Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERIKANAN

FEKUNDITAS DAN TINGKAT KEMATANGAN GONAT


IKAN EMBUNG (Rastrelliger Sp)

OLEH

YUSDAR TUTY
Npm: 05161511023

PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERIKANAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUATAN

UNIVERSITAS KHAIRUN

2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Biologi perikanan sebagai dasar ilmu mengenai semua aspek-aspek yang

berhubungan dengan studi biologi ikan. Setiap makhluk hidup mengalami

pertumbuhan selama hidupnya dan melakukan reproduksi untuk menjaga

kelangsungan hidupnya. Begitu juga yang terjadi pada ikan, pertumbuhan tersebut

dapat diamati secara fisik atau melalui pengamatan perkembangan jaringan.

Pertumbuhan pada ikan dapat berlangsung lambat ataupun cepat.( Aquaculture,

2010)

Ikan kembung (Rastrelliger sp.) merupakan jenis ikan diurnal (ikan

siang hari) yang banyak terdapat pada lapisan pelagis, yaitu lapisan yang paling

banyak cahaya matahari. Ikan-ikan pelagis umumnya muncul ke permukaan

sebelum matahari terbenam dan biasanya mereka membentuk kelompok.

Ikan kembung yang tergolong dalam kelompok mackerel ini

penyebarannya dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu: penyebaran secara vertikal

dan horizontal. Penentuan batas penyebaran secara vertikal penting sekali

diketahui supaya kedalaman alat tangkap dapat disesuaikan dengan kedalaman

renang ikan tersebut. Penyebaran ikan secara horizontal perlu diketahui untuk

penentuan daerah penangkapan ikan (Laevastu dan Hayes 1981).

Penyebaran ikan kembung (Rastrelliger sp.) berdasarkan ruang (tempat)

atau berdasarkan waktu berhubungan dengan erat dengan pencarian makanan dan

pemijahan. Zooplankton merupakan salah satu makanan utama ikan kembung,


sehingga penyebaran ikan kembung diduga mengikuti pergerakan horizontal

plankton tersebut (MBoy 2014). Arah arus dapat menjadi penghalang bagi

penyebaran jenis ikan, tetapi untuk jenis ikan lainnya arah arus menjadi bantuan

bagi penyebarannya. Ikan-ikan perenang bebas seperti ikan kembung, terbang,

tenggiri dan lain-lain dapat bergerak melawan arus, sehingga arus tidak menjadi

penghalang melainkan membantu penyebarannya (Hardenberg 1955).

Kedalaman kelompok ikan-ikan pelagis banyak ditentukan oleh susunan

suhu secara vertikal. Dengan pengertian bahwa ikan pelagis akan berenang sedikit

ke sebelah dalam pada saat suhu permukaan lebih tinggi dari biasanya. Ikan

kembung merupakan ikan pelagis, epipelagis dan neritik serta menyukai daerah

dengan suhu minimum 17oC dan suhu optimum 20oC 30oC (Wyrtki 1961).

Distribusi ikan kembung lelaki secara geografis sangat luas, kecuali bagian

selatan perairan pantai Australia, bagian barat Laut Merah dan bagian timur

Jepang. Ikan kembung lelaki daerah penyebarannya hampir terdapat di seluruh

perairan Indonesia dengan konsentrasi terbesar di Kalimantan Timur (Tanjung

Satai), Kalimantan Selatan (Pegatan), Laut Jawa, Selat Malaka, Sulawesi Selatan

dan Arafuru (DJP 1979). Ikan kembung lelaki merupakan ikan pelagis yang sering

ditemukan dalam bentuk kelompok besar di permukaan. Makanannya adalah

mikroorganisme plankton, terutama crustacea (Fischer dan Whitehead 1974).

Ikan kembung perempuan penyebarannya meliputi Laut Andaman

(Indonesia), Thailand, Philipina, dan bagian Utara Kepulauan Fiji (Fischer dan

Whitehead 1974). Di Indonesia sendiri penyebarannya meliputi perairan pantai

dengan konsentrasi terbesar di Kalimantan, Sumatera Barat, Laut Jawa, Selat


Malaka, Sulawesi Tenggara (Muna-Buton) dan Arafuru (DJP 1979). Ikan

kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma) hidup berkelompok dalam jumlah

yang besar.

1.2 Tujuan praktikum

Untuk mengetahui krakteristik ikan kembung ditinjau dari aspek biologi

perikanan, yaitu rasio panjang dengan berat, indeks kematangan gonad, tingkat

kematangan gonad, fekunditas, dan food and feeding habits. Sehingga dapat

memberi gambaran bagi mahasiswa mengenai pemanfaatan dan pengelolaan

populasi ikan kembung.

1.3 Manfaat Praktikum

Kegunaan dari praktikum kali ini adalah agar praktikan dapat menambah

pengetahuan dan wawasan tentang ilmu Biologi Perikanan dari teori yang

diperoleh dengan praktikum yang dilakukan, terutam tentang hubungan panjang-

berat, tingkat kematangan gonad,fekunditas dan mengetahui apakah ikan tersebut

berkelamin jantan atau betina . Dan dapat memberikan informasi terhadap ilmu

pengetahuan yang ada. Hususnya kepada masyarakat pesisir.


BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

IKAN KEMBUNG LAKI-LAKI (Rastrelliger kanagurta)

Klasifikasi yaitu:

Spesies : Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1813)


Famili : Scombridae
Sub ordo : Scombridae
Ordo : Percomorpy
Nama perdagangan : Striped mackerel Indian mackerel
Nama Indonesia : Kembung Lelaki
Nama lokal : Kawalinya, lena, lema lao (Ambon).

1. Ciri Morfologi
Ikan kembung lelaki memiliki ciri-ciri terdapat dua sirip punggung secara
terpisah yang masing-masing terdiri dari 8 hingga 9 jari-jari lemah. Sirip dada
terdiri dari 16 hingga 19 jari-jari sirip lemah, sirip perut terdiri dari 7 hingga 8
jari-jari lemah, sirip ekor terdiri dari 50 hingga 52 jari-jari lemah bercabang dan
sisik pada garis rusuk (linea lateralis) terdiri dari 127 hingga 130 buah sisik.
Selain itu, ikan ini memiliki panjang total 3,4 sampai 3,8 kali tinggi badan dan
panjang kepala lebih dari tinggi kepala.

2. Peyebaran
Ikan kembung lelaki yang tergolong kedalam kelompok mackerel
memiliki penyebaran secara vertikal dan horizontal. Penentuan batas penyebaran
secara vertikal penting sekali diketahui agar kedalaman alat tangkap ikan dapat
disesuaikan dengan kedalaman renang ikan. Penyebaran ikan kembung lelaki
secara horizontal perlu diketahui juga untuk penentuan daerah penangkapan ikan
(Laevastu dan Hayes 1981 in Handoyo 1991). Menurut Collette dan Nauen (1983)
daerah penyebaran ikan ini mencakup Indo-Barat pasifik, Laut Merah, Afrika
Timur sampai Indonesia, Ryukyu, Australia, Melanisia, Somalia, hingga
memasuki Laut Mediterranean melalui Terusan Suez
Dan daerah penyebarannya di perairan pantai Indonesia dengan
konsentrasi terbesar di Kalimantan, Sumatera Barat, Laut Jawa dan Selat Malaka
(Anonymous,
1975).

3. Habitat
Habitat ikan kembung lelaki yaitu pada perairan pantai dan lepas pantai
(oseanis) dengan kadar garam lebih dari 32,5 pada kedalaman lebih dari 20 m
dengan dasar berpasir, dan perairan yang jernih.

4. Kondisi parameter lingkungan yang sesuai


Suhu optimum (To) ikan kembung lelaki, yaitu 29 C. dengan kadar garam
lebih dari 32,5 . Ikan kembung cenderung berenang mendekati permukaan air
pada waktu malam hari dan pada siang hari turun ke lapisan yang lebih dalam.
Gerakan vertikal ini dipengaruhi oleh gerakan harian plankton dan mengikuti
perubahan suhu, faktor hidrografis dan salinitas.

5. Daur hidup
Ikan kembung lelaki Selalu hidup bergerombol, dapat berenang dengan
cepat yang ditandai dengan bentuk tubuh yang stream line dan menyukai
makanan berupa ikan-ikan kecil/plankton hewani. Ikan kembung termasuk ikan
yang hidup di tepian pantai, dan pada musim tertentu hidup bergerombol di
permukaan laut sehingga penangkapan ikan secara besar besaran akan mudah.

6. Makanan
Ikan kembung merupakan ikan pelagis yang umumnya hidup bergerombol
di lapisan permukaan yang memiliki sifat plankton feeder. Bentuk tubuh torpedo,
terdapat selaput lemak pada kelopak mata. Tapis insang panjang dan tampak jelas
saat mulut terbuka. Ikan kembung memakan plankton, karena ikan ini mempunyai
saringan yang panjang dan dari hasil pemeriksaan isi perutnya, plankton
merupakan makanan paling utama untuk ikan kembung walaupun terkadang
didalam perutnya terdapat komponen lain selain plankton.

7. Ukuran maksimum
Ikan yang bertubuh kecil hingga sedang; bentuk jorong memanjang
dengan moncong runcing; panjang tubuh maksimal 35 cm. namun umumnya
hingga 25 cm.

8. Ukuran pertama matang gonad


Menurut Udupa (1974) panjang pada pertama kali matang adalah
bervariasi antara jenis maupun dalam jenis itu sendiri, dengan demikian individu
yang berasal dari satu kelas umur ataupun dari kelas panjang yang sama tidak
selalu mencapai panjang pertama kali matang pada ukuran yang sama. Hal ini
diperkuat dengan hasil penelitian Nurhakim (1993) yang mendapatkan bahwa
ukuran ikan kembung pertama kali matang gonad adalah 20,4 cm untuk jantan
dan 19,2cm untuk betina pada trimester kedua tahun 1991, kemudian meningkat
menjadi an 21,7 cm untuk jantan dan 20,2 cm untuk betina pada trimester ketiga
tahun 1991, dan menurun menjadi 18,6 cm untuk jantan pada trimester kedua
tahun 1992.

9. Pemijahan
Pola pemijahan ikan berbeda-beda pada tiap spesies. Ada dua tipe pola
pemijahan, yaitu total spawning dan partial spawning. Pola pemijahan total
spawning merupakan pemijahan yang berlangsung dalam waktu singkat namun
ada juga yang berlangsung dalam waktu panjang. Sedangkan pola pemijahan
partial spawning merupakan pemijahan sebagian demi sebagian yang mana dapat
berlangsung saelama beberapa hari (Effendie 1997).
Pembuahan ikan kembung terjadi secara eksternal yaitu di keluarkan telur
di lingkungan perairan. Biasanya fekunditas telur ikan kembung banyak dan
telurnya tidak dicaga oleh induknya (Effendi, 2002).
Menurut penelitian Pathansali (1961) di Glugor, Penang, Malaysia, ikan
kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) memijah dua kali selama musim
pemijahan, begitu juga menurut penelitian Boonprakop (1965) di Teluk
Thailand yang menyatakan bahwa ikan kembung (Rastrelliger spp.) memijah
lebih dari satukali selama musim pemijahan. Pemijahan yang terjadi pada ikan
kembung yaitu sekumpulan telur dilepaskan terlebih dahulu, berikutnya
sekumpulan telur akan dilepaskan kembali dengan interval yang pendek. Ikan
kembung memiliki sebaran diameter telur yang luas. Kelompok ukuran diameter
telur yang besar merupakan perkembangan dari kelompok ukuran diameter telur
sebelumnya dan mungkin merupakan sekumpulan telur yang terakhir dilepaskan
setelah pemijahan pertama selama musim pemijahan.
Gonad akan bertambah berat sebelum terjadinya pemijahan dalam proses
reproduksi, begitu juga ukuran diameter telur yang ada di dalam ovarium ikan.
Diameter telur adalah garis tengah atau ukuran panjang dari suatu telur yang
diukur dengan mikrometer objektif dan okuler berskala yang sudah ditera
(Effendie 1997). Sebelum terjadinya pemijahan, sebagian besar hasil metabolisme
ikan tertuju untuk perkembangan gonad. Berat gonad akan mencapai
maksimumketika ikan memijah kemudian akan menurun secara cepat dengan
berlangsungnya musim pemijahan hingga selesai. Ovarium ikan yang
mengandung telur masak berukuran sama semua atau seragam menunjukkan
waktu pemijahan yang pendek. Sebaliknya, waktu pemijahan yang panjang dan
terus menerus ditandai oleh banyaknya ukuran telur ikan yang berbeda di
dalamovarium (Hoar in Lumbanbatu 1979).
Ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) di Laut Jawa mempunyai
dua musim pemijahan yang berlangsung pada musim barat mulai dari bulan
Oktober hingga Februari dan pada musim timur yaitu mulai dari bulan Juni hingga
September (Astuti 2007).
fekunditas pada ikan kembung lelaki dengan panjang 190 hingga 208 cm
sebesar 200.000 dan 500.000 telur, namun jumlah telur ikan kembung pada
umumnya berkisar antara 100.000 hingga 166.000 butir (Boonprakop 1965).

IKAN KEMBUNG PEREMPUAN (Scomber neglectus)

A. Biologi dan Morfologi

Ikan kembung betina (Scomber neglectus) termasuk ke dalam Ordo

Percomorphi.Warna tubuh bagian atas kekuning-kuningan dan pada bagian

ventral berwarna kuning keemasan.Yang membedakan kembung

perempuanfengan kembung jantan adalah kalau ada kembung laki-laki terdapat

bintik-bintik hitam pada bagian dorsalnya sedangkan pada bagian dorsal kembung

perempuan tidak ada.Selain tubuhnya lebih gemuk dari pada ikan kembung laki-

laki.Habitat kembung perempuan adalah pada air laut(Saanin,1984).

Klasifikasi (Saanin, 1984) yaitu:

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : ActinopterygIII

Ordo : Perciformes

Famili : Scombridae

Bangsa : Scombrini

Genus : Rastrelliger

Spesies : R. Brachysoma

Ikan ini memiliki bentuk tubuh seperti torpedo dengan panjang tubuh serta

hidup di sekitar dasar perairan dan permukaan perairan laut, tergolong ikan
pelagis yang mengkehendaki perairan bersalinitas tinggi, suka hidup secara

bergerombol baik diperairan pantai maupun dilepas pantai. Kebiasaan

makanannya adalah memakan plankton besar atau kasar, copepoda dan crustacea

(Kriswanto dan Suyanto,1986).

Ciri lain dari morfologi ikan kembung Perempuan ini adalah memiliki sirip

ekor bercagak dua dan lekukkan dari cagak tersebut dimulai dekat

pangkalnya. Pangkal sirip ekor bentuknya bulat kecil. Jari-jari lunak dari sirip

ekor bercabang pada pangkalnya. Di belakang sirip punggung dan dubur, terdapat

sirip-sirp tambahan yang kecil (Djuanda, 1981).

Warna pada tubuh ikan mempunyai banyak fungsi, (Lager et al., 1977)

mengelompokkan fungsi-fungsi tersebut dalam tiga hal yaitu untuk

persembunyian, penyamaran dan pemberitahuan. Jenis warna persembunyian

meliputi pemiripan warna secara umum, pemiripan warna secara berubah,

pemudaran warna, pewarnaan terpecah dan pewarnaan terpecah koinsiden.

Reproduksi

Menurut penelitihan Musbir, memperlihatkan bahwa ikan kembung jantan

dewasa pertama kali panjangnya 200,3 mm pada jantan dan ukuran 191,6 mm

pada betina. Hasil yang didapat dari penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian

sebelumnya, dimana Nurhakim (1993) mendapatkan ukuran pertama kali ikan

kembung dewasa di Laut Jawa dicapai pada panjang 19,2 cm untuk jantan dan

20,4 cm untuk betina. Panjang pada pertama ikan kembung dewasa di India

tercatat antara 19,0 - 22,4 cm. Kebanyakan ikan-ikan kembung dewas panjangnya

sekitar 22 cm.
Menurut Udupa (1974) panjang pada pertama kali matang adalah bervariasi

antara jenis maupun dalam jenis itu sendiri, dengan demikian individu yang

berasal dari satu kelas umur ataupun dari kelas panjang yang sama tidak selalu

mencapai panjang pertama kali matang pada ukuran yang sama. Hal ini diperkuat

dengan hasil penelitian Nurhakim (1993) yang mendapatkan bahwa ukuran ikan

kembung pertama kali matang gonad adalah 20,4 cm untuk jantan dan 19,2cm

untuk betina pada trimester kedua tahun 1991, kemudian meningkat menjadi an

21,7 cm untuk jantan dan 20,2 cm untuk betina pada trimester ketiga tahun 1991,

dan menurun menjadi 18,6 cm untuk jantan pada trimester kedua tahun 1992.

Pembuahan ikan kembung terjadi secara eksternal yaitu di keluarkan telur di

lingkungan perairan. Biasanya fekunditas telur ikan kembung banyak dan telurnya

tidak dicaga oleh induknya (Effendi, 2002).

B. Rasio Panjang dan Berat Ikan

Panjang tubuh sangat berhubungan dengan berat tubuh. Hubungan penjang

dengan berat seperti hukum kubik, yaitu bahwa berat sebagai pangkat tiga dari

panjangnya. Namun, hubungan yang terdapat pada ikan sebenarnya tidak

demikian karena bentuk dan panjang ikan dan udang berbeda-beda. Rumus

menentukan berat ikan:

W= a.Lb , dengan W=berat ikan, L=panjang ikan, a&b=konstanta.

Rumus umum tersebut bila ditransformasikan ke dalam logaritma, maka kita akan

mendapatkan persamaan sebagai berikut: log W = log a + b log L, yaitu

persamaan linier atau persamaan garis lurus. Harga konstanta n ialah harga

pangkat yang harus cocok dari panjang ikan agar sesuai dengan berat ikan.
Menurut Carlander (1969) dan Effendie (1997) harga eksponen ini telah diketahui

dari 398 populasi ikan berkisar 1,2-4,0. Namun, biasanya harga konstanta n

berkisar dari 2,4-3,5. Bilamana harga konstanta n sama dengan 3,0 menunjukkan

bahwa pertumbuhan ikan tidak berubah bentuknya yaitu pertambahan panjang

ikan seimbang dengan pertambahan beratnya, yang disebut isometrik. Apabila

harga konstanta n lebih besar atau lebih kecil dari 3,0 dinamakan pertumbuhan

allometrik. Harga konstanta n yang kurang dari 3,0 menunjukkan keadaan ikan

yang kurus yaitu pertumbuhan panjangnya lebih cepat dari pertumbuhan beratnya,

sedangkan harga konstanta n lebih besar dari 3,0 menunjukkan ikan itu montok,

pertambahan berat lebih cepat dari pertambahan panjangnya.

C. Indeks Kematangan Gonad

Cara menentukan tingkat kematangan gonad dengan metode kuantitatif

atau pengukuran. IKG ditentukan dengan membandingkan berat gonad dengan

berat tubuh yang dinyatakan dengan persen. Rumusnya:

IKG: (berat gonad/berat tubuh) x 100%

Nilai IKG akan semakin meningkat saat ikan siap memijah. Nilai IKG

ikan betina lebih besar dibandingkan nilai IKG ikan jantan. Nilai IKG dapat

dibandingkan dengan TKG, misal membandingkan nilai IKG pada berbagai TKG.

D. Tingkat Kematangan Gonad

Tingkat kematangan gonad atau TKG adalah cara menentukan

kematangan gonad berdasarkan morfologi gonad. Cara ini banyak diapakai

peneliti dibandingkan metode histologi. Praktikum kali ini menggunakan TKG

menurut Kesteven:
1. Dara, organ seksual sangat kecil berdekatan di bawah tulang punggung.

Testes dan ovarium transparan, dari tidak berwarna sampai berwarna abu-

abu. Telur tidak terliohat dengan mata biasa.

2. Dara berkembang, testes dan ovarium jernih, abu-abu merah. Panjangnya

setengah atau lebih sedikit dari panjang rongga bawah. Telur satu per satu

dapat terlihat dengan kaca pembesar.

3. Perkembangan 1, testes dan ovarium bentuknya bulat telur, berwrna

kemerah-merahan dengan pembuluh kapiler. Gonad megisi kira-kira

setengah ruang ke bagian bawah. Telur dapat terlihat seperti serbuk putih.

4. Perkembangan 2, testes berwarna putih kemerah-merahan. Tidak ada

sperma kalau bagian perut ditekan. Ovarium berwarna oranye kemerah-

merahan. Telur jelas dapat dibedakan, bentuknya bulat telur. Ovarium

mengisi kira-kira dua per tiga ruang bawah.

5. Bunting, organ seksual mengisi ruang bawah. Testes berwarna putih,

keluar tetesan sperma kalau ditekan perutnya. Telur bentuknya bulat,

beberapa dari padanya jernih dan masak.

6. Mijah, telur dan sperma keluar dengan sedikit tekanan ke perut.

Kebanyakan telur berwarna jernih dengan beberapa yang berbentuk bulat

telur tinggal di dalam ovarium.

7. Mijah/Salin, gonad belum kosong sama sekali. Tidak ada telur yang bulat

telur

8. Salin, testes dan ovarium kosong dan berwarna merah. Beberapa telur

sedang ada dalam keadaan dihisap kembali.


9. pulih salin, testes dan ovarium berwarna jernih, abu-abu sampai merah.

E. Fekunditas

Fekunditas merupakan aspek yang penting dalam biologi perikanan. Dari

fekunditas kita dapat menaksir jumlah ikan yang akan dihasilkan. Hal ini akan

berhubungan dengan masalah populasi, produksi maupun restocking.

Fekunditas memiliki banyak arti di kalangan ahli. Ada yang berpndapat

fekunditas adalah jumlah telur yang akan dikeluarkan pada satu kali pemijahan.

Atau jumlah telur yang dierami seperti pada ikan mujair, dan juga pengertian

lainnya. Dalam praktikum kali ini, praktikan menggunakan pengertian fekunditas

adalah jumlah telur yang dikeluarkan saat pemijahan.

F. Food and Feeding Habits

Food habits memiliki arti yang berbeda dengan feeding habits., karena

keduanya sering disamakan dalam hal defIIIsi. Food habits mencakup kualitas dan

kuantitas makanan yang dimakan ikan sementara feding habits mencakup cara

ikan dalam mendapatkan makanan. Kebiasaan makan dan cara memakan ikan itu

secara alami bergantung kepada lingkungan itu hidup.

Ikan dibagi menjadi tiga macam berdasarkan jenis makanannya, yaitu:

1. Omnivora: ikan pemakan tumbuhan dan daging, biasanya memiliki usus


yang tidak terlalu panjang dan dinding usus tidak terlalu tebal.
2. Karnivora: ikan pemakan daging, biasanya memiliki usus yang pendek dan
dindingnya yang tebal.
3. Herbivora: ikan pemakan tumbuhan, biasanya memiliki usus yang
panjangnya melebihi panjang tubuhnya serta dinding ususnya sangat halus
dan basah.
BAB III
METODE PRAKTIKUM LAPANG

A. Waktu dan Tempat


Praktikum Biologi Perikanan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 11

Maret 2017 pukul 10.00 selesai WIT bertempat di Laboratorium Fakultas

Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ternate

B. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah sebagai

berikut :

A. Alat

1. Seperangkat Alat bedah (1 set ) yang terdiri dari gunting,pinset,loup,pisau


dll.
2. Alat tulis dan pengaris
3. Botol film sebanyakk 2 kali sample ikan yang digunakan
4. Jaram pentul
5. Kertas label
6. Kantong plastic Hitam
7. Timbangan kg Menimbang Ikan
8. Timbangan digital
9. Timabangan Ohaus
10. Spidol permanen
11. Mikrometer Skala 0,01 cm
12. Mikroskop biasa dan cahaya
13. Gelas objek
14. Gelas penutup
15. Baki atau penampung
16. Cawan ptri (petri disk)
17. Pipet

B. Bahan

1. Ikan Kembung (Rastrelliger sp)


2. Penuntun praktikum biologi perikanan
3. Jas laboratorium.
4. Air steril Pengencer
C. Metode Kerja

1. Penyiapan ikan yang akan diamati (ikan kembung)

2. Keringkan ikan dengan tissue

3. Beri nomor ikan yang sudah diseleksi dengan kertas label

4. Ukur panjang ikan yang ada,cocokan antara panjang dengan ikannya

5. Panjang yang diukur adalah panjang total (total length) (cm)

6. Timbang berat ikan yang ada (catat) (gram) dengan timbangan digital

7. Kerja selanjutnya adalah pembedahaan untuk pengawetan sampel


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHSAN

A. Hasil
Hasil pengamatan dari praktikum ini dapat dilihat didalam Tabel sebagai

berikut :

Tabel 01 : Klasifikasi Ikan Kembung Perempuan (Betina)

Panjang Total Berat gonad TKG


No Berat Total (gr) IKG
(cm) (gr) (B/J)
3 19 100.2 0.58 58% II/B
13 22.5 100.4 0.85 85% II/B
14 21 80.4 1.35 168% II/B
22 21.2 90 1.54 171% II/B
28 21.6 100 1.36 136% II/B
29 21.8 90 0.85 94% II/B
34 22.1 100.1 0.81 81% II/B
36 21.5 90 1 111% II/B
37 21 92 0.98 107% II/B
38 20.6 87 0.84 97% II/B
41 21.7 90 1 111% II/B
44 21.2 90 1.07 119% II/B
46 22.8 100.1 1.04 104% II/B
48 21.5 98 1.15 117% II/B
49 20.2 86 0.99 115% II/B
50 20 78 1.37 176% II/B
Table 02 : Klasifikasi Ikan Kembung Laki-Laki (Jantan)

TKG
No Panjang Total (cm) Berat Total (gr) Berat gonad (gr) IKG
(B/J)
1 22 100.15 1.06 106% III/J
2 24 100.2 1.14 114% IV/J
4 22.5 100.3 1.37 137% III/J
5 22.2 100.2 1.24 124% V/J
6 22.4 100.4 1.13 113% IV/J
7 22.5 100.3 1.09 109% IV/J
8 22, 6 100.4 2.16 215% IV/J
9 21.5 100.2 1.61 161% III/J
10 22 100.4 1.35 134% IV/J
11 22.5 100.5 1.11 110% III/J
12 22.1 100.17 1.21 121% IV/J
15 21.9 100.4 1.08 108% III/J
16 21.5 100.3 1.18 118% III/J
17 22.4 100.5 1.26 125% IV/J
18 21.5 100.6 1.06 105% IV/J
19 22.9 100.17 1.08 108% III/J
20 22.5 100.16 1.27 127% IV/J
21 21.1 100.1 1.32 132% III/J
23 22.5 100.1 1.39 139% IV/J
24 22 100.2 1.41 141% III/J
25 22.2 100.2 1.16 116% III/J
26 21.8 100.1 1.38 138% IV/J
27 21.9 100.1 1.11 111% III/J
30 22.7 100 1.51 151% III/J
31 22.2 100.1 0.77 77% IV/J
32 22.5 100 0.98 98% III/J
33 22.4 100.1 1.52 152% IV/J
35 22.7 100 1.14 114% IV/J
39 21 100 0.96 96% III/J
40 21.2 100.1 1.09 109% III/J
42 22.8 100.1 1.03 103% IV/J
43 21.8 100 0.87 87% III/J
45 22 100 1.77 177% III/J
47 21.8 100.3 1.1 110% III/J
B. Analisis Data

Indeks kematangan gonat dapat Dengan menggunakan rumus sbb:

TKG diamati dengan menggunakan klasifikasi Casie


IKG ditentukan dengan membandingkan Berat Gonad terhadap
berat tubuh yang dikalikan 100%

BG
IKG x100%
BT

Berat gonad ditimbang dengan menggunakan neraca Ohaus

C. Pembahasan

TKG (Tingkat Kematangan Gonad) Ikan Kembung (Rastrelliger Sp)

TKG pada ikan kembung yang di pratikumkan termasuk jenis TKG II

dengan jumlah 17 ekor untuk betina sedangkan TKG III dan IV terdapat pada

ikan kembung jantan. Sebanyak 35 ekor. dan Pada ikan kembung tidak didapat

fekunditas pada ikan kembung

Dan dari data diatas, jika dianggap semua ikan kembung dari satu perairan

dapat disimpulkan bahwa:

1. Perairan tersebut di dominasi oleh ikan kembung jantan, dengan jantan

berjumlah 35 ekor, betina berjumlah 17 ekor. Perbandingannya mencapai

4:3. Saat pemijahan telur yang dikeluarkan ikan betina tidak akan

kekurangan sperma.
2. Berdasarkan persentasi tingkat kematangan gonadnya, ikan-ikan di

perairan tersebut belum siap untuk memijah. Kematanagan gonadnya rata-

rata masih tahap perkembangan.

3. Dilihat dari rata-rata indeks kematangan gonadnya, masih jauh untuk

melakukan pemijahan.

4. Tingkat pertumbuhan populasi ikan kembung di atas tidak sama, mungkin

dipengaruhi oleh makanan.

5. Dapat disimpulkan bahwa ikan tersebut termasuk ikan omnivora.


BAB V

PENUTUP

Kesimpulan dan Saran

A. Kesimpulan
Tingkat Kematangan Gonad dan Indeks Kematangan Gonad berguna

untuk menentukan kesiapan ikan untuk memijah. TKG menghasilkan data

kuantitatif dan IKG menghasilkan data kualitatif.

B. Kesimpulan
Saran untuk praktikum ini adalah agar pada praktikum kedepannya dapat

disediakan timbangan digital dalam jumlah yang cukup agar saat

pengukuran bobot ikan, praktikan tidak perlu mengantri terlalu lama serta

untuk mencegah terbuangnya waktu dan menghemat waktu praktikum.

Saran yang dapat disampaikan pada praktikum ini yaitu agar pada

praktikum selanjutnya penjelasan mengenai hal-hal yang akan

dipraktekkan lebih banyak sehingga pada saat pembuatan laporan tidak

kesulitan.

Saran yang dapat dikemukakan adalah bagi masyarakat sebaiknya dalam

usaha penangkapan ikan harus memperhatikan tingkat kematangan gonad

dan waktu pemijahannya sehingga ikan tersebut dapat dipertahankan

kelestariannya
DAFTAR PUSTAKA

Dwi Setiawan, Hendy. 2009. Ususlan Tugas Akhir: Analisis Hubungan

Anatar Panjang dan Berat Udang Putih. Prodi Budidaya Perikanan, Akademi

Perikanan Wachyudi Mandira.

Effendie Msc, Prof. Dr. H. Moch Ichsan. 1997. Biologi Perikanan.

Yayasan Pustaka Nusantara.

Deskripsi ikan kembung dan penyebarannya www.fishbase.org dan www.fao.org

Klasifikasi ikan kembung www.zipcodezoo.com


LAMPIRAN PRAKTIKUM

1. Tingkat Kematangan gonat (TKG)


2. Cara Ukur (PTI Ikan,Berat,Bedah,)

1. Panjang Total Ikan (PTI)

2. Berat Tubuh Ikan (BTI)


3. Bedah Perut ikan (BPI)
3. Posisi gonat dalam Perut
Timbangan House,Mikroskop,cawan Ptri,Alat Bedah,Mistar ukur,Timbangan Ikan