Anda di halaman 1dari 4

YOGA ARMADA

AKA16027 / Kelompok 7

Judul : Uji viskositas brookfield dengan bahan kloramfenikol K3L

Tujuan : Untuk menentukan viskositas suatu zat


Dasar Teori :
Viskositas adalah satu cara untuk menyatakan berapa daya tahan dari aliran yang
diberikan oleh suatu cairan. Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang
menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida. Jenis-jenis viskositas viskositas
relatif,viskositas spesifik, viskositas intrinsik, dan viskositas inheren. Viskositas relatif
merupakan rasio viskositas larutan terhadap viskositas pelarut yang proporsional dengan
pendekatan pertama untuk larutan encer ke rasio waktu aliranyang sesuai. Viskositas spesifik
merupakan kenaikan fraksi (bagian) dalam viskositas.Viskositas intrinsik dapat diperoleh dari
viskositas spesifik yang dibagi oleh kensentrasi dan ekstra polasi ke nol. Viskositas inheren
digunakan sebagai indikasi pendekatan dari bobot molekul.
Viscometer Cone/ Plate( brokefield) adalah alat ukur kekentalan yang memberikan
peneliti suatu instrumen yang canggih untuk menentukan secara rutin viskositas absolut
cairan dalam volume sampel kecil. Pada viscometer ini nilai viskositas didapatkan dengan
mengukur gaya puntir sebuah rotor silinder (spindle) yang dicelupkan ke dalam sample.
Viskometer Brookfield memungkinkan untuk mengukur viskositas dengan menggunakan
teknik dalam viscometry. Alat ukur kekentalan (yang juga dapat disebut viscosimeters)
dapatmengukur viskositas melalui kondisi aliran berbagai bahan sampel yang diuji. Untuk
dapat mengukur viskositas sampel dalam viskometer Brookfield, bahan harus diam didalam
wadah sementara poros bergerak sambil direndam dalam cairan. (Atkins 1994)
Pada metode ini sebuah spindle dicelupkan ke dalam cairan yang akan diukur
viskositasnya. Gaya gesek antara permukaan spindle dengan cairan akan menentukan tingkat
viskositas cairan. Sebuah spindle dimasukkan ke dalam cairan dan diputar dengan kecepatan
tertentu. Bentuk dari spindle dan kecepatan putarnya inilah yang menentukan Shear Rate.
Oleh karena itu untuk membuat sebuah hasil viskositas dengan methode pengukuran
Rotational harus dipenuhi beberapa hal sebagai berikut:

a. Jenis Spindle
Jenis-jenis spindel dari kiri ke kanan no 1,2,3 & 4
masing-masing no spindel digunakan tergantung viskositas/kekentalan bahan yang akan diuji.
jika salah memilih no spindel, maka data yg dihasilkan tidak akan keluar/ error.

1 2 3 4
b. Kecepatan putar Spindle
c. Type Viscometer
d. Suhu sample
e. Shear Rate (bila diketahui)
f. Lama waktu pengukuran (bila jenis sample-nya Time Dependent). (Sukardjo. 1997)
Viskometer Brookfield merupakan salah satu viscometer yang menggunakan gasing
atau kumparan yang dicelupkan kedalam zat uji dan mengukur tahanan gerak dari bagian
yang berputar. Tersedia kumparan yang berbeda untuk rentang kekentalan tertentu, dan
umumnya dilengkapi dengan kecepatan rotasi. (FI IV,1038). Prinsip kerja dari viscometer
Brookfield ini adalah semakin kuat putaran semakin tinggi viskositasnya sehingga
hambatannya semakin besar. (Moechtar,1990) atau sampel ditempatkan ditengah- tengah
papan, dinaikkan hingga posisi dibawah kerucut. Kerucut digerakkan oleh motor dengan
bermacam kecapatan dan sampelnya digeser didalam ruang semit antara papanyang diam dan
kemudian kerucut yang berputar.

Kloramfenikol menurut farmakope Indonesia edisi III


Nama resmi : Chloramphenicolum
Sinonim : Kloramfenikol
Rumus molekul : C11H12Cl2N2N2O5
Pemerian : Hablur halus berbentuk jarum atau lempeng memanjang, putih hingga
putih kelabu atau putih kekuningan ; tidak berbau ; rasa sangat pahit.
Kelarutan : Larut dalam lebih kurang 400 bagian air, dalam 2,5 bagian etanol
(95%) P dan dalam 7 bagian propilenglikol P ; sukar larut dalam kloroform P dan dalam eter
P.
Khasiat : Antibiotik, antibakteri
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya
Berat Molekul : 323,13.
Titik Lebur : Antara 149o dan 153o
Susut pengeringan : Tidak lebih dari 1,0%.
Sisa pemijaran : Tidak lebih dari 0,1%
Laktosa menurut farmakope Indonesia edisi III

Nama resmi : LAKTOSUM ( Saccharum lactis)

Nama lain : laktosa

Berat molekul : 360,31

Rumus molekul : C12H22O11.H2O

Pemerian : serbuk atau hablur keras, warna putih, tidak berbau dan rasa sedikit manis

Kelarutan : Larut dalam 6 bagian air, larut dalam 1 bagian air mendidih, sukar larut dalam
etanol (95%) p,praktis tidak larut dalam kloroform p dan eter p

Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik.

Alat dan Bahan :


Alat-alat : Bahan-bahan :
1. Viskometer brokfield 1. Kloramfenikol syr
2. Beaker glass 250 ml 2. Aquades
3. Batang pengaduk
4. Timbangan digital
5. Mortir dan stamper
6. Gelas ukur 50 ml
7. Spatula
8. Pipet tetes

Prosedur Kerja :
1. Disiapkan bahan siap uji
2. Dipasang spindle pada gantungan spindel.
3. Diturunkan spindle yang telah terpasang sampai tercelup kedalam cairan yang akan
diukur viskositasnya.
4. Buat grafik dan tentukan tipe aliran zat tersebut.
5. Biarkan spindle berputar dan perhatikan jarum merah pada skala.
6. Dengan mengubah ubah rpm, maka akan diperoleh viskositas cairan berbagai rpm (
20,50 & 100 rpm)
7. Catat angka yang ditujukkan jarum merah.
Spindel 61 62 63 64
Kecepatan 50 100 50 100 50 100 50 100
(RPM)
Viskositas (cp) EEEE EEEE 425,4 255,3 364 216,0 756,0 438,0
Torque(%) EEEE EEEE 70,9 85% 15,2 18,0 6,3 7,3
Temperature 26,8 27,9 28,4 28,0 27,7 27,5 27,8 27,4

Waktu (menit) 1 1 1 1 1 1 1 1
SS EEEE EEEE 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
SR (1/s) 0,0000 0,0000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000
Densitas (g/cm) 0,0000 0,0000 0,0000 0,0000 0,0000 0,0000 0,0000 0,0000
Keakuratan 1,20 0,60 6,00 3,00 24,0 12,0 120,0 60,00
(cp)

Kesimpulan : Untuk pengujian viskositas pada sampel antasida syr paling baik
menggunakan spindel lv 04(64) dengan kecepatan 50rpm,karena memiliki nilai akurasi yang
paling tinggi yaitu 120,0.