Anda di halaman 1dari 7

Plasmodium falciparum

Bentuk trofozoit dalam sediaan darah tebal Bentuk trofozoit dalam sediaan darah tebal

Gametosit pada sediaan darah tebal Gametosit pada sediaan darah tebal
Sediaan darah tebal

Trofozoid muda P.falciparum

Trofozoid P.falaciparum
Gametosit P.falciparum

ALAT & BAHAN

1. Alat:

Alat Tulis.
mikroskop
1. Bahan:
Minyak imersi
Sediaan tetes tebal plasmodium positif (Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax.
Alkohol 95%.

PROSEDUR KERJA

1.
1. Digunakan APD yang diperlukan.
2. Disiapkan alat dan bahan praktikum yang diperlukan
3. Letakkan sediaan di meja mikroskop. Dicari lapangan pandang pada sediaan
objek plasmodium sp. dengan menggunakan pembesaran 10x lensa objektif.
4. Dicari fokus objek plasmodium sp dengan menggunakan lensa 100x dan menggunakan
minyak emersi.
5. Dicatat dan didokumentasi objek yang didapatkan. Dibuat laporan sementara.
6. Dilakukan langkah 3-5 pada sediaan lainnya.
7. Setelah penggunaan mikroskop selesai, bersihkan lensa dengan tissue yang diberi alkohol
96% dengan cara ditekan-tekan pada lensa. Hindari menggosok lensa objektif agar lensa
tidak tergores.
8. Letakkan mikroskop kembali pada rak mikroskop.
. Alat dan Bahan

1.1 Alat yang digunakan antara lain:

1. Blood lanset : sebagai penusuk pada jari/tumit


2. Obyek glass : untuk membuat hapusan
3. Pipet tetes : untuk penyiapan reagen
4. Kapas : untuk mengusap bagian jari/tumit yang ditusuk dengan etanol 70%
5. Pinset : untuk penjepit obyek glass
6. Stening jar : tempat menaruh larutan pewarna giemsa
7. Botol : tempat persediaan metanol atau alkohol 70%
1.2 Bahan yang digunakan antara lain:

1. Etanol 70% : sebagai antiseptik


2. Metanol : berfungsi memfiksasi hapusan darah supaya sel darah merah utuh tidah rusak/lisis
3. Giemsa : Pewarna pada sel darah yang diperiksa
4. Buffer pro giemsa (bpg) : untuk mempertahankan pH Giemsa
5. Aquades : utuk melisiskan sel darah merah pada tetes tebal dan membilas terakhir pada proses
pewarnaan
II. Penyiapan cairan pewarna Giemsa

Cairan pewarna Giemsa dibuat dengan pengenceran 5%, 10 %, atau 20% antara giemsa dalam
pelarut buffer pro giemsa (bpg).

Pengenceran 5% (1:20=Giemsa:bpg) dilakukan selama 45 menit

Pengenceran 10% (1:10=Giemsa:bpg) dilakukan selama 30 menit

Pengenceran 20% (1:5=Giemsa:bpg) dilakukan selama 15 menit

Contoh : pengenceran 10% (1:10)

1. Ambil 1 mL giemsa stock solution


2. Tambahkan 9 mL bpg
3. Aduk hingga terlarut merata
4. Warnai specimen dengan pewarna ini selama 25 menit
III. Prosedur Penelitian

1. Beri label pada obyek glass (nama pasien, tgl dan waktu pengambilan darah)
2. Biasakan untuk menggunakan sarung tangan
3. Bersihkan obyek glass menggunakan alcohol 70-90%, tunggu sampai kering. (jangan menyentuh
permukaan yang akan digunakan hapusan)
4. Mulai proses pengambilan darah dengan membersihkan ujung ekor mencit dan gunting bedah menggunakan
alcohol 70%
5. Guntinglah ujung ekor mencit
6. Teteskan /Oleskan darah mencit pada obyek glass
7. Buatlah hapusan pada tetesan darah tersebut
Pada waktu bikin hapusan tekan dengan stabil untuk menggeser dengan derajat kemiringan 25-30o
8. Tunggu sampai darah kering

9. Hapusan darah difiksasi dengan methanol

10. Ditunggu kering

11. Dilakukan pengecatan dengan direndam dalam giemsa: bpg (10%) selama 30 menit

12. Dibilas dengan aquades

13. Ditunggu kering baru diamati pada mikroskop

IV. Penilaian kualitas preparat yang sudah dibuat

Lebar x panjang = 2,53 cm


Ekor tidak seperti bendera robek
Preparat tidak berlobang dan tidak putus
Ada bagian yang tebal dan tipis:
- Terlalu tebal sel-sel eritrosit menutupi satu sama lainnya sehingga mempersulit penilaian

- Terlalu tipis sel-sel akan kehilangan bentuk bikonkafitasnya terutama daerah tepi

Cara perhitungan parasitemia:

1. diamati pada mikroskop


2. dihitung jumlah eritrosit total dalam 1 luas lapang pandang
3. dihitung juga jumlah eritrosit terinfeksi dalam 1 luas lapang pandang yang sama
4. diamati lagi pada luas lapang pandang yang lain, dihitung lagi sperti cara 2. dan 3. ulangi langkah ini hingga
mencapai jumlah eritrosit total = 1000
5. dari jumlah eritrosit total =1000 dan dengan menghitung jumlah total eritrosit terinfeksi dalam 1000 eritrosit
(sejumlah Y), maka dapat dihitung persen parasetemia sbb:
%parasitemia = (Y/1000)x 100

catatan : penentuan lapang pandang harus di lihat secara zigzag bisa secara horizontal ataupun
vertical

Anda mungkin juga menyukai