Anda di halaman 1dari 8

1) Grafik Trend Cakupan PWS KIA

a) Trend Cakupan Akses K1


Gambar 3.1 Cakupan Akses K1 di Kelurahan Sendangguwo Bulan Januari
September 2017

Cakupan K1
95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0
100.0
94.9
80.0 83.2
71.9
60.0 60.2
50.0
40.0 40.3
31.0
20.0 21.3
10.2
0.0

Cakupan Target

Sumber: Data PWS KIA Puskesmas Kedungmundu tahun 2017


Berdasarkan grafik Trend Cakupan Akses K1 bulan Januari hingga
September 2017 di Kelurahan Sendangguwo terlihat bahwa trend cakupan
akses K1 yang cenderung naik, persentase cakupan akses K1 bulan Januari
sebesar 10,2% dan terus mengalami kenaikan pada bulan-bulan berikutnya
meskipun pada bulan Januari hingga September belum memenuhi target. Pada
bulan September cakupan akses K1 mencapai 94,9% meski terus mengalami
kenaikan cakupan tersebut belum memenuhi target tahunan yaitu sebesar 95%.
Cakupan akses K1 yang belum mencapai target perbulan menunjukkan
keterjangkauan pelayanan antenatal yang masih cukup sulit baik dari segi akses
menuju pelayanan kesehatan atau petugas pelayanan kesehatan. Kualitas
pelayanan kesehatan perlu diperhatikan untuk meningkatkan cakupan akses K1.

b) Trend Cakupan Akses K1 Murni


Gambar 3.2 Cakupan Akses K1 Murni di Kelurahan Sendangguwo Bulan Januari
September 2017
Cakupan K1 Murni
95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0
100.0
80.0
60.0
30.1 34.4
40.0 22.2 26.1
14.2 18.2
20.0 2.8 6.8 7.1

0.0

Cakupan Target

Sumber: Data PWS KIA Puskesmas Kedungmundu tahun 2017


Berdasarkan grafik Trend Cakupan Akses K1 Murni bulan Januari hingga
September 2017 di Kelurahan Sendangguwo terlihat bahwa trend cakupan
akses K1 murni yang cenderung naik, persentase cakupan akses K1 murni
bulan Januari sebesar 2,8% dan mengalami kenaikan pada bulan Februari
namun pada bulan Maret mengalami penurunan jumlah pengunjung. Meski
mengalami kenaikan rata-rata cakupan akses K1 selama bulan Januari hingga
September 2017 belum memenuhi target cakupan K1 murni tahun 2017 95%.
Cakupan akses K1 murni yang tidak memenuhi target menunjukkan kesadaran
masyarakat untuk memeriksakan kehamilan pada saat trimester pertama
kehamilan.

c) Trend Cakupan K4
Gambar 3.2 Cakupan K4 di Kelurahan Sendangguwo Bulan Januari
September 2017
Cakupan K4
120.0
95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0
100.0 104.3
91.5
80.0 79.5
68.2
60.0 56.0
40.0 44.0
32.4
20.0 21.6
10.4
0.0

Cakupan Target

Sumber: Data PWS KIA Puskesmas Kedungmundu tahun 2017


Berdasarkan grafik Trend Cakupan K4 selama bulan Januari hingga
September 2017 di Kelurahan Sendangguwo diketahui bahwa trend cenderung
naik, dengan cakupan sebesar 10,4% pada bulan januari, pada bulan
selanjutnya terus mengalami kenaikan hingga bulan Agustus belum memenuhi
target. namun pada bulan September mengalami kenaikan jumlah kunjungan K4
yang cukup tinggi menjadi sebesar 104,3% sehingga telah memenuhi target
tahunan sebesar 95%. Cakupan K4 pada bulan September yang sudah
mencapai target tahunan menunjukkan kualitas pelayanan antenatal yang sudah
memadai serta sudah terpenuhinya standar pemeriksaan kehamilan minimal
empat kali selama kehamilan. Namun kualitas harus dipertahankan dan
ditingkatkan agar cakupan K4 tidak turun.
d) Trend Cakupan Deteksi Risiko Tinggi Oleh Tenaga Kesehatan
Gambar 3.3 Cakupan Deteksi Risiko Tinggi Oleh Tenaga Kesehatan di
Kelurahan Sendangguwo Bulan Januari September 2017
Cakupan Deteksi Risti Ibu Hamil oleh Nakes
70.0 60.0 60.0 60.0 60.0 60.0 60.0 60.0 60.0 60.0
60.0 58.2
50.0 50.9
44.0
40.0 38.4
30.0 31.8
25.6
20.0 19.6
14.2
10.0 7.6
0.0

Cakupan Taget

Sumber: Data PWS KIA Puskesmas Kedungmundu tahun 2017


Berdasarkan grafik Trend Cakupan Deteksi Risiko Tinggi Oleh Tenaga
Kesehatan selama bulan Januari hingga September 2017 di Kelurahan
Sendangguwo terlihat bahwa trend cenderung naik, dengan grafik yang
cenderung meningkat tiap bulannya. Cakupan Deteksi Risiko Tinggi selama
bulan Januari hingga September belum memenuhi target tahunan yaitu sebesar
60%.
Cakupan Deteksi Risiko Tinggi Oleh Tenaga Kesehatan yang belum
mencapai target perbulan menunjukkan peran serta dan keterlibatan tenaga
kesehatan dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu hamil, bersalin
dan nifas masih rendah.
e) Trend Cakupan Deteksi Risiko Tinggi Oleh Masyarakat
Gambar 3.4 Cakupan Deteksi Risiko Tinggi Oleh Masyarakat di Kelurahan
Sendangguwo Bulan Januari September 2017
Cakupan Deteksi Risti Bumil oleh Masyarakat
250.0
213.1
190.3
200.0 169.0
147.7
Axis Title
150.0 120.7
93.8
100.0 69.6 Cakupan
49.7
Target
50.0 25.4

40 40 40 40 40 40 40 40 40
0.0

Sumber: Data PWS KIA Puskesmas Kedungmundu tahun 2016


Berdasarkan grafik Trend Cakupan Deteksi Risiko Tinggi Oleh Masyarakat
selama bulan Januari hingga September 2017 di Kelurahan Sendangguwo
terlihat bahwa trend naik, dengan grafik yang cenderung meningkat tiap
bulannya. Rata-rata cakupan deteksi resiko tinggi oleh masyarakat selama bulan
Januari hingga September 2017 sudah mencapai target tahun 2017 sebesar
40%
Cakupan Deteksi Risiko Tinggi Oleh Mayarakat yang cenderung sudah
mencapai target perbulan menunjukkan peran serta dan keterlibatan masyarakat
dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas
sudah bagus.

f) Trend Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan


Gambar 3.5 Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Kelurahan
Sendangguwo Bulan Januari September 2017
Cakupan Persalinan oleh Nakes
95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0 95.0
100.0
86.1
80.0 75.3
66.2
60.0 57.7
48.3
40.0 39.8
20.0 18.5 16.5
8.9
0.0

Cakupan Target

Sumber: Data PWS KIA Puskesmas Kedungmundu tahun 2017


Berdasarkan grafik Trend Persalinan oleh Tenaga Kesehatan selama
bulan Januari hingga September 2017 di Kelurahan Sendangguwo diketahui
bahwa trend naik, dengan grafik fluktuatif, persentase cakupan persalinan oleh
tenaga kesehatan bulan Januari sebesar 8,9% kemudian meningkat di bulan
Februari dan kemudian terjadi penurunan di bulan Maret dan terus mengalami
peningkatan hingga bulan September. Rata-rata cakupan cakupan persalinan
oleh tenaga kesehatan selama bulan Januari hingga September 2017 mencapai
belum target tahunan sebesar 95%.
Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang belum mencapai target
menunjukkan perkiraan proporsi persalinan yang ditangani oleh tenaga
kesehatan dan menggambarkan kemampuan manajemen program KIA dalam
pertolongan persalinan belum sesuai standar.

g) Trend Cakupan Pelayanan KB


Gambar 3.6 Cakupan Pelayanan KB di Kelurahan Sendangguwo Bulan Januari
September 2017
Cakupan Peserta KB
140.0 118.8 119.6 119.9 119.6 123.3
112.1 115.4 113.2
120.0
100.0
80.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0
60.0 Cakupan
40.0 21.8 Target
20.0
0.0

Sumber: Data PWS KIA Puskesmas Kedungmundu tahun 2017


Berdasarkan grafik Trend Pelayanan KB selama bulan Januari hingga
September 2017 di Kelurahan Sendangguwo diketahui bahwa trend cenderung
naik, dengan grafik cenderung meningkat. Cakupan peserta KB pada bulan
januari belum memenuhi target cakupan yaitu hanya sebesar 21,8% dari target
tahunan sebesar 100%. Namun, pada bulan Februari mengalami peningkatan
yang pesat menjadi 112,1% sehingga cakupan peserta KB mencapai target
tahunan dan terus mencapai target hingga bulan September cakupan peserta
KB menjadi 123,3%.
Cakupan pelayanan KB yang sudah mencapai target perbulan
menunjukkan jumlah peserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai alat
kontrasepsi terus-menerus hingga saat ini untuk menunda, menjarangkan
kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan sudah baik.

h) Data Kesenjangan/GAP PWS KIA


Tabel 3.2 GAP Data PWS KIA Puskesmas Kedungmundu, Kelurahan
Sendangguwo Tahun 2017
Realisasi Target
sampai sampai GAP Keterang
Indikator Trend
September September (%) an
(%) (%)
Tidak
Akses K1 94,9 95 - 0,1 Naik
Tercapai
Akses K1 Tidak
34,4 95 - 60,6 Naik
Murni Tercapai
K4 104,3 85 + 19,3 Tercapai Naik
Deteksi Tidak
58,2 60 - 1,8 Naik
Risti oleh Tercapai
Nakes
Deteksi
Risti oleh 213,1 40 + 173,1 Tercapai Naik
Masyarakat
Persalinan Tidak
86,1 95 - 8,9 Naik
oleh nakes Tercapai
Pelayanan
123,3 100 + 23,3 Tercapai Naik
KB
Sumber: Data PWS KIA Puskesmas Kedungmundu tahun 2017
Dari tabel gap/kesenjangan antara target yang telah ditetapkan dengan
realisasi yang ada dari data PWS KIA menunjukkan bahwa adanya
gap/kesenjangan dalam beberapa indikator KIA dengan GAP tertinggi
terlihatpada indikator Akses K1 Murni sebesar 60,6%. Apabila dilihat dari trend
dari bulan Januari hingga September dapat disimpulkan bahwa trend indikator
cakupan KIA adalah fluktiatif naik.