Anda di halaman 1dari 4

DAFTAR PUSTAKA.

Ali, Z. (2010). Dasar-dasar Kepemimpinan Dalam Keperawatan. Jakarta: TIM.


Alim, Y. (2015). Hubungan pengarahan kepala ruangan dengan pelaksanaan
timbang terima perawat di ruang rawat inap di RSUD Toto Kabila Kabupaten
Bone Bolango. Tesis Universitas Gorontalo. Diakses pada tanggal 21 April
2017 pukul 20:35 WITA
Alimul Hidayat A. (2010). Metode Penelitian Kesehatan Paradigma Kuantitatif,
Alma, Buchari dan Hurriyati Ratih. 2008. Manajemen Corporate dan Strategi
Pemasaran Jasa Pendidikan. Fokus pada Mutu Layanan dan Prima. Bandung
: CV. Alfabeta.
Amirullah. 2015. Pengantar Manajemen. Jakarta: Mitra Wacana Media
Andi, Noer, Alimin. (2011). faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi pada saat
handover di ruang rawat inap rumah sakit universitas hasanuddin. Fakultas
Kesehatan Masyarakat : Universitas Hasanuddin
Aplikasi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Asmadi. (2013). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC
Australian Medical Association. (2006). Safe handover safepatiebts, By The
Australian Medical Association Limited. ABN: 370084267932006. Diakses
pada tanggal 16 Februari 2017 pukul 14:25 WITA
Australian Comission on Safety and Quality in Healthcare . (2007). Guide to clinical
handover improvement. Australia: Australian comission on safety and quality
in healthcare. Diakses pada tanggal 28 April 2017 pukul 16:35 WITA
Australian Resource Centre for Healthcare Innovation. (2009). Standard Key
Principles for Clinical Handover.NSW Department of Health. Diakses pada
tanggal 16 Februari 2017 pukul 14:25 WITA
Caldwell, G. (2012). Clinical leadership in quality and safety at the point of care.
Journal Article Clinical Risk, 18(3) 84-89. Cetakan I, Jakarta, Trans Info
Media
Depkes. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah
Sakit.[Online]Availableat:http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_permenkes
/PMKNo.16 91 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit.pdf [Accessed 5
November 2014].
Friesen, M.A, White, S.V, & Byers, J.F. (2009). Handoff: Implications for Nurses,
Nurses First, Volume 2, Issue 3 May/June 2009. Diakses pada tanggal 16
Februari 2017 pukul 14:25 WITA
Hughes, R.G. (2008). Patient Safety and Quality: An Evidence Based Handbook for
Nurses,Agency for Healthcare Research and Quality. Gaither Road Rockville,
MD 20850. Jakarta : Heath Books
Istiningtyas, A. (2013). Hubungan Sumber Daya Tentang Pelaksanaan Handover
Sebagai Keselamatan Pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Sukoharjo. Stikes
Kusuma Husada Surakarta. Diakses pada tanggal 21 April 2017 pukul 20:35
WITA
Kamil, H. (2014). Pengaruh model praktik keperawatan profesional dengan
pendekatan transkultural terhadap iklim kerja, kepuasan kerja, keselamatan
dan kepuasan pasien di rumah sakit umu daerah dr. zainoel abidin banda
aceh. Universitas gajah mada. Yogyakarta.
Kartika, A. 2014. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan
Dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Moderatin. Skripsi. Surakarta:
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Kesten, K.S. 2011. Role-Play Using SBAR Technique to Improve Observed
Communication Skills in Senior Nursing Students. Journal of Nursing Education,
50(2): 79-87. Diakses pada tanggal 21 April 2017 pukul 20:35 WITA
Kuntoro, A. (2010). Buku Ajar Manajemen Keperawatan. Yogyakarta : Nuha
Medika
Keliat A. B. (2013). Manajemen Keperawatan Aplikasi MPKP di Rumah Sakit.
Jakarta: EGC
Kesrianti, A. (2011). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Pada Saat
Handover di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Hasanuddin.
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin. Diakses pada
tanggal 21 Januari 2017 pukul 16:35 WITA
Kurniadi, Anwar. (2013). Manajemen Keperawatan dan Prospektifnya: Teori dan
Manajemen; Perilaku Struktur, Proses, Alih Bahasa Djoerban Wahid,
Penerbit Erlangga, Jakarta.
Marquis, B. L. & Huston, C. J. (2010). Kepemimpinan dan manajemen keperawatan :
teori dan aplikasi. Jakarta : EGC
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
Nursalam. (2011). Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan
Professional. Edisi 3. Jakarta : Salemba Medika
Prakoso , S. (2010). Hubungan Motivasi dengan Pelaksanaan Komunikasi SBAR
Dalam Handover (Operan Jaga) Pada Perawat di RSUD Kota Salatiga.
STIKES Ngudi Waluyo Ungaran. Diakses pada tanggal 21 April 2017 pukul
20:35 WITA
Putra, I. (2014). Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan dengan Kinerja
Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Umum Daerah RAA Soewondo Pati
Tahun 2014. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Husada Semarang.
Diakses pada tanggal 16 April 2017 pukul 14:35 WITA
Ratih, H. (2008). Aanalisis Kepemimpinan Supervisor Dalam Menggerakkan
Bawahan Pada Divisi Distribusi dan Penjualan PT.Heinz ABC Indonesia.
Diakses pada Diakses pada tanggal 21 April 2017 pukul 20:35 WITA
Rohayani, L. (2007). Hubungan Persepsi Perawat Pelaksana Terhadap Kinerja
Perawat Pelaksana Di IRNA RSUD Cibabat Tahun 2007. Sekolah Tinggi
Ilmu Kesehatan Ahmad Yani. Diakses pada tanggal 16 April 2017 pukul
14:35 WITA
Rush, S. (2012). Bedside Reporting: Dynamic Dialogue. Journal nursing
management, 43 (1) 41 44
Scovell, S. (2010). Role of the nurse to nurse handover in patient care. Journal of
nursing standard. 24 (30) 35-39
Setianti, Y. (2007). Komunikasi terapeutik antara perawat dan pasien. Fakultas Ilmu
Komunikasi Universitas Padjajaran.
Sitorus, R. (2006). Model Praktik Keperawatan Propesional di Rumah Sakit.
Jakarta:EGC
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung:
Alfabeta
Sulastriana. (2014). Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan dengaan
Disiplin Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Labuang Baji.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makasar. Diakses pada tanggal 16 April 2017
pukul 14:35 WITA
Triwibowo, C. (2013). Manajemen Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit, Jakarta:
EGC
WHO. (2007). Communications during patient handovers. Dari
http://www.ccforpatientsafety.org/common/pdfs/fpdf/presskit/PSSolution3.pd
f.Diunduh pada 5 desember pukul 09.00 WITA