Anda di halaman 1dari 7

PENGANGGARAN

PERUSAHAAN
BAB XVI & XVII
Anggaran Kas & Laporan Anggaran

Dosen :
Ibu. Jaqualine E.M Tangkau, SE, MSA

Kelompok VII:
Cindy Lilian Devega Anis
Elsa Mamele
Ria Karina
BAB XVI
Anggaran Kas

A. Pengertian Anggaran Kas


Kas merupakan bagian dari aktiva lancar yang paling likuid sehingga mudah untuk berpindah
tangan.
Anggaran kas merupakan skedul yang disusun secara terperinci tentang aliran kas masuk dan kas
keluar pada suatu periode tertentu di waktu yang akan datang.

B. Penyusunan Anggaran Kas


Penyusunan anggaran kas dapat dilakukan melalui tahap berikut:
1. Menyusun Anggaran Penerimaan Kas
Pada tahap ini akan ditentukan dari mana sumber-sumber penerimaan kas dan besarnya
masing-masing sumber tersebut.
Contoh sumber-sumber penerimaan kas misalnya:
Penjualan tunai
Piutang
Penjualan aktiva tetap
Penerimaan utang
Penerimaan modal
Pendapatan bunga, dan pembayaran lain-lain diluar usaha.
2. Menyusun Anggaran Pengeluaran Kas
Pada tahap ini akan ditentukan besarnya pengeluaran kas pada setiap periode, seperti:
Pembelian bahan baku
Pembayaran biaya tenaga kerja langsung
Pembayaran biaya overhead pabrik
Pembayaran biaya administrasi
Pembayaran biaya penjualan
Pembelian aktiva tetap
Pembayaran utang dan bunga, dan pembayaran lain-lain

3. Menyusun Anggaran Kas Sementara


Pada tahap ini akan dibandingkan antara penerimaan kas dan pengeluaran kas. Apabila
penerimaan kas lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran kas lebih besar dibandingkan
dengan pengeluaran kas berarti kas memiliki saldo yang surplus, sebaliknya bila lebih besar
pengeluaran kas dibandingkan penerimaan kas maka memiliki saldo yang defisit.

4. Menyusun Anggaran Kas Final


Kemungkinan terjadinya saldo surplus atau defisit kas pada waktu yang akan datang akan
menentukan kebijakan yang akan diambil. Jumlah kas yang terlalu besar menjadikan
perusahaan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan bila sebagian kas
tersebut diinvestasikan, sedangkan kekurangan kas akan mengganggu kegiatan perusahaan.
Untuk menghindari kedua hal tersebut, maka bila saldo kas surplus melebihi saldo kas
minimal yang ditentukan, maka kebijakan perusahaan adalah sebagian dari kas tersebut
diinvestasikan dalam jangka pendek. Sedangkan bila terjadi defisit maka kas untuk
memenuhi kebutuhan kas tersebut perusahaan perlu menetapkan kebijakan dengan
mengambil utang jangka pendek.

C. Contoh soal dan Penyelesaian


Soal 2 :
BAB XVII
Laporan Anggaran
( Budget Report )

1. Pengertian Laporan Anggaran


Laporan anggaran adalah laporan yang sistematis dan terperinci tentang realisasi pelaksanaan
anggaran beserta analisis dan evaluasinya.

2. Kegunaan atau Manfaat Laporan Anggaran


Setiap laporan yang disusun akan berguna bagi manajemen untuk menyusun kebijakan tindak
lanjut pada waktu yang akan datang.

3. Format Laporan Anggaran


Perbandingan data anggaran dan realisasi
Dalam bagian ini data yang menyangkut anggaran dan realisasi dibandingkan untuk
mencari selisih dan perbedaan. Data yang menyangkut anggaran diambil dari rencana
secara keseluruhan sedangkan data realisasi biasanya akan disediakan oleh bagian
akuntansi.
Analisis selisis
Setiap perbedaan atau selisih yang terjadi akan diidentifikasi, dicari sebabnya yang
kemudian akan digunakan untuk menentukan tindak lanjut pada waktu yang akan
datang. Selisih/perbedaan yang terjadi akan menyangkut dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama adalah ada selisih yang menguntungkan seperti penjualan yang
lebih besar, harga jual yang lebih tinggi, biaya lebih rendah. Sedangkan kemungkinan
yang kedua adalah ada selisih yang merugikan seperti turunnya unit penjualan, turunnya
harga jual dan kenaikan harga.
Menentukan follow up
Perbedaan yang terjadi pada waktu yang lalu dianalisis untuk dilakukan evaluasi. Hasil
evaluasi tersebut akan dipakai untuk menentukan kebijakan follow up. Pada waktu
melakukan analisis, setiap perbedaan yang terjadi akan ditelusuri apa yang
menyebabkan perbedaan tersebut. setelah diketahui penyebab perbedaan antara
anggaran dan realisasi maka kebijakan Follow Up yang akan datang adalah
memperkecil atau menghilangkan perbedaan tersebut.

4. Laporan Anggaran Penjualan


Laporan anggaran penjualan dapat disusun bila anggaran penjualan terlah tersusun dan
realisasi penjualan telah tercatat oleh akuntansi. Untuk laporan anggaran penjualan,
perbedaan antara anggaran dan realisasi penjualan dapat diidentifikasikan menjadi :
a. Perbedaan kuantitas, yaitu perbedaan yang disebabkan perbedaan unit penjualan dalam
anggaran dengan unit realisasi penjualan. Nilai perbedaan tersebut akan dihitung sebagai
berikut:
SK = (KR-KA).HA
Keterangan:
SK: Selisih kuantitas
KR: Kuantitas realisasi
KA: Kuantitas anggaran
HA: Harga anggaran
b. Perbedaan harga, yaitu nilai perbedaan yang disebabkan karena perbedaan harga jual per
unit dalam anggaran dengan realisasi penjualan. Nilai perbedaan tersebut akan dihitung
sebagai berikut:
SH = (HR-HA).KR
Keterangan:
SH: Selisih harga
HR: Kuantitas realisasi
KA: Kuantitas anggaran
HA: Harga anggaran
c. Follow up
Kebijakan tindak lanjut (Follow Up) untuk waktu yang akan datang adalah kebijakan
untuk; meningkatkan unit penjualan dan menaikkan harga jual sesuai rencana.

5. Laporan Anggaran Biaya Produksi


Untuk menyusun laporan anggaran biaya produksi perlu data mengenai anggaran produksi
dan realisasi produksi pada satu periode. Laporan anggaran tersebut akan terdiri dari; laporan
anggaran biaya material, laporan anggaran biaya tenaga kerja langsung dan laporan anggaran
biaya overhead pabrik.
a. Lapoan anggaran biaya material
Laporan anggaran biaya material dapat disusun bila anggaran biaya material telah
tersusun dan realisasi biaya material telah tercatat oleh bagian akuntansi
Perbedaan antara besarnya anggaran biaya material dan realisasi biaya material dapat
diidentifikasikan menjadi:
1. Perbedaan kuantitas, yaitu nilai perbedaan yang disebabkan karena perbedaan
jumlah material yang seharusnya digunakan dengan jumlah material yang
dianggarkan, dinilai dengan harga menurut anggaran.
SK = ( URS-KA ) HA
Keterangan :
SK: Selisih kuantitas
URS: Unit realisasi standar
KA: Kuantitas anggaran
HA: Harga anggaran
Perbedaan kuantitas tersebut akan menjadikan biaya naik atau turun. Biaya akan
naik bila URS lebih besar dari KA, sebaliknya bila URS lebih kecil dari KA maka
biayanya turun.
2. Perbedaan efisiensi, yaitu selisih yang disebabkan karena perbedaan antara
kuantitas yang seharusnya dengan kuantitas realisasi yang dinilai dengan harga
anggaran. Bila kuantitas realisasi lebih besar dari kuantitas seharusnya maka akan
menaikkan biaya (tidak efisien), sebaliknya bila kuantitas lebih rendah dari
kuantitas seharusnya maka akan menurunkan biaya (terjadi efisiensi)
SE = (KR-URS). HA
Keterangan:
SE: Selisih efisiensi
KR: Kuantitas realisasi
URS: Unit realisasi standar/material yang seharusnya digunakan
HA: Harga anggaran
3. Perbedaan harga, yaitu selisih yang disebabkan karena perbedaan antara harga
material per satuan dalam anggaran dengan realisasi.
SH = (HR-HA) KR
Keterangan:
SH: Selisih harga
HR: Harga realisasi
HA: Harga anggaran
KR: Kuantitas realisasi

b. Laporan anggaran biaya tenaga kerja langsung


Laporan anggaran biaya TKL dapat disusun bila anggaran biaya TKL telah disusun dan
realisasi biaya TKL telah tercatat oleh bagian akuntansi. Perbedaan antara anggaran dan
realisasi biaya TKL dapat diidentifikasikan menjadi:
1. Selisih kuantitas, selisih yang disebabkan karena perbedaan jumlah jam kerja
langsung (JKL) yang seharusnya digunakan (URS) dengan jumlah JKL yang
diangggarkan, dinilai dengan tariff anggaran.
SK = (URS-KA) TA
Keterangan:
SK: Selisih kuantitas
URS: Unit realisasi standar/JKL yang seharusnya digunakan
KA: Kuantitas anggaran/JKL yang dianggarkan
TA: Tarif/JKL yang dianggarkan
2. Selisih efisiensi, yaitu selisih yang disebabkan karena perbedaan antara JKL yang
seharusnya dengan JKL realisasi. Bila realisasi lebih rendah terjadi efisiensi dan
sebaliknya.
SE = (KR-URS) TA
Keterangan:
SE: Selisih efisiensi
KR: JKL realisasi
URS: JKL yang seharusnya
TA: Tarif/JKL anggaran
3. Selisih tarif, yaitu selisih yang disebabkan karena perbedaan antara tarif realisasi
dengan anggaran.
ST = (TR-TA) KR
Keterangan:
ST: Selisih tariff
TR: Tarif/JKL realisasi
TA: Tarif/JKL anggaran
KR: Kuantitas realisasi/JKL realisasi

c. Laporan anggaran biaya overhead pabrik


Laporan anggaran BOP dapat disusun bila anggaran BOP dan realisasinya sudah
disediakan. Perbedaan antara anggaran dan realisasi BOP dapat diidentifikasikan
menjadi:
1. Selisih kuantitas, yaitu selisih yang disebabkan karena perbedaan unit produksi
yang dianggarkan dengan unit produksi yang direalisasikan, dinilai dengan tarif
BOP variabel dalam anggaran.
SK = (KR-KA) TA
Keterangan:
SK: Selisih kuantitas
KR: Kuantitas realisasi/unit produksi yang direalisasi
KA: Kuantitas anggaran/unit produksi
TA: Tarif anggaran/tarif BOP variabel yang dianggarkan
2. Selisih tarif, yaitu selisih yang disebabkan perbedaan tarif BOP variabel dalam
anggaran dengan tarif BOP variabel realisasi
ST = (TR-TA) KR
Keterangan :
ST: Selisih tarif
TR: Tarif realisasi/tarif BOP variabel yang direalisasi
TA: Tarif anggaran/tarif BOP variabel anggaran
KR: Kuantitas realisasi/unit produksi yang direalisasi

6. Contoh Soal