Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

IMUNISASI DASAR

Pokok bahasan : Imunisasi dasar

Sub topik : Langkah awal menyehatkan anak

Hari/Tanggal : Jumat/30 Juni 2016

Waktu : 08.00 08.30 WIB

Tempat : Posyandu Desa Pohwates Kab. Bojonegoro

Sasaran : Ibu ibu yang mempunyai anak bayi dan balita di Desa Pohwates

Kab. Bojonegoro

Penyuluh : Ulpatun Chasanah

IDENTIFIKIASI MASALAH/LATAR BELAKANG


Imunisasi merupakan salah satu bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam
upaya menurunkan angka kemtian bayi dan balita. Berbagai macam penyakit menular seperti
penyakit difteri, pertusis, campak, tetanus, dan polio telah terbukti menurun adanya
pemberian imunisasi pada bayi dan anak. Bahkan Indonesia telah dinyatakan bebas penyakit
campak sejak tahun 1972.
Indonesia juga telah melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dengan baik, yang
merupakan pekan dimana setiap anak balita umur 1 59 bulan yang tinggal di Indonesia pada
saat tersebut mendapat 2 tetes vaksin polio oral, tanpa melihat status imunisasi dan
kewarganegaraannya.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)

Setelah mendapatkan penjelasan tentang imunisasi ibu-ibu diharapkan dapat memotivasi


keluarga untuk membawa anak balitanya ke posyandu maupun polindes guna mendapatkan
imunisasi yang lengkap.
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)

Setelah mendapatkan penjelasan tentang imunisasi ibu-ibu dapat :

Menjelaskan pengertian imunisasi / vaksinasi.


Menyebutkan jenis-jenis imunisasi.
Menjelaskan penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi.
Menjelaskan jadwal pemberian imunisasi.
Menjelaskan cara pemberian imunisasi.
Menjelaskan keadaan yang timbul setelah imunisasi.

METODE
1. Ceramah
2. Diskusi

MEDIA
1. LCD
2. Power point Presentation
3. Leaflet

PROSES KEGIATAN PENYULUHAN


Jam Kegiatan Penyuluhan Respon Waktu
08.00-08.30 Pendahuluan : Kegiatan sasaran : 3 menit
Memberi salam pembuka Membalas salam
Memperkenalkan diri Mendengarkan
Menjelaskan tujuan dari Mendengarkan dan
penyuluhan mencatat
Menggali pengetahuan dan Menjawab
memberikan reinforcement pertanyaan
(pujian) Kontrak waktu
Kontrak waktu
08.00-08.30 Acara inti : 15 menit
Menjelaskan pengertian Mendengarkan dan
imunisasi / vaksinasi. memperhatikan
Menjelaskan jenis-jenis Bertanya dan
imunisasi. menjawab
Menjelaskan penyakit yang pertanyaan yang
dapat dicegah dengan diajukan
pemberian imunisasi.
Mendengarkan
Menjelaskan jadwal
pemberian imunisasi.

Menjelaskan cara pemberian


imunisasi.

Menjelaskan keadaan yang


timbul setelah imunisasi.

08.00-08.30 Evaluasi : 10 menit


Memberi kesempatan untuk Peserta
bertanya memperhatikan
Memberikan pertanyaan pada dan memberikan
audience pertanyaan jika ada
Memberikan evaluasi dan yang belum jelas,
reinforcement kepada serta menjawab
audience pertanyaan kepada
peserta saat
evaluasi
Penutup :
Membuat kesimpulan Mendengarkan dan

Mengucapkan terimakasih menjawab salam

Meminta maaf

Mengucapkan salam

EVALUASI
Post tes dan pretest
1. Apakah pengertian dari imunisasi ?
Imunisasi adalah upaya untuk merangsang kekebalan tubuh dari serangan penyakit
menular tertentu melalui pemberian vaksin.
2. Apakah imunisasi dapat menyebabkan penyakit kejang dan kematian ?
Imunisasi tidak ada hubungannya dengan penyakit kejang dan kematian, imunisasi
harus diberikan pada bayi dalam keadaan sehat. Kejang bisa disebabkan karena demam
yang tak tertangani.

a. Evaluasi Struktur
Materi sudah siap 1 hari sebelum pendidikan kesehatan
Media sudah siap 1 hari sebelum pendidikan kesehatan
Tempat sudah siap 2 hari sebelum pendidikan kesehatan
SAP sudah jadi 1 hari sebelum pendidikan kesehatan
b. Evaluasi Proses
Peserta hadir tepat waktu
Peserta kooperatif dan aktif bertanya
Media digunakan secara kooperatif
c. Evaluasi Hasil
Setelah mendapatkan penjelasan tentang imunisasi ibu-ibu dapat :
Menjelaskan pengertian imunisasi / vaksinasi.
Menjelaskan jenis-jenis imunisasi.
Menjelaskan penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi.
Menjelaskan jadwal pemberian imunisasi.
Menjelaskan cara pemberian imunisasi.
Menjelaskan keadaan yang timbul setelah imunisasi.

DAFTAR PUSTAKA

1. Direktorat Jenderal PPM dan PLP, Pelaksanaan Imunisasi Modul Latihan Petugas
Imunisasi, Jakarta, (1985).
2. Departemen Kesehatan, Bercakap Dengan Ibu-Ibu-Petunjuk Bagi Kader Dalam Rangka
Promosi Posyandu, Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Jakarta, 1988.
3. Tim Pengelola UPGK Tk. Pusat, Buku petunjuk Untuk Latihan Kader, Jakarta, 1988.
4. Sichesse.blogspot.com/2015/07/satuan-acara-penyuluhan-sap-imunisasi_2.html?m=1
PENGESAHAN

Jombang,
Penyuluh

Sasaran

Ulpatun Chasanah
NIM.151702036

( )

Mengetahui
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Hj. Mumpuni.D.N.SST.,M.Psi

H. Pawiono, SST., MPH.


LAMPIRAN MATERI

PENYULUHAN IMUNISASI DASAR LENGKAP

A. Pengertian Imunisasi
Imunisasi adalah upaya untuk merangsang kekebalan tubuh dari serangan penyakit
menular tertentu melalui pemberian vaksin.
B. Imunisasi Dasar
Imunisasi dasar adalah imunisasi pertama yang perlu diberikan pada semua orang,
terutama bayi dan anak sejak lahir untuk melindungi tubuhnya dari penyakit penyakit yang
berbahaya.
Lima jenis imunisasi dasar yang diwajibkan pemerintah adalah imunisasi terhadap tujuh
penyakit, yaitu TBC, difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), poliomyelitis, campak dan
hepatitis B.
C. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)
1. Penyakit TBC
Adalah penyakit yang disebabkan Mycobacterium tuberculosa menyebar melalui
pernapasan lewat bersin atau batuk, gejala awal adalah badan menjadi lemah, penurunan
berat badan, demam dan keluar keringat pada malam hari.
2. Penyakit Difteri
Adalah penyakit yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphteriae dengan gejala
panas lebih kurang 38C disertai adanya pseudo membran (selaput tipis) putih keabu-
abuan pada tenggorokan (laring, faring, tonsil) yang tak mudah lepas dan mudah
berdarah. Dapat disertai nyeri menelan, leher membengkak dan sesak nafas.
3. Penyakit Pertusis
Adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bardetella pertusis
dengan gejala batuk beruntun dan pada akhir batuk menarik nafas panjang terdengar suara
hup (whoop) yang khas, biasanya disertai muntah. Serangan batuk lebih sering pada
malam hari, lamanya batuk bisa mencapai 1-3 bulan dan penyakit ini sering disebut
penyakit 100 hari.
4. Penyakit Tetanus
Adalah penyakit disebabkan oleh Clostridium tetani dengan terdiri dari tetanus
neonatorum. Tetanus neonatorum adalah bayi lahir hidup normal dan dapat menangis dan
menetek selama 2 hari kemudian timbul gejala sulit menetek disertai kejang rangsang
pada umur 3-28 hari. Tetanus dengan gejala Mulut kaku dan sukar dibuka, punggung
kaku dan melengkung.
5. Penyakit Polio
Polimielitis sangat cepat menular di daerah perumahan padat dan lingkungan kumuh.
Ditandai dengan :
Anak rewel, panas dan batuk, dua hari kemudian leher kaku, sakit kepala, otot badan
dan kaki terasa kaku.
Lumpuh anggota badan tetapi biasanya hanya satu sisi.
Penyakit ini dapat menyerang otot pernapasan dan otot menelan yang dapat menyebabkan
kematian.
6. Penyakit Campak
Adalah penyakit yang disebabkan oleh virus measles, disebarkan melalui droplet
bersin atau batuk dari penderita, gejala awal penyakit adalah demam, bercak kemerahan,
batuk, pilek, conjunctivitis (mata merah), selanjutnya timbul ruam pada muka dan leher,
kemudian menyebar ke tubuh, tangan serta kaki.
7. Penyakit Hepatitis B
Adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang merusak hati.
Penyebaran penyakit terutama melalui suntikan yang tidak aman, dari ibu ke bayi selama
proses persalinan, melalui hubungan seksual. Gejala yang ada adalah lemah, gangguan
perut dan gejala lain seperti flu, urine menjadi kuning, kotoran menjadi pucat.

D. Jenis jenis Imunisasi


Imunisasi BCG
1) Pengertian
Imunisasi BCG adalah imunisasi yang diberikan untuk menimbulkan kekebalan aktif
terhadap penyakit TBC yaitu penyakit paru paru yang sangat menular. Imunisasi BCG
adalah pemberian vaksin yang mengandung kuman TBC yang telah dilemahkan.
2) Usia Pemberian Imunisasi
Sedini mungkin atau secepatnya, tetapi pada umumnya dibawah dua bulan. Jika
diberikan setelah 2 bulan, disarankan dilakukan tes mantoux (tuberkulin) terlebih dahulu
untuk mengetahui apakah bayi sudah kemasukan kuman Mycobacterium tuberculosis
atau belum.
3) Cara pemberian Imunisasi
Cara pemberian imunisasi BCG adalah melalui suntikan kedalam kulit pada lengan
kanan atas atau paha.
4) Keadaan yang timbul setelah imunisasi
Umumnya tidak ada. Namun, pada beberapa anak timbul kelenjar getah bening di
ketiak atau leher bagian bawah atau diselangkangan, biasanya akan sembuh sendiri.
Imunisasi DPT
1) Pengertian
Imunisasi DPT merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya
penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Imunisasi DPT merupakan imunisasi yang
mengandung racun kuman difteri yang telah dihilangkan sifat racunnya namun masih
merangsang pembentukan zat anti.
2) Usia pemberian Imunisasi
Pemberian imunsasi 3 kali (paling seing dilakukan), yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan,
dan 6 bulan.
3) Cara pemberian Imunisasi
Cara pemberian Imunisai DPT melalui suntikan i.m pada paha.
4) Keadaan yang timbul setelah imunisasi
Biasanya, hanya gejala- gejala ringan, seperti : sedikit demam (sumeng) dan rewel
selama 1-2 hari, kemerahan, pembengkakan yang agak nyeri pada tempat suntikan.
Imunisasi Polio
1) Pengertian
Imunisasi polio adalah imunisai yang diberikan untuk menimbulkan kekebalan
penyakit poliomielitis yaitu penyakit radang yang menyerang saraf dan dapat
mengakibatkan lumpuh kaki.
2) Usia Pemberian Imunisasi
Waktu pemberian polio adalah pad umur bayi 0 - 11 bulan atau saat lahir (0 bulan) ,
dan berikutnya pada usia bayi 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Kecuali saat lahir, pemberian
vaksin polio selalu dibarengi dengan vaksin DPT.
3) Cara pemberian Imunisasi
Cara pemberian imunisasi diteteskan melalui mulut.
4) Keadaan yang timbul setelah Imunisasi
Hampir tidak ada efek samping, hanya sebagian kecil yang mengalami pusing, diare
ringan, dan sakit otot.
Imunisasi Campak
1) Pengertian
Imunisasi campak adalah imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya
penyakit campak pada anak karena penyakit ini sangat menular. Kandungan dari vaksin
campak adalah virus yang dilemahkan.
2) Usia pemberian Imunisasi
Imunisasi campak diberikan 1 kali pada usia 9 bulan , dan dianjurkan pemberiannya
sesuai jadwal.
3) Cara pemberian Imunisasi
Cara pemberian imunisai campak melalui subkutan pada lengan kiri atas.
4) Keadaan yang timbul setelah imunisasi
Biasanya tidak terdapat raksi akibat imunisasi. Mungkin terjadi Demam ringan,
bercak merah pada pipi dibawah telinga pada hari ke 7-8 setelah imunisasi.
Imunisasi Hepatitis B
1) Pengertian
Imunisasi Hepatitis B adalah imunisasi yang diberikan untuk menimbulkan kekebalan
aktif terhadap penyakit hepatitis B, yaitu penyakit infeksi yang dapat merusak hati.
Imunisasi hepatitis B kandungannya adalah HbsAg dalam bentuk cair.
2) Usia pemberian Imunisasi
Sebaiknya diberikan 12 jam setelah lahir. Dengan syarat kondisi bayi dalam keadaan
stabil, tidak ada gangguan pada paru paru dan jantung. Kemudian dilanjutkan pada saat
bayi berusia 1 bulan, dan usia antara 3 6 bulan.
3) Cara pemberian Imunisasi
Cara pemberian imunisasi hepatitis B adalah dengan cara i.m di lengan atau deltoid
(paha) anteroletal bayi (antero = otot otot di bagian depan ; lateral = otot bagian luar).
4) Keadaan yang timbul setelah imunisasi
Umumnya tidak terjadi, namun jika ada hanya nyeri pada tempat suntikan dan demam
ringan.