Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kualitas sumber daya manusia (SDM) antara lain ditentukan dua faktor yang

satu sama lain saling berhubungan, berkaitan dan saling bergantung yakni

pendidikan dan kesehatan. Kesehatan merupakan prasyarat utama agar upaya

pendidikan berhasil, sebaiknya pendidikan yang di peroleh akan sangat

mendukung tercapainya peningkatan status kesehatan seseorang. Oleh karena

itu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan titik berat pada upaya promotif

dan prefentif didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas,

menjadi sangat penting dan strategis untuk mencapai derajat kesehatan yang

setinggi-tingginya.

World Health Organitation (WHO) telah mencanangkan konsep sekolah sehat

atau Healt Promoting School. HPS adalah sekolah yang telah melaksanakan

UKS dengan ciri-ciri melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah

kesehatan, menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman,

memberikan pendidikan kesehatan di sekolah, memberikan akses terhadap

pelayanan kesahatan, ada kebijakan dan upaya sekolah untuk mempromosikan

kesehatan dan berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kesehatan lingkungan sekolah di negara-negara berkembang termasuk di

Indonesia, pada umumnya masih rendah. Sebagai contoh penyediaan fasilitas

toilet yang tidak memadai dengan jumlah warga sekolah, ruangan belajar yang

berdempetan karena lahan sempit sementara jumlah ruangan banyak, saluran

pembuangan limbah yang tidak lancar, persediaan air bersih yang tidak

1
memadai, dsb. Kesehatan lingkungan sekolah sangat besar pengaruhnya

terhadap prestasi atau hasil belajar siswa. Kesehatan lingkungan juga

mempengaruhi pembentukan sikap siswa terhadap lingungannya, sehingga

pada akhirnya juga akan menentukan partisipasi siswa dalam kegiatan

kesehatan lingkungan, khususnya lingkungan sekolah.

Oleh karena itu, agar kondisi kesehatan lingkungan sekolah dapat tercapai

peran serta dan keterlibatan semua pihak baik pemerintah, swasta maupun

masyarakat terutama warga lingkungan sekolah disegala aspek menjadi sangat

penting dan menentukan.

Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah rusaknya kondisi kesehatan

sekolah dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai kebersihan kepada

peserta didik serta membangun nilai kesadaran hidup bersih di lingkungan

ciptaan Tuhan YME.

1.2 Tujuan

1. Mahasiswa dapat mengetahui dampak positif lingkungan sekolah yang

bersih.

2. Mahasiswa dapat mengetahui dampak dari kurangnya penjagaan kesehatan

lingkungan di sekolah.

3. Mahasiswa dapat mengetahui cara menata dan mengelola lingkungan

sekolah agar tidak terjadi kurasakan.

4. Mahasiswa dapat mengetahui cara menggunakan sistem Sekolah Berbasis

Lingkungan (SBL) sebagai solusi.

2
1.3 Manfaat

Adapun manfaat dari makalah ini adalah sebagai berikut

1. Dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai kesehatan

lingkungan di sekolah.

2. Dapat digunakan sebagai referensi dalam menjaga kesehatan lingkungan

di sekolah

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Lingkungan

Lingkungan yang bersih merupakan salah satu sumber belajar bagi anak.

Lingkungan sebagai sumber belajar dapat berupa lingkungan alam, lingkungan

sosial, dan lingkungan budaya. Lingkungan yang menyenangkan adalah

lingkungan yang indah, rapi bersih dan terdapat tanaman yang tumbuh

(Seefeldt & Wasik, 2008: 180). Lingkungan yang menyenangkan dapat

memberikan pengaruh yang positif terhadap proses pembelajaran pada anak.

Tio Alexander mengungkapkan hubungan antara lingkungan sekolah yang

nyaman dengan prestasi anak di sekolah. Dalam proses belajar mengajar

diperlukan ruang dan lingkungan pendukung untuk membantu anak dan guru

agar dapat berkonsentrasi dalam proses belajar mengajar

(http://un2kmu.wordpress.com/2010/03/11/lingkungan-sekolahyangnyaman-

memacu-siswa-untuk-berprestasi/). Belajar memerlukan kondisi psikologi yang

mendukung. Jika anak belajar dalam kondisi yang menyenangkan dengan kelas

yang bersih, udara yang bersih, dan sedikit polusi suara, niscaya tingkat

prestasi anak juga akan naik.

2.2 Kebersihan

Kebersihan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan bebas dari

kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau. Manusia perlu

menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat supaya tidak

menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri

maupun orang lain (http://id.wikipedia.org/wiki/kebersihan). Kebersihan diri

4
meliputi kebersihan badan, seperti mandi, menyikat gigi, mencuci tangan, dan

memakai pakaian yang bersih. Kebersihan lingkungan adalah kebersihan

tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum. Kebersihan tempat

tinggal dilakukan dengan cara melap jendela dan perabot rumah tangga,

menyapu dan mengepel lantai, mencuci peralatan masak dan peralatan makan,

membersihkan kamar mandi dan jamban, serta membuang sampah. Kebersihan

lingkungan dimulai dari lingkungan yaang paling dekat dengan kita daan setiap

saat kita temui yaitu lingkungan ruangan yang selalu kita gunakan untuk

melakukan aktivitas. Kemudian setelah itu kebersihan halaman dan selokan,

dan membersihkan jalan dari sampah. Tingkat kebersihan berbeda-beda

menurut tempat dan kegiatan yang dilakukan manusia, tingkat kebersihan

dirumah dan sekolah berbeda dengaan tingkat kebersihan di rumah sakit atau di

pasar. Kebersihan sebuah cerminan bagi setiap individu dalam menjaga

kesehatan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan

manusia sendiri tidak bisa dipisahkan baik lingkungan alam maupun

lingkungan sosial. Maka sebagai individu yang berhubungan langsung dengan

segala aspek yang ada dalam masyarakat harus dapat memelihara kebersihan

lingkungan. Karena tanpa lingkungan yang bersih setiap individu maupun

masyarakat akan menderita disebabkan sebuah faktor yang merugikan seperti

kesehatan.

5
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Dampak Positif Lingkungan Sekolah yang Bersih

Lingkungan sekolah yang terjaga kesehatan serta kebersihannya akan banyak

menimbulkan sisi positif bagi warga yang tinggal di lingkungan tersebut.

Beberapa dampak positif yang dapat di munculkan ketika penataan dan

pengelolaan kondisi kesehatan lingkungan sekolah dapat terjaga antara lain :

1. terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Sehingga dengan

adanya lingkungan yang bersih tersebut dapat menunjang kelancaran

proses kegiatan belajar mengajar.

2. Tertatanya lokasi sekolah sesuai peruntukannya.

3. Pemanfaatan lahan sekolah secara optimal.

4. Adanya kegiatan yang produktif di sekolah.

5. Taman sekolah yang indah dan berseri.

6. Pohon pelindung yang menghijau sepanjang tahun.

7. Kebersihan lingkungan terjaga dengan baik.

8. Udara bersih, sejuk, nyaman, dan sehat.

9. Lingkungan sekolah yang berkualitas.

10. Dengan adayanya pengelolaan yang baik, maka secara tidak langsung

dapat memperkecil pengaruh pemanasan global.

6
3.2 Akibat Kurangnya Penjagaan Kesehatan Lingkungan Sekolah

Pengelolaan lingkungan sekolah yang buruk dapat mengakibatkan hal-hal

berikut :

1. Kesehatan Lingkungan sekolah yang buruk dapat mengganggu kegiatan

proses belajar mengajar

2. Akibat dari system Drainase dan sanitasi yang buruk dapat

mengakibatkan menyebarnya berbagai penyakit

3. Terciptanya lingkungan kurang sehat dan tidak enak di pandang mata

4. Kurang adanya pohon sebagai filter dan penetral udara menimbulkan

udara yang kotor dan tercemar

5. Secara tidak langsung dapat mempercepat resiko dari Global warming

3.3 Upaya Mengelola Lingkungan Sekolah Agar Tidak Terjadi Kerusakan

1) Membuat poster/tulisan mengenai fakta tentang sampah plastik

Untuk mengingatkan siswa mengenai bahaya/ dampak dari sampah plastik

dapat dilakukan dengan memberi tugas siswa untuk membuat poster/tulisan

mengenai fakta tentang sampah plastik, yang kemudian ditempelkan di

kelas, mading (majalah dinding-), kantin ataupun sudut-sudut sekolah yang

lain. Siswa akan tahu fakta dan dampak dari sampah plastik karena siswa

sendiri yang membuat dan sering membaca. Sehingga lambat laun siswa

akan peduli lingkungannya dengan membuang sampah plastik pada

tempatnya, dan mulai mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan

sehari-hari.

7
2) Pengadaan tempat untuk sampah plastik dan organik

Untuk mengajak siswa peduli lingkungan sekolahnya, maka pihak sekolah

pun harus peduli dan mau memfasilitasi. Caranya dengan menyediakan

tempat terpisah untuk sampah plastik dan organik. Siswa harus tahu, mana

yang tergolong sampah plastik, dan mana yang tergolong sampah organik

(daun-daunan atau sisa makanan). Sehingga, dapat mempermudah proses

daur-ulang atau pengolahan sampah selanjutnya.

3) Mengajarkan siswa cara mengolah sampah

Sampah (barang bekas), seperti kaleng susu, kaleng minuman, botol plastik

minuman, koran bekas, dan lainnya sering luput dari perhatian kita bahwa

sampah (barang bekas) tersebut dapat didaur-ulang. Untuk memberikan

manfaat sampah (barang bekas), pada pelajaran ketrampilan misalnya, siswa

ditugasi untuk membawa kaleng bekas dan kertas kado bekas. Kemudian, di

sekolah dengan panduan dari guru, kaleng bekas tersebut dapat disulap

menjadi tempat pensil ataupun celengan yang cantik, botol plastik minuman

dapat dijadikan lampu hias atau mobil-mobilan, koran bekas dapat dijadikan

pigura, dan sebagainya. Dengan demikian, siswa akan tahu lebih banyak

lagi mengenai manfaat dari sampah (barang bekas). Hal tersebut, secara

tidak langsung dapat mengurangi sampah di rumah maupun sekolah, dan

juga dapat menanamkan jiwa kewirausahaan siswa yang ramah lingkungan.

Sampah dari daun-daun tanaman, dapat dikumpulkan kemudian diolah

menjadi pupuk kompos. Siswa diberitahu bagaiman caranya membuat

pupuk kompos. Tak terkendala lahan yang sempit, karena siswa dapat

memanfaatkan lubang resapan biopori sebagai media tanam pupuk. Pupuk

8
kompos ini, nantinya dapat digunakan untuk memupuk tanaman yang ada di

sekolah.

4) Keharusan untuk menumbuhkan sikap berperilaku sadar lingkungan

Sudah menjadi keharusan bagi manusia untuk menyadari dan memahami

bahwa pola kehidupan antroprosentris harus diubah menjadi pola kehidupan

yang mempunyai hubungan timbal balik dengan lingkungannya yaitu satu

kehidupan manusia yang seimbang dan harmonis dengan sistem alam.

Hubungan yang seimbang dan harmonis hanya dapat terjadi apabila manusia

menyadari dan memahami bahwa lingkungan hidup mempunyai

keterbatasan dalam mempurifikasikan kembali kondisi lingkungan untuk

kembali pada keadaan normal. Dengan demikian, setiap kegiatan yang

dilakukan manusia tidak melampaui ambang batas lingkungan (Surna Tjahja

Djajadiningrat, 2001).

Melihat situasi seperti ini sudah selayaknya kita lebih menghargai

lingkungan. Walaupun tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya

memelihara lingkungan (pelestarian lingkungan) semakin meningkat,

namun kesadaran untuk berbuat sesuatu untuk mencegah pencemaran dan

perusakan lingkungan masih merupakan kelemahan utama. Pemahaman

masyarakat mengenai keterkaitan antara kependudukan dan lingkungan

hidup belum memadai, sementara berbagai kearifan tradisional/lokal yang

berorientasi menjaga keseimbangan interaksi ekosistem sudah semakin

ditinggalkan karena faktor ekonomi, teknologi dan lain-lain. Kesadaran

masyarakat akan pentingnya pengelolaan sumberdaya alam yang

memperhatikan penataan ruang, dan kaidah pemanfaatan yang berkelanjutan

9
dalam proses pembangunan masih lemah, sehingga keterlibatannya dalam

menjamin kesinambungan produktivitas sumberdaya alam dan menjaga

kualitas ruang serta lingkungan belum optimal.

5) Pengurangan Kuantitas Sampah dan penggunaan metode 3R

Untuk mengurangi kuantitas sampah di muka bumi dapat di lakukan dengan

kegiatan 3R, yaitu:

A. Reduce (Mengurangi Sampah)

caranya :

a) Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong

plastic pembungkus barang belanja

b) Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada

membeli botol baru setiap kali habis

c) Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket

yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume

yang sama

B. Reuse (Menggunakan sisa sampah yang masih dapat dipakai)

caranya :

a) Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah

b) Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk

pembungkus

c) Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan

tangan, perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan

lainnya

10
C. Recycle (Daur Ulang Sampah)

Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan

teknologi dan penanganan khusus. Adapun cara-caranya seperti berikut

ini :

a) Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di

daur ulang

b) Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur

ulang

c) Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil

daur ulang

6) Menerapkan konsep Green School

Secara harfiah Green school berarti sekolah hijau, namun sebenarnya

memiliki makna yang lebih luas dari arti harfiahnya. Green school bukan

hanya tampilan fisik sekolah yang hijau/rindang, tetapi wujud sekolah

yang memiliki program dan aktivitas pendidikan mengarah kepada

kesadaran dan kearifan terhadap lingkungan hidup. Sekolah hijau yaitu

sekolah yang memiliki komitmen dan secara sistematis mengembangkan

program-program untuk menginternalisasikan nilai-nilai lingkungan ke

dalam seluruh aktifitas sekolah.

7) Mengadakan sosialisasi Lingkungan Hidup untuk menumbuhkan

budaya hidup bersih di kalangan peserta didik.

8) Bawa makanan dan minuman dari rumah karena terjamin

kesehatannya, mengurangi sampah, dan murah harganya.

11
9) Pastikan berpikir dan bertindak sehari-hari untuk lingkungan hidup

yang lestari dan untuk generasi yang akan datang.

3.4 Penggunaan System Sekolah Berbasis Lingkungan (SBL) Sebagai Solusi

Sekolah Berwawasan Lingkungan, yaitu sekolah yang menjadikan lingkungan

sekitarnya sebagai objek dan subjek pembelajaran, serta penataan lingkungan

dengan melibatkan partisipasi warga sekolah. Dengan dijadikannya lingkungan

sekolah sebagai basic pembelajaran maka guru dapat menanamkan sikap cinta

terhadap lingkungan, yang akan menumbuh kembangkan budaya; mengelola,

memelihara, dan melestarikan lingkungan hidup.

Dengan terwujudnya Sekolah Berwawasan Lingkungan, diharapkan diperoleh

hasil terciptanya lingkungan sekolah yang berkualitas, yaitu suatu lingkungan

sekolah yang sejuk, nyaman, indah, bersih dan sehat. Berarti dengan sekolah

berwawasan lingkungan dapat meminimalisasi dampak pemanasan global

dilingkungan sekolah.

Panas, Bumiku makin panas karena terjadinya pemanasan global, disebabkan

oleh semakin tipisnya lapisan ozon. Dampak pemanasan global ini merusak

lingkungan dan mengancam kehidupan di Planet Bumi. Tumbuh-tumbuhan

akan mati, populasi hewan berkurang jumlahnya, manusia akan menyesuaikan

diri dengan kondisi iklim yang panas.

Sampai saat ini kita belum mampu mengatasinya pemanasan global, namun

berusaha meminimalisasi dampak yang ditimbulkannya, Salah satu upaya yang

dapat dilakukan oleh sekolah adalah menciptakan Sekolah Berwawasan

Lingkungan (SBL). Sekolah Berwawasan Lingkungan, adalah sebuah model

12
sekolah yang menjadikan lingkungan sebagai basis dalam menciptakan dan

mengembangkan lingkungan sekolah yang berkualitas dengan memberdayakan

warga sekolah.

Realita yang dihadapi masih banyak dijumpai lingkungan sekolah yang

gersang, dan tidak tertata dengan baik, menyebabkan udara terasa panas,

pemandangan tidak indah, lingkungan tidak sehat. Kondisi ini berpangaruh

terhadap iklim sekolah menjadi tidak kondusif dalam melakukan berbagai

aktivitas disekolah.

Pada Sekolah Berwawasan Lingkungan, punya planning peruntukan lahan

yang jelas, seperti; lokasi bangunan, penghijauan, kebun sekolah, taman kelas,

green house, apotik hidup, tempat bermain, kolam ikan, tempat bermain.

Banyak sekolah yang belum memiliki rencana pemamfaatan lahan berwawasan

lingkungan.

Sehubungan dengan itu stakeholder sangat berperan dalam menciptakan dan

mengembangkan Sekolah Berwawasan Lingkungan. Karenanya stakeholder

harus memprakarsai pembenahan lingkungan sekolah sebagai upaya

menciptakan Sekolah Berwawasan Lingkungan guna meminimalisasi dampak

pemanasan global di sekitar sekolah khususnya.

Disamping itu dalam mengembangkan Sekolah Berwawasan Lingkungan

diperlukan partisipasi seluruh warga sekolah, tanpa dukungan dari warga

sekolah program Sekolah Berwawasan Lingkungan akan sulit dilaksanakan.

Oleh sebab itu warga sekolah harus diberdayakan agar mereka cinta terhadap

lingkungan hidup.

13
A. Sekolah Berwawasan Lingkungan

Sekolah Berwawasan Lingkungan, tantangan dan harapan bagi

sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang

berkualitas. Dikatakan tantangan karena tidak mudah menjadikan

lingkungan sekolah kondusif dan bermutu. Harapan, dengan sekolah

berwawasan lingkungan membuat sekolah menjadi hijau, sejuk,

nyaman, indah, bersih, dan sehat, serta dapat meminimalisasi dampak

pemanasan global. Yang menghadapi tantangan dan mewujudkan

harapan adalah manusia.

Menurut Sutardja. Abdul Gani, (1982) bahwa manusia sangat

berperan dalam mengubah lingkungan, perubahan yang terjadi dari

apa yang dilakukannya adalah berdampak positif maupun berdampak

negatif bagi lingkungan itu sendiri dan bagi kehidupan yang terdapat

disekitarnya.

Pengelolaan lingkungan sekolah secara baik akan membentuk

lingkungan sekolah berkualitas, yang dikenal dengan Sekolah

Berwawasan Lingkungan, sebaliknya pengelolaan linglkungan

sekolah secara serampangan menjadikan lingkungan sekolah tidak

sehat. Kesehatan lingkungan sekolah sangat mendukung proses belajar

mengajar yang dilaksanakan di sekolah, hasilnya mutu dan prestasi

sekolah akan meningkat.

Karakteristik Sekolah Berwawasan Lingkungan, adalah;

1) unit bangunan sekolah tertata rapi,

2) peruntukan pemamfaatan lahan yang jelas,

14
3) pohon pelindung yang hijau,

4) taman sekolah yang indah,

5) tidak dijumpai air yang tergenang,

6) sampah tidak ada yang berserakan,

7) udara bersih dan sejuk,

8) suasana sekolah tenteram dan damai.

Kondisi sekolah yang demikian akan mampu menekan akibat yang

ditimbulkan oleh pemanasan global.

Kenyataan dilapangan menunjukkan masih banyak dijumpai sekolah

yang kurang peduli terhadap lingkungan sekolah. Hal ini terlihat

banyak sekolah yang pohon pelindung jarang, taman sekolah tidak

terawat, drainase air limbah tidak lancar, sampah berserakan, iklim

sekolah tidak kondusif. Sekolah yang demikian lingkungannya tidak

sehat, dan terancam oleh pemanasan global.

Membandingkan antara kondisi Sekolah Berwawasan Lingkungan

dengan sekolah yang tidak berwawasan lingkungan, jauh lebih baik

Sekolah berwawasan Lingkungan, oleh sebab itu sewajarnya setiap

sekolah menciptakan dan mengembangkan Sekolah Berwawasan

Lingkungan agar kondisi iklim sekolah tetap kondusif.

Beberapa hal yang dapat di upayakan untuk membangun Sekolah

Berbasis Lingkungan antara lain:

1) Dalam membenahi pekarangan sekolah untuk menciptakan

Sekolah Berwawasan Lingkungan, terlebih dulu harus

ditetapkan peruntukan lahan sekolah untuk; bangunan,

15
penghijauan, kebun sekolah, taman kelas, taman burung, green

house, apotik hidup, kolam ikan, tempat membuang sampah.

2) Untuk menjaga kondisi udara dalam keadaan sejuk, nyaman,

segar dan bersih, harus dilakukan penghijauan dengan menanam

pohon pelindung di pekarangan sekolah, dan disekitar sekolah.

Pohon pelindung ini dapat membantu mengurangi dampak yang

ditimbulkan dari pemanasan global di lingkungan sekolah.

3) Lingkungan sekolah harus selalu dijaga kebersihannya. Sampah

yang dihasilkan dimusnahkan dengan cara; membakar,

menimbun dalam tanah, mendaur ulang, dijadikan kompos. Air

yang digunakan disekolah selalu dalam keadaan bersih, dan

tidak boleh aadanya genangan air di pekarangan sekolah.

Upaya menciptakan Sekolah Berwawasan Lingkungan, sebagaimana

diuraikan diatas dapat dilakukan apabila seluruh warga sekolah

berpartipasi, dan peduli terhadap lingkungan sekolah, serta mau

melestarikannya. Selama kelestarian dari lingkungan Sekolah

Berwawasan Lingkungan, maka selama itu pulalah pengaruh negative

dari pemanasan global dapat diminimalisasikan.

16
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Kesehatan lingkungan sekolah :

1. Dampak positif menjaga lingkungan sekolah antara lain:

terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif. Sehingga dapat

menunjang kelancaran proses kegiatan belajar mengajar.

Tertatanya lokasi sekolah sesuai peruntukannya.

Taman sekolah yang indah dan berseri.

Kebersihan lingkungan terjaga dengan baik.

Udara bersih, sejuk, nyaman, dan sehat.

Lingkungan sekolah yang berkualitas.

Secara tidak langsung dapat memperkecil pengaruh pemanasan

global.

2. Akibat yang di timbulkan karena mengabaikan kesehatan lingkungan

sekolah :

Mengganggu kegiatan proses belajar mengajar

Menyebarnya berbagai penyakit

Mempercepat resiko dari Global warming

3. Upaya mengelola lingkungan sekolah agar tidak terjadi kerusakan

antara lain :

Membuat poster/tulisan mengenai fakta tentang sampah plastic

Pengadaan tempat terpisah untuk sampah plastik dan organik

17
Pengurangan kuantitas sampah dan menggunakan metode 3R untuk

pengelolaan sampah

Menerapkan konsep Green School

Mengadakan sosialisasi LH untuk menumbuhkan budaya hidup

bersih dan sikap sadar lingkungan di kalangan peserta didik.

Pastikan berpikir dan bertindak sehari-hari untuk lingkungan hidup

yang lestari dan untuk generasi yang kan datang.

4.2 Saran

a. Bagi orangtua

Diharapkan memberi menanamkan nilai-nilai budaya hidup bersih sejak

dini, agar peserta didik memiliki jiwa yang sadar lingkungan.

b. Bagi para peserta didik

Tumbuhkanlah sikap peduli terhadap lingkungan dan isilah dengan

kegiatan positif peduli terhadap lingkungan, karena lingkungan yang

sehat, bersih, dan hijau dapat memberikan manfaat terhadap generasi

mendatang.

18
DAFTAR PUSTAKA

1) https://www.scribd.com/doc/76509108/Makalah-Kesehatan-Lingkungan-

Sekolah

2) http://www.jurnalterbaik.com/2013/01/cara-menjaga-kebersihan-

lingkungan.html

3) https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7

&cad=rja&uact=8&ved=0CFAQFjAG&url=http%3A%2F%2Feprints.uny

.ac.id%2F9788%2F2%2FBAB%25202%2520-

%252008111247044.pdf&ei=dNUQVerTFJGQuATFvoHwDQ&usg=AF

QjCNFNHLH2BPJk3I6QahQIL-

XmyvmBvg&sig2=ZvCPimND_QP0nRxI6pAXfQ

4) http://analisateknisia.blogspot.com/2008/11/kebersihan-lingkungan-

sekolah.html

5) http://jurnal-online.um.ac.id/article/do/detail-article/1/45/1518

6) http://un2kmu.wordpress.com/2010/03/11/lingkungan
sekolahyangnyaman-memacu-siswa-untuk-berprestasi/

19
Kliping

20
21