Anda di halaman 1dari 4

MATERIAL AUXILIARY

DEFINISI
Material auxiliary adalah adalah substansi yang digunakan dalam pembuatan dental prothesa,
namun tidak menjadi bagian dari alat tersebut.
Mencakup:

Acid-etching solutions
Impression materials
Casting investments
Gypsum cast and model materials
Dental waxes
Acrylic resins for impression and bleaching trays
Acrylic resins for mouth guards and occlusion aids
Finishing and polishing abrasive
KLASIFIKASI
A. Impression materials

Gambar: Klasifikasi dari bahan cetak


Impression materials/bahan cetak adalah bahan untuk membuat replica dari jaringan mulut dan
sekitarnya. Ada beberapa Janis bahan cetak, sebagai berikut:

1. ELASTIK
Hidrokoloid
a. Hidrokoloid Reversible (Agar)
Tersedia dalam bentuk gel (tube) atau syringe fleksibel (pasta). Agar adalah
polisakarida kompleks yang diekstraksi dari rumput laut. Agar sering
digunakan untuk mendapatkan hasil cetakan model pada gigi tiruan cekat
karena tingkat kekuatan yang tinggi.

b. Hidrokoloid Irreversible (Alginat)


Tersedia dalam bentuk bubuk yang di campur dengan air. Alginate berasal
dari rumput laut coklat yang diestraksi.

ELASTOMER
a. Polysulfid
Tersedia dalam dua pasta, yaitu base dan katalis. Namun, polysulfide
mengandung prepolimer polysulfide sedangkan polyeter mengandung
prepolimer polyeter.

b. Silikon Kondensasi
Tersedia dalam dua pasta, hanya berbeda dalam proses pembetukannya, yaitu
dengan reaksi kondensasi. Karena pada reaksi setting, menghasilkan satu
molekul alcohol sebagai produk sampingan. Terjadi ikatan silang sehingga
meningkatkan viskositas dan peningkatan yang cepat dari sifat elastisitas
material.

c. Silikon Adhisi
Serupa dengan silicon kondensasi, hanya berbeda dalam proses
pembentukannya yaitu dengan proses adhisi. Pasta base mengandung suatu
prepolimer dengan beberapa gugus metil digantikan dengan dua gugus vinil.
Pasta katalis mngandung senyawa platinum (misalnya chloroplatinic acid).

d. Polyeter
Serupa dengan polysulfide, pasta base megandung prepolimer dengan inert
filler yang tersedia dalam tube besar, pasta katalis mengandung inisiator
reaksi bersama dengan minyak pembentuk pasta dan filler, yang tersedia
dalam tube yang lebih kecil.

2. NON ELASTIK
Impression Plester
Lebih dikenal dengan gips cetak yang merupakan bahan cetak berbahan dasar
gypsum. Sekarang bahan ini jarang digunakan karena bersifat rigid dan mudah
patah.

Impression Compound
Adalah suatu material termoplastik dan punya sifat-sifat yang dalam banyak hal
mirip dengan sifat dental waxes. Ada 2 tipe: Tipe I (lower fusing) untuk material
cetak; dan tipe II (higher fusing) untuk membuat sendok cetak.
Impression Waxes
Biasa disebut malam cetak. Malam cetak jarang digunakan untuk mencetak
cetakan utuh tapi pada umumnya digunakan untuk memperbaiki
ketidaksempurnaan kecil pada cetakan terutama untuk tipe zinc oxide eugenol.

Zinc Oxide Eugenol


Material ini umunya dipanaskan dalam bentuk dua pasta yang dicampur bersama-
sama pada tempat kertas aduk atau pelat kaca.

B. Gipsum
Gipsum adalah tambang mineral yang bervariasi, dihasilkan dari desulfurisasi gas. Gips yang
digunakan pada kedokteran gigi adalah calcium sulfat hemihidrat dan calcium sulfat dihidrat.
Tipe I (plaster cetak)
Sudah jarang digunakan karena telah diganti oleh bahan yang kurang kaku seperti hidrokoloid
dan elastomer.
Tipe II (plaster model)
Dipasarkan warna putih alami sebagai kontras dengan ston. Digunakan untuk mengisi kuvet
dalam pembuatan prosthesa.
Tipe III (stone gigi)
Berguna untuk pengecoran dalam membentuk gigi tiruan penuh yang cocok dengan jaringan
lunak. Mold untuk pengecoran dibungkus disekitar cetakan dengan jembatan malam sehingga
melebihi kurang lebih 12 mm diluar sisi jaringan pada cetakan.
Tipe IV (stone gigi, kekuatan tinggi)
Persyaratan bahan stone untuk pembuatan die adalah kekuatan, dan ekspansi pengerasan
minimal. Diperlukan permukaan keras bagi suatu die yang terbuat dari stone, karena preparasi
kavitas diisi dengan malam dan diukir, sehingga stone harus tahan abrasi.
Tipe V (stone gigi, kekuatan tinggi, ekspansi tinggi)
Kekuatan yang ditingkatkan dengan menurunkan lebih jaun W:P

C. Dental Waxes
Wax adalah material bersifat termoplastik, padat pada suhu kamar namun melelh tanpa
mengalami perubahan secara kimia dan membentuk cairan kental pada suhu yang lebih tinggi.
Berikut adalah macam-macam wax.
A. Inlay Wax
Merupakan suatu restorasi yang pembuatannya melalui pross pengecoran, bertujuan untuk lebih
mudah mendapatkan bentuk yang pas dengan preparasi serta dilakukan penyemenan di dalam
kavitas, dan sebagainya juga restorasi intrakorona.
B. Casting Wax
Adalah jenis wax yang digunakan untuk membuat kerangka awal pada pola gigi tiruan sebagian
dan kerangka logam, serta memberikan keseragaman ketipisan minimum pada area pasti pada
gigi tiruan sebagian.
C. Base Plate Wax
Berfungsi untuk mencetak pola yang nantinya diisi oleh resin, selain itu untuk menetukan
dimensi vertikal rahang pada permukaan gigi tiruan lengkap, pula untuk plastic denture dan pola
untuk pengaplikasian orthodontic dan prothesa.
D. Boxing Wax
Merupakan wax lembut dan halus serta mengkilap. Berfungsi untuk membentuk sebuah kotak di
pinggiran atau memagar cetakan sebelum diisi atau dicor dengan gips.
E. Utility Wax
Digunakan apabila ingi memperbaiki bentuk cetak yang tidak bagis atau yang kurang sesuai
dengan rahan yang dicetak dan dilekatkan pada sendok cetak untuk memperbaiki kontur.

John F. McCabe, Angus W.G. Walls. Bahan Kedokteran Gigi. Edisi 9. Jakarta: EGC. P. 208-248.

Anda mungkin juga menyukai