Anda di halaman 1dari 13

UPTD PUSKESMAS

MEDOKAN AYU
SURABAYA

RENCANA KERJA TAHUNAN


TIM MUTU

TAHUN 2016

Page 0
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Subhanallah taalah, atas segala rahmat dan hidayah yang

telah diberikan kepada semuanya, sehingga Dokumen Rencana Kerja Tim Mutu di Puskesmas

Medokan Ayu ini dapat diselesaikan dan disusun dengan baik.

Buku panduan ini sebagai buku panduan yang dapat dipergunakan sebagai pegangan dalam

melaksanakan tugas di puskesmas khususnya terhadap peningkatan mutu dan penanganan

keselamatan pasien.

Kami berharap, dengan buku panduan ini dapat menjadikan peningkatan dalam proses

mengendalikan dokumen yang secara maksimal dan tetap memperhatikan kaidah-kaidah hukum

yang telah ada.

Surabaya, Maret 2016


Kepala UPTD Puskesmas Medokan Ayu

drg. Siti Januarsih


NIP. 19590101 198512 2 003

Page 1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB I PENDAHULUAN 3
1.1. Latar Belakang 3
1.2. Tujuan 4
1.2.1 Tujuan Umum 4
1.2.2 Tujuan Kegiatan 4

BAB II KONSEP DASAR MUTU PELAYANAN KESEHATAN 5

BAB III PENGORGANISASIAN MUTU 7


3.1. Struktur Organisasi Tim Mutu 7
3.2 Uraian Tugas Tim Mutu 8
3.3. Rencana Kerja Tim Mutu 11

BAB IV PENUTUP 12

BAB I

Page 2
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan adalah langkah terpenting untuk


meningkatkan daya saing usaha Indonesia di sektor kesehatan. Hal ini tidak ringan karena
peningkatan mutu tersebut bukan hanya untuk rumah sakit saja tetapi berlaku untuk semua
tingkatan pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas Pembantu dan Puskesmas, baik di
fasilitas pemerintahan maupun swasta.

Peningkatan kualitas pelayanan adalah salah satu isu yang sangat krusial dalam
manajemen, baik dalam sektor pemerintah maupun sektor swasta. Hal ini terjadi karena di
satu sisi tuntunan masyarakat terhadap perbaikan kualitas pelayanan dari tahun ke tahun
menjadi semakin besar, sedangkan disisi lain, praktek penyelenggaraan pelayanan tidak
mengalami perbaikan yang berarti.

Dalam Undang-Undang Dasar Negara Indonesia diamanatkan bahwa Kesehatan


merupakan salah satu aspek dari hak asasi manusia, yaitu sebagaimana yang tercantum
dalam pasal 28 H ayat (1) : setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat
tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta berhak memperoleh
pelayanan kesehatan.

Pembangunan Kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,


kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum sebagai yang
dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan Kesehatan
tersebut diselenggarakan dengan berdasarkan kepada Sistem Kesehatan Nasional ( SKN )
yaitu suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya Bangsa Indonesia secara terpadu dan
saling mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sebagai
pelaku dari pada penyelenggaraan pembangunan kesehatan adalah masyarakat, pemerintah (
pusat, provinsi, kabupaten/kota ), badan legeslatif serta badan yudikatif. Dengan demikian
dalam lingkungan pemerintah baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus saling
bahu membahu secara sinergis melaksanakan pembangunan kesehatan yang terencana,
terpadu dan berkesinambungan dalam upaya bersama-sama mencapai derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya.

Keberhasilan pembangunan Kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu


dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Untuk mencapai keberhasilan dalam
pembangunan bidang kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara
menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Dalam hal ini Puskesmas sebagai Unit Pelaksana
Teknis Dinas Kesehatan merupakan penanggung jawab penyelenggara upaya kesehatan
untuk jenjang pertama di wilayah kerjanya masing-masing. Puskesmas sesuai dengan
fungsinya ( sebagai pusat pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan
masyarakat dan keluarga serta pusat pelayanan kesehatan dasar) berkewajiban

Page 3
mengupayakan, menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan yang bermutu dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkwalitas dalam rangka
mencapai tujuan pembangunan kesehatan Nasional yaitu terwujudnya derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya bagi setiap orang.

Berbicara masalah mutu pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, terkandung makna


bahwa Puskesmas berkewajiban menjaga bahkan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
dasar di Puskesmas.

Mutu adalah gambaran total sifat dari suatu produk atau jasa pelayanan yang
berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan kebutuhan kepuasan. Mutu adalah
kesesuaian terhadap permintaan persyaratan ( Dr. Ridwan Amirrudin, SKM., M.Kes., 2007).
Mutu pelayanan kesehatan dasar adalah kesesuaian antara pelayanan kesehatan dasar yang
disediakan / diberikan dengan kebutuhan yang memuaskan pasien atau kesesuaian dengan
ketentuan standar pelayanan.

1.2 Tujuan
Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang bermutu dan memuaskan di Puskesmas
dalam rangka terwujudnya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat
bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Page 4
BAB II
KONSEP DASAR MUTU PELAYANAN KESEHATAN

Banyak pengertian tentang mutu antara lain:

1. Mutu adalah tingkat kesempurnaan dan penampilan sesuatu yang sudah diamati ( Wnston
Dictionary, 1956 )
2. Mutu adalah sifat ang dimiliki oleh suatu progam ( Donabedian,1980 )

3. Mutu adalah totalitas dari wujud serta ciri suatu barang atau jasa yang didalamnya
terkandung pengertian rasa aman atau pemenuhan kebutuhan para pengguna ( DIN ISO
8402, 1986 )

Jadi , Mutu ( quality ) dapat didefinisikan sebagai keseluruhan karakteristik barang atau
jasa yang menunjukkan kemampuan dalam memuaskan kebutuhan konsumen, baik
kebutuhan yang dinyatakan maupun kebutuhan yang tersirat.

Beberapa pengertian tentang mutu pelayanan kesehatan:

1. Mutu pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap
jasa pemakai pelayanan kesehatan yang sesuai dengan tingkat kepuasan rata- rata
penduduk serta penyelenggaraannya sesuai dengan standar dan kode etik profesi ( Azhrul
Aswar,1996 )
2. Mutu pelayanan kesehatan adalah Memenuhi dan melebihi kebutuhan serta harapan
pelanggan melalui peningkatan yang berkelanjutan atas seluruh proses. Pelanggan
meliputi pasien, keluarga, dan lainnya yang datang untuk mendapatkan pelayanan dokter,
karyawan ( Mary R. Zimmerman )

Secara umum pengertian mutu pelayanan kesehatan adalah derajat kesempurnaan


pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi dan standar pelayanan dengan
menggunakan potensi sumber daya yang tersedia di rumah sakit atau puskesmas secara
wajar, effisien, dan efektif serta diberikan secara aman dan menuaskan secara norma , etika,
hukum dan sosial budaya dengan memperhatikan keterbatasan dan kemampuan pemerintah ,
serta masyarakat konsumen.

Selain itu mutu pelayanan kesehatan diartikan berbeda sebagai berikut :

1. Menurut pasien/ masyarakat empati , menghargai, dan tanggap sesuai dengan kebutuhan
dan ramah.

2. Menurut petugas kesehatan adalah bebas melakukan segala sesuatu secara profesional
sesuai dengan ilmu pengetahuan, keterampilan , dan peralatan yang memenuhi standar.

3. Menurut manajer / administrator adalah mendorong manager untuk mengatur staf dan
pasien/ masyarakat yang baik.

4. Menurut yayasan atau pemilik adalah menuntut pemilik agar memiliki tenaga profesional
yang bermutu dan cukup.

Page 5
Untuk mengatasi adanya perbedaan dimensi tentang masalah peayanan kesehatan
seharusnya pedoman yang dipakai adalah hakekat dasar dari diselenggaranya pelayanan
kesehatan tersebut. Yang dimaksud hakekat dasar tersebut adalah memenuhi kebutuhan dan
tuntunan para pemakai jasa pelayanan kesehatan yang apabila berhasil dipenuhi akan
menimbulkan rasa puas (client satisfaction) terhadap pelayanan kesehatan yang
diselenggarakan.

Jadi yang dimaksud dengan mutu pelayanan kesehatan adalah menunjuk pada ringkat
pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Makin sempurna
kepuasan tersebut, makin baik pula mutu pelayanan kesehatan. Sekalipun pengertian mutu
yang terkait dengan keputusan ini telah diterima secara luas , namun penerapannya tidaklah
semudah yang diperkirakan. Masalah pokok yang ditemukan ialah karena kepuasan tersebut
bersifat subjektif. Tiap orang, tergantung dari kepuasan yang dimiliki, dapat saja memiliki
tingkat kepuasan yang berbeda untuk satu mutu pelayanan kesehatan yang sama. Disamping
itu sering pula ditemukan pelayanan kesehatan yang sekalipun dinilai telah memuaskan
pasien, namun ketika ditinjau dari kode etik serta standar pelayanan profesi, kinerjanya tetap
tidak terpenuhi.

Kesimpulan, Jadi mutu pelayanan kesehatan menunjuk pada tingkat kesempurnaan


pelayanan kesehatan, di mana di satu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien
sesuai dengan tingkat kepuasan rata- rata penduduk, akan tetapi di pihak lain dalam tatacara
penyelenggaraannya juga sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah
ditetapkan.

Page 6
BAB III
PENGORGANISASIAN MUTU

3.1 Struktur Organisasi Tim Mutu

Kepala Puskesmas
drg. Siti Januarsih

Ketua Tim Manajemen Mutu


dr. Endah Retnaningtyas

Koordinator Audit Internal Sekretaris


Agustin indriyani, S. ST Dyah Kurnia, Amd
Anggota :
Dia Ayu Triana 6. drg. Belinda
Dr.Verry Y 7. Lenny Trisno
Sulastri 8. Atika Pratiwi
Adi S. 9. Fitriasari
Arsadani

Koordinator PMKP Koordinator Mutu UKP Koordinator Mutu UKM Koordinator Mutu
dr. Verry Yudhana dr. Enny Widjajanti dr. Savitri Ayuningtias Administrasi dan
Manajemen
Novi Dwi Cahayanti, SKM

Manajemen resiko Manajemen Manajemen


Lenny Trisno S komplain survey
Darmadinings dr. Enny W.
ih

Page 7
3.2 Uraian Tugas Tim Mutu

Uraian tugas merupakan penjelasan terkait tugas dan wewenang yang harus dijalankan
oleh tim mutu di Puskesmas Medokan Ayu. Adapun uraian tugas dari setiap bagian dalam
struktur organisasi di atas, adalah sebagai berikut :

1. Uraian Tugas Ketua Tim Mutu Puskesmas/ wakil manajemen mutu


1.1. Wewenang
Memiliki wewenang penuh untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
sebagai wakil manajemen
1.2. Tanggung Jawab
Bertanggung jawab untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas implementasi
sistem manajemen mutu
1.3. Tugas
1.3.1.1. Menjamin sistem dilaksanakan secara efektif pada semua fungsi.
1.3.1.2. Menjamin sistem manajemen mutu diperbaiki terus menerus.
1.3.1.3. Melaporkan hasil/ kinerja sistem manajemen mutu kepada Top
Manajer
1.3.1.4. Mengupayakan peningkatkan kesadaran/ pemahaman karyawan dalam
sistem manajemen mutu
1.3.1.5. Mengkoordinasikan kegiatan internal audit
1.4. Tugas Tambahan
Melaksanakan semua tugas tambahan yang diberikan oleh pimpinan

2. Uraian Tugas Sekretaris Akreditasi


2.1. Wewenang
Memiliki wewenang untuk melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab
kesekretariatan Akreditasi

2.2. Tanggung Jawab


Bertanggung jawab untuk menyiapkan seluruh dokumen internal dan eksternal
akreditasi Puskesmas Medokan Ayu

2.3. Tugas
2.3.1. Menyiapkan semua dokumen internal dan dokumen eksternal
2.3.2. Mengajukan semua dokumen yang sudah siap untuk diperiksa oleh Wakil
Manajemen dan disahkan oleh Kepala Puskesmas

2.3.3. Menyusun dan mencatat semua dokumen yang ada di sekretariat secara
rapi
2.3.4. Memastikan seluruh dokumen untuk poli /unit terkait terdistribusi secara
teratur dan tercatat
2.4. Tugas Tambahan
Melaksanakan semua tugas tambahan yang diberikan oleh Kepala puskesmas dan
ketua tim akreditasi/wakil manajemen

Page 8
3. Uraian Tugas Tim Auditor Internal
3.1. Wewenang
Memiliki wewenang dalam proses pengukuran dan penilaian secara sistematik,
objektif dan terdokumentasi untuk memastikan bahwa kegiatan manajemen mutu
telah sesuai dengan pengaturan
3.2. Tanggung Jawab
Bertanggung jawab kepada kepala puskesmas atas hasil audit internalnya untuk
menyelesaikan permasalahan organisasi, terutama ditinjau dari perspektif mutu
dan kepuasan pelanggan dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi secara
umum
3.3. Tugas
3.3.1. Merencanakan pelaksanaan audit internal puskesmas, meliputi :
pembagian auditee dan auditor, jadwal pelaksanaan, pembuatan surat
kepada wakil manajemen,
manajemen, menyiapkan semua sarana untuk melakukan
audit internal.
3.3.2. Melakukan tugas audit internal terhadap seluruh poli/ unit yang ada di
Puskesmas meliputi: mengamati proses, meminta penjelasan, meminta
peragaan, menelaah dokumen, memeriksa dengan daftar periksa, mencari
bukti-bukti, memeriksa silang, mewawancarai auditee, melakukan survei,
mencari informasi dari sumberluar, menganalisis data dan informasi dan
menyimpulkan hasil temuan.
3.3.3. Melaporkan semua hasil temuan audit kepada ketua tim akreditasi/wakil
manajemen
3.3.4. Merencanakan audit internal yang akan dilakukan periode selanjutnya.
3.4. Tugas Tambahan
Melaksanakan perintah lain yang diberikan oleh kepala puskesmas

4. Uraian Tugas Tim Survey Kepuasan Pelanggan


4.1. Wewenang
Memiliki wewenang untuk melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab
sebagai surveyor di Puskesmas Medokan Ayu

4.2. Tanggung Jawab


Bertanggung jawab penuh terhadap kepala puskesmas atas pelaksanaan dan
hasil survey yang telah dilakukannya

4.3. Tugas
4.3.1. Merencanakan pelaksanaan survey Puskesmas
4.3.2. Melaksanakan seluruh kegiatan survey Puskesmas
4.3.3. Mengolah, menganalisa, dan melaporkan hasil survey kepada ketua tim
akreditasi.
4.3.4. Merencanakan pelaksanaan survey selanjutnya
4.4. Tugas Tambahan
Melaksanakan perintah lain yang diberikan oleh kepala puskesmas

5. Uraian Tugas Tim Peningkatan Mutu Klinis / Keselamatan Pasien


5.1. Wewenang

Page 9
Memiliki wewenang untuk menjaga peningkatan mutu klinis dan keselamatan
pasien yang mendapat pelayanan kesehatan di puskesmas

5.2. Tanggung Jawab


Bertanggung jawab penuh terhadap kepala puskesmas atas peningkatan mutu
klinis dan keselamatan pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang
dilakukan di puskesmas

5.3. Tugas
5.3.1. Mensosialisasikan indikator mutu pelayanan klinis dan sasaran
keselamatan pasien kepada seluruh tenaga klinis di Puskesmas Medokan
Ayu
5.3.2. Mengumpulkan data hasil pengukuran indikator mutu pelayanan klilnis
dan sasaran keselamatan pasien sesuai periode waktu yang telah
ditentukan yang dilaksanakan oleh Penanggung Jawab unit pelayanan dan
tim survei.
5.3.3. Mendokumentasikan hasil pengukuran, melakukan pencatatan dan
pelaporan terkait dengan KTD, KNC dan KPC .
5.3.4. Melakukan analisis terhadap hasil pengukuran.
5.3.5. Menyusun rencana tindak lanjut dan perbaikan hasil analisis pengukuran.
5.3.6. Melaporkan hasil analisis dan rencana tindak lanjut dan perbaikan kepada
Kepala Puskesmas.
5.4. Tugas Tambahan
Melaksanakan perintah lain yang diberikan oleh kepala puskesmas

3.3 Rencana Kerja Tim Mutu

Setiap tim yang disusun wajib memiliki rencana kerja yang akan dilakukan selama 1
tahun ke depan. Tim mutu di Puksesmas Medokan Ayu telah memiliki rincian pelaksanaan
kerja selama 1 tahun. Adapun pola perencanaan kerjanya selama 1 tahun, sebagai berikut :
a. Tim Managemen Komplain, melakukan rapat rutin setiap 1 bulan sekali. Namun apabila
ada keluhan akan ditindaklanjuti dalam waktu 2x24 jam sesuai dengan prosedur standar
yang telah ditetapkan.

Page 10
b. Tim Managemen Resiko, melakukan rapat rutin setiap 1 bulan sekali. Akan tetapi apabila
ada KTD (Kejadian Tidak Diinginkan), KNC (Kejadian Nyaris Celaka), KPC (Kejadian
Potensi Cidera) dan KTC (Kejadian Tidak Cidera) akan ditindaklanjuti saat itu juga.
c. Tim Audit Interna, mekanisme audit internal di Puskesmas Medokan Ayu dilaksanakan
setiap 2 kali dalan 1 tahun yaitu pada semester 1 (Bulan Mei) dan semester 2 (Bulan
Desember)
d. Tim Survey, dalam hal ini akan melaksanakan kegiatannya sesuai dengan panduan yang
ada selanjutnya dalam dokumen panduan survey di Puskesmas Medokan Ayu.

Adapun matriks rencana kerja tim mutu selama 1 tahun telah dilampirkan.

BAB IV

PENUTUP

Page 11
Penyusunan Rencana Kerja Tahunan Tim Mutu Tahun 2016 diharapkan

digunakan sebagai dasar acuan pelaksanaan kerja tim mutu di Puskesmas Medokan Ayu.

Semoga dengan adanya rencana kerja tahunan tim mutu dapat bermanfaat untuk

peningkatan mutu dan keselamatan pasien di wilayah kerja Puskesmas Medokan Ayu.

Page 12

Anda mungkin juga menyukai