Anda di halaman 1dari 10

Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 6 No.

1 Mei 2015: 69-78_______________________ISSN 2087-4871

REAKSI POLA RENANG IKAN NILA TERHADAP TIRAI LISTRIK PADA


SKALA LABORATORIUM

(THE REACTION SWIMMING PATTERN OF TILAPIA FOR ELECTRIC


SCENE IN LABORATORY)
Mochamad Rudyansyah Ismail1, Diniah2, Mulyono S. Baskoro2
1Corresponding author
1Program
Studi Teknologi Perikanan Laut Sekolah Pascasarjana
2Program Studi Teknologi Perikanan Laut Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor


E-mail: rudyansyahismail@gmail.com

ABSTRACT

The purpose of this study is to determine the behavior of tilapia to TELV-PDC gear. TLEV-PDC is modification of fishing
gear for blocking and guiding the fish swimming. This study use experimental method. Sampling for The Study used behavior
sampling method and continuous method for recording. The power source of this study was 6 volts, 18 volts, 30 volts and 45 volts
in the aquarium for testing deterrence tilapia juvenile and consumption sized. The results of this study indicated the response of
tilapia to TLEV PDC was fainted, hampered and changed the direction of swimming, and blockouts. TLEV-PDC can to
support for fishing gear. It is function for guiding the fish in passive fishing gear (trap).

Keyword: tilapia, behaviour, TLEV-PDC

ABSTRAK

Tirai listrik saat ini digunakan sebagai alat konservasi di perairan sungai. Alat ini berfungsi sebagai alat
penghadang ikan menuju hulu sungai. Penggunaan elektrode tirai listrik di sungai dipasang secara horizontal
di dasar perairan, sehingga bagian permukaan air tidak teraliri listrik. Tirai listrik dengan elektrode secara
vertikal menggunakan pulsed direct current (TLEV-PDC) merupakan modifikasi alat yang dibuat sebagai alat
penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku ikan terhadap TLEV-PDC,
sehingga didapat perbaikan dalam merancang alat penangkapan ikan menggunakan TLEV-PDC. Metode
penelitian menggunakan pendekatan tingkah laku yang muncul saat perlakuan (Behaviour Sampling).
Perekaman tingkah laku menggunakan metode continuous recording pada sumber listrik PDC sebesar 6 volt, 18
volt, 30 volt dan 45 volt. Hasil penelitian menunjukkan respons ikan nila terhadap TLEV-PDC diantaranya
adalah ikan pingsan sesaat, ikan melewati TLEV-PDC dan ikan yang terhadang TLEV-PDC dengan cara
mengubah arah renang.

Kata kunci: nila, tingkah laku, TLEV-PDC

I. PENDAHULUAN sungai digunakan sebagai rintangan ikan


supaya tidak berenang ke arah hulu
Electrical fishing pertama kali sungai (Johnson et al. 2013; Burger et al.
diperkenalkan pada tahun 1863 dan 2012; Clarkson 2004). Di beberapa
mulai dikembangkan tahun 1875 di negara, arus listrik AC digunakan
Jerman (Sudirman dan Mallawa 2004). sebagai penghadang ikan supaya tidak
Tingkah laku ikan dalam merespons masuk ke dalam saluran air pemutar
paparan arus listrik di perairan dijadikan turbin pada PLTA (Burger et al. 2012).
sebagai prinsip dasar untuk Elektrode yang dipasang secara
penangkapan ikan (Baskoro, 2005). horizontal di sungai memiliki beberapa
Nikonorov (1971) diacu dalam Baskoro kelemahan. Salah satu kelemahan
(2005) mengungkapkan bahwa ikan yang elektrode listrik secara horizontal ini
terkena paparan arus listrik adalah pelolosan ikan saat berenang di
mengakibatkan ikan tersebut terbunuh, bagian permukaan air (Johnson et al.
terbius ataupun terkejut. 2013). Pemasangan elektrode secara
Tirai listrik dengan pemasangan vertikal menjadi solusi, karena daerah
elektrode secara horizontal di dasar induksi arus listrik di dalam perairan

Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, IPB__________________________ E-mail: jurnalfpik.ipb@gmail.com


dapat diatur mulai dari dasar hingga sensitivitas cukup tinggi terhadap arus
permukaan air. listrik, dengan ambang voltase yang
Ikan yang dihadang, digiring atau rendah dibanding dengan ikan tawar
disesatkan arah renangnya ke alat lainnya (Pentury 1987). Ikan nila
tangkap ikan merupakan salah satu diharapkan dapat mewakili ikan lainnya,
metode penangkapan ikan (Hideaki 1956 termasuk ikan air laut dalam merespons
dalam Ayodhyoa 1981). Penerapan arus TLEV PDC.
listrik sebagai alat penghadang renang Penelitian ini dilakukan pada skala
ikan untuk perikanan tangkap dapat laboratorium, agar kondisi perairan
dikategorikan sebagai alat bantu dapat dikontrol dan tingkah laku ikan
penangkapan ikan. TLEV-PDC adalah akan lebih mudah diamati. Tujuan dari
alat yang dimodifikasi dengan tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkah
menghadang renang ikan dan laku ikan nila saat merespons TLEV PDC
memanfaatkannya sebagai alat bantu di perairan. Respons ikan terhadap
penangkapan ikan. TLEV-PDC akan dijadikan acuan untuk
Keberhasilan TLEV-PDC sebagai merancang alat bantu penangkapan yang
alat bantu penangkapan ikan tergantung efektif. Hipotesis pertama penelitian
dari respons ikan. Seperti halnya adalah voltase pada TLEV-PDC
penggunaan kejutan arus listrik AC mempengaruhi tingkah laku ikan nila.
(Alternating current) pada trawl, yang Kedua, terdapat tingkah laku ikan nila
menstimulus udang untuk melakukan yang dominan saat ikan terhadang TLEV-
loncatan. Kejutan listrik dalam trawl PDC.
dipasang sebagai pengganti ticler chain,
sehingga trawl diharapkan tidak
bersentuhan secara langsung dengan II. METODE PENELITIAN
dasar perairan (Suharyanto 2003).
Respon ikan terhadap arus DC murni Penelitian ini dilakukan dengan
mengakibatkan kepala ikan mengarah menggunakan metode eksperimen.
pada anode (Baskoro 2005). Arus PDC Metode pengamatan yang digunakan
memiliki karakter diantara DC murni dalam penelitian ini adalah metode
dan AC. Arus DC berpulsa atau pulsed Behaviour sampling dengan metode
DC (PDC) dalam alat ini tidak perekaman continuous recording, yaitu
membahayakan ikan dan selektif untuk mengamati tingkah laku ikan nila
ikan tertentu saat frekuensi diatur terhadap TLEV-PDC secara individu dan
(Clarkson el al. 2004). TLEV-PDC kelompok dengan waktu perekaman yang
diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai telah ditentukan (Martin and Bateson
penghadang renang ikan, sehingga ikan 2007). Ikan nila dibagi menjadi dua
dapat diarahkan masuk ke dalam alat kelompok, yaitu kelompok benih dan
penangkapan. ikan konsumsi. Penelitian dilakukan
Pada penelitian Wati (2007), ikan pada bulan Juni-Oktober 2014, dengan
nila yang berukuran antara 7 20 cm dua tahapan. Tahap pertama melakukan
akan mengalami pingsan pada durasi aklimatisasi ikan nila uji dalam
pemaparan listrik selama 53 407 detik akuarium pemeliharaan, selama dua
pada arus 0,05 A. Menurut Lamerque pekan. Tahap kedua pengamatan tingkah
(1976), ikan yang terpapar arus DC laku ikan nila terhadap TLEV PDC.
berpulsa pada taraf 81 mV/cm akan Penelitian dilakukan di laboratorium
mengalami kondisi otot yang melemas Tingkah Laku Ikan Fakultas Perikanan
dan sekitar 165 mV/cm akan mengalami dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian
pingsan, sehingga penggunaan arus Bogor.
listrik dibawah 81 volt. Peralatan yang digunakan dalam
Pada penelitian ini dipilih ikan nila penelitian ini adalah
sebagai ikan uji. Pemilihan ikan nila 1. Empat buah akuarium dengan
didasarkan pada: (1) nila memiliki ukuran 200 x 50 x 60 cm,
toleransi yang tinggi terhadap 2. Sumber arus listrik AC PLN (110-
lingkungan; (2) ikan nila memiliki 220 volt, 50-60 Hz),
bentuk tubuh seperti kebanyakan ikan 3. Rangkaian alat pengubah arus AC
demersal; dan (3) memiliki gurat sisi menjadi PDC yang ditempatkan
yang jelas dan pola narrow di kanal dalam kotak rangkaian (Gambar 1),
kepala (Webb 2008). Ikan nila memiliki 4. Kabel tembaga diameter 0,1 mm,

70 Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 6 No. 1 Mei 2015: 69-78
ISSNN 2087-4871

5. Delapan buah elektrode dari Lamerque 1976). Pengamatan dilakukan


alumunium berbentuk silinder pada perlakuan ikan nila secara
dengan panjang masing-masing 50 berkelompok dan secara individual.
cm (Gambar 1), a. Persiapan Ikan Nila
6. Termometer alkohol dengan Ikan nila ditempatkan pada
kalibrasi -10 oC sampai 100 oC, akuarium masing-masing ukuran, yaitu
7. Multimeter DMM DT-80B, ukuran konsumsi dengan panjang total
8. Alat Perekam (2 kamera digital, antara 12-18,5 cm dan ukuran benih
merek NIKON COOLPIX S1200 42 dengan panjang total antara 7-10,5 cm.
Mpixel dan merek Samsung 42 Ikan nila diaklimatisasi selama kurang
Mpixel), lebih 2 minggu, sampai ikan terlihat bisa
9. Sekat pembatas ikan yang terbuat beradaptasi di dalam akuarium dengan
dari plastik. suhu antara 28-29 oC dan DO sebesar 6-
Perancangan alat penelitian pada 8 mg/l. Selama masa aklimatisasi, ikan
akuarium percobaan ditampilkan pada diberi pakan tenggelam pada waktu pagi.
Gambar 2 dan Gambar 3. Bahan Pemberian pakan dilakukan pada tempat
penelitian menggunakan 20 ekor benih yang sama dengan jarak sekitar 1,5
ikan dan 20 ekor ikan nila konsumsi, meter dari tempat ikan berkumpul. Hal
dengan pertimbangan padat tebar dalam ini dilakukan untuk membiasakan ikan
akuarium cukup untuk ikan nila menghampiri pakan dengan cara
bergerak bebas. Pengambilan sampel 20 berenang. Proses ini disebut dengan
ekor ikan berdasarkan minimal sampel learning behavior, yaitu melatih ikan
pada uji statistik. Pangan yang dengan stimulus pakan yang diberikan
digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pola yang sama untuk durasi
jenis pakan tenggelam. waktu tertentu (Warburton 2011). Pada
Perlakuan pada TLEV PDC saat ikan mulai terbiasa dengan
dilakukan dengan empat nilai voltase, menghampiri pakan dipagi hari,
yaitu 6 volt, 18 volt, 30 volt dan 45 volt. perlakuan dan pengamatan mulai
Pemilihan voltase berdasarkan referensi dilakukan. Ilustrasi pemberian pakan
yang menyatakan bahwa ikan mulai kepada objek ikan tersaji pada Gambar
merespons listrik pada 4 volt dan ikan 2.
pingsan pada 81 volt (SFCC 2007 ;

Gambar 1. Rangkaian TLEV-PDC

Reaksi Pola Renang Ikan Nila ............................................................... (ISMAIL, DINIAH, dan BASKORO) 71
Gambar 2. Akuarium pengamatan ikan secara Individu

Keterangan:
A = Ruang tempat berkumpulnya seluruh ikan uji
B = Ruang persiapan uji respon bagi ikan yang akan diujikan
C = Ruang pengamatan ikan uji, ruangan ini dilengkapi dengan TLEV-PDC
D = Ruang tambahan untuk tempat ikan yang telah diuji

Gambar 3. Akuarium Pengamatan Ikan secara Berkelompok

2.1. Pengamatan Respons Ikan akuarium dan ikan memasuki


Terhadap TLEV PDC ruang C.
Pengamatan terhadap tingkah laku 4. Pengujian dilakukan pada saat
ikan dilakukan saat ikan merespon tirai ikan memasuki waktu makan,
listrik. Pengamatan pada tingkah laku yaitu pagi hari sekitar pukul 06.00
ikan nila dilakukan sebanyak 4 kali 09.00 WIB, selama 30 menit.
ulangan. Adapun prosedur penelitian 5. Pengamatan menggunakan CCTV
tentang respon individu ikan terhadap mulai dilakukan saat ikan
TLEV-PDC adalah sebagai berikut : memasuki ruang C sampai dengan
1. Menyiapkan tirai listrik 6 volt ikan merespon tirai listrik.
sebanyak 2 lapis dengan jarak 6. Ikan yang telah diuji dipisahkan
antara satu dengan yang lainnya dari ikan yang lainnya dan
sebesar 5 cm. diistirahatkan selama satu hari
2. Menyiapkan seekor ikan uji di untuk perlakuan berikutnya.
ruang B, memisahkannya dari 7. Pengulangan dilakukan sebanyak
kelompok ikan yang belum diuji 20 kali dengan ikan yang berbeda
menggunakan papan penghalang. pada kelompok yang sama.
3. Mengaktifkan tirai listrik saat Perlakuan berikutnya dengan
pakan sudah dimasukkan ke dalam prosedur yang sama adalah pengujian
menggunakan nilai voltase 18 volt, 30

72 Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 6 No. 1 Mei 2015: 69-78
ISSNN 2087-4871

volt, dan 45 volt. Pengujian untuk nilai bedanya antara akuarium


voltase berikutnya berselang satu hari, yang dipasang TLEV-PDC
sehingga setiap satu hari dilakukan satu dengan yang tidak pasang
macam perlakuan. Pengamatan TLEV-PDC. Paparan listrik
berikutnya dilakukan saat ikan yang dikeluarkan TLEV-PDC
berkelompok. Pemilihan voltase ini tidak dirasakan oleh ikan
berdasarkan Lamerque (1976) dan nila.
Scottith Fisheries Co-ordination Centre Pola 2 = Kelompok ikan yang
(2007) yang menyebutkan bahwa ikan mengalami keragu-raguan
akan mulai merasakan sengatan listrik dalam menghadapi TLEV-
pada nilai voltase sebesar 4 volt dan PDC sebagai rintangan
akan mengalami pingsan pada nilai dalam berenang, karena
voltase sebesar 81 volt. adanya paparan listrik pada
Prosedur pengamatan pengaruh tubuh ikan. Tingkah laku
tirai listrik terhadap kelompok ikan kedua adalah kelompok
sebagai berikut : ikan yang menerobos TLEV-
1. Mengondisikan 20 ekor ikan nila PDC. Ikan nila mempercepat
pada salah satu sisi di akuarium. gerakan renang saat akan
2. Mengaktifkan tirai listrik 6 volt menerobos TLEV-PDC.
dengan durasi 10 menit. Pola 3 = Kelompok ikan yang
3. Mengamati tingkah laku ikan menghindari TLEV-PDC
dengan CCTV. atau mengubah arah renang
4. Pengujian dilakukan pada saat jam ikan. Pada tingkah laku
makan pagi dan sore ikan. ketiga ini memperlihatkan
5. Pengulangan dilakukan sebanyak kelompok ikan nila mulai
20 kali pada kelompok ikan nila terhadang.
yang sama. Pola 4 = kelompok ikan nila yang
6. Pengulangan dihentikan saat ikan secara spontan menyadari
memperlihatkan penurunan dan mengubah arah renang
aktivitas renang. untuk menjauhi TLEV-PDC.
Perlakuan berikutnya dengan
prosedur yang sama adalah pengujian. a. Rancangan Acak Lengkap Satu
Faktor (RAL)
2.2. Analisis Data Uji ANOVA (RAL) dilakukan pada
Analisis data dalam penelitian ini data persentase pola perubahan renang
menggunakan dua macam analisis, yaitu ikan. Menurut Sastrosupandi (2000);
deskriptif komparatif dan statistika. Mattjik dan Sumertajaya (2000),
Analisis data secara deskriptif komparatif perhitungan RAL single factor adalah
meliputi tingkah laku ikan saat terkena sebagai berikut :
paparan tirai listrik dan pola renang ikan Yij = + ai + ij
saat terhadang tirai listrik. Uji statistik
rancangan acak lengkap (RAL) digunakan Keterangan :
pada hasil persentase pola perubahan i = 1,2,3,.., 20
renang ikan nila. Analisis data yang j = 1,2,3,4,5,6
digunakan pada setiap pengujian Yij = pengamatan perlakuan j pada
disajikan dalam Tabel 1. ulangan i
Penentukan tingkah laku renang = perlakuan umum (nilai tengah)
ikan nila berdasarkan pada kriteria ai = pengaruh perlakuan ke-i
sebagai berikut: ij = galat lainnya, dari perlakuan ke-i
Pola 1 = Respons pertama ini dan ulangan ke-j
memperlihatkan tidak ada

Reaksi Pola Renang Ikan Nila ............................................................... (ISMAIL, DINIAH, dan BASKORO) 73
Tabel 1. Analisis data yang dilakukan
No. Materi Pengujian Analisis
1. Tingkah laku ikan saat terpapar listrik Deskriptif Komparatif
Deskriptif Komparatif
2. Pola renang ikan yang terhadang dan Analysis of varian
(RAL)

III. HASIL DAN PEMBAHASAN 2 ekor dan ikan mengalami


keterhadangan saat berenang melewati
Hasil pengamatan memperlihatkan TLEV-PDC kemudian mengubah arah
respon ikan nila terhadap TLEV-PDC renang ikan.
adalah terhadang dan mengubah arah
renang, menerobos TLEV-PDC dengan 3.1. Tingkah Laku Individu Ikan
mempercepat gerakan renang, dan Pengamatan yang dilakukan secara
pingsan. Ikan mulai memberikan respons individual pada benih ikan dan ikan
pada jarak 10 cm dari TLEV-PDC. Bagian konsumsi membentuk beberapa tingkah
kepala dan tubuh ikan kejang saat laku. Pengelompokan tingkah laku ikan
menerima paparan listrik dari TLEV- nila terhadap TLEV-PDC didasarkan atas
PDC. Menurut Caputi et al. (2013) empat pola terhadap perlakuan dengan
peristiwa kejangnya bagian tubuh yang dua respons ikan terhadap TLEV-PDC,
terpapar listrik dikarenakan bagian yaitu tingkah laku ikan yang menerobos
kepala memiliki syaraf penerima TLEV-PDC dan yang terhadang oleh
rangsangan listrik dan bagian tubuh TLEV-PDC.
memiliki linea lateralis sebagai penerima Pola tingkah laku dengan kriteria
rangsangan listrik. satu banyak ditemukan pada perlakuan
Ikan nila memberikan respon TLEV-PDC 6 volt. Ikan nila konsumsi
terhadap TLEV-PDC 18 volt, 30 volt dan cenderung memperlihatkan dominansi
45 volt. Tingkah laku ikan nila pada tingkah laku kriteria pola satu pada
perlakuan TLEV-PDC 6 volt sama dengan perlakuan TLEV-PDC 6 volt, 18 volt dan
tingkah laku ikan nila tanpa perlakuan. 30 volt. Sementara benih ikan nila
Hal ini dikarenakan TLEV-PDC 6 volt memperlihatkan dominansi kriteria pola
menghasilkan nilai rata-rata voltase satu pada perlakuan TLEV-PDC 6 volt
dalam air sebesar 1,7 volt. Menurut dan 18 volt. Ikan nila mulai
SFCC (2007), ikan mulai merespon memperlihatkan keterhadangan renang
keberadaan listrik pada nilai voltase pada saat TLEV-PDC 45 volt. Secara
sebesar 4 volt di perairan. Secara lengkap jumlah ikan yang termasuk ke
keseluruhan respons ikan nila terhadap dalam empat pola tingkah laku ikan saat
TLEV-PDC adalah ikan mengalami yang perlakuan disajikan dalam Tabel 2.
pingsan pada perlakuan 30 volt sebanyak

Tabel 2. Jumlah Ikan Menurut Respon Ikan terhadap TLEV-PDC


Pola Tingkah Laku Ikan (Ekor)
Perlakuan Individu
1 2 3 4
Benih Ikan
6 Volt 20 0 0 0
18 Volt 9 0 2 9
30 Volt 7 0 2 11
45 Volt 1 0 0 19
Ikan Konsumsi
6 Volt 19 1 0 0
18 Volt 16 0 0 4
30 Volt 15 0 0 5
45 Volt 0 9 1 10

74 Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 6 No. 1 Mei 2015: 69-78
ISSNN 2087-4871

3.2. Tingkah Laku Kelompok Ikan cenderung dilakukan ikan pada jarak 10
Keterhadangan ikan nila saat cm hingga 5 cm dari TLEV-PDC.
dilakukan perlakuan TLEV-PDC Caputi et al. (2013) mengungkap-
membentuk beberapa pola perubahan kan bahwa penginderaan terhadap listrik
arah renang ikan. Pola perubahan arah yang dilakukan ikan adalah salah satu
renang tersebut terlihat ketika ikan yang mendasar dalam kehidupannya.
mulai berada di posisi 10 cm dari TLEV- Pendeteksian arus listrik dalam perairan
PDC. Pola perubahan renang ikan lebih baik dibandingkan indera sentuh
dipaparkan pada Tabel 3. dan lebih buruk dari indera penglihatan.
Pola yang sering terlihat pada Perubahan renang ikan pada pola 1
penelitian ini didominasi pola 1 untuk membuktikan ikan nila menyadari
setiap perlakuan, baik itu pada kelompok adanya arus listrik, sehingga pada
benih ikan maupun ikan konsumsi. Nilai kecepatan renang normal, ikan nila akan
persentase perubahan renang pola 1 segera berbalik arah dan menjauhi TLEV-
berkisar antara 31 66% dari seluruh PDC.
perlakuan dan ulangan (Tabel 4). Hasil
pengamatan memperlihatkan pola 1 ini

Tabel 3. Tabel 3. Pola Perubahan Renang Ikan saat Terhadang TLEV-PDC


Jenis Pola Pola Perubahan arah Renang
Ikan berbalik arah 180o saat ikan terkena paparan listrik di
Pola 1 jarak 10 cm dari tirai listrik. Pembalikan arah renang ikan
ini membentuk huruf U, dimana ikan membelokkan arah
renang dengan satu kali kibasan ekor. Sudut yang terbentuk
saat pembelokan sekitar 90o ke kanan atau ke kiri
menyusuri tirai listrik sesaat, kemudian belok 90 o ke arah
yang sama saat pembelokan pertama. Dengan kata lain 2
kali belok kanan atau belok kiri membentuk sudut 90 o.

Pola 2

Ikan secara tiba-tiba membalikkan badan dengan sudut


180o. Pada pola ini terlihat ikan kaget dengan paparan listrik
yang diterima tubuh, sehingga ikan dengan cepatnya
menjauhi tirai listrik.

Pola 3
Ikan mendekati tirai secara perlahan, kemudian saat
terpapar listrik gerakan renang menjadi mundur. Hal ini
dilakukan ikan untuk menjauhi tirai listrik. Beberapa ikan
melakukan gerakan berbalik badan setelah renang mundur.

Pola 4
Ikan akan menyusuri tirai listrik. Selang waktu yang
digunakan ikan untuk menyusuri tirai listrik itu dilakukan
dalam beberapa kibasan renang, kemudian ikan berenang
menjauhi tirai listrik.

Reaksi Pola Renang Ikan Nila ............................................................... (ISMAIL, DINIAH, dan BASKORO) 75
Tabel 4. Persentase Perubahan Renang Ikan Berdasarkan Empat Pola
Perlakuan Perubahan Renang
Ukuran Ikan
(Voltase) Pola 1 Pola 2 Pola 3 Pola 4
Benih 66,37 5,58 15,95 12,10
18
Konsumsi 46,54 11,77 27,31 14,37
Benih 59,32 11,98 18,17 10,53
30
Konsumsi 54,45 3,73 34,93 6,90
Benih 48,86 10,48 26,79 13,87
45
Konsumsi 30,91 28,56 34,16 6,36

Tabel 5. ANOVA Single Factor pada Pola Perubahan Renang Ikan


Pola Ikan Fhitung Ftabel Keterangan
Konsumsi 13,258 3,159 Berbeda Nyata
1
Benih 5,021 3,159 Berbeda Nyata
Konsumsi 19,775 3,159 Berbeda Nyata
2
Benih 2,276 3,159 Tidak Berbeda Nyata
Konsumsi 1,938 3,159 Tidak Berbeda Nyata
3
Benih 4,076 3,159 Berbeda Nyata
Konsumsi 7,183 3,159 Berbeda Nyata
4
Benih 0,829 3,159 Tidak Berbeda Nyata

Pada pola 3 ikan yang mulai nila melakukan perubahan renang pola 1
terpapar listrik pada jarak 10 cm dari (Tabel 5).
TLEV-PDC memperlambat renang dan
mundur secara perlahan. Beberapa ekor IV. Interaksi Perubahan Umum Renang
ikan yang melakukan gerakan maju dan Ikan dengan Tirai Listrik
mundur sebelum menjauhi TLEV-PDC Indera pendeteksi listrik pada ikan
seolah ragu-ragu. Sensor saraf nila merupakan jenis indera pasif, yaitu
pendeteksi listrik di bagian kepala dan hanya dapat merasakan keberadaan
lines lateralis ikan nila bekerja (Webb listrik di sekitarnya dan tidak
2008). mengeluarkan arus listrik dari tubuhnya
Indera pendeteksi listrik pada ikan (Webb 2008; Caputi et al. 2013).
nila merupakan jenis indera pasif, yaitu Pemaparan listrik dari tirai listrik di
hanya dapat merasakan keberadaan terima tubuh ikan nila. Penelitian ini
listrik di sekitarnya dan tidak mengungkapkan perubahan tingkah laku
mengeluarkan arus listrik dari tubuhnya ikan nila mulai terjadi pada saat ikan
(Caputi et al. 2013). Setiap sensitivitas berada pada jarak 10 cm dari tirai listrik
ikan terhadap listrik berbeda-beda, pada dengan sumber listrik 45 volt dan
penelitian ini membuktikan perbedaan menghasilkan 12 volt di dalam air
respons benih ikan nila dan ikan nila (Gambar 4). Ikan nila pada jarak ini ikan
konsumsi. Tingkat efektivitas TLEV-PDC mulai mengubah arah renang, berbalik
bergantung pada nilai voltase yang ke arah yang berlawanan.
digunakan, jenis arus listrik yang Ikan memasuki zona kritis di posisi
digunakan, jenis ikan target, ukuran 10 cm dari tirai listrik. Sensor saraf
ikan dan kondisi perairan di daerah pendeteksi listrik di bagian kepala dan
penangkapan ikan (Johnson et al. 2014; linea lateralis ikan mulai menerima
Specziar 2012; Dowson et al. 2006) rangsangan listrik (Webb 2008; Caputi et
Hasil ANOVA Single factor al. 2013). Ikan yang memasuki posisi 5
memperlihatkan bahwa voltase TLEV- cm dari tirai listrik mengubah arah
PDC mempengaruhi perubahan arah renangnya, menjauhi tirai listrik. Zona
renang ikan, yaitu pada pola 1, 2 dan 4 ini merupakan pengambilan keputusan
untuk ikan konsumsi dan pola 1 dan 3 ikan untuk merespon keberadaan tirai
untuk benih ikan. Semakin besar nilai listrik, menerobos atau menghindari tirai
voltase, semakin kecil persentase ikan listrik dengan cara mengubah arah
renang.

76 Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 6 No. 1 Mei 2015: 69-78
ISSNN 2087-4871

Gambar 4. Pemaparan Listrik di dalam Air

4.1. Aplikasi Tirai Listrik Pada Alat 5.2. SARAN


Penangkapan Ikan Penelitian ini memberikan
Pemasangan TLEV-PDC dalam gambaran keterhadangan ikan nila
dunia perikanan tangkap diharapkan terhadap TLEV-PDC. Penggunaan TLEV-
sebagai alat bantu penangkapan ikan, PDC pada alat penangkapan ikan
dengan prinsip kerja mengubah arah sebaiknya dipasang sebagai alat
renang ikan menuju tempat dikehendaki penghadang, sehingga ikan dapat digiring
(Verrill 1995; Johnson et al. 2014; memasuki cathable area alat tangkap
Palmisano and Burger 1988). Hal ini ikan. Penelitian di lapangan perlu
dilakukan dalam upaya pelestarian dan dilakukan untuk menguji hasil dari
kontrol ikan di perairan (Verrill 1995). laboratorium.
Seperti bottom trawl yang menggunakan
arus listrik sebagai alat bantu
penangkapan ikan (Polet et al. 2005), DAFTAR PUSTAKA
sebagai salah satu cara untuk
mengurangi kontak langsung ticler chain Baskoro MS. 2005. Tingkah Laku Ikan:
dengan dasar perairan. Hubungannya dengan Metode
Penggunaan jenis arus listrik PDC Penangkapan Ikan. Bogor (ID).
mempengaruhi efisiensi dan efektivitas Departemen Pemanfaatan
penangkapan (Baldmin and Aprahamian Sumberdaya Perikanan.
2012). TLEV PDC yang lebih banyak
menghadang benih ikan nila dibanding Burger CV, Parkin JW, OFarrell M,
ikan nila konsumsi menjadikan alat ini Murphy A, Zeligs J, 2012. Non-
cocok untuk diterapkan dalam Lethal Electric Guidance Barriers for
menghadang renang benih ikan masuk Fish and Marine Mammal
dalam sebuah alat penangkapan (trap). Deterrence: A Review for
Hal ini seiring dengan penghadangan Hydropower and Other Applications.
juvenil ikan lamprey di sungai guna Brazil (BR). SMITH-ROOT, INC.
untuk program konservasi (Johnson et
al. 2014; Lavis et al. 2003). TLEV PDC Caputi AA, Aguilera PA, Pereira AC,
memanfaatkan tingkat sensitivitas sensor Cattaneo AR. 2013. On the haptic
listrik pada ikan (Zakon 2003). nature of the active electric sense of
fish. Brain Research. 1536 (2013)
27-43.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
Clarkson RW. 2004. Effectiveness of
5.1. Kesimpulan electrical fish barriers associated
Tingkah laku ikan dalam merespon with the Central Arizona Project.
TLEV PDC diantaranya adalah dua ekor Notrth American Journal Fisheries of
ikan pingsan pada perlakuan 30 volt, Management. 24: 94105.
menerobos TLEV-PDC dan mengubah
arah renang menjauhi TLEV-PDC. Dawson HA, Reinhardt UG, Savino JF.
Perubahan arah renang ikan nila 2006. Use of electrical or bubble
didominasi oleh pola 1 sebanyak 46 % barriersto limit movement of
untuk ikan konsumsi dan 66 % untuk Eurasian ruffe (Gymnocephalus
benih ikan.

Reaksi Pola Renang Ikan Nila ............................................................... (ISMAIL, DINIAH, dan BASKORO) 77
cernuus). Great Lakes Research
Journal. 32: 40-49. Suharyanto. 2003. Kajian Respon Udang
Galah Terhadap Kejutan Listrik
Johnson NS, Thomson HT, Holbrook C Arus Bolak Balik Dalam Tangki
and Tix JA. 2013. Blocking and Percobaan Skala Laboratorium
Guiding Adult Sea Lamprey with [Tesis]. Bogor (ID) : Institut
Pulsed Direct Current from Vertical Pertanian Bogor.
Electrodes. Fisheries Research
Journal. 150: 38-48. [SFCC] Scottish Fisheries Co-ordination
Centre. 2007. Introductory
Lavis DS, Hallatt A, Koon EM, McAuley Electrofishing Training Manual.
TC. 2003. History of and advances Barony Collage.
inbarriers as an alternative method
to suppress sea lampreys in the Specziar A, Takacs P, Czegledi I, Eros T.
Great Lakes. Great Lakes Research. 2012. The role of the electrofishing
29: 362-372. equipment type and the operator in
assessing fish assemblages in a
Martin P and Bateson P. 2007. Third non-wadeable lowland river.
Edition : Measuring Behaviour An Fisheries Research 125: 99-107.
Introductory Guide. New York [US].
Cambridge University Press. Verrill DD, Berry Jr CR. 1995.
Effectiveness of an Electrical
Mattjik AA dan Sumertajaya IM. 2000. Barrier and Lake Drawdown for
Perancangan Percobaan (dengan Reducing Common Carp and
Aplikasi SAS dan MINITAB). Jilid I. Bigmouth Buffalo Abundances.
Bogor (ID) : IPB Press. Notrth American Journal Fisheries of
Management 15: 137-141.
Palmisano AN, Burger, CV, 1988. Use of
portable electric barrier to estimate Warburton K, Hughes R. 2011. Learning
Chi-nook salmon escapement in a of Foraging Skill Bay Fish. Fish Ana
turbid Alaskan River. Notrth Aquatiq Resources Series 15 : Fish
American Journal Fisheries of Cognition dan Behavior. Singapura
Management. 8: 475-480. (SG). Wiley-Blackwell.

Pentury B. 1987. Studi Tentang Respon Wati APNI. 2007. Penyetruman Ikan Nila
Ikan Terhadap Tegangan Listrik. dengan Arus Listrik 0,05 A; 0,07 A;
[Skripsi]. Bogor (ID) : Institut dan 0,09 A : Pengaruhnya Terhadap
Pertanian Bogor. Waktu Pemingsanan dan Pulih
[Skripsi]. Bogor (ID) : Institut
Polet H, Delanghe F, Verchoore R. 2005. Pertanian Bogor.
On Electrical Fishing for Brown
Shirmp (Crangon crangon) : II. Sea Webb JF, Popper AN, Fay RR. 2008. Fish
Trial. Fisheries Reaserch Journal. Bioacoustics. USA : Springer.
72(1) : 1-12.
Zakon, H. H. (2003). Insight into the
Sastrosupadi, Adji. 2000. Rancangan mechanisms of neuronal processing
Percobaan Praktis Bidang Pertanian. from electric fish. Curr Opinion
Edisi Revisi. Yogyakarta (ID): Neurobiol Journal. 13:
Kanisius.

78 Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 6 No. 1 Mei 2015: 69-78