Anda di halaman 1dari 8

TUGAS KEBIJAKAN TAMBANG

DISUSUN OLEH:

1. M. LUTHFI FATHURRAHMAN / 03021381621060


2. SANDY WIDODO / 03021381621095

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2017

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengoperasian Alat-Alat Berat


Dalam mengoperasikan alat-alat mekanis/berat pada aktivitas penambangan, baik
saat mulai melakukan pembersihan, pengupasan tanah penutup, melakukan aktivitas
penam-bangan bahan galian maupun material lainnya, pemuatan, pengangkutan dan
sampai pada penimbunan dan bahkan melakukan pemadatan untuk materail-material
tertentu. Maka dalam pengoperasiannya harus melalui prosedur-prosedur yang telah
ditetapkan, baik oleh perusahaan yang membuat alat-alat maupun oleh perusahaan-
perusahaan sebagai pengguna alat-alat mekanis tersebut.

A. SOP Sebelum Pengoperasian Alat Mekanis/Berat


Sebelum operator alat-alat mekanis/berat mengoperasikan kendaraannya
sesuai dengan jenis dan fungsi alatnya, perlu diupayakan peningkatan pengetahuan
dan kemampuan operator, yaitu dengan jalan :
1) Operator diberikan kursus atau pelatihan tentang hal-hal yang perlu dilakukan
sebelum operasi, sedang operasi dan setelah operasi yang sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
2) Mengadakan koordinasi kerja antar unit kerja terkait, terutama mengenai alat-alat
mekanis/berat yang tidak memenuhi standar atau tidak laik operasi setelah dicek/
diperiksa oleh operatornya.
3) Mendatangkan instruktur/konsultan alat-alat mekanis/berat bersangkutan guna
membimbing dan mengarahkan operator serta melakukan uji coba pengoperasian
alat mekanis/berat tersebut.
4) Setelah dilakukan uji coba pengoperasian, kemudian dilakukan evaluasi oleh pihak
perusahaan dan instruktur alat mekanis/berat guna menentukan apakah alat tersebut
layak atau tidak untuk dioperasikan atau masih perlu adanya perbaikan dan
penyempurnaan.
5) Begitu pula halnya dengan operatornya, apakah sudah atau belum bisa diberikan
izin untuk mengoperasikan alat dibawah tanggung jawabnya. Kalau belum, perlu
adanya pembimbingan dan pengarahan ulang.

B. SOP Pelaksanaan Pengoperasian Alat Mekanis/Berat


Setelah dilakukan kursus atau pelatihan, evaluasi dan uji coba dan semuanya
memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka operator sudah
diizinkan untuk dapat mengoperasikan alat mekanis/berat yang menjadi tanggung
jawabnya.

1) SOP Sebelum Pelaksanaan Pengoperasian Alat Mekanis/Berat


Tugas pertama operator pada awal shift adalah untuk melakukan pemeriksaan
awal pada beberapa titik pengamatan untuk mengetahui kesiapan alat yang akan
dioperasikan. Bila ditemukan ada hal-hal yang tidak normal, maka operator harus
melaporkan dan menyerahkan alatnya kepada Bagian Mekanik atau Bagian
Pemeliharaan untuk diperbaiki.
Setelah semuanya memenuhi standar SOP, kemudian operator menghidupkan
mesin alat mekanis/beratnya. Setelah mesin hidup, maka operator melakukan
pemanasan mesin dan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Panaskan mesin dengan cara membiarkan mesin pada putaran rendah, selama 5
menit.
b. Periksa lampu-lampu atau meter-meter petunjuk, yang semuanya harus bekerja
normal.
c. Periksa kembali oli mesin, transmisi, main clutch, hydraulic yang dapat dilihat pada
tongkat/gelas pengukur, dengan pengukur dengan standar keadaan normal adalah
antara H dan L.
d. Perhatikan bunyi-bunyi yang aneh (lain dari biasanya) pada mesin atau trans-misi
dan pada bagian-bagian yang berputar lainnya.
e. Periksa indikator udara masuk mesin (dust indicator), kalau berwarna merah
berarti saringan udara kotor.
f. Periksa asap mesin (hitam/biru/kelabu), yang normal berwarna kelabu.
g. Periksa dan test bekerjanya Hydralic System.
h. Periksa dan test bekerjanya Steering.
i. Periksa dan test bekerjanya rem.
j. Periksa dan test bekerjanya gigi transmisi.
k. Amati bila ada kebocoran-kebocoran angin, minyak, rem, seal, cylinder dan pipa-
pipa hidraulik.
l. Bersihkan kaca depan dan test berfungsinya klakson.
Jika operator telah yakin semuanya berjalan normal maka mesin siap untuk
dijalankan, operator siap untuk menggerakkan unit alat mekanis/berat yang menjadi
tanggung jawabnya, tetapi bila terdapat kelainan maka unit alat mekanis/berat
tersebut harus diperbaiki terlebih dahulu oleh mekanik.

2) SOP Pengoperasian Alat Mekanis/Berat


Setelah alat mekanis/berat dibawah tanggung jawab operator yang ber-
sangkutan diperiksa pada awal shift dan didapatkan semua memenuhi standar
operasi, maka secara umum (untuk semua alat-alat mekanis/berat) setiap operator
untuk menjalankan alat beratnya harus melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Periksa sekitar daerah/lokasi kerja, terutama terhadap kemungkinan adanya orang
atau alat mekanis/berat lainnya dan bunyikan klakson sebagai tanda alat akan
bergerak.
b. Tekan pedal rem, lepaskan rem parkir (emergency brake).
c. Naikkan blade/bucket/boom/arm (khusus untuk Bulldozer, Dozer Shovel dan
Excavator).
d. Injak pedal kopling, masukkan persenelling ke gigi pertama, lepas rem biasa, tekan
gas dan lepaskan pedal kopling sesuai dengan putaran mesin sampai alat berjalan
(jangan dibiasakan menginjak setengah kopling pada waktu alat sedang berjalan
normal).
e. Jangan injak ceceran/bongkahan batu dan hindari lobang-lobang di jalan baru yang
belum padat (khusus untuk Dump Truck).
f. Selalu mengecek indikator (gauge) dan meter-meter lainnya.

C. SOP Selesai Pengoperasian Alat Mekanis/Berat


Setelah alat-alat mekanis/berat beroperasi, maka setiap akhir shift para
operator diharuskan melakukan hal-hal sebagai berikut :
1) Alat mekanis/berat agar diparkir pada tempat yang aman dan rata/datar.
2) Letakkan dengan aman attachement (blade, bucket, boom, arm, vessel).
3) Pasang rem parkir (emergency brake).
4) Dinginkanlah mesin dengan cara membiarkan mesin pada putaran rendah (low
idle) selama 5 menit.
5) Kunci kontak pada posisi OFF (cummins engine) dan tarik cut off fuel.
6) Letakkanlah tongkat pengontrol bahan bakar pada posisi mesin mati, putar kunci
kontak pada posisi OFF bagi mesin yang gasnya memakai tongkat atau kabel
kontrol.
7) Hindari tindakan mematikan mesin secara mendadak tanpa low idle terlebih dahulu,
kecuali dalam keadaan darurut jangan menaikkan putaran tiba-tiba waktu akan
mematikan mesin.
8) Periksa kembali semua sistem pengaman dan pastikanlah telah dalam keadaan
aman, cabut kunci kontak dan serahkan kepada pengawas sebagai tanda
berakhirnya tugas operator dalam suatu waktu yang telah ditentukan.

D. SOP Pengoperasian Khusus Untuk Dump Truck


Dump Truck (Truk) umumnya digunakan untuk mengangkut hasil
penambangan berupa bahan galian dan material-material lainnya pada aktivitas
Tambang Terbuka. Adapun tugas-tugas Truk dalam melayani aktivitas
penambangan adalah pengisian (loading), pengangkutan (hauling) dan penumpahan
(dumping).

1) SOP Saat Proses Pengisian (Loading)


Pada waktu memasuki daerah pengisian (loading), operator Truk harus
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Kemungkinan adanya orang atau kendaraan lain di tempat itu, untuk mengetahui
kemungkinan dia akan bergerak.
b. Ambillah jalur yang sama (satu line) dengan Truk yang ada di depan, dengan jarak
minimal 10 meter, berhentikan Truk untuk menunggu giliran dan pasang
emergency brake.
c. Bila Truk di depan bergerak maju, majulah dan berhenti pada posisi yang sama,
kemudian pasang emergency brake kembali.
d. Pada saat Truk sudah berada pada posisi terdepan, operator Loader memberi tanda
bahwa Truk dapat mengambil posisi untuk dimuati, maka maju untuk mengambil
posisi mundur, ikuti jejak yang benar yang sudah dilakukan Truk sebelumnya dan
berhenti, masukkan gigi mundur (reserve) dan bergerak perlahan ke Loading
Spot dan berhentilah.
e. Pindahkan gigi mundur ke netral dan pasang emergency brake.
f. Periksa tongkat dump (hoist lever) yang seharusnya pada posisi float.
g. Jangan keluar kabin selama pengisian berlangsung, kaca pintu ditutup agar terhindar
dari debu dan lemparan batu.
h. Jika pemuatan sudah selesai dan operator Loader telah memberi tanda bahwa
pengisian sudah selesai, waspadalah kemungkinan adanya orang atau kendaraan
lain sebelum bergerak maju.

2) SOP Saat Proses Pengangkutan (Hauling)


a. Pelajarilah lokasi kerja tambang pada saat akan bertugas.
b. Jangan melanggar rambu-rambu atau petunjuk dan ikuti aturan atau cara
mengemudikan yang benar, selalu waspada ketika membawa Truk.
c. Jaga selalu jarak yang aman dengan kendaraan lain di depan, ikuti aturan yang
biasanya sudah ditentukan oleh pihak perusahaan, semakin cepat kendaraan
semakin jauh jarak antara yang diperlukan dengan kendaraan lain di depannya.
d. Untuk memperlambat kecepatan atau menghentikan gerak Truk, operator harus
menggunakan retarder (exhaust brake/ engine brake) dan rem pada roda (service
brake), dengan petunjuk sebagai berikut :
Retarder (kekuatan perlambat) adalah sistem brake untuk mengontrol
kecepatan kendaraan (pedal atau posisi ON), terutama pada saat jalan turun atau
akan masuk/mendekati jalan turun gas harus dilepas sebelum menginjak pedal
atau meng-ON-kan retarder.
Jumlah retarder harus sesuai dengan beberapa banyak operator menekan
pedal dari retarder ini yang pakai switch setiap posisi ON retarder bekerja.
Retarder dapat dipergunakan pada semua posisi gigi persenelling.
Mengurangi kecepatan kendaraan pada kecepatan tinggi pakailah retarder
(khusus untuk Dump Truck Wabco yang efektif bekerja pada rpm engine 1600
ke atas dan sangat aman dipakai pada kondisi jalan menurun).
Rem roda (service brake) digunakan bila truk bergerak dengan kecepatan rendah
atau bila hendak menghentikan kendaraan (5 km/jam).
Waktu menggunakan rem roda (service brake), pedal harus ditekan/diinjak
dengan konstan (ditahan) jangan dikocok sebab bisa menurunkan tekanan angin.
Jangan sekali-kali menggunakan rem roda (service brake) pada kecepatan tinggi,
kecuali dalam keadaan darurat (emergency).
Selama mengemudikan Truk perhatikan kemungkinan adanya kejanggalan/
ketidak normalan seperti getaran pada stir atau suara-suara asing lainnya.

3) SOP Saat Proses Penumpahan (Dumping)


a. Jalankan Truk perlahan-lahan saat memasuki daerah penumpahan (dumping area)
dan waspadalah terhadap orang atau alat lain yang ada di lokasi tersebut.
b. Untuk mengambil ancang-ancang mundur, gerakkan Truk memutar ke arah kanan.
c. Mundurkanlah Truk secara perlahan dan pada saat roda menyentuh tumpukan
penahan (beam), segera tekan pedal rem. Beam adalah batas aman untuk berhenti
bukan berfungsi untuk menghentikan Truk.
d. Pasanglah emergency brake, kembalikan persenelling ke gigi netral dan lepaskan
pedal rem.
e. Tarik lever dumping hingga posisi hoist terangkat (raise), lalu tekan gas. Pada
saat baru membuang/menumpahkan muatan akan terasa sedikit sentakan, bila
sentakan terasa agak kuat kurangi sedikit gas dan atur gas sehingga posisi bak
setegak mungkin untuk menumpahkan semua muatan. Lepaskan dump lever,
otomatis lever akan ke posisi menahan (hoist).
f. Bila semua muatan sudah tertumpah, dump lever tekan ke bawah dan tahan. Pada
saat bak turun, akan kembali sedikit sentakan dan lepas dump lever kemudian
bak akan turun.
g. Setelah bak kembali duduk pada tempatnya, tekan/injak rem roda (service brake),
masukkan gigi maju dan lepaskan emergency brake.
h. Perhatikanlah daerah di sekitar yang akan dilalui setelah menumpah muatan agar
cukup aman dari kendaraan lain atau orang untuk menghindari bahaya.
i. Lepaskan rem roda (service brake) kemudian gas dan tinggalkan daerah
penumpahan (dump area).
j. Jangan menjalankan Truk apabila bak atau vesselnya masih terangkat.

Anda mungkin juga menyukai