Anda di halaman 1dari 1

Pentingkah menjadikan siswa kita menjadi pebelajar yang mampu mengatur bagaimana ia belajar (self-

regulated learner)? Tentu penting sekali. Siswa yang mampu mengatur dirinya dalam hal belajar akan
mampu menganalisis tugas-tugas yang diberikan oleh guru kepada mereka, kemudian mereka akan
mampu menentukan tujuan pembelajaran mereka sendiri dalam belajar. Berikutnya, mereka, siswa-
siswa dengan pengaturan belajar itu akan mampu menentukan strategi-strategi belajar apa yang
diperlukan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajarannya, kemudian memonitor
(mengevaluasi) sendiri bagaimana pencapaiannya dalam belajar. Nah, luar biasa bukan jika siswa kita
tampil sebagai seorang self regulated-learner (seorang pebelajar yang mampu mengatur bagaimana ia
belajar). Kurikulum 2013, kurikulum yang baru diluncurkan pada beberapa sekolah sasaran di tahun 2013
lalu dan akan berlanjut ke sekolah-sekolah lainnya secara nasional pada tahun ajaran baru 2014/2015
nanti-pun juga mengamanatkan agar siswa dapat menjadi seorang pebelajar yang mampu mengatur
bagaimana ia belajar, di mana salah satu cirinya adalah siswa sebagai pebelajar sepanjang hayat (lifelong
learner).