Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Keluarga merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan
perkawinan, adobsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan
budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, dan social
dari atap anggota keluarga. ( Duvall, 1997 ).
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang bergabung karena huungan darah,
ikatan perkawinan atau adopsi, tinggal dalam satu rumah dan mempertahankan
budaya. (Bailon dan Maglaya, 1978 ).
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah
perkawinan atau adopsi ,hidup dalam satu rumah dan mempertahankan budaya. (Bab
X Han dan Maglaya,1978).
Ada beberapa alasan kenapa keluarga di gunakan sebagai unit pelayanan :
a. Keluarga sebagai unit utama masyarakat dan merupakan lembaga yang
menyangkut kehidupan masyarakat.
b. Keluarga suatu kelompok dalam menimbulkan,mencegah,mengabaikan atau
memperbaiki masalah kesehatan
c. Masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan dan apabila salah satu
aggota keluarganya mempunyai masalah kesehatan,akan mempengaruhi
anggota keluarga yang lain.
d. Keluarga merupakan perantara yang efektif dan mudah untuk berbagai upaya
kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu,di harapkan dengan terciptanya keluarga sehat maka akan tercipta
juga suatu masyarakat yang sehat,dalam hal ini keluarga diharapkan;
1. Keluarga mampu mengenal masalah kesehatan
2. Keluarga mampu mengambil keputusan
3. Keluarga mampu merawat/menolong anggota keluarga yang sakit
4. Keluarga mampu memodifikasi lingkungan serta,
5. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan

32
Penyakit darah tinggi atau hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan systole
mengalami kenaikan yang melebihi batas normal (tekanan systole diatas 140 mmHg,
diastole 90 mmHg). Berdasarkan tinggi rendahnya diastolic maka dapat beberapa
gradasi tekanan darah tinggi, meliputi : hipertensi berat apabila diastole lebih besar
dari 130 mmHg, hipertensi sedang apabila tekanan diastole 105 sampai 129 mmHg,
hipertensi ringan apabila tekanan diastole 90 mmHg sampai 104 mmHg, nilai normal
berkisar antara 120/80 sampai 140/90 mmHg (Murwani, 2011).

Secara umum masyarakat sering menghubungkan antara konsumsi garam dengan


hipertensi. Garam merupakan hal yang sangat penting pada mekanisme timbulnya
hipertensi. Pengaruh asupan garam terhadap hipertensi melalui peningkatan volume
plasma (cairan tubuh) dan tekanan darah. Keadaan ini akan diikuti peningkatan
ekskresi (pengeluaran) kelebihan garam sehingga kembali pada keadaan hemodinamik
(sistem perdarahan) yang normal.

Hubungan antara stres dengan hipertensi diduga melalui aktifitas saraf simpatis,
yang dapat meningkatkan tekanan darah secara bertahap. Apabila stress menjadi
berkepanjangan dapat berakibat tekanan darah menjadi tetap tinggi.

Olahraga ternyata juga dihubungkan dengan pengobatan terhadap hipertensi.


Melalui olahraga yang isotonik dan teratur (aktivitas fisik aerobik selama 30-45
menithari) dapat menurunkan tahanan perifer yang akan menurunkan tekanan darah.
Selain itu dengan kurangnya olahraga maka resiko timbulnya obesitas akan bertambah,
dan apabila asupan garam bertambah maka resiko timbulnya hipertensi juga akan
bertambah.

1.2 Permasalahan/ Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah pada asuhan keperawatan ini,
maka penulis mencoba untuk merumuskan masalah yaitu :

1. Apakah ada hubungan antara usia dengan kejadian hipertensi ?


2. Apakah ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian hipertensi ?
3. Apakah ada hubungan antara pola asupan garam dengan kejadian hipertensi ?

33
4. Apakah ada hubungan antara riwayat keluarga hipertensi dengan kejadian
hipertensi ?
5. Apakah ada hubungan stress dengan kejadian hipertensi ?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Diharapkan mahasiswa mampu melaksanakan asuhan keperawatan yang benar
dan tepat pada keluarga dengan penderita Hipertensi melalui pendekatan
penerapan proses keperawatan sebagai metode pemecahan masalah.
1.3.2 Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penulisan askep keluarga ini diharapkan mahasiswa
mampu :
1) Melaksanakan pengkajian data yang benar dan tepat pada keluarga Ny.A
dengan salah satu angota keluarga menderita Hipertensi.
2) Merumuskan diagnosa keperawatan yang benar dan tepat pada keluarga
Ny.A dengan salah satu anggota keluarga menderita Hipertensi.
3) Menyusun rencana keperawatan yang benar dan tepat pada keluarga Ny.A
dengan Hipertensi.
4) Melaksanakan asuhan keperawatan yang benar dan tepat pada keluarga
Ny.A dengan salah satu anggota keluarga menderita Hipertensi.
5) Mengevaluasi sejauh mana keberhasilan dari asuhan keperawatan yang
telah dilaksanakan / dilakukan pada kleuarga Ny.a dengan salah satu
anggota keluarga menderita Hipertensi.

1.4 Manfaat
1.4.1 Penulis
1) Mampu menerapkan teori yang didapat di bangku perkuliahan.
2) Menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman.
3) Mampu mengenal kesehatan yang ada dalam masyarakat.
4) Mampu bersosialisasi dengan anggota keluarga dan masyarakat.
5) Mengetahui tentang asuhan dan diagnosa yang tepat untuk klien hipertensi.

34
1.4.2 Institusi
1) Dapat mengevaluasi hasil mata ajaran dan aplikasinya di keluarga dan
masyarakat.
2) Mengetahui masalah-masalah kesehatan yang ada di masyarakat.
3) Untuk puskesmas khususnya, untuk mengetahui angka kejadian hipertensi
yang terjadi didaerah tersebut.
1.4.3 Keluarga
Agar keluarga lebih memahami tentang hipertensi dan cepat mengatasi
apabila hipertensi itu sendiri kambuh, dan bisa mengatasinya apabila ada
keluarga lain yang terkena hipertensi juga dan mengikuti pendidikan
kesehatan yang telah diberikan oleh petugas kesehatan.

35
BAB II

METODOLOGI

2.1 Lokasi
Lokasi pelaksanaan praktik asuhan keperawatan keluarga adalah di Jl. Pekapuran A
RT.15, Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin,
Kalimantan Selatan.
2.2 Strategi
Mahasiswa melaksanakan praktik asuhan keperawatan keluarga di Jl. Pekapuran A
RT.15, Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Banjarmasin Timur, yang merupakan
wilayah kerja Puskesmas Karang Mekar.
2.3 Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara:

2.3.1 Wawancara
2.3.2 Observasi
2.3.3 Catatan kesehatan
2.3.4 Kunjungan Rumah
2.4 Pengolahan Data
Data yang telah terkumpul di analisa, ditentukan diagnosa keperawatan keluarga,
kemudian disusun perencanaan, implementasi serta evaluasi dari permasalahannya.
2.5 Jadwal Kegiatan
Kegiatan pelaksanaan asuhan keperawatan dilaksanakan pada tanggal :
1) 02 Oktober 2015 : Pengenalan, menjelaskan maksud kedatangan,
melakukan pengkajian dan mengakhiri kunjungan.
2) 06 Oktober 2015 : memberikan penyuluhan dan mengevaluasi hasil
dari penyuluhan tentang hipertensi
3) 08 Oktober 2015 : evaluasi hasil penyuluhan

36
BAB III

HASIL KEGIATAN

3.1 Pengumpulan Data


A. Data Kepala Keluarga
Nama kepala keluarga adalah Ny.A beragama islam, berumur 71 tahun, suku
Banjar, pendidikan terakhir kepala keluarga tidak bersekolah, penghasilan/bulan
Ny.A tidak menentu karena Ny.A tidak bekerja, jadi untuk keseharian hanya
mengharapkan belaskasihan tetangga atau mendapat pertolongan dari anak sehingga
dalam artian Ny.A tidak bekerja. Yang mengambil keputusan adalah Ny.A (sebagai
kepala keluarga). Keluarga ini termasuk tipe keluarga The single-parent
family dimana keluarga hanya terdiri dari satu orang tua ( ibu ) dengan anak, hal ini
terjadi karena anggota keluarga ( kepala keluarga ) sebelumnya meninggal dunia.

Genogram keluarga :

Ny.a
(71 th)

37
Keterangan :

Laki-laki garis keturunan

Perempuan meninggal

Garis pernikahan serumah

B. Daftar Angota Keluarga

No Nama Hubungan L/P Umur Pendidikan Pekerjaan Status


anggota dengan kepala
kelurga keluarga
1 Ny.A Anak P 55 SD Swasta Janda

Anggota Keluarga Yang Meninggal Dunia

No Nama naggota Hubungan Jenis Umur Sebab


kelurga dengan kelamin kematian
KK
1 Tn.M Suami L 50 sakit

C. Rumah dan Lingkungannya


1. Rumah
Ny.A tinggal tinggal bersama satu orang anaknya di rumah yang digadaikan
oleh orang lain kepada Ny.A, rumah kayu, ukuran rumah 5 m x 5 m , dengan
jumlah kamar tidur ada 1 kamar. Lantai terbuat dari kayu dan memiliki
penerangan listrik dari PLN. Ventilasi dirumah tidak ada. Kebersihan rumah
kurang, barang-barang terlihat berserakan dan tidak tersusun rapi, lantai rumah
terasa berdebu.
2. Dapur
Alat-alat masak menggunakan kompor minyak tanah, kebersihan kurang.

38
3. Pembuangan Air Limbah
Pembuangan air limbah terbukakarena pembuangan limbah langsung kebawah
kolong rumah
4. Sumber air minum
Air minum yang digunakan didapat dari ledeng (PDAM). Air yang digunakan
untuk mencuci adalah air sungai. Air minum diolah dengan dimasak terlebih
dahulu. Keadaan mikroskopik airnya tidak berasa, tidak berbau dan tidak
berwarna.
5. Jamban
Jamban yang digunakan oleh keluarga Ny.A adalah jamban cemplung. Dengan
kebersihan kurang.
6. Pembuangan sampah
Pembuangan sampah keluarga Ny.A adalah dengan mengumpulkannya didalam
plastic kemudian diambil oleh petugas kebersihan.
7. Kandang hewan peliharaan
Keluarga Ny.A tidak memiliki hewan peliharaan
8. Lingkungan
Keluarga Ny.A tidak memiliki halaman rumah, kebersihan lingkungan rumah
kurang karena sekitar rumah tampak lembab dan kotor.

D. Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan


Bila sakit keluarga Ny.A, maka yang dilakukan adalah membawa anggota keluarga
yang sakit berobat ke puskesmas langsung ke dokter.

E. Riwayat Kesehatan/Penyakit Keluarga


1. Penyakit yang pernah dialami
Ny. A sebagai kepala keluarga pernah mengalami stroke, tekanan darah tinggi
dan gastritis. Sedangkan anak dari Ny. A yang bernama A mengalami riwayat
close fraktur, darah tinggi dan ambeyen.
2. Keadaan kesehatan keluarga saat ini

39
Ny. A saat ini mengalami penyakit hipertensi dan anaknya A masih mengalami
close fraktur dan tekanan darah tinggi.

F. Tugas Dan Fungsi Keluarga


No Tugas dan Fungsi Sangat Baik Sedang Tidak
Keluarga baik baik
Mengenal masalah

1 kesehatan dalam keluarga
Mengambil keputusan
2 yang berhubungan dengan
kesehatan keluarga
Mampu merawat anggota
3 keluarga yang mengalami
gangguan kesehatan
Mampu memodifikasi
4 lingkungan yang

berhubungan dengan
kesehatan
Mampu memanfaatkan
5 fasilitasi kesehatan di
lingkungan sekitar

40
3.2 Analisa Data

No Data Etiologi Masalah


1 DS : Ketidakmampuan Gangguan rasa
1) Klien mengatakan sering merasa keluarga dalam nyaman (pusing)
pusing, hanyut, penglihatan kabur, memberikan
tidur siang sangat susah. perawatan kepada
2) Klien mengatakan dulu saya anggota keluarga
pernah mengalami stroke selama yang menderita
12 hari dan tidak ada konsultasi ke hipertensi.
pelayanan kesehatan hanya diurut
saja dan memang memiliki riwayat
darah tinggi.
3) Klien mengatakan tensi paling
tinggi pernah sampai 190/110
mmHg, kemarin kepala terasa
pusing dan hanyut lalu klien pergi
ke puskesmas dan ternyata setelah
ditensi tekanan darah klien adalah
150/80, kemudian diberikan obat
dari puskesmas.
DO :
Hasil pemeriksaan fisik :
1) Temp : 35,7 C/axial
2) Resp : 22 x/menit
3) Pulse : 80 x/menit,
4) BP : 150/90 mmHg

41
2 DS : ketidakmampuan Kerusakan
1) Klien mengatakan banyak yang di keluarga Tn E penatalaksanaan
memodifikasi pemeliharaan
pikirkan dan banyak beban, ada
lingkungan untuk rumah
jendela tetapi tidak bisa dibuka menjamin
karena sudah dan air limbah rumah kesehatan
keluarga.
tangga yang dibuang langsung ke
kolong rumah.
DO :
1) barang-barang yang berserakan
didalam rumah,
2) penataan barang yang yang tidak
teratur dan lantai yang kurang
bersih
3) dapur, ruang tamu, ruang keluarga
menjadi satu
4) lantai rumah berdebu seperti tidak
pernah dibersihkan
5) klien terlihat seperti sedang ada
pikiran

42
3 DS : Ketidak mampuan Kurang
1) Klien mengatakan bahwa anaknya keluarga mengenal pengetahuan
juga sering merasakan sakit kepala masalah kesehatan
dan klien tidak tau bagaimana cara pada anggota
merawatnya keluarga yang
2) Klien mengatakan tidak pernah tau sakit
pelajaran tentang darah tinggi
3) Klien mengatakan anaknya yang
pertama juga sedang sakit dan tidak
bias merawatnya
DO :
1) Klien berusia 71 tahun dan anak
klien berusia 55 tahun
2) Klien tidak bersekolah sehingga
tidak dapat membaca dan menulis
3) Klien tidak dapat menjawab
pertanyaan seputar darah tinggi
4) Tampak anak klien hanya berbaring
ditempat tidur dan tidak bias berdiri
atau beraktivitas karena pada kaki
sebelah kanan terjadi close fraktur

3.3 Tahap Penjajakan I


Masalah kesehatan
1) Ancaman kesehatan : Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah
2) Kurang / tidak sehat : Ny.A menderita hipertensi
3) Kegagalan dalam : Pengetahuan tentang hipertensi yang kurang
memantapkan kesehatan

43
3.4 Tahap Penjajakan II

Data Masalah
DS : Masalah Kesehatan : Ny.A menderita
1) Klien mengatakan sering merasa hipertensi
pusing, hanyut, penglihatan kabur, Masalah Keperawatan : Gangguan rasa
tidur siang sangat susah. nyaman (pusing) berhubungan dengan
2) Klien mengatakan dulu saya Ketidakmampuan keluarga dalam
pernah mengalami stroke selama 12 memberikan perawatan kepada anggota
hari dan tidak ada konsultasi ke keluarga yang menderita hipertensi.
pelayanan kesehatan hanya diurut
saja dan memang memiliki riwayat
darah tinggi.
3) Klien mengatakan tensi paling
tinggi pernah sampai 190/110
mmHg, kemarin kepala terasa
pusing dan hanyut lalu klien pergi
ke puskesmas dan ternyata setelah
ditensi tekanan darah klien adalah
150/80, kemudian diberikan obat
dari puskesmas.
DO :
Hasil pemeriksaan fisik :
1) Temp : 35,7 C/axial
2) Resp : 22 x/menit
3) Pulse : 80 x/menit,
4) BP : 150/90 mmHg

44
DS : Masalah Kesehatan : Ny. A merasa
1) Klien mengatakan banyak yang di memiliki beban berat terutam klien
pikirkan dan banyak beban, ada memikirkan keadaan hidup saat ini
jendela tetapi tidak bisa dibuka Masalah keperawatan : Kerusakan
karena sudah dan air limbah rumah penatalaksanaan pemeliharaan rumah
berhubungan dengan ketidakmampuan
tangga yang dibuang langsung ke
keluarga Ny.A memodifikasi
kolong rumah. lingkungan untuk menjamin kesehatan
DO : keluarga.

1) barang-barang yang berserakan


didalam rumah,
2) penataan barang yang yang tidak
teratur dan lantai yang kurang
bersih
3) dapur, ruang tamu, ruang keluarga
menjadi satu
4) lantai rumah berdebu seperti tidak
pernah dibersihkan
5) klien terlihat seperti sedang ada
pikiran

DS : Masalah Kesehatan : keluarga tidak


1) Klien mengatakan bahwa anaknya mengetahui tentang penyakit hipertensi
juga sering merasakan sakit kepala Masalah Keperawatan : kurang
dan klien tidak tau bagaimana cara pengetahuan Ketidak mampuan
merawatnya keluarga mengenal masalah kesehatan
2) Klien mengatakan tidak pernah tau pada anggota keluarga yang sakit
pelajaran tentang darah tinggi
3) Klien mengatakan anaknya yang
pertama juga sedang sakit dan tidak
bias merawatnya
DO :
1) Klien berusia 71 tahun dan anak
klien berusia 55 tahun
2) Klien tidak bersekolah sehingga
tidak dapat membaca dan menulis

45
3) Klien tidak dapat menjawab
pertanyaan seputar darah tinggi
4) Tampak anak klien hanya berbaring
ditempat tidur dan tidak bias berdiri
atau beraktivitas karena pada kaki
sebelah kanan terjadi close fraktur

3.5 Prioritas Masalah

No Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran


DX
1 a. Sifat masalah : 3 1 3/3 x 1 = 1 Ketidak
1. aktual (3) mampuan
2. resiko tinggi (2) keluarga untuk
3. potensial (1) merawat Ny.A
dengan penyakit
hipertensi
merupakan
ancaman
terjadinya
penyakit lamanya
(stroke)

b. Kemungkinan 1 2 1/2 x 2 = 1 Penyakit


masalah dapat di hipertensi yang
ubah terjadi bisa
1. tinggi (2) diobati
2. sedang (1)
3. rendah (0)

c. Potensial masalah 2 1 2/3 x 1 = Bila tidak segera


untuk dicegah 2/3 di tangani maka
1. Mudah (3) bisa terjadi
2. Cukup (2) hipertensi
3. Tidak dapat (1) berlanjut.

46
d. Menonjol masalah: 2 1 2/2 x 1 = 1 Hipertensi jika
Masalah berat tidak diobati
harus segera akan berakibat
ditangani. yang tidak baik,
1. Masalah jadi sejak berobat
dirasakan dan hingga
perlu dinyatakan
penanganan sembuh terus
segera. (2) lakukan
2. Masalah di pengobatan
rasakan, tidak
perlu di tangani
segera (1)
3. Masalah tidak
dirasakan (0)
Total Score 3 2/3
2 a. Sifat masalah : 3 1 3/3 x 1 = Rumahpapan
1. aktual (3) 2/3 terdapat satu
2. resiko tinggi (2) buah jendel
3. potensial (1) terdiri dari satu
kamar tidur
dinding samping
berhimpitan
dengan tetangga
dan udara dalam
rumah lembab,
lantai kotor

b. Kemungkinan 1 2 x2=1
masalah dapat di Masalah dapat
ubah diubah, jika
1. tinggi (2) semua anggota
2. sedang (1) keluarga ikut
3. rendah (0) berpartisipasi
dalam menjaga
kebersihan
lingkungan
rumah.

47
c. Potensial masalah 2 1 2/3 x 1 =
untuk dicegah 2/3 Masalah sulit
1. Mudah (3) dicegah dicegah
2. Cukup (2) mengingat klien
3. Tidak dapat (1) sudah lanjut usia
dan anak klien
tidak dapat
berdiri akibat
close fraktur,
pengubahan
struktur
bangunan masih
berkendala
dengan factor
ekonomi
mengingat Ny.A
tidak mempunyai
pekerjaan dan
mengharapkan
pemberian orang
d. Menonjol masalah: 2 1 2/2 x1 = 1 lain.
Masalah berat
harus segera Keluarga
ditangani. merasakan betul
1. Masalah adanya masalah
dirasakan dan pemeliharaan
perlu rumahnya yang
penanganan bias
segera. (2) menyebabkan
2. Masalah di timbulnya
rasakan, tidak masalah
perlu di tangani kesehatan, jadi
segera (1) harus segera
3. Masalah tidak ditangani.
dirasakan (0)
Total Score 2 4/6
3 a. Sifat masalah : 3 1 3/3 x 1 = 1 Klien dan
1. aktual (3) keluarga tidak

48
2. resiko tinggi (2) mengetahui
3. potensial (1) tentang penyakit,
yang klien tau
dia berobat
karena darah
tinggi. Klien
tidak memahami
akibatjika tidak
berobat, akibat
dari darah tinggi
dan masalah
kesehatan dari
darah tinggi

b. Kemungkinan 2 1 2/2 x 1 = 1 Masalah mudah


masalah dapat di untuk diubah
ubah dengan cara
1. tinggi (2) memberikan
2. sedang (1) penyuluhan
3. rendah (0) tentang
pelayanan
kesehatan
puskesmas.

c. Potensial masalah 2 1 2/2 x 1 = 1 Walaupun


untuk dicegah masalah sudah
1. Mudah (3) terjadi tetapi
2. Cukup (2) keluarga masih
3. Tidak dapat (1) mau berobat ke
puskesmas walau
keluarga hanya
tau puskesmas
tempat berobat
jika ada keluhan

d. Menonjol masalah: 2 1 2/2 x 1 = 1 Masalah sudah


Masalah berat terjadi, klien baru
harus segera tersadar untuk
ditangani. berobat jika
1. Masalah sudah ada
dirasakan dan

49
perlu keluhan
penanganan
segera. (2)
2. Masalah di
rasakan, tidak
perlu di tangani
segera (1)
3. Masalah tidak
dirasakan (0)
Total score 4

50
3.6 Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga

1. Kurang pengetahuan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan pada


anggota keluarga yang sakit

TUJUAN EVALUA INTERVENSI


Diagnosa SI
Keperawatan UMUM KHUSUS KRITERI STANDAR
A
kurang pengetahuan Setelah Setelah diberikan askep Verbal Keluarga Diskusi
ketidakmampuan diberikan keluarga dalam 1 kali mampu dengan
keluarga mengenal Askep kunjungan dan durasi mengenal anggota
masalah kesehatan keluarga
keluarga waktu 30 menit masalah
pada anggota keluarga tentang
yang sakit selama 1x keluarga mampu : kesehatan pengertian
kunjungan tentang hipertensi,
1. mengetahui
keluarga pengertian masalah yang
pemgertian
mengetahui hipertensi, mungkin
hipertensi
dan mampu masalah terjadi pada
2. mengetahui
menggenal yang penderita
masalah yang
hipertensi dan
masalah mungkin terjadi mungkin
megetahui
penyakit pada penderita terjadi pada tanda dan
dalm hipertensi penderita gejala
3. mengetahui
keluarga hipertensi hipertensi
tanda dan gejala
hipertensi dan
megetahui
tanda dan
gejala
hipertensi
4. Mengetahui diet psikomotor Keluarga Jelaskan kepada
yang tepat mampu keluarga dan
mengatur ajak keluarga
diet yang untuk mengatur
tepat selama diet yang tepat
hipertensi
masih
diderita

51
2. Gangguan rasa nyaman (pusing) berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga
dalam memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang menderita hipertensi.
TUJUAN EVALUA INTERVENSI
Diagnosa SI
Keperawatan UMUM KHUSUS KRITERI STANDAR
A
Gangguan rasa Setelah Setelah dilakukan Verbal dan Keluarga 1.Observasi
nyaman (pusing) dilakukan kunjungan 2x non verbal dan klien tanda tanda
berhubungan dengan tindakan
diharapkan keluarga bisa vital
Ketidakmampuan keperawatan
keluarga dalam , rasa pusing dapat : mengetahui 2.Gali
memberikan klien menjelaskan tanda- dan pengetahuan
perawatan kepada berkurang
tanda hipertensi. memahami keluarga
anggota keluarga yang atau hilang
menderita hipertensi. Keluarga bisa tentang mengenai
menyebutkan cara tanda-tanda tanda tanda
mengurangi rasa sakit hipertensi, hipertensi
pusing. cara 3.Jelaskan
Keluarga bisa mengurangi mengenai cara
menyebutkan salah satu rasa sakit mengurangi
obat pusing. pada kepala, rasa pusing.
Klien mau minum obat bisa 4.Jelaskan
menyebutka tentang jenis
n salah satu obat yang
obat pusing. aman untuk
Klien diminum.
minum obat 5.Jelaskan
anti aturan minum
hipertensi obat yang
dan anti benar.
nyeri 6.Beri
kesempatan
kepada
keluarga

52
untuk
bertanya

3. Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah berhubungan dengan


ketidakmampuan keluarga Ny.A memodifikasi lingkungan untuk menjamin kesehatan
keluarga.

Diagnosa Tujuan Umum Tujuan Evaluas Evaluasi Intervensi


keperawatan khusus i standar
kriteria
Kerusakan Setelah Selama 1x60 menit Respon Rumah 1. Diskusikan
penatalaksanaan diberikan kunjungan keluarga verbal yang sehat bersama keluarga
pemeliharaan askep keluarga mampu memelihara adalah tentang pengertian
rumah keadaan rumah rumah dengan baik kondisi rumah sehat
berhubungan menjadi baik Dengan cara : fisik, 2. tanyakan kembali
dengan dan tersusun kimia, , kepada keluarga
1.1 Menyebutkan
ketidakmampua rapi biologi tentang pengertian
pengertian rumah
n keluarga Ny.A yang sehat didalam rumah sehat
memodifikasi rumah dan 3. berikan pujian atas
lingkungan perumahan jawaban yang tepat
untuk menjamin sehingga
kesehatan memungki
keluarga. nkan
penghuni
atau
masyarakat
memperole
h derajat
kesehatan
yang
optimal

1.2.Menyebutkan Respon 1. Diskusikan dengan


1. Sirkula
ciri-ciri rumah yang verbal keluarga tentang
si
sehat ciri-ciri rumah
udara

53
yang sehat
2. diskusikan
baik.
bagaimana
2. Penera
memodifikasi
ngan rumah sehat agar
yang sesuai dengan ciri-
cukup. ciri rumah sehat
3. Air 3. berikan pujian
bersih kepada keluarga
terpen atas pertanyaan
yang tepat
uhi
4. Pembu
angan
air
limbah
diatur
dengan
baik
agar
tidak
menim
bulkan
pence
maran.
5. Bagian
-
bagian
ruang
seperti
lantai
dan
dindin
g tidak
terpen
garuh
pence

54
maran
seperti
bau,
rembes
an air
kotor
maupu
n
udara
kotor

1.3. Keluarga mampu Respon Rumah 1. diskusikan dengan


menyebutkan akibat verbal yang keluarga akibat
yang ditimbulkan dari kurang tidak menjaga
rumah yang tidak sehat akan kebersihan rumah
sehat menimbulk 2. berikan pujian atas
an berbagai tindakan yang
akibat yaitu telah dilakukan
dapat keluarga
menimbulk
an beragai
macam
penyakit,
kurang
memberika
n
kenyamana
n pada
anggota
keluarga

55
1.4. keluarga mampu Respon Keluarga 3. ajak keluarga
memperbaiki kondisi afektif dapat menjaga
rumahnya melakukan kebersihan rumah
perubahan 4. ajak keluarga
Respon terhadap memperbaiki
psikom kondisi bagian-bagian
otor rumahnya rumah yang tidak
agar sesuai baik
dengan 5. motivasi keluarga
rumah untuk memelihara
Respon yang sehat rumah agar selalu
afektif dan tercipta
memberika kenyamanan bagi
n anggota keluarga
kenyamana
n kepada
keluarga

3.7 Implentasi
1. Kurang pengetahuan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
pada anggota keluarga yang sakit

Diagnosa Implementasi
Kurang pengetahuan ketidakmampuan 1. Mengucapkan salam
keluarga mengenal masalah kesehatan 2. Memvalidasi keadaan keluarga
pada anggota keluarga yang sakit 3. Menjelaskan tujuan
TUK I
1. mendiskusikan dengan anggota
keluarga tentang pengertian
hipertensi, masalah yang
mungkin terjadi pada penderita
hipertensi dan megetahui tanda
dan gejala hipertensi
2. Menanyakan kembali kepada
keluarga tentang pengertian
hipertensi, masalah yang
mungkin terjadi pada penderita
hipertensi dan megetahui tanda
dan gejala hipertensi

56
3. Memberikan pujian atas jawaban
yang benar diberikan oleh
keluarga

TUK 2
4. mejelaskan kepada keluarga dan
mengajak keluarga untuk
mengatur diet yang tepat

2. Gangguan rasa nyaman (pusing) berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga


dalam memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang menderita
hipertensi.
Diagnosa Implementasi
Gangguan rasa nyaman (pusing) 1. mengbservasi tanda tanda vital
berhubungan dengan Ketidakmampuan
2. mengali pengetahuan keluarga
keluarga dalam memberikan perawatan
kepada anggota keluarga yang mengenai tanda tanda
menderita hipertensi.
hipertensi
3. menjelaskan mengenai cara
mengurangi rasa pusing.
4. menjelaskan tentang jenis obat
yang aman untuk diminum.
5. menjelaskan aturan minum obat
yang benar.
6. memberi kesempatan kepada
keluarga untuk bertanya

3. Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah berhubungan dengan


ketidakmampuan keluarga Ny.A memodifikasi lingkungan untuk menjamin
kesehatan keluarga.
Diagnosa Implementasi
Kerusakan penatalaksanaan TUK 1
pemeliharaan rumah berhubungan 1. mendiskusikan bersama
dengan ketidakmampuan keluarga Ny.A keluarga tentang pengertian
memodifikasi lingkungan untuk rumah sehat
menjamin kesehatan keluarga.
2. menanyakan kembali kepada
keluarga tentang pengertian
rumah sehat

57
3. memberikan pujian atas
jawaban yang tepat
TUK 2
1. Mendiskusikan dengan
keluarga tentang ciri-ciri rumah
sehat
2. mendiskusikan bagaimana
memodifikasi rumah sehat agar
sesuai dengan ciri-ciri rumah
sehat
3. memberikan pujian kepada
keluarga atas pertanyaan yang
tepat
TUK 3
1. mendiskusikan dengan keluarga
akibat tidak menjaga kebersihan
rumah
2. memberikan pujian atas tindakan
yang telah dilakukan keluarga
3. mengajak keluarga menjaga
kebersihan rumah
4. mengajak keluarga memperbaiki
bagian-bagian rumah yang tidak
baik
5. memberikan motivasi keluarga
untuk memelihara rumah agar
selalu tercipta kenyamanan bagi
anggota keluarga

58
3.8 Evaluasi
1. Kurang pengetahuan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
pada anggota keluarga yang sakit
S 1. Keluarga menjawab salam
2. Keluarga mengatakan mengetahui keadaan saait ini
3. Kelurga menyetujui pertemuan saat ini selama 30 menit.
4. Keluarga dapat tentang tentang pengertian hipertensi, masalah yang
mungkin terjadi pada penderita hipertensi dan megetahui tanda dan
gejala hipertensi serta diet yang walau kadang bias lupa

O 1. Keluarga kooperatif saat dijelaskan


2. Keluarga mendengarkan dengan baik apa yang dijelaskan
3. Keluarga maih belum bias mengulang dengan baik tentang
pengertian hipertensi, masalah yang mungkin terjadi pada penderita
hipertensi dan megetahui tanda dan gejala hipertensi
A Keluarga masih perlu dibimbing tentang teori hipertensi
P Ulangi intevensi dan lanjutkan intervensi berikutnya

2. Gangguan rasa nyaman (pusing) berhubungan dengan Ketidakmampuan


keluarga dalam memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang menderita
hipertensi.
S 1. Ny. A mengatakan mengerti dan tahu kalau menderita penyakit
hipertensi
2. Ny.A bersedia minum obat pusing yang diberikan dokter
puskesmas
O 1. TTV : Temp : 35,7 C/axial, Resp : 22 x/menit, Pulse : 80 x/menit,
BP : 150/90 mmHg
2. Keluarga kooperatif dalam mengikuti diskusi
3. Keluarga dapat menjelaskan kembali cara pencegaha pusing
A Masalah teratasi
P Lanjutkan intervensi berikutnya

3. Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah berhubungan dengan


ketidakmampuan keluarga Ny.A memodifikasi lingkungan untuk menjamin
kesehatan keluarga
S 1. Keluarga mengatakan mengetahui pentingnya kebersihan rumah
2. Keluarga mengata tidak dapat melakukan apa-apa karena keadaan
rumah yang sempit
3. Keluarga mengatakan tidak mampu untuk membersihkan rumah
karena factor sakit

59
O 1. Keluarga kooperatif mengikuti diskusi
2. Tidak tampak keinginan keluarga untuk melakukan pembersihan
rumah
3. Keluarg terlihat sedih disinggung tentang kebersihan rumah
A Masalah belum teratasi
P Ulangi intervensi hingga berhasil dan keluarga mampu menerima
keadaaan

60
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Tahap Pengkajian

Pengkajian adalah merupakan upaya pengumpulan data secara lengkap dan sistematis
terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan yang dihadapi
oleh masyarakat baiki ndividu, keluarga atau kelompok yang menyangkut permasalahan
pada fisiologis, psikologis, social ekonomi, maupun spiritual dapat ditentukan (Mubarak,
2009).
Berdasarkan rencana, proses pengkajian ini dilakukan dalam waktu satu hari yaitu
tanggal 2 Oktober 2015 di Pekapuran A RT.14 yang dilakukan oleh mahasiswa Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin. Pengkajian merupakan salah satu cara
untuk mengidentifikasi masalah yang di temukan dalam keluarga Ny.A. Pada tahap ini
ditemukan tiga masalah kesehatan pada Ny.A yaitu Resiko kekambuhan/ketidakpatuhan
terhadap program perawatan diri terhadap penyakit Hipertensi yang di alami Ny. A,
Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah, dan kurang pengetahuan keluarga.
Dalam melakukan perumusan masalah, saya mendasarkan perumusan masalah pada
konsep, analisa, dan standar yang dapat dijadikan acuan dalam menganalisa sebelum
mengambil tentang masalah kesehatan dan masalah keperawatan pada Ny.A.

4.2 Tahap Perencanaan


Mahasiswa bersama keluarga merumuskan rencana kegiatan untuk mengatasi masalah
keperawatan resiko kekambuhan/ketidakpatuhan terhadap program perawatan diri pada Ny.
A dan perilaku gaya hidup cenderung beresiko masyarakat tentang pengertian, penyebab,
tanda dan gejala serta pencegahannya pada keluarga Ny.A dengan menggunakan strategi
intervensi keperawatan keluarga antara lain dengan melakukan pendidikan
kesehatan/penyuluhan tentang penyakit Hipertensi, diet penderita pertensi dan melakukan
pemeriksaan tekanan darah.

61
4.3 Tahap Pelaksanaan
Implementasi dari asuhan keperawatan keluarga dilakukan selama 3x pertemuan dan
keluarga dapat bekerjasama dengan baik.

4.4 Evaluasi
Keluarga mampu menjalankan tugas dan fungsi keluarga dengan cukup baik

62
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari ayah,ibu dan anak
yang tinggal dalam satu rumah dan saling berpengaruh satu sama lain.
Saat ini Ny.A menderita hipertensi yang telah lama dialaminya. Setelah dilakukan
pengkajian dari keluarga Ny.A di temukan ada beberapa masalah kesehatan yaitu:
1. Ny.A menderita hipertensi
2. Sanitasi lingkungan yang kurang.
3. Kurang pengetahuan keluarga
Setelah di berikan tindakan keperawatan,keluarga Ny.A berusaha meningkatkan status
kesehatan keluarganya, dengan berusaha memeriksa status kesehatan Ny.A secara teratur
ke puskesmas terutama saat obat yang di konsumsi Ny.A sudah habis serta berusaha
menghindari keadaan yang dapat memperberat penyakitnya.

5.2 Saran
1. Diharapkan keluarga serta Tn.R dapat meningkatkan pengetahuannya tentang kesehatan
sehingga dapat lebih peka mengenali tanda-tanda terhadap perubahan kesehatan.
2. Diharapkan adanya kerja sama antar anggota keluarga dalam proses
pengobatan/penanganan penyakit yang di alami Tn.R.
3. Diharapkan agar keluarga Tn.R mampu untuk meningkatkan hubungan timbal balik
yang baik terhadap petugas kesehatan serta fasilitas-fasilitas pelyanan kesehatan
terutama dalam mempertahankan status kesehatan keluarga Tn.R.

63