Anda di halaman 1dari 30

DOKUMEN PENGADAAN

PENGADAAN PELELANGAN JASA KONTRAKTOR PELAKSANAAN PEKERJAAN


RENOVASI GEDUNG BTN KCS BANJARMASIN

JAKARTA, OKTOBER 2017


PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) Tbk
JL. GAJAH MADA NO.1 JAKARTA PUSAT

1
BAB I

URAIAN MENGENAI PELELANGAN

1. PENDAHULUAN
a. Pemberi Tugas : PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Pusat Jakarta.
b. Nama Proyek : Pengadaan Pelelangan Jasa Kontraktor Pelaksanaan Pekerjaan
Renovasi Gedung BTN KCS Banjarmasin.
c. Lokasi Pekerjaan : Bank BTN KCS Banjarmasin.
d. Sumber dana : Anggaran Perusahaan Bank BTN.
e. Panitia Pengadaan : Procurement and General Services Division.
KCS Banjarmasin
Sharia Division

2. DOKUMEN PELELANGAN
a. Dokumen Pelelangan ini diterbitkan dengan maksud untuk memberikan penjelasan tentang lingkup
pekerjaan (scope of work), batas-batas tanggung jawab, keadaan umum, dan ketentuan-ketentuan
hukum serta teknis, sebagai pedoman bagi para Penawar (Bidder) untuk membuat Surat
Penawaran Lelang Pekerjaan yang disebutkan dalam butir 1 Bab ini.
b. Panitia berhak untuk sewaktu-waktu membuat perubahan (Amandemen) terhadap Dokumen
Pelelangan ini. Amandemen akan dikirimkan kepada para Peserta Pelelangan melalui surat tercatat
dan/atau email sebelum batas tanggal penyerahan Surat Penawaran dan para Peserta Pelelangan
diwajibkan untuk memberitahukan melalui surat tercatat dan/atau email kepada Panitia di PGSD PT.
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Pusat bahwa amandemen telah diterima. Selanjutnya
amandemen tersebut menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan Dokumen Pelelangan ini.

3. PEMBERI TUGAS / PEMIMPIN PENGADAAN


Sebagai Pemberi Tugas dari Pekerjaan pembangunan ini adalah : Direksi PT. Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk berkedudukan di Jalan Gajah Mada No. 1 Jakarta Pusat dalam hal ini diwakili oleh Kepala
PGSD Bank BTN selaku Pemimpin Pengadaan yang bertindak untuk dan atas nama Direksi PT. Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk yang untuk selanjutnya disebut Pemberi Tugas.

4. KONSULTAN PERENCANA DAN PENGAWAS


a. Sebagai Konsultan Perencana adalah : PT. Azevedopratama consultants, dengan alamat Jl.
Cipinang Indah Raya I, Cipinang Muara, Jatinegara yang merencanakan renovasi gedung serta
merancang pekerjaan yang termaksud pada butir 1 Bab ini.
b. Sebagai Konsultan Pengawas adalah PT. Azevedopratama consultants, dengan alamat PT.
Azevedopratama consultants, dengan alamat Jl. Cipinang Indah Raya I, Cipinang Muara, Jatinegara
yang ditunjuk pemberi tugas dan akan bertindak sebagai Project Control/Quantity Control
Pekerjaan termaksud pada butir 1 Bab ini.

5. KETENTUAN PENAWARAN
a. Peserta Pelelangan
Perusahaan yang diperkenankan ikut menawarkan harga pemborongan Pekerjaan ini adalah para
peserta yang lulus seleksi prakualifikasi (dilaksanakan oleh Panitia Lelang) berdasarkan
persyaratan dan ketentuan yang berlaku serta memperoleh undangan untuk ikut
menawarkan/memasukkan Surat Penawaran Pemborongan Pekerjaan dalam Dokumen Pelelangan
ini.

2
b. Syarat-syarat Penawaran
1) Penawaran biaya sudah termasuk PPN diajukan diatas surat berkop perusahaan dengan
dibubuhi materai Rp.6.000,- (Enam ribu rupiah), diberi tanggal dan cap perusahaan serta
ditandatangani oleh pimpinan perusahaan, disampaikan dalam 2 (dua) rangkap. (1 (satu) asli ,
dan 1(satu) copy.)
2) Penawaran disampaikan dengan sistem 2 (dua) sampul dengan 2 (dua) tahap, penjelasan
sebagai berikut:
Sampul Penawaran terdiri atas:
a) Sampul I (pertama) : berisi kelengkapan data administrasi dan teknis
b) Sampul II (kedua) : berisi kelengkapan data perhitungan harga penawaran
3) Sampul Penawaran I (Pertama) ditulis Data Administrasi dan Teknis, serta harus dilengkapi
lampiran-lampiran sesuai dengan urutan sebagai berikut:
DATA ADMINISTRASI
a) Copy jaminan penawaran (Bid Bond) sebesar minimal 2% dari nilai penawaran dalam mata
uang rupiah yang dikeluarkan oleh bank Umum atau perusahaan asuransi yang memiliki
surety bond (asli diserahkan ke panitia pada saat pembukaan penawaran)
b) Surat Pernyataan Tunduk pada peraturan yang berlaku di Bank Tabungan Negara dan
hasil keputusan Panitia ditandatangani diatas materai Rp.6.000,- dan dibubuhi cap (Contoh
Format : Lampiran 3).
c) Surat Pernyataan Kebenaran Data, ditandatangani diatas materai Rp.6.000,- dan dibubuhi
cap (Contoh Format : Lampiran 4).

TEKNIS
a) Pengalaman Perusahaan :
Memiliki pengalaman renovasi/pembangunan gedung kantor (swasta/pemerintah/BUMN)
dengan ketentuan sbb :
Lebih diutamakan Kantor Bank selama 5 tahun terakhir (tahun 2012-2017) dengan
masing-masing nilai kontrak minimal Rp 1.500.000.000,- (Terbilang : Satu Milyar Lima
Ratus Juta Rupiah) dibuktikan dengan Surat Perjanjian Pemborongan, atau Kontrak,
atau Surat Perintah Kerja.
Pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan dibuktikan dengan Berita Acara Serah
Terima.
Pengalaman renovasi/pembangunan tidak diperkenankan untuk bangunan Sekolah,
Rumah Peribadatan, dan Rumah Tinggal/Susun.
Disertai dengan fotocopy Surat Perintah Kerja (SPK) atau Surat Perjanjian
Pemborongan.
Contoh Format : Lampiran 2

b) Daftar nama tenaga ahli, minimal 4 (empat) orang yang terdiri dari 4 (empat) orang tenaga
ahli minimal sarjana (S1) bidang Teknik, masing masing :
- 1 (satu) orang tenaga ahli bidang Teknik Sipil
- 1 (satu) orang tenaga ahli bidang Arsitektur
- 1 (satu) orang tenaga ahli bidang Mekanikal
- 1 (satu) orang tenaga ahli bidang Elektrikal
- dan 1 (satu) orang tenaga khusus untuk pekerjaan interior (S1 Aristektur/ S1 Interior/
SKA Interior/ S1 Seni Rupa).
Masing-masing tenaga ahli tersebut dilengkapi dengan : Curicullum Vitae, ijazah
pendidikan minimal S1, dan Sertifikasi Keahlian Asosiasi (SKA) Profesi resmi dibawah
LPJK.
- Sertifikasi keahlian harus sesuai dengan latar belakang pendidikan S1-nya.
- Tenaga Khusus hanya menyampaikan Ijazah S1/SKA Interior dan Curicullum Vitae
(dibuat tabel daftar tenaga ahli sesuai dengan format pada lampiran 5).

3
c) Rencana Jadwal Pelaksanaan dan Metode Pelaksanaan mencakup teknis pekerjaan yang
meliputi pekerjaan persiapan, struktur, arsitektur, elektrikal dan mekanikal dan pekerjaan
lainnya.
d) Rekening koran 3 (tiga) bulan terakhir (bisa berasal lebih dari 1 Bank Umum) bulan Juli,
Agustus, dan September.
e) Surat Keterangan Dukungan Bank dan/atau Surat Keterangan Referensi Bank.

Seluruh persyaratan administrasi harus dalam keadaan masih berlaku, apabila salah satu
persyaratan dokumen tersebut masih dalam pengurusan, maka harus dapat dibuktikan dengan
copy bukti pengurusan resmi.
Untuk memudahkan evaluasi, verifikasi dan pemeriksaan oleh Panitia, maka Dokumen
Administrasi dan Teknis tersebut agar dibendel / dijilid secara terpisah diberikan judul,
diberikan daftar isi, diberikan pembatas halaman dengan warna berlainan dengan halaman isi
dan diberikan nomor halaman.

Dokumen administrasi dan teknis yang ditunjukkan aslinya/copy legalisir sesuai asli pada saat
pembukaan penawaran :
a) Akte Pendirian perusahaan dan perubahannya yang terakhir, dan Pengesahan dari
Departemen Hukum dan HAM sesuai UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
b) Sertifikat Badan Usaha (SBU) Jasa Pelaksanaan Konstruksi yang masih berlaku yang
diterbitkan LPJK sebagai berikut :
a. Klasifikasi Bidang Arsitektur Sub Bidang Bangunan Non Perumahan Lainnya (21005)
minimal Gred 5 ; atau
b. Klasifikasi Bidang Bangunan Gedung Sub Klasifikasi Jasa Pelaksana Konstruksi
Bangunan Gedung Lainnya (BG009) minimal M1 atau setara.
c) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
(SPPKP).
d) Bukti pelunasan kewajiban pajak (SPT/PPh) tahun pajak 2016.
e) Laporan keuangan (neraca dan laba / rugi) yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik tahun
2016.
f) Kartu Tanda Anggota (KTA) Asosiasi perusahaan pelaksanaan konstruksi resmi dibawah
LPJK yang masih berlaku.
g) Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK) yang masih berlaku, yang diterbitkan oleh
Pemerintah Daerah setempat sesuai dengan domisili perusahaan.
h) Surat Keterangan Domisili Perusahaan dari Pemerintah Daerah setempat yang masih
berlaku, atau Surat Keterangan proses pemindahan (relokasi kantor) dari Pemerintah
daerah setempat, jika perusahaan yang bersangkutan sedang dalam proses relokasi.
i) Sertifikat Keahlian Tenaga Ahli (Tenaga Ahli Struktur, Arsitektur, Mekanikal dan Elektrikal)
dan tenaga ahli interior (jika tenaga khusus menggunakan SKA Interior).
Pemenuhan syarat-syarat administrasi tersebut dan penunjukan asli Dokumen Administrasi dan
Teknis diatas bersifat mutlak, sehingga peserta akan dinyatakan gugur/tidak lolos dan tidak
diperkenankan untuk mengikuti proses selanjutnya apabila tidak dapat memenuhi persyaratan
tersebut.

Dokumen asli dimaksud dapat dilegalisir sesuai asli sebelumnya oleh panitia pada
Procurement and General Services Division PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor
Pusat apabila terdapat peserta lelang tidak dapat menunjukkan dokumen dimaksud pada acara
Pembukaan Sampul Penawaran karena untuk keperluan lainnya, paling lambat 1 (satu) hari
sebelum pemasukan penawaran.

4
4) Sampul Penawaran II (kedua) ditulis Data Harga Penawaran :
a) Surat Penawaran (Contoh Format : Lampiran 1)
Penawaran harga dengan mata uang Rupiah dan sudah termasuk pajak-pajak yang
berlaku, harga penawaran bersifat fixed price berdasarkan dokumen lelang dan Berita
Acara Aanwijzing.
b) Rekapitulasi dan perincian penawaran biaya. (sudah termasuk pajak dan jasa)
c) Analisa harga Satuan Pekerjaan (minimal untuk item yang ditetapkan dalam BQ).
d) Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja.
e) 1 (satu) buah disket/CD yang berisi butir 4 b, c, d.

5) Sampul I dan sampul II dimasukkan ke dalam sampul luar dengan ketebalan sesuai
kebutuhan, warna bebas tanpa identitas perusahaan, dibubuhi alamat sebagai berikut:
Kepada Yth :
Panitia Pelelangan Pengadaan Jasa Kontraktor Pekerjaan Renovasi Gedung Bank
BTN KCS Banjarmasin
Jl. Gajah Mada No. 1
Jakarta Pusat

6) Sampul dalam dan Sampul luar surat penawaran di lak di 5 (lima) tempat sebagai berikut :

c. Penjelasan/Aanwijzing, Perhitungan Volume Bersama, Aanwijzing Lapangan, Pemasukan


Penawaran dan Pembukaan Sampul I (Administrasi dan Teknis) dan Pembukaan Sampul II
(Penawaran Biaya)

1). Penjelasan/Aanwijzing Dokumen akan diselenggarakan pada :


Hari/Tanggal : Sesuai Undangan
Pukul : Sesuai Undangan
Tempat : Ruang Rapat Bank BTN Lantai 5 Gedung
Menara BTNJl. Gadjah Mada No 1 Jakarta Pusat
a. Rapat penjelasan/Aanwijzing Dokumen mutlak harus diikuti oleh peserta, bagi peserta yang
tidak mengikuti tahapan ini tidak diperbolehkan untuk mengikuti tahapan
selanjutnya/dinyatakan gugur.
b. Peserta maksimal mengirimkan 2 (dua) orang wakilnya, mengingat terbatasnya ruang yang
tersedia.
c. Peserta yang datang terlambat menghadiri tahapan ini akan kehilangan kesempatan untuk
mendapatkan informasi secara lengkap.
2). Perhitungan Volume Bersama :
Perhitungan volume bersama akan dilaksanakan pada :
Hari / tanggal : Senin / 09 Oktober 2017
Pukul : 10.00 WITA - Selesai
Tempat : Bank BTN KCS Banjarmasin
Jl. A. Yani Km 1, Banjarmasin

5
a. Rapat perhitungan volume bersama mutlak diikuti oleh peserta, bagi peserta yang tidak
mengikuti tahapan ini tidak diperbolehkan untuk mengikuti tahapan
selanjutnya/dinyatakan gugur.
b. Sebelum perhitungan volume bersama, peserta wajib menghitung ulang volume
pekerjaan sesuai gambar, Bill Of Quantity dan RKS
c. Peserta dilarang menambah item pekerjaan sampai dengan diterbitkan Berita Acara
Aanwijzing

3). Aanwijzing/Penjelasan lokasi


Acara rapat penjelasan teknis lokasi akan dilaksanakan pada :
Hari / tanggal : Senin / 09 Oktober 2017
Pukul : 10.00 WIB
Tempat : Lokasi pekerjaan bank BTN KCS Banjarmasin

a. Rapat penjelasan/aanwijzing lokasi mutlak diikuti oleh peserta, bagi peserta yang tidak
mengikuti tahapan ini tidak diperbolehkan untuk mengikuti tahapan selanjutnya/dinyatakan
gugur.
b. Penjelasan/aanwijzing lokasi akan dipandu oleh Konsultan Perencana dan Panitia, peserta
diberikan kesempatan untuk bertanya dan mengajukan usul pada saat Aanwijzing
c. Peserta diminta memperhatikan kondisi lokasi secara cermat dan detail
d. Peserta yang datang terlambat akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan informasi
secara lengkap
e. Panitia tidak menyediakan akomodasi dan transportasi selama penjelasan lokasi.
Berita Acara aanwijzing Dokumen Pengadaan dapat diambil pada :
Hari/Tanggal : Kamis / 05 Oktober 2017
Pukul : 14.00 WIB
Tempat : Menara BTN Jl. Gadjah Mada No 1 Jakarta Pusat

Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan/Berita Acara Aanwijzing merupakan segala penjelasan
perbaikan, penambahan dan ataupun pengurangan yang telah diputuskan dalam rapat, dan
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Dokumen Perlelangan dan Dokumen Kontrak
Pemborongan.
4). Pemasukan dan Pembukaan Sampul I (Administrasi dan Teknis)
a). Pemasukan dan Pembukaan Sampul I pada:
Hari/Tanggal : Jumat / 13 Oktober 2017
Pukul : 14.00 WIB - Selesai
Tempat : Bank BTN
Gedung Menara BTN Jl. Gadjah Mada No 1, Lantai 5, Divisi PGSD
Peserta pelelangan diminta untuk mengirimkan 1 (satu) orang wakilnya dengan membawa
surat kuasa untuk menyaksikan Pembukaan Surat Penawaran tersebut (kecuali yang hadir
adalah Direktur/ Pemilik modal Perusahaan).
b).Penyerahan Surat Penawaran setelah waktu yang ditentukan pada butir 1) dengan alasan
apapun tidak akan diterima.
c).Penyerahan penawaran dilarang melalui pejabat di lingkungan PT. Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk, Pemimpin Pengadaan maupun Panitia Pelelangan.

6
d).Surat penawaran dinyatakan tidak sah apabila :
o Perusahaan yang membuat Surat Penawaran tersebut tidak diundang/bukan peserta
lelang.
o Harga Penawaran tidak tertulis dengan jelas, dan jumlah yang tertulis dengan angka tidak
sesuai dengan yang disebut dengan huruf.
o Disampaikan diluar batas waktu yang telah ditentukan.
e) Sampul Penawaran yang dibuka pertama kali adalah Sampul I dan dihadiri wakil wakil peserta
lelang yang memasukkan sampul penawaran.
f) Hasil pemeriksaan Sampul I dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh panitia
Lelang dan saksi (peserta).
g) Peserta yang dinyatakan tidak lengkap dalam pembukaan Sampul I langsung dinyatakan gugur
dan tidak diperkenankan mengikuti pembukaan sampul II.
f) Panitia akan melakukan evaluasi administrasi dan teknis (Sampul I) yang dinyatakan lengkap.

5. Pembukaan Sampul II (Penawaran harga)


a).Panitia akan mengundang peserta yang lulus teknis dengan passing grade 70% dari skala
teknis 45%.
b).Peserta yang tidak memenuhi passing grade teknis 70% tidak diundang dalam acara
pembukaan Sampul II. Terhadap Sampul II yang masih ada di Panitia dapat diambil oleh
peserta yang bersangkutan.
c).Hasil pembukaan Sampul II dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh Panitia
Lelang dan saksi (peserta)
6. BOBOT PENILAIAN
a. Panitia akan menilai seluruh dokumen Penawaran yang telah disampaikan peserta.
b. Pembobotan dan methode evaluasi Panitia ditetapkan sebagai berikut :
Materi Kriteria Penilaian Bobot
Penilaian Nilai
(100%)
Administrasi Mutlak
Teknis 45%
1.Pengalaman Perusahaan
2.Struktur Tenaga Ahli
3.Jadwal Pelaksanaan dan Metode
Pelaksanaan
4. Rekening Koran
5. Surat Keterangan Dukungan Bank
dan/atau Surat Keterangan Referensi
Bank
Biaya 55%
Total Bobot 100%
c. Supaya peserta dapat melanjutkan ketahap berikutnya, harus mempunyai passing grade teknis
minimal sebesar 70% dari skala teknis 45% atau skor teknis supaya lulus ke tahap berikutnya
adalah minimal 31.5% (Tiga Puluh Satu Koma Lima Persen)
d. Evaluasi penawaran akan didasarkan pada berbagai aspek adminstrasi teknis dan kewajaran biaya
dan tidak ada ikatan Panitia untuk menunjuk Peserta dengan harga penawaran terendah untuk
menjadi pemenang.

7
e. Negosiasi dan klarifikasi teknis dilakukan pada peserta rangking pertama sebagai calon pemenang
yang memiliki nilai tertinggi dari kombinasi teknis dan biaya. Apabila yang bersangkutan tidak
bersedia maka negosiasi dilaksanakan pada rangking kedua dan seterusnya, sampai dengan
ranking 3 (tiga)
f. Panitia akan menetapkan 1 (satu) pemenang berdasarkan rangking dan hasil negosiasi.

7. JAMINAN PENAWARAN (TENDER BOND/BID BOND) DAN JAMINAN SANGGAHAN


a. Pada Acara Pembukaan Surat Penawaran, peserta lelang harus menyerahkan asli Jaminan
Penawaran yang diterbitkan oleh Bank Umum atau perusahaan asuransi yang memiliki surety bond.
b. Jaminan Penawaran berlaku berlaku 2 (dua) bulan / 60 (enam puluh) hari kalender terhitung sejak
tanggal pemasukan penawaran
c. Jaminan Penawaran ditujukan kepada Penerima Jaminan yakni :
PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK
JL. GAJAH MADA NO 1 JAKARTA PUSAT

d. Surat Jaminan Penawaran oleh Pemberi Tugas akan segera dikembalikan kepada Penawar yang
bersangkutan, apabila yang bersangkutan tidak menjadi pemenang dalam pelelangan peserta akan
mendapatkan tanda terima jaminan pelelangan.
e. Untuk peserta lelang yang memenangkan pelelangan, Surat jaminan Penawaran akan ditahan terus
sampai diserahkan Surat Jaminan Pelaksanaan
f. Jaminan Penawaran menjadi milik Pemberi Tugas, apabila peserta mengundurkan diri setelah
memasukkan penawarannya dan dinyatakan diterima oleh Panitia setelah batas waktu penerimaan
jaminan penawaran.
g. Jaminan Penawaran menunjuk paket pekerjaan yang dijamin.
h. Apabila ada hal-hal yang ingin diklarifikasi oleh peserta sehubungan dengan pengumuman
pemenang tender, maka peserta diharuskan menyampaikan Jaminan Sanggahan dari Bank Umum
disertai dengan surat kuasanya ke panitia terlebih dahulu sebesar 5% dari nilai pemenang.
i. Apabila sanggahan pemenang dapat dibuktikan maka Jaminan Sanggahan tersebut akan
dikembalikan kepada peserta, namun bila sanggahan tersebut tidak dapat dibuktikan maka Jaminan
Sanggahan tersebut menjadi milik Bank BTN.

8. DOKUMEN UMUM UNTUK PESERTA


a. Peserta lelang harus membaca dengan seksama semua petunjuk yang tertulis dibuku ini dan tidak
ada gugatan yang dapat dipertimbangkan jika alasannya karena tidak membaca atau tidak/kurang
memahami petunjuk-petunjuk ini atau pernyataan kesalahpahaman apapun mengenai artinya.
b. Bila terjadi pelelangan ulang Pemberi Tugas tidak memberi ganti rugi apapun kepada para peserta
lelang. Dalam pelelangan ulang Pemberi Tugas tidak terikat untuk mengundang rekanan yang
sama.
c. Metoda Penetapan Calon Pemenang ditetapkan berdasarkan ketentuan ketentuan yang
tercantum dalam Peraturan Direksi Bank BTN No. 13/PD/PGSD/2015 tanggal 4 November 2015.

9. DOKUMEN PELELANGAN
Berkas dokumen pelelangan terdiri dari:
a. Undangan peserta yang lolos prakulifikasi.
b. Buku Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).

8
c. Buku Bill of Quantity beserta Disket/CD.
d. Gambar-gambar for tender.
e. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing).
f. Gambar addenda / gambar tambahan.
Kepada para peserta lelang yang diundang akan diserahkan 1 (satu) set Dokumen Pelelangan untuk
dapat diteliti terlebih dahulu. Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan pada saat Penjelasan Pekerjaan
(Aanwijzing) dan dari hasil tanya jawab tersebut akan dituangkan dalam Berita Acara Penjelasan
Pekerjaan.

10. KETENTUAN LAIN-LAIN


a. Eskalasi Harga
Tidak akan ada eskalasi/perubahan harga selama masa berlakunya penawaran untuk pekerjaan
dalam Dokumen Pelelangan ini, kecuali bila ada perubahan kebijakan pemerintah dibidang moneter
yang nyata-nyata mempengaruhi harga yang diperhitungkan dalam penawaran.
b. Masa Berlakunya Penawaran
Penawaran berlaku 2 (dua) bulan / 60 hari kalender terhitung sejak tanggal Pembukaan
Penawaran.Pada keadaan khusus, sebelum habis masa berlakunya penawaran, Panitia dapat
meminta perpanjangan masa berlakunya Penawaran kepada Peserta.
c. Penawaran Tenaga Kerja
Penawaran yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan dalam Dokumen Pelelangan ini
mengutamakan penggunaan tenaga lokal. Untuk pekerjaan dengan tingkat kesulitan tinggi harus
digunakan tenaga kerja yang berkualitas.
d. Rekening Bank BTN
Peserta yang telah dinyatakan sebagai Pemenang Pelelangan Perusahaan Peserta diwajibkan
untuk membuka rekening pada Kantor Cabang/Capem Bank BTN untuk lalu lintas administrasi
pembayaran termint.
e. Ketentuan ketentuan lainnya dapat dilihat pada Spesifikasi Teknis Struktur, Arsitektur, Mekanikal
dan Elektrikal dari Dokumen Pelelangan ini.
f. Pembiayaan pekerjaan ini menggunakan anggaran RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan)
PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (bukan APBN/APBD ataupun dana dari pemerintah)
g. Surat Menyurat akan dilakukan melalui surat tercatat dan/atau facsimile/email, sehingga peserta
pengadaan wajib menyampaikan alamat lengkap dan Nomor facsimile dan email yang benar
sehingga surat menyurat dapat dilaksanakan. Apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian
alamat dan nomor facsimile/ email yang menyebabkan surat dari Panitia Pengadaan tidak sampai,
maka hal tersebut bukan merupakan tanggung jawab Panitia Pengadaan.
h. Jenis kontrak adalah LUMPSUM FIXED PRICE. Jenis kontrak lumpsum adalah kontrak
penyelesaian seluruh pekerjaan dalam jangka waktu tertentu dengan jumlah harga yang pasti dan
tetap serta semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan yang
sepenuhnya ditanggung oleh penyedia jasa sepanjang gambar dan spesifikasi tidak berubah.

9
BAB II

URAIAN UMUM MENGENAI SYARAT SYARAT HUBUNGAN KERJA

1. HUBUNGAN KERJA
Untuk melaksanakan pekerjaan ini, hubungan kerja akan diatur sebagai berikut :
a. Pemberi Tugas akan mengadakan kontrak hubungan kerja dengan Kontraktor pemenang lelang
mengenai pelaksanaan Pekerjaan seperti yang tersebut dalam butir 1 Bab I. Kontraktor pekerjaan
ini bertanggung jawab langsung kepada Pemberi Tugas lewat instruksi instruksi Konsultan
Pengawas yang diberi wewenang oleh Pemberi Tugas.
b. Kontraktor wajib mengikuti instruksi instruksi Konsultan Pengawas sepanjang yang berkaitan
dengan pelaksanaan lingkup pekerjaan ini sesuai dengan wewenangnya yang diperoleh dari
Pemberi Tugas dalam bentuk Kontrak Pekerjaan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi.
c. Untuk hal hal yang berkaitan dengan perancangan (desain) Kontraktor wajib berkonsultasi dengan
Konsultan Perencana dengan sepengetahuan Konsultan Pengawas, yang mana Pemberi Tugas
telah menugaskan Konsultan Perencana dengan bentuk Kontrak Pekerjaan Perancangan seluruh
lingkup pekerjaan yang tersebut dalam butir 1 Bab I.
d. Untuk pekerjaan pekerjaan khusus, Kontraktor Utama dapat mengadakan hubungan kerja dengan
Kontraktor lain atau Supplier khusus (sebagai Sub Kontraktor) yang benar benar ahli dalam
bidangnya dengan sepengetahuan dan persetujuan Pemberi Tugas. Dalam pemilihan Sub
Kontraktor itu, Kontraktor Utama harus memperhatikan ketentuan ketentuan yang tercantum
dalam Kontrak/Perjanjian beserta lampiran lampirannya yang berkaitan dengan pokok ayat ini
para Sub Kontraktor bertanggung jawab langsung kepada Kontraktor Utama.

2. HARGA BORONGAN
a. Yang dimaksud dengan Harga Borongan adalah Harga Borongan Penawaran yang diajukan oleh
Kontraktor dalam pelelangan dengan mata uang rupiah.
b. Harga Borongan adalah pasti/tetap (fixed price) termasuk semua pekerjaan yang tercantum dalam
seluruh Dokumen Kontrak Pelaksanaan (Gambar, RKS, BA Aanwijzing, Gambar Addenda, BA
Klarifikasi). Harga Borongan yang mengikat pada saat penandatanganan kontrak adalah total
penawaran harga. Bill of Quantity dilampirkan dalam kontrak namun prinsipnya tidak mengikat
dalam dokumen penawaran. Pemberi Tugas tidak akan menerima tuntutan (claim) yang diakibatkan
oleh:
Kurangnya penelitian terhadap dokumen kontrak pelaksanaan
Kenaikan harga bahan dan upah atau kenaikan harga yang diakibatkan oleh tindakan moneter
Pemerintah, kecuali ada peraturan dari Pemerintah yang membenarkan diadakannya
penyesuaian harga.

3. BENTUK BERKAS KONTRAK


a. Isi :
1 Surat Perjanjian Pemborongan
2 Surat Pengumuman
3 Surat Penunjukan Kontraktor
4 Berita Acara Aanwijzing beserta lampiran-lampirannya
5 Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran
6 Berita Acara Klarifikasi teknis dan negosiasi harga
7 Surat Penawaran beserta lampiran-lampirannya
8 Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Teknis dan Administrasi.

10
9 Gambar Pelaksanaan dan Gambar-gambar Addenda yang telah ditetapkan dalam Penjelasan
Pekerjaan dan/ atau perubahan-perubahannya.
10 Copy jaminan Pelaksanaan.
11 Jadwal Waktu Pelaksanaan

Berkas-berkas kontrak tersebut mengikat dan merupakan 1 (satu) kesatuan dalam hubungan kerja
antara Pemberi Tugas dengan Pemborong.
b. Pemborong diharuskan menyediakan sedikitnya 1 (satu) set dokumen dan gambar - gambar kontrak
ditempat pekerjaan dalam keadaan rapi dan bersih yang dapat dilihat setiap saat oleh Pemberi
Tugas, Direksi ataupun petugas-petugas lainnya.
c. Pemborong bertanggung jawab didalam mempersiapkan dan menyiapkan sejumlah dokumen
kontrak seperti tersebut diatas, baik untuk tujuan penandatanganan kontrak dan tujuan-tujuan
lainnya selama masa kontrak.
Jumlah yang dibutuhkan adalah:
1. Untuk tujuan penandatanganan kontrak 2 (dua) set bentuk asli yang sama bunyinya, masing-
masing bermeterai Rp.6.000,- yang mempunyai kekuatan yang sama.
2. 5 (lima) salinan resminya masing-masing akan dibagikan kepada Pemberi Tugas, Perencana,
Pengawas Lapangan, Pemborong di Lapangan dan pihak-pihak lain yang memerlukan menurut
peraturan yang berlaku.
3. Pemborong bertanggung jawab atas biayanya sendiri untuk pembiayaan keperluan-keperluan
yang dimaksud tersebut diatas.

4. JAMINAN PELAKSANAAN (PERFORMANCE BOND)


a. Pada saat surat Perjanjian Pemborongan ditandatangani, Kontraktor sudah harus menyerahkan
kepada Pemberi Tugas suatu Jaminan Pelaksanaan sebesar 5% (lima prosen) dari jumlah harga
borongan, minimal dengan jangka waktu sampai dengan serah terima ke II (dua) pekerjaan,
menurut cara dan bentuk yang ditentukan oleh Pemberi Tugas
b. Jaminan Pelaksanaan berupa garansi dari Bank Umum.
c. Jaminan ini akan dikembalikan kepada kontraktor setelah serah terima kedua pekerjaan.
d. Dalam hal masa berlakunya jaminan pelaksanaan sudah habis dan pelaksanaan belum selesai/
belum diserahterimakan, maka kontraktor harus memperpanjang jaminan pelaksanaan tersebut
dalam kerangka waktu yang disetujui pihak pemberi tugas

5. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN DAN PEMELIHARAAN


a. Jangka waktu pelaksanaan ditetapkan selama 60 (enam puluh) hari kalender sejak kick off meeting.
b. Jangka waktu pemeliharaan ditentukan 120 (seratus dua puluh) hari kalender dihitung mulai dari
hari Penyerahan Pertama dilakukan

6. PERMULAAN PEKERJAAN
Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah Surat Perjanjian Pekerjaan ditandatangani Kontraktor harus
telah memulai pekerjaan pembangunan fisik dalam arti kata nyata. Untuk syarat-syarat yang diwajibkan
agar dapat memulainya pekerjaan harus dipenuhi lebih dahulu.

7. UKURAN MENGENAI GAMBAR, RKS, BERITA ACARA AANWIJZING, BERITA ACARA


KLARIFIKASI
Disampaikan peraturan-peraturan umum yang telah disebut dalam spesifikasi teknis struktur Bab I huruf
P. 1, maka :

11
a. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) beserta gambar-gambarnya berlaku sebagai dasar
pedoman/ketentuan untuk melaksanakan pekerjaan ini.
b. Gambar-gambar yang diikutsertakan akan juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKS
ini.
c. Kontraktor wajib mengadakan perhitungan kembali atas segala ukuran-ukuran dimensi konstruksi
apabila ukuran-ukuran yang ditentukan dalam spesifikasi/gambar meragukan Kontraktor. Dalam hal
ini kontraktor diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada
persetujuan tertulis dari Pengawas dengan persetujuan Pemberi Tugas. Pengambilan ukuran-
ukuran yang keliru dalam pelaksanaan didalam hal apapun menjadi tanggung jawab Kontraktor.
d. Bila terdapat perbedaan antara Gambar, RKS, BA Aanwijzing, BA Klarifikasi maka Pemberi Tugas
dapat menetapkan pekerjaan yang memiliki kualitas, harga, volume yang tertinggi untuk
dilaksanakan dilapangan proyek.
e. Apabila terdapat perbedaan antara gambar dan dokumen lainnya maupun perubahan yang
ditentukan pada waktu pelaksanaan berlangsung, Kontraktor diwajibkan mentaati keputusan
Konsultan Pengawas/pemberi Tugas yang diberikan secara tertulis (dimana dijelaskan juga
kemungkinan adanya pekerjaan tambah/kurang) atau dalam forum rapat.
f. Gambar-gambar kerja/pelaksanaan (shop drawing) harus dibuat oleh Kontraktor dan harus
mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas.
g. Kontraktor wajib membuat gambar kerja, sebelum memulai sesuatu pekerjaan yang khusus dan
harus diminta persetujuan Konsultan Pengawas.
h. Untuk menghindarkan kesalahan dalam mempedomani gambar-gambar pelaksanaan, maka
Kontraktor untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan dilapangan sama sekali tidak diperkenankan
memperbanyak gambar dengan cara apapun : seperti menyalin kembali gambar pada kalkir atau
kerlas lainnya, mengkopi dengan cara apapun (xerox, foto copy, CPI) dan lain sebagainya. Jika
pelaksanaan Kontraktor memerlukan copy gambar maka copy tersebut hanya dapat dikeluarkan
melalui Konsultan. Seluruh akibat terhadap pelanggaran yang tersebut diatas, akan menjadi
tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya.

8. TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN KONTRAKTOR.


a. Kontraktor Utama bertanggung jawab kepada Pemberi Tugas.
b. Kontraktor tidak diperbolehkan mengalihkan seluruh hak dan kewajibannya atas pekerjaan yang
menjadi tugasnya kepada pihak/Kontraktor lain (sub Letting).
c. Dalam pelaksanaan pekerjaan khusus, Kontraktor harus memakai tenaga ahli dalam bidangnya.
d. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor memberikan usul-usulannya berupa gambar penempatan
gudang, bangsal kerja, tempat penimbunan bahan-bahan, dan lain-lain guna kelancaran pekerjaan
dan keamanan Kantor Konsultan Pengawas, Kantor Kontraktor, gudang, bangsal kerja, halaman
dan tempat-tempat yang sedang dilaksanakan pekerjaan harus diberi penerangan listrik. Sumber
daya listrik harus disahkan dan dibiayai sendiri oleh Kontraktor.
e. Penggunaan/fasilitas yang ada dalam lingkungan wilayah Pengelolaan Pemberi Tugas harus seijin
Pengawas dan Pemberi Tugas
f. Kerusakan yang terjadi pada bagian tahap pekerjaan sebelumnya akibat keteledoran Kontraktor,
merupakan tanggung jawab Kontraktor dan harus mengganti atau memperbaiki seperti semula
g. Kontraktor harus melengkapi semua peralatan, sepanjang peralatan tersebut mutlak diperlukan
dalam rangka penyelesaian pekerjaan.

12
9. KONTRAKTOR BAWAHAN (SUB KONTRAKTOR)
a. Pada dasarnya pekerjaan yang diserahkan oleh Pemberi Tugas kepada Pemborong harus
dilaksanakan sendiri dan untuk pekerjaan tertentu yang dinilai dari pelaksanaannya memerlukan
kekhususan sehingga perlu dikerjakan oleh Pemborong bawahan (sub kontraktor) maka harus ada
persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas.
b. Kontraktor wajib untuk mengajukan 3 alternatif sub Kontraktor kepada Konsultan Pengawas untuk
diadakan penelitian dan pemilihan. Kelengkapan-kelengkapan yang perlu dilengkapi oleh calon
Kontraktor bawahan adalah sebagai berikut:
1) Daftar referensi kerja sebanyak 5 (lima) pekerjaan
2) Klasifikasi Kontraktor
3) Modal Perusahaan
4) Tenaga ahli perusahaan

c. Untuk pelaksanakan pekerjaan-pekerjaan tertentu atau pengadaan bahan-bahan bangunan


Kontraktor wajib mengutamakan untuk memilih Kontraktor Bawahannya dari golongan ekonomi
lemah setempat.
d. Kontraktor tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil pekerjaan Sub Kontraktor.
e. Kontrak langsung yang dibuat antara Kontraktor dan Sub Kontraktor harus mencantumkan syarta-
syarat pelaksanaan pekerjaan yang jelas sama dan sesuai isi dokumen kontrak pemborongan untuk
bagian pekerjaan yang diserahkan dan jaminan nyata dari kedua belah pihak bahwa kedua belah
pihak akan mentaati syarat-syarat tersebut. Guna mendapatkan jaminan nyata dari kedua belah
pihak, maka sebelum diadakan ikatan kerja kontraktor terlebih dahulu menyerahkan kepada
Konsultan Pengawas tindasan draft kontrak yang sudah disepakati bersama antara Kontraktor dan
sub Kontraktor untuk dapat diketahui apakah ada penyimpangan persyaratan/ketentuan teknis yang
dicantumkan. Untuk menjaga kerahasian mengenai biaya/nilai kontrak maka untuk itu Kontraktor
dapat menghapusnya sehingga tidak dapat dibaca besarnya. Tindasan draft kontrak ditahan oleh
Konsultan Pengawas dan copy akan dikembalikan kepada Kontraktor dengan dibubuhi tanda
persetujuan oleh Konsultan Pengawas dan akan dijadikan bukti nanti bila terjadi penyimpangan dari
persyaratan pelaksanaan. Draft kontrak yang sudah disetujui oleh Konsultan Pengawas akan
dilaporkan kepada Pemberi Tugas.
f. Bila terjadi penyimpangan atas ketetapan ayat a dan c Pasal ini, Pemberi Tugas memberi Surat
Peringatan tertulis kepada Kontraktor supaya mengembalikan sehingga mengikuti ketentuan dalam
Pasal ini.
g. Semua biaya yang terjadi akibat pemindahanpekerjaan kepada pihak ketiga sepenuhnya menjadi
beban dan tanggungan Kontraktor.
h. Pembayaran kepada Sub Kontraktor harus tepat waktu sesuai kontrak karena ketelambatan
pembayaran terhadap pemborong bawahan akan menyebabkan mempengaruhi jalannya proyek

10. SERAH TERIMA LAPANGAN


Pemberi Tugas akan menyerahkan lapangan lokasi pekerjaan kepada Kontraktor. Penyerahan ini harus
dibuatkan Berita Acara. Sejak saat itu Kontraktor bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi
didalam wilayah tersebut. Penyerahan lapangan hanya semata-mata untuk keperluan pelaksanaan
proyek

11. PERSONALIA KONTRAKTOR


a. Kontraktor harus menempatkan seorang penanggung jawab lapangan (Teknis) pengalaman minimal
5 tahun dalam bidangnya yang disetujui olek Konsultan Pengawas dan bertugas penuh dilapangan
selama berlangsungnya pelaksanaan. Disamping itu penanggung jawab termaksud harus

13
mempunyai Surat Kuasa tersebut/Penunjukkan yang ditanda tangani oleh Kontraktor dan
penanggung jawab tersebut harus menyerahkan salinan Surat Kuasa kepada Konsultan Pengawas
sebelum mulai bekerja.
b. Penanggung jawab yang dimaksud dalam ayat a) diatas, tidak diperbolehkan mempunyai pekerjaan
rangkap diluar pekerjaan ini.
c. Kontraktor harus membuat bagan organisasi pelaksanaan, lengkap dengan nama dan alamat para
petugasnya. Konsultan Pengawas akan mengamati kehadiran personal yang tersebut dalam bagan
di proyek selama pekerjaan berlangsung.
d. Surat Kuasa yang ditanda tangani oleh pimpinan Kontraktor. Sebelum pelaksanaan pembangunan
dimulai calon-calon pimpinan harian dan pembuatnya harus diajukan kepada Pemberi tugas untuk
dipertimbangkan. Pembangunan baru dapat dimulai setelah calon-calon tersebut disetujui Pemberi
Tugas. Keterlambatan permulaan pekerjaan yang diakibatkan kelalaian Kontraktor Pemborong
dalam hal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya.

12. TATA CARA PEMBAYARAN ANGSURAN


Tahapan pembayaran dilaksanakan sebagai berikut :

Tahap Progres Pekerjaan Bobot Pembayaran


Pembayaran
I 20% 20% 20%
II 40% 40% 20%
III 60% 60% 20%
IV 80% 80% 20%
V 100% 95% 15%
VI 100% (retensi) 100% 5%

- Pembayaran Tahap I :
Sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak, dibayarkan progress pekerjaan mencapai bobot
sebesar 20% yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Progres Pekerjaan yang
ditandatangani oleh Pemberi Tugas, Kontraktor, Konsultan Perencana dan Pengawas.

- Pembayaran Tahap II :
Sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak, dibayarkan progress pekerjaan mencapai bobot
sebesar 40% yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Progres Pekerjaan yang
ditandatangani oleh Pemberi Tugas, Kontraktor, Konsultan Perencana dan Pengawas.

- Pembayaran Tahap III :


Sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak, dibayarkan progress pekerjaan mencapai bobot
sebesar 60% yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Progres Pekerjaan yang
ditandatangani oleh Pemberi Tugas, Kontraktor, Konsultan Perencana dan Pengawas.

- Pembayaran Tahap IV :
Sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak, dibayarkan progress pekerjaan mencapai bobot
sebesar 80% yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Progres Pekerjaan yang
ditandatangani oleh Pemberi Tugas, Kontraktor, Konsultan Perencana dan Pengawas.

- Pembayaran Tahap V :
Sebesar 15% (lima belas persen) dari nilai kontrak, dibayarkan progress pekerjaan mencapai bobot
sebesar 100% yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Tahap Pertama yang
ditandatangani oleh Pemberi Tugas, Kontraktor, Konsultan Perencana dan Pengawas.

14
- Pembayaran Tahap VI :
Sebesar 5% (lima persen) dari jumlah harga borongan, dibayarkan setelah berakhirnya masa
pemeliharaan dan hasil penyerahan pekerjaan dapat diterima dengan baik yang dinyatakan dengan
Berita Acara Serah Terima Kedua yang ditandatangani oleh Pemberi Tugas, Kontraktor dan
Konsultan Pengawas.

Berkas tagihan pembayaran harus dilengkapi :


- Surat Pengantar tagihan
- Kwitansi dengan materai cukup
- Surat Setoran Pajak
- Faktur pajak
- Copy perjanjian
- Berita Acara Bobot Kemajuan Prestasi Pekerjaan (Pekerjaan Terpasang) yang telah dievaluasi oleh
Konsultan Perencana dan Pengawas dan disetujui Pemberi Tugas.
- Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan (Checklist Pekerjaan Terpasang) yang dilakukan oleh
Kontraktor, Konsultan Perencana dan Pengawas.
- Copy kurva S (realisasi kemajuan pekerjaan terhadap rencana yang dilegalisasi oleh Konsultan
Pengawas)
- Berita Acara tahapan tagihan pembayaran
- As built drawing sampai dengan proses penagihan.
- Dokumentasi foto sesuai prestasi pekerjaan.

13. BERITA ACARA PEMBAYARAN


a. Berita Acara yang menyatakan besarnya prestasi pekerjaan dilapangan yang harus dibayarkan
kepada Pemborong.Untuk kebutuhan itu sebelumnya Pemborong diwajibkan mengajukan
perhitungan jumlah prestasi pekerjaan dilapangan sesuai dengan laporan kemajuan pekerjaan yang
telah disetujui/diperiksa oleh Konsultan Pengawas, untuk diteliti kebenarannya.
Berita Acara Kemajuan Pekerjaan / Pembayaran harus ditanda tangani oleh Pemberi Tugas dan
Pemborong.
b. Jumlah barang-barang dan material-material yang telah masuk ke site bagaimanapun besarnya
tidak diperhitungkan sebagai nilai prestasi pekerjaan (yang dinilai adalah yang terpasang).
c. Equipment-equipment yang didatangkan oleh spesialis pemborong dapat dijadikan prestasi
pekerjaan sesudah mendapat persetujuan Pimpinan Proyek.

14. PEMBAYARAN KEPADA SUB PEMBORONG


a. Sub Pemborong dibayar oleh Kontraktor Utama untuk bagian-bagian pekerjaan yang ditugaskan
kepadanya.
b. Kontraktor Utama harus membayar kepada Sub Kontraktor pada waktunya, jika terjadi keadaan
sebaliknya yang mengakibatkan adanya kemungkinan pekerjaan terganggu, Konsultan Pengawas
menegurnya dalam hal pembayaran.
Apabila penundaan pembayaran kontraktor kepada sub kontraktor mengakibatkan tertundanya /
terganggunya pelaksanaan proyek, maka Pemberi Tugas dapat memotong angsuran pembayaran
kepada kontraktor untuk keperluan pembayaran sub-kontraktor dimaksud.

15
15. PENUNDAAN PEMBAYARAN
a. Pembayaran Angsuran akan ditangguhkan bilamana :
1. Kesalahan pelaksanaan, hasil kurang memuaskan, kerusakan-kerusakan yang tidak atau
belum diperbaiki
2. Keraguan Konsultan Pengawas atas tidak seimbangnya antara pembayaran sisa dengan besar
pekerjaan yang masih harus diselesaikan.
3. Kegagalan Kontraktor dalam menyelesaikan urusan-urusan dengan Kontraktor bawahan,
Pemasok (leveransi) bahan - bahan bangunan atau buruh.
4. Belum memenuhi ketentuan administrasi yang lengkap dan benar untuk suatu pengajuan
termin
5. Belum ada penyesuaian dalam perhitungan biaya tambah/pekerjaan kurang yang terjadi pada
angsuran tersebut.
6. Belum menyerahkan gambar-gambar, dokumen lain yang diisyaratkan Pemberi Tugas sesuai
instruksi tertulis/lisan (dalam forum rapat) dari Pemberi Tugas selama masa pelaksanaan.
Bila hal-hal tersebut diatas tidak ada atau sudah diselesaikan maka pembayaran angsuran dapat
diselesaikan.
b. Apabila terjadi kelambatan dalam pelaksanaan pekerjaan yang disebabkan oleh kesalahan
pemborong, maka Pemberi tugas berhak untuk menahan sebagian dari jumlah pembayaran yang
telah berhak diterima oleh Pemborong berdasarkan ketentuan, dimana besarnya uang yang ditahan
dihitung dengan cara membandingkan prestasi yang sebenarnya dicapai sebagaimana tercantum
didalam bagan kemajuan pekerjaan, uang yang ditahan akan dicairkan kembali apabila Pemborong
telah berhasil mengejar keterlambatan yang terjadi.

16. ASURANSI
a. Atas nama Pemberi Tugas, Pemborong diwajibkan mengasuransikan pekerjaan terhadap semua
resiko (Contractor's all risk). Yaitu kehilangan dan kerusakan akibat kebakaran, petir, ledakan,
taufan, banjir, pecahnya tangki air atau pipa-pipa, gempa bumi, kejatuhan benda terbang, huru hara
serta kecelakaan-kecelakaan rubuhnya bangunan akibat teknis.
Besarnya nilai yang harus ditanggung adalah sebesar nilai borongan, tetapi termasuk peralatan-
peralatan, milik Pemborong atau Sub Pemborong.
Pengasuransian itu harus oleh Perusahaan Asuransi yang disetujui oleh Pemilik.
Polis asuransi diserahkan kepada Pemilik dan berlaku selama berlakunya Surat Perjanjian
Pemborong termasuk addendum perpanjangan waktu apabila ada.
Selain CAR, Pemborong wajib mengurus asuransi untuk Pihak Ketiga (Third Party Liability/TPL)
dengan jumlah tanggungan atas manusia dan barang milik pihak ketiga.
b. Atas penggantian dari klaim yang tergantung asuransi, Pemborong harus segera memperbaiki
pekerjaan yang rusak, mengganti atau memperbaiki semua pekerjaan yang rusak atau hilang,
membersihkan segala puing yang ada dan menyelesaikan pekerjaan sampai selesai menurut surat
Perjanjian Pemborong. Dalam hal demikian pemborong hanya berhak menerima penggantian biaya
sejumlah yang diganti oleh asuransi dan pembayarannya dilakukan oleh pemilik sesuai dengan
kemajuan pekerjaan. Pemborong diwajibkan untuk mengasuransikan seluruh personil lapangan
termasuk personil-personil Sub Kontraktor terhadap bahaya kecelakaan yang mungkin terjadi
selama waktu pelaksanaan. Asuransi untuk personil pemborong harus dapat digabung dalam paket
polis asuransi. Asuransi tersebut sepenuhnya menjadi beban Kontraktor.
c. Pemborong diwajibkan pula untuk mengasuransikan personil dari pihak Pemilik, Direksi Lapangan
dan Konsultan Perencana dengan jumlah 6 orang masing-masing Rp. 50.000.000,- terhadap
kecelakaan (Personel Accident) selama masa pelaksanaan dengan jumlah Santunan masing-
masing sebesar Rp. 50.000.000,- termasuk didalamnya untuk perawatan rumah sakit.

16
Biaya asuransi CAR/TPL/Personil akan dibayarkan oleh Pemberi Tugas sebesar kwitansi resmi
yang dikeluarkan perusahaan asuransi yang ditunjuk.
d. Pemborong diwajibkan menyerahkan aslinya dari polis asuransi dan kwitansi-kwitansi pembayaran
premi asuransi-asuransi tersebut diatas kepada Pemberi Tugas dan sewaktu-waktu diminta oleh
Pemberi Tugas.
e. Terlepas dari bentuk polis asuransi maupun nilai tanggungan yang ditutup, Pemborong bertanggung
jawab penuh untuk mengganti semua kerugian yang diderita sebagai akibat dari terjadinya hal-hal
tersebut diatas.
f. Asuransi yang ditutup harus berlaku untuk jangka waktu selama kontrak ditambah masa pemelihaan
sebagaimana ditentukan.
g. Segala polis asuransi tersebut diatas, diserahkan setelah kontrak perjanjian ditandatangani.

17. PENILAIAN PEKERJAAN YANG TELAH DISELESAIKAN (PRESTASI PEKERJAAN).


a. Kontraktor harus minta kepada Pengawas untuk menilai pekerjaan yang telah diselesaikan (prestasi
pekerjaan), jika penilaian ini merupakan keharusan atau syarat untuk melanjutkan pekerjaan.
b. Pada prinsipnya yang dianggap sebagai prestasi pekerjaan adalah pekerjaan-pekerjaan yang "telah
dilaksanakan"/terpasang dilapangan dan disetujui oleh Pengawas. Bahan/peralatan bangunan yang
belum terpasang tidak dapat diperhitungkan sebagai prestasi pekerjaan.

18. HUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN-PEKERJAAN LAIN


Pada prinsipnya Kontraktor harus mengijinkan pihak-pihak lain yang ditugaskan oleh Konsultan
Pengawas untuk bekerja pada tempat dan waktu yang sama.

19. KELAMBATAN DAN PERPANJANGAN WAKTU


a. Kelalaian Kontraktor atau Sub Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan, memperbaiki kerusakan-
kerusakan akibat kesalahannya, tidak akan diluluskan sebagai tuntutan perpanjangan waktu.
b. Untuk keterlambatan akibat tindakan Pemberi Tugas, Konsultan Pengawas dan Force Majeure
dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan perpanjangan waktu.
c. Permohonan perpanjangan waktu tersebut harus diajukan oleh Kontraktor selambat-lambatnya 7
(tujuh) hari setelah terjadinya peristiwa-peristiwa tersebut, jika tidak maka perpanjangan waktu tidak
dapat dipertimbangkan.
d. Pada peristiwa dihentikannya suatu bagian / keseluruhan pekerjaan oleh Pemberi Tugas/Konsultan
akibat dari "kelalaian" Kontraktor, tidak diadakan perpanjangan waktu.

20. PENYERAHAN PEKERJAAN.


a. Penyerahan Pertama seluruh pekerjaan dengan keadaan 100% selesai harus dilaksanakan
selambat-lambatnya pada tanggal yang telah ditetapkan dalam Surat Perjanjian Pemborongan.
b. Rencana dan tanggal Penyerahan Pertama harus diajukan kepada Pemberi Tugas selambat-
lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum tanggal yang dimaksud, disaat Pemberi Tugas dan
Konsultan Pengawas akan segera mengadakan pemeriksaan seksama atas hasil keseluruhannya.
Hasil pemeriksaan ini akan disampaikan kepada Pemborong.
Sebelum Penyerahan Pertama pemeriksaan dapat dilakukan lebih dari satu kali, sampai hasil yang
memuaskan dan Pemberi Tugas menetapkan tanggal penyerahan yang sebenarnya.
c. Pada saat pemeriksaan maupun penyerahan dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan dan Berita Acara
Penyerahan.

17
d. Sebelum "Penyerahan Kedua", yakni sesudah masa pemeliharaan dengan hasil baik dan dapat
diterima oleh Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas, kontraktor harus sudah menyerahkan
berkas-berkas untuk proses permohonan "Izin Penggunaan Bangunan" (IPB).

21. BEBERAPA KETENTUAN DALAM MASA PELAKSANAAN


a 1. Apabila didalam masa pelaksanaan ternyata terdapat kesulitan mendapatkan sesuatu
material/bahan di pasaran, maka Pemberi Tugas akan menetapkan material/bahan pengganti
yang dianggap mutu/kualitas dan harganya setaraf atau lebih baik dari pada persyaratan yang
ditetapkan dalam RKS / Gambar / BA Aanwijzing / BA Klarifikasi.
Pemborong wajib mengikuti instruksi Pemberi Tugas dalam hal demikian tidak ada claim
tambahan biaya.
2. Demikian pula pemborong mengusulkan cara pelaksanaan yang menggunakan peralatan /
teknologi khusus dan usul tersebut disetujui Pemberi Tugas, maka untuk hal tersebut tidak ada
claim tambahan biaya.
b 1. Pada prinsipnya Pemborong tidak diijinkan merubah disain Konstruksi dan Arsitektur. Apabila
oleh Pemberi Tugas hal tersebut dianggap perlu maka perubahan disain hanya dilakukan oleh
Perencana atas persetujuan Pemberi Tugas.
2. Apabila karena kondisi di lapangan proyek, perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian
pelaksanaan teknis yang cepat dan tidak menimbulkan claim pekerjaan tambah, maka
pemborong wajib melaporkan hal tersebut kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan
persetujuan.
3. Apabila pemborong mengajukan suatu usul perubahan disain bagian konstruksi dan ternyata
usul tersebut dianggap lebih baik dan disetujui oleh Perencana, maka perubahan tersebut baru
dianggap sah bila dikeluarkannya instruksi tertulis dari Pemberi Tugas dengan dilengkapi
gambar dan persyaratan teknis.
Terhadap perubahan disain yang diusulkan Pemborong tersebut Pemberi Tugas tidak akan
membayar biaya tambahan, sebaliknya bila terjadi pengurangan biaya, maka diperhitungkan
terhadap harga kontrak.
Selanjutnya semua keterlambatan waktu dalam proses usul tersebut sampai instruksi
perubahan dikeluarkan dan dilaksanakan tidak akan merubah jangka waktu pelaksanaan yang
ditetapkan dalam Surat Perjanjian Pemborongan.
c. Apabila selama pelaksanaan, ternyata pemborong tidak menggunakan peralatan yang memadai,
maka Pemborong wajib menambahImenggantiImelengkapi peralatan tersebut untuk mengejar target
prestasi ataupun untuk meningkatkan hasil mutu pekerjaan.
Dalam hal pemborong tidak memenuhi instruksi, maka dapat dikenakan sangsi seperti tersebut
dalam syarat kontrak.
d 1. Berdasarkan "Master Time Schedule" serta "Network Planning" yang telah ada, Pemborong
Spesialis wajib membuat semacam "Time Schedule" dan Network Planning" yang terpadu
khususuntuk pekerjaannya, selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah kontrak ditanda
tangani, dengan petunjuk dan persetujuan Pemberi Tugas.
2. Seluruh Pemborong yang terlibat dalam proyek ini wajib memenuhi jadwal yang telah
ditetapkan tersebut. Selain itu setiap pemborongjuga membuat Time Sschedule individual dan
rencana kerjanya secara terinci yang sesuai dengan Master Time Sschedule.
3. Tugas penyusunan dan monitoring Master Time Schedule adalah merupakan salah satu tugas
koordinasi Pemborong Utama.
e. Apabila ada instruksi Pemberi Tugas untuk melaksanakan pekerjaan tambah/kurang selama masa
pelaksanaan dalam batas-batas yang telah-ditetapkan dalam Aanwijzing, maka hal tersebut tidak
akan mempengaruhi jangka waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan, kecuali pekerjaan tambah /
kurang tersebut ternyata mempengaruhi secara nyata "Critical Path" dalam Network Planning".

18
22. KEWAJIBAN PEMBORONG SELAMA MASA PEMELIHARAAN.
a. Terhitung mulai hari pertama setelah hari penyerahan pertama selama jangka waktu yang
disebutkan dalam butir 5 Bab ini, Kontraktor wajib memperbaiki segala kerusakan-kerusakan atas
perintah tertulis dari Pengawas, juga yang dikarenakan penggunaan bahan-bahan yang kurang
mutunya. Akibat kelambatan perbaikan, pemberi tugas tidak dapat melakukan Serah Terima Kedua
Pekerjaan.
b. Pemberi Tugas dapat menunjuk Pihak Ketiga untuk menyelesaikan perbaikan/penyempumaan
apabila kontraktor tidak melaksanakan perbaikan dengan beban biaya Kontraktor. Biaya tersebut
akan dipotong pada saat pembayaran angsuran terakhir .
c. Jika diperlukan pengawasan oleh Pengawas diluar jam kerja, atau perpanjangan waktu yang
diakibatkan oleh kelalaian kontraktor maka segala biaya untuk itu menjadi beban Kontraktor sesuai
ketentuan yang berlaku dan kesepakatan kedua belah pihak, Permohonan tersebut disampaikan
dengan surat kepada Pengawas.

23. KELALAIAN KONTRAKTOR


Apabila karena kesalahannya sendiri Kontraktor lalai memulai pekerjaan pada waktu yang telah
ditetapkan, atau tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kemajuan pekerjaan yang telah
ditetapkan, atau tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang tersebut dalam butir 5
Bab ini, Pemberi Tugas dapat membatalkan Perjanjian Pemborongan dan menyerahkan pekerjaan
kepada pihak lain, dan Kontraktor tetap dikenakan denda seperti tercantum pada pasal berikut.

24. DENDA.
a. Denda kelambatan ditetapkan 1 (satu perseribu) tiap hari kelambatan dengan maksimum 5%
(lima prosen) dari jumlah harga borongan.
b. Untuk tiap kali melalaikan "teguran" Pengawas, Kontraktor dikenakan denda sebesar 1 (satu
perseribu) dari jumlah harga borongan tiap hari terhitung satuh ari setelah Kontraktor menerima
teguran yang ketiga, dengan ketentuan bahwa dia tetap diwajibkan melaksanakan isi teguran
tersebut.
c. Untuk setiap kelambatan pelaksanaan bagian pekerjaan yang telah dijadwalkan / ditetapkan dalam
rapat koordinasi/instruksi tertulis dari Pemberi Tugas maka Kontraktor dikenakan denda
Rp.250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk setiap hari kelambatan.
d. Pelaksanaan pembayaran denda dilakukan bersamaan dengan pembayaran angsuran pada waktu
Serah Terima Pertama.

25. LAPORAN-LAPORAN.
a. Kontraktor harus membuat laporan harian kepada Konsultan Pengawas yang memberikan
gambaran dan catatan singkat dan jelas mengenai :
1) Taraf berlangsungnya pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan oleh Sub Kontraktor.
2) Catatan dan perintah Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas yang telah disampaikan secara
tertulis maupun Iisan.
3) Hal ikhwal mengenai bahan-bahan yang masuk (yang dipakai maupun yang ditolak).
4) Keadaan cuaca.
5) Hal ikhwal mengenai pekerjaan tambah dan kurang.
6) Hal ikhwal mengenai hal ini mengakibatkan pekerjaan dihentikan untuk diadakan opname.
7) Hal ikhwal tenaga kerja.
8) Prestasi pekerjaan yang telah dikerjakan untuk diperiksa oleh Konsultan Pengawas.

19
b. Berdasarkan laporan harian tersebut, oleh Kontraktor disusun Laporan Mingguan yang minimal
berisi :
1) Jumlah hari yang sudah dipakai ; berupa perbandingannya dengan skema pengarahan menurut
program. Jumlah pemasukan dan pemakaian bahan dibandingkan dengan skema pengadaan
bahan.
2) Prestasi fisik yang dicapai, dibandingkan dengan program, dibandingkan dengan minggu
sebelumnya, dan bagaimana dengan minggu yang akan datang.
3) Hambatan-hambatan yang timbul mengenai tenaga, bahan dan peralatan serta rencana
penanggulangannya.
4) Catatan-catatan mengenai ada tidaknya pekerjaan kurang atau tambah.
5) Instruksi, teguran dan sebagainya yang telah diterima Kontraktor dari Pemberi Tugas dan
Konsultan Pengawas serta bagaimana tindak lanjutnya.
6) Informasi, Instruksi, Keputusan dan sebagainya yang diperlukan Kontraktor untuk minggu yang
akan datang dari Pemberi Tugas atau Konsultan Pengawas.
7) Lain-lain.
Selama pekerjaan berlangsung, Kontraktor diwajibkan melakukan pemotretan menggambarkan
tahap kemajuan pekerjaan dari permulaan hingga akhir pekerjaan. Waktu serta tempat dari
mana obyek pemotretan diambil akan ditunjukkan oleh Konsultan Pengawas, Kontraktor
diwajibkan membuat 2 (dua) set cetakan potret berwarna ukuran kartupos dari setiap obyek
pemotretan, disusun dalam album dan disampaikan kepada Konsultan Pengawas untuk
diteruskan kepada Pemberi Tugas pada saat penyerahan pertama. Laporan Mingguan sudah
harus dikirim kepada Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas pada setiap hari Senin. Salah
satu copynya harus selalu berada di tempat pekerjaan.

26. RAPAT-RAPAT
a. Rapat teknis diadakan berkala setiap minggu dan dapat dilaksanakan sewaktu-waktu bila dianggap
perlu.
b. Kontraktor setiap minggu agar mengadakan rapat dengan Kontraktor-kontraktor bawahannya satu
hari sebelum "rapat lapangan" guna membahas persoalan teknis untuk dikemukakan hasilnya pada
rapat lapangan.
c. Minimal setiap minggu, ditempat pekerjaan diadakan "rapat lapangan" (site meeting) yang dipimpin
oleh Konsultan Pengawas. Pokok-pokok pembicaraan dalam rapat ini antara lain :
1) Laporan Kemajuan Pekerjaan (progress report) dan hal-hal yang tercantum dalam laporan
mingguan.
2) Soal-soal administratif.
3) Soal-soal teknis (penjelasan gambar-gambar dan instruksi-instruksi Perencana dan Pemberi
Tugas).
4) Koordinasi Pekerjaan.
d. Dari setiap rapat lapangan, Konsultan Pengawas akan menyusun risalah rapat (notulen). Setiap
risalah rapat lapangan akan berisi :
1) Daftar hadir (nama yang hadir dalam rapat).
2) Pengesahan risalah rapat lapangan yang lalu.
3) Hal-hal yangmuncul akibat dari rapat yang lalu.
4) Posisi prestasi fisik dihubungkan dengan program (progress schedule dan net work planning).
5) Dokumentasi sesuai posisi progress prestasi fisik
6) Tenaga kerja, peralatan dan bahan-bahan yang dihubungkan dengan bagan pengadaan bahan.
7) Hambatan-hambatan yang dialami oleh Kontraktor dan bagaimana rencana Kontraktor
menanggulangi serta tindak lanjut dari instruksi-instruksi minggu lalu.
8) Masalah leveransir dan pihak ketiga lainnya.
9) Pekerjaan tambah dan kurang.

20
10) Informasi yang diperlukan baikoleh Kontraktor maupun Pemberi Tugas dan Konsultan
Perencana.
11) Instruksi-instruksi baru dari Konsultan Perencana dan Pemberi Tugas.
12) Hal-hal lain serta petunjuk-petunjuk Konsultan Pengawas kepada Kontraktor yang wajib dituruti
untuk minggu yang akan datang.
e. Notulen ini setiap minggu dikirim langsung kepada Pemberi Tugas yang akan merupakan salah satu
bahan pembahasan dalam rapat koordinasi yang akan diselenggarakan oleh Konsultan Pengawas
setiap bulan yang dihadiri Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas, Pemberi Tugas dan
Kontraktor.

27. BAGAN KEMAJUAN PEKERJAAN DAN LAIN-LAIN.


a. Satu minggu setelah dinyatakan sebagai pemenang lelang Kontraktor harus telah siap dengan
Bagan Skema Kemajuan Pekerjaan (progress schedule) sesuai dengan batas-batas waktu
maksimal yang telah ditetapkan. Bagan tersebut disusun baik secara Barchart atau dengan Network
Planning dan Kurva S.
b. Dalam bagan kemajuan pekerjaan ini ditentukan besarnya (volume) dan harga masing-masing
pekerjaan serta tenaga orang-hari (mandays) yang diperlukan.
c. Dalam progress schedule harus tergambar garis kurva (curve) yang memberi petunjuk nilai dan
harga pekerjaan sesuai dengan volume dan harga penawaran dan jadwal yang dibuat oleh
Kontraktor.
d. Kontraktor harus menyusun bahan "pengerahan tenaga", bagan "penyediaan bahan" dan "cash
flow" yang diperlukan.
e. Bagan-bagan tersebut harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dan disahkan Pemberi Tugas,
Konsultan Pengawas.
f. Kelalaian dalam memasukkan bagan-bagan tersebut dapat mengakibatkan ditundanya permulaan
pekerjaan. Akibat penundaan ini menjadi tanggungjawab Kontraktor.
g. Kontraktor wajib melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai dengan patokan waktu yang telah
disetujui bersama dalam menyusun bagan kemajuan pekerjaan. Demikian juga dengan pengerahan
buruh dan bahan harus sesuai dengan personalia dan bahan yang ada.
h. Jika terjadi penyimpangan-penyimpangan maka Kontraktor wajib merevisi Schedule/Network
Diagram, yang lama, dan atau membuat schedule/network diagram khusus untuk bagian-bagian
pekerjaan tertentu yang diminta oleh Pemberi Tugas atau Konsultan Pengawas.

28. PERIJINAN
a. Semua pengurusan perijinan-perijinan dan persyaratan yang mungkin diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan harus dilakukan oleh Pemborong. Biaya resmi menjadi beban Pemberi
Tugas dan akan dibayarkan secara Reimburse.
b. Semua pemeriksaan, pengujian dan lain-lain beserta keterangan resminya yang mungkin diperlukan
untuk pelaksanaan pekerjaan ini harus dilakukan oleh Pemborong atas tanggungan dan biaya
Pemborong.
c. Pemborong harus bertanggung jawab atas penggunaan alat-alat yang dipatenkan atas
kemungkinan timbulnya ganti rugi dan biaya-biaya yang diperlukan untuk ini.
d. Pemborong harus menyerahkan surat-surat perijinan atau keterangan resmi dari pihak berwajib
yang diperolehnya mengenai proyek ini kepada pengawas/Pemberi Tugas.

21
29. PEMERIKSAAN DAN PENGETESAN.
a. Adalah ketentuan dari kontrak ini bahwa Kontraktor harus melaksanakan seluruh pekerjaan,
mengikuti dan sesuai dengan spesifikasi; gambar-gambar dan instruksi tertulis dari Pemberi Tugas
atau Konsultan Pengawas serta ketentuan lainnya didalam proyek.
b. Semua bahan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan dalam Rencana Kerja dan Syarat-
syarat Proyek sebagaimana tersebut dalam butir 1 Bab I dan dengan persetujuan Pengawas.
Untukjenis bahan tertentu harus disertai pengetesan dan atau pernyataan (sertifikat / klasifikasi) dari
instansi berwenang atau yang ditunjuk oleh Konsultan Pengawas untuk keperluan tersebut.
c. Pengawas berwenang menginstruksikan kepada Kontraktor untuk mengeluarkan setiap bahan yang
tidak memenuhi syarat keluar dari lapangan. Pengawas berwenang memeriksa pekerjaan yang
dilaksanakan oleh Kontraktor setiap waktu.
d. Kekeliruan-kekeliruan yang luput dari pengawasan Pengawas atas pekerjaan yang dilaksanakan
oleh Kontrkator, tidak membebaskan Pemborong dari tanggung jawabnya untuk membetulkan
pekerjaan sesuai dengan dokumen Kontrak.
e. Kontraktor bertanggungjawab dan harus memperbaiki dan apabila perlu membongkar pekerjaan-
pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi tidak sesuai dengan ketentuan Kontrak.
f. Biaya yang diperlukan untuk pengetesan bahan, pengeluaran bahan yang tidak memenuhi
persyaratan keluar dari lokasi pekerjaan, perbaikan atau pembongkaran pekerjaan yang tidak
memenuhi persyaratan merupakan tanggung jawab Kontraktor .
30. PERMETERAIAN DAN PAJAK.
a. Bea meterai berkenaan dengan Perjanjian Pekerjaan (Kontrak) Pelaksanaan menjadi beban
kontraktor.
b. Pajak yang harus dibayarkan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan ini akan diselesaikan dengan
ketentuan yang berlaku oleh Pihak-pihak yang bersangkutan.
31. PERSELISIHAN
a. Jika terjadi perselisihan antara kedua belah pihak, maka pada dasarnya akan diselesaikan secara
musyawarah.
b. Jika perselisihan itu tidak dapat diselesaikan secara musyawarah, maka kedua belah pihak sepakat
perselisihan tersebut akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
32. KETENTUAN LAIN
a) Jika tidak ditentukan lain, jam-jam kerja ditentukan sebagai berikut : Pukul 08.00 s/d 16.00 untuk
setiap hari kerja kecuali hari minggu dan hari libur resmi.
b) Sebelumnya sudah ada penjelasan ini Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi
luput dari pengawasan Pengawas adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pekerjaan tersebut
jika perlu harus segera dibongkar sebagian atau seluruhnya untuk kepentingan pemeriksaan. Dan
selama berlangsungnya pekerjaan semua tetap dirawat dengan baik dan diperbaiki

22
33. LAMPIRAN
a. Lampiran 1 : Contoh Format Surat Penawaran
b. Lampiran 2 : Contoh Format Daftar Peralatan
c. Lampiran 3 : Contoh Format Daftar Pengalaman Perusahaan
d. Lampiran 4 : Contoh Format Surat Pernyataan Tunduk
e. Lampiran 5 : Contoh Format Surat Pernyataan Kebenaran data
f. Lampiran 6 : Contoh Format Pelaksana Proyek

Jakarta, Oktober 2017


PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Procurement and General Services Division

R. A. Zein Wargadibrata Adyl Guno Santoso


Division Head Department Head

23
LAMPIRAN 1
CONTOH FORMAT SURAT PENAWARAN

KOP PERUSAHAAN

Nomor :

KEPADA YTH.
PANITIA PENGADAAN PELELANGAN JASA KONTRAKTOR PELAKSANAAN PEKERJAAN RENOVASI GEDUNG
BTN KCS BANJARMASIN
JL. GAJAH MADA NO. 1 JAKARTA PUSAT

Dengan hormat,
Setelah membaca dan meneliti seluruh Dokumen Penawaran yang kami terima yaitu meliputi, Undangan Lelang,
Dokumen Rencana Kerja dan Syarat, Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan yang diterbitkan, maka dengan ini kami
yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan sanggup untuk melaksanakannya sampai selesai secara sempurna
sesuai dengan persyaratan dalam Dokumen lelang dengan biaya sebesar Rp.
(.. rupiah).
Kami juga berjanji bahwa apabila penawaran kami diterima, maka kami akan melaksanakan pekerjaan tersebut sampai
selesai sesuai seluruhnya dengan sempurna tanpa kecuali dalam waktu ( . ) hari kalender.

Apabila penawaran kami diterima, maka dalam waktu selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja sejak kami terima
pemberitahuan tertulis kami akan mengganti Jaminan Penawaran dengan Jaminan Pelaksanaan dan bersedia
melakukan penanda tanganan Surat Perjanjian Pemborong yang rancangannya tertera dalam Dokumen Penawaran.

Dan apabila sampai dengan batas waktu sepuluh hari tersebut di atas kami belum juga melakukan kewajiban-kewajiban
tersebut di atas yang bukan disebabkan oleh kesalahan Pemberi Tugas, maka kami setuju bilamana Pemberi Tugas
menyita dan mencairkan Jaminan Penawaran yang telah kami serahkan untuk PT. Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk dan untuk itu kami tidak akan melakukan tuntutan berupa apapun. Kami setuju bahwa masa berlakunya Surat
Penawaran ini adalah 2 (dua) bulan sejak batas waktu penyerahan Surat Jaminan Penawaran dan selama waktu itu
Surat Penawaran akan tetap mengikat kami dan merupakan perjanjian yang mengikat, sampai saat penandatanganan
Surat Perjanjian Pemborong.

Kami mengakui sepenuhnya bahwa Pemberi Tugas tidak terikat untuk menerima penawaran terendah dan berhak untuk
tidak menerima semua penawaran dalam lelang ini apabila dipandang perlu demikian.
Kami menyatakan bahwa lampiran Surat Penawaran ini terdiri dari :
Kelengkapan Dokumen Dalam Sampul :
Rangkap 2 (dua) yaitu : 1 (satu) Asli dan 1 (satu) copy.

SAMPUL I (PERTAMA) : DATA ADMINISTRASI DAN TEKNIS


DATA ADMINISTRASI
a. Copy jaminan penawaran (Bid Bond) sebesar 2% dari nilai penawaran dalam mata uang rupiah yang dikeluarkan
oleh bank Umum atau perusahaan asuransi yang memiliki surety bond (asli diserahkan ke panitia pada saat
pembukaan penawaran)
b. Surat Pernyataan Tunduk pada peraturan yang berlaku di Bank Tabungan Negara dan hasil keputusan Panitia
ditandatangani diatas materai Rp.6.000,- dan dibubuhi cap (Contoh Format : Lampiran 3)
c. Surat Pernyataan Kebenaran Data, ditandatangani diatas materai Rp.6.000,- dan dibubuhi cap (Contoh Format :
Lampiran 4)

TEKNIS
a) Pengalaman Perusahaan :
Memiliki pengalaman renovasi/pembangunan gedung kantor (swasta/pemerintah/BUMN) dengan ketentuan sbb :
Lebih diutamakan Kantor Bank selama 5 tahun terakhir (tahun 2012-2017) dengan masing-masing nilai
kontrak minimal Rp 1.000.000.000,- (Terbilang : Sau Milyar Rupiah) dibuktikan dengan Surat Perjanjian
Pemborongan, atau Kontrak, atau Surat Perintah Kerja.
Pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima.
Pengalaman renovasi/pembangunan tidak diperkenankan untuk bangunan Sekolah, Rumah Peribadatan,
dan Rumah Tinggal/Susun.

24
Disertai dengan fotocopy Surat Perintah Kerja (SPK) atau Surat Perjanjian Pemborongan.
Contoh Format : Lampiran 2

b) Daftar nama tenaga ahli, minimal 4 (empat) orang yang terdiri dari 4 (empat) orang tenaga ahli minimal sarjana
(S1) bidang Teknik, masing masing :
- 1 (satu) orang tenaga ahli bidang Teknik Sipil
- 1 (satu) orang tenaga ahli bidang Arsitektur
- 1 (satu) orang tenaga ahli bidang Mekanikal
- 1 (satu) orang tenaga ahli bidang Elektrikal, dan
- 1 (satu) orang tenaga khusus untuk pekerjaan interior (S1 Aristektur/ S1 Interior/ SKA Interior/ S1 Seni
Rupa).
Masing-masing tenaga ahli tersebut dilengkapi dengan : Curicullum Vitae, ijazah pendidikan minimal S1, dan
Sertifikasi Keahlian Asosiasi (SKA) Profesi resmi dibawah LPJK.
- Sertifikasi keahlian harus sesuai dengan latar belakang pendidikan S1-nya.
- Tenaga Khusus hanya menyampaikan Ijazah S1/SKA Interior dan Curicullum Vitae
c) Rencana Jadwal Pelaksanaan dan Metode Pelaksanaan mencakup teknis pekerjaan yang meliputi pekerjaan
persiapan, struktur, arsitektur, elektrikal dan mekanikal dan pekerjaan lainnya.
d) Rekening koran 3 (tiga) bulan terakhir (bisa berasal lebih dari 1 Bank Umum) bulan Juni, Juli, dan Agustus.
e) Surat Keterangan Dukungan Bank dan/atau Surat Keterangan Referensi Bank

SAMPUL II (KEDUA) : DATA HARGA PENAWARAN, berisi :

1. Surat Penawaran (sesuai format)


2. Rekapitulasi dan Rincian Penawaran Harga (Sudah termasuk pajak dan jasa)
3. Analisa Harga Satuan Pekerjaan (minimal untuk Item yang ditetapkan dalam Bill of Quantity)
4. Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja.

Sampul I (Pertama) dan SampuI II (Kedua) dimasukkan kedalam Sampul Luar.

Kelengkapan Dokumen yang disampaikan di luar sampul


1. 1 (satu) buah disket/CD Penawaran Harga
2. 1 (satu) berkas Jaminan Penawaran Asli

Adalah benar seluruhnya.


Dibuat di pada hari. tanggal :..

Penawar,
Materai Rp. 6.000,-
dan cap perusahaan

Nama
Direktur Utama

25
LAMPIRAN 2

KOP PERUSAHAAN

CONTOH FORMAT
DAFTAR PENGALAMAN

No. Nama Luas Jumlah Pemberi Nilai No. Jangka Tahun


Proyek Gedung Lantai Tugas Kontrak SPK/PKS Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan

Tanggal....................................
PT. ..........................................

cap perusahaan

Nama
Direktur Utama

26
LAMPIRAN 3

KOP PERUSAHAAN

SURAT PERNYATAAN TUNDUK


Nomor ______________________

Yang bertanda tangan : .........................................................................

Nama : ..................................................................

Jabatan : ........................................................................

Nama Perusahaan : ........................................................................

Alamat : .........................................................................

: .........................................................................

: .........................................................................

No. Telepon : .........................................................................

No. Facsimile : .........................................................................

Dengan ini menyatakan bahwa kami tunduk kepada peraturan yang berlaku di PT. Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk, dan ketentuan - ketentuan lainnya yang dibuat dalam Dokumen pelelangan serta keputusan
panitia pelelangan dalam penyelenggaraan lelang ini.

Kami mengakui sepenuhnya bahwa PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang diwakili oleh Panitia
Pelelangan tidak terikat menerima penawaran terendah dan tidak menerima semua penawaran dalam
pelelangan ini apabila dipandang perlu demikian.

Demikian Surat Pernyataan Tunduk ini dibuat dengan sesungguhnya untuk melengkapi data administrasi
pelelangan.

Penawar,

Materai Rp. 6.000,-


dan cap perusahaan

Nama
Direktur Utama

27
LAMPIRAN 4

KOP PERUSAHAAN

SURAT PERNYATAAN KEBENARAN DATA


Nomor ______________________

Yang bertanda tangan : .........................................................................

Nama : ..................................................................

Jabatan : ........................................................................

Nama Perusahaan : ........................................................................

Alamat : .........................................................................

: .........................................................................

: .........................................................................

No. Telepon : .........................................................................

No. Facsimile : .........................................................................

Dengan ini menyatakan bahwa seluruh kelengkapan data yang disampaikan untuk Dokumen Pelelangan
Pengadaan Jasa Kontraktor Pelaksana Pekerjaan Renovasi Layanan Digital Banking Hall KC Jakarta
Harmoni (Smart Branch Cabang Jakarta) adalah benar dan sesuai aslinya. Apabila panitia pelelangan
mendapat bahwa diantara kelengkapan data yang disampaikan ternyata tidak benar/ tidak sesuai asli maka
kami bersedia menerima keputusan Panitia Pelelangan untuk tidak dievaluasi/menggugurkan penawaran
kami.

Demikian Surat Pernyataan Kebenaran Data ini dibuat dengan sesungguhnya untuk melengkapi data
administrasi pelelangan

Penawar,

Materai Rp. 6.000,-


dan cap perusahaan

Nama
Direktur Utama

28
LAMPIRAN 5

KOP PERUSAHAAN

DAFTAR PELAKSANA PROYEK

Nama Sertifikasi Jabatan


Pendidikan Tahun Pengalaman
No Personil Keahlian dalam
Formal lulus Proyek
+ Nomor KTP Proyek
1. Tenaga ahli Universitas.........
bidang : Fakultas.......
Struktur :
1.
2.
dst
2. Tenaga ahli
bidang
Arsitektur:
1.
2.
dst
3. Tenaga ahli
bidang
Mekanikal :
1.
2.
dst
4. Tenaga ahli
bidang
Elektrikal :
1.
2.
dst
5. Tenaga Khusus
1.
2.
Dst

*) Catatan : Agar dibuat susunan organisasi proyek (Project manager, site manager dll)
Tanggal....................................
PT. ..........................................

cap perusahaan

Nama
Direktur Utama

29
LAMPIRAN 6

KOP PERUSAHAAN

DAFTAR PERALATAN

Status Kondisi
No Nama peralatan Type/Merk Kegunaan
Kepemilikan Peralatan
1.
2.
3.
dst

Tanggal....................................
PT. ..........................................

cap perusahaan

Nama
Direktur Utama

30