Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA

ISLAM
BAB 11 : Menghindari Minuman Keras, Judi,
dan Pertengkaran

Topik : Pertengkaran Pelajar

Nama kelompok (8C) :


1. Mutiara Adilla (25)
2. Nevinda Yogastyawan (26)
1
KATA PENGANTAR
Segala puji kami panjatkan kepada Allah SWT Yang Maha
Pemurah dan Maha Penyayang. Berkat rahmat-Nya, kami dapat
menyelesaikan Makalah mengenai Pertengkaran Pelajar.
Kami berterima kasih kepada Ibu Guru Mahsunah yang telah
mengajarkan Pendidikan Agama Islam kepada kami dan
memberikan kesempatan kepada kami untuk mengerjakan tugas
ini.
Kami menyadari bahwa Makalah yang kami buat belum
sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik dari Ibu Guru
Mahsunah sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan makalah
ini.

Gresik, 07 Mei 2015

Penulis

2
DAFTAR ISI
Cover..1

Kata Pengantar2

Daftar Isi..3

Pendahuluan4-5

Pembahasan6-9

Penutup10

Daftar Pusaka..11

3
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tawuran saat ini sudah tidak lagi menjadi pemberitaan dan pembicaraan
yang asing lagi di telinga kita. Bahkan, hampir setiap hari ada saja media yang
menayangkan kasus-kasus tawuran. Tawuran yang berkaitan dengan tindak
kekerasan bisa jadi di kalangan pelajar terutama yang notabenenya ada
generasi bangsa yang akan mengambil alih tempat kepemimpinan nantinya,
apabila mereka sekarang sudah terbiasa dengan tindak kekerasan maka
bagaimana jadinya bangsa kita ini nantinya.
Tawuran pelajar bukan hal yang bisa di anggap enteng, tawuran pelajar
sekarang tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja malainkan juga menjalar
kedaerah-daerah. Permasalahan remeh dapat menyuluh pertengkaran
individual yang melanjut menjadi perkelahian massal dan tak jarang
melibatkan penggunaan senjata tajam, senjata api dan sebagainya.
Kasus tawuran tidak hanya terjadi di golongan remaja tingkat sekolah saja
tapi baru-baru ini juga terjadi tawuran antar mahasiswa.
Dewasa ini, kekerasan sudah dianggap sebagai pemecah masalah yang
sangat efektif yang dilakukan oleh para remaja. Hal ini seolah menjadi bukti
nyata bahwa seorang yang terpelajar pun leluasa melakukan hal-hal yang
bersifat anarkisme dan premanisme. Tentu saja perilaku buruk ini tidak hanya
merugikan orang yang dalam perkelahian itu sendiri tetapi juga merugikan
orang lain yang tidak terlibat secara langsung.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu tawuran?
2. Apa yang menjadi penyebab terjadinya tawuran?
3. Apa dampak dari tawuran?
4. Apa solusi yang menghentikan tawuran agar tidak semakin menjadi?

4
1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

a. Untuk menghindari tawuran antar pelajar di daerah kita


b. Agar mengerti dampak dampak yang disebabkan oleh tawuran
c. Untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi agar
tawuran antar pelajar tidak terjadi

Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah :

a. Memberikan siswa pengetahuan baru


b. Memberikan pengetahuan mengenai dampak dampak apabila kita
melakukan tawuran antar pelajar

5
PEMBAHASAN
1. Pengertian Tawuran Antar Pelajar
Tawuran (atau tubir) adalah bentuk dari kekerasan antar geng sekolah
dalam masyarakat urban di Indonesia. Wirumoto, sosiolog Indonesia,
berpendapat bahwa tindakan tersebut sebagai salah satu cara untuk
menghilangkan stress selama ujian. W. D. Mansur juga berpendapat
bahwa tindakan tersebut terjadi bukan akibat dari faktor pribadi,
melainkan berasal dari pengaruh lingkungan di sekitar serta prasangka
dari masyarakat.

2. Penyebab Tawuran

Terdpat dua faktor penyebab terjadinya tawuran antar pelajar yaitu


faktor internal dan factor eksternal. Factor internal adalah faktor yang
berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru oleh remaja
dalam menanggapi milieu di sekitarnya dan semua pengaruh dari luar.
Perilaku merupakan reaksi ketidakmampuan dalam melakukan adaptasi
terhadap lingkungan sekitar. Adapun faktor eksternal adalah sebagai
berikut.

a. Faktor keluarga
Faktor keluarga terdiri dari sebagai berikut.
1) Baik buruknya rumah tangga atau berantakan dan tidaknya sebuah
rumah tangga.
2) Perlindungan lebih yang diberikan orang tua.
3) Penolakan orang tua, ada pasangan suami istri yang tidak pernah
memikul tanggunf jawab sebagai ayah dan ibu.
4) Pengaruh buruk dari orang tua, tingkah laku kriminal, dan tindakan
asusila.

b. faktor lingkungan sekolah


lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan bisa berupa bangunan
sekolah yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa halaman bermain yang
cukup luas, tanpa ruangan olahraga, minimnya fasilitas ruang belajar,

6
jumlah murid di dalam kelas yang terlalu banyak dan padat, ventilasi dan
sanitasi yang buruk, dan sebagainya.

c. Faktor milieu/lingkungan
Lingkungan sekitar yang tidak baik dan menguntungkan bagi pendidikan
dan perkembangan remaja. Terkait dengan konsep kelompok sosial,
W.G. Summer membagi kelompok sosial menjadi dua yaitu in-group dan
out-group. Menurut summer, dalam masyarakat primitif yang terdiri
dari kelompok kelompok kecil dan tersebar di suatu wilayah terdapat
pembagian jenis kelompok yaitu kelompok dalam (in-group) dan
kelompok luar (out-group). Kelompok dalam (in-group) adalah kelompok
sosial yang individu-individunya mengidentifikasikan dirinya dengan
kelompoknya. Adapun kelompok luar (out-group) merupakan
merupakan kelompok di luar kelompok in-group.

Di kalangan kelompok dalam di jumpai persahabatan, kerja sama,


keteraturan, dan kedamaian. Apabila kelompok dalam berhubungan
dengan kelompok luar maka munculah rasa kebencian, permusuhan,
atau perang. Rasa kebencian itu di wariskan dari satu generasi ke
genarasi yang lain dan menimbulkan rasa solidaritas dalam kelompok
(in-group feeling). Anggota kelompok menganggap kelompo mereka
sendiri sebagai pusat gejala-gejalanya (etnosentrisme).

3. Dampak dari Tawuran


a. Kerugian fisik, pelajar yang ikut tawuran kemungkinan akan menjadi
korban. Baik itu cedera ringan, cedera berat, bahkan sampai kematian
b. Masyarakat sekitar juga dirugikan. Contohnya : rusaknya rumah warga
apabila pelajar yang tawuran itu melempari batu dan mengenai rumah
warga
c. Terganggunya proses belajar mengajar
d. Menurunnya moralitas para pelajar
e. Hilangnya perasaan peka, toleransi, tenggang rasa, dan saling menghargai

7
4. Solusi Menghentikan Tawuran
A. Sekolah
a. Memberikan pendidikan moral untuk para pelajar
b. Menambah jam pelajaran keagamaan baik di sekolah ataupun di tempat
kuliah. Dengan penambahan jam pelajaran agama ini siswa atau
mahasiswa diajak untuk lebih memahami bahwa pertengkaran,
perkelahian atau tawuran itu tidak ada manfaatnya, yang ada hanya
kerusakan dan bahkan kematian.
c. Menghadirkan seorang figur yang baik untuk dicontoh oleh para pelajar.
Seperti hadirnya seorang guru, orangtua, dan teman sebaya yang dapat
mengarahkan para pelajar untuk selalu bersikap baik
d. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat seperti olahraga,
ekstrakurikuler atau penelitian yang bermanfaat bagi mahasiswa.
Sehingga tidak terpikirkan keinginan untuk melakukan hal-hal yang tidak
terpuji.
e. Pihak sekolah atau kampus harus memberikan sangsi yang tegas jika ada
siswa atau mahasiswa yang melakukan tawuran. Dari member sangsi
diskors sampai dikeluarkan.
B. Orang Tua
a. Orang tua harus mengawasi kegiatan anaknya. Apabila si anak belum
pulang ke rumah seperti biasanya, sebaiknya orang tua proaktif
menanyakan ke anak melalui telepon seluler, atau ke teman atau ke
sekolahan.
b. Memberikan perhatian yang lebih untuk para remaja yang sejatinya sedang
mencari jati diri
C. Lingkungan
a. Patroli polisi dan satpol PP diintensifkan saat jam pulang sekolah, karena
siswa atau mahasiswa yang berbeda almamater biasanya akan cepat
tersulut emosinya saat mereka berpapasan dengan jumlah yang banyak.
b. Masyarakat berperan aktif jika ada tanda-tanda akan terjadi tawuran, atau
sudah terjadi tawuran dengan menelepon polisi atau melalui jejaring sosial
facebook dan twitter melalui akun @NTMCLantasPolri agar polisi segera
datang dan mengendalikan suasana.
8
c. Memfasilitasi para pelajar untuk baik dilingkungan rumah atau dilingkungan
sekolah untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat diwaktu
luangnya. Contohnya : membentuk ikatan remaja masjid atau
karangtaruna dan membuat acara-acara yang bermanfaat, mewajibkan
setiap siswa mengikuti organisasi atau ekstrakulikuler disekolahnya
d. Para pedagang jangan menjual bebas senjata tajam dan bahan-bahan
kimia yang berbahaya

Kartini kartono pun menawarkan beberapa cara untuk mengurangi tawuran


remaja, diantaranya :

1. Banyak mawas diri, melihat kelemahan dan kekurangan sendiri dan


melakukan koreksi terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan
tidak menuntun
2. Memberikan kesempatan kepada remaja untuk beremansipasi dengan cara
yang baik dan sehat
3. Memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan yang relevan dengan
kebutuhan remaja zaman sekarang serta kaitannya dengan perkembangan
bakat dan potensi remaja

9
PENUTUP
IV. Kesimpulan

Faktor yang menyebabkan tawuran remaja tidak lah hanya datang dari individu siswa itu
sendiri. Melainkan juga terjadi karena faktor-faktor lain yang datang dari luar individu,
diantaranya faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan.

Para pelajar yang umumnya masih berusia remaja memiliki kencenderungan untuk
melakukan hal-hal diluar dugaan yang mana kemungkinan dapat merugikan dirinya sendiri dan
orang lain, maka inilah peran orangtua dituntut untuk dapat mengarahkan dan mengingatkan
anaknya jika sang anak tiba-tiba melakukan kesalahan. Keteladanan seorang guru juga tidak
dapat dilepaskan. Guru sebagai pendidik bisa dijadikan instruktur dalam pendidikan kepribadian
para siswa agar menjadi insan yang lebih baik.

Begitupun dalam mencari teman sepermainan. Sang anak haruslah diberikan


pengarahan dari orang dewasa agar mampu memilih teman yang baik. Masyarakat sekitar pun
harus bisa membantu para remaja dalam mengembangkan potensinya dengan cara mengakui
keberadaanya.

Saran

Dalam menyikapi masalah remaja terutama tentang tawuran pelajar diatas, penulis
memberikan beberapa saran. Diantaranya :

a. Keluarga sebagai awal tempat pendidikan para pelajar harus mampu membentuk pola
pikir yang baik untuk para pelajar
b. Masyarakat mesti menyadari akan perannya dalam menciptakan situasi yang kondusif
c. Lembaga pendidikan formal sudah semestinya memberikan pelayanan yang baik untuk
membantu para pelajar mengasah kemampuan dan mengembangkan segala potensi
yang ada didalam dirinya

10
DAFTAR PUSAKA
www.google.co.id

http://hengkikristiantoateng.blogspot.com/2014/02/cara-membuat-makalah-yang-baik-dan-benar.html

https://abuelsah.wordpress.com/2014/02/24/makalah-mengatasi-tawuran-antar-pelajar/

http://id.wikipedia.org/wiki/Tawuran

http://www.sridianti.com/faktor-penyebab-terjadinya-tawuran.html

11