sekolah yang Mempromosikan Kesehatan

4. Desa yang diadvokasi untuk menetapkan Kebijakan Publik Berwawasan Kesehatan.

5. Strategi Promosi Kesehatan yang Terintegrasi ke dalam Strategi Pencapaian Tujuan

Pembangunan.
1.5. Strategi
Strategi yang dipakai oleh Promosi Kesehatan Puskesmas Klagenserut adalah:

1. Advokasi

2. Bina Suasana

3. Gerakan Pemberdayaan Masyarakat

4. Kemitraan

Selama tahun 2012 ini Promosi Kesehatan Puskesmas Klagenserut telah

Melaksanakan strategi di atas namun masih ada beberapa kendala yang di pengaruhi oleh

beberapa faktor, baik dari segi pengetahuan, sarana prasarana yang kurang tentang kesehatan

dan pemberdayan masyarakat.

1.6. Sumber Daya


Dalam mencapai kinerjanya, Promosi Kesehatan Puskesmas Klagenserut dan

didukung oleh beberapa sumber daya antara lain Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya

Dana /Anggaran.

1.6.1. Sumber Daya Manusia


Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor sentral dalam suatu organisasi. Apapun
bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan

manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Jadi, manusia
merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan institusi/organisasi
Tabel 1.1 Sumber Daya Manusia Promosi Kesehatan

Puskesmas Klagenserut Tahun 2012

Puskesmas Struktural Fungsional PTT Jumlah

Klagenserut 6 18 1 25

Sumber: Promkes Puskesmas Klagenserut

Tabel 1.2 Sumber Daya Manusia Promosi Kesehatan berdasarkan Pendidikan

di
Puskesmas No Puskesmas Tingkat Pendidikan
Klagenserut SMP SMA Diploma S1 S2
Tahun 2012 1 Klagenserut 1 5 12 6 1

Sumber: Promkes Puskesmas Klagenserut

1.6.2. Sumber Dana atau Anggaran

Sunber dana atau Anggaran yang di gunakan Puskesmas Klagenseerut untuk

melaksanakan promosi kesehatan dari APBD Kab Madiun Melalui Dinas Kesehatan

Kabupaten Madiun, dan Dana Bantuan Orerasional Kesehatan atau disebut dana BOK

1.7. Sarana Promosi Kesehatan Puskesmas Klagenserut

Sarana promosi kesehatan yang digunakan puskesmas Klagenserut walaupun

belum semaksimal sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan N0.

585/MENKES/SK/V/2007 adalah sarana prasarana promkes pusksesmas memenuhi standart

sesuai Kep.menkes Peralatan Sederhana yaitu standart flipchart, Lembar Balik, dan

Liflead.Untuk sarana promosi kesehatan yang lain belum dimiliki sepenuhnya

oleh puskesmas Klagenserut yang menjadi penghabat Pencapaian kinerja Program di tahun

2012 ini.
BAB II

TINJAUAN UMUM

2.1 Tinjauan Umum Puskesmas Klagenserut

Puskesmas Klagenserut terletak di Desa Klagenserut Kecamatan Jiwan Kabupaten

Madiun dengan wilayah kerja yang luas dengan perincian batas-batas wilayah kecamatan

yaitu sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Sawahan , sebelah timur berbatasan dengan

Kota Madiun, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Jiwan Kecamatan Jiwan kecamatan ,

sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Magetan, sedangkan luas wilayah adalah 1.665,9

Ha dengan jumlah penduduk 24.638 jiwa, terdiri dari tujuh (7) Desa yaitu Desa Grobogan,

Desa wayut, Desa Klagenserut, Desa Teguhan, Desa Ngetrep, Desa Bedoho, Desa

Bibrik serta 1 Puskesmas Induk yang berada di desa Klagenserut dan 1 Puskesmas Pembantu

(Pustu) yang berada di Desa Teguhan , 5 Polindes yang berada di Desa Grobogan, Desa

wayut, Desa Ngetrep, Desa Bedoho, Desa Bibrik, sedangkan , Poskesdes ada 7 yang berada

di Desa Grobogan, Desa wayut, Desa Klagenserut, Desa Teguhan, Desa Ngetrep, Desa

Bedoho, Desa Bibrik dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Promosi kesehatan puskesmas Klagenserut merupakan langkah awal yang kami

tempuh dalam rangka mengurangi atau menurunkan angka kesakitan yang terjadi di dalam

masyarakat dengan berbagai macam permasalahan kesehatan yang kompleks, sehingga


promosi kesehatan perlu terus di tingkatkan, dikembangkan dan dibangkitkan baik dalam

kegiatan promosi itu sendiri maupun penerapan dalam kehidupan sehari-hari sehingga

harapan akan menurunkan angka kesakitan dapat tercapai dan kehidupan yang sehat dapat

diperoleh sehingga masyarakat menjadi lebih sejahtera lahir dan bathin sesuai visi dan misi

indonesia sehat secara menyeluruh.

2.2 Data Objectif Program Promosi Kesehatan Puskesmas Klagenserut


Tabel yang kami sajikan sudah disesuaikan dengan standar pembuatan profil promosi
kesehatan tingkat kabupaten, oleh karena itu perlu kami sampaikan berbagai data yang ada
pada tabel merupakan data objectif dan aktual yang ada di puskesmas Klagenserut tahun

2012, berikut tabel-tabel mengenai promosi kesehatan puskesmas Klagenserut ;

Tabel 2.2.1

Distribusi Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Jumlah Kepala Keluarga dan Jumlah

Rumah Tangga

No Desa Jumlah Penduduk Jumlah Kepala

Keluarga
Laki-laki Perempuan

1 Grobokan 2.023 2.039 1.218

2 Wayut 2.597 2.829 1.711

3 Klagenserut 1.712 1.899 1.385

4 Teguhan 2.225 2.331 1.353

5 Ngetrep 920 927 631

6 Bedoho 593 601 356

7 Bibrik 1.904 2.008 1.279

Jumlah 11.904 12.634 7.933

Data BPS tahun 2012 , data PHBS populasi dan data sasaran Pelayanan

Kesehatan tahun 2012Tabel 2.2.2


Anggaran Promkes menurut Sumber Dana

No Puskesmas Total Anggaran Promosi Kesehatan

Anggaran
APBN APBD APBD Bantuan /
Kesehatan
II Hibah

1 Klagenserut - BOK _ _
Anggaran promkes secara umum di peroleh dari dana Bantuan Operasional Kesehatan

(BOK) dan dana APBD dengan rincian dibayarkan sesuai dengan kegiatan yang telah

dilaksanakan untuk penyuluhan kesehatan ke masyarakat

Distribusi Tenaga Promkes

menurut Jenis Jabatan Fungsional Penyuluh & Non Penyuluh Puskesmas Secara umum data

diatas merupakan data tenaga kesehatan yang secara langsung ataupun tidak langsung

melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat baik secara individu,

golongan/kelompok ataupun masyarakat pada umumnya yang tentu dalam pelaksanaannya di

lapangan tidak selalu terdokumentasi baik secara bukti fisik penyuluhan berupa Foto atau

berupa absen dan surat tugas tetapi sebagai petugas kesehatan komunikasi yang berlangsung

selama melayani pasien ataupun masyarakat sudah merupakan promosi kesehatan.

Tabel 2.2.5

Jumlah dan Jenis Sarana Promosi Kesehatan berdasarkan ketersediaan di Puskesmas

Klagenserut .

No Puskesmas Sarana Penyuluhan

Wireless+Tape Cassetee Video / Laptop

recorder Camera

1 Klagenserut 2 0/1 1

Jumlah 2 0/1 1

Untuk puskesmas Klagenserut sudah memiliki sarana penyuluhan seperti Wireless+Tape

Cassetee recorder juga TV dan Vcd/dvd khusus VCD/DVD .

Lanjutan tabel 2.2.6

No Sarana Penyuluhan

Puskesmas
Kamera TV VCD/DVD LCD

Digital Player Proyector

1 Klagenserut 1 1 1 1
Jumlah 1 1 1 1

Lanjutan tabel 2.2.7

No Puskesmas Sarana Penyuluhan

Megaphone Almari Standard Mobil Unit Desktop

media Plifchart Penyuluhan Publisher

Pusling

1 Klagenserut 0 0 0 1 0

Jumlah 0 0 0 1 0

Lanjutan tabel 2.2.8

No Puskesmas Sarana Penyuluhan

Komputer Alat Papan Informasi

,Printer Reproduksi

Scanner kaset /

VCD

1 Klagenserut 1 1 1

Jadi secara umum sarana penyuluhan atau media yang tersedia di puskesmas Klagenserut

sangatlah minim, untuk pelaksanaan penyuluhan kesehatan tentu sarana yang digunakan
sangat mendukung tercapainya hasil yang diharapkan dan sarana penyuluhan yang baik dan

menarik serta modern akan menarik perhatian masyarakat untuk memperhatikan pesan yang

kita sampaikan.

Tabel 2.2.9

Jumlah Saluran Media yang digunakan dalam Upaya Promosi Kesehatan.

No Puskesmas Saluran Media Yang di Jumlah


Gunakan
Radio TV Website Leaflet Yang Digunakanan

1 Klagenserut 0 0 0 ada ya

Jumlah Tatanan Pelayanan Kesehatan Yang Mendapat Intervensi Promkes

Jumlah tatanan pelayanan kesehatan di sekolah yang dimaksud adalah pelayanan Usaha

Kesehatan Sekolah (UKS) mulai dari PAUD, SD, SMP dan SMA sehingga tatanan

pelayanan kesehatan yang ada di sekolah yang mendapat intervensi promosi kesehatan yaitu

10 sekolah, dengan berbagai macam kegiatan promosi kesehatan yang dilaksanakan di

sekolah-sekolah mulai dari penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, penyuluhan penerapan

PHBS di Sekolah, penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, penyuluhan NAPZA dan

HIV/AIDS, penyuluhan akan bahaya yang bisa mengancam di lingkungan sekolah serta

penjaringan/ pemeriksaan kesehatan secara berkala yang dilakukan oleh puskesmas batu

putih terhadap semua jenjang pendidikan yang ada di wilayah kerja puskesmas batu putih

dengan materi promosi kesehatan yang disampaikan melalui penyuluhan di sesuaikan dengan

tingkat kebutuhan serta perkembangan anak usia sekolah.

Tabel 2.2.10

Kemitraan dalam Promkes dengan Organisasi Profesi

No Kemitraan Organisasi Profesi

Topik Nama yang Bentuk

Bermitra Kemitraan

1 UKS Narkoba/ Napza, TK, SD, Penyuluhan

HIV/AIDS, Cuci SMP dan Rutin di

Tangan Prosedural SMA Se- Sekolah,

dan Penerapan PHBS Kec.Batu Pelaksanaan

di Sekolah, serta Putih UKS dan PHBS

Perkembangan Di Sekolah
Kesehatan Anak
Sekolah (Kesehatan

Umum serta Gigi dan

Mulut)

Jumlah

Adanya kemitraan dengan organisasi profesi seperti Guru yang bermitra dengan Promkes

atau secara umum puskesmas Klagenserutdengan bentuk kemitraan yaitu Usaha Kesehatan

Sekolah (UKS) tentu sangatlah dirasakan manfaatnya baik bagi siswa/i serta bagi petugas

kesehatan sehingga kemitraan yang terjalin memudahkan semua program kesehatan yang

dijalankan disekolah mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah.

Tabel 2.2.11

Kemitraan dalam Promkes dengan Organisasi Kepemudaan

No Kemitraan Organisasi Kepemudaan

Topik Nama yang Bentuk

Bermitra Kemitraan

1 Karang taruna Narkoba,Aids, Karang Penyuluhan

kespro,kesling Taruna

Jumlah

Organisasi kepemudaan yang aktif di Puskesmas Klagenserut seperti karang taruna, kegiatan

pemuda sebaya, dll,

Tabel 2.2.12. Kemitraan dalam Promkes dengan Organisasi Wanita

No Kemitraan Organisasi Wanita

Topik Nama yang Bentuk Kemitraan

Bermitra

1 PKK Pembinaan PHBS PKK Se- Kerjasama dalam


Di Rumah Tangga Wilayah pendataan PHBS
Puskesmas dan Penyuluhan

Klagenserut kesehatan di rumah

tangga

Kemitraan antara PKK dengan Promkes atau secara umum Puskesmas Klagenserut seutuhnya

telah terjalin melalui kegiatan-kegiatan yang berjalan di posyandu-posyandu di Wilayah

Puskesmas Klagenserut sehingga kemitraan ini perlu terus dilanjutkan dan ditingkatkan agar

kegiatan-kegiatan yang sudah ada dapat terus berjalan dan kegiatan-kegiatan lainnya tentu

harus juga di aktifkan seperti pembinaan PHBS di rumah tangga, penyuluhan oleh kader PKK

dalam hal Kesehatan, Gizi dan lingkungan juga perlu di lakukan kedepannya bersama-sama

dengan petugas kesehatan melakukan pembinaan di rumah tangga secara menyeluruh baik

pembinaan PHBS, pembinaan Keluarga Sadar Gizi, serta pembinaan Kesehatan Lingkungan

dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bibit penyakit yang ada di dalam masyarakat.

Tabel 2.2.13

Kemitraan dalam Promkes dengan Organisasi Keagamaan

No Kemitraan Organisasi Keagamaan

Topik Nama yang Bentuk

Bermitra Kemitraan

1 Fatayat NU Kespro, Aids Kelompok Penyuluhan

pengajian (

Fatayat )NU

Kemitraan antara Fatayat NU dengan Promkes atau secara umum Puskesmas Klagenserut

seutuhnya telah terjalin melalui kegiatan-kegiatan yang berjalan Perkumpulan

perkumpulan pengajian diwilayah Puskesmas Klagenserut sehingga kemitraan ini perlu terus

dilanjutkan dan ditingkatkan agar kegiatan-kegiatan yang sudah ada dapat terus berjalan dan

kegiatan-kegiatan lainnya tentu harus juga di aktifkan seperti penyuluhan pada remaja
masjid, Kemitraan dengan organisasi keagamaan di Puskesmas Klagenserut penyuluhan di

masjid - masjid.

Tabel 2.2.14

Penyebaran Informasi melalui Radio dan Televisi

No Penyebaran Informasi Jenis Saluran Media

Radio TV

Tidak dilakukan penyebaran informasi melalui media Radio dan TV karena memang tidak

ada medianya atau salurannya.

Tabel 2.2.15

Penyebaran Informasi melalui Media Massa Cetak

No Penyebaran Jenis Saluran Media Massa Frekwensi

Informasi Cetak

Topik Bentuk

Tidak ada media massa cetak seperti seperti percetakan koran dan majalah diwilayah

Puskesmas Klagenserut.

Tabel 2.2.16

Penyebaran Informasi melalui Media Tradisional

No Penyebaran Jenis Saluran Media Frekwensi

Informasi Tradisional

Topik Bentuk

Jumlah

Penyebaran informasi melalui media tradisional seperti gerobak sampah, gerobak makanan,

dsb, tidak terwujud karena keterbatasan dalam pendanaan.

Tabel 2.2.18
Penyebaran Informasi melalui Media Pameran

No Penyebaran Jenis Saluran Media Pameran Frekwensi


Informasi Topik Bentuk

Siaran Keliling

Jumlah

Tidak ada pameran yang dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Klagenserut.

Tabel 2.2.19

Penyebaran Informasi melalui Mobil /Mobil Unit

No Penyebaran Jenis Saluran Media Massa Cetak Frekwensi

Informasi
Topik Moment kegiatan dan

sasaran

Petugas Promkes, Imunisasi, Waktu ada PIN,

petugas kesling, Cikungunya, Wabah, dengan

Demam sasaran masyarakat

Berdarah Wilayah Puskesmas

Klagenserut

Jumlah

Tidak ada mobil unit khusus penyuluhan di Puskesmas Klagenserut yang kami miliki hanya

mobil Puslin
Tabel 2.2.20

Pendidikan, Kursus dan Pelatihan Promkes

No Puskesmas Kursus Pelatihan

Nama Peserta Jumlah Nama Peserta Jumlah Orang dilatih

Orang

dilatih

1 Klagenserut 1. Pelatihan Kader 35 orang


Desi aktif Posyandu,

tokoh

masyarakat,

2. PHBS Pengurus

Desi 125 orang

Kader

Posyandu

Selama tahun 2012 ada pelatihan di bidang promosi kesehatan baik pelatihan kader penyuluh

kesehatan juga pelatihan kader desa siaga atau pelatihan kader posyandu, perencanaan

berbagai macam pelatihan akan dilakukan tahun 2013 mendatang tentu dengan persetujuan

pada pada plan of action (POA) yang di ajukan pemegang program promkes.

Tabel 2.2.21

Pengembangan Konsep, Metode dan Teknik dalam Bidang Promosi

No Puskesmas Topik Jenis Metode /

Teknik

1 Klagenserut Bahaya Rokok Leaflet

TB Paru Leaflet

Cegah Demam Berdarah dengan Leaflet

3M

PHBS Leaflet

Imunisasi Bayi dan Balita Leaflet

Kesling Leaflet

Tabel 2.2.22

Jumlah Desa Siaga, Kader, dan Toma

No Puskesmas Desa Siaga Kader Tokoh


Masyarakat
1 Klagenserut 7 91 -

Jumlah 7 91

Adapun jumlah Desa siaga yang sudah dibentuk yaitu sebanyak 7 Desa siaga.

Tabel 2.2.28

Penanggung Jawab Sosialisasi dan Rekapitulasi

PHBS

No Desa Petugas Sosialisasi Petugas Hasil Akhir

dan Pembinaan Penanggung Jawab

Kegiatan &

Rekapitulasi Data

PHBS

1 Klagenserut
1. Pujiati,SST. 1. Agus Widodo,M.Si Rumah tangga

2. Sukani 2. Kasno sehat24,24%,

PHBS 83,34, GHS

25,25%

2 Teguhan 1. Sumiati 1. Tri Setyabudi Rumah tangga

2. Sukani 2. Semi Andari sehat50,50%,

PHBS 90,59, GHS

25,25%

3 Bedoho 1.Nurida,Amd.Keb 1. Prianto Rumah tangga

2. Sukani 2.Ali Mustofa sehat29,72%,

PHBS72,97%,GHS

40,54%

4 Grobokan1. Widya Hastuti 1. Kariyadi Rumah tangga


2. Sukani 2. Lasmmini sehat13,43%,

PHBS 84,07%,
GHS 15,92%
5 Ngetrep 1.Nuraida 1. Hindun Nurhayati Rumah tangga

2.Sukani 2.Sri Rokayati sehat21,98%,

PHBS 71,43%,

GHS 27,42%

6 Wayut 1.Atik Prihatin W 1.Subroto Rumah tangga

2. Sukani 2.Tatik P sehat23%, PHBS

83%, GHS21%

7 Bibrik 1. Titik Widayati 1, Mahbub Junaidi Rumah tangga

2. Sukani 2.Eny sehat29,04%,

PHBS 66,19, GHS

32,38%

Jumlah 14 Orang 10 orang Rumah tangga

sehat24,24%,PHBS

83,34,GHS 25,25%

BAB. III

Hasil Pencapaian Program Promosi Kesehatan

3.1. PENCAPAIAN KINERJA PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT


DAN PROMOSI KESEHATAN
Pencapaian kinerja program pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan

Puskesmas Klagen serut pada tahun 2012.

3.1.1. Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Masyarakat


Persentase rumah tangga yang ber-PHBS didapatkan dari jumlah rumah tangga yang

melaksanakan 10 indikator PHBS . Sepuluh indikator tersebut adalah yaitu pertolongan


persalinan oleh tenaga kesehatan, bayi diberi ASI eksklusif, balita ditimbangsetiap bulan,
menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban
sehat, memberantas jentik di rumah sekali seminggu, makan sayur dan buah setiap hari,

melakukan aktivitas fisik setiap hari, dan tidak merokok di dalam rumah. Apabila dalam

Rumah Tangga tersebut tidak ada ibu yang melahirkan, tidak ada bayi dan tidak ada balita,

maka pengertian Rumah Tangga ber-PHBS adalah rumah tangga yang memenuhi 7 indikator.

Rumah tangga yang dipantau merupakan populasi atau sampel rumah tangga yang ada di

wilayah Kerja Puskesmas Klagenserut tersebut. Data merupakan hasil survei dan harus

mewakili setiap Desa pada setiap kader mengambil sampel 10 rumah rata rata. Dari hasil

survey PHBS tahun 2012 diwilayah kerja Puskesmas Klagenserut Klasifikasi Rumah Tangga

sehat 27,59%, klasifikasi PHBS 72,22%, sedangkan Gaya Hidup Sehat 25,71%, sedangkan

urutan 5 permasalah dalam indikator PHBS yaitu:

1. Tidak merokok dalam rumah 29,92%

2. Asi eksklusif 67,35%

3. Jamban sehat 86,51%

4. PSN 92,14%

5. Cuci Tangan dengan air bersih yang mengalir dan pakai sabun99,21%.

Adapun hasil pencapaian dalam pelaksanaan program promosi kesehatan di wilayah kerja

Puskesmas Klagenserut tahun 2012 adalah sebagai berikut ;

Pelaksanaan Hasil yang dicapai Evaluasi, Ket.

No Jenis Kegiatan Kegiatan, Rencana

Tindak Lanjut

1 Puskesmas Klagenserut Ada jadwal Lemahnya Kegiatan terlaksana

melayani Konseling tertentu dokumentasi Perlu di buatkan

Kesehatan berupa ; (Pencatatan dan pencatatan dan

- HIV/Aids,Narkotika/Napza Pelaporan) pelaporan

- Reproduksi Remaja Sehat membuat jumlah tersendiri

- Gigi dan Mulut kunjungan mengenai

- Ibu dan Anak konseling dan konseling


- Kesehatan Secara Umum permasalahan kesehatan di
yang ada tidak puskesmas.

terukur secara

pasti.

2 Penyuluhan Kesehatan Di Setiap Kegiatan Terlaksana


Rata-rata 30% dari

Masyarakat dengan Media Bulan jumlah peserta dengan Baik

Leaflet bersamaan memberikan Perlu dikembangkan

jadwal umpan balik promkes dengan

Posyandu mengenai materi media yang lain

yang disampaikan

10% anak usia


3 Penjaringan Kesehatan Anak Bulan Awal Dilaksanakan

Sekolah SD, SMP dan SMA ajaran baru sekolah se- secara rutin

Wilayah kerja

Puskesmas

Klagenserut

memiliki masalah

kesehatan

90%,dalam kondisi

baik

kesehatannya,

Kegiatan Terlaksana
dengan Baik

4 Kemitraan Dengan PKK Bulan Juni 100% Kegiatan Terlaksana

Terealisasinya dengan Baik

kegiatan survei Kemitraan perlu

PHBS secara total ditingkatkan ke


populasi yang tahap pembinaan

dilaksanakan oleh PHBS di rumah


kader Posyandu tangga

bekerjasama

dengan Kader

PKK

5 Pembinaan Desa Siaga Bulan Juli Antusiasme Kegiatan Terlaksana

masyarakat dengan Baik

terhadap Desa Dilakukan

siaga sangat tinggi pembinaan Kader

Desa Siaga setiap

tahun

6 Survei PHBS Dilaksanakan


Bulan Juni Kegiatan Terlaksana

Kegiatan perlu di
dengan baik setiap

kader lanjutkan per

melaksanakan semester untuk

survey 10 rumah mengetahui

perubahan prilaku

ber-PHBS di

masyarakat

Penanggung jawab

kegiatan di Setiap
kampung harus

kooperatif dan

mau

merekapitulasi

hasil pendataan

PHBS

diwilayahnya
7 Penyuluhan Kesehatan Rata-rata 96% dari Kegiatan Terlaksana
Pelaksanaan

Remaja Sekolah (SMP dan terjadwal jumlah sasaran dengan Baik

SMA ) mendapatkan Perlu dikembangkan

- Napza/Narkotika penyuluhan semua promosi kesehatan

- HIV/AIDS materi sedangkan dengan materi

- Reproduksi Remaja Sehat sisanya 4 % tidak lain.

- Bahaya Merokok hadir karena Sudah ada

- Bahaya Alkohol ijin/sakit,dsb kesepakatan

- Gigi dan Mulut Banyaknya feadback dengan Pihak

- PHBS saat sesi tanya Sekolah dalam

jawab dimulai Masa Orientasi

Siswa (MOS)

Promosi

Kesehatan

memberikan

Materi di dalam

MOS SMP dan

SMA

8 Penjaringan /Pemeriksaan Pelaksanan 10 % anak usia Kegiatan Terlaksana

Kesehatan Gigi dan Mulut di terjadwal sekolah menderita dengan Baik

Sekolah SD, SMP dan SMA masalah kesehatan

se Wilayah Kerja Puskesmas gigi dan mulut

Klagenserut

Jumlah sekolah yang ada diwilayah kerja Puskesmas Klagen serut yaitu:
1. Paud :7
2. TK :11
3. SD :12
4. MI : 3
5. SMP :1
6. MTs :1
7. SMA :1
8. SMK :1

Batra yang ada diwilayah kerja Puskesmas Klagenserut

NO Jenis Batra Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah


yang ada yang dibina yang yang
berizin terdaftar
1 Pijat 1 1

2 Paranormal 2 2

3 Pijat urat 3 3

4 Pijat terapi 1 1

Jumlah 7 7

Untuk Batra belum terdaftar dan berizin

BAB. IV.
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Sangatlah kami sadari secara umum promosi kesehatan yang ada di

puskesmas Klagenserut tidaklah optimal baik dalam pelaksanaannya serta sarana prasarana

penyuluhan dan medianya yang terbatas, tetapi hal ini tidak membuat kami di

puskesmas Klagenserut berkecil hati dan berdiam diri akan keadaan dan keterbatasan kami,
tentu kami berusaha menjalankan program ini agar sesuai dengan harapan kita bersama yang
didalam pelaksanaannya tidak lepas dari ketersediaan sumber daya manusianya, sarana dan

prasarana yang mendukung promosi kesehatan, dan pembiayaannya, sehingga kedepannya

program promosi kesehatan di puskesmas Klagenserut menjadi yang terdepan dari program-

program lain dan lebih digalakkan lagi pelaksanaannya dengan memperhatikan kebutuhan

program promosi kesehatan ini dalam rangka pencapaian hasil yang optimal.

4.2 Saran
Beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam pencapaian program promosi

kesehatan di puskesmas Klageanserut Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun adalah :

Perilaku hidup bersih dan sehat belum mencapai pada tingkat yang diharapkan, disamping itu

ancaman sakit terhadap masyarakat pada umumnya masih cukup tinggi dengan adanya

penyakit endemis dan Penyakit degeneratif.

Sanitasi dasar yang memenuhi syarat kesehatan seperti jamban sehat dan air bersih yang

sangat terbatas

Terbatasnya sarana dan prasarana program promosi kesehatan yang ada di puskesmas

Klagenserut menjadi kendala dalam pelaksanaan promosi kesehatan karena keefektifan serta

modernitas pada media dan sarana yang digunakan menentukan keberhasilan serta menarik

perhatian masyarakat untuk memperhatikan pesan kesehatan yang disampaikan.

Pencatatan dan pelaporan serta dokumentasi yang lemah menyebabkan semua kegiatan

promosi kesehatan yang dilaksanakan menjadi sulit untuk di evaluasi.

Kurang lancarnya koordinasi, informasi, sinkronisasi dan sosialisasi baik di puskesmas

Klagenserut sendiri, di lintas sektoral maupun di masyarakat akan pentingnya program

promosi kesehatan.

Pentingnya penetapan standar pelayanan minimum di lingkungan masyarakat yang bertujuan

untuk peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam upaya meningkatkan derajat

kesehatan.

Masih kurangnya kinerja tim di puskesmas Klagenserut yang beranggapan bahwa tugas

penyuluhan/promosi kesehatan adalah tugas pemegang program promosi kesehatan itu


sendiri sehingga hal inilah yang menjadi kendala dalam pelaksanaan promosi kesehatan.
Team Building perlu tingkatkan dalam pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan sesuai dengan

disiplin keilmuan yang ada di puskesmas sehingga penyuluhan atau promosi kesehatan

berjalan sesuai bidang keilmuannya, sehingga petugas kesehatan yang

memberikan/menyampaikan materi penyuluhan diharapkan sesuai dengan kapabilitas dan

akuntabilitas yang di miliki.

Perlunya di buat prosedur manajemen mutu, pengukuran sasaran peningkatan Pengetahuan

peserta penyuluhan serta rencana mutu promosi kesehatan sehingga sasaran dan pencapaian

kegiatan program promosi kesehatan dapat terukur secara pasti dan logis.