Anda di halaman 1dari 2

Heat Stroke

Definisi
Heat stroke adalah keadaan dimana suhu tubuh meningkat hingga 400 C (1040F) atau
lebih dan berhubungan dengan disfungsi dan tanda-tanda kegagalan sistem organ yang
multipel. Heat stroke dapat disebabkan karena kenaikan suhu lingkungan, atau aktivitas yang
dapat meningkatkan suhu tubuh. Apapun penyebabnya diperlukan penanganan medis segera
untuk mencegah kerusakan dan organ lainnya.

Etiologi

Penyebab heat stroke adalah meningkatnya produksi panas karena faktor-faktor


seperti suhu dan kelembaban tinggi, kerusakan hipotalamus, pakaian yang bertumpuk-
tumpuk, dan penyakit jantung dan pembuluh darah. Selain itu karena faktor metabolisme
yang meningkat karena infeksi, sepsis, encephalitis, dan pemakaian obat-obatan.
Meningkatnya aktivitas otot yang disebabkan oleh tetanus, sympathomimetics, olahraga, dan
keracunan strychnine. Latihan fisik atau olahraga yang terlalu lama, convulsion, dan
epilepticus dapat menggandakan produksi panas. Obat stimulans, meliputi kokain dan
amfitamin, dapat menghasilkan jumlah panas yang berlebihan dengan meningkat aktivitas
metabolisme dan motorik akibat stimulator dari dopamine, serotonin, dan norepinephrine.
Paparan panas terhadap individu direspon dengan stimulans adalah multifaktor yang
melibatkan satu interaksi kompleks di antara dopamine dan serotonin pada hipotalamus dan
bersumber otak. Suhu berpengaruh kepada tingkat metabolisme. Jika suhu lingkungan atau
tubuh meningkat atau menurun drastis, enzim-enzim tersebut dapat terdenaturasi dan
kehilangan fungsinya.
Neuroleptic agent juga meningkatkan suhu tubuh dengan meningkatkan aktivitas
otot, tapi neuroleptic agent ini mungkin menyebabkan sindrom neuroleptic (NMS). NMS
adalah satu reaksi idiosyncratic ditandai oleh hyperthermia, serta kekakuan otot, dan
ketidakstabilan autonomic.

Gangguan pengeluaran panas menyebabkan heat stroke karena terjadi kelainan


fungsi kelenjar keringat yaitu penyakit dermatologi, pengaruh obat, dan luka bakar. Heat
stroke terjadi karena penurunan respon CNS saat bertambahnya usia, bayi, peminum
alkohol, pemakai obat tidur dan penenang. Selain itu juga karena penurunan cadangan
cardiovasculer pada orang tua, pengaruh obat diuretik dan obat cardiovascular. Selain itu
obat-obatan yang menyebabkan heat stroke adalah anticholinergics,neuroleptics,
antihistamia.

Epidemiologi Heat stroke

Heat stroke biasanya terjadi selama keadaan lingkungan yang panas, terutama ketika
diikuti oleh kelembaban yang tinggi. Seseorang dengan risiko ini adalah mereka yang tidak
dapat menyesuaikan diri dengan iklim panas, risiko mengalami heat stroke makin besar
terjadi bila lansia mengidap penyakit jantung, ginjal, atau paru. Resiko terjadinya kelainan
panas meningkat pada kelembaban yang tinggi yang menyebabkan berkurangnya efek
pendinginan oleh keringat. Pemakaian tenaga yang kuat dalam waktu lama yang
menyebabkan bertambahnya panas yang dihasilkan oleh otot. Penyakit itu kerap terjadi pada
orang yang bekerja atau berada di lingkungan bersuhu panas. Obesitas, alkoholik menahun,
pemakai obat tertentu misalnya antihistamin, anti-psikosa, kokain, tranquilizer utama,
antikolinergik, diuretik, penyekat beta-adrenergik.

Kematian akibat heat stroke meningkat saat musim panas dengan disertai gelombang
panas. Dengan risiko yang sama faktor dan pada kondisi lingkungan yang sama, ras kulit
hitam memiliki risiko tiga kali lebih besar daripada kulit putih. Sedangkan berdasarkan jenis
kelamin risiko terjadinya heat stroke laki-laki dua kali lebih tinggi daripada perempuan.

Sumber:
American College of Sports Medicine, Armstrong LE, Casa DJ, Millard-Stafford M, Moran
DS, Pyne SW, Roberts WO. American College of Sports Medicine position stand.
Exertional heat illness during training and competition.
emedicine, Helman SR, Habal Rania, Department of Emergency Medicine, Peninsula Hospital
Center, Emergency Medicine, New York Medical College.