Anda di halaman 1dari 15

Muhammad Rory A GEOSAT

15115038

1. Hubungan Antara Sistem Waktu dan Sistem Koordinat.

Untuk mendefinisikan sistem koordinat kita memerlukan sistem waktu sebagai acuan untuk
mendapatkan sistem referensi koordinat. Sehingga dalam Geodesi Satelit, sistem waktu berperan
dalam pendefinisian sistem referensi koordinat, baik itu sistem CIS, CTS, Ellipsoid, ICRS, maupun ITRS,
sebagaimana yang telah kita pahami sebelumnya. Sistem waktu diperlukan untuk menghubungkan
ukuran waktu yang biasa kta gunakan (tahun, bulan, hari, jam, menit, detik) dengan fenomena fisik
maupun geometrik yang diukur / diamati. Di samping itu, sistem waktu juga diperlukan dalam
penentuan jarak ke satelit, penentuan orbit satelit, serta studi rotasi bumi dan parameter-parameter
orientasi bumi lainnyaPada dasarnya ada 3 sistem waktu yang umum digunakan dalam Geodesi Satelit,
yaitu:

1. Waktu bintang (sidereal time) dan waktu matahari (universal / solar time) yang
berdasarkan rotasi harian bumi.
2. Waktu dinamik, yang berdasarkan pada pergerakan benda-benda langit (celestial
bodies) dalam sistem matahari.
3. Waktu atom, yang berdasarkan pada osilasi elektromagnetik yang dikontrol atau
dihasilkan oleh transisi kuantum dari suatu atom.

SISTEM WAKTU MATAHARI

Waktu matahari ( solar or universal time ) berkaitan dengan rotasi bumi dan juga revolusi bumi
sekeliling matahari. Secara kuantitatif epok waktu matahari adalah sudut waktu ( hour angle ) dari
matahari.

Secara lebih spesifik, klasifikasi dari beberapa sistem waktu di atas diberikan pada tabel
berikut.

Proses
Jenis Kategori
Periodik
- Universal Time (UT) - S.W.
Rotasi Bumi - Greenwich Sidereal Time (GST) Matahari
- S.W. Bintang

- Ephemeris Time (ET) - S.W. Dinamik


- Terrestrial Dynamic Time (TDT) - S.W. Dinamik
Revolusi Bumi - Barycentic Dynamic Time (TDB) - S.W. Dinamik
- Geocentric Coordinate Time (TCG) - S.W. Dinamik
- Barycentric Coordinate Time (TCB) - S.W. Dinamik

Osilasi Atom - International Atomic Time (IAT) - S.W. Atom


- UT Coordinated (UTC) - S.W. Atom
- GPS Time - S.W. Atom

Akhirnya, perlu juga dicatat bahwa umumnya ada dua aspek dari waktu, yaitu epok (kala) dan
interval. Epok mendefinisikan secara presisi waktu kejadian suatu fenomena atau pengamatan, dan
interval adalah selang waktu antara dua epok.

Karena pergerkan matahri sejati ( apparent sun ) sepanjang ekliptika tidak uniform, maka
matahari sejati kurang ideal untuk pendefinisian sistem waktu. Yang sebaiknya di gunakan adalah
matahari khayal ( fictious sun ) atau matahari menegngah ( mean sun ) yang dikarakterisasi dengan
pergerakan yang uniform sepanjang ekliptika.

Dalam sisetm ini jam nol ( 00 : 00 ) suatu matahari adalah pada saat matahari menengah
berkulminasi bawah. Satu hari matahari didefinisikan sebagai interval waktu antara dua kulminasi
bawah yang berurutan dari matahari menengah di meridian tertentu. Oleh sebab itu, sistem waktu
matahari menengah ( mean solar time, MT ) dapat dirumuskan sebagai :
MT = sudut waktu matahari menengah + 12 jam

GMT ( Greenwich Mean Solar Time )

Ini merupakan sistem waktu matahari yang referensinya meridian Greenwich. Sudut waktu
mataharinya di hitung dari meridian greenwich dengan meridian dimana mtahari itu dijadikan acuan,
jadi satu hari matahri didefinisikan sebgai interval waktu antara dua kulminasi bawah yang berurutan
dari matahari menengah di meridian Greenwich.

Univesal Time ( UT )

Universal time ( UT ) adalah waktu matahari menengah yang bereferensi ke meridian


Greenwich ( Greenwich Mean Solar Time, GMT ). UT akan dipengaruhi oleh adanya ketidak teraturan
pada rotasi bumi. Variasi ini dapat brupa variasi musim dan variasi-variasi periodik lainnya ( variasi
harian ), serta fluktuasi-fluktuasi yang tidak teratur sifatnya. Karena itu maka UT dikategorikan atas
beberapa jenis yaitu UT0,UT1,dan UT2, dimana

UT0 adalah UT dari hail pengamatan ini sama dengan UT yang merupakan waktu
meridin menengah yang bereferensi ke meridian Greenwich.
UT1 adalah UT0 dari hasil pengamatan tadi telah dilakukan koreksi gerakan kutub.
Jadi bisa dituliskan bahwa :
UT1 = UT0 + koreksi gerakan kutub.

Perlu diingat bawawa UT1 adalah reperensi dari rotasi bumi yang sebenarnya dan punya
peran penting karena beberapa hal yaitu :

a. UT1 adalah skala waktu fundamental dalm astronomi geodesi dan geodesi satelit.
b. UT1 mendefinisikan orientasi sebenarnya dari CTS dalam ruang
c. UT1 adalah sistem waktu dasar untuk navigasi
UT2 adalah UT1 ditambah koreksi variasi musim, dalam hal ini UT0 yang telah
mendapat koreksi pergerkan kutub (UT1 ) masih memiliki variasi musim oleh karena
itu pada UT2 akan ditambah koreksi variasi musim. UT2 masih dipengaruhi oleh
variasi sekular dan fluktuasi yang tidak teratur. Sedangkan untuk UT1 vaiasi musi
masih ada.
Dalam proses penentuan nilai UT1 dan UT2, pada saat ini ada sekitar 50-an stasiun pengamat
didunia yang menentukan LMST ( Local Mean Sidereal Time ) nya.LMST ini kemudian
ditransformasikan ke UT0, melalui LMT ( Local Mean Solar Time ) dengan hubungan sebagai berikut :
LMT = ( LMST - m ) + 12h,

UT0 = LMT ,

Dimana m adalah asensiorekta dari matahari menengah dan adalah bujur dari stasiun pengamat;
seperti yang diilustrasikan pada gambar di bawah ini :

UNIVERSAL TIME, U.T.

Setiap stasiun pengamat kemudian mengirimkan UT0-nya ke BIH di Paris. BIH kemudian
mengaplikasikan koreksi-koreksi garakan kutub dan variasi ke seluruh UT0. proses smoothing
kemudian diterapkan untuk menentukan harga tunggal UT1 dan UT2 yang bersifat internasional.
Dalam penentuan UT1 dan UT2 perlu dicatat bahwa koreksi gerakan kutub berbeda untuk setiap
stasiun pengamat; sedangkan koreksi musim sama untuk setiap stasiun. Pada saat ini ketelitian tipikal
dari hasil estimasi UT1 adalah sekitar 0,02 ms.

SISTEM WAKTU ATOM

Sistem waktu atom ( Atomic Time , AT ) didasarkan pada osilasi elektromgnetik yang dihasilkan
oleh transisi kuantum waktu atom.

TAI ( Intarnasional Atomic Time )


TAI merupakan waktu atom internasional yang ditentukan dengan mengambil nilai rata-rata (
dengan pembobotan ) dari pembacaan seluruh jam yang terlibat. TAI ditentukan dan ditetepkan dan
dijaga oleh BPIM di Paris. Meskipun secara resmi diberlakukan sejak Januari 1972, TAI sudah tersedia
sejak Juli 1955 [ NIST , 2000]. Sampai Nov. 1999 TAI ditentukan berdasarkan data dari sekitar 50
laboratorium yang mengoperaikan sekitar 200 jam ( osilator ) atom di seluruh dunia.

UTC ( Universal Time Coordinat )

UTC adalah skala waktu terkoordinasi yang dijaga oleh the Bureau Internasional des Poids et
Measures ( BPIM ), dan diadopsi sejak tahun 1972. UTC didasarkan pada bacaan rata-rata dari sekitar
70 jam atom Cesium dan beberapa Hidrogen Maser dari seluruh dunia. Pada skala waktu ini detik yang
digunakan adalah detik SI, yaitu detik atom yang didefinisikan oleh frekuensi resonansi dari atom
Cesium.

UTC punya peran yang strategis karena ia adalah basis yang digunakan untuk desiminasi tanda
waktu dan frekuensi standar saat ini di dunia.kecepatan waktu sistem ini sama dengan jam atom TAI,
tetapi berbeda senilai bilangan integer detik ( leap second ). Dalam hal ini penunjukan waktu
UTCdibuat selalu dekat dengan penunjukan waktu astronomis UT1, yaitu dalam batas interval 0,9 s.
seandainya perbedaan keduanya melebihi 0,9s maka leap second akn ditambahkan atau dikurangkan
ke UTC, bergantung pada kecepatan rotasi bumi.

WAKTU GPS

Waktu GPS adalah sistem waktu yang digunakan oleh sistem satelit navigasi GPS ( Global
Positioning System ), hubungan waktu GPS dengan waktu atom bisa dituliskan sebagai berikut :

TAI = Waktu GPS + 19.000 ( offset konstan )

Sedangkan hubungan waktu GPS dengan UTC adalah :

Waktu GPS = UTC + 1.00 . n 19.000

Dari hubungan-hubungan juga terlihat bahwa UTC dan waktu GPS pada prinsipnya adalah
sistem-sistem waktu atom. Hubungan antara sistem waktu atom dengan sistem-sistem waktu lainnya
diatas ditunjukkan seperti gambar dibawah ini :
Hubungan antara sistem waktu atom dengan sistem waktu lainnya.

2. Istilah-istilah dalam Sistem Waktu Geodesi Satelit

a) GMT

GMT atau Greenwich Mean Time, atau "Mean Waktu Greenwich", adalah
mean waktu matahari seperti yang dilihat dari Royal Greenwich Observatory
(Observatorium Kerajaan di Greenwich), yang terletak di dekat London, Inggris,
yang melalui konvensi dikenal terletak di 0 derajat longitude. Secara teori,
tengah hari (noon) Mean Waktu Greenwich adalah saat dimana matahari
melewati Meridian Greenwich (dan mencapai titik tertinggi di langit di
Greenwich).

Karena Bumi memiliki kecepatan yang tidak teratur dalam orbit elipsnya,
kejadian ini (tengah hari di Greenwich) bisa 16 menit berbeda dari waktu
matahari nyata (apparent solar time) perbedaan ini dikenal sebagai persamaan
waktu. Namun tengah hari Greenwich ini diambil rata-ratanya sepanjang
tahun, dengan menggunakan mean matahari.

Dengan berkembangnya Britania sebagai negara maritim, para pelaut


mencocokan jam mereka ke waktu GMT, untuk mengukur jauhnya lokasi
longitude mereka dari "meridian Greenwich". Ini tidak mempengaruhi jam di
atas kapal sendiri, yang mana menggunakan waktu matahari.

Fenomena ini, digabungkan dengan pelaut-pelaut dari negara lain yang


menggunakan metode Nevil Maskelyne untuk mengukur jarak bulan
berdasarkan pengamatan di Greenwich, akhirnya menuju penggunaan GMT
sebagai referensi waktu di seluruh dunia. Walau tidak mempengaruhi waktu di
tempat, hampir semua zona waktu berdasarkan referensi ini dihitung sebagai
beberapa jam (atau setengah jam) lebih cepat atau lebih lambat dari GMT.
Zona waktu Eropa

Biru UTCWET GMT, Merah CET/MET, Hijau EET, Khaki MSK

b) UT0

UT (Universal Time) adalah waktu matahari menengah dengan referensi


meridian Greenwich (GMT). Ketidakaturan rotasi Bumi akan memengaruhi UT.

UT0 adalah salah satu variasi dari UT. UT0 didefinisikan sebagai nilai
pengamatan UT. Penghitungan waktu universal berdasarkan pengamatan
pergerakan harian bintang atau dari gelombang radio ekstragalaksi, juga dari
pengamatan bulan dan satelit-satelit lain yang mengelilingi Bumi.

Namun hasil pengamatan tersebut yang notabene akan menjadi nilai UT0
belum dikoreksi terhadap gerakan kutub Bumi. Pergerakan ini dapat
menimbulkan perbedaan posisi geografis suatu tempat di Bumi sejauh
beberapa meter. Pengamat akan mendapatkan nilai UT0 yang berbeda
walaupun mengamati pada saat yang bersamaan.
c) UT1

UT1 adalah variasi lainnya dari UT (Universal Time). Apabila UT0 adalah nilai
pengamatan yang belum dikoreksi, maka

UT1 UT 0 koreksi gerakan kutub Waktu GPS = UTC + 1.00" . n - 19.000"

Kerena pada dasarnya, UT dipengaruhi oleh variasi rotasi Bumi, oleh sebab itu
variasi UT itu sendiri bermacam-macam. UT1 adalah nilai yang
memperhitungkan variasi gerakan kutub.

UT1 adalah representasi dari rotasi Bumi yang mempunyai peran penting,
antara lain:

Sebagai skala waktu fundamental dalam astronomi geodesi dan


geodesi satelit
Mendefinisikan orientasi riil dari CTS dalam ruang
Dipakai sebagai sistem waktu dasar pada navigasi

Awal penentuan nilai UT1 (dan juga UT2) dilakukan oleh stasiun-stasiun
pengamat di Bumi yang saat ini berjumlah sekitar 50 buah dengan cara
menentukan LMST (Local Mean Sidereal Time). Lalu setelah dikonversi menjadi
UT0, setiap stasiun mengirimkannya ke stasiun pusat di Paris.

Stasiun inilah yang memasukkan harga koreksi kutub untuk UT0 agar
mendapat nilai UT1. Perlu diingat harga koreksi kutub berbeda antar stasiun
pengamat. Pada saat ini tingkat ketelitian UT1 mencapai 0,02 ms.

d) UT2

UT2 adalah variasi lainnya dari UT0. Apabila UT1 adalah variasi yang
memperhitungkan gerakan kutub, maka UT2 adalah variasi yang
memperhitungkan variasi musim.
UT 2 UT 0 koreksi variasi musim

Proses penentuannya mirip dengan proses penentuan nilai UT1.

e) TAI

International Atomic Time (TAI) merupakan realisasi dari TT (Terrestrial Time).


TAI ditetapkan dan dijaga oleh Bureau International des Poids et Mesures
(BIPM) di Paris. Sampai November 1999 TAI ditentukan oleh 50 laboratorium
yang menyebar di seluruh dunia. Terdapat 200 jam (osilator) atom yang
dioperasikan di laboratorium-laboratorium tesebut.

TAI mengambil nilai rata-rata dari pembacaan nilai pada jam yang terlibat.
Pada prinsipnya ada beberapa jenis jam atom, seperti pada tabel berikut.

Tipe Osilator Frekuensi Osilasi Stabilitas per hari Waktu untuk


(Hz) (df/f) Kehilangan 1 detik
(tahun)
Kristal Quartz 5 000 000 (tipikal) 10-9 30
Rubidium 6 834 682 613 10-12 30 000
Cesium 9 192 631 770 10-13 300 000
Hidrogen Maser 1 429 405 751 10-15 30 000 000

Karakteristik dari beberapa jenis jam atom [Leick, 1995]

f) UTC

Universal Time Coordinated atau lazim disingkat UTC, adalah skala waktu yang
terkoordinasi. Persamaan UTC dengan TAI adalah keduanya dijaga oleh
lembaga yang sama, BIPM.

Diadopsi sejak tahun 1972, UTC berdasar pada bacaan rata-rata atom Cesium
dan beberapa Hidrogen Maser dari seluruh dunia. 1 detik UTC artinya adalah
frekuensi resonansi atom Cesium.
Persamaan lainnya dengan TAI adalah kecepatan jam UTC sama dengan jam
atom TAI, namun berbeda senilai bilangan integer detik (leap seconds).

Dalam hal penentuan waktu, UTC dibuat selalu dekat dengan penunjukan
waktu UT1, yaitu dalam batas 0,9 s. Bila lebih dari 0,9 s maka leap seconds akan
ditambahkan atau dikurangkan ke UTC, bergantung pada kecepatan rotasi
Bumi.

Peran UTC cukup strategis, yaitu sebagai basis yang digunakan untuk desimasi
tanda waktu dan frekuensi standar saat ini di dunia.

g) Waktu GPS

Adalah sistem waktu yang digunakan GPS (Global Positioning System).


Hubungannya dengan waktu atom adalah

TAI Waktu GPS 19.000"(offset konstan)

Hubungannya dengan UTC adalah

Waktu GPS = UTC + 1.00" . n - 19.000"

n = leap second

Dari hubungan-hubungan di atas terlihat bahwa prinsip UTC dan waktu GPS
adalah sistem waktu atom.

3.
a. Dalam penanggalan sipil, waktu dapat ditransfomasikan ke waktu Julian dengan
menggunakan algoritma tertentu. Apabila dalam waktu sipil, tahun dinyatakan
dalam bilangan bulat Y, bulan dinyatakan dengan bilangan bulat M. Hari dinyatakan
dengan bilangan bulat D, dan jam dinyatakan dengan bilangan pecahan UT, maka
waktu tersebut dalam penanggalan julian dihitung dengan menggunakan formulasi
berikut, yang menurut [Hoffmann-Wellenhof et al., 1992] berlaku untuk epok
antara Maret 1900 sampai Februari 2100:
JD = INT [365,25 y]+ INT [30,6001(m+1)] + D + UT/24 + 1720981,5
Pada rumus diatas :
INT(.) = bilangan bulat dari bilangan pecahan (.) y = Y 1 dan m = M+12, bila M
< 2 y = Y dan m= M, bila M > 2 pada pemanfaatan sistem satelt navigasi GPS, maka
minggu GPS yang umum dinyatakan dengan parameter WEEK dapat dihitung dari
waktu Julian JD dengan formulasi berikut : WEEK = INT [(JD 244424,5)/7] Dari
formulasi diatas dapat kita buat suatu program kecil dengan mengunakan
program aplikasi MATLAB. Adapun syntax dalam aplikasi MATLAB yang ditulis
kedalam file berekstensi *.m (M-File) adalah :

format long g

disp ('Transformasi Waktu Sipil ke Waktu Julian')


disp (' ')
Y = input (' masukan waktu tahun sipil=');

%inputan bulan sesuai dengan urutan penomoran bulan


M= input ('masukan bulan waktu sipil=');
D= input ('masukan tanggal waktu sipil=');
UT= input ('masukan jam UT waktu sipil=');

%PROSES
if(M<=2)
y=Y-1;
m=M+12;
else
y=Y;
m=M;
end;

JulDat= fix (365.25*y)+fix(30.6001*(m+1))+ D + (UT/24)+ 1720981.5;


week= fix ((JulDat-2444244.5)/7);

%OUTPUT

%Tampilkan tanggal Julian


disp (' ')
disp ('Penanggalan Julian=')
JulDat

%Tampilkan parameter week


disp ('Parameter Week=')
week
kemudian kita run programnya dan akan menghasilkan

Waktu penanggalan Julian dapat juga ditransformasikan ke dalam waktu penanggalan


sipil. Seandainya waktu Julian JD diketahui, maka parameter-parameter waktu penangalan
Sipil, yaitu bilangan bulat tahun (Y), bilangan bulat bulan (M), bilangan bulat hari(D), dapat
dihtung dengan algoritma berikt ini [Hoffmann-Wellenhof et al., 1992] :
D = b- d INT [30,6001.e] + FRAC [JD + 0,5]
M = e 1 12.INT [e/14]
Y = c 4715 INT [(7 + M)/10]
Pada rumus-rumus diatas :
a = INT [JD + 0,5]
b = a + 1537
c = INT [(b 122,1)/365,25]
d = INT [365,25.c]
e = INT [(b-d)/30,6001]FRAC [.] = nilai pecahan dari bilangan pecahan (.)
nama hari dalam suatu minggu dapat ditentukan dari waktu Julia (JD)-nya dengan rumus :
N = modulo { INT [ JD + 0.5] , 7}
dimana untuk N = 0 adalah hari Senin, N = 1 adalah hari Selasa, N = 2 adalah hari Rabu, N = 3
adalah hari Kamis, N = 4 adalah hari Jumat, N = 5 adalah hari Sabtu, N = 6 adalah hari Minggu.
Dengan demikian dapat kita buat suatu program kecil dengan mengunakan program aplikasi
MATLAB. Adapun syntax dalam aplikasi MATLAB yang ditulis kedalam file berekstensi *.m (M-
File) untuk transformasi waktu Julian ke dalam waktu penanggalan Sipil adalah :

format long g
display(' ----------------------------------------------')
display(' Transformasi Sistem Penaggalan Julian ke Sipil')
display(' ----------------------------------------------')
JulDat = input('Masukkan tanggal lahir julian anda : ')
a = fix(JulDat+0.5);
b = a+1537;
c = fix((b-122.1)/365.25);
d = fix(c*365.25);
e = fix((b-d)/30.6001);
D = fix(b - d - (fix(e*30.6001)) +((JulDat+0.5)-a));
M = e - 1 - (12*(fix(e/14)));
Y = c - 4715 - (fix((7 + M)/10));
N = mod(a,7);
if(N==0)
h= 'Anda lahir pada hari Senin';
end
if(N==1)
h= 'Anda lahir pada hari Selasa';
end
if(N==2)
h = 'Anda lahir pada hari Rabu';
end
if(N==3)
h = 'Anda lahir pada hari Kamis';
end
if(N==4)
h = 'Anda lahir pada hari Jumat';
end
if(N==5)
h = 'Anda lahir pada hari Sabtu';
end
if(N==6)
h = 'Anda lahir pada hari Minggu';
end
display(' anda lahir pada : ')
display(' ---------------------------------')
display(' Hari : ');h
display(' Tanggal : ');D
display(' Bulan : ');M
display(' Tahun : ');Y

sebelum itu, kita terlebih dahulu mencari tanggal lahir kita dalam penganggalan julian, dengan cara
memasukan tanggal lahir kita ke dalam program pada soal buat (a) dengan hasil sebagai berikut,

Kemudian kita lakukan perhitungan penentuan dengan bantuan program MATLAB mengenai
transformasi waktu Julian ke waktu Sipil dengan syntax yang telah dibuat seperti diatas. Maka
hari waktu Sipil dengan data tanggal Julian yang telah dperoleh yakni JD = 2449174.58333333
adalah sebagai berikut :