Anda di halaman 1dari 2

TINEA KRURIS

No. Dokumen : 064/UKP-7/I/2017


No. Revisi :
Tanggal Terbit :
SOP
Halaman : 1/2

UPT dr. HJ. Uspa Nilawati


PUSKESMAS NIP.197707192008012
KUALA CENAKU 019

1. Pengertian Tinea kruris adalah infeksi jamur pada daerah paha atau selangkangan.
2. Tujuan Prosedur ini dibuat dimaksudkan agar petugas kesehatan di puskesmas
Konseling danrujukan
Kriteria Edukasi
KUALA CENAKU dapat melakukan penanganan penderita dengan
Diagram Alir
Tinea kruris dengan baik dan benar.
3. Kebijakan Surat keputusan kepala Puskesmas Kuala Cenaku nomor 012/445/UKP-
7/I/2017 tentang pemberian layanan klinis

4. Referensi 1. PERMENKES Nomor 5 Tahun 2014 tentang panduan praktek klinis dokter
layanan klinis

2. International Statistical Classification of Diseases (ICD) 10. (B35.6)


5. Prosedur Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
1. Hygiene diri harus terjaga, dan pemakaian handuk/pakaian secara
bersamaan harus dihindari.
2. Untuk lesi terbatas, diberikan pengobatan topikal, yaitu dengan :
Antifungal topikal seperti krim klotrimazol, mikonazol, atau
terbinafin, yang diberikan hingga lesi hilang dan dilanjutkan 1-2
minggu kemudian untuk mencegah rekurensi.
3. Untuk penyakit yang tersebar luas atau resisten terhadap terapi
topikal, dilakukan pengobatan sistemik dengan:
Griseofulvin dapat diberikan dengan dosis 0,5-1 g untuk orang
dewasa dan 0,25 0,5 g untuk anak-anak sehari atau 10-25
mg/kgBB/hari, terbagi dalam 2 dosis.
Golongan azol, seperti:
Ketokonazol: 200 mg/hari,
Itrakonazol: 100 mg/hari, atau
Terbinafin: 250 mg/hari
Pengobatan diberikan selama 10-14 hari pada pagi hari setelah
makan.
Konseling dan Edukasi
Edukasi mengenai penyebab dan cara penularan penyakit. Edukasi pasien
dan keluarga juga untuk menjaga hygienetubuh, namun penyakit ini bukan
merupakan penyakit yang berbahaya.
Kriteria rujukan
Pasien dirujuk apabila:
1. Penyakit tidak sembuh dalam 10-14 hari setelah terapi.
2. Terdapat imunodefisiensi.
3. Terdapat penyakit penyerta yang menggunakan
multifarmaka.
6. Unit terkait Bp pemeriksaan umum
KIA
Pusling
Poskesdes

Penatalaksanaan

Hygiene diri harus terjaga, dan


pemakaian handuk/pakaian
secara bersamaan harus dihindari

7. Rekaman No. Yang diubah Isi Tanggal mulai


Untuk lesi terbatas, diberikan
historis perubahan pengobatan
diberlakukan topikal, yaitu
dengan : Antifungal topikal
perubahan seperti krim klotrimazol,
mikonazol, atau terbinafin, yang
diberikan hingga lesi hilang dan
dilanjutkan 1-2 minggu
kemudian untuk mencegah
rekurensi.

1. Penyakit tidak sembuh


dalam 10-14 hari setelah
terapi.
2. Terdapat
imunodefisiensi.
3. Terdapat penyakit
penyerta yang
menggunakan
multifarmaka.
Untuk penyakit yang tersebar luas atau resisten terhadap terapi topikal, dilakukan pengobatan sistemik dengan