Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas dunia merupakan dua arus yang
saling mempengaruhi atau memperkuat satu dengan lainnya, yang saat ini sedang
menghadang dunia dan kedua arus tersebut akan semakin kuat pada masa
mendatang, seiring dengan kemajuan teknologi serta peningkatan pendapatan
perkapita dan penambahan jumlah penduduk dunia. Proses globalisasi ekonomi
adalah perubahan perekonomian dunia yang bersifat mendasar atau struktural, dan
perubahan ini semakin kuat dengan berlangsungnya perdagangan bebas dunia.
Pekerjaan atau ketenaga kerjaan merupakan isu penting dalam sebuah aktifitas
bisnis dan perekonomian suatu negara. Untuk mampu memiliki competitive
advantage dalam sebuah negara perlu sekali setiap tenaga kerja mendapatkan
lapangan pekerjaan yag mana dapat meningkatkan daya saing.
Manajemen Sumber Manusia (SDM) adalah rancangan sistem-sistem formal
dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara
efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasional. Dalam sebuah
lingkungan dimana angkatan tenaga kerja terus berubah, hukum berubah dan
kebutuhan dari pemberi kerja juga berubah, manajemen SDM harus terus berubah
dan berkembang.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud kekuatan tenaga kerja ?
2. Apa saja bagian dari kekuatan tenaga kerja ?
3. Bagaimana pengaruh tenaga kerja terhadap bisnis internasional ?

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Kekuatan Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Menurut UU
No. 13 tahun 2003 Bab 1 pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah
setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan
jassa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Di
indonesia penduduk usia kerja yakni usia 15tahun 64 tahun. Menurut pengertian
ini setiap orang yang mampu bekerja daapat disebut sebagai tenaga kerja. Ada tiga
klasifikassi tenaga kerja yaitu :
1. Berdasarkan penduduk, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja.
2. Berdasarkan batas kerja, yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.
3. Berdasarkan kualitasnya, yaitu tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih
serta tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terdidik.
Kualitas, jumlah, dan komposisi angkatan kerja yang ada merupakan
bahan pertimbangan yang amat penting bagi pimpinan perusahaan. Hal ini benar
sekali bila pimpinan dituntut agar efisien, bersaing dan perusahaan memperoleh
laba. Berbeda dengan perusahaan milik negara yang tujuannya adalah
menciptakan lapangan kerja atatu memberikan pelayanan umum, maka perolehan
laba dan kemampuan bersaing bukan tujuan utama.
Kualitas tenaga kerja ditentukan oleh sikap, pendidikan, dan keahlian yang
dimiliki tenaga kerja. Kuantitas tenaga kerja ditentukan dari banyaknya tenaga
kerja yang ada dengan keahlian dan sebagainya yang diperlkan untuk memenuhi
kepentingan usaha. Bisa terjadi dimana banyaknya jumlah buruh yang ada di
dalam perusahaan yang dapat berdampak baik atau sebaliknya.
Bila terdapat lebih banyak tenaga yang memenuhi syarat daripada yang
dapat dipekerjakan perusahaan secara ekonomis, maka hal itu dapat memperkuat
posisi tawar menawar perusahaan dan akan lebih mudah memilih tenaga kerja
yang lebih baik dengan upah rendah. Sebaliknya tingginya angka pengangguran
dapat menjadi keresahan sosial dan politik dan biasanya tidak mendukung utnk
memperoleh laba yang tinggi.

2
Kekuatan tenaga kerja adalah kualitas dan kuantitas masyarakat atau
penduduk suatu negara yang menjadi aset bagi pembangunan dan pertumbuhan
ekonomi menuju salah satu kekuatan ekonomi dunia. Oleh karena itu upaya untuk
mewujudkan tenaga kerja unggulan sebagai penggerak kekuatan ekonomi.

2.2 Bagian-Bagian Dari Kekuatan Tenaga Kerja

2.2.1 Mobilitas tenaga kerja


Mobilitas tenaga kerja adalah perpindahan orang dari suatu negara
ke negara lain atau dari satu daerah ke daerah lain untuk memperoleh
pekerjaan. Pada tahun 1850 hingga 1970 paling sedikit 60 juta orang
meninggalkan eropa untuk bekerja dan tinggal di luar negeri. Menjelang
berakhirnya perang dunia II dan pertengahan tahun 1970-an, 30 juta buruh
dari eropa selatan dan afrika utara membanjiri 8 negara eropa utara karena
negara-negara tersebut mengalami boom ekonomi sehingga memerlukan
banyak tenaga kerja. Seekarang perpindahan tenaga kerja ini semakin
lambat dan bahkan sudah banyak yang kembali k negara asalanya.
Di Amerika Serikat diperkirakan terdapat 11 juta pekerja dari
meksiko yang sebagian besar merupakan tenaga kerja ilegal. Jumlah ini
semakin bertambah setiap tahunnya. Selain dari meksiko, tenaga kerja di
Amerika Serikat antara lain berasal dari Kuba, Haiti, Amerika Tengah,
Assia Tenggara dan dari negara lain yang semula sebagai tenaga kerja
paksa. ILO (Internasional Labour Organisation) memperkirakan paling
sedikit terdapat 42 juta pekerja migran di seluruh dunia dan jumlah ini
akan membengkak apabila termasuk tenaga kerja ilegal. Terjadinya
migarsi ini antara lain disebabkan oleh :
Masalah politik dan ekonomi di negara asal.
Anggapan adanya peluang kerja di negara tujuan.

2.2.2 Masalah tenaga kerja asing


Negara-negara yang menerima pengungsi atau memiliki angka
kelahiran yang tinggi mungkin memiliki terlalu banyak orang untuk
pekerjaan yang tersedia, tetap juga ada negara-negara yang kekurangan

3
orang. Perancis, jerman, skandinavia dan swiss yang semuanya
mempunyai angka kelahiran yang rendah termasuk dalam kategori
terakhir. Oleh karena itu, negara tersebut memerlukan banyak tenaga kerja
asing untuk pekerjaan jasa, konstruksi, dan pabrik.
Pekerja asing dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja tuan rumah
dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara tersebut untuk
jangka panjang. Pada pertengahan 1970-an, 1980-an, dan 1990-an ketika
perekonomian berjalan dengan lambat hanya di perlukan sedikit tenaga
kerja dan mulai timbul masalah tenaga kerja asing. Tenaga kerja asing
mengambil pekerjaan penduduk asli yang tidak di pekerjakan pada saat
perekonomian membaik. Beberapa negara yang mempekerjakan tenaga
kerja musiman mendeportasi mereka pada akhir musim daripada
memperpanjang izin tinggal mereka dan mengambil pekerjaan lain.
Kepindahan penduduk ke negera lain ini disebabkan adanya
persilihan antar suku di negara asalnya, bukan karena ekonomi. Kehadiran
imigran juga menimbulkan persilisihan dengan penduduk asli penerima,
misalnya orang perancis menolak utnuk tinggal satu komplek perumahan
dengan imigran khususnya dari Arab dan Afrika. Orang perancis tidak
suka dengan mereka karena faktor ras dan jumlahnya semakin banyak. Di
jerman terdapat keprihatinan terhadap orang asing, para pekerja dan
keluarganya, yang tidak memperhatikan tanda-tanda ingin meninggalkan
negar itu. Hubungan terburuk adalah dengan orang turki karena jumlah
yang besar sebagai kelompok pendatang. Sedangkan negara italia memiliki
sikap toleransi yang tradisional sehingga membuatitalia menjadi surga
bagi para imigran gelap yang sebagian besar berasal darinegara miskin.

2.2.3 Bahan pertimbangan dalam membuat kebijaksanaan mengenai


lapangan kerja
a. Status sosial
Beberapa orang menentukan status seseorang berdasarkan kasta
atau kelas sosial diamana dia dilahirkan. Contohnya adalah negara
india yang masih mempertahankan sistem kasta, meskipun sering

4
terjadi pertikaian yang berakibat pembunuhan atau pembakaran
rumah.

b. Gender
Tingkat kebebasan wanita dan tanggapan wanita pada kekuatan
buruh di AS dan eropa barat umumnya lebih baik daripada di
negara lain.
Majikan harus mempertimbangkan sikap terhadap jenis kelamin di
lingkungan masyarakat dimana ia berada. Kaum wanita di AS
mendapat tanggapan positif di dunia bisnis ataupun disektor
lainnya, dan keberdaan wanita di sektor ini menguntungkan bagi
dunia usaha. Tetapi terdapat banyak negara dimana ketentuan adat,
prilaku atau agama kurang mendukung wanita dalam profesi
bisnis.

c. Ras
Konflik rasial dan diskriminasi hampir terjadi di seluruh belahan
dunia. Konflik perbedaan warna kulit terjadi di AS, Afrika Selatan
dan Inggris. Selain itu di afrika terjadi konflik rasial warga arab,
india, dan pakistan mellawan orang berkulit hitam afrika.

d. Minoritas
Masyarakat tradisional dan perilaku rasial terkadang menjadi
masalah bagi perusahaan. Banyak masyarakat mengaggap rendah
pedagang, perusahaan dan bankir, oleh karena itu mereka memilih
profesi sebagai politikus, ahli agama dan tentara. Dalam
masyarakat yang demikian, saangat memungkinkan orang luar
mendominasi pekrjaan yang dianggap sebagai rendah.

2.2.4 Hubungan majikan dan buruh


Ketika tenaga asing memasuki pasar tenaga kerja, maka ia harus
siap menerrima keuntungan dan kerugian. Perusahaan yang berhati-hati
akan mengkaji tenaga kerja sebelum memutuskan untuk melakukan

5
investasi di suatu negara. Untuk mendapatkan informasi tersebut
perusahaan tersebut tidak harus datang ke negara yang menjadi sasaran
tetapi dapat melalui handbook of labor statistics yang diterbitkan oleh
kantor tenaga kerja internasional, PBB di jenewa, swiss. handbook of
labor statistics berisi mengenai informasi perburuhan di seluruh dunia,
termasuk pemogokan atau pemutusan hubungan kerja, kerugian akibat
pemogokan dan rata-rata kerugian hari kerja pada sektor non pertanian per
1000 orang.
Jumlah tenaga kerja di setiap negara berbeda-beda dengan budaya
dan peraturan perburuhan serta tingkat militansi serikat buruh masing-
masing. Perusahaan yang merencanakan penanaman modal di negara yang
kurang berkembang dan masyrakat masih tradisional, perlu mengkaji
faktor kebudayaan, agama dan faktor lainnya.

2.3 Pengaruh Kekuatan Tenaga Kerja Terhadap Bisnis Internasional

Di beberapa negara mewajibkan seluruh perusahaan internasional yang


beroperasi di negara-negara anggotanya untuk membentuk kelompok-kelompok
karyawan yang dapat mengikutsertakan wakil-wakil manajemen atau dapat juga
tidak. Tujuannya adalah untuk memperbaiki akses pekerja terhadap informasi dan
hak untuk berkonsultasi. Sehingga informasi yang diterima akurat dan menjadi
sumber bagi suatu perusahaan.
Perusahaan yang merencanakan penanaman modal di negara yang kurang
berkembang dan masyarakat masih tradisional, masih perlu mengkaji faktor
kebudayaan, agama dan faktor lainnya. Karena masih ada faktor lain yang
menjadi pertimbangan.
Faktor-faktor yang menjadi kekuatan tenaga kerja merupakan hal
pertimbangan bagi suatu perusahaan untuk melakukan bisnis internasional.
Jumlah tenaga kerja dan budaya yang berbeda di setiap negara juga penting bagi
suatu perusahaan untuk membuat suatu keputusan. Setiap perusahaan sebelum
memulai bisnis internasional pasti akan melakukan penelitian terhadap negara
yang akan menjadi partnernya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

6
Kekuatan tenaga kerja sangat berpengaruh bagi perusahaan untuk
melakukan bisnis internasional, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan
setelah menjadi partner dalam bisnis yaitu kerugian yang harus dialami oleh
perusahaan karena kurangnya informasi dan tidak mengkaji sebelumnya.

7
BAB III
STUDI KASUS

3.1 Menghadapi Serbuan Tenaga Kerja Asing

Baru-baru ini berhembus kabar bahwasanya akan didatangkan juta-an tenaga


kerja asing (TKA) ke Indonesia. Hal tersebut tentu menjadi kabar buruk ditelinga
masyarakat Indonesia, karena masalah pengangguran hari ini pun menjadi masalah yang
krusial dalam menumbuhkan perekonomian. Bagaimana mungkin pemerintah
mengundang TKA untuk berkerja di Indonesia padahal masih banyak Warga Indonesia
tak mendapatkan kesempatan kerja di Tanah airnya sendiri?

Walau Dirjend Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja dan Peluasan


Kesempatan Kerja Kementrian Ketenagakerjaan Hery Sudarmanto, membantah kabar ini,
bukan tidak mungkin dikemudian hari jumlah para TKA akan menjadi berjuta jumlahnya
di Indonesia, dikarenakan tindakan yang tidak serius dari pemerintah dalam menangani
permasalahan ini. Saat ini tercatat, di Kementrian Ketenagakerjaan, per-november 2016
ada 74.183 orang TKA yang bekerja di Indonesia, 21.271 tenaga kerja berkebangsaan
cina. Angka tersebut belum termasuk jumlah pekerja asing berstatus ilegal yang sengaja
didatangkan oleh investor untuk mengerjakan proyek berskala besar di negeri ini.
Kebanyakan dari TKA tersebut menyalahgunakan izin kunjungan ke Indonesia untuk
berkerja dalam kurun waktu yang cukup lama.

Hukum perundang-undangan sudah menyebutkan bahwasanya TKA yang diizin-


kan bekerja di Indonesia hanyalah untuk mereka yang memiliki kompetisi atau keahlian
khusus yang tidak dapat disediakan oleh pekerja lokal. Namun fakta dilapangan bisa kita
lihat kebanyakan TKA ini mendapat porsi sebagai perkerja kasar bukan sebagai tim ahli
di dalam proyek. Walaupun didalam definisi pekerjaan di Kemenakertrans tercatat
mereka bagian dari tim ahli. Pertanyaan besar bagi kita mengapa perusahaan dan investor
asing tersebut lebih memilih memperkerjakan TKA di Indonesia dari negara asal mereka
seperti cina. Padahal upah yang dikeluarkan bagi tenaga kerja Indonesia setara dengan
upah memperkejakan TKA untuk kelompok pekerjaan kasar. Mengapa mereka mau
mengambil resiko penyalahgunaan perizinan dan menyelundupkan pekerja asal negeri
mereka?

8
Maraknya investasi China dalam bentuk proyek pembangunan infrastrukstur
di seluruh Indonesia mungkin bisa menjadi alasan penyerbuan tenaga kerja
mereka ke Indonesia. China adalah negara yang berinvestasi secara besar-besar ke
negara asia terutama di Indonesia. Tujuan negara-negara ini berinvestasi ke
Indonesia bukan lagi sekedar bisnis belaka namun juga ikut untuk
menyeimbangkan ekonomi makro negara-nya masing-masing.

3.2 Kasus Pelanggaran HAM Kepada TKI/TKW

TKI merupakan tenaga kerja dari Indonesia yang bekerja di luar negeri,
biasanya TKI bekerja di Saudi arabia, Malaysia, dan Abu dhabi. Ketika bekerja,
para TKI ada yang mendapat perlakuan buruk dari majikannya. Entah kenapa
masalahnya, TKI itu disiksa seperti di setrika, dicambuk, dilecehkan, atau bisa
juga TKI tersebut di tuduh yang tidak tidak sehingga bisa membuat si TKI masuk
ke ranah hukum. Jika sudah masuk ranah hukum TKI tersebut bisa kalah dengan
tidak bersalah karena bisa saja ia tidak paham bahasa arab dan tidak ada
pembelaan dari pemerintah Indonesia. Bahkan ada yang sampe hampir dihukum
pancung, karena dituduh mencuri.

Pelanggaran HAM ini merupakan kasus pelanggaran HAM menurutyang ada


dalam UUD 1945 pasal 28i tentang HAM, yang berbunyi :

(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan
hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui
sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar
hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat
dikurangi dalam keadaan apa pun.

(2) Setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang bersifat diskriminatif atas
dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan
yang bersifat diskriminatif itu.

(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan
perkembangan zaman dan peradaban.
9
(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia
adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah.

(5) Untuk menegakan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan
prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi
manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundangan-
undangan.

Contoh kasusnya yaitu seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten
Indramayu Jawa Barat, dianiaya majikannya hingga lumpuh di Arab Saudi. Hal
itu diungkapkan Sardi, keluarga korban TKW yang dianiaya kepada wartawan di
Indramayu. Dia mengatakan, keluarganya yakni Tati binti Durakman (26 tahun),
warga RT 25 RW 05 Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu,
mengalami kelumpuhan akibat dianiaya majikannya di Arab Saudi. "Kedua
kakinya tidak mampu bergerak, kini terpaksa dirawat di RSUD Indramayu, untuk
menjalani perawatan," kata Sardi.

Sementara itu, Carla suami korban menjelaskan, istrinya berangkat menjadi


TKI melalui PT Rizka Berkah Guna, pada 16 Nopember 2010. Tak menyangka
kini harus menderita akibat disiksa oleh majikannya. "Tati dijanjikan akan
menjadi pembantu rumah tangga, dengan upah menggiurkan , ternyata
ditempatnya bekerja diperlakukan kasar, hingga menderita lumpuh," ungkap
Carla.

Dikatakan Carla, istrinya bekerja di keluarga Ali Ibrohim Al-Amir dan Aminah.
Sekitar 1,5 tahun pengakuan Tati dianiaya karena majikannya berusaha akan
memperkosa, terpaksa melakukan perlawanan. Caswan, kepala Desa di Indramayu
menuturkan, meski sering terjadi kekerasan terhadap TKW asal Indramayu,
hingga mereka tewas dan menderita lumpuh, minat menjadi pembantu rumah
tangga di Arab Saudi tetap tinggi.

Mengapa minat menjadi TKI/TKW masih tinggi sedangkan banyak TKI/TKW


yang disiksa disana? mungkin karena rendahnya upah kerja yang ditawarkan di

10
Indonesia, sedangkan di luar negeri bisa mendapatkan penghasilan besar
meskipun hanya menjadi pembantu rumah tangga.

TKI dan TKW harus dilindungi menurut pasal 28i tentang HAM, khususnya
pemerintah. Pemerintah harus memberikan perlindungan antara lain berupa :
Pemberian bantuan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan di negara tujuan serta hukum dan kebiasaan internasional.
Pembelaan atas pemenuhan hak-hak sesuai dengan perjanjian kerja dan/atau
peraturan perundang-undangan di negara TKI ditempatkan.

Karena TKI dan TKW itu juga warga Indonesia yang wajib juga dilindungi dan
juga ia mempunyai Hak untuk hidup. Tetapi TKI dan TKW juga jangan
melakukan tindakan yang membuat sang majikan marah, dan juga para TKI dan
TKW harus memiliki skill bahasa dan keterampilan.

Agar tidak terjadi tindakan yang tidak semestinya, para TKI dan TKW harus
menjalani pelatihan. Pelatihan tersebut penting sekali, karena jika seorang
TKI/TKW melakukan kesalahan, itu juga dapat memalukan negara kita Indonesia.
Maka pelatihan itu harus dijalani dengan sangat matang.

Pelatihan hendaknya seperti sekolah yang mengajarkan pengetahuan dan bahasa


walaupun hanya sebagian kecil. Pelatihan itu juga hendaknya ada pemisahan profesi
spesial seperti spesialis masak,pembantu spesialis bersih-bersih rumah, spesialis penjaga
anak,dll. Intinya, TKI harus lebh terorganisir layaknya pasukan dan tenaga profesional.
Sebelum dikirim, TKI tersebut hendaknya melewati tahap seleksi ketat seperti tahap
ujian tulis, ujian praktek, tes psikologis dan tes kesehatan. Setelah itu TKI hendaknya
diberi uji coba minimal 1 minggu pada profesi masing-masing. Dan pemerintah
hendaknya bekerja sama dengan perusahaan jasa pengiriman TKI untuk mendata dan
memantau calon tki secara khusus.

11
BAB IV
KESIMPULAN

1. Kekuatan tenaga kerja adalah kualitas dan kuantitas masyarakat atau penduduk
suatu negara yang menjadi aset bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
menuju salah satu kekuatan ekonomi dunia.
2. Bagian-bagian dari kekuatan tenaga kerja ada 4 yaitu, mobilitas tenaga kerja,
masalah tenaga kerja asing, Bahan pertimbangan dalam membuat kebijaksanaan
mengenai lapangan kerja dan hubungan majikan degan buruh.
3. Jumlah tenaga kerja di setiap negara berbeda-beda dengan budaya dan peraturan
perburuhan serta tingkat militansi serikat buruh masing-masing. Perusahaan yang
merencanakan penanaman modal di negara yang kurang berkembang dan
masyrakat masih tradisional, perlu mengkaji faktor kebudayaan, agama dan faktor
lainnya.

12
4. Masyarakat tradisional dan perilaku rasial terkadang menjadi masalah bagi
perusahaan.
5. Faktor-faktor yang menjadi bagian dari kekuatan tenaga kerja merupakan hal
pertimbangan bagi suatu perusahaan untuk melakukan bisnis internasional.
6. Kekuatan tenaga kerja sangat berpengaruh bagi perusahaan untuk melakukan
bisnis internasional, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan setelah menjadi
partner dalam bisnis yaitu kerugian

13