Anda di halaman 1dari 4

Profil Perusahaan Airbnb

Airbnb didirikan pada Agustus 2008 dan berbasis di San Francisco, California. Airbnb adalah
komunitas pemasaran yang terpercaya bagi orang-orang yang ingin mengiklankan,
menemukan, dan juga memesan berbagai akomodasi unik di seluruh dunia. Airbnb
diperkenalkan pertama kali oleh CEO dan Founder Airbnb, Brian Chesky bersama temannya
pada tahun 2008. Saat itu, Chesky bersama temannya memutuskan untuk menyewakan
apartemen kepada tamu untuk perjanjian lokal. Untuk mengakomodasi tamunya, mereka
mengunakan kasur udara dan referensi lainnya seperti yang dilakukan Air Bed & Breakfast.
Sampa pada tahun 2016, perusahaan room-sharing, Airbnb, sudah memperluas jangkauannya
mencapai lebih dari 190 negara, dengan 2 juta properti yang terdaftar, dan diestimasikan
nilainya mencapai $30 Milyar.

Identifikasi Masalah
1. Belum adanya keamanan untuk melindungi baik untuk pihak guest dan host agar tidak
terjadi sesuatu yang merugikan kedua belah pihak.
2. Belum terjaganya privasi untuk host, sehingga pihak host sering merasa terganggu
dengan perilaku guest.
3. Tidak ada peraturan yang memberi sanksi kepada guest jika melakukan tindakan yang
merugikan host.
4. Belum adanya peraturan yang meregulasi dan melegitimasi Airbnb.

Analisis
Untuk mengevaluasi bisnis Airbnb, dapat menggunakan alat analisis yang dapat digunakan
untuk mengevaluasi strategi Airbnb yaitu menggunakan analisis SWOT
1. Strength
Salah satu kekuatan dari Airbnb adalah menggunakan model bisnis yaitu
sharing economy. Model bisnis tersebut bertujuan membagi sumber daya untuk
beroperasi baik dari perusahaan dan pemilik rumah dengan menggunakan teknologi.
Teknologi tersebut membantu host untuk menawarkan layanan jasa mereka kepada
konsumen melalui Airbnb. Hal ini membuat Airbnb dapat menekan atau menghindari
liabilitas. Dampaknya, biaya operasi yang dibebankan pada Airbnb menjadi lebih
rendah dibandingkan dengan hotel, motel, dan hostel. Hal ini berpengaruh juga
terhadap harga yang ditawarkan oleh Airbnb. Harga tersebut menjadi lebih rendah
dibandingkan dengan lainnya. Guest dapat memesan rumah-rumah dan pengalaman
unik di sebuah kota seperti seorang warga lokal dengan biaya yang lebih murah
dibandingkan dengan hotel konvensional. Perusahaan Airbnb hanya mengenakan biaya
kepada host sebesar 11% dari harga yang ditawarkan. Selain itu, Airbnb juga
memberikan benefit lain kepada konsumen. Pihak host tidak hanya menawarkan
sebagian ruangan untuk disewakan, tetapi pemilik rumah dan sekaligus pemilik mobil
bisa memberikan jasanya untuk beberapa malam sebagai jasa layanan taksi. Ketika
konsumen menggunakan jasa keduanya, sewa ruangan rumah dan sewa kendaraan,
perusahaan akan menambahkan biaya yang sedikit untuk kedua jasa tersebut.
Modal yang dimiliki oleh Airbnb lebih besar dibandingkan bisnis perhotelan
lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan kapitalisasi pasar yang dimiliki oleh Airbnb dan
bisnis perhotelan lainnya. Airbnb memiliki kapitalisasi pasar sebesar $30.0. Hilton
Worldwide Holdings, Marriot International Inc, dan Intercontinental Hotels Group,
masing-masingnya mendapatkan kapitalisasi pasar sebesar $22.8 , $17.5 , dan $9,9.

2. Weakness
Kurangnya kemampuan internal untuk menangani pemerintah lokal dan
undang-undang perhotelan lama sehingga Airbnb kesulitan dalam masuk ke suatu area
baru. Ada kemungkinan bahwa hal yang ditawarkan oleh host di aplikasi Airbnb
berbeda dari kenyataanya. Disamping itu, Airbnb mengalami keterbatasan pengawasan
yang akan mempengaruhi kepercayaan guest karena jangkauan yang luas. Tentu untuk
melakukan pengawasan dengan inspeksi secara langsung akan menambah biaya.

3. Market Opportunity
Saat ini Airbnb juga telah menumbuhkan jenis layanannya tidak hanya pada
bisnis homestay yang kini menjadi andalannya. Airbnb dalam beberapa bulan terakhir
mengizinkan konsumennya memesan tiket penerbangan, aktivitas travel, dan reservasi
restoran. Selain itu dengan meningkatnya pengguna mobile device sehingga airbnb
membuat aplikasi dalam mobile device yang memudahkan dalam penggunaannya.
Dengan meningkatnya jumlah pengguna mobile device, semakin besar pula peluang
Airbnb untuk memperluas bisnisnya, karena hampir setiap orang saat ini menggunakan
mobile device. Selain itu dengan menggunakan mobile device menggunakan internet,
Airbnb dapat melakukan promosi iklan yang muncul dalam aplikasi mobile device
tersebut.
4. External Threats
Belum ada regulasi yang mengatur model bisnis Airbnb sehingga belum ada
payung hukum. Di setiap negara mempunyai aturan dan regulasi yang berbeda-beda.
Ketergantungan dengan koneksi internet sehingga tidak dapat mencakup wilayah
terpencil. Selain itu mulai banyaknya pesaing yang bergerak di bisnis ini, karena
teknologi berkembang setiap saat, sehingga Airbnb harus berinovasi dalam
mengembangkan produk-produknya.

Berdasarkan SWOT yang dijabarkan di atas, maka sebaiknya airbnb mempertahankan


kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada, mengurangi
kekurangan dan juga menghindari ancaman. Dengan menggunakan kekuatan (strength), model
bisnis sharing economy dengan para host, biaya operasional menjadi lebih murah dibandingkan
dengan hotel konvensional. Selain itu airbnb juga menawarkan pengalaman seperti warga lokal
bagi guest dengan tersedianya kamar yang dimiliki oleh host daerah setempat. Dengan
kekuatan ini, airbnb juga harus melihat peluang dengan banyaknya pengguna mobile device
sehingga airbnb dengan menggunakan kemajuan teknologi membuat aplikasi untuk tersedia di
mobile device.
Airbnb sebaiknya memperbaiki kelemahannya (weakness) yaitu dengan melakukan
pendekatan ke pemerintah lokal agar tidak terjadi konflik saat akan melakukan extention di
area baru. Dan untuk ancamannya sebaiknya airbnb memiliki payung hukum untuk kegiatan
bisnisnya.

Rekomendasi
1. Perlu penambahan aturan yang menyangkut keamanan dan keselamatan bagi
lingkungan sekitar host.
2. Airbnb dapat memberlakukan adanya tambahan uang jaminan bagi guest, sebagai
pengaman dan juga pengganti sanksi. Hal ini dimaksudkan untuk memberi
perlindungan bagi host, karena tidak sedikit tindakan guest yang merugikan pihak host.
Dengan adanya uang jaminan, hak host menjadi lebih terlindungi, karena jika terjadi
hal yang dapat merugikan host uang jaminan tersebut dapat dijadikan sebagai
kompensasi atas tindakan guest. Selain itu, dengan kebijakan penambahan uang
jaminan, Airbnb tidak perlu lagi menagih pada guest, dan dapat menghindari tindakan
guest yang tidak mau disanksi. Uang jaminan akan dikembalikan penuh jika guest tidak
merugikan host.
3. Dari segi peluang pasar Airbnb dapat menambah lini bisnis agen perjalanan. Airbnb
dapat bekerja sama dengan pihak host selain tempat tinggal juga dapat menawarkan
paket perjalanan wisata. Host sekaligus bisa menjadi tour guide sebagai penunjuk arah
tempat wisata sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi host dan mempermudah
guest dalam melakukan perjalanan liburan berkeliling di kota tujuan.
4. Untuk memudahkan dalam melakukan pengawasan Airbnb dapat membuka kantor
cabang di beberapa wilayah yang dirasa potensial. Fungsi pengawasan adalah untuk
memantau produk yang ditawarkan host sesuai dengan standar Airbnb. Selain itu,
cabang tersebut juga bisa memantau lingkungan sekitar yang mungkin bisa
dikembangkan oleh Airbnb.
5. Airbnb perlu mengembangkan fitur feedback, dengan tujuan Airbnb dapat memantau
dan mengawasi kinerja host dalam melayani guest selama penyewaan. Hal ini dapat
meningkatkan kualitas layanan jasa baik dari Airbnb ataupun host untuk menjadi lebih
baik lagi. Jika ada kekurangan, mereka dapat segera memperbaikinya.